Category: Sosial Budaya

  • Reinkarnasi adalah: Pengertian dan Pandangan Menurut Islam

    Reinkarnasi adalah: Pengertian dan Pandangan Menurut Islam

    Sebagian orang mempercayai bahwa manusia dapat terlahir kembali dalam wujud yang berbeda ketika telah mati. Reinkarnasi adalah istilah yang menggambarkan secara luas mengenai bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Karena ada beberapa bukti ilmiah terjadinya reinkarnasi dalam hidup seseorang.

    Meski begitu, tidak banyak orang yang mengetahui seperti apa atau bagaimana tanda-tanda reinkarnasi. Sebagian orang bahkan tidak mempercayai adanya reinkarnasi dalam kehidupan di dunia. Lantas, bagaimana tanda-tanda reinkarnasi dan seperti apa agama Islam memandang hal tersebut? Temukan jawabannya di bawah ini!

    Pengertian Reinkarnasi

    Alur reinkarnasi
    Alur reinkarnasi | Sumber gambar: misekta.id

    Secara etimologi, reinkarnasi terdiri dari tiga kata, yaitu re, in, dan carnis. “Re” artinya pengulangan atau kembali. “In” adalah di dalam, dan “carnis” adalah daging. Jadi, reinkarnasi adalah kembali menjadi daging atau dilahirkan kembali menjadi makhluk berdaging.

    Istilah ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa akan ada masa di mana seseorang yang sudah mati akan terlahir kembali dalam bentuk yang lain di dunia. Dalam kondisi ini, yang terlahir kembali adalah jiwa atau ruhnya, bukan wujud fisiknya. Jiwa tersebut akan berwujud sesuatu sesuai dengan hasil tindakannya di masa lampau.

    Secara umum, ada dua aliran utama dalam konsep reinkarnasi. Pertama, orang-orang mempercayai jika manusia akan lahir kembali secara terus menerus. Kedua, orang-orang mempercayai jika manusia akan berhenti lahir, ketika seseorang melakukan kebaikan yang sudah cukup.

    Pemeluk agama Hindu dan Buddha adalah orang-orang yang mempercayai adanya reinkarnasi. Sedangkan dalam ajaran Islam, tidak ada istilah reinkarnasi yang seperti ini. Karena makhluk hidup yang sudah mati tidak akan bisa terlahir kembali dalam bentuk apapun.

    Tanda-Tanda Reinkarnasi adalah

    Ilustrasi orang yang reinkarnasi
    Ilustrasi orang yang reinkarnasi | Sumber gambar: Freepik

    Apakah kamu pernah merasa mengingat suatu tempat atau seseorang tertentu, padahal kamu belum mengenalnya? Jika kamu mempercayai tentang reinkarnasi dalam kehidupan, bisa jadi kamu memang pernah mengalami hal tersebut dalam kehidupan sebelumnya.  Nah, berikut tanda-tanda kamu mengalami reinkarnasi adalah:

    1. Mengalami Deja vu

    Apakah kamu pernah merasa melakukan sesuatu, lalu kamu seperti teringat jika pernah melakukan hal tersebut sebelumnya? Contohnya, kamu sedang mengunjungi suatu tempat, tiba-tiba kamu merasa seperti pernah berkunjung ke tempat yang sama. 

    Atau ketika kamu tidak sengaja bertemu seseorang, dan kamu merasa pernah bertemu dengan orang itu di masa yang berbeda. Kondisi ini disebut juga sebagai deja vu. Seseorang yang mengalami reinkarnasi biasanya tiba-tiba merasa berada di titik di mana dirinya pernah mengalami hal yang sama sebelumnya.

    2. Memiliki Kenangan Tertentu

    Tanda berikutnya bila kamu mengalami reinkarnasi adalah mempunyai kenangan tertentu. Walaupun pada dasarnya, setiap peristiwa yang dialami seseorang dalam hidupnya akan menjadi sebuah kenangan yang tidak terlupakan. 

    Tetapi, terkadang ada beberapa kenangan yang tampaknya tidak memiliki hubungan dengan kehidupan kamu saat ini. Namun, kamu justru merasa pernah mengalaminya.

    Misalnya, kamu merasa memiliki kenangan berkunjung ke suatu tempat. Ingatan ini kemungkinan selalu tinggal di alam bawah sadar, sehingga bisa menjadi salah satu tanda kehidupan di masa sebelumnya.

    3. Mendapatkan Mimpi Aneh Berulang Kali

    Mimpi buruk selama tidur adalah hal yang wajar terjadi pada setiap orang. Sayangnya, beberapa orang justru mengalami mimpi buruk atau mimpi yang aneh berulang kali. Jika kamu pernah mengalaminya, kamu mungkin berpikir apa sebenarnya alasan dari adanya mimpi tersebut.

    Sementara alam bawah sadar kamu akan bekerja keras untuk mengingat kembali kenangan buruk ataupun kenangan yang menyenangkan dalam hidup. Ini mungkin pernah terjadi pada kehidupan sebelumnya, sehingga datang kembali melalui mimpi aneh yang berulang-ulang.

    Misalnya, kamu bermimpi bertemu teman yang sangat akrab, padahal kamu tidak mengenal seseorang itu di dunia nyata saat ini. Meski demikian, mimpi aneh ini bisa menjadi jalan bagi kamu untuk terhubung dengan seseorang tersebut dan menemukan siapa dirimu di kehidupan sebelumnya.

    4. Memiliki Fobia yang Aneh

    Sebagian orang umumnya mempunyai fobia tertentu. Fobia setiap orang pun berbeda-beda, tergantung pengalaman apa yang pernah dialami dan membuatnya trauma. 

    Namun dalam konsep reinkarnasi adalah bisa saja seseorang mempunyai fobia yang aneh, meski orang itu tidak pernah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan sebelumnya.

    Misalnya, kamu takut pada ikan, padahal kamu tahu jika dirimu tidak pernah mengalami peristiwa buruk apapun yang berkaitan dengan ikan. Jangan khawatir, fobia yang terkesan aneh ini bisa berkaitan dengan kehidupan kamu di masa sebelumnya.

    5. Memiliki Keahlian yang Enigmatik

    Pernahkah kamu bertemu seorang anak yang memiliki kemampuan menari di usia yang masih muda, misalnya dua atau tiga tahun. Atau pernahkah kamu bertemu anak yang mempunyai kemampuan luar biasa di suatu bidang melebihi kemampuan anak-anak seusianya? 

    Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda reinkarnasi. Kemampuan yang dimiliki anak tersebut adalah kemampuan ia di masa sebelumnya.

    6. Memiliki Tanda Lahir yang Aneh

    Tanda terakhir jika kamu mengalami reinkarnasi adalah punya tanda lahir yang abnormal. Karena sejatinya, tanda lahir pada tubuh dapat terbentuk karena adanya pigmentasi acak atau posisi seseorang ketika masih di dalam rahim. 

    Seseorang bisa mempunyai satu atau lebih dari satu tanda lahir di bagian tubuhnya. Sebenarnya, tanda lahir adalah hal yang normal. 

    Namun, bagi orang yang mempercayai adanya reinkarnasi, tanda lahir adalah salah satu tanda yang bisa memberitahu seseorang mengenai kehidupan sebelumnya. Sehingga, kamu akan mengalami regresi kehidupan untuk mengetahui kebenaran di balik tanda lahir yang kamu miliki.

    Pandangan Islam tentang Reinkarnasi

    Seseorang sedang meditasi
    Seseorang sedang meditasi | Sumber gambar: Freepik

    Di dalam ajaran agama Islam, reinkarnasi adalah istilah yang tidak pernah ada dalilnya. Karena, seseorang yang sudah mati akan tetap ada di alam barzah sampai akhir dunia nanti. 

    Alam barzah atau alam kubur sendiri adalah dinding pembatas untuk memisahkan orang yang hidup dan mati. Ajaran Islam juga mempercayai adanya 4 alam yang harus dilewati oleh seseorang. 4 alam ini antara lain alam kandungan, alam dunia, alam kubur, dan alam akhirat. 

    Setiap jiwa atau ruh ini hanya akan dibangkitkan kembali ketika tiupan sangkakala yang kedua, untuk melanjutkan perjalanan menuju Padang Mahsyar dan menghadap kepada Tuhannya. 

    Sementara itu, Prof Quraish Shihab menuturkan bahwa manusia yang sudah mati hanya akan dibangkitkan kembali untuk menjalani hisab, bukan kembali ke kehidupan duniawi. 

    Mengingat ujung dari perjalanan panjang ruh ini adalah surga dan neraka. Inilah yang membedakan Islam dengan agama lainnya, sehingga reinkarnasi adalah sesuatu yang tidak dipercayai oleh sebagian besar umat Islam. 

    Selain itu, pandangan agama islam tentang reinkarnasi juga tertuang secara jelas dalam berbagai ayat Al Quran seperti berikut ini:

    1. Dalam Surat Yasin: 28 – 32

    “Setelah dia (dibunuh), Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya dan Kami tidak perlu menurunkannya. (Azab mereka) itu cukup dengan satu teriakan saja. Maka, seketika itu mereka mati.

    Alangkah besar penyesalan diri para hamba itu. Setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan.

    Mereka (setelah binasa) tidak ada yang kembali kepada mereka (di dunia). Tidak ada satu (umat) pun, kecuali semuanya akan dihadirkan kepada Kami (untuk dihisab).”

    2. Dalam Surat Al Anbiya: 95

    “Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali”

    Berdasarkan dua ayat Al Quran di atas, artinya jelas, bahwa bagi seorang muslim tidak mempercayai bahwa seseorang bisa kembali ke dunia setelah kematian, baik raga maupun ruhnya.

    Baca Juga : 10 Faktor Penyebab Keberagaman di Indonesia dan Contohnya di Masyarakat

    Sudah Mengenal Apa Itu Reinkarnasi?

    Berdasarkan ulasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa istilah reinkarnasi adalah salah satu kepercayaan dalam ajaran agama Hindu dan Buddha. Seseorang akan terlahir kembali ke dunia dalam wujud lain sesuai tindakan di masa lalu. Sedangkan pandangan agama Islam tidak mengenal apa itu reinkarnasi maupun tanda-tandanya.

  • 7 Daftar Aliran Sesat di Indonesia, Tidak Masuk Akal!

    7 Daftar Aliran Sesat di Indonesia, Tidak Masuk Akal!

    Banyak insiden, mulai dari kasus penipuan hingga kejadian orang yang menghilang, terhubung dengan kelompok aliran sesat di Indonesia. Karena kelompok sesat ini sering menggunakan pembenaran agama untuk menipu para korban. 

    Menurut laporan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 2016, terdapat lebih dari 300 kelompok aliran sesat yang beroperasi di Indonesia. Bahkan, Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI, menambahkan bahwa keberadaan aliran sesat di Indonesia telah ada sejak tahun 1995.

    Apa Itu Aliran Sesat?

    Menurut Oxford English Dictionary, aliran sesat mengacu pada keyakinan atau doktrin teologis atau keagamaan yang bertentangan dengan pandangan atau sistem keagamaan yang benar atau ortodoks.

    Dalam situasi ini, konsep aliran sesat juga bisa mencakup pandangan atau doktrin yang melibatkan berbagai aspek, seperti filsafat, politik, ilmu, seni, dan lainnya. Maka dari itu, tak heran bila ajaran ini berbeda dari yang umumnya diterima atau diajarkan.

    Kriteria Aliran Sesat Menurut MUI

    Berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI pada tanggal 6 November 2007, MUI menetapkan 10 kriteria untuk mengidentifikasi aliran sesat di Indonesia sebagai berikut:

    • Mengingkari salah satu dari enam rukun iman.
    • Mempercayai dan/atau mengikuti keyakinan yang tidak sejalan dengan Al-Quran dan sunnah.
    • Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran.
    • Mengingkari otentisitas dan/atau kebenaran isi Al-Quran.
    • Melakukan penafsiran Al-Quran yang tidak berdasarkan pada kaidah-kaidah tafsir yang benar.
    • Menyatakan penolakan terhadap hadis Nabi sebagai sumber pengajaran dalam Islam.
    • Menghina, merendahkan, atau mencemooh para nabi dan rasul.
    • Menyangkal bahwa Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir.
    • Mengubah, menambah, atau mengurangi unsur-unsur ibadah sesuai syariah. Hal itu seperti mengarahkan haji ke tempat selain Baitullah atau mengubah tata cara shalat wajib yang seharusnya lima waktu.
    • Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dasar syar’i yang jelas. Contohnya, mengkafirkan seorang Muslim hanya karena ia bukan bagian dari kelompok mereka.

    7 Daftar Aliran Sesat di Indonesia

    Berikut beberapa kelompok dan sekte yang secara resmi mendapatkan pengakuan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai aliran sesat di Indonesia:

    1. Ahmadiyah Qadhiyan (1980)

    Pendiri Ahmadiyah Qadhiyan
    Pendiri Ahmadiyah Qadhiyan | Sumber: BBC

    Ahmadiyah terbagi atas dua, yaitu Ahmadiyah Qadhiyan dan Ahmadiyah Lahore. Kemudian, salah satu bukti kesesatan kelompok ini adalah fatwa MUI tahun 1980 yangmengeluarkan pernyataan bahwa Ahmadiyah dan jamaahnya merupakan penganut aliran sesat di Indonesia. Karena mereka mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, melalui wahyu baru yang ia terima.

    Namun, MUI juga secara khusus membedakan Ahmadiyah Lahore dan Ahmadiyah Qadhiyan dalam Rakernas MUI tanggal 4–7 Maret 1984. Meskipun aktivitas mereka dilarang, namun pengikut Ahmadiyah tetap tumbuh di Indonesia hingga MUI mengeluarkan fatwa baru pada Keputusan MUI No. 11/MUNAS/V1I/MUI/15/2005.

    2. Salamullah (1997)

    Lia Eden Pendiri Salamullah
    Lia Eden Pendiri Salamullah | Sumber: Suara.com

    Salamullah memiliki pemimpin bernama Lia Aminudin atau Lia Eden. Dia mengklaim menerima wahyu dari Malaikat Jibril dan memperkenalkan ajaran kepercayaan baru. 

    Doktrin ini mencoba menggabungkan tiga agama Samawi, yaitu Islam, Kristen, dan Yudaisme, bersama dengan agama-agama besar lainnya di Indonesia. Lia Eden bahkan menyatakan bahwa dia adalah perwujudan Bunda Maria yang diutus oleh Jibril untuk membawa pesan turunnya Yesus ke bumi. 

