Author: Nadya Wirawan

  • 5 Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat, Nasehat Islam Hari Ini!

    5 Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat, Nasehat Islam Hari Ini!

    Tren rumah estetik kini meluas di semua kalangan. Namun, beberapa di antaranya luput mengenai prinsip rumah yang baik di hadapan Allah, yakni rumah dimana malaikat mau memasukinya. Seorang muslim penting untuk mengetahui ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat.

    Rumah sendiri tidak hanya sebagai tempat bernaung dari hujan dan panas saja, melainkan juga sebagai tempat berlindung dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Salah satu caranya yakni menjaga rumah tetap bersih dan suci, yakni dengan menjaga sholat dan melafalkan ayat Al-Qur’an di dalamnya.

    Untuk mencegah ketidak bermanfaatan rumah yang ditinggali bagi seorang muslim, Yuk simak beberapa ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat!

    Ciri Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat

    Rumah sendiri merupakan istana bagi setiap pemiliknya. Tak jarang, beberapa orang rela untuk merogoh kantung lebih dalam untuk mendapatkan dekorasi dan tata ruang menyenangkan untuk rumah.

    Namun, akan lebih baik jika mengiasi rumah tidak hanya dengan aksesoris dan barang mahal. Melainkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan menghiasi dengan menjalankan sholat lima waktu.

    Bahkan Allah menjanjikan bagi seorang muslim yang merawat rumahnya dengan cinta dan kehangatan dalam beribadah, Allah akan datangkan 1000 malaikat pada rumahnya.

    Sebaliknya, jika seorang muslim luput dengan beberapa hal dan menyebabkan hilangnya berkah di rumahnya, maka Allah tidak akan mengizinkan satu pun malaikat untuk mengunjungi rumah itu.

    Adapun beberapa ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat adalah sebagai berikut:

    1. Rumah yang Memelihara Anjing

    Ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat yang pertama yakni rumah yang memelihara anjing.  Sebab liur anjing termasuk ke dalam najis.

    Ketika memelihara anjing, terdapat kemungkinan seluruh rumah tersebar dengan liur anjing. Tentu saja hal ini membuat rumah tidak terjaga kebersihannya,

    Seperti yang diketahui bahwa malaikat adalah makhluk suci yang menyukai kebersihan, tentu air liur anjing yang menyebabkan najis seisi rumah akan membuat malaikat enggan mendekatinya.

    Rasulullah SAW sendiri pernah menjelaskan dalam sebuah hadits bahwasannya malaikat tidak masuk ke dalam rumah lantaran ada anjingnya.

    Hal tersebut dikisahkan, ketika Ummul Mukminin Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah mengadakan perjanjian dengan Jibril bahwa ia akan datang. Namun, hingga waktu pertemuan tiba, ia tidak datang. Sambil melepaskan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah bersabda, “Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya, tetapi mengapa Jibril belum datang?”.

    Tatkala Rasulullah menoleh, ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. “Kapan anjing ini masuk?” tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut, “Entahlah.”.

    Setelah anjing itu dikeluarkan, masuklah malaikat Jibril. “Mengapa engkau terlambat?” tanya Rasulullah SAW kepada Jibril. Jibril pun menjawab, “Karena tadi di rumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (patung).” (HR. Muslim).

    Selain itu terdapat hadits lain yang turut menjelaskan perihal ini, yakni hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq Alaih sebagai berikut.

    لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب

    Artinya, “Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang terdapat anjing di dalamnya,” (Muttafaq alaih dari Abu Thalhah Al-Anshari).

    Baca juga: Hukum Mencabut Uban dalam Islam, Bolehkah?

    2.  Rumah yang Terdapat Lukisan dan Patung

    Ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat selanjutnya yakni rumah yang terdapat lukisan dan patung. Dalam Islam, memajang lukisan dan patung yang menyerupai manusia termasuk ke dalam bentuk kesyirikan dan penyembangan terhadap benda mati dan tidak bernyawa.

    Meskipun awalnya niat utama dari penempatan lukisan dan patung hanya sebagai dekorasi saja, namun hal ini akan membuat rumah orang yang memilikinya seakan mendukung pembuatan patung.

    Padahal, membuat patung yang berbentuk layaknya makhluk hidup merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan begitu, sebagus apa pun patung yang dipajang di dalam rumah, akan membuat malaikat enggan memasukinya.

    Namun, apabila pemilik rumah ingin menambahkan sedikit sentuhan dekorasi dengan pohonan serta bebatuan yang memang tidak memiliki nyawa, hal ini tidak dipermasalahkan.

    Hal ini turut dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang diriwayaktan Abu Thalhah ra., Nabi Muhammad saw bersabda:

    لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ وَلَا جُنُبٌ

    Artinya, “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat anjing dan lukisan.” 

    Selain hadits di atas ada juga hadits lain yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib ra. yakni,

    لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ وَلَا جُنُبٌ

    Artinya, “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat lukisan (gambar), anjing, dan orang yang junub.”

    Namun terdapat beberapa perbedaan pendapat para ulama dalam menjelaskan terkait hal di atas. Menurut Mahmud asy-Syafrowi, ia menjelaskan bahwa gambar yang dimaksud merupakan makhluk hidup yang bernyawa seperti hewan dan manusia. Apabila itu hanya berupa dedaunan dan juga batu maka tidak akan menjadi masalah.

    Sedangkan menurut l-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani Ra menguatkan pendapat yang menyatakan apabila gambar tersebut utuh dan jelas bentuknya maka haram. Namun, jika gambar tersebut dipotong kepalanya, atau terpisah-pisah bagian tubuhnya, maka diperbolehkan.

    3. Rumah yang Kotor dan Bau

    Sudah jelas bahwasannya, Malaikat menyukai umat muslim yang bersih dan rapi. Sehingga rumah yang kotor dan bau tentu menjadi salah satu ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat.

    Kebersihan dan kesucian sendiri memang sangat penting dalam Islam. Rasulullah SAW pernah menjelaskan hal tersebut dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, yakni,

    “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Untuk itu pastikan rumah selalu dalam keadaan bersih dan wangi. Tidak hanya menjadi rumah yang disukai malaikat, namun juga berpengaruh pada kesehatan kita.

    4. Tidak Pernah Melantunkan Ayat Suci Al-Qur’an

    Rumah yang tidak pernah melantunkan ayat suci Al-Qur’an menjadi salah satu ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat.

    Sebab, rumah tersebut akan terasa sangat kelam karena tidak dbacakan ayat suci dan menjauhkannya dari rahmat dan keberkahan Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca kitab Allah (Al-Quran) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka.

    Mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat. Dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisinya,” (HR Muslim)

    5. Dihuni Orang Pelit

    Ciri yang terakhir yakni rumah yang dihuni oleh orang yang jarang sekali bersedekah dan pelit. Sebab malaikat tidak menyukai orang yang tidak suka berbagi, karena Allah SWT memiliki sifat Maha Pengasih dan membenci perilaku kikir atau pelit.

    Malaikat juga merupakan mahkluk yang senang dengan kebaikan dan selalu hadir di tepat yang di dalamnya dipenuhi dengan kebaikan.

    Oleh sebab itu, apabila kita sering bersedekan dan melakukan kebaikan. Maka rumah kita akan menjadi tempat yang disukai oleh malaikat. Begitu juga sebaliknya.

    Sebagai seorang muslim juga perlu menyadari bahwa Allah lah sebagai sumber rezeki yang memberikan segala fasilitas dan juga kenikmatan ketika di dunia.

    Sehingga, jangan sekali-kali untuk menahan harta untuk menolong orang yang membutuhkan. Jadi, jika Allah SWT saja tidak menyukai orang yang pelit, begitu juga malaikat yang selalu patuh pada perintah Allah SWT.

    Nah, itu dia ciri rumah yang tidak dimasuki malaikat. Tidak sulit bukan untuk menghindari beberapa hal yang tidak disukai dan memperbanyak hal yang disukai malaikat?

    Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu kita untuk menjauhi segala penyebab yang membuat malaikat tidak ingin mendatangi rumah kita ya!

  • 10 Arti Mimpi Banjir Menurut Islam, Pertanda Buruk?

    10 Arti Mimpi Banjir Menurut Islam, Pertanda Buruk?

    Ada kalanya sesuatu yang kita mimpikan dapat diartikan sebagai pertanda akan terjadi sesuatu pada hidup kita. Salah satunya yakni mimpi banjir. Ada banyak sekali makna mimpi banjir menurut Islam.

    Meski kerap dikatakan sebagai bunga tidur. Mimpi seringkali diartikan sebagai media komunikasi seseorang dengan Tuhannya. Pertanda ini bisa menjadi pertanda hal baik namun bisa saja menjadi pertanda hal buruk yang perlu dikhawatirkan.

    Lalu, apakah mimpi banjir merupakan pertanda buruk, atau justru pertanda baik? Mari simak artikel ini untuk dapatkan jawaban yang tepat!

    10 Mimpi Banjir Menurut Islam

    Mimpi kebanjiran menjadi mimpi buruk yang tidak pernah diinginkan datang kepada siapapun. Meski hanya bunga tidur, kadang kala mimpi menjadi salah satu pertanda atau media bagi Allah SWT untuk menyampaikan pesan pada umat-Nya.

    Namun, yang perlu dperhatikan bahwa tidak semua mimpi merupakan pertanda dari Allah SWT. Ada baiknya, untuk menghindari terjadinya mimpi buruk yang disebabkan oleh gangguan jin maupun setan, Rasulullah SAW menganjurkan untuk melakukan beberapa sunnah sebelum tidur termasuk membaca doa.

    Hal terkait mimpi ini juga dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

    رؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله

    “Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, rasa takut dari setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari)

    Lantas, masuk kemanakah arti mimpi banjir menurut Islam?

    Mimpi banir bagi beberapa orangpun datang dalam bentuk beragam, ada yang rumahnya kebanjiran karena terbawa arus, atau sekedar banjir menggenangi lantai rumah.

    Jika Kamu pernah mengalaminya, tentu penasaran dengan arti mimpi tersebut. Berikut beberapa kemungkinan makna mimpi banjir menurut Islam:

    1. Mimpi Banjir Besar

    Meski di dunia nyata banjir bandang dengan skala besar menyebabkan musibah dan kemalangan. Sebaliknya, mimpi banjir besar memiliki pertanda bahwa kamu akan mendapatkan hal besar dan sukses dalam pekerjaan yang kini sedang kamu tekuni.

    Selain itu, mimpi ini bisa dimaknai sebagai hal positif yang akan muncul dari kesuskesanmu dalam memperoleh rezeki yang melimpah atau akan dimudahkan dalam mencari rezeki yang halal.

    2. Mimpi Banjir Airnya Kotor

    Mimpi Banjir Airnya Kotor

    Berbeda dengan sebelumnya, makna mimpi banjir menurut Islam kali ini memiliki pertanda buruk, sesuai dengan mimpi yang datang dengan air yang kotor.

    Mimpi ini memiliki pertanda buruk, baik dalam bentuk peristiwa atau kejadian. Yang mungkin saja akan membuatmu tidak nyaman dan memiliki banyak trauma.

    Baca juga: Doa Melahirkan Agar Lancar dan Selamat: Arab Latin dan Artinya

    3. Mimpi Banjir Airnya Jernih

    Sama dengan mimpi sebelumnya, makna dari mimpi banjir dengan air jernih  dan mengalir tenang yang datang ke mimpimu memiliki pertanda sesuatu hal buruk,

    Mimpi ini menandakan bahwa dalam waktu dekat kamu akan mengalami kesialan kecil yang tidak disangka-sangka dari mana datangnya. Tentu saja kesialan ini merugikan. Sebagai contoh sederhananya, bisa saja kamu akan mendapatkan penghianatan dari seorang sahabat, ditipu orang yang tidak kamu kenal atau bahkan dibohongi dengan orang terdekatmu sendiri.

