Tag: HRD

  • Apakah Magang di Hotel Digaji? Begini Seharusnya!

    Apakah Magang di Hotel Digaji? Begini Seharusnya!

    Bagi mahasiswa yang kuliah di jurusan perhotelan biasanya harus mengikuti program magang atau internship sebanyak 2 kali di hotel. Biasanya periode magang dilaksanakan 1 semester atau 6 bulan, lantas apakah magang di hotel digaji?

    Sebelum magang biasanya mahasiswa akan melalui beberapa tahapan seperti melamar pekerjaan yaitu ada proses pengiriman permohonan hingga interview yang bisa lebih dari satu kali.

    Setelah mengikuti serangkaian proses dan akhirnya diterima maka bisa langsung magang di hotel tersebut.

    Pengalaman Magang di Hotel

    Pengalaman PKL di hotel ternyata tidak seindah yang dibayangkan, seperti pada tahun 2018 lalu Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia mengkritik banyak mahasiswa dipekerjakan secara gratis dengan alasan masih magang.

    Padahal kebanyakan industri pariwisata khususnya perhotelan mencari pegawai yang lulusan perguruan tinggi. Akan tetapi sangat disayangkan karena saat magang, para mahasiswa tidak mendapat bayaran sepeserpun.

    Hal inilah yang menyebabkan para mahasiswa melakukan aktivitas magang di hotel luar negeri karena mendapatkan bayaran. Tidak hanya mendapatkan gaji saja, tetapi juga mendapatkan tambahan ilmu dan ada juga yang membiayai akomodasi pulang pergi.

    Baca juga: Cara Menjawab Pertanyaan Interview di Hotel yang Baik dan Benar

    Apa yang Seharusnya Didapatkan Pegawai Magang?

    Sebelum memutuskan untuk magang di Hotel Aston, penting untuk mengetahui apa saja yang didapatkan oleh pegawai magang. Gaji magang di hotel maupun di tempat lain sebenarnya sudah diatur oleh Peraturan Menteri pasal 12 dan 13.

    1. Mendapatkan Fasilitas Kesehatan

    Pertanyaan mengenai apakah magang di hotel digaji? Jawabannya adalah iya. Bahkan tidak hanya mendapatkan gaji melainkan juga berupa fasilitas kesehatan. Dengan fasilitas kesehatan ini maka pegawai magang tidak perlu mengkhawatirkan keselamatannya dalam bekerja.

    2. Mendapatkan Uang Saku

    Gaji di sini bisa dikatakan sebagai uang saku untuk pegawai magang. Uang saku ini biasanya berupa uang akomodasi, uang makan dan uang intensif magang. Hal ini juga sudah diatur dengan jelas pada Undang-Undang Ketenagakerjaan pasal 22 ayat 2.

    Adapun rentang gaji untuk anak magang itu beragam tergantung kebijakan tempat magang masing-masing. Hanya saja pada umumnya Anda akan mendapatkan gaji sebesar 2 sampai 4 juta setiap bulannya.

    3. Mendapatkan Sertifikat

    Bukan hanya mendapatkan uang saku dan fasilitas kesehatan saja tetapi juga mendapatkan sertifikat. Sertifikat tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada peserta magang yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya.

    Selain itu, fungsi dari sertifikat dapat dijadikan sebagai bukti bahwa Anda telah mengikuti magang dalam kurun waktu tertentu. Sertifikat magang ini biasanya akan diberikan di akhir periode program magang.

    4. Mendapatkan Perlindungan

    Terakhir adalah mendapatkan perlindungan berupa jaminan kematian dan kecelakaan kerja. Apabila ada perusahaan yang tidak menyediakan jaminan ini, maka bisa mendapatkan sanksi dari pemerintah.

    Departemen yang Ada di Hotel

    Magang di hotel ngapain aja? Adalah sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan calon pegawai magang jurusan perhotelan. Tentu saja Anda harus tahu apa saja departemen-departemen yang ada di hotel beserta tugasnya.