    Pada saat itu, Lia Eden mengeluarkan beberapa pernyataan kontroversial. Akibatnya, MUI pada bulan Desember 1997 mengeluarkan fatwa yang menyatakan Salamullah sebagai aliran sesat di Indonesia dan menahan Lia Eden atas dakwaan penistaan agama. 

    3. Al-Qiyadah al-Islamiyah (2008)

    Pendiri  al-Qiyadah al-Islamiyah
    Pendiri  al-Qiyadah al-Islamiyah | Sumber: Medcom.id

    Aliran sesat ini berasal dari kasus tiga individu di Sedayu yang dituduh menyebarkan ajaran al-Qiyadah al-Islamiyah. Penyelidikan mengungkapkan bahwa kelompok ini mencampuradukkan ajaran Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan Al-Quran.

    Pendirinya ialah Moshaddeq pada tahun 2000 sebagai pecahan dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Namun, Moshaddeq secara terbuka mengklaim dirinya sebagai nabi utusan Allah dengan gelar Al-Masih Al-Maw’ud kepada umat Millah Ibrahim. 

    Akibat dari hal tersebut, MUI Provinsi DIY akhirnya mengeluarkan fatwa yang melarang penyebaran aliran ini. Kemudian, pada tahun 2008, Moshaddeq mendapatkan hukuman penjara selama 4 tahun.

    4. Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar (2016)

    Ahmad Musadeq Pendiri Gafatar
    Ahmad Musadeq Pendiri Gafatar | Sumber: Merdeka.com

    Ahmad Musadeq mendirikan Gafatar dengan menggabungkan unsur-unsur dari Kristen, Islam, dan Yahudi. Musadeq mengklaim dirinya sebagai nabi dengan nama Al Masih Al Maw’ud dan mengajarkan ajaran yang sebelumnya dianggap sesat oleh MUI pada tahun 2007, yang disebut Al Qiyadah Al Islamiyah.

    Gafatar mengajarkan praktik-praktik agama yang bertentangan dengan ajaran Islam, termasuk menghilangkan kewajiban shalat lima waktu. Mereka menggantikannya dengan shalat malam dan shalat saat matahari terbit dan tenggelam. 

    Selain itu, mereka juga mengubah kalimat syahadat, tidak mematuhi kewajiban puasa Ramadhan, serta memberikan sejumlah uang kepada Ahmad Musadeq sebagai penebusan dosa. 

    Gerakan ini bermula di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Mempawah Timur, dan MUI menyatakan Gafatar sebagai aliran sesat di Indonesia pada tahun 2016.

    5. Puang Lalang (2016)

    Puang Lalang
    Puang Lalang | Sumber: Tribunnews.com

    Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf Gowaba atau aliran Puang Lalang, diputuskan oleh MUI Kabupaten Gowa sebagai aliran sesat pada November 2016. Karena aliran ini mempraktikkan ajaran yang sangat kontroversial, yaitu mengajak pengikutnya untuk membeli “kartu surga” dengan membayar antara Rp10.000,00 hingga Rp50.000,00.

    Selain itu, Puang Lalang juga melakukan baiat dan mendoktrin pengikutnya dengan ajaran-ajaran yang secara signifikan menyimpang dari ajaran Islam yang sah. Contohnya ialah merobek-robek ayat-ayat Al-Quran dalam Kitabullah. Semua ini ia lakukan dengan motif mencari keuntungan pribadi.

    Akibat perilaku dan ajaran yang mencemarkan ini, Puang Lalang pun mendapatkan hukuman penjara sebagai konsekuensi dari tindakannya yang merugikan masyarakat dan merusak ajaran agama Islam yang benar.

    6. Kerajaan Ubur-Ubur (2018)

    Rudi Pendiri Kerajaan Ubur-Ubur
    Rudi Pendiri Kerajaan Ubur-Ubur | Sumber: Tribunnews.com

    Pendirinya adalah Rudi dan Aisyah yang mengusung keyakinan unik. Aisyah memegang jabatan Ratu dalam Kerajaan Ubur-ubur dan menganggap dirinya sebagai reinkarnasi Nyi Roro Kidul yang harus diimani. 

    Lebih dari itu, ia juga percaya bahwa dirinya adalah manifestasi Tuhan dan bahkan diyakini memiliki makam dan petilasan di Serang, Banten. Meski begitu, ajaran yang jamaah Kerajaan Ubur-Ubur anut ternyata berseberangan dengan prinsip-prinsip Al-Quran dan keyakinan Islam yang umum dianut oleh masyarakat Indonesia. 

    Kemudian, kontroversi yang muncul seputar kerajaan ini menarik perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Akhirnya, pada tahun 2018 MUI menyatakan Kerajaan Ubur-ubur sebagai aliran sesat.  

    7. Hakekok Balakasuta (2021)

    Anggota Hakekok Balakasuta
    Anggota Hakekok Balakasuta | Sumber: Liputan6.com

    Hakekok Balakasuta pertama kali berdiri pada tahun 2009. Lokasi pengajarannya berada di Padepokan milik Kasrudin di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Banten. Kelompok ini dianggap sesat, karena terdapat ritual bugil atau tanpa busana dalam praktik ajarannya.

    Sehingga, MUI menyatakan bahwa aliran ini dengan pemimpinnya bernama Arya dari Pandeglang sesat, karena ajarannya sangat menyimpang. Selain itu, aliran ini juga menciptakan kontroversi ketika 16 pengikutnya ditangkap oleh polisi pada Kamis, 11 Maret 2021.

    Hukum Aliran Sesat di Indonesia

    Kehadiran aliran sesat di Indonesia semacam ini telah menyebabkan kegelisahan di kalangan masyarakat. Karena mereka seringkali mengajak para pengikutnya untuk memberikan sejumlah uang dengan janji surga atau pahala di akhirat, padahal dana tersebut sebenarnya digunakan untuk kepentingan pribadi mereka.

    Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah menciptakan landasan hukum dalam UU No.1 PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama.

    Pasal 1 UU No.1 PNPS Tahun 1965 menegaskan bahwa setiap orang dilarang secara sengaja di depan umum untuk menginterpretasikan atau menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Khususnya yang menyerupai agama-agama di Indonesia, seperti Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu.

    Orang-orang yang dengan sengaja dan sadar menyebarkan aliran sesat di depan umum akan mendapatkan sanksi sesuai dengan Pasal 156a Penetapan Presiden RI No.1 Tahun 1965, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.

    Baca Juga : 6 Agama yang Diakui di Indonesia: Kitab Suci & Hari Besarnya

    Sudah Lebih Tahu Apa Saja Aliran Sesat di Indonesia?

    Jadi 7 aliran sesat di Indonesia, yakni mulai dari Ahmadiyah Qadhiyan hingga Hakekok Balakasuta yang sangat bervariasi dalam keyakinan dan praktik mereka. Selain itu, satu hal yang jelas adalah bahwa mereka seringkali mengarah pada konflik dan ketidakamanan. 

    Oleh karena itu, apabila Anda mendapati indikasi yang mencurigakan dalam suatu komunitas, segera sampaikan informasi tersebut kepada pihak berwenang. Maka dari itu, selalu berhati-hatilah ketika memilih teman bergaul, karena isu-isu yang terkait dengan agama perlu kita jaga. Semoga bermanfaat!

  • Mengenal 10 Upacara Adat Papua yang Unik dan Tradisinya

    Mengenal 10 Upacara Adat Papua yang Unik dan Tradisinya

    Papua salah satu pulau terbesar di Indonesia mempunyai ragam upacara adat yang menarik dan penuh makna, loh. Upacara adat Papua kerap dilakukan untuk merayakan atau menghormati sejumlah momen tertentu. Untuk apa saja upacara adat itu diselenggarakan? Artikel ini menyajikan informasinya secara lengkap.

    10 Upacara Adat Papua dan Tradisi Uniknya

    Nuansa apapun itu, baik sukacita, duka, kelahiran, maupun perkawinan, semuanya dapat masyarakat lakukan dengan upacara adat yang berbeda-beda. Berikut 10 upacara adat Papua yang menarik untuk diketahui, yaitu:

    1. Upacara Tanam Sasi

    Ritual Tanam Sasi
    Ritual Tanam Sasi | Sumber gambar: Quora

    Masyarakat Papua, terutama mereka yang tinggal di Kabupaten Merauke, tidak mengurus jenazah dengan cara yang biasa. 

    Mereka menjalankan prosesi pengurusan jenazah dengan upacara Tanam Sasi. Sasi termasuk salah satu jenis kayu yang merupakan media utama untuk digunakan saat upacara.

    Kayu sasi ini juga mempunyai makna yang dalam. Masyarakat mengukir kayu sasi sedemikian rupa sebagai lambang kehadiran leluhur. Selain itu, ukirannya yang bermotif manusia, hewan, dan tumbuhan dapat kamu anggap sebagai lambang rasa sedih sekaligus bahagia.

    Sasi akan masyarakat tanam 40 hari setelah kematian seseorang di Merauke. Penanaman ini menandakan daerah orang meninggal tersebut tidak boleh masyarakat gunakan dahulu. 

    Misalnya untuk bercocok tanam, berburu, atau menebang pohon selama 1000 hari atau kurang dari tiga tahun. 

    Tradisi ini bermakna, masyarakat wajib menjaga kelestarian alam, karena alam merupakan sumber kehidupan.

    Baca Juga : 9 Rumah Adat Papua yang Unik dan Penuh Makna

    2. Upacara Bakar Batu

    Upacara Bakar Batu | Sumber gambar: Go Travela Indonesia
    Upacara Bakar Batu | Sumber gambar: Go Travela Indonesia

    Berbeda dengan upacara adat Papua Tanam Sasi, upacara Bakar Batu ini masyarakat lakukan saat semua jenis peristiwa penting terjadi. Mulai dari peristiwa kelahiran, perkawinan, ucapan syukur atas panen, hingga kematian.

    Masyarakat menyelenggarakan tradisi bakar batu dengan cara memasak menggunakan batu yang mereka bakar terlebih dahulu.

    Sesudah batu selesai dibakar, batu akan mereka masukkan ke dalam lubang kecil. Kemudian, bahan makanan seperti umbi-umbian, daging, serta sayuran, akan mereka susun diatasnya.

    Setelah daging matang, mereka akan mengeluarkannya satu demi satu dan menghamparkan makanan di atas rerumputan. Saat itulah warga akan berkumpul dan bersama-sama menyantap hidangan tersebut. 

    Akan tetapi, orang yang boleh menyantap makanan terlebih dahulu adalah kepala suku. Sesudah kepala suku mengambil bagiannya, barulah warga yang lain dipersilakan untuk ikut menyantap hidangan tersebut.

    3. Upacara Wor

    Tradisi Wor
    Tradisi Wor | Sumber gambar: Ketik News

    Walaupun beberapa budaya yang ada di Papua telah mengalami pergeseran, upacara yang bernama Wor ini masih tetap dilakukan oleh warga Biak.

    Wor merupakan upacara sakral untuk menandakan masa peralihan manusia, seperti bayi yang baru tumbuh gigi, atau bayi yang baru bisa lepas dari ASI ibunya.

    Jadi, upacara Wor memiliki berbagai jenis yang berbeda, sesuai dengan siklus peralihan hidup tertentu. Contohnya, ada War Fasfesmandwampur dan Wor Papaf atau Penyapihan.

    Wor Fasfesmandwampur merupakan suatu upacara untuk mengikat bagian bawah perut ibu yang sedang mengandung. Upacara ini bertujuan untuk melindungi bayi yang masih dalam kandungan supaya terhindar dari segala macam gangguan roh halus.

    Sementara itu, Wor Papaf adalah sebuah upacara untuk merayakan seorang bayi yang telah lepas ASI. Upacara ini masyarakat lakukan dengan anak yang mulai belajar mengambil makanan atau hidangan yang seorang ibu suguhkan kepadanya.

    4. Upacara Ararem

    Tradisi Ararem
    Tradisi Ararem | Sumber gambar: Good News from Indonesia

    Tradisi mengantar mas kawin oleh calon suami kepada calon istri juga ada upacara khususnya. Nama tradisi tersebut adalah upacara Ararem. 

    Upacara ini masyarakat lakukan dengan meriah, terlihat dari keluarga calon suami yang berjalan kaki dan menari layaknya pawai.

    Upacara adat Papua Ararem ini wajib pihak lelaki lakukan, karena prosesi ini menyangkut kehormatan dan harga diri keluarga calon pengantin lelaki. 

    Tradisi Ararem juga memiliki simbol seorang lelaki bisa membawa calon istrinya untuk hidup berumah tangga serta meneruskan warisan keturunan untuk marga tertentu.

    Hingga kini, tradisi Ararem yang merupakan warisan dari nenek moyang tetap lestari di kalangan suku Biak.

    5. Upacara Tikam Telinga

    Upacara Tikam Telinga
    Upacara Tikam Telinga | Sumber gambar: Warisan Budaya Takbenda

    Tradisi Tikam Telinga merupakan sebuah upacara adat yang umum masyarakat pegunungan Papua lakukan, khususnya di Kabupaten Yapen. 

    Upacara Tikam Telinga juga biasa masyarakat sebut sebagai Septum dan mereka melakukannya sebagai tanda kedewasaan bagi para gadis yang ada di Yapen.

    Peralatan seperti piring keramik berukuran besar, uang, hiasan, dan juga kostum, wajib ada sebelum upacara adat Tikam Telinga berlangsung. 

    Dengan perlengkapan tersebut, upacara Tikam Telinga yang merupakan tradisi terbesar kedua setelah upacara perkawinan akan masyarakat jalankan.

    Pelubangan telinga akan dilakukan dengan katu (potongan kayu) dengan diameter 1-2 cm yang telah runcing. 

    Perempuan yang dilubangi telinganya tak boleh makan timun, umbi-umbian, labu, atau hidangan apapun yang berbentuk bulat sebagai syaratnya, hingga telinga mereka betul-betul sembuh.

    Sebagai akhir acara, masyarakat akan menggelar hajatan sambil memanjatkan rasa syukur atas lancarnya upacara yang telah mereka lakukan.

    6. Upacara Kematian Suku Asmat

    Upacara Kematian Suku Asmat
    Upacara Kematian Suku Asmat | Sumber gambar: Superlive

    Upacara adat Papua selanjutnya adalah upacara kematian. Suku Asmat yang ada di Papua percaya, penyebab kematian seseorang adalah munculnya roh jahat yang mengganggu. 

    Itu sebabnya, suku Asmat tidak mengubur mayat tersebut dan malah meletakkan jenazah di atas perahu lesung berbekal sagu. Mereka akan membiarkan jenazah membusuk di sana.