    4. Mimpi Banjir Lumpur

    Selanjutnya yakni makna mimpi banjir lumpur. Mimpi ini memiliki pertanda hal yang tidak menyenangkan. Mimpi banjir lumpur sering kali diyakini sebagai pertanda kesulitan yang akan segera kamu lalui untuk melanjutkan hidup.

    Mimpi ini juga mewakili untuk kesiagaanmu dalam menyelesaikan kesulitan yang kamu jalani, kamu perlu berhati-hati dan mempertimbangkan risiko yang mungkin lebih besar dari yang diperkirakan.

    5. Mimpi Terbawa Arus Banjir

    Mimpi satu ini perlu sekali untuk diwaspadai. Sebab mimpi ini menjadi pertanda buruk datangnya penyakit. Tak hanya berkaitan dengan masalah kesehatan, mimpi terbawa arus banjir juga mengartikan bahwa kamu akan mengalami kegagalan dalam pekerjaan.

    Apabila kamu mengalami mimpi ini, segeralah berdoa kepada Allah SWT aga dia selalu melindungimu dari segala keburukan dunia.

    6. Mimpi Jadi Korban Banjir

    Arti mimpi banjir menurut Islam kali ini dikaitkan dengan korban banjir. Apabila kamu mengalaminya, kamu perlu berhati-hari sebab mimpi ini membawa kabar yang kurang mengenakkan.

    Mimpi ini bisa memiliki makna bahwa kamu membawa banyak penderitaan pada orang sekitarmu. Selain itu, mimpi ini pertanda bahwa kamu akan mengalami kerugian dan juga penderitaan.

    Oleh sebab itu, berdoalah dan berusaha untuk melakukan hal-hal baik dan positif sebagai langkah preventif menangani masalah yang akan datang.

    Baca juga: 11 Doa Minta Kesembuhan dari Sakit, Bersabar dan Percaya PadaNya

    7. Mimpi Banjir Besar di Luar Rumah

    Tenang, untuk kali ini.  Mimpi banjir besar di luar rumah memiliki pertanda baik dalam kehidupan kamu. Sebab mimpi ini menandakan bahwa kamu akan mendapatkann rezeki besar.

    Jika kamu mengalaminya, jangan buru-buru khawatir dan bingung. Berdoa saja meminta kebaikan dalam segala mimpi yang datang kepadamu, semoga arti mimpi baik ini menjadi kenyataan.

    8. Mimpi Rumah Kebanjiran

    Mimpi Rumah Kebanjiran

    Sama halnya dengan mimpi banjir besar diluar rumah, mimpi kali ini dikaitkan dengan datangnya rezeki ke dalam kehidupan kita dalam waktu dekat.

    Rezeki besar itu bisa berupa apa saja, bisa berupa harta dan juga jodoh. Jika kamu sudah memiliki pasangan, mimpi ini bisa diartikan sebagai pembawa rezeki baik yang akan segera menghampirimu.

    Namun, perlu diingat bahwa segala sesuatunya berawal dari usaha kita ya. Jangan sampai, dengan berpatokan mimpi tersebut, kita jadi malas bekerja dan melakukan sesuatu untuk berusaha.

    9. Mimpi Terjebak Banjir

    Makna mimpi banjir menurut Islam satu ini dikaitkan saat terjebak banjir. Mimpi ini memang sangat menakutkan. Namun demikian mimpi ini sebetulnya memiliki pertanda baik yakni akan ada seseorang yang datang kepadamu dan memberi pujian.

    Tapi jika tidak hati-hati, pujian ini bisa membuatmu menjadi sombong. Maka dari itu sebaiknya milikilah sikap rendah hati agar saat menerima pujian maupun hujatan, hatimu tetap kuat seperti baja.

    10.   Mimpi Terbawa Arus Banjir

    Yang terakhir adalah mimpi terbawa arus banjir. Mimpi kali ini memiliki pertanda buruk tidak seperti mimpi sebelumnya.

    Apabila kamu mengalaminya, mungkin saja kamu akan terserang penyakit kemudian hari. Tak hanya berkaitan dengan kesehatan, namun mimpi ini juga dapat diartikanbahwa kamu akan mengalami banyak kegagalan dalam pekerjaanmu.

    Jika kamu mengalami mimpi ini, segeralah berdoa kepada Allah Swt agar Dia selalu melindungimu dari segala keburukan. Selain itu kamu juga perlu berpikir positif dan berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup.

    Sunah Rasulullah Saat Mimpi Buruk

    Pada dasarnya, datangnya mimpi bisa berasal dari pertanda yang Allah SWT beri atau datang dari gangguan setan ataupun jin. Agar mimpi ini tidak terulang lagi, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa sunnah yang bisa dilakukan saat mimpi buruk. Berikut ini penjelasannya:

    1. Meludah ke Kiri Sebanyak Tiga Kali

    Jika mengalami mimpi buruk, sebaiknya meludah ke kiri sebanyak tiga kali, seperti sunnah Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berlindunglah kepada Allah dari gangguan setan tiga kali…” – (HR. Muslim).

    2. Minta Perlindungan Allah SWT

    Agar mimpi buruk tidak terjadi, sebaiknya minta perlindungan Allah dengan membaca doa ta’awudz sebanyak tiga kali seperti sabda Rasulullah saw. dalam hadis lainnya:

    A’udzu billahi minasy syaithanir rajim.”

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    3. Tidak Menceritakan Mimpi Buruk Kepada Orang Lain

    Sebaiknya mimpi buruk tidak perlu diceritakan ke orang lain karena bisa menyebabkan orang lain khawatir dan takut akan mimpi tersebut. Hal ini juga dijelaskan dalam salah satu hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa yang bermimpi yang tidak disukainya, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya dan dari kejahatan setan, dan hendaklah meludah tiga kali dan jangan menceritakannya kepada seorang pun, niscaya mimpi itu tidak membahayakannya.” – (HR. Al Bukhari)

    4. Ubah Posisi Tidur

    Agar tidak mengalami mimpi buruk secara berulang, sebaiknya ubah posisi tidurmu berbeda dari posisi semula. Seperti yang dihadiskan dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berlindunglah kepada Allah dari gangguan setan tiga kali, dan mengubah tidurnya dari posisi semula.”

    5. Wudhu dan Segeralah Sholat

    Saat terbangun dar mimpi buruk, beranjaklah wudhu dan kemudian sholatsebagai penenang hati. Rasulullah SAW bersabda:

    “Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian salatlah.”  (HR. Muslim)

    Setelah mengetahui arti mimpi banjir menurut Islam, apakah kamu menjadi semakin takut atau gusar?. Jangan khawatir, meski dikatakan sebagai sarana komunikasi dan pertanda dari Allah SWT, tidak semua mimpi yang masuk pada kita tidur memiliki makna yang harus ditakuti.

    Tetap berdoa dan bertawakal, insyallah hidup akan berjalan dengan baik dalam perlindunganNya. Semoga bermanfaat ya!

  • Puasa Daud: Niat, Waktu Pelaksanaan, Tata Cara dan Keutamaannya

    Puasa Daud: Niat, Waktu Pelaksanaan, Tata Cara dan Keutamaannya

    Salah satu amalan sunnah yang disukai Allah SWT adalah puasa Daud. Sesuai dengan namanya, puasa Daud merupakan puasa yang pernah dilakukan oleh Nabi Daud AS.

    Meski dikatakan sunnah, ada banyak sekali keutamaan yang bisa didapatkan seorang muslim saat menjalankannya, salah satunya adalah nikmat kesehatan.

    Dalam pelaksanaannya, sebagian orang mungkin belum memahami waktu pelaksanaan, tata cara serta keutamaan dibaliknya.

    Yuk, simak artikel ini hingga akhir untuk mengetahui jawabannya!

    Mengenal Puasa Nabi Daud AS dalam Ajaran Islam  

    Puasa Daud adalah puasa sunnah yang dilakukan dengan waktu selang-seling, yakni satu hari puasa dan satu hari tidak.  Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menegaskan,

    “Puasa-puasa sunnah yang disepakati para ulama antara lain puasa sehari dan tidak puasa sehari. Inilah puasa yang paling utama.”

    Puasa Daud juga merupakan salah satu amalan yang disukai Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

    Artinya: “Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah Puasa Daud, dan sholat yang paling disukai Allah adalah sholat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan berbuka sehari berikutnya” (HR al-Bukhari dan Muslim).

    Lantas, mengapa puasa ini disebut puasa Daud? Sebab amalan ini merupakan amalan yang dilakukan oleh Nabi Daud AS.

    Pada penerapannya, melakukan puasa sunah ini hendaknya tidak boleh terlalu memaksakan, karena segala sesuatu yang dilakukan secara terpaksa tidak baik. Hal tersebutlah yang menjadi awal mula adanya puasa Daud.

    Puasa Daud ini bermula saat ada seorang muslim yang secara terus menerus berpuasa, sehingga Rasulullah SAW diberi petunjuk agar dilakukan tiga hari setiap minggu.

    Tetapi orang itu masih mendesak dan merasa punya kemampuan untuk melakukan puasa lebih dari itu.

    “Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasalah seperti puasanya nabi Daud, dan janganlah menambahnya’.

    Aku bertanya (‘Abdullah bin ‘Amr): ‘Wahai Rasulullah, bagaimana puasa Nabi Daud itu?’. Rasulullah SAW menjawab: ‘Dahulu Nabi Daud puasa sehari dan berbuka sehari’,” (HR Ahmad).

    Dari penjelasan di atas dapa disimpulkan bahwa puasa Nabi Daud merupakan puasa sunnah utama yang disukai Allah SWT yang sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk melaksanakannya.

    Waktu Pelaksanaan Puasa Nabi Daud Sesuai Sunnah

    Pada dasarnya puasa Daud memiliki aturan yang sama seperti puasa lainnya, yakni dilakukan saat mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

    Selama waktu tersebut, seorang muslim harus menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Untuk waktu pelaksanaan puasa Daud sendiri bisa dilakukan kapan saja, kecuali pada hari-hari diharamkan puasa.

    Berikut hari-hari yang diharamkan untuk puasa:

    1. Hari raya Idul Fitri (1 Syawwal).
    2. Hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).
    3. Hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
    4. Separuh terakhir dari bulan Sya’ban.
    5. Hari yang diragukan (30 Sya’ban, saat orang telah membicarakan ru’yatul hilal atau ada kesaksian orang melihat hilal yang tidak bisa diterima, seperti kesaksian seorang anak kecil).

    Niat Puasa Daud

    Sebelum mengetahui tata cara dan keutamaanya, ada baiknya untuk mengetahui niat terlebih dahulu sebagai bentuk keseriusan kita dalam melakukan amalan yang disukai Allah SWT.

    Adapun niat puasa Daud yakni sebagai berikut:

    berikut adalah niat puasa Daud yang secara umum digunakan:

    نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

    Latinnya: Nawaitu shauma daaquda sunnatal lillahi ta’ala

    Artinya: “Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta’ala”

    Tata Cara Puasa Daud

    Tata cara puasa Daud tidak berbeda dengan puasa lain pada umumnya. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut tata cara dalam menjalankannya:

    1. Membaca Niat

    Niat Puasa Nabi Daud

    Hal pertama yang penting untuk dilakukan adalah membaca niat. Niat puasa Daud sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum fajar terbit.