    1. Security Department

    Untuk posisi yang ini tugasnya sudah jelas yaitu menjaga keamanan hotel selama 24 jam termasuk menjaga barang-barang tamu selama bermalam di hotel tersebut. Ada beberapa jabatan di departemen ini yaitu security guard, supervisor, chief security, dan asst security manager.

    2. Front Office Department

    Ada lagi departemen yang bisa Anda pilih ketika akan magang di hotel Jakarta yaitu front office department. Tugasnya adalah melayani tamu ketika pertama kali masuk, membantu untuk memesankan kamar dan memberikan informasi terkait hotel.

    3. Housekeeping Departement

    Departemen berikutnya ini bertugas untuk menjaga kebersihan dari seluruh bagian hotel mulai dari dalam kamar, luar ruangan, area publik dan sebagainya. Departemen ini memiliki banyak tugas jadi biasanya dibagi menjadi beberapa posisi lagi.

    4. Food and Beverage Department

    Sesuai dengan namanya departemen ini memiliki tugas sebagai penyedia makanan dan minuman untuk para tamu dan restoran. Departemen ini masih dibagi lagi menjadi dua yaitu food and beverage service serta food and beverage production.

    Ternyata ada banyak tugas yang harus dilakukan oleh peserta magang sesuai dengan departemennya. Oleh karena itu, apakah magang di hotel digaji? Sudah seharusnya iya karena tugasnya yang tidak mudah.

    Pertanyaan mengenai apakah magang di hotel digaji sudah terjawab di atas bahwa sesuai peraturan dari pemerintah, anak magang harus mendapatkan uang intensif, jaminan keselamatan kerja dan sertifikat.

  • 10 Contoh Soft Skill dalam CV yang Disukai HRD

    10 Contoh Soft Skill dalam CV yang Disukai HRD

    Sedang cari contoh soft skill dalam CV yang cocok dan menarik? Jika iya, artinya kamu wajib simak artikel ini hingga selesai. Agar kamu paham apa itu soft skill berikut contohnya.

    Soft skill seringkali menjadi hal yang tidak disadari oleh para pencari kerja. Padahal hal ini sangat penting, sebab berkaitan dengan karakter dan kepribadian seseorang.

    Mencontek soft skill milik orang lain bukanlah hal yang tepat. Karena setiap pribadi dan posisi yang dilamar biasanya spesifik dan tidak bisa disama ratakan.

    Agar tidak keliru lagi, berikut kami jelaskan lebih detail semua tentang soft skill berikut contohnya.

    Apa itu Soft Skill?

    Soft Skill sama sekali berbeda dengan hard skill. Kemampuan ini lebih mengarah pada keterampilan non teknis seperti keterampilan sosial, komunikasi, leadership, dan masih banyak lagi.

    Dilansir dari The Balance Money, yang dimaksud soft skill adalah kemampuan non teknis yang berkaitan dengan bagaimana caramu bekerja.

    Mencakup bagaimana kamu berinteraksi dengan rekan kerja, cara menyelesaikan masalah, dan cara memanage pekerjaan.

    Di Tempat kerja, soft skill dianggap sebagai komplementer yang tak terpisahkan dari hard skill.

    Para pakar sosiolog menggunakan istilah soft skill sebagai kecerdasan emosional (EQ).

    Pada praktiknya, HRD di sebuah perusahaan akan melihat keseimbangan antara hard skill dan soft skill dari CV yang dibuat.

    Contohnya, dalam satu kasus ada perusahaan yang sedang merekrut seorang team leader, tentu saja kriteria kandidat yang masuk dalam pertimbangan adalah kandidat yang punya pengalaman serupa (hard skill), dan kemampuan dalam leading team atau memimpin sebuah team (soft skill).

    Contoh Soft Skill dalam CV

    Setelah mengetahui apa itu Soft skill, berikut beberapa kemampuan atau keterampilan yang bisa bisa kamu pelajari dalam kehidupan sehari-hari maupun training khusus.

    1. Adaptasi

    Seberapa cepat kamu dapat beradaptasi dengan lingkungan baru? Ketika bekerja di lingkungan kerja yang dinamis, seringkali menuntut karyawannya untuk cepat beradaptasi.