    Setelah jenazah busuk dan hanya menyisakan tulang belulang, warga akan menyimpannya di atas pokok kayu. 

    Sementara itu, tengkorak jenazah akan keluarganya jadikan bantal, sebagai tanda kasih sayang dan cinta dari anggota keluarga.

    7. Upacara Kiuturu Nandauw

    Tradisi Kiuturu Nandauw
    Tradisi Kiuturu Nandauw | Pop Mama

    Kiuturu Nandauw atau Kakarukrorbun termasuk upacara di Papua yang umum seorang paman (atau ‘Om’) lakukan kepada para keponakannya. 

    Saat Kiuturu Nandauw diselenggarakan, orang tua akan memotong rambut putra-putrinya itu sebagai tanda mereka telah menginjak usia 5 tahun atau masa kanak-kanak.

    Umumnya, upacara adat Kiuturu Nandauw juga masyarakat lakukan bersamaan dengan acara tikam atau tusuk telinga. Tak lupa, ada pula tradisi pemasangan gelang di kaki atau tangan, serta pemasangan anting.

    Sebelum memulai upacara Kiuturu Nandauw, ‘Om’ akan memulai ritual dengan menyentuh atau bahkan memukul pundak belakang keponakannya, memakai lempengan sagu buah hitam. 

    Sagu buah hitam berperan sebagai simbol adat penghargaan serta melambangkan kasih sayang seorang paman pada keponakan.

    8. Upacara Snap Mor

    Tradisi Snap Mor
    Tradisi Snap Mor | Liputan6

    Tradisi upacara adat Papua tidak hanya terbatas pada acara pernikahan atau kematian saja. Ada pula upacara unik yang dilakukan oleh warga suku Biak. 

    Mereka melakukan tradisi Snap Mor, sebuah seni menangkap ikan yang terdapat di air laut surut. Bahkan, kini upacara Snap Mor juga dapat dilihat oleh masyarakat luas, loh!

    Upacara Snap Mor terus masyarakat lakukan sebagai bagian dari pesta adat munara. Pesta adat munara menandakan sebuah budaya pembaruan yang ada dalam dinamika kehidupan masyarakat suku Biak. 

    Tradisi Snap Mor juga wajib masyarakat lakukan saat masa laut berada pada siklus surut terendah dan pasang tertinggi. 

    Jadi, umumnya masyarakat Biak akan menyelenggarakan upacara ini pada bulan Juli hingga Agustus. Kebiasaan ini juga menunjukkan kemampuan warga Biak yang terampil dalam membaca kondisi laut.

    Sebagai tambahan, masyarakat melakukan upacara Snap Mor sebagai simbol rasa syukur atas berkat. Untuk memeriahkan acara ini, masyarakat selalu merayakannya bersama keluarga dekat dan seluruh komunitas masyarakat suku Biak.

    9. Upacara Iris Telinga

    Upacara Nasu Palek
    Upacara Nasu Palek | Sumber gambar: Go Travelly

    Mendengar nama upacara adat Iris Telinga, pasti sangat menyeramkan di telingamu, kan? Walaupun terdengar seram, nyatanya upacara Iris Telinga atau Nasu Palek merupakan wujud belasungkawa yang umum masyarakat suku Dani di Papua lakukan.

    Nasu Palek bermakna para anggota keluarga yang ditinggal oleh orang terkasih untuk selamanya harus memotong sedikit daun telinganya untuk menyampaikan rasa sedihnya. 

    Mereka akan memotong daun telinga memakai irisan bambu tipis. Memang terasa amat sakit, tapi inilah pesan yang memang ingin mereka sampaikan. Mereka ingin menyatakan, mereka sungguh berduka atas meninggalnya orang terkasih. 

    Tradisi Iris Telinga juga telah masyarakat lakukan sejak dahulu kala, baik wanita maupun pria akan menjalankan tradisi ini. Akan tetapi, khusus wanita akan menjalankan tradisi Ikipalin terlebih dahulu.

    Tradisi Ikipalin adalah upacara memotong jari tangan. Apabila jari tangan telah habis, barulah wanita bisa menjalani upacara Iris Telinga. 

    Sementara itu, anggota keluarga pria bisa langsung menjalankan tradisi Iris Telinga. Setelah itu, mereka akan melanjutkan tradisi dengan mandi lumpur.

    10. Upacara Iki Palek

    Tradisi Iki Palek
    Tradisi Iki Palek | Sumber gambar: Keluyuran

    Nyaris sama dengan tradisi Iris Telinga atau Nasu Palek, Iki Palek juga terlihat ekstrim. Sebab, Iki Palek juga merupakan upacara yang mengharuskan memotong bagian tubuh. Bedanya, upacara Iki Palek adalah tradisi memotong jari.

    Upacara memotong jari umum masyarakat lakukan saat terdapat salah seorang anggota keluarga yang meninggal dunia. Tradisi ini bertujuan untuk menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kepergian orang terkasih. 

    Masyarakat suku Dani melakukan upacara Iki Palek karena menurut mereka, menangis tidak cukup untuk menggambarkan kesedihan mereka. 

    Terlebih, bagi warga suku Dani, kehilangan salah seorang anggota keluarga sama halnya dengan kehilangan separuh kekuatannya.

    Warga suku Dani melakukan upacara Iki Palek dengan memotong satu ruas jari menggunakan kapak atau pisau tradisional. Tak jarang pula, mereka menggigit jari sampai putus sebagai alternatif.

    Baca Juga : 6 Nama Pakaian Adat Papua, Jenis, Keunikan, dan Filosofinya

    Upacara Adat Papua dan Tradisinya Unik, Bukan?

    Upacara adat Papua dan tradisinya memang memiliki keunikan tersendiri. Selain itu, ada makna mendalam dari setiap prosesi upacara adat. Bahkan, upacara yang dilakukan secara turun temurun tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat yang menjalaninya.

    Maka dari itu, kamu sama sekali tidak boleh mencela tradisi mereka. Sudah seharusnya, kamu menghargai setiap tradisi yang mereka lakukan. Dengan begitu, tidak ada lagi konflik yang merugikan akibat masalah suku maupun ras.

  • Permainan Tradisional Adalah: Jenis, Manfaat, dan Contohnya

    Permainan Tradisional Adalah: Jenis, Manfaat, dan Contohnya

    Permainan tradisional adalah warisan nenek moyang yang wajib kita lestarikan sebagai penerus bangsa. Pasalnya, akhir-akhir ini permainan ini tergerus oleh pesatnya perkembangan zaman. Akibatnya, anak zaman sekarang jarang mengetahuinya.

    Nah, artikel ini akan membantu kamu untuk mengenal lebih jauh apa saja permainan tradisional beserta cara memainkannya. Jadi, simak terus bacaan ini agar kamu tidak ketinggalan informasinya.  

    Apa Itu Permainan Tradisional?

    Permainan Tradisional
    Permainan Tradisional | Sumber gambar: Universitas Airlangga

    Permainan tradisional adalah permainan yang menggunakan alat yang sederhana dan sudah ada sejak dahulu. Bahkan, menjadi bagian dari kehidupan anak-anak zaman dulu.

    Menurut Rosdiani dalam penelitiannya, permainan ini adalah permainan yang secara turun temurun mulai dari nenek moyang lalu turun ke generasi penerusnya.  

    Maka dari itu, permainan ini mengandung nilai luhur, unsur magis maupun nilai seni.  Jadi, kita sebagai penerus bangsa harus bisa melestarikannya agar permainan ini tidak hilang begitu saja.

    Jenis-Jenis Permainan Tradisional

    Permainan dengan Media
    Permainan dengan Media | Sumber gambar: SDN 3 Simpang Keuramat

    Jika kamu amati lebih lanjut, permainan tradisional ini dibagi menjadi 2 jenis sebagai berikut. 

    1. Permainan Tradisional Tanpa Media

    Maksud dari tanpa media ini adalah permainan tradisional yang dalam memainkannya tidak menggunakan alat bantu hanya menggunakan kekuatan tubuh saja. 

    2. Permainan Tradisional Menggunakan Media

    Permainan yang masuk dalam jenis ini memerlukan media sebagai permainannya bisa batu, karet, dan lain-lain.

    Manfaat Permainan Tradisional

    Permainan tradisional adalah sebuah permainan yang memiliki banyak manfaat. Beberapa diantaranya yaitu:

    • Melatih kreativitas dan produktivitas.
    • Mengembangkan kecerdasan emosional.
    • Sebagai pembelajaran nilai nilai luhur dan sosial.
    • Mengembangkan kemampuan motorik anak.
    • Memberikan kebugaran jasmani.
    • Meningkatkan kemampuan kognitif anak.
    • Dapat meningkatkan kegembiraan dan keceriaan.
    • Media untuk olahraga yang sederhana.
    • Menghindari dari bahaya radiasi tinggi akibat bermain hp atau gadget.  

    12 Contoh Permainan Tradisional

    Contoh Permainan Tradisional
    Contoh Permainan Tradisional | Sumber gambar: Kompasiana.com

    Adapun 12 macam contoh permainan tradisional adalah sebagai berikut, yaitu: 

    1. Gobak Sodor

    Permainan ini sangat populer di Indonesia. Cara memainkannya, buatlah garis kotak-kotak sebagai daerah kelompok yang menjadi penjaga. 

    Terdapat dua kelompok pada permainan ini ada yang menjadi penjaga dan ada yang jadi penyerang.  Nah, setiap kelompoknya minimal ada 3 orang.  

    Penyerang wajib melewati daerah penjaga tanpa bersentuhan dengan mereka. Apabila dari kelompok penyerang mengenai penjaga atau tertangkap, mereka bergantian menjadi penjaga.  

    Baca Juga : Permainan Gobak Sodor: Asal-usul dan Cara Memainkannya

    2. Lompat Tali Karet

    Lompat Tali
     Lompat Tali | Sumber Gambar: Pexels.com 

    Lompat tali adalah permainan tradisional yang menggunakan media tali karet yang memanjang, seperti membentuk kepangan. Anak perempuan biasanya memainkan permainan ini.

    Jumlah pemainnya minimal 3 orang. Satunya memegang tali di bagian kanan,  yang satunya memegang sebelah kiri. Sisanya bertugas untuk meloncati tali tersebut.  

    Cara memainkannya yaitu dua orang yang bertugas sebagai pemegang tali merentangkan tali. Sementara itu, pelompat wajib melompati tali tanpa menyentuhnya.  Setiap lompatan memiliki yang tinggi yang bervariasi. 

    Apabila si pelompat berhasil melewatinya, tali akan naik hingga posisi tali berada atas kepala si pemegang. Apabila tidak bisa melewatinya, si pelompat berganti menjadi si pemegang. 

    3. Kelereng

    Permainan Kelereng
    Permainan Kelereng | Sumber gambar: Bombastis

    Anak laki-laki biasanya sangat gemar bermain kelereng. Permainan ini dapat kamu lakukan dimana saja, bisa di luar ruangan atau dalam ruangan.

    Untuk memainkannya, kamu harus membuat kotak lintasan yang isinya beberapa kelereng.

    Setiap peserta akan menyentil kelereng dengan jarak yang telah kamu sepakati. Jika sentilan kamu mengakibatkan kelereng keluar, kelereng menjadi milikmu.

    4.Layang-Layang

    Siapa yang tidak tahu dengan permainan satu ini? Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa senang bermain layang-layang. 

    Permainan ini menggunakan media layang-layang yang bisa kamu buat sendiri. Cukup menggunakan kertas layangan, lem, benang, dan dua bilah bambu. Nah untuk memainkannya, dapat dilakukan di lapangan terbuka ya! 

    5. Egrang

    Egrang
    Egrang | Sumber gambar: Kabarmakassar.com

    Permainan egrang adalah permainan tradisional yang cara memainkanya menggunakan batang bambu. Sebagai pemula sangat diperlukan latihan terlebih dahulu, karena untuk menaiki egrang tersebut kamu harus menyeimbangkan tubuh di atas egrang. 

    Kamu harus berjalan hingga melewati pion lawan agar bisa memenangkannya. Jika kamu tidak bisa melewatinya, maka dianggap kalah atau pion lawan yang bisa kamu lewati akan dihitung sebagai 1 poin.

    6. Gangsing 

    Gangsing adalah permainan tradisional yang sudah ada sejak zaman kerajaan. Umumnya, permainan ini dimainkan dengan laki-laki. Alatnya hampir sama dengan yoyo, namun memiliki ujung yang lancip. 

    Bahan yang digunakan dalam pembuatan gangsing adalah kayu. Kayu yang dipakai pun ada kayu menggeris dan pelawan. 

    Untuk memainkannya, kamu harus menarik tali yang dililitkan ke gasing sehingga gasing tersebut berputar di tanah. Gangsing tidak boleh keluar dari garis saat berputar. Nah, yang paling lama berputarlah yang menjadi pemenang.

    7. Boi-boian

    Kamu pasti tidak asing bukan dengan permainan ini? Permainan ini bisa dimainkan oleh perempuan maupun laki-laki. Alasan dari permainan ini dinamakan boi-boian adalah karena dulu dimainkan oleh anak laki-laki yang dalam bahasa Inggris “boy”.

    Cara bermain permainan ini dengan membagi 2 kelompok yaitu kelompok pertama sebagai penjaga, sedangkan kelompok kedua sebagai kelompok pelempar. 

    Kamu hanya perlu mempunyai pecahan genteng atau sandal yang disusun meningkat. Si pelempar wajib mengenai tumpukan genting atau sandal yang telah disusun.

    Apabila roboh, mereka harus berlari agar tidak terkena timpukan dari si penjaga. Sedangkan, tim pelempar lainnya harus menyusun kembali tumpukan benda tersebut agar mereka bisa menang. 

    8. Rangku Alu

    Rangku Alu merupakan salah satu permainan yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Permainan ini memiliki nilai budaya yaitu sebagai syukuran untuk merayakan hasil panen pertanian dan perkebunan. 

    Pada saat bulan purnama, para remaja akan berkumpul dan memainkannya dengan memegang tongkat dan menggerak-gerakkannya. Sedangkan, yang lainnya melompati kotak bambu yang terbentuk dari gerakan buka tutup tanpa terjepit bambu itu.

    Pemain harus menyeimbangkan dan menguasai kecepatan tempo dari gerakan bambu agar dapat memenangkan permainan ini. 

    Selain itu, kamu harus fokus saat menjadi pelompat agar kaki tidak terjepit atau terpeleset. Maka dari itu, permainan ini harus dimainkan di tanah lapang yang tidak keras.