    Namun tidak seperti puasa wajib Ramadhan, puasa Daud boleh saja berniat di pagi hari jika lupa atau tiba-tiba ingin puasa, dengan syarat belum makan maupun minum atau melakukan sesuatu hal yang membatalkan puasa.

    Adapun niat puasa Daud, sebetulnya Rasulullah SAW dan para sahabat beliau tidak melafalkan niat puasa ini dengan doa atau bacaan, melainkan dikerjakan dengan niat dalam hati karena Allah ta’ala.

    Syaikh Wahbah dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafazkan niat bukanlah syarat.

    Namun, jumhur ulama berpendapat hukumnya sunah agar membantu hati dalam menghadirkan niat.

    Sedangkan menurut mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak bersumber dari Rasulullah SAW.

    Namun, jika ingin melafalkan niat puasa Daud tidak pula menjadi hal yang dilarang, hal ini bisa dijadikan sebagai bantuan untuk khusyu dalam berniat kepada Allah SWT.

    Berikut bacaannya:

    نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

    Latin: Nawaitu shouma daawuda sunnatan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta’ala.”

    Baca juga: 3 Doa Buka Puasa Ramadhan & Sunnah: Arab-Latin dan Artinya

    2. Makan Sahur

    Setelah berniat, usahakan untuk sahur karena sahur merupakan salah satu sunah puasa yang jika dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan.

    Namun jika tidak dilakukan, misalnya karena terlambat bangun dan waktu sahur habis, maka puasanya tetap sah.

    3. Menahan Diri dari Sesuatu yang Membatalkan

    Ketentuan mengenai hal ini menjadi dasar dalam semua puasa baik sunnah maupun wajib. Sesuatu yang menjurus kepada batalnya puasa misalnya dengan menahan diri dari makan, minum, berhubungan seksual dan hal-hal lainnya yang bisa membatalkan puasa patutnya dihidari agar puasa tetap sah dan berkah.

    Hal ini dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.  Perlu juga menahan diri dari yang membatalkan pahala puasa atau menghampakan puasa.

    Misalnya dengan berdusta, melakukan gibah, dan segala bentuk kemaksiatan.

    Jangan biarkan puasa hanya amalan kosong tanpa keberkahan karena hal-hal yang tidak diridhoi Allah SWT.

    4. Berbuka

    Waktu berbuka puasa Daud sama saja dengan waktu berbuka puasa pada umumnya, yakni ketika matahari terbenam.

    Menyegerakan buka puasa merupakan salah satu sunah puasa yang juga baik untuk tubuh untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

    Keutamaan Puasa Nabi Daud AS

    Seperti yang dijelaskan sebeumnya, bahwa puasa Daud merupakan puasa sunnah yang paling dicintai Allah SWT, tentu di dalamnya terdapat banyak sekali keutamaan bagi seorang muslim jika melaksanakannya.

    Berikut beberapa keutamaan puasa Daud:

    1. Menjadi Puasa yang Paling Afdhal 

    Hal ini didasarkan oleh hadis Rasulullah yang menegaskan bahwa puasa sunnah ini menjadi puasa yang paling afdhal dan dicintai Allah.

    Adapun hadisnya sebagai berikut:

    صُمْ أَفْضَلَ الصِّيَامِ عِنْدَ اللَّهِ صَوْمَ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلَامُ – كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا.

    Artinya: “Kerjakanlah puasa yang paling afdhal di sisi Allah, itulah puasa Daud As. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Muslim).

    2. Puasa Sunnah yang Paling Utama

    Puasa yang paling utama adalah puasa Daud. Hal ini dijelaskan pada salah satu hadis riwayat an-Nasa’i,Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa yang paling utama adalah puasanya Nabi Daud ‘alaihissalam, ia berpuasa sehari dan berbuka (tidak berpuasa) sehari”.

    Puasa ini dikatakan puasa sunnah utama bukan karena sebab, dijelaskan oleh Imam al-Ghazali bahwa orang yang berpuasa setiap hari tidak akan merasa begitu berat karena sudah terbiasa setiap harinya, sedangkan puasa Daud dilakukan secara selang-seling.

    Hal tersebut mempengaruhi syahwat seorang muslim dengan kondisi naik dan turun serta kondisi tubuh juga tidak stabil karena sehari berpuasa dan sehari tidak.

    Oleh sebab itu, dalam pelaksanaannya, puasa Daud merupakan puasa sunnah yang tergolong sulit.Rasulullah bersabda:

    قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصَّوْمِ صَوْمُ أَخِي دَاوُدَ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَلَا يَفِرُّ إِذَا لَاقَى قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَأَبُو الْعَبَّاسِ هُوَ الشَّاعِرُ الْمَكِّيُّ الْأَعْمَى وَاسْمُهُ السَّائِبُ بْنُ فَرُّوحَ قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَفْضَلُ الصَّيَامِ أَنْ تَصُومَ يَوْمًا وَتُفْطِرَ يَوْمًا وَيُقَالُ هَذَا هُوَ أَشَدُّ الصِّيَامِ.

    Artinya, Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik puasa adalah puasa Daud. Dia berpuasa sehari dan berbuka sehari. Tidak lari ketika bertemu musuh.” Abu ‘Isa berkata; “Ini adalah hadits hasan shahih. Abu Al-Abbas ialah penyair Makkah yang buta, namanya As Sa’ib bin Farrukh.” Sebagian ulama mengatakan: “Sebaik-baik puasa adalah kamu berpuasa sehari dan berbuka sehari. Ada yang berpendapat bahwa itu adalah puasa yang paling berat.” (HR. Tirmidzi)

    Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    3. Seperti Berpuasa Setengah Tahun

    Di antara keutamaan puasa Daud, salah satunya yakni seperti berpuasa stengah tahun lamanya. Hal ini ikut dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    ““Tidak ada puasa yang lebih afdal dari puasa Daud, puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Ini akan menjadi sesuatu yang baik bagi orang yang hendak mengerjakannya karena ingin mendapatkan pahala.

    4. Puasa Sunnah Tertinggi

    Keutamaan puasa Daud berikutnya yakni menjadi puasa sunnah tertinggi. Puasa Daud merupakan puasa terbaik sekaligus puasa tertinggi dan terberat.

    Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam sebuah hadis, yang berbunyi:

     “Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah SAW menanyakan kepadaku, ‘Aku mendengar kabar bahwa engkau selalu qiyamul lail dan siangnya berpuasa,’. Aku menjawab: ‘Benar ya Rasulullah.’

    Maka Rasulullah bersabda, “Berpuasalah dan berbukalah. Salatlah dan tidurlah! Karena tubuhmu memiliki hak terhadapmu.

    Istrimu memiliki hak terhadapmu. Dan tamumu juga memiliki hak terhadapmu. Cukuplah bagimu berpuasa tiga hari setiap bulan”.

     Abdullah berkata, “Aku bertahan.’ Maka Rasulullah pun bersikeras pula. Akhirnya aku berkata: ‘Ya Rasulullah, aku sanggup lebih dari itu”.

    Rasulullah bersabda, “Kalau begitu, berpuasalah tiga hari setiap pekan”.

    Abdullah berkata, “Aku bertahan”. Maka Rasulullah pun bersikeras pula. Aku berkata lagi, “Ya Rasulullah, aku sanggup lebih dari itu.’

    Rasulullah bersabda: ‘Kalau begitu, berpuasalah seperti Nabi Daud dan jangan lebih dari itu”. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana puasa Nabi Daud itu?”

    Rasulullah bersabda, “Ia berpuasa sehari lalu berbuka sehari’,” (HR Ahmad).

    5. Dapat Lebih Memperhatikan Ibadah yang Lain

    Ada begitu banyak jenis ibadah serta amalan yang disukai Allah SWT, begitu pula dengan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap hamba-Nya.

    Jika seseorang berpuasa setiap hari, maka sudah pasti ia akan meninggalkan beberapa kewajiban lain.

    Oleh sebab itu, dianjurkan untuk melakukan puasa Daud, agar kewajiban lain dapat terpenuhi serta dapat meletakkan sesuatu sesuai dengan porsi yang pas dan sesuai.

    Manfaat Puasa Daud

    Ada banyak sekali manfat puasa Daud yang berkaitan dengan keutamaanya. Tidak hanya sebagai sarana mencari pahala, melainkan juga untuk kesehatan tubuh, mendekatkan diri dengan Allah SWT. Berikut beberapa manfaat puasa Daud untuk jodoh yang bisa kamu dapatkan.

    1. Mendapatkan Ridho dari Allah SWT

    Puasa Daud merupakan puasa yang paling disukai oleh Allah. Jadi, menjalankan puasa Daud dapat membawa suatu manfaat.

    Selain manfaat untuk menahan dari nafsu serta syahwat dunia, puasa Daud juga dijadikan sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    2. Ibadah untuk Mendapatkan Jodoh

    Sebenarnya ibadah serta doa apa pun baik dalam mendatangkan jodoh. Namun, banyak yang percaya bahwa puasa Daud juga mendatangkan jodoh untuk kita.

    Hal ini dikarenakan ibadah puasa Daud menjadi satu di antara ibadah yang ijabah oleh Allah SWT. Dengan melaksanakannya, kita akan dijauhkan dari  perbuatan maksiat, bahkan kita juga bisa menahan hawa nafsu yang menjerumuskan.

    Terjauhnya diri dari godaan setan dan juga maksiat, tentu saja Allah SWT akan meridhoi segala doa yang dinaungkan kepada-Nya, salah satunya perkara mempercepat datangnya jodoh.

    3. Mencegah Sering Sakit

    Manfaat puasa Daud yang sangat terasa untuk kesehatan tubuh adalah mencegah sakit.

    Pelaksanaan puasa Daud bagaikan sebuah imunitas bagi tubuh. Dengan melakukan puasa Daud yang dilakukan secara selang-seling akan menjadikan kondisi tubuh menjadi lebih sehat terutama pada saluran pencernaan.

    Tubuh akan membakar lemak-lemak yang berada di dinding perut maupun bagian tubuh lain sebagai cadangan makanan yang diolah. Tentu hal ini akan membuat badan menjadi ideal dan sehat.

    4. Membuang Racun-racun

    Manfaat puasa Daud lainnya dapat bertindak sebagai proses detoksifikasi bagi tubuh.

    Pada dasarnya, semua jenis puasa, baik puasa sunnah atau puasa wajib memang berguna untuk membersihkan tubuh.

    Pelaksanaan puasa Daud yang rutin dilakukan bisa membuang segala jenis racun yang ada di dalam tubuh. Racun-racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan udara yang Anda hirup pastinya bisa merugikan kesehatan jika tidak dibuang.

    5. Menguatkan Fisik

    Hal ini dibuktikan dengan kekuatan fisik mengagumkan yang dimiliki oleh Nabi Daud AS. Kekuatan fisiknya ini melengkapi perawakan tubuh tinggi dan pesona kharismatiknya.

    Manfaat puasa Daud yang satu ini sangat berguna untuk menunjang produktivitas sehari-hari apalagi ini sangat penting bagi para laki-laki.

    6. Menjaga Diri Dari Maksiat

    Manfaat puasa Daud lainnya yaitu dapat menjaga diri dari maksiat. Ketika seseorang berpuasa Daud artinya seseorang tersebut senantiasa beribadah dan mengingat Allah.

    Oleh karena itu, setan tidak akan mampu membujuk manusia untuk bermaksiat seolah-olah manusia telah terbentengi. 