    Berikut adalah beberapa kemampuan adaptasi yang bisa kamu pelajari:

    • Konsistensi
    • Organisasi
    • Optimisme
    • Komunikasi

    2. Problem Solving

    Sebuah perusahaan tentu mengharapkan memiliki karyawan yang punya keterampilan dalam hal problem solving, atau kemampuan dalam memecahkan masalah dengan baik.

    Soft skill dalam bidang problem solving contohnya:

    • Critical thinking
    • Manajemen resiko
    • Kreativitas
    • Research

    3. Leadership

    Kemampuan kepemimpinan atau leadership juga menjadi salah satu soft skill yang sangat dibutuhkan di banyak perusahaan, bahkan di beberapa perusahaan ingin karyawannya punya kemampuan ini meski belum mencapai level managerial.

    Kemampuan leadership ternyata tidak melulu tentang memanage bawahan, namun bagaimana mengontrol diri dan memimpin diri sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan.

    • Manajemen konflik
    • Delegasi
    • Membuat keputusan
    • Mentoring

    4. Etika Kerja

    Sebuah perusahaan tentu menginginkan lingkungkan kerjanya punya atmosfer yang positif.

    Dengan etika kerja yang kuat dan baik, suasana kerja yang positif dapat tercipta.

    Kemampuan yang wajib ditonjolkan dalam hal etika kerja:

    • Integritas
    • Manajemen waktu
    • Memperhatikan detail pekerjaan
    • Gigih
    • Kerjasama team

    5. Conflict Resolution

    Salah satu contoh soft skill yang banyak dicari oleh rekruiter adalah kandidat yang memiliki kemampuan conflict resolution.

    Dalam sebuah perusahaan tidak semuanya berjalan mulus, banyak konflik yang terjadi demi peningkatan produksi.

    Dengan kemampuan conflict resolution, karyawaran dapat mengatasi konflik dengan konklusi yang solutif.

    Contoh Soft Skill yang Sesuai dengan Pekerjaan

    Tidak semua soft skill cocok untuk satu bidang pekerjaan. Berikut adalah contoh soft skill yang cocok untuk beberapa bidang pekerjaan:

    1. Soft Skill Digital Marketing

    • Creative thinking
    • Analytical thinking
    • Team work
    • Communication
    • Flexible

    2. Soft Skill Manager Pemasaran

    • Leadership
    • Komunikasi
    • Mediasi
    • Berfikir kritis
    • Problem solving

    3. Soft Skill Akutansi

    • Berfikir analitis
    • Teliti
    • Manajemen waktu
    • Team worker
    • Pekerja keras

    4. Soft Skill Sales

    • Negosiasi
    • Komunikasi
    • Persuasi
    • Reliable
    • Gigih

    5. Soft skill Engineer

    • Berfikir analisis
    • Problem solving
    • Team worker
    • Communication

    Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memasukan Soft Skill dalam CV

    Soft skills bisa saja kamu masukkan ke dalam CV, namun dengan catatan kemampuan yang di tulis adalah yang paling sesuai dengan pekerjaan yang sedang dilamar.

    Untuk cara penulisannya, bisa disesuaikan dengan desain CV masing-masing. Merujuk contoh CV lamaran kerja yang baik dan benar dari BikinCV.com, kamu bisa memasukkan informasi mengenai soft skill di bagian “tentang saya” sebagai pitch untuk menarik HR.

    1. Soft Skill dalam CV Bersifat Opsional

    Meski punya peran yang cukup penting, faktanya soft skill bersifat opsional saja atau sebagai skill tambahan.

    Mengapa?

    Karena ada proses psikotes saat proses rekrutmen.

    Dalam proses psikotes inilah para HRD akan mengetahui soft skill kandidat dengan lebih detail.

    Apakah kamu seorang problem solver, apakah seorang pendelegasi yang baik, apakah memiliki kemampuan spasial yang baik, dan berbagai informasi seputar EQ yang dapat diketahui melalui psikotes.

    2. Soft Skill Dieksplorasi Lewat Wawancara

    Berikutnya ada sesi interview yang diselenggarakan oleh team HRD setelah melewati tahapan seleksi psikotes.