    9. Ketapel

    Selain digunakan sebagai permainan, ketapel bisa digunakan untuk berburu buah yang bergelantungan di pohon atau memburu hewan. Permainan ini terbuat dari karet yang dikaitkan ke kayu, sehingga membentuk huruf Y. 

    Cara memainkannya sangat mudah loh. Letakkan batu di ketapel. Lalu tarik ketapel dan arahkan pada sasaran. Kemudian lepaskan, maka batu akan mengarah ke sasaran. 

    10. Benteng

    Permainan benteng adalah salah satu macam permainan tradisional yang dimainkan 2 kelompok yang terdiri dari 4-8 orang. Setiap kelompok harus memiliki markas. Bisa tiang atau benda sebagai tempat menempelkan tangan. 

    Cara bermainnya dimulai dengan majunya salah satu dari anggota benteng untuk menantang anggota dari benteng lawan. 

    Jika pemain dapat mengejar dan mengenai anggota lawan, dinyatakan mati hingga anggota lawan tidak tersisa sama sekali. Dengan demikian, benteng lawan dapat kamu kuasai. 

    Bermain benteng-bentengan memiliki manfaat. Kamu dapat melatih gerakan kaki agar dapat berlari cepat dan belajar kekompakan bersama teman. Permainan ini sampai sejak kini masih ada biasanya dimainkan oleh anak laki-laki.

    11. Kucing dan Tikus 

    Permainan tradisional masyarakat Jawa yang satu ini sudah dikenal sejak tahun 1913. Kucing-kucingan ini menceritakan seekor kucing yang kejar-kejaran dengan seekor tikus.

    Cara bermain permainan ini membutuhkan banyak orang. Satu orang menjadi kucing dan 1 orang menjadi tikus. 

    Setelah ditentukan kucing dan tikusnya, pemain lainnya membentuk lingkaran besar sebagai tempat persembunyian si tikus dari kejaran si kucing. 

    12. Bakiak

    Bakiak
    Bakiak | Sumber gambar: Wikipedia.com

    Permainan bakiak merupakan permainan tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Jenis Permainan ini menggunakan sandal yang terbuat dari kayu dan slop kaki  karet ban yang muat hingga 3-5 orang. 

    Permainan bakiak bisa disebut juga terompa galuak. Cara bermainnya, pemain harus terisi semua sesuai jumlah slop kaki. Kemudian mereka melangkah bersamaan. Jika tidak melangkah secara kompak, pemain akan jatuh semua. 

    Dalam bermain bakiak, kamu sangat membutuhkan konsentrasi. Permainan ini biasanya ada saat perlombaan Hari Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus. 

    Jadi Pahamkah Kamu tentang Permainan Tradisional?

    Permainan tradisional adalah permainan yang memiliki beragam jenis, mulai gobak sodor hingga bakiak. Tak bisa dipungkiri, permainan ini bisa mengistirahatkan diri dari gadget. Dengan bermain permainan tradisional, ada banyak manfaat yang bisa kamu peroleh. Sebagai penerus bangsa, kamu tidak boleh melupakan permainan ini.

  • Integrasi Sosial: Pengertian, Syarat, Bentuk, Faktor, dan Contohnya

    Integrasi Sosial: Pengertian, Syarat, Bentuk, Faktor, dan Contohnya

    Integrasi sosial muncul dari sebuah fenomena sosial yang terjadi dalam lingkup masyarakat. Integrasi mempunyai peran sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Terutama, dalam proses terbentuknya keharmonisan di lingkungan kita.

    Artikel ini akan membantu kamu memahami semua hal terkait istilah tersebut, mulai dari pengertian hingga contohnya secara lengkap.

    Pengertian Integrasi Sosial

    Persatuan
    Persatuan | Sumber gambar: Pixabay

    Integrasi sosial terdiri dari dua kata yang memiliki makna berbeda. Integrasi artinya kesempurnaan atau keseluruhan dan sosial artinya hubungan atau timbal balik dari masyarakat.

    Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB), integrasi sosial merupakan pembaruan terhadap suatu hal, sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Pembaruan sama dengan penyesuaian, melebur, dan menjadi satu.

    Dapat kamu simpulkan, pengertian istilah ini adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang tidak sama (berbeda) dalam masyarakat. Unsur-unsur tersebut berupa ras, kedudukan sosial, agama, bahasa, norma, etnis, adat istiadat, dan sistem nilai.

    Dalam integrasi akan terjadi yang namanya proses kerjasama dari semua kalangan atau lapisan masyarakat. Mulai dari keluarga, perorangan, lembaga, bahkan seluruh kesatuan masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, akan menghasilkan kesepakatan tentang nilai.

    Menurut Gillin, integrasi sosial adalah fenomena sosial yang terjadi karena adanya proses sosial. Terutama yang berhubungan dengan perbedaan unsur. Misalnya seperti, emosional, perilaku, keinginan, dan budaya.

    5 Syarat Integrasi Sosial

    Kultur Budaya
    Kultur Budaya | Sumber gambar: Pixabay

    Perlu kamu ketahui, integrasi sosial tidak terjadi secara alamiah atau begitu saja. Ada 5 syarat utama yang menjadi pondasi atau fundamental dari proses ini. Berikut penjelasannya, yaitu:

    1. Menjalankan Nilai dan Norma Secara Konsisten

    Semua suku dan masyarakat yang ada di Indonesia pasti memiliki nilai dan norma masing-masing, baik itu secara tertulis ataupun tidak. Nah, nilai dan norma inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya integrasi di tengah masyarakat.

    Secara sadar atau tidak, norma atau nilai tersebut menjadi salah satu landasan dalam mengatur kehidupan masyarakat. 

    Misalnya, norma ketika bertamu ke rumah orang lain, sikap ketika melewati orang yang lebih tua, dan cara berbicara kepada orang yang lebih tua.

    Meskipun normal tersebut tidak memiliki penguat seperti UUD, masyarakat akan selalu melakukannya secara konsisten, bahkan turun temurun. 

    2. Toleransi

    Syarat kedua adalah munculnya toleransi. Dalam sebuah hubungan kelompok sosial, toleransi sangatlah penting. Sebab, masyarakat Indonesia terdiri dari banyak latar belakang. Mulai dari suku, agama, ras, budaya, dan lain sebagainya.

    Bagaimana jika tidak ada toleransi? Maka, integrasi tidak akan terjadi. Contohnya, kegiatan gotong royong, membangun tempat ibadah, saling peduli jika ada yang kesulitan, dan lain sebagainya.

    Dengan sikap toleransi inilah, masyarakat bisa lebih mudah terintegrasi dan berkomunikasi. Maka dari itu, toleransi sangat penting untuk membangun integrasi.

    3. Visi dan Misi yang Sama

    Visi dan misi tidak hanya ada dalam lingkup perusahaan saja. Namun, dalam kehidupan masyarakat pun ada. Masyarakat perlu membangun visi dan misi dalam satu arah dan berasal dari kesepakatan bersama.

    Jika masyarakat mampu berkomunikasi dengan tepat, visi dan misi tersebut akan mudah terwujud. 

    Misalnya, peringatan kemerdekaan yang mengharuskan masyarakat ikut andil dalam meramaikan acara peringatan. Kalau tidak kompak, apakah acara akan lancar? Tentu tidak, bukan?

    4. Muncul Rasa Saling Membutuhkan Antar Sesama 

    Rasa saling membutuhkan juga termasuk syarat terjadinya integrasi sosial. Rasa ini akan memicu keterikatan dan keterbutuhan yang mendorong terjadinya hubungan sosial. Pada akhirnya, manusia akan mengetahui ia tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya.

    Meskipun, kita tahu kalau setiap orang mempunyai kebutuhannya masing-masing. Namun, tetap saja keterkaitan antara satu orang dengan yang lain tidak bisa terhindari begitu saja.

    Misalnya, jual beli antara konsumen dan produsen, pendidikan, pekerjaan, dan lain sebagainya.

    5. Kesadaran Akan Makhluk Sosial

    Syarat terakhir adalah kesadaran manusia sebagai makhluk sosial. Antara poin kelima ini masih berhubungan dengan poin keempat. Manusia harus tahu kalau kehidupannya tidak akan jauh dengan orang lain.

    Ketika kamu ingin bergabung dalam kelompok sosial. Kesadaran diri harus kamu miliki. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah berhubungan dengan masyarakat lainnya. Ini termasuk sikap mendasar yang wajib kamu miliki.

    3 Bentuk Integrasi Sosial

    Ilustrasi Demo
    Ilustrasi Demo | Sumber Gambar: Pexels

    Jika tadi kita sudah membahas syarat-syarat integrasi sosial, maka sekarang kamu harus tahu bagaimana bentuk dari fenomena ini. Berikut 3 bentuk dari fenomena tersebut, yaitu:

    1. Koersif

    Integrasi koersif merupakan fenomena yang terjadi karena adanya kekuasaan dari pihak penguasa. Artinya, pihak yang berkuasa itulah yang akan memberikan aturan dengan cara kekerasan. Misalnya saja, aksi demo yang dibubarkan polisi dengan gas air mata atau asap.

    2. Normatif

    Integrasi normatif adalah suatu fenomena yang terjadi karena kemunculan normal dan nilai yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat. Misalnya saja, seluruh warga Indonesia yang bersatu dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika.

    3. Fungsional

    Bentuk yang ketiga adalah fungsional. Artinya, integrasi yang muncul karena ada fungsi-fungsi tertentu dari masyarakat. Misalnya, Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku, rasa, agama, budaya, dan adat.

    4 Faktor Integrasi Sosial

    Budaya
    Budaya | Sumber gambar: Pixabay

    Selain syarat, integrasi sosial terjadi karena faktor-faktor yang mendorongnya. Berikut penjelasan 4 faktor tersebut, yaitu:

    1. Jumlah Anggota

    Faktor yang pertama adalah jumlah anggota. Sebab, semakin banyak orang yang tergabung dalam kelompok, maka akan semakin sulit pula mewujudkan dan mencapai adanya integrasi.

    2. Efektivitas Komunikasi

    Integritas sosial bisa juga dipengaruhi oleh adanya efektivitas komunikasi yang terjadi antara satu anggota dengan anggota lainnya. Ketika mereka memiliki sistem komunikasi yang efektif, maka integrasi akan mudah tercapai.

    Biasanya, masalah yang sering muncul dalam proses pembentukan integrasi adalah efektivitas komunikasi. Apabila suatu masyarakat tidak mempunyai komunikasi yang efektif, mereka akan kesulitan mencapai tujuan bersama.

    3. Homogenitas Kelompok

    Homogenitas kelompok sama saja dengan kemajemukan. Singkatnya, semakin majemuk dan heterogen masyarakat, maka prosesnya akan semakin sulit dan berat, bahkan bisa memakan waktu yang sangat lama.

    Berbeda dari masyarakat homogen, mereka akan lebih mudah mencapai integritas karena bisa berbaur dan menciptakan momen dalam waktu yang singkat. 

    4. Mobilitas Geografis

    Mobilitas geografis adalah perubahan dan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah yang lainnya. 

    Itu artinya, setiap anggota masyarakat baru yang ada di wilayah-wilayah yang bersangkutan harus bisa menyesuaikan diri dengan norma dan nilai yang berlaku.

    Contoh-Contoh Integrasi Sosial

    Secara umum, integrasi sosial bisa terjadi di lingkungan apapun. Tidak peduli latar belakang mereka. Apakah kamu bisa membedakan contoh integrasi yang terjadi? Berikut 3 contoh fenomena tersebut beserta penjelasan lengkapnya, yaitu:

    1. Contoh yang Terjadi di Keluarga

    Contoh yang pertama terjadi di lingkup keluarga yang mana kemungkinan besar kamu pun pasti pernah melakukannya. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:

    • Membantu menyelesaikan pekerjaan rumah secara bersama-sama.
    • Memahami kepribadian serta sifat dari semua anggota keluarga.
    • Menutup aib keluarga agar tidak sampai bocor ke orang lain.
    • Melakukan ibadah secara bersama-sama.
    • Menjalankan tugas dan masing-masing tanggung jawab.
    • Memberikan kesempatan untuk setiap anggota keluarga menyampaikan pendapatnya masing-masing terhadap persoalan yang dibicarakan.
    • Saling terbuka satu sama lain dan tidak menutup-nutupi apa yang terjadi demi menjaga perasaan anggota keluarga.
    • Saling menghargai dan menghormati sesama anggota keluarga.

    2. Contoh yang Terjadi di Lingkungan Sekolah

    Contoh yang berikutnya ada di sekitar sekolahan. Umumnya, kegiatan ini hanya terjadi dalam lingkup siswa dan masyarakat sekolah. Berikut adalah contohnya:

    • Menjunjung tinggi sikap toleransi kepada semua warga di sekolah.
    • Melakukan kerja kelompok.
    • Mengikuti segala peraturan yang ada di sekolah.
    • Tidak membedakan latar budaya suku, agama, dan ras untuk berteman ataupun bersosialisasi.
    • Berbuat baik kepada semua teman ataupun warga sekolah.
    • Aktif berkontribusi pada kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah.

    3. Contoh yang Terjadi di Lingkungan Masyarakat

    Terakhir, contoh yang ada di sekitar kita, yakni lingkungan masyarakat. Ada banyak kegiatan yang bisa kita temui, yakni sebagai berikut:

    • Ramah kepada seluruh warga tanpa harus membedakan asal bangsa, agama, suku, dan bahasa yang digunakan.
    • Mengikuti gotong-royong untuk membersihkan lingkungan sekitar.
    • Ikut memeriahkan semua acara yang diselenggarakan desa.
    • Menghargai perbedaan agama.
    • Memenuhi undangan dari desa.

    Baca Juga : 8 Manfaat Gotong Royong dan Contoh Penerapan Sehari-hari

    Sudah Tahukah kamu Mengenai Integrasi Sosial?

    Setelah membaca keseluruhan penjelasan dari integrasi sosial sudah bisakah kamu memahami apa maknanya, syarat, faktor, beserta contohnya? Kita bisa menyimpulkan, keberadaan integrasi itu tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sekalipun tidak banyak yang menyadarinya, fenomena tersebut selalu melekat. Untuk menjaga keharmonisan antara masyarakat, sudah sepatutnya kamu ikut berkontribusi untuk melestarikan integrasi yang ada di sekitarmu.

  • Dampak Positif dan Negatif IPTEK dalam Berbagai Bidang

    Dampak Positif dan Negatif IPTEK dalam Berbagai Bidang

    Inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai bidang kehidupan. Hingga saat ini pun kita telah menyaksikan perkembangan cepat di sektor komunikasi, transportasi, kesehatan, dan sejumlah bidang lainnya yang membawa dampak positif dan negatif IPTEK.