    7. Menuntun Diri Untuk Berakhlak Baik

    Salah satu manfaat puasa Daud dapat melatih akhlak baik, contohnya kesabaran. Ketika berpuasa, seseorang akan berusaha bersabar menunggu waktu berbuka. Begitu Pula ketika marah, orang berpuasa akan menahan amarahnya sehingga bisa ditahan dengan baik.

    Nah, itulah dia penjelasan mengenai niat, tata cara serta keutamaan dan manfaat yang bisa didapatkan jika menjalankan puasa Daud. Semoga bermanfaat.

    Assalamualaikum wr. Wb.

  • 7 Manfaat Hidup Sederhana Menurut Islam, Muslim Harus Tau!

    7 Manfaat Hidup Sederhana Menurut Islam, Muslim Harus Tau!

    Hidup Sederhana atau yang kerap disebut dengan istilah minimalis, merupakan gaya hidup yang dewasa ini banyak digaungkan masyarakat. Pasalnya ada banyak sekali manfaat hidup sederhana menurut Islam.

    Dalam Islam, seorang muslim dianjurkan untuk hidup sederhana sebab hal ini turut dipraktikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-harinya.

    Hidup sederhana yang dimaksud bukanlah meninggalkan harta serta kepunyaan lantas menjadi orang yang miski. Namun hidup sesuai kebutuhan dan menjauhi sifat keserakahan yang konsumtif sebab hal ini tidak disukai Allah SWT.

    Ingin tahu manfaat hidup sederhana menurut Islam? Yuk simak uraiannya berikut ini.

    Konsep Hidup Sederhana

    Ada baiknya untuk mengenal apa sebenarnya konsep hidup sederhana sebelum manfaat dalam mempraktikannya.

    meski banyak digaungkan di masyarakat dengan istilah keren yakni minimalisme. Akan tetapi faktanya, kebanyakan seseorang akan lupa dengan prinsip cukup setelah mereka memiliki lebih. Seperti menaikkan kebutuhan seiring dengan kenaikan gaji.

    Oleh sebab itulah keputusan untuk menjalani hidup sederhana kerap kali sulit dilakukan jika tidak memiliki niat serta tekad untuk konsisten di dalamnya. Namun, ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan apabila kita berhasil mempraktikkannya.

    Sebenarnya, menjalani hidup sederhana ini mudah untuk dipraktikan apabila mengetahui konsepnya.

    Konsep ini dilakukan dengan menyeimbangkan atau menyesuaikan dengan kondisi sebenarnya, dengan mementingkan pemenuhan kebutuhan yang sifatnya primer seperti makanan yang bergizi, pendidikan serta kesehatan.

    Konsep inilah yang akan membuat seseorang yang mencoba mempraktikannya merasa metode minimalisme lebih efektif untuk menyukupi kehidupan dan tidak mubazir.

    Selain itu, dengan menerapkan hidup minimalis, kita akan lebih mengenal diri kita sendiri dan menentukan apa yang sebetulnya penting dan belum penting untuk dibeli. Tidak hanya itu, kita juga akan senantiasa menjalani hidup yang bisa membuat diri kita bahagia, menekuni hobi, bersyukur dan lebih meningkatkan hubungan sosial dengan sesama.

    Baca juga: 13 Doa Agar Anak Sholeh dan Sholehah, Ayah Bunda Yuk Amalkan!

    Manfaat Hidup Sederhana Menurut Islam

    Meski mempraktikan hidup sederhana nampak sederhana dan sepele, akan tetapi faktanya penerapannya butuh keseriusan, tekad serta konsisten agar berhasil.

    Namun, tidak akan merugi bagi kita menerapkan hidup sederhana untuk keseharian, sebab Rasulullah SAW sendiri mencontohkan untuk senantiasa hidup sederhana dengan secukupnya dalam memenuhi kebutuhan pribadi.

    Mengingat bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan di dunia akan dihisab serta dipertanyakan kefadhilahannya. Adapun manfaat hidup sederhana menurut Islam adalah sebagai berikut:

    1. Meningkatkan Rasa Syukur

    Manfaat hidup sederhana menurut Islam yang pertama yakni meningkatkan rasa syukur di dalam diri kita. Sebab hal ini akan selalu mengajarkan kita untuk selalu merasa cukup terhadap sesuatu yang dimiliki saat ini.

    Meski kelak, Allah menitipkan kelebihan dalam hal rezeki ekonomi pun tidak akan mengubah diri kita menjadi lebih konsumtif dari biasanya.

    Selain itu, hidup sederhana juga menjadikan kita merasakan hidup yang lebih hemat serta tak berlebihan dalam hal apapun dalam dunia ini, justru lebih bersyukur dengan apa pun yang Allah berikan kepada kita.

    Sebagaimana firman Allah SWT berikut yang menganjurkan umat-Nya untuk senantiasa bersyukur berikut ini.

    “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 152)

    Masih dalam surat yang sama, yakni Al-Baqarah ayat 172, Allah SWT juga berfirman:

    “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”

    Dengan bersyukur, Allah akan mendatangkan kenikmatan berkali-kali lipat dibanding biasanya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 145 yang artinya,

    “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran : 145)

    2. Terhindar dari Sifat Sombong

    Manfaat hidup sederhana menurut Islam selanjutnya yakni melindungi kita dari sifat sombong. Sebab orang-orang yang hidup sederhana biasanya akan lebih rendah hati.

    Perlu diketahui bahwa sombong merupakan sifat yang tidak disukai Allah SWT. Sebagaimana yang tertulis dalam Alquran berikut:

    “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl : 23)

    Selain itu, disebutkan pula dalam surat lain bahwasannya Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman : 18)

    Dengan mempraktikan hidup sederhana, kita akan selalu berpegang pada prinsip bahwa segala sesuatu hanya titipan dan akan dihisap dikemudian hari.

    3. Pengaturan Keuangan yang Lebih Baik

    3. Pengaturan Keuangan yang Lebih Baik

    Dapat mengatur keuangan menjadi lebih baik juga termasuk dalam salah satu manfaat hidup sederhana menurut Islam yang bisa diperoleh bagi seorang muslim yang mempraktikan minimalisme ini.

    Kehidupan sederhana akan menjadikan seseorang memiliki sikap selektif dan cermat dalam mengatur keuangannya agar bisa tetap bertahan hidup tanpa melakukan tindakan yang berlebihan.

    Sistem pengaturan keuangan yang lebih tersebut dapat dilakukan dengan menabung atau menginvestasikan pada hal yang bermanfaat. Tentu hal ini akan memiliki manfaat yang besar dikemudian hari.

    Baca juga: Istidraj: Pengertian, Tanda, Bahaya, dan Cara Menghindarinya

    4. Lebih Mudah Terhindari dari Kondisi Stress

    Menerapkan hidup sederhana akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental seseorang.

    Sebab ketika kita memilih untuk hidup sederhana, kita tidak akan memiliki ambisi yang berlebihan dalam mencapai atau memiliki sesuatu. Pasalnya, hidup sederhana ini akan membuat seseorang lebih mudah merasa cukup dan selalu bersyukur.

    Selain itu, orang yang hidup dalam kesederhanaan akan lebih menemukan kebahagiaan versi dirinya sendiri dan lebih mudah mendapatkan kebahagiaan meski dari hal kecil atau sepele.

    5. Memperkuat Hubungan dengan Orang Lain

    Siapa sangka jika manfaat hidup sederhana menurut Islam ada kaitannya dengan memper hubungan dengan orang lain? Pola hidup sederhana ini menjadikan kita lebih mudah memusatkan pikiran pribadi hanya untuk hal yang dianggap penting, seperti keluarga, sahabat, dan lain sebagainya.

    Orang yang cenderung menyukai kemewahan, akan mengalokasikan waktunya hanya untuk bekerja dan menghabiskan uang hasil kerjanya untuk dipamerkan.

    Selain itu, memilih hidup sederhana membuat seseorang lebih menyukai berkomunikasi dengan orang terdekatnya ketimbang menghabiskan waktu bersama gadget dengan berlebihan.

    6. Hidup Jadi Lebih Tenang dan Bahagia

    Memutuskan menjalani hidup sederhana akan membuat kita lebih tenang, sebab kita tidak akan dihantui dengan hal-hal yang sifatnya hanya keinginan dan konsumtif. Padahal sebenarnya tidak terlalu penting dan membawa kesulitan dikemudian hari.

    Sederhananya, memilih hidup sederhana akan membuat hidup yang kita jalani tak akan dihantui oleh pengeluaran konsumtif yang terkesan membebani. Selain itu, kita juga akan lebih siap untuk bisa menghadapi rencana jangka panjang.

    7. Terhindar dari rasa iri dan dengki.

    Manfaat hidup sederhana menurut Islam yang terakhir yakni menghindarkan diri dari rasa dengki dan iri hati. Sebab seseorang yang memilih untuk hidup sederhana biasanya akan memiliki sifat qanaah, sehingga hidupnya kan selalu merasa cukup. Hal inilah yang akan menghindarkan kita dari sikap iri dan dengki.

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Umatku akan ditimpa penyakit berbagai umat. “Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja penyakit umat-umat (terdahulu)?” Rasulullah berkata, “Kufur Nikmat, menyalahgunakan nikmat, saling berlomba memperbanyak dunia, saling berbuat najsy (mengelabui dalam penawaran, pen.), saling memusuhi, dan saling hasad-menghasadi hingga timbulnya sikap melampaui batas (kezaliman).” (HR. Al-Hakim).

    Jika bisa hidup sederhana dan memilah apa yang benar-benar dibutuhkan atau tidak. Tentu hal ini akan lebih menyenangkan bukan? Sebab ada banyak sekali manfaat hidup sederhana menurut Islam yang bisa dijadikan salah satu motivasi untuk memulainya.

  • Perbedaan Mahram dan Muhrim dalam Islam serta Contohnya agar Tidak Keliru Memahaminya

    Perbedaan Mahram dan Muhrim dalam Islam serta Contohnya agar Tidak Keliru Memahaminya

    Istilah Mahram dan Muhrim merupakan dua istilah yang cukup familiar terdengar. Namun tahukah apa sebenarnya perbedaan mahram dan muhrim dalam Islam?

    Meski familiar dan acap kali digunakan, penggunaan kata mahram dan muhrim sering kali kurang tepat atau terbalik-balik dalam masyarakat.

    Jadi apakah makna sebenarnya dari mahram dan muhrim, agar penggunaan kata ini tepat serta tidak lagi keliru atau tertukar? Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

    Mengenal Makna Mahram

    Sebelum membahas mengenai perbedaan mahram dan muhrim dalam Islam. Tentu akan lebih baik jika mengetahui apa makna sebenarnya dari mahram itu sendiri.

    Jika membahasa mengenai mahram. Kata ini mudah sekali dijumpai dalam pembahasan mengenai pernikahan. Asal kata mahram sendiri adalah haram yang artinya dilarang atau tidak boleh dilakukan.

    Mahram merupakan perempuan yang tidak boleh dinikahi (dalam permasalahan nikah) atau wanita yang tidak dapat membatalkan wudhu ketika bersentuhan dengan lawan jenisnya (dalam permasalahan bersuci).

    Baca juga: Apa Hukum Merapikan Gigi dalam Islam? Kikir, Behel, dan Sejenisnya

    Dua orang yang punya hubungan mahram diperbolehkan menyentuh satu sama lain, baik bersalaman atau lainnya.

    Bahkan keharaman orang yang mahram untuk menikah turut dijelaskan oleh salah satu ulama yakni Imam Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menerangkan hakikat wanita yang termasuk mahram:

    ‘Hakikat wanita yang termasuk mahram dimana boleh seorang laki-laki boleh melihat, khalwat (berduaan), bepergian dengannya, adalah wanita yang haram dinikahi selamanya karena sebab yang mubah, karena statusnya yang haram.’