    Hingga saat ini, interview adalah cara paling efektif bagi HRD untuk mengorek lebih jauh mengenai kemampuan dan keterampilan si pelamar.

    Singkatnya, CV adalah salah satu rujukan bahwa kamu punya pengalaman di bidang yang dibutuhkan. Mengenai kemampuan dan soft skill, akan dijelajahi ketika interview.

    4. Ada Baiknya Mencantumkan Soft Skill secara Tersirat

    Selain tidak pelu menuliskan informasi kemampuan yang tidak punya hubungan dengan posisi yang dilamar, ada beberapa soft skill yang ternyata punya relevansi untuk semua posisi pekerjaan.

    Misalnya “dedikasi” dan “loyalitas”.

    Dedikasi menggambarkan sebuah keseriusan terhadap pekerjaan. Maka, hal yang bisa kamu tambahkan di CV adalah menambahkan pelatihan-pelatihan yang mendukung skillmu secara konsisten.

    Hal ini tentu bisa menjadi bukti bahwa kamu memiliki dedikasi terhadap sesuatu yang sedang kamu geluti.

    Loyalitas, merupakan penanda kamu tidak memiliki track record sebagai kutu loncat.

    Pada artikel di atas, sudah dijelaskan tentang contoh soft skill dalam CV yang bisa kamu gunakan. Terkadang, soft skill menjadi sebuah pembeda antara kandidat satu dengan kandidat lainnya.

    Oleh karena itu, pastika kamu tahu cara membaut CV yang baik dan benar.

    Juga, untuk membuat CV yang dilirik HR kamu tidak perlu khawatir dan bingung. Sebab ada website yang akan membantumu membuat CV yang menarik tanpa ribet, bahkan tersedia puluhan template CV gratis yang bisa kamu pilih.

    Perihal hasil, memang bukan kamu yang dapat menentukan, apa yang bisa kamu tentukan adalah caramu berjuang untuk mendapatkan pekerjaan impian.

  • Manajemen Perhotelan dan Pembagian Divisinya

    Manajemen Perhotelan dan Pembagian Divisinya

    Manajemen Perhotelan adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana sebuah hotel itu bisa menjalankan bisnisnya dengan baik.

    Mulai dari perencanaan, organisasi, dan strategi-strategi didalamnya termasuk pembagian departemen kerja.

    Departemen di hotel bisa dibilang cukup banyak dan disusun menjadi sebuah struktut organisasi.

    Hotel struktur organisasi adalah sebuah sistem mengenai alur kepemimpinan dan menunjukkan adanya tanggung jawab dalam sebuah unit kerja.

    Kemudian dalam struktur organisasi setiap orang dikelompokan dan memiliki tugas masing-masing untuk mencapai goal yang sudah ditetapkan perusahaan dan pengelompokan inilah yang disebut divisi atau department.

    Tidak terkecuali bisnis perhotelan, beberapa divisi atau department harus diisi oleh orang-orang yang punya hard skill dan soft skill.

    Hal ini dibutuhkan guna menunjang pekerjaan mereka untuk mencapai target revenue yang sudah di buat dalam budget tahunan.

    Manajemen perhotelan dan pembagian divisinya

    Managemen Perhotelan dan pembagian divisinya

    1. Administrasi & General

    Nah yang pertama itu ada department A & G. Bagian ini biasanya ada General Manager (GM) , Executive Assistance Manager (EAM) dan General Secretary.

    Secara general tugas utama dari seorang General Manager adalah untuk mengontrol dan memastikan semua department sudah menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan dan disepakati bersama.

    Karena General Manager merupakan orang pertama di hotel, setiap keputusan yang di ambil akan berdampak besar untuk performance dari hotel itu sendiri. Jadi untuk menjadi seorang GM selain leadership, analytical thinking skill juga sangat wajib di miliki.

    Dibantu dengan Executive Assistance Manager, kegiatan operasional sehari-hari di hotel akan di laporkan secara harian oleh para manager lewat EAM.

    Karena selain mengambil alih tugas GM ketika lagi tidak di hotel EAM juga menjadi penghubung antara Manager dengan General Manager.