    Dampak positifnya terlihat dalam efisiensi, efektivitas, dan peningkatan kualitas hidup. Namun, tidak bisa terabaikan pula bahwa IPTEK juga memiliki dampak negatif, seperti masalah privasi, pengangguran teknologi, dan dampak lingkungan. Untuk mengetahui dampak positif dan negatif IPTEK lainnya, baca artikel ini, ya!

    Apa Itu IPTEK?

    IPTEK, singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, merujuk pada bidang pengetahuan yang mempelajari perkembangan teknologi berdasarkan pengetahuan yang ada. IPTEK juga merupakan elemen kunci dalam kemajuan dunia modern dan interaksi masyarakat. 

    Seiring berjalannya waktu, ada banyak dampak positif dan negatif IPTEK yang terus berkembang signifikan. Secara umum, IPTEK mengacu pada ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena alam dan perilaku dunia fisik melalui metode ilmiah. 

    Sedangkan teknologi merupakan kumpulan teknik dan proses yang digunakan dalam produksi barang dan jasa serta mencapai tujuan praktis berdasarkan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, IPTEK adalah studi tentang teknologi yang memfasilitasi kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

    Apa Saja Dampak Positif dan Negatif IPTEK?

    Penggunaan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari memiliki dampak positif dan negatif yang perlu Anda perhatikan. Berikut inilah dampak positif dan negatif IPTEK:

    1. Dampak Positif IPTEK

    Dampak-dampak positif dari penggunaan IPTEK dalam berbagai bidang bisa Anda ketahui pada penjelasan di bawah ini:

    A. Bidang Informasi dan Komunikasi

    Dampak Positif IPTEK di Bidang Informasi dan Komunikasi
    Dampak Positif IPTEK di Bidang Informasi dan Komunikasi | Sumber gambar: Freepik.com

    Dalam bidang informasi dan komunikasi, penggunaan IPTEK menghasilkan dampak positif yang mengubah cara manusia berinteraksi dan berbagi informasi. Teknologi ini memungkinkan pertukaran data dan pesan secara cepat, serta menghubungkan orang di seluruh dunia. 

    Internet dan media sosial menjadi platform terbaik untuk menyebarkan ide, budaya, dan pengetahuan secara luas. Pembelajaran online dan kolaborasi global pun menjadi mungkin untuk memperluas akses pendidikan dan memperkaya pengetahuan. 

    Dampak IPTEK pun akan menciptakan masyarakat yang lebih terinformasi, terkoneksi, dan terdidik. Kemudian, IPTEK juga membawa dampak positif pada pertumbuhan budaya, pendidikan, dan pemahaman antar individu di era digital ini.

    B. Bidang Ekonomi

    Dalam sektor ekonomi, perkembangan zaman membawa dampak positif dan negatif IPTEK secara fundamental. Teknologi digital mempercepat transaksi, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas yang mana mendorong pertumbuhan bisnis yang pesat. 

    E-commerce dan platform online membuka peluang global, sementara analisis data canggih mendukung pengambilan keputusan pintar. Inovasi produksi dan distribusi mengoptimalkan rantai pasokan dan pertumbuhan perusahaan start-up.

    Selai itu, pada industri kreatif juga bisa menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi, dan memberdayakan masyarakat secara luas. IPTEK mengubah ekonomi dengan manfaat yang merata bagi semua pihak dari berbagai kalangan.

    C. Bidang Pendidikan

    Dalam bidang pendidikan, penggunaan IPTEK juga telah membawa dampak positif yang mengubah cara belajar dan mengajar. Platform pembelajaran online dan aplikasi edukasi memungkinkan akses ke materi pelajaran dari mana saja yang mana meningkatkan inklusi pendidikan. 

    Pembelajaran interaktif dan multimedia akan memperkaya pengalaman belajar serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sulit. Guru dapat menggunakan teknologi untuk mendesain pembelajaran yang menarik, memotivasi siswa, dan meningkatkan partisipasi. 

    Selain itu, IPTEK memfasilitasi pelatihan guru dan pengembangan kurikulum yang mana akan meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. Kondisi ini nantinya dapat membentuk generasi yang terampil digital dan siap menghadapi tantangan global di era digital seperti sekarang.

    D. Bidang Sosial Budaya

    Dampak Positif IPTEK di Bidang Sosial Budaya
    Dampak Positif IPTEK di Bidang Sosial Budaya | Sumber gambar: Freepik.com

    Dalam bidang sosial budaya, ada juga dampak positif dan negatif IPTEK yang mempengaruhi kehidupan saat ini. Teknologi memfasilitasi pertukaran budaya dan pemahaman antar masyarakat secara global. 

    Media sosial dan platform online memungkinkan orang untuk berbagi tradisi, seni, dan cerita mereka, sehingga menghasilkan toleransi dan keberagaman. Penyiaran acara budaya melalui internet memperluas penonton, mempertahankan warisan budaya, dan mendukung seniman lokal. 

    Selain itu, IPTEK memungkinkan kolaborasi lintas budaya, menggali kreativitas baru, dan merangsang inovasi dalam seni dan budaya. Hal ini memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat, serta menciptakan dunia yang lebih terhubung dan beragam.

    E. Bidang Politik

    Dalam bidang politik, IPTEK telah membawa dampak positif yang mengubah cara keberlangsungan demokrasi dan partisipasi masyarakat. Teknologi memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, mengurangi peluang korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan. 

    Media sosial juga memungkinkan masyarakat suatu negara untuk bisa mengakses informasi politik, memperluas ruang diskusi, dan memobilisasi dukungan untuk isu-isu penting. Platform online juga memfasilitasi pemilihan umum yang adil dan efisien, sehingga dapat meningkatkan partisipasi pemilih. 

    Dalam konteks global, IPTEK juga menciptakan forum virtual untuk diplomasi dan kerja sama internasional, mempercepat pertukaran ide dan solusi antarnegara. Sehingga, IPTEK memperkuat demokrasi dan memungkinkan masyarakat untuk berperan aktif dalam proses politik.

    F. Bidang Hukum, Pertahanan, dan Keamanan

    Sedangkan dalam bidang hukum, pertahanan, dan keamanan, dampak positif dan negatif IPTEK cukup mendalam. Sistem keamanan terkini menggunakan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligent atau AI) dan analisis big data untuk mendeteksi ancaman potensial dan melindungi masyarakat. 

    Secara khusus, dalam bidang hukum, teknologi mempercepat proses pengadilan, meningkatkan keadilan, dan mengoptimalkan manajemen data kasus. Kemudian, dalam konteks pertahanan, IPTEK menghasilkan peralatan militer yang lebih presisi dan efisien serta meningkatkan daya tanggap dan kekuatan pertahanan negara. 

    2. Dampak Negatif IPTEK

    Dampak Negatif IPTEK
    Dampak Negatif IPTEK | Sumber gambar: Freepik.com

    Sedangkan dampak-dampak negatif dari penggunaan IPTEK dalam berbagai bidang adalah sebagai berikut: 

    A. Bidang Informasi dan Komunikasi

    Dalam bidang informasi dan komunikasi, penggunaan IPTEK juga membawa sejumlah dampak negatif yang harus Anda perhatikan. Penyebaran informasi yang cepat dan luas melalui media sosial kadang-kadang menghasilkan penyebaran berita palsu dan hoaks yang mana mengancam integritas informasi. 

    Selain itu, privasi individu menjadi rentan dengan pengumpulan data yang masif, menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan data pribadi tanpa izin. Gangguan siber seperti serangan malware dan phising juga merusak kepercayaan dan keamanan pengguna internet. 

    Selain itu, dependensi terhadap teknologi dapat mengurangi kemampuan komunikasi interpersonal secara langsung. Kemudian, dapat mempengaruhi hubungan sosial dan keterampilan interpersonal manusia. 

    Semua hal tersebut menunjukkan perlunya kebijakan yang bijaksana. Serta perlunya literasi digital yang kuat untuk mengatasi dampak positif dan negatif IPTEK di bidang informasi dan komunikasi ini.

    B. Bidang Ekonomi

    Meskipun mempercepat bisnis dan ekonomi, penggunaan digitalisasi IPTEK dapat menyebabkan kehilangan pekerjaan dan adanya generasi pengangguran dalam sektor tradisional. Sehingga, menciptakan ketidakstabilan ekonomi dan karakter konsumtif bagi beberapa kelompok. 

    Selain itu, kekhawatiran tentang keamanan data dan privasi mengurangi kepercayaan konsumen. Hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan e-commerce di mana persaingan global juga memunculkan risiko kegagalan usaha lokal dan transaaksi ilegal. 

    C. Bidang Pendidikan

    Dampak Negatif IPTEK di Bidang Pendidikan
    Dampak Negatif IPTEK di Bidang Pendidikan | Sumber gambar: Freepik.com

    Dalam bidang pendidikan, penggunaan IPTEK menciptakan sikap ketergantungan siswa pada teknologi. Kondisi ini secara tidak langsung dapat mengurangi keterampilan sosial dan emosional siswa serta menyebabkan kurangnya interaksi manusia yang mendalam. 

    Selain itu, kesenjangan akses ke teknologi dan sumber daya digital dapat meningkatkan ketidaksetaraan dalam pendidikan. Lalu juga membatasi kesempatan belajar bagi siswa yang kurang beruntung. 

    Penyalahgunaan teknologi bentuk kecanduan layar juga menjadi isu serius, memengaruhi keseimbangan kehidupan dan kesehatan mental anak-anak. Karena itu, diperlukan pendekatan yang seimbang dalam mengintegrasikan IPTEK dalam pendidikan untuk menghadapi dampak positif dan negatif IPTEK itu sendiri.

    D. Bidang Sosial Budaya

    Terakhir, dalam bidang sosial budaya, penggunaan IPTEK menciptakan bentuk ketergantungan masyarakat pada media sosial dan teknologi komunikasi dapat mengurangi interaksi sosial langsung. Kondisi tersebut menyebabkan isolasi dan ketidakseimbangan atau kesenjangan dalam hubungan personal. 

    Selain itu, maraknya konten negatif dan tidak etis di media sosial meracuni budaya dan moral masyarakat. Identitas budaya juga dapat terkikis oleh globalisasi digital dan menyebabkan hilangnya nilai-nilai tradisional yang mana dapat mempengaruhi tingkat kriminalitas masyarakat. 

    Baca Juga : Dampak Pergaulan Bebas dari Sudut Sosial & Cara Mencegah

    Sudah Tahu Dampak Positif dan Negatif IPTEK?

    Dalam kesimpulannya, ada banyak dampak positif dan negatif IPTEK yang bisa mempengaruhi berbagai bidang kehidupan secara signifikan. Sementara teknologi memberikan kemajuan dan efisiensi, juga menimbulkan tantangan seperti privasi dan ketidaksetaraan. 

    Penting bagi masyarakat untuk memahami dan mengelola dampak IPTEK secara bijaksana. Dengan menggabungkan inovasi dengan kepedulian terhadap etika, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan demi masa depan yang berkelanjutan.

  • Jangan Kaget! Ini 5 Upacara Kematian Termahal di Indonesia

    Jangan Kaget! Ini 5 Upacara Kematian Termahal di Indonesia

    Salah satu keunikan budaya yang bisa kamu lihat dari berbagai suku di Indonesia adalah upacara adat yang berkaitan dengan kematian. Dalam praktik upacara kematian, sebagian suku di Indonesia merogoh kocek yang dalam. Beberapa juga terkenal sebagai upacara kematian termahal di Indonesia. Apa saja itu? Yuk, simak!

    Upacara Kematian Termahal di Indonesia

    Faktor tradisi dan budaya punya pengaruh yang kuat mengapa sebagian suku di Indonesia rela mengeluarkan biaya fantastis untuk melakukan upacara kematian. Berikut adalah lima contoh upacara termahal di Indonesia yang wajib kamu ketahui:

    1. Rambu Solo

    Rambu Solo
    Rambu Solo | Sumber gambar: indonesiakaya.com

    Meskipun ada kata “Solo” di nama upacara pemakaman ini, ternyata upacara ini tidak berasal dari Solo di Jawa Tengah. Upacara ini berasal dari Suku Toraja. Ini merupakan wujud penghormatan terakhir dari pihak keluarga kepada orang yang sudah meninggal. 

    Bagi warga suku Toraja, melalui Rambu Solo, mereka dapat mengantarkan arwah yang sudah meninggal dunia untuk menuju ke alam roh. Masyarakat Toraja juga percaya jika seseorang yang telah meninggal dapat memberikan nasib malang pada keluarga yang ia tinggalkan jika arwah tersebut tidak diberikan upacara Rambu Solo.

    Alasan Rambu Solo Mahal

    Bagaimana Rambu Solo bisa menjadi salah satu upacara kematian termahal di Indonesia? Hal tersebut bisa terjadi karena banyaknya persiapan dari Rambu Solo itu sendiri. Masyarakat suku Toraja akan menyembelih beberapa hewan, misalnya babi dan kerbau belang atau biasa disebut sebagai kerbau Tedong Bonga.

    Bagi masyarakat Toraja, kerbau adalah hewan suci dan akan mengantarkan arwah sanak keluarga yang sudah meninggal ke surga atau puya. Biasanya, upacara Rambu Solo ini berlangsung selama tiga hingga tujuh hari lamanya.

    Harga kerbau belang sendiri bisa berkisar di angka Rp20.000.000,00 hingga Rp50.000.000,00 per ekor. Bahkan, ada harga kerbau yang mencapai Rp600.000.000,00, Harga yang sangat fantastis, bukan?

    Jumlah kerbau dan babi yang pihak keluarga Toraja beli tergantung dari strata sosialnya. Semakin tinggi strata sosialnya, semakin banyak hewan yang akan dibeli. Misalnya saja untuk masyarakat Toraja yang berada di kelas menengah. Maka, jumlah hewan yang mereka beli adalah 8 hingga 10 ekor kerbau dan 30 hingga 50 ekor babi.

    Sedangkan bagi kalangan atas atau bangsawan, jumlah kerbau yang mereka beli bisa sebanyak 25 hingga 45 ekor. Jadi, tidak mengejutkan jika Rambu Solo adalah upacara kematian yang paling mahal di Indonesia karena jika kamu total biayanya bisa mencapai miliaran rupiah.

    2. Ngaben

    Ngaben
    Ngaben | Sumber gambar: youngontop.com

    Upacara Ngaben menjadi salah satu daya tarik budaya bagi banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Tidak hanya terkenal, Ngaben juga termasuk upacara kematian termahal di Indonesia, lho. Ngaben merupakan upacara kematian yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali dengan cara kremasi jenazah. 