    Selain itu dijelaskan pula dalam salah satu firman Allah SWT pada surat Surah An-Nisa ayat 23 yang bunyinya:

    حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

    ḥurrimat ‘alaikum ummahātukum wa banatukum wa akhawātukum wa ‘ammātukum wa khālātukum wa banatul-akhi wa banatul-ukhti wa ummahātukumullātī arḍa’nakum wa akhawātukum minar-raḍā’ati wa ummahātu nisā`ikum wa raba`ibukumullātī fī ḥujụrikum min-nisā`ikumullātī dakhaltum bihinna fa il lam takụnụ dakhaltum bihinna fa lā junāḥa ‘alaikum wa ḥalā`ilu abnā`ikumullażīna min aṣlābikum wa an tajma’ụ bainal-ukhtaini illā mā qad salaf, innallāha kāna gafụrar raḥīmā

    Artinya: “Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu istri-istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum bercampur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), tidak berdosa bagimu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan pula) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Ayat di atas cukup menjelaskan mengenai apa itu mahram, sehingga tidak akan sulit untuk kemudian memahami perbedaan mahram dan muhrim dalam Islam. Untuk lebih sederhananya, berikut beberapa jenis mahram yang perlu diketahui:

    1. Mahram Sebab Keturunan atau Nasab

    Seluruh perempuan yang terhitung saudara atau kerabat itu mahram terkecuali perempuan yang dimulai dari sepupu atau anak bibi hingga ke bawah. Secara garis besar ada 7 golongan mahram:

    1. Ibu, nenek, sampai ke atas.
    2. Anak perempuan, cucu, sampai ke bawah.
    3. Saudara perempuan.
    4. Anaknya saudara laki-laki sampai ke bawah.
    5. Anaknya saudara perempuan sampai ke bawah.
    6. Bibi (dari ayah). Namun, mulai dari anak bibi (sepupu) sampai ke bawah tidaklah mahram, sehingga boleh untuk dinikahi.
    7. Bibi (dari ibu). Namun, mulai dari anak bibi (sepupu) sampai ke bawah tidaklah mahram, sehingga boleh untuk dinikahi.

    2. Mahram Sepersusuan

    Mahram sebab sepersusuan itu sama dengan apa yang terdapat dalam mahram sebab nasab. Hal ini turut dijelaskan dalam salah satu hadits al-Bukhari yang bunyinya,

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ :قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بِنْتِ حَمْزَةَ لَا تَحِلُّ لِي يَحْرُمُ مِنْ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ هِيَ بِنْتُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَة  [رواه البخاري]

    Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang putri Hamzah: “Dia tidak halal bagiku, darah susuan mengharamkan seperti apa yang diharamkan oleh darah keturunan, dan dia adalah putri saudara sepersusuanku (Hamzah).” [HR. al-Bukhâri]

    Baca juga: Hukum Pajak dalam Islam, Dari berbagai Sudut Pandang

    3. Mahram Sebab Pernikahan

    Berikut ini yang termasuk mahram karena sebab pernikahan:

    1. Mertua
    2. Anak tiri (jika sang ayah tiri sudah berhubungan badan dengan istrinya)
    3. Ibu tiri
    4. Menantu
    5. Saudara perempuanya istri

    4. Mahram Ghairu Muabbad

    Mahram ghairu muabbad ialah orang yang haram untuk dinikahi sementara waktu sebab ada alasan yang menghalanginya.

    Ada empat golongan yang termasuk dalam kategori ini, yaitu:

    a. Istri yang Ditalak Tiga

    Ketika seorang suami telah menalak tiga istrinya, mereka hanya bisa rujuk apabila sang istri menikah kembali namun dengan niat karena Allah.

    Jika dari pernikahan yang kedua ini kemudian ia bercerai atau suaminya meninggal. Maka barulah ia diperbolehkan untuk kembali menikah dengan suami yang pertama.

    Hal ini dijelaskan dalam Surat Al Baqarah ayat 230. Allah berfirman:

    “Kemudian jika dia menceraikannya (setelah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan bekas istri) untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan.” (QS. Al Baqarah: 230)

    b. Wanita yang Masih Mempunyai Ikatan Pernikahan

    Haram hukumnya menikahi seorang wanita yang masih memiliki ikatan pernikahan, masih dalam masa iddah dan wanita yang sedang dalam keadaan hamil.

    Mereka baru boleh dinikahi ketika segala ikatan dengan sang suami telah putus sepenuhnya.

    c. Memadu Dua orang Wanita yang Bersaudara

    Memadu dua orang wanita yang bersaudara hukumnya haram. Namun, jika sudah bercerai dengan salah satunya atau istrinya meninggal dunia, maka diperbolehkan untuk menikahi saudaranya.

    d. Memadu Bibi dari Istri

    Memadu bibi dari istri, baik dari jalur ayah maupun ibu hukumnya haram. Ketetapan ini diatur berdasarkan hadits berikut:

    “Abdan telah menceritakan kepada kami: Abdullah telah mengabarkan kepada kami: Ashim telah mengabarkan kepada kami: Dari Sya’bi dia mendengar Jabir berkata. ‘Rasulullah SAW melarang dinikahinya seorang wanita bersama dengan bibinya dari jalur ibu dan bibinya dari jalur bapak.’” (HR. Bukhari, no. 5108)

    Mengenal Makna Muhrim

    Sebelum membahas mengenai perbedaan mahram dan muhrim dalam Islam, setelah memahami apa makna dari mahram. Ada baiknya untuk mengenal serta memahami pula makna dari muhrim itu sendiri.

    Melansir laman resmi NU Online, istilah muhrim biasa dikenal dalam pelaksanaan ibadah haji atau umrah, yakni Ihram (tahapan awal seseorang menunaikan haji atau umrah).

    Sementara dalam bahasa Arab, kata muhrim berasal dari muhrimun yang artinya orang yang berihram dalam ibadah haji sebelum bertahallul. Sehingga muhrim sendiri merupakan orang yang sedang melaksanakan ibadah ihram.

    Perbedaan Mahram dan Muhrim dalam Islam

    Dari penjelasan di atas, maka sudah jelas bahwasannya perbedaan mahram dam muhrim dalam Islam terletak pada artinya.

    Yang mana mahram adalah wanita yang haram dinikahi, baik sementara maupun selamanya. Sedangkan muhrim merupakan orang yang melaksanakan ibadah ihram, yakni haji maupun umrah.

    Sederhanannya, yang satu kaitannya dengan pernikahan, yang satu lagi kaitannya dengan ibadah haji.

    Demikian penjelasan mengenai perbedaan mahram dan muhrim dalam Islam. Sekiranya penjelasan di atas dapat menjadi wawasan yang bermanfaat bagi kita semua.

  • Manfaat dan Keutamaan Sholat Tahajud, Yakin Dilewatkan?

    Manfaat dan Keutamaan Sholat Tahajud, Yakin Dilewatkan?

    Setiap orang pasti memiliki keinginan yang menjadi angan-angan untuk diigapai. Dalam Islam, terdapat beberapa cara agar hajat segera terkabul, salah satunya yakni dengan meminta pertolongan kepada Allah SWT melalui sholat Tahajud. Ada banyak sekali keutamaan sholat Tahajud tersebut.

    Meski tidak diwajibkan seperti sholat lima waktu. Sholat Tahajud menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh berbagai keistimewaan dari-Nya.

    Lantas, apa saja keistimewaan yang bisa kita dapatkan sebagai seorang muslim yang rajin mengerjakan sholat Tahajud?

    Keutamaan Sholat Tahajud

    Sholat Tahajud merupakan amalan yang sangat baik untuk dilakukan oleh seorang Muslim, apalagi jika memiliki hajat yang ingin segera dikabulkan. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT pada QS. Al-Isra ayat 79 yang artinya:

    “Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”.

    Oleh sebab itu, akan disayangkan bagi seorang muslim yang tidak pernah mengerjakan ibadah sholat Tahajud selama hidupnya. Adapun keutamaan sholat Tahajud adalah sebagai berikut:

    1. Masuk Golongan Orang yang Beriman

    Keutamaan sholat Tahajud yang pertama, yakni apabila seorang muslim dengan istiqomah mengerjakan sholat Tahajud dan diniatkan karena Allah Ta’ala, maka akan dimasukkannya ia dalam golongan orang-orang yang beriman.

    Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Furqan ayat 63-64, Allah SWT berfirman:

    وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا

    وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَٰمً

    Wa ‘ibādur-raḥmānillażīna yamsyụna ‘alal-arḍi haunaw wa iżā khāṭabahumul-jāhilụna qālụ salāmā. Wallażīna yabītụna lirabbihim sujjadaw wa qiyāmā

    Artinya: Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    2. Dijanjikan Masuk Surga

    Keutamaan sholat Tahajud berikutnya yakni janji Allah SWT terhadap orang yang istiqomah melaksanakan sholat Tahajud adalah surga. Hal ini dijelaskan dalam salah satu hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا اْلأَرْحَـامَ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ.

    Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan salatlah di malam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian akan masuk ke dalam surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

    3. Melatih Kesabaran

    Manfaat Sholat tahajud Melatih Kesabaran

    Sholat tahajud juga memiliki keutamaan untuk melatih kesabaran. Hal itu diisyaratkan dalam firman Allah SWT dengan menyebut perintah untuk melaksanakan sholat malam setelah perintah untuk bersabar.

    Sebagaimana dijelaskan dalam QS. At-Tur ayat 48 yang berbunyi:

    وَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

    Waṣbir liḥukmi rabbika fa innaka bi`a’yuninā wa sabbiḥ biḥamdi rabbika ḥīna taqụm

    Artinya: Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.

    4. Mendapat Kedudukan Terppuji di Dunia dan Akhirat.

    Keutamaan sholat Tahajud selanjutnya yakni akan Allah SWT akan berikan kedudukan terpuji bagi orang yang sering mengamalkan sholat Tahajud.

    Kedudukan ini meliputi kehidupan di dunia maupun di akhirat, pernyataan ini dipertegas dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra ayat 79 yang berbunyi:

    وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

    Wa minal-laili fa taḥajjad bihī nāfilatal laka ‘asā ay yab’aṡaka rabbuka maqāmam maḥmụdā

    Artinya: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

    Baca juga: 5 Doa Meminta Jodoh dan Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    5. Dosanya Dihapuskan

    Keutamaan sholat Tahajud yang kelima adalah dosa orang yang mendirikannya akan dihapuskan atas izin Allah SWT.Keutamaan ini didasari sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Tirmidzi yang bunyinya:

    Sholat tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan, dan menghindarkan dari penyakit.” (HR Tirmidzi)

    Selain itu, dijelaskan pula dalam hadis lain yang menjelaskan bahwa sholat Tahajud memiliki keutamaan yang dapat menghapus dosa dan Allah akan mengabulkan hajat orang yang merintih kepada-Nya. Hadis tersebut diriwayatkan Al- Bukhari dan Muslim yang bunyinya:

    Pada tiap malam, Tuhan Kamu turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Dia berfirman: “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Kuperkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepadaKu, akan Kuperkenankan permintaannya. Dan barangsiapa yang meminta ampunan kepadaKu, Aku ampuni dia”. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

    6. Doanya Dikabulkan

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, salah satu keutamaan sholat Tahajud yakni akan dikabulkan doa atau hajat orang yang melakukannya.

    Hal ini disebabkan, sholat Tahajud memiliki derajat tinggi, sehingga bagi siapa pun yang mengerjakannya maka doanya akan dikabulkan.