    Untuk melengkapi formasi departement ini, dibutuhkan seorang General Secretary untuk membantu urusan surat menyurat, manajemen file, notulen rapat dan hal – hal administrative lainnya yang berkaitan dengan hotel.

    2. Room Division

    Berikutnya kita ketemu dengan team yang biasanya menyambut tamu pas baru sampai di hotel dan bertanggung jawab atas kebersihan kamar dan hotel area.

    Yes, ada Room Division Departement. Nah room division ini terdiri dari front office team dan juga housekeeping, tapi beberapa hotel memasukan engineering juga ke team room division.

    Baca juga: Sejarah Industri Perhotelan Indonesia

    A. Front Office Team

    Front office team adalah orang – orang yang bertugas di lini depan hotel untuk memberikan kesan pertama yang baik untuk setiap tamu yang akan menginap.

    Karena reputasi hotel tentunya sangat berpengaruh dari first impression yang di dapat ketika proses check in.

    FO Team sendiri dibagi lagi menjadi beberapa bagian seperti Bellboy, Reception, Bell Driver, Guest Relation Officer (GRO), Call centre, dan Night Audit.

    B. Housekeeping Team

    Soal kebersihan kamar dan hotel, serahkan saja kepada team housekeeping. Tugas dari utama dari team ini adalah menjaga kebersihan, kerapian, serta kenyamanan mulai dari kamar dan seluruh area hotel.

    Selain itu juga menyediakan sarana penunjang lainnya yang di perlukan oleh tamu selama berada di hotel.

    Sama seperti FO, Housekeeping team juga di bagi lagi menjadi beberapa bagian seperti Room Attendant, Public Area, Linen, Florist, dan Gardener.

    3. Human Resources ( HR )

    Tugas utama sebagai Human Resources atau HRD adalah untuk mengelola sumber daya manusia yang ada di hotel. Mulai dari tugas perencanaan, rekrutmen, pengembangan berupa pelatihan dan kinerja.

    Peran HRD sangat penting dalam menyaring karyawan masuk ke hotel, karena salah merekrut orang dampaknya akan mempengaruhi kinerja departement yang bersangkutan.

    Itulah biasanya kebanyakan HR berasal dari lulusan psikologi yang sudah paham tentang karakter dan kepribadian seseorang. Biasanya HR Team beranggotakan HR, Training , dan Security.

    4. Food & Beverage ( FB )

    Selain kamar, penghasilan dari sebuah hotel juga berasal dari restaurant. Untuk itulah memaksimalkan revenue dari restaurant itu sendiri menjadi hal wajib yang diperhatikan oleh team FB.

    Team ini akan di bagi lagi menjadi 2 bagian yaitu:

    Untuk selengkapnya silahkan baca pada artikel yang sudah link di atas.

    5. Sales & Marketing

    Sales & Marketing adalah divisi yang akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dari sebuah perusahaan.

    Karena lewat cara mereka jualan lah tamu-tamu akan masuk ke hotel kita.

    Memasarkan hotel sehingga di kenal banyak orang dan membuat mereka datang untuk menginap itu nggak gampang.

    Ditambah lagi dengan target bulanan yang harus dicapai nominalnya tidak kecil.

    Jadi jangan heran kalau team sales & marketing ini jarang di office dan sering ke luar kota bahkan ke luar negeri. Itu bagian dari jualan kok 🙂

    6. Accounting & IT

    Tugas accounting department adalah untuk mencatat seluruh transaksi keuangan yang terjadi, kemudian membuat laporan keuangan mulai dari pemasukan dan pengeluaran suatu perusahaan.

    Selain itu, accounting harus bisa menekan biaya dengan skala prioritas untuk tetap menjaga cashflow perusahaan.

    Dalam formasi accounting ada team IT juga yang bertugas untuk memastikan semua yang berkaitan dengan sistem dan informasi di hotel berjalan dengan baik untuk lancarnya kegiatan operasional.

    Itulah secara general penjelasan tentang manajemen perhotelan. Untuk lebih details akan dibahas masing-masing di tulisan berikutnya.