    Masyarakat Hindu Bali percaya kalau Ngaben adalah cara bagi sanak keluarga yang sudah meninggal agar semua elemen yang ada di tubuh dapat kembali ke asalnya (alam) dengan lebih cepat. Serta menjadi cara untuk menyempurnakan jiwa saat kembali ke Tuhan.

    Elemen tubuh yang dimaksud di sini adalah zat padat (pertiwi), zat cair (apah), zat gas (bayu), panas tubuh (teja), dan rongga tubuh (ether). Penerapan upacara Ngaben di Bali pun tidak semuanya sama. Praktik upacara Ngaben secara spesifik berlangsung tergantung dari tingkatan sosial seseorang yang meninggal (kasta).

    Selain itu, kondisi mendiang juga memiliki pengaruh terhadap jenis Ngaben yang akan dilakukan. Jenis Ngaben memang cukup beragam. Misalnya untuk mendiang yang sempat dikubur terlebih dahulu akan melewati proses Ngaben Asti Wedana. Sedangkan untuk mendiang yang jenazahnya tidak bisa ditemukan disebut Swasta.

    Upacara Ngaben juga tidak bisa dilakukan di sembarang hari. Jika ada sanak keluarga yang meninggal, pihak keluarga harus mencari hari baik untuk melakukan upacara. Ini akan berdasar pada kalender saka. 

    Ada beberapa kasus hari baik untuk Ngaben berdekatan dengan tanggal meninggal sanak keluarga, sehingga upacara Ngaben bisa dilakukan segera. Namun, ada juga beberapa kasus di mana hari baiknya jauh dari tanggal meninggal. Bahkan, pihak keluarga harus menunggu selama beberapa bulan setelah sanak keluarga meninggal. 

    Namun, penundaan ini tidak boleh terlalu lama. Karena masyarakat percaya arwah bisa gentayangan dan menjadi bhuta cuwil. Pihak keluarga akan merogoh kocek yang dalam untuk melaksanakan upacara Ngaben ini. Biasanya, biaya upacara Ngaben ini hingga puluhan juta rupiah. Bahkan, di beberapa kasus bisa mencapai ratusan juta.

    Alasan Ngaben Mahal

    Salah satu hal yang menyebabkan biaya upacara Ngaben tergolong mahal adalah biaya pembuatan wadah bagi jenazah. Wadah tersebut menyerupai sebuah patung berbentuk lembu. Selain itu, pihak keluarga juga mempersiapkan berbagai hal seperti persembahan dan barang lainnya untuk persiapan upacara Ngaben.

    Namun, sekarang ini, upacara Ngaben di Bali tidak selalu dilakukan dengan biaya mahal. Pemerintah Bali sudah menerapkan upacara Ngaben massal yang bisa diikuti oleh banyak keluarga. Khususnya untuk keluarga yang tergolong kurang mampu untuk bisa membiayai upacara Ngaben secara mandiri.

    Jadi, ini akan jadi solusi yang membantu banyak orang. Sama halnya dengan upacara Ngaben yang dilakukan secara mandiri, Ngaben massal juga bisa berlangsung pada saat ada hari baiknya.

    Baca Juga : Apa Itu Upacara Ngaben? Sejarah, Tujuan, dan Prosesnya

    3. Marapu

    Marapu
    Marapu | Sumber gambar: goodnewsfromindonesia.id

    Ini merupakan upacara kematian yang berasal dari Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur. Nama Marapu sendiri merujuk pada kepercayaan lokal untuk memuja nenek moyang yang berada di Pulau Sumba. Di mana, setengah dari penduduk Pulau Sumba melakukan praktik kepercayaan lokal ini.

    Masyarakat Sumba percaya bahwa, roh nenek moyang mereka turut menghadiri upacara Marapu yang sedang mereka selenggarakan. Jika mereka tidak melaksanakannya, maka akan mendapat musibah.

    Alasan Marapu Mahal

    Mengapa Marapu bisa menjadi salah satu upacara kematian termahal di Indonesia? Dalam praktiknya, masyarakat Sumba akan mempersiapkan beberapa hewan seperti kuda, sapi, dan kerbau. Hewan tersebut nantinya akan mereka sembelih, mirip seperti Rambu Solo. Selain itu, upacara ini bisa berlangsung selama berhari-hari.

    4. Tiwah

    Tiwah
    Tiwah | Sumber gambar: pariwisataindonesia.id

    Upacara ini juga terkenal dengan sebutan Maga Salumpuk Liau Uluh Matei atau Tiwah Lale merupakan salah satu contoh upacara kematian termahal di Indonesia. Tiwah sendiri berasal dari daerah Kalimantan Tengah, tepatnya bagi Suku Dayak Ngaju.

    Ini adalah upacara untuk mengantarkan kerangka jenazah sanak famili yang sudah mereka kubur sebelumnya ke sebuah tempat khusus atau sandung.

    Alasan Tiwah Mahal

    Prosesi upacara Tiwah membuat keluarga harus melakukan pengorbanan sejumlah hewan. Seperti babi, sapi, dan kerbau untuk sanak famili yang sudah meninggal dunia.

    Nah, bagian pengorbanan hewan seperti babi, sapi, dan kerbau inilah yang menyebabkan biaya upacara kematian Tiwah menjadi cukup besar. Bagi masyarakat suku Dayak Ngaju, upacara Tiwah merupakan salah satu upacara yang paling sakral. 

    5. Mangokal Holi

    Mangkoal Holi
    Mangkoal Holi | Sumber gambar: tobaria.com

    Contoh upacara terakhir yang masuk ke kategori upacara kematian termahal di Indonesia adalah Mangokal Holi. Upacara kematian ini merupakan ritual unik yang berasal dari masyarakat suku Batak di Sumatera Utara. Secara praktik, upacara ini mirip dengan Tiwah yang berasal dari suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. 

    Upacara Mangokal Holi juga memindahkan tulang belulang sanak famili yang sudah meninggal dunia dari liang lahatnya menuju ke tempat peristirahatan yang baru. Namun, tidak semua marga melakukan upacara Mangokal Holi. Hanya beberapa marga saja yang melakukannya dalam rangka membuat makam batu. 

    Makam batu akan menjadi sebuah tanda asal muasal leluhur dari jenazah yang sudah meninggal. Biasanya, makam batu ini berbentuk seperti monumen. Sebetulnya, upacara Mangokal Holi merupakan salah satu bagian dari rangkaian panjang upacara kematian di masyarakat Batak. Jadi, bukan upacara secara keseluruhan.

    Baca Juga : 6 Macam Upacara Adat Sumatera Utara, Fungsi, dan Tradisinya

    Alasan Mangokal Holi Mahal

    Ketika sanak keluarga meninggal dunia, pihak keluarga yang ditinggalkan akan melakukan upacara selama tiga hari. Terdapat pemotongan sejumlah hewan ternak dan penyewaan sound system untuk menyanyikan lagu-lagu bagi keluarga almarhum pada upacara ini.

    Upacara ini berlangsung dengan tujuan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sanak famili yang baru saja meninggal. Setelah beberapa tahun sejak meninggalnya sanak famili, pihak keluarga baru melakukan upacara Mangokal Holi. 

    Biasanya, jumlah biaya yang keluar untuk melakukan upacara Mangokal Holi mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Dalam praktiknya juga ada pemotongan hewan, seperti kuda. Pihak keluarga juga akan mempersiapkan kain ulos. Tujuan mempersiapkan kain ini agar keluarga yang ditinggalkan selalu dihampiri keberkahan.

    Sudah Tahu Apa Saja Upacara Kematian Termahal di Indonesia?

    Upacara kematian merupakan salah satu jenis upacara yang sifatnya sakral bagi sebagian suku di Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri juga bahwa beberapa contoh upacara kematian tersebut mempunyai ciri khas sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Nilai-nilai filosofinya juga sangat kental dan dalam. 

    Karena itu, pelestarian pun sangat penting agar tidak punah dan hilang tergerus zaman. Jika tertarik untuk melihat prosesi pemakaman unik tersebut, kamu juga bisa langsung mengunjungi daerah terkait. Karena kebanyakan memang telah menjadi ikon pariwisata. Hal tersebut pasti akan jadi sumber pengalaman budaya yang berharga!

  • NGO adalah: Pengertian, Sejarah, Peran dan Contohnya

    NGO adalah: Pengertian, Sejarah, Peran dan Contohnya

    Identik dengan lembaga berbentuk badan amal, Non-Governmental Organization atau NGO adalah organisasi nirlaba yang membawa misi pergerakan demi kemaslahatan sipil dan lingkungan. Karena tidak mengutamakan perolehan keuntungan, maka organisasi ini cenderung lebih bersifat kolaboratif daripada komersial.  

    Di Indonesia, istilah NGO populer dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Sebagai elemen masyarakat, keberadaan organisasi nirlaba tersebut memegang peran yang krusial dalam membantu mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan mengawal penyelenggaraan negara dari potensi adanya penyimpangan. 

    Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai NGO, mulai dari pengertian, sejarah, fungsi, dan contoh organisasi non-profit tersebut di Indonesia. Tanpa berlama-lama lagi, simak artikel ini selengkapnya hingga akhir!          

    Apa Itu NGO?

    Non-Governmental Organization atau NGO adalah suatu organisasi yang bertujuan melayani masyarakat, tanpa mengambil nirlaba (keuntungan) dari setiap penyelenggaraan kegiatan.  Tak hanya berbasis kepentingan sipil saja, organisasi ini juga punya peran yang besar dalam menjaga dan mengelola kelestarian lingkungan. 

    Sesuai dengan namanya, organisasi non-profit tersebut berdiri dan bergerak tanpa bergantung pada pemerintah. Oleh karena itu, Non-Governmental Organization memiliki independensi yang tinggi dan tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun, termasuk pemerintah.    

    Maka tak heran, Non-Governmental Organization sangat berani dalam hal mengkritisi segala jenis kebijakan dari pemerintah atau pihak swasta yang berpotensi merugikan lapisan masyarakat. Meskipun bernama organisasi, pengelolaan NGO adalah layaknya sebuah perusahaan yang mempunyai sistem terorganisir.

    Misalnya, kehadiran karyawan dari beragam latar belakang pendidikan dan berbagai posisi atau jabatan yang turut membantu perkembangan organisasi nirlaba tersebut. Semakin besar skala NGO, maka semakin banyak pula kebutuhan karyawan dan aspek pendukung lainnya.

    Sebagai informasi, jumlah NGO atau LSM di Indonesia bertambah setiap tahunnya, selaras dengan faktor sosial dan lingkungan yang makin kompleks. Melalui Non-Governmental Organization, masyarakat sipil bisa mendapatkan wadah yang tepat untuk mengadvokasi dan memperjuangkan isu-isu yang dianggap penting. 

    Terkait pendanaan, organisasi non-profit ini mengandalkan berbagai sumber untuk mendanai proyek, gaji karyawan, dan biaya operasional. Sumber pendanaan tersebut meliputi iuran keanggotaan, penjualan barang dan jasa, bantuan dari perusahaan swasta nirlaba, yayasan filantropi, serta sumbangan dari lembaga masyarakat lokal.    

    Bagaimana Sejarah Lahirnya NGO?

    Ilustrasi volunteer NGO yang sedang melaksanakan kegiatan
    Ilustrasi volunteer NGO yang sedang melaksanakan kegiatan | Sumber Gambar: Freepik.com

    Berdasarkan catatan sejarah, istilah Non-Governmental Organization sudah dikenal secara luas sejak berdirinya PBB (Persatuan Bangasa Bangsa) pada tahun 1945 silam. 

    Dalam perkembangannya, organisasi ini banyak diterapkan di beberapa negara Eropa sebagai bentuk upaya penyelarasan kehidupan masyarakat. Adapun maksud dari perubahan tersebut, yaitu peralihan penduduk dari alam primitif menuju masyarakat industri yang mengalami berbagai efek kehidupan bermasyarakat. 

    Sedangkan, pada awal abad ke 19, NGO adalah organisasi yang memiliki counterweights to state power atau kekuatan penyeimbang terhadap pemerintah Amerika Serikat. Pada masa itu, masyarakat menganggap pemerintah mengabaikan hak asasi manusia dan lingkungan dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan. 

    Untuk mengatasinya, beberapa relawan (volunteer) bergabung dalam lembaga-lembaga mandiri pada tahun 1930 dengan melahirkan semangat membara. Tak hanya memperjuangkan diri sendiri, melainkan menyuarakan hak asasi manusia milik orang lain, sekaligus mengajak masyarakat menjaga ekosistem lingkungan.   

    Di Indonesia sendiri, sebutan NGO adalah LSM atau Lembaga Swadaya Masyarakat yang mulai dikenal sejak tahun 1976 dengan nama ORNOP (Organisasi Non-Pemerintah). 

    Seiring perkembangan zaman, perjalanan LSM sudah sesuai dengan ciri-ciri NGO, seperti penguatan kelompok komunitas, komitmen yang kuat terhadap cita-cita partisipasi rakyat, serta mendukung adanya pertukaran gagasan dan sumber daya. 

    5 Peran NGO Terhadap Masyarakat

    Ilustrasi lembaga NGO sebagai aspirator masyarakat
    Ilustrasi lembaga NGO sebagai aspirator masyarakat | Sumber gambar: Freepik.com  

    Keberadaan NGO memainkan peran yang vital dalam masyarakat. Mereka akan bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan kehidupan rakyat ke arah yang lebih baik lagi. Maka dari itu, setidaknya ada lima peran NGO bagi masyarakat, yaitu: 

    1. Pengembangan dan Pembangunan Aspek Sosial

    Tidak bisa dipungkiri, fokus utama NGO adalah memberikan edukasi dan bantuan yang berdaya guna kepada komunitas-komunitas di seluruh dunia. Melihat tujuan tersebut, Non-Governmental Organization turut berpartisipasi dalam peningkatan infrastruktur dan fasilitas edukasi terhadap beberapa kawasan rural pada negara berkembang.    

    Dengan kata lain, organisasi nirlaba ini tentu berorientasi kepada kemajuan yang ada di masyarakat.  Beberapa pembangunan infrastruktur dan fasilitas edukasi oleh organisasi tersebut, antara lain toilet umum, jembatan, dan sekolah,  

    2. Mendukung Inovasi Berkelanjutan

    Peran dari NGO selanjutnya adalah mendorong munculnya inovasi yang berkelanjutan. Karena pada praktiknya, Non-Governmental Organization mempunyai keunggulan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek inovatif, sekaligus menyatakan jadwal yang sistematis untuk mendukung pelaksanaan rencana secara eksplisit.