    Penjelasan ini pernah dibahas Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, yang berbunyi:

    Setiap malam Allah SWT turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata, ‘Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti aku berikan apa yang dia minta? Adakah hamba-Ku yang beristighfar sehingga Aku ampuni dosanya?” (HR. Bukhari dan Muslim)

    7. Mendapat Ridho Allah SWT

    Apabila seorang muslim dengan kerelaan hatina bangun di sepertiga malam lalu melaksanakan sholat Tajahud, maka orang tersebut akan diridhoi Allah SWT.

    Hal ini tertera dalam hadis riwayat Abu Ya’la yang berbunyi:

    “Tiga orang yang diridhoi Allah yaitu orang yang pada tengah malam bangun dan sholat, suatu kaum (jamaah) yang bershaf untuk sholat, dan suatu kaum yang berbaris untuk perang di jalan Allah.” (HR Abu Ya’la)

    8. Terhindar dari Berbagai Penyakit

    Keutamaan selanjutnya yakni akan diberikan kesehatan dan terhindar berbagai penyakit bagi mereka yang istiqomah mengerjakan sholat Tahajud. Hal ini tercantum dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi sebagai berikut:

    “Lakukanlah sholat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh.” (HR. Tirmidzi)

    9. Waktu Mustajab untuk Memohon Ampun

    Keutamaan yang terakhir yakni sholat Tahajud merupakan waktu dan sarana mustajad untuk bermunajat kepada Allah SWT dan memohon ampunan atas segala dosa-dosa kepada-Nya.

    Diperjelas dengan firman Allah SWT yang bunyinya:

    “Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran.

    Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik.

    Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Muzzammil:20)

    Manfaat Sholat Tahajud

    Selain keutamaan, ada beberapa manfaat sholat Tahajud yang setidaknya harus dketahui umat Muslim,  agar mengetahui betapa meruginya yang tidak pernah menjalankan ibadah satu  ini.

    Tidak berlama-lama, berikut manfaat sholat Tahajud yang perlu diketahui:

    1. Mendekatkan Diri dengan Allah SWT

    Manfaat yang pertama yakni akan didapatkan baginya rasa tenang, pikiran dan batin karena sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Orang-orang yang tekun menjalani sholat tahajud niscaya akan diliputi aura kebahagiaan dan ketenangan. Kebahagiaan ini lantaran ia bisa merasakan bahwa dirinya sangat dekat dengan Allah SWT.

    2. Menjaga Kesehatan Fisik

    Sholat Tahajud juga memiliki manfaat secara fisik, sebagai terapi untuk pengebotan berbagai penyakit yang paling baik.

    Oleh karena itu, seorang muslim yang  rajin mengerjakan sholat Tahajud akan memiliki daya tahan tubuh yang baik, sehingga akan jarang terjangkit virus atau terseang penyakit.

    Rasulullah SAW bersabda, “Lakukan sholat malam karena itu adalah tradisi orang-orang shalih dihadapanmu, sarana mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dosa, menghapus perbuatan salah, dan mencegah segala macam penyakit dari tubuh.” (HR Tirmidzi)

    3. Membawa ke Tempat Mulia

    Allah SWT menjanjikan siapapun yang mengerjakan sholat Tahajud maka akan diangkat ke tempat terpuji dan mulia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al Isra ayat 79.

    Tentu mendapatkan jaminan tempat terpuji di sisi Allah SWT merupakan impian semua umat. Dengan demikian Allah SWT telah menjamin terbentangnya jalan keselamatan di dunia maupun di akhirat kelak.

    4. Membukakan Pintu Surga

    Manfaat sholat Tahajud yang ke empat yakni terbukanya pintu-pintu surga bagi orang-orang yang mengerjakan sholat Tahajud. Sebab umat Muslim yang dengan istiqomah mengerjakan sholat Tahajud, akan dilimpahkannya amal baik sebagai tabungan pahala di akherat kelak.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturrahim, dan shalatlah pada malam hari ketika orang lain sedang tidur; niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)

    5. Diakui sebagai Orang Istimewa

    Manfaat sholat tahajud selanjutnya yakni diakui sebagai orang yang istimewa. Bagi siapa saja yang melakukan sholat tahajud akan terlihat sebagai orang spesial khususnya di mata Allah SWT.

    Sebagaimana dijelakan dalam surat At-Tur ayat 48-49 yang artinya:

    Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun, dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar).”

    Allah SWT juga menjelaskan bahwa orang  yang rutin mengerjakan sholat Tahajud merupakan orang-orang yang memiliki sifat rendah hati dan bersahabat.

    Nah, itulah dia keutamaan sholat Tahajud dan manfaatnya. Sayang sekali bukan jika kita melewatkannya?

    Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang dicintai Allah SWT dan dalam perlindungan-Nya. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! Assalamualaikum wr. wb

  • Mengenal Syubhat: Definisi, Jenis, dan Contohnya

    Mengenal Syubhat: Definisi, Jenis, dan Contohnya

    Selain istilah halal dan haram, seorang muslim juga harus mengenal istilah syubhat yang berarti samar dan tidak diketahui.

    Ketika seorang muslim menemukan suatu perkara yang tidak jelas atas hukum dan statusnya, Islam menganjurkan untuk meningalkan perkara tersebut agar terhindar jatuh pada perkara yang haram.

    Beberapa umat muslim kerap kali terjerumus pada syubhat, sebab tidak memahami dan mencari tahu mengenai kejelasan perkara tersebut. Untuk itu, penting bagi seorang muslim mengenali seputar syubhat dan contohnya dalam keseharian.

    Pengertian Syubhat

    Istilah mengenai halal, haram, makruh, wajib, atau sunnah sudah akrab dan umum dikenal seorang muslim dan termasuk ke dalam perkara yang jelas. Berbeda halnya dengan syubhat yang berarti samar dan tidak diketahui.

    Secara harfiah, syubhat didefiniskan sebagai ketidakjelasan atau keragu-raguan akan sesuatu, apakah suatu hal atau perkara termasuk halal atau haram.

    Sementara menurut istilah, syubhat merupakan kesamaran sehingga tidak bisa diketahui halal atau haramnya dengan jelas.

    Syubhat terhadap suatu perkara bisa muncul karena ketidakjelasan status hukum, sifat, maupun faktanya. Hal ini bisa saja muncul karena ketidaktahuan dan umum dialami oleh orang awam.

    Apalagi zaman ini, banyak permasalahan yang belum jelas dan meragukan bagi orang awam sehingga dibutuhkan keterangan atau penelitian lebih lanjut untuk mengenali halal maupun haramnya.

    Syriat Islam menurut segala sesuatu dilakukan atas dasar keyakinan bukan ketidakjelasan maupun keragu-raguan. Oleh karena itu, dibutuhkan fatwa maupun ijtihad ulama untuk menentukan status hukumnya.

    Baca juga: Hukum Menyukai KPOP dalam Islam, Kupas Tuntas

    Hal ini turut dijelaskan dalam salah satu hadits riwayat Tirmidzi, bahwasannya seorang muslim hendaknya menjauhi perkara yang belum diketahui dengan jelas mengenai halal atau haramnya.

    Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, dari Al-Husain bin Ali RA ia berkata, ‘Saya selalu ingat pada sabda Rasulullah Saw’, yaitu: “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu dan kerjakanlah sesuatu yang tidak meragukanmu”. (HR. Tirmidzi)

    Selain itu terdapat hadits lain yang turut menjelaskan mengenai hal syubhat, yakni hadits riwayat Bukhari dan Muslim:

    عَنْ أَبِيْ عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بِشِيْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (إِنَّ الحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاس، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرأَ لِدِيْنِهِ وعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِيْ الحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَقَعَ فِيْهِ. أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمَىً. أَلا وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ، أَلاَ وإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهيَ اْلقَلْبُ) رَوَاهُ اْلبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

    Artinya: “Diriwayatkan dari Abi Abdillah al-Nukman bin Bisyir, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya perkara yang halal sudah jelas, demikian pula perkara haram. Di antara perkara halal dan haram terdapat perkara syubhat yang tidak banyak orang mengetahuinya. Maka siapapun yang menjaga diri dari perkara syubhat, sungguh akan bersih agama dan perangainya. Dan barang siapa yang terjerumus dalam kesyubhatan, maka ia akan jatuh dalam keharaman. Ibarat pengembala yang mengembalakan ternaknya di daerah yang terlarang, maka ia pun akan masuk ke dalam. Ingatlah, bahwa sesungguhnya setiap penguasa memiliki daerah yang terlarang. Dan ketahuilah sesungguhnya daerah larangan Allah adalah keharaman. Dan ingatlah, bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal daging yang apabila daging ini baik, maka tubuh akan baik, dan apabila rusak, maka tubuh itu akan rusak, daging itu dinamakan hati.”

    Jenis serta Contoh Syubhat

    Jenis serta Contoh Syubhat

    Untuk memahami lebih jelas terkait perkara syubhat. Berikut beberapa jenis serta contohnya yang perlu diketahui:

    1. Keraguan Terhadap yang Bisa Menghalalkan dan Mengharamkan

    Syubhat jenis ini bisa berarti keraguan terhadap halal maupun haramnya suatu hal. Halal ini bisa terjadi jika kehalalannya tersebut berada pada tingkat yang sama dengan resiko haramnya.

    Sehingga hukumnya disesuaikan dengan hukum yang diketahui di awal sebelum adanya keraguan, dan keraguannya diabaikan.

    Namun, jika kemungkinan dari salah satunya lebih kuat karena berbagai alasan, maka hukumnya disesuaikan dengan kemungkinan yang lebih kuat.

    Contohnya, jika  hukum haram diketahui sebelum adanya keraguan, maka hukumnya disesuaikan dengan kemungkinan awal.

    Sementara itu, apabila sesuatu telah diketahui halal, namun masih merasa ragu, maka tetap saja hukumnya adalah halal.

    Contoh mengenai sebab kuat yang mempengaruhi hukumnya, ketika seseorang memanah seekor kijang yang kemudian lari. Setelah itu, ia menemukan kijang tersebut dalam keadaan mati dan tidak ada luka selain sebabnya panah tersebut.

    Namun, ada kemungkinan binatang itu mati dikarenakan jatuh atau sebab lain. Meski demikian, hukum yang dipilih pada binatang tersebut adalah halal. Sebab luka panah yang terdapat pada kijang tersbeut termasuk kedalam sebab dhohir yang terjadi secara nyata.

    Baca juga: Doa Ketika Gempa Bumi sesuai Sunnah, Arab-Latin dan Artinya

    2. Keraguan yang Disebabkan oleh Percampuran

    Syubhat jenis ini terjadi apabila tercampurnya antara perkara haram dengan perkara halal, sehingg akeduanya nampak serupa dan sulit dibedakan.

    Mengenai hal ini, terdapat beberapa macam percampuran yang perlu diketahui.

    Yang pertama yakni percampuran dengan jumlah terhitung, contohnya satu bangkai tercampur dengan satu atau sepuluh binatang yang disembelih secara syar’i.

    Contoh lainnya, yakni satu wanita yang mempunyai nasab rodlo’ yang tercampur dengan sepuluh wanita yang halal untuk dinikahi.

    Syubhat Ini adalah bentuk yang wajib dijauhi secara bersifat ijma’. Sebab, dalam keadaan ini tidak ada peluang untuk melakukan ijtihad dengan tanda-tanda yang ada.

    Yang kedua adalah percampuran antara perkara haram yang terhitung jumlahnya, dengan perkara halal yang tidak terhitung.