    Selain itu, organisasi non-profit tersebut juga mampu mengerjakan proyek percontohan besar pemerintah, sebab dapat bertindak lebih cepat daripada pemerintah sendiri. Karena jumlah organisasi nirlaba ini di setiap negara banyak, sehingga penerapan inovasi di berbagai bidang dapat terus berjalan untuk kepentingan masyarakat.  

    3. Memfasilitasi Komunikasi

    Tak hanya sebatas berbicara saja, NGO adalah organisasi yang berperan sebagai narahubung dari masyarakat ke pemerintah maupun sebaliknya. Adapun, komunikasi dari warga negara kepada pemerintah, yaitu meliputi pemberian informasi mengenai apa yang masyarakat umum harapkan secara luas.  

    Sementara itu, langkah komunikasi pemerintah ke masyarakat adalah pelaksanaan rencana dan proyek yang akan pemerintah kerjakan. 

    Selain itu, Non-Governmental Organization juga mampu menyampaikan informasi secara horizontal, dengan pembentukan suatu jaringan organisasi yang bergerak pada suatu bidang yang sama.     

    4. Sebagai Perwakilan Kelompok Masyarakat Tertentu

    Lantaran Non-Governmental Organization memperjuangkan hak sosial masyarakat yang menyeluruh tanpa adanya intervensi dari pemerintah, maka organisasi nirlaba ini juga menjadi garda terdepan terhadap kebijakan atau program pemerintah yang merugikan rakyat. 

    Singkatnya, peran NGO adalah sebagai advokator yang berupaya memfasilitasi suatu kelompok masyarakat untuk menyuarakan aspirasi. Mulai dari membentuk opini, mengkritisi rekan dan penasihat, mempromosikan proyek percontohan, dan bertindak sebagai fasilitator. 

    Untuk mewujudkannya, ada beberapa cara yang dapat NGO lakukan, seperti demonstrasi, proyek percontohan, forum publik untuk perumusan kebijakan pemerintah, publikasi penelitian masyarakat, serta studi kasus.    

    5. Bantuan Teknis dan Penelitian

    Pada implementasinya, lembaga NGO adalah organisasi yang bergerak untuk memberdayakan. Maksudnya, Non-Governmental Organization ini akan menyusun dan memberikan pelatihan serta bantuan teknis lainnya kepada organisasi atau bahkan pemerintah sekaligus. 

    Contoh NGO di Indonesia 

    Ilustrasi NGO yang berfokus pada bantuan hukum
    Ilustrasi NGO yang berfokus pada bantuan hukum | Sumber gambar: Freepik.com

    Pada dasarnya, ada begitu banyak organisasi non-profit atau nirlaba yang bisa kamu jumpai secara mudah di Indonesia. Berikut adalah dua contoh dari NGO Indonesia yang keberadaannya masih eksis sampai detik ini:  

    1. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)

    Bergerak pada bidang hukum pidana dan perdata, salah satu LSM atau NGO ini adalah lembaga yang berfokus pada penyediaan bantuan hukum di Indonesia, terutama kepada masyarakat dengan kategori menengah ke bawah. 

    Pada praktiknya, anggota dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) akan menyediakan bantuan hukum untuk masyarakat yang mengalami kesulitan dalam penyelesaian perkara hukum atau bahkan menjadi korban dari tindak kriminal.  

    2. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) 

    Contoh yang lain dari NGO di Indonesia adalah Lembaga Perlindungan Anak Indonesia atau LPAI. Lembaga non-profit satu ini memiliki fokus utama untuk memberikan bantuan perlindungan yang melibatkan anak-anak.

    Berbagai kasus yang menjadi perhatian primer dari LPAI, antara lain penculikan dan perdagangan anak, eksploitasi, tindak kekerasan, penelantaran, hingga kasus pelecehan seksual terhadap anak.

    Baca Juga : Memahami Teori Relativisme HAM dan Contohnya

    Sudah Tahu Apa Itu NGO?

    Pada intinya, tidak semua organisasi dalam sebuah negara bergerak di bawah kendali pemerintah, seperti NGO. Sejatinya, Non-Governmental Organization atau NGO adalah organisasi nirlaba yang tidak ada hubungannya dengan pemerintahan serta lebih menitikberatkan fokus pada kepentingan masyarakat dan lingkungan terlebih dahulu. 

    Kendati demikian, dalam mengkritisi segala kebijakan atau peraturan yang ada, organisasi non-profit ini tetap menghormati dan mematuhi aturan hukum yang berlaku, terutama di lingkungan setempat.

    Meskipun tidak memperoleh keuntungan sepeserpun dari penyelenggaraan setiap kegiatan, Non-Governmental Organization mendapatkan penghasilan yang berasal dari sumber pendanaan anggota atau sponsor lembaga lainnya.

  • 10 Pakaian Adat Bali, Makna, Ciri dan Keunikannya

    10 Pakaian Adat Bali, Makna, Ciri dan Keunikannya

    Pernah memakai pakaian adat bali? Walaupun terkesan sederhana, tetapi ternyata ada berbagai jenis elemen dalam busana adat khas Pulau Dewata yang turut mewakili kekayaan budaya dan alam milik Bali. Kenali unsur busana adat Bali dari ujung kepala hingga ujung kaki lewat uraian kali ini, yuk!

    10 Pakaian Adat Bali, Apa Saja?

    Pada dasarnya, busana adat dari pulau nan Indah ini terdiri dari sepuluh bagian, termasuk aksesori, yang dipakai dari bagian kepala sampai kaki untuk laki-laki dan perempuan.

    1. Udeng Kepala

    Udeng Kepala
    Udeng Kepala | Sumber gambar: id.theasianparent.com

    Bagian pakaian adat Bali yang pertama kita bahas adalah udeng kepala. Udeng merupakan aksesoris yang biasa dikenakan oleh laki-laki di Bali. Biasanya, laki-laki menggunakan udeng kepala saat hadir di upacara keagamaan ataupun berkegiatan secara adat.

    Penggunaan udeng pada laki-laki tidak terbatas pada usia. Biasanya, anak-anak ataupun orang dewasa dapat menggunakan udeng kepala.

    Ada dua warna udeng Bali, yaitu udeng berwarna atau bercorak dan udeng putih atau polos. Kedua udeng tersebut biasa dikenakan di situasi yang berbeda.

    Laki-laki di Bali menggunakan udeng kepala putih atau polos saat melaksanakan upacara keagamaan ataupun melakukan ibadah. Sedangkan, masyarakat mengenakan udeng bercorak saat berkegiatan adat seperti gotong royong ataupun menghadiri rapat di lingkungan sosial masyarakat. 

    Selain bentuknya, warna, dan fungsinya yang unik, udeng kepala ternyata punya makna tersendiri. 

    Udeng kepala yang biasa laki-laki Bali kenakan adalah lambang dari pengendalian diri. Saat menggunakan udeng, kepala bagian atas akan tertutup oleh kain udeng dari sisi kanan dan siri kiri. 

    Kain yang menutupi kepala dari sisi kiri dan sisi kanan tersebut melambangkan dua sisi yang berlawanan – positif dan negatif. Kemudian, kain tersebut akan bertemu di tengah (kening) yang melambangkan netralitas. 

    2. Baju Kebaya Bali

    Baju Kebaya Bali
    Baju Kebaya Bali | Sumber gambar: posflores.com

    Baju kebaya Bali adalah baju atas yang biasa dikenakan oleh perempuan di Bali. Para perempuan Bali mengenakan kebaya, dengan korset di bagian dalam. 

    Baju kebaya Bali sangat identik dengan berbagai variasi warna yang cerah. Variasi warna yang cerah ini memiliki makna keceriaan dan keanggunan yang tercermin pada perempuan Bali.

    Selain warna, kebaya Bali juga terbuat dari beragam jenis bahan. Salah satu bahan favorit untuk baju kebaya Bali adalah berbahan renda. 

    Perempuan di Bali menggunakan baju kebaya pada saat ada upacara keagamaan ataupun upacara adat. Warna baju kebaya yang mereka kenakan pun disesuaikan dengan upacara yang mereka hadiri.

    Contohnya, jika datang ke Pura untuk melaksanakan ibadah atau hadir ke upacara yang bersifat sukacita dan kegembiraan (pernikahan, potong gigi, atau upacara 3 bulanan bayi), warna kebaya yang perempuan Bali kenakan adalah warna cerah.

    Sedangkan, jika upacara yang mereka hadiri bersifat duka atau kesedihan (meninggalnya sanak saudara atau kerabat), maka perempuan Bali mengenakan baju kebaya yang berwarna gelap.

    3. Baju Safari Bali

    Baju Safari Bali
    Baju Safari Bali | Sumber gambar: bestie.suara.com

    Kalau perempuan memiliki baju kebaya, maka laki-laki Bali memiliki baju safari sebagai atasan yang mereka kenakan.

    Jika kamu perhatikan, sebetulnya penampakan baju safari sebagai pakaian adat Bali terlihat sama saja seperti kemeja biasa. Namun, baju safari Bali tetap mempunyai makna yang cukup mendalam.

    Putih adalah warna dasar dari kebanyakan baju safari di Bali, sekaligus lambang atau simbol dari kesakralan dan kesucian. Selain itu, baju safari adalah cerminan kalau laki-laki Bali harus bersih, rapi, dan sopan dalam berpakaian.

    Selain itu, kerah pada baju safari Bali juga terbilang unik. Kerah yang ada pada baju safari ini adalah pengembangan dari kerah yang berdiri tanpa penegak, atau dengan kata lain kerah rebah.

    Laki-laki di Bali biasa menggunakan baju safari ketika hadir pada upacara adat maupun keagamaan. 

    4. Kain Kamen

    Kain Kamen
    Kain Kamen | Sumber gambar: dictio.id

    Setelah kita membahas pakaian atas, sekarang kita akan membahas pakaian adat Bali bagian bawah, yaitu kain kamen.

    Masyarakat Bali, naik laki-laki maupun perempuan, menggunakan kain kamen sebagai penutup bagian bawah tubuh. Namun, ada perbedaan antara kamen laki-laki dan perempuan, yang terletak pada coraknya.

    Kalau kamu perhatikan, kamen sekilas terlihat mirip dengan sarung. Tapi, jika kam lihat lebih teliti lagi, motif dan corak pada sarung dan kamen jelas berbeda. Pasalnya, kain kamen memiliki corak menonjol atau timbul dengan motif berbentuk persegi.

    Biasanya, bentangan kain kamen cukup untuk menutupi tubuh dari pinggang hingga mata kaki atau betis. Perempuan mengenakan kamen hingga menutupi mata kaki. Sedangkan, laki-laki menggunakan kamen hingga menutupi betis.

    Cara laki-laki Bali menggunakan kain kamen yang baik dan benar pun tidak sembarangan. Mereka harus melilit dari arah kiri ke kanan. Ternyata, ada makna khas dibalik arah lilitan tersebut.

    Makna tersebut adalah laki-laki Bali harus bisa memegang dharma atau kebaikan dan kebenaran.

    Saat melilitkan kamen dari kiri ke kanan, kain kamen akan meninggalkan ujung kain kamen yang meruncing dan menyentuh tanah. Ujung kain ini biasa disebut dengan lelencingan.

    Lelencingan ini pun merupakan lambang kejantanan dari laki-laki Bali dan bentuk patuh terhadap ibu pertiwi.

    Sedangkan, perempuan Bali punya cara yang berbeda dalam menggunakan kamen. Mereka harus melilitkannya dari arah kanan ke kiri, berlawanan dengan arah yang laki-laki gunakan.

    Makna penggunaan kamen tersebut bagi perempuan adalah penyeimbang dari kekuatan laki-laki dan juga sebagai penjaga pria Bali dalam melakukan kewajiban dalam menegakkan dharma.

    5. Kain Saput

    Kain Saput
    Kain Saput | Sumber gambar: m.maulagi.id

    Kain saput adalah pakaian adat Bali khusus laki-laki dan dikenakan setelah menggunakan kain kamen sebelumnya. 

    Saput biasanya memiliki berbagai corak dan warna seperti kotak-kotak, rwa bhineda (putih dan hitam), sudhamala (perpaduan putih, abu, dan hitam), serta tridatu (putih, hitam, dan merah). Selain itu, ukuran saput juga lebih kecil daripada kain kamen.

    Penggunaan kain saput ini tidak hanya terbatas pada laki-laki saja. Akan tetapi, kain saput juga sering digunakan pada payung, patung sakral, dan pohon sakral. Nilai makna yang terkandung pada kain saput berbeda tergantung warnanya.

    Misalnya, saput rwa bhineda yang menggambarkan dua sifat yang berlawanan. Saput tridatu yang terdiri dari warna putih, hitam, dan merah menggambarkan filosofi triguna sattwa, rajas, dan tamas

    6. Sabuk Prada

    Sabuk Prada
    Sabuk Prada | Sumber gambar: katadata.co.id

    Sabuk prada adalah pakaian adat Bali yang biasa dikenakan oleh perempuan dengan motif khas Bali yang cerah. Sebetulnya, penggunaan sabuk prada bertujuan agar kain tidak melorot dan menambah kecantikan perempuan Bali.

    Dari sisi filosofis, sabuk prada memiliki makna sebagai pelindung rahim dan sebagai pengendalian diri dari sifat buruk.

    7. Rambut Perempuan Bali

    Rambut Perempuan Bal
    Rambut Perempuan Bali | Sumber gambar: e-katalog.lkpp.go.id

    Kalau kamu pernah melihat prosesi upacara adat ataupun keagamaan di Bali, kebanyakan wanita Bali akan merias rambutnya dengan gaya yang beraneka rupa. Nah, gaya rambut tersebut ternyata tidak asal dibuat sembarangan, lo. 

    Secara garis besar, terdapat tiga gaya rambut perempuan Bali. Masing-masing gaya rambut ini juga menjadi penanda tertentu bagi perempuan. 

    Misalnya, perempuan Bali yang belum menikah rambutnya akan setengah terlipat dan tergerai. Model rambut ini memiliki nama pusung gonjer dan memiliki simbol sebagai kebebasan perempuan dalam memilih pria sebagai suaminya kelak.

    Jika perempuan sudah menikah, rambutnya akan ditata dengan sanggul yang bernama pusung tagel.

    Model rambut yang terakhir adalah sanggul pusung podgala. Hanya perempuan yang tergolong suci atau sulinggih yang menggunakan gaya rambut ini.

    8. Payas Agung

    Payas Agung
    Payas Agung | Sumber gambar: kabarwonosobo.pikiran-rakyat.com

    Payas agung merupakan gaya berias dan berpakaian bagi laki-laki ataupun perempuan di Bali. Kamu bisa melihat laki-laki atau perempuan mengenakan payas agung ketika ada upacara adat tertentu, seperti potong gigi atau pernikahan. 

    Ciri khas payas agung bagi perempuan Bali adalah penggunaan mahkota tinggi dan kain dengan berbagai warna. Selain itu, perempuan juga menggunakan tapih yang menutupi dada hingga jari kaki. Kemudian, kain ini akan dilapisi dengan kain prada.

    Laki-laki memiliki konsep berpakaian payas agung yaitu menggunakan kamen, saput, dan umpal yang memiliki motif keemasan. Kemudian, udeng yang digunakan pun memiliki corak khusus juga yang didominasi oleh warna keemasan.

    Payas agung adalah bentuk berias dan berpakaian paling mewah dan spesial masyarakat Bali.

    9. Payas Madya

    Payas Madya
    Payas Madya | Sumber gambar: katadata.co.id

    Masyarakat Bali tidak hanya punya payas agung dalam berpakaian dan berias. Selain itu, masyarakat Bali juga memiliki payas madya.

    Berbeda dengan payas agung yang sudah kita bahas sebelumnya. Kalau kamu bandingkan dengan payas agung, payas madya ini mempunyai kesan yang lebih kasual dan santai.

    Secara garis besar, payas madya lebih sering digunakan oleh masyarakat Bali di dalam kegiatan sehari-hari, upacara keagamaan, ataupun upacara adat.

    10. Payas Alit

    (Payas Alit | Sumber gambar: katadata.co.id)

    Konsep berpakaian dan berias terkahir yaitu payas alit. Kata alit memiliki arti yaitu kecil. Artinya, payas alit berada pada tingkatan paling kecil atau sederhana jika dibandingkan dengan payas madya dan payas agung.

    Contoh pemakaian payas alit adalah penggunaan baju safari atau baju koko dan udeng untuk laki-laki. Sedangkan, untuk perempuan menggunakan kamen dan kebaya biasa.

    Biasanya, masyarakat bali menggunakan payas alit untuk kegiatan ibadah ke Pura.

    Apakah Pakaian Adat Bali Punya Nilai Tambah bagi Budaya di Pulau Bali?

    Ternyata, ada banyak sekali yang bisa kita bahas tentang busana adat di Bali. Walau terlihat sederhana dan tidak signifikan, tetapi seluruh unsurnya punya fungsi dan makna tersendiri, dan tidak digunakan sembarangan. Pembahasan di atas menunjukkan bahwa pakaian adat Bali yang terkesan sederhana sekalipun punya nilai tersendiri dalam budaya khas Bali.

  • 10 Pakaian Adat Sulawesi: Jenis, Nama, Makna, dan Keunikannya

    10 Pakaian Adat Sulawesi: Jenis, Nama, Makna, dan Keunikannya

    Sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia, tentunya Sulawesi memiliki banyak keunikan. Salah satunya pakaian adat Sulawesi. Ketika melihatnya, semua orang akan terpesona. Rangkuman ini membahas tentang daftar pakaian adat dan maknanya di Sulawesi. Simak penjelasannya di artikel ini!

    10 Pakaian Adat Sulawesi yang Perlu Diketahui

    Seperti pakaian adat daerah lain, pakaian adat Sulawesi pastinya mempunyai makna tersembunyi. Dengan demikian, saat masyarakat pemakainya akan merasa lebih eksklusif. Berikut 10 jenis pakaian tradisional Sulawesi yang perlu kamu ketahui, yaitu:

    1. Baju Karai dan Wuyang

    Baju Karai dan Wuyang
    Baju Karai dan Wuyang | Sumber gambar: Mamikos

    Baju Karai dan Wuyang merupakan pakaian adat yang berasal dari Sulawesi Utara. Pada dasarnya, pakaian ini lahir di Minahasa dan secara turun temurun dilestarikan oleh para leluhur. Pria akan memakai Baju Karai, sementara wanita memakai Wuyang.

    Berbahan dari ijuk, Baju Karai tidak ada lengan. Akan tetapi, berbentuk lurus. Selain itu, Baju Karai identik dengan warna hitam.

    Namun seiring perkembangan zaman, Baju Karai juga ada yang memiliki lengan panjang dan kerah yang disebut Baju Baniang. Sedangkan celananya pendek atau panjang, terlihat seperti piyama.

    Sementara itu, Wuyang berbahan dari kulit kayu dan berbentuk kebaya. Selain itu, terdapat juga gaun tambahan bernama Pasalongan Rinegetan. Ketika wanita menggunakannya, maka nilai estetikanya semakin tinggi.

    Pakaian adat ini memiliki campuran budaya di dalamnya. Hal ini karena ada pengaruh Tiongkok dan Spanyol. Kain blacu berwarna putih adalah bahan utama dari baju ini.

    2. Baju Bodo

    Baju Bodo
    Baju Bodo | Sumber gambar: Good News From Indonesia

    Baju Bodo berasal dari Sulawesi Selatan, asli dari Suku Bugis. Pakaian ini dianggap sebagai baju tradisional tertua di dunia. Sebab masyarakat Sulawesi Selatan telah menggunakannya sejak abad ke 9.

    Pada awal kemunculan, Baju Bodo masih menggunakan bahan kain transparan. Semenjak masuknya agama Islam ke Bugis, Baju Bodo memiliki modifikasi bahan material kain lebih tebal.

    Dengan desain unik, baju adat ini khusus digunakan oleh wanita. Kita bisa melihat keunikannya dari bentuk baju yang segi empat dan lengannya pendek. Dilengkapi juga dengan aksesoris pendukung.

    Selain itu, warna bajunya juga menambah keunikan. Jadi, setiap warna berbeda dari  Baju Bodo memiliki simbol usia dan status yang memakainya. Seperti warna hijau sebagai kelas bangsawan, warna putih sebagai dukun atau pembantu, warna jingga berusia 10 tahun, dan warna merah 17 tahun.

    3. Baju Buton

    Baju Buton
    Baju Buton | Sumber gambar: detikcom

    Seperti namanya, pakaian adat Sulawesi ini berasal dari Suku Buton. Terlihat sederhana, sebab aksesoris sarung dan ikat kepala. Secara umum, Baju Buton bernuansa biru dengan kain biasa tanpa memakai pakaian.

    Ciri khasnya adalah rumbai-rumbai yang terletak pada bagian ikat pinggang. Selain itu, ikat kepala yang digunakan juga sangat unik. Penggunannya akan menumpuk ikat kepala menjadi beberapa lipatan sebelum memakainya.

    Sementara itu, pada wanita akan memakai Baju Kombowa. Pakaian tersebut memiliki bentuk lengan pendek tanpa kancing. Biasanya dijuluki sebagai “bia-bia itanu” dengan motif kotak-kotak dan berukuran kecil.

    4. Baju Suku Toraja

    Baju Suku Toraja
    Baju Suku Toraja | Sumber gambar: Okezone

    Pernahkah kamu mendengar tentang Suku Toraja? Mereka adalah salah satu etnis besar yang berada pada Sulawesi Barat. Secara umum, mereka akan tinggal di pegunungan utara Sulawesi Selatan.

    Pakaian adat Suku Toraja untuk pria bernama Seppa Tallung Buku. Dengan corak warna yang dominan, kuning, merah, dan putih. Keunikan baju ini terletak pada ukuran panjang yang menjuntai hingga mencapai lutut.

    Bukan itu saja, ada juga tambahan aksesoris yang melengkapi keunikannya. Seperti aksesoris manik-manik Kandaure yang berguna sebagai ikat pinggang, aksesoris leher, dan ikat kepala. Selain itu, terdapat pula senjata keris bernama Gayang.

    Khusus wanita, ada pakaian bernama Pokko. Pokko sendiri memiliki model berlengan pendek. Tidak jauh berbeda dari Seppa Tallung Buku, Pokko juga memiliki dominan warna putih, kuning, dan merah.

    Ada juga aksesoris yang menambah keindahan Baju Pokko. Sama seperti pakaian pria, yakni Kandaure. 

    Namun yang membedakannya, Pokko menggunakannya pada bagian dada. Kandaure hanya ada dalam acara formal saja. Pada Pokko, tersedia juga gelang dan ikat kepala manik.

    5. Baju Tutu

    Baju Tutu
    Baju Tutu | Sumber gambar: Cerdika

    Berasal dari Sulawesi Selatan, Baju Tutu khusus untuk kaum laki-laki. Pakaian tradisional ini berupa jas. Ketika pria menggunakannya, harus memakai baju bella dada. Bukan itu saja, Baju Tutu juga memiliki celana, sarung, dan lipa garusuk sebagai pelengkapnya.

    Pada bagian kepala, pemakai juga harus menggunakan songkok recca yang berbentuk lebih unik. Songkok recca tersebut memiliki motif berwarna emas pada bagian sampingnya. Melalui motif emas, maka menjadi tanda pemakainya berstatus bangsawan.

    6. Baju Biliu dan Paluwala

    Baju Biliu dan Paluwala
    Baju Biliu dan Paluwala | Sumber gambar: Tribunnews

    Biliu dan Paluwata adalah pakaian adat Sulawesi yang asli dari Gorontalo. Biasanya baju ini akan digunakan oleh kaum wanita pada upacara adat bersanding. Misalnya, upacara pengantin yang naik ke pelaminan dan calon wanita juga akan mengenakannya saat khatam Al-Qur’an. 

    Ada aksesoris berjumlah delapan jenis yang menjadi pelengkap Baju Biliu dan Paluwala. Setiap aksesoris memiliki makna, sehingga menambah kesan elegan saat wanita menggunakannya. Pada bagian kepala ada ikat kepala yang melambangkan ikatan pernikahan.

    Tuhi-tuhi adalah salah satu aksesoris yang memiliki hubungan erat dengan bagian kepala. Terdapat 7 buah gafah dengan berbagai nilai kekerabatan, khususnya dengan 7 kerajaan Gorontalo.

    Selain itu, pakaian ini juga memiliki kalung berbahan emas atau perak yang melambangkan ikatan keluarga. Tujuannya untuk menunjukkan pria dan wanita sudah berkeluarga. Semakin terlihat sakral, ada gelang emas, cincin, ikat pinggang yang melengkapi.

    7. Baju Labbu

    Baju Labbu
    Baju Labbu |  Sumber gambar: Media Center Luwu

    Sebagai pakaian khusus untuk kaum wanita, Baju Labbu dari Sulawesi Selatan ini memiliki tampilan yang cantik. 

    Dahulu kala, Baju Labbu hanya bisa digunakan oleh wanita bangsawan dari kerajaan saja. Akan tetapi, kini pakaian adat ini sudah bisa dipakai oleh semua perempuan dari kelas manapun. 

    Secara umum, Baju tradisional Labbu bisa Anda temui pada upacara adat maupun upacara  pernikahan. Bentuk dan ciri khas desainnya menambah keunikan dari Baju Labbu. Pada lengan bajunya cukup ketat, namun berupa lengan panjang.

    Baju Labbu terbuat dari kain sutra tipis dan bagian bawahnya menggunakan sarung lipa. Bukan itu saja, terdapat berbagai corak bunga yang berada pada bagian dada dan lengan Baju Labbu.

    8. Baju Adat Muna

    Baju Adat Muna
    Baju Adat Muna | Sumber Gambar: Pinterest

    Pada sehari-hari, orang Muna sering menggunakan kopiah, sarung, ikat kepala, baju, dan celana khusus. Namun pakaian yang biasa digunakan adalah baju berlengan pendek warna putih dengan model kekinian.

    Sementara penggunaan ikat pinggangnya adalah kain bercorak batik. Selain itu, sarung yang digunakan berwarna merah dengan corak geometris dan horizontal. Bagi kaum wanita, mereka akan menggunakan pakaian atas berupa Bhadu.

    Bhadu wanita memiliki lubang pada bagian atas dengan fungsi agar kepala bisa masuk. Wanita cenderung menggunakan Bhadu berwarna merah atau biru. 

    Pada dasarnya, Bhadu wanita terbuat dari bahan kain satin. Berbeda dengan wanita, kaum pria akan menggunakan Bhadu berwarna putih.

    9. Baju Suku Mandar

    Baju Suku Mandar
    Baju Suku Mandar | Sumber Gambar: iNews

    Meskipun berasal dari Sulawesi Barat, namun populasi Suku Mandar banyak berada pada Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Pakaian adat Sulawesi Suku Mandar bagi pria cenderung simpel.

    Pattuqduq Towaine berupa jas hitam lengan panjang sebagai busana atas. Sedangkan bagian bawahnya memakai celana panjang dan kain sarung tenun. Pakaian ini memiliki makna kelincahan dan kecepatan, khususnya dalam bekerja. 

    Ada juga beberapa aksesoris, salah satunya adalah Songkok Tobone yang berupa ikat kepala. Selain itu, rantai emas juga menjadi pelengkap yang disimpan dalam saku baju. Nantinya rantai emas akan berada pada bagian pinggang dan sepatu penggunanya.

    Berbeda dari pria, kaum wanita Suku Mandar memakai Rawang Boko dan Lipaq Saqbe. Rawang Boko berbentuk blouse yang berlengan pendek dengan warna cerah. Sementara Lipaq Saqbe bentuknya sarung motif tenun yang berguna sebagai bawahan.

    Wanita Manda juga memiliki beberapa aksesoris adat. Mulai dari kawari, perisai, tombi diana, kalung koin emas, dali, anting-anting, dan sebagainya. Sehingga menambah kesan indah.

    10. Baju Nggembe

    Baju Nggembe
    Baju Nggembe | Sumber Gambar: bajudannusantara

    Nggembe adalah pakaian adat dari Suku Kaili yang kaum wanita gunakan. Pakaiannya berupa busana atas berbentuk segi empat dengan blus panjang pinggang sebagai pelengkap. Selain itu, baju ini juga memiliki lengan selebar kain dan berkerah bulat.

    Secara umum, Nggembe memiliki penutup dada dan hiasan payet. Di mana ada bawahan sarung tenun Donggala yang dipadukan. Sarung tenun Donggala adalah aksesoris bawah dengan hiasan benang emas. Pada bagian dalam bernama Buya Sabe Kumbaja.

    Telah Mengetahui Jenis Pakaian Adat Sulawesi?

    Jika kamu masyarakat lokal Sulawesi, maka melestarikan pakaian adat Sulawesi itu penting. Selain menambah nilai estetika, juga membantu keunikan daerah semakin dikenal. Salah satu caranya adalah menggunakan pakaian adat pada acara tertentu, seperti acara adat istiadat dan pernikahan.