    Contohnya satu atau sepuluh wanita satu susuan yang bercampur dengan seluruh penduduk wanita di daerah yang luas.

    Meski demikian, tidak pula diharuskan bagi mereka untuk tidak menikahi penduduk daerah tersebut. Hal ini diperbolehkan meski terdapat keragu-raguan sebelumnya.

    Ditetapkan seperti ini karena adanya dua hal yang bersamaan, yaitu dugaan kuat akan hukum halal dan adanya hajat.

    Pasalnya, orang yang kehilangan orang satu susuan, baik karena pernikahan atau sebab lainnya tidak mungkin dilakukan.

    Sama halnya dengan orang yang mengetahui bahwa harta dunia ini pasti tercampur dengan harta yang haram. Tidak haram baginya menggunakan harta tersebut dan mengonsumsi makanannya.

    Sebab sesungguhnya hal tersebut sangatlah berat, sedangkan agama Islam tidak pernah mempersulit.

    3. Kemaksiatan yang Bersamaan dengan Sebab-Sebab yang Halal

    Contoh syubhat jenis ini adalah jual beli saat azan Jumat, atau menawar barang yang sudah ditawar orang lain ketika akan dijual.

    Ketika seseorang mengambil hasil dari perbuatan tersebut, maka hukumnya makruh. Sedangkan makruh itu menyerupai haram.

    Contoh lain pada syubhat ini yakni menjual minuman alkohol kepada produsen khamr, dan tidak mengkonsumsinya sama sekali.

    Sebetulnya, ada perbedaan pendapat ulama dalam menyikapi sah dan tidaknya akad, serta halal-haramnya hasil dari akad tersebut.

    Meski diperbolehkan dan tetap halal, pelakunya tetap dinilai telah bermaksiat dengan melakukan akad tersbeut. Sebagaimana orang yang bermaksiat ketika menyembelih hewan dengan pisau gashab, walaupun binatang sembelihannya tetap halal.

    Dampak Negatif Makan dan Minum Syubhat

    Setelah mengenal dan memahami jenis serta contoh syubhat. Kita dapat mengetahui bahwasannya perkara-perkara yang menimbulkan keraguan, sebaiknya untuk dihindari sebab dikhawatirkan akan jatuh pada hal haram.

    Hal ini tentu sama seperti halnya menghindari makan dan minum yang diragukan halal atau haramnya. Meski hal ini termasuk ke dalam kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi.

    Selain menuntun kepada perkara yang haram, terdapat dampak negatif pada tubuh manusia yang mengkonsumsi makanan yang tidak jelas haram atau halalnya, yakni cenderung mudah untuk melakukan maksiat.

    Sahabat Sahl mengatakan:

    من أكل الحرام عصت جوارحه شاء أم أبى

    Artinya: Siapa saja yang mengonsumsi makanan yang haram, maka anggota tubuhnya termasuk telah melakukan maksiat. (A-Ghazali, Ihya ‘Ulum al-Din, jilid 2, halaman: 91).

    Akan lebih berat jika ternyata makanan yang dikonsumsi tersebut adalah haram bagi seluruh tubuh seorang muslim. Sehingga dapat kita simpulkan, pentingnya mencari tahu dan memastikagar tidak terjerumus kepada hal yang haram.

    Demikian penjelasan mengenai pengertian dan jenis syubhat. Semoga artikel ini mempermudah untuk memahami mengenai perkara yang meragukan ya!

  • Hukum Istri Tidak Menyukai Keluarga Suami Menurut Islam, Moms Wajib Tahu!

    Hukum Istri Tidak Menyukai Keluarga Suami Menurut Islam, Moms Wajib Tahu!

    Dewasa ini, ada banyak sekali siu-isu yang tersebar di sosial media mengenai perseteruan antara menantu dan keluarga suami. Apakah kita salah satunya? atau bahkan membenci keluarga suami? Lantas, apa sebenarnya hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam?

    Ketika hendak menikah, seorang wanita setidaknya harus memahami bahwa pernikahan terjadi tidak hanya dua mempelai saja. Namun juga turut menikahi orang tua termasuk keluarganya.

    Sudah tentu ketika menyayangi suami, berarti kita juga harus menyayangi kedua orang tua dan saudaranya juga. Lalu, bagaimana jika kita tidak akrab bahkan bermusuhan dengan keluarga suami? dan bagaimana hukum istri tidak menyukai keluarga suami menrut Islam?

    Hukum Istri Tidak Menyukai Keluarga Suami Menurut Islam

    Untuk kita yang memiliki masalah dan tidak akur dengan keluarga suami, perlu untuk mengetahui hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam.

    Seorang wanita ketika menikah, segala tanggung jawab serta hak ayahnya telah berpindah kepada suaminya. Tentu hal ini menjadi salah satu alasan, mengenai wajibnya seorang istri yang taat kepada suaminya.

    Allah SWT memberi keutamaan bagi laki-laki yang lebih besar daripada perempuan, karena dialah yang berkewajiban memberi nafkah dan mendidik istri dan keluarganya.

    Allah SWT berfirman:

    ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

    Ar-rijālu qawwāmụna ‘alan-nisā`i bimā faḍḍalallāhu ba’ḍahum ‘alā ba’ḍiw wa bimā anfaqụ min amwālihim, faṣ-ṣāliḥātu qānitātun ḥāfiẓātul lil-gaibi bimā ḥafiẓallāh, wallātī takhāfụna nusyụzahunna fa’iẓụhunna wahjurụhunna fil-maḍāji’i waḍribụhunn, fa in aṭa’nakum fa lā tabgụ ‘alaihinna sabīlā, innallāha kāna ‘aliyyang kabīrā.

    Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang salehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,” (QS An-Nisaa’: 34).

    Oleh sebab itu, penting bagi seorang suami untuk menaati seorang suami. Selain itu perlu diingat bahwa membentuk sebuah rumah tangga juga bukan hanya antara diri sendiri dan pasangan saja, melainkan menyatukan dua keluarga juga.

    Lalu bagaimana penjelasan terkait hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam?

    Kini banyak sekali tersebut isu-isu mengenai permasalahan antara menantu dengan mertua atau bahkan dengan ipar sendiri. Hal ini bisa saja terjadi karena beberapa faktor yang berbeda. Namun yang pasti, hal inilah yang menjadi penghambat untuk terjalinnya silaturahmi.

    Oleh sebab itulah, dengan semakin maraknya isu yang membuat perspektif mengenai pernikahan semakin menyeramkan. Sebagai seorang muslim perlu tahu mengenai hukum istri tidak menyukai suami menurut Islam, agar dapat mencegah terjadinya isu tersebut dalam rumah tangga kita sendiri.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bagi wanita bersuami sepatutnya menaati suami dalam berbagai perkara yang tidak mengandung maksiat.

    Ada banyak sekali bentuk ketaatan yang bisa dilakukan oleh isrtri, salah satunya yakni bersikap baik dan bersabar terhadap keluarga dari sang suami, hal tersebut dengan tujuan mendapatkan ridha serta pahala dari Allah SWT.

    Sebab seorang suami yang telah berkeluarga sekalipun hendaknya harus tetap berbakti kepada ibunya.

    Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadis:

    “Diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ‘Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?’

    Rasulullah menjawab, ‘Suaminya’ (apabila sudah menikah).

    Aisyah Ra bertanya lagi, ‘Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibunya’,” (HR. Muslim).

    Selain itu, Allah SWT juga telah memerintahkan untuk memperlakukan orang tua dengan sebaik-baiknya dalam firman-Nya yang berbunyi,

    وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا\

    Wa qaḍā rabbuka allā ta’budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna ‘indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā.

    Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

    Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’.

    Dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia,” (Surah Al-Isra Ayat 23).

    Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam sudah pasti tidak dibenarkan. Sebab berperilaku baik kepada keluarga suami juga termasuk dalam ketaatan padanya.

    Baca juga: Hukum Childfree dalam Islam Bisa Halal, Bisa Haram!

    Tips agar Istri Berhubungan Baik dengan Keluarga Suami

    Setelah mengetahui hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh suami agar istri dekat dengan keluarganya.

    1. Mencari Solusi Bersama Ketika Ada Masalah

    Jika ditilik lebih lanjut, adanya isu-isu mengenai masalah yang kerap terjadi antara istri dan pihak keluarga suami, salah satu sebabnya yakni komunikasi di antara pasangan suami istri yang jarang sekali membahas mengenai masalah yang ada.

    Dilain hal, kebanyakan istri mencoba untuk mendominasi suaminya, sehingga sang suami tidak dapat memberikan perhatian kepada ibunya.

    Namun di satu sisi, hal ini kerap dilakukan sebab keluarga suami menuntut banyak hal dan tidak mengikut sertakan istri dalam suatu masalah.

    Tentu tidak hanya itu, ada banyak sekali alasan yang mungkin saja ditemukan dalam kesenjangan keduanya.

    Dalam hal ini, tentu saja yang menjadi pihak tengah adalah suami. Sang suami pun terjebak di dalam pertengkaran di mana ia tidak bisa memihak. Di satu sisi, istrinya ingin hidup mandiri tanpa campur tangan pihak lain, termasuk kerabat.

    Sang suami akan secara alami merasa bahwa dia harus mendukungnya dan membuat pasangannya bahagia. Namun di sisi lainnya, ia juga memikirkan orang tuanya yang telah merawatnya dan menemaninya tumbuh hingga mampu membangun keluarga kecil.

    Salah satu cara yang mungkin untuk meredakan situasi adalah dengan mengkomunikasikan banyak hal bersama, jangan saling menutupi dan mengikutsertakan pasangan dalam setiap langkah yang akan diambil.

    Selain itu, seorang istri hendaknya tahu mengenai kewajibannya dan kewajiban suaminya dalam membangun rumah tangga, seperti halnya mengetahui hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam.

    2. Selalu Bersikap Baik

    Seorang muslim hendaknya selalu berkelakuan baik meski sedang berhadapan dengan orang sejatinya kita tidak menyukainya.

    Seperti halnya selalu berbicara dengan nada hormat dan bersikap baik kepada kerabat suami, bahkan jika kita merasa mereka tidak melakukan hal yang sama.

    Jangan memperlakukan orang lain sama seperti apa yang mereka lakukan jika tidak ingin menjadi bagian dari mereka juga. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al Isra ayat 7:

    إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْءَاخِرَةِ لِيَسُۥٓـُٔوا۟ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا۟ مَا عَلَوْا۟ تَتْبِيرًا

    “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.”

    3. Suami Sebaiknya Menjadi Penengah

    Peran suami ketika terdapat perselisihan antara istri dan kerabat adalah sebagai penengah, yang tidak memihak siapapun dan turut mengatasinya dengan kepala dingin.

    Suami dapat mencoba berkomunikasi dengan kedua belah pihak, melihat masalah dari kedua sisi, menyimpulkan menggunakan pikiran jernih tanpa memihak siapa pun, serta memperbaiki apa yang salah.

    Perselesihan biasanya bermula dari sesuatu hal yang simpang siur atau kerap disebut sebagai miskomunikasi, yang akhirnya menyebabkan keduanya terpecah dan saling membenci.

    Mengingat bahwa hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam tidak diperbolehkan, maka dari itu selain peran istri sendiri terdapat peran suami sangat dibutuhkan dalam meredakannya.

    Demikianlah hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam serta tips agar terjaga silaturahim yang baik antara kerabat dan istri.

    Yang perlu selalu ingat bahwasannya, ketika kita menikah. Kita bukan hanya akan hidup dengan pasangan saja, melainkan dengan keluarga dan kerabatnya. Sehingga memerlukan kasih sayang yang luas, sabar yang tidak terbatas dan tawakal yang tiada henti.

    Semoga artikel ini dapat membantu dalam memahami hukum istri tidak menyukai keluarga suami menurut Islam ya!

  • Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau hajat. Bagi seorang muslim yang ingin segala keinginannya terpenuhi, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengerjakan sholat di sepertiga malam serta amalan penyempurnanya yakni doa setelah sholat Tahajud.

    Doa merupakan ungkapan hati serta sebagai sarana dialog pribadi antara hamba dengan Tuhan-Nya.  Melalui doa, seseorang dapat berkomunikasi dan merasakan kedekatan dengan Allah SWT, memohon pertolongan-Nya dan meminta petunjuk-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

    Doa setelah sholat Tahajud sendiri juga menjadi penutup dari serangkaian ibadah malam yang dilakukan, dimana seorang muslim menyandarkan harapan, meminta permohonan dan berserah diri kepada Allah SWT.

    Untuk mengetahui urutan serta tata cara sholat Tahajud yang benar, mari simak artikel di bawah ini.

    Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar

    Sebelum mengetahui bacaan doa setelah sholat Tahajud serta dzikir penyertanya, ada baiknya kita mengetahui tata cara sholat Tahajud yang benar.

    Sebelum mengetahui urutan tata cara sholat Tahajud, berikut niat yang perlu dilafalkan di dalam hati.

    اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.

    Artinya: “Aku niat salat sunah Tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

    Berikut urutan tata cara sholat Tahajud yang benar:

    Rakaat Pertama

    • Membaca niat di dalam hati
    • Mengucapkan takbir
    • Membaca doa Iftitah (sunnah)
    • Membaca surah Al-Fatihah (wajib dibacakan)
    • Membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk dan membaca doa rukuk
    • I’tidal dan membaca doa i’tidal
    • Sujud pertama dan membaca doa sujud
    • Duduk di antara 2 sujud dan membaca doanya
    • Sujud kedua dan membaca doa sujud
    • Berdiri kembali untuk melanjutkan ke rakaat kedua

    Rakaat Kedua

    • Membaca surah Al-Fatihah (wajib dibacakan)
    • Membaca salah satu surah dalam Al-Qur’an yang dikuasai
    • Ruku dan membaca doa rukuk
    • I’tidal dan membaca doa iktidal
    • Sujud pertama dan membaca doa sujud
    • Duduk di antara 2 sujud dan membaca doanya
    • Sujud kedua dan membaca doa sujud
    • Tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir
    • Gerakan salam
    • Doa setelah sholat tajahud

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud  yang Mustajab

    1. Membaca Istighfar 3x

     أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Astaghfirullaahal-Adziim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwalhayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih.

    Artinya : “Saya mohon ampun kepada allahyang maha besar, tidak ada tuhan melainkan dia, yang maha hidup yang terus-menerus mengurus makhluknya, dan saya bertobat kepadanya.”

    Baca juga: Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    2. Membaca Laa Ilaaha illallah

     لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر

    “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syai-in qodiir.

    Artinya: Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    3. Membaca Tasbih, Tahmid, Tahlil  dan Takbir

    Lanjutkan dengan membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali. Berikut bacaanya:

    سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah. Dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mahabesar, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah,”

    4. Membaca Sayyidul Istighfar

     اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتِنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلِيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Allahumma anta rabbii laa ilaha Illa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika, wawa’dika mas tatho’tu, a’dzubika min syarri maa shona’tu, abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abu u bidzanbi faghfirli  fainnahu laa yaghfiru dzunuuba Illa anta.

    Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada tuhan selain Engkau. Engkau-lah yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku tetap pada ikatan-Mu dan perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui dosaku kepada-Mu, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku. Maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau”.

    5. Membaca Doa Setelah Sholat Tahajud

    Setelah selesai membaca dzikir, diriwayatkan dalam hadis Bukhori, seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa tersebut:

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

    Nah, Itulah urutan tata cara sholat Tahajud yang benar serta doa setelah sholat Tahajud yang mustajab untuk diketahui.

    Semoga bermanfaat ya. Assalamualaikum wr. Wb.

  • Begini Hukum Aqiqah setelah Dewasa, Ini Penjelasannya

    Begini Hukum Aqiqah setelah Dewasa, Ini Penjelasannya

    Bagaimana hukum aqiqah setelah dewasa? Pertanyaan ini kerap terlontar dari muslim dewasa yang belum melaksanakannya.

    Pada dasarnya, aqiqah merupakan salah satu anjuran Rasulullah SAW saat bayi lahir, serta umum dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Aqiqah sendiri merupakan bentuk syukur atas kelahiran sang buah hati.

    Namun, sebagian orang tua menunda aqiqah sebab kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Lantas, bagaimana dengan hukum aqiqah setelah dewasa tersebut serta bagaiman atata caranya? Mari simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!

    Apa itu Aqiqah?

    Sebelum membahas mengenai hukum aqiqah setelah dewasa, akan lebih baik jika memahami terlebih dahulu apa itu aqiqah.

    Secara Terminologi, aqiqah adalah hewan yang disembelin saat kelahiran anak dengan ketentuan syara’ sebagai bukti rasa syukur kepada Allah Swt.

    Selain itu, Aaqiqah juga bisa untuk melindungi anak dari godaan setan dan menanggal penyakit. Para ulama juga menjelaskan bahwa aqiqah bisa mendekatkan anak kepada Allah dan sebagai pengingat para orang tua bahwa ada hak anak dalam Islam.

    Terdapat beberapa hadits yang turut menjelaskan mengenai anjuran Rasulullah SAW untuk beraqiqah, salah satunya yakni hadits Salmna bin ‘Amir yang artinya:

    “Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhabbi, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada (setiap) anak laki-laki (yang lahir) harus diaqiqahi, maka sembelihlah (aqiqah) untuknya dan hilangkan gangguan darinya.” (HR. Bukhari).

    Selain itu dalam hadits lain yakni dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah, Ahmad).

    Dan terakhir hadis dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba jantan).” (HR. Abu Daud).

    Umumnya, aqiqah akan dilakukan di awal kelahiran bayi, yakni di hari ketujuh, empat belas dan duapuluh satu hari setelah kelahiran bayi.

    Mengenai waktu pelaksanaan aqiqah, ada tuntunan dari Rasulullah saw. seperti berikut:

    عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى. [رواه أَبُو دَاوُدَ]

    Dari Samurah bin Jundub [diriwayatkan bahwa] sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak tergantung kepada aqiqahnya, disembelih atas namanya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur (rambutnya) dan diberi nama” [HR. Abu Dawud].

    Ketentuan dalam pemilihan hewan berbeda pada setiap jenis kelamin si buah hati, apabila anak laki-laki berarti mengurbankan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan mengurbankan satu ekor kambing saja.

    Hukum aqiqah adalah sunnah muakad, artinya aqiqah dianjurkan untuk dilakukan oleh orang tua wali dan anak.

    Anjuran aqiqah ini menjadi tanggung jawab ayah, sebab ia yang menanggung nafkah sang anak. Apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah orang tua dalam keadaan fakir atau tidak mampu secara ekonomi, maka ia tidak diperintahkan untuk aqiqah.

    Karena Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an pada ayat At Taghobun ayat 16 yang artinya,

    “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian” (QS. At Taghobun: 16)

    Namun apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah, orang tua dalam keadaan berkecukupan, maka aqiqah masih tetap jadi perintah bagi ayah, bukan ibu dan bukan pula anaknya.

    Baca juga: 8 Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Kita Cintai dengan Menyebut Namanya Jarak jauh

    Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

    Meski dijelaskan sebelumnya bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakad, namun orangtua boleh menundanya jika belum mampu melakukannya. Belum mampu yang dimaksud disini yakni ekonomi yang kurang.

    Aqiqah bisa dilakukan orang tua kapan saja, ketika kondisi keuangan sudah memungkinkan, tidak harus ketika si anak masih kecil.

    Sebab pada dasarnya, aqiqah sendiri bukanlah amalan yang memaksa. Kewajiban aqiqah akan gugur jika tidak ada kemampuan dari orangtua ntukgaqiqahi anaknya.

    Oleh sebab itu, aqiqah bisa dilakukan ketika orang tua sudah mampu secara ekonomi untuk mewujudkannya, hingga anak baligh.

    Apabila sudah baligh maka tidak disunnahkan lagi untuk melakukan akikah meski telah memilih kecukupan ekonomi.

    Pun sama halnya, ketika anak tersebut sudah merasa mampu untuk melakukan akikah untuk dirinya sendiri. Hal ini tidak dibenarkan sebab aqiqa merupakan bentuk tanggung jawab orang tua terhadap anak, bukan anak untuk dirinya sendiri.

    Oleh karena itu, dalam Fatwa Tarjih disebutkan bahwa jika sudah baligh, tidak perlu lagi melakukan akikah dan tidak perlu merasa bersalah atau berdosa. Hukum akikah bukan wajib, tapi sunnah muakkadah.

    Sehingga tidak perlu juga mengakikahi diri sendiri ketika sudah dewasa karena hal itu tidak disyariatkan dan tidak disunnahkan. Bahkan Nabi SAW serta para sahabat dan para ulama tidak melakukan hal tersebut. Jadi telah jelas bahwa hukum aqiqah setelah dewasa tidak disyariatkan.

    Ketika orang dewasa atau baligh yang belum aqiqah lebih baik melaksanakan ibadah kurban. Secara umum ibadah kurban dan aqiqah sama-sama pelaksanaannya dengan menyembelih hewan. Bedanya hanya pada tanggung jawab, sehingga tidak perlu mengakikahkan diri sendiri.

    Lebih-lebih jika mengetahui bahwa batas pelaksanaan aqiqah adalah saat sebelum si anak baligh, sehingga jelas bahwa hukum aqiqah setelah dewasa tidak dianjurkan.

    Akan lebih baik jika uang yang dipunyai digunakan untuk melakukan ibadah kurban saja.

    Manfaat Aqiqah dalam Islam

    Setelah mengetahui hukum aqiqah setelah dewasa tidak disyariatkan, kita dapat mempersiapkan lebih awal ketika bayi akan lahir dengan menabung seadanya setiap hari.

    Sebab ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari anjuran Rasulullah SAW satu ini, adapun manfaat tersbeut adalah sebagai berikut:

    1.  Melindungi Anak dari Gangguan Setan

    Manfaat aqiqah yang pertama yakni melindungi anak dari gangguan setan. Hal ini didasarkan pada hadis, yang artinya, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.”

    Sehingga, anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan setan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari setan tergadai oleh aqiqahnya”.

    2. Menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW

    Manfaat aqiqah yang pertama adalah menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS, tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.

    3. Tebusan bagi Anak

    Manfaat aqiqah lainnya yakni tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari akhir, sebagaimana Imam Ahmad mengatakan, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya).”

    4. Mendekatkan diri dengan Allah SWT

    Selain bentuk syukur, aqiqah merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dari anugerah dan karunia yang telah lahir ke dunia.

    5. Memperkuat tali persaudaraan

    Manfaat terakhir aqiqah yakni memperkuat tali persaudaraan. Misalnya dengan memberikan daging kambing aqiqah, diharapkan bisa menguatkan tali persaudaraan dan anak juga akan didoakan untuk kebaikannya.

    Nah, demikian uraian terkait hukum aqiqah setelah dewasa. Semoga artikel ini dapat membantu untuk memberikan jawaban atas pertanyaan mengenai aqiqah ya!