Author: Nadya Wirawan

  • Niat Sholat Maghrib Sendiri, Berjamaah, dan Tata caranya

    Niat Sholat Maghrib Sendiri, Berjamaah, dan Tata caranya

    Sholat Maghrib merupakan salah satu sholat wajib yang harus ditunaikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Sholat fardu wajib dalam ajaran Islam, memegang peranan penting dan memenuhi kebutuhan spiritual antara manusia dan pencipta-Nya. Oleh sebab itu, sebagai bentuk permohonan ridho kepada Allah SWT, wajib bagi kita mengawali dengan niat sholat maghrib yang benar.

    Mengenal sholat maghrib sendiri sebagai kewajiban umat muslim yang dilaksanakan pada ‘Maghrib’ yakni kata bahasa arab yang berarti pada ‘Matahari senja’, yang berasal dari kata (gharaba), yang artinya ‘terbenam’ atau ‘akan disembunyikan’.

    Sholat maghrib sendiri dikerjakan dengan tiga raka’at pada saat matahari terbenam. Dikutib dari buku yang ditulis Ridwan Abqary yang mengatakan bahwa Nabi Isa adalah nabi pertama yang mengerjakan sholat maghrib. beliau melaksanakan sholat magrib ketika allah swt menyelamatkannya dari kejahilan dan kebodohan kaumnya sendiri.

    Bacaan Sholat Maghrib Baik Sendiri ataupun Bersama

    Untuk mendapatkan kekusyuan serta kesempurnaan ibadah yang akan dilakukan. Ketahui bahwa niat sendiri menjadi pembeda antara satu ibadah dengan ibadah lainnya, selain itu menjadi pembeda antara ibadah dengan kebiasaan.

    Sholat fardu maghrib juga memiliki perbedaan saat melakukannya sendiri atau saat mengerjakannya bersama. Untuk mengetahui perbedaanya,  simak ulasan mengenai niat sholat maghrib di bawah ini:

    1. Niat Sholat Maghrib Sendiri

    Jika kamu sholat sendiri di rumah atau di tempat beribadah lainnya, kamu bisa menggunakan niat Sholat Maghrib yang satu ini:

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ

    Dalam tulisan latin, bacaannya adalah “Ushalli fardhu Maghribi tsalaatsa roka’aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala.”

    Adapun, makna dari bacaan niat tersebut dalam Bahasa Indonesia adalah “Saya niat melakukan sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah ta’ala.”

    Baca juga: Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Manfaat, dan Keutamaannya

    2. Niat Sholat Maghrib Berjama’ah Sebagai Imam

    Jika kamu hendak sholat maghrib berjama’ah dan bertindak sebagai Imam, awali sholat fardhumu dengan menggunakan niat berikut ini:

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لله تَعَالَى

    Tulisan latinnya adalah “Ushalli fardhu Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aala.”

    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia dari niat tersebut menjadi: “Saya niat melakukan sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta’ala.

    3. Niat Sholat Maghrib Berjama’ah Sebagai Makmum

    Niat di bawah ini kamu gunakan saat hendak sholat fardhu maghrib berjama’ah dan beniat menjadi makmum.

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى.

    Dalam tulisan Latin, bacaannya menjadi “Ushalli fardhu Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati makmuman lillaahi ta’aala.”

    Sementara, dalam Bahasa Indonesia bacaannya adalah: “Saya niat melakukan sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”

    Waktu Pelaksanaan dan Manfaat Sholat Maghrib

    Sholat Fardhu lima waktu memiliki waktu pelaksanaan yang menjadi persoalan tauqifiyah (baku). Hal ini juga dijelaskan oleh Rasulullah SAW melalui hadistnya yang berbunyi “ketentuan ihwal kapan waktu sholat bukanlah ijtihad manusia, melainkan sudah ditentukan dengan jelas, pasti dan detail dalam hadis”.

    Selain hadis yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW, diriwayatkan juga dari Abdullah bin ‘Amr RA, yang sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Bahwa waktu sholat maghrib yakni sebelum terbenamnya matahari”.

    Hal ini diartikan sebagai tahap terjadinya perubahan langit dari terang menjadi gelap, langit akan berubah dari kemerahan menjadi gelap semakin mempertegas awal sholat maghrib. Namun yang perlu ditandai, bahwa waktu ini berlangsung saat cahaya merah cakrawala sudah benar-benar hilang.

    Hal tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah RA yang berkata, Nabi Muhammad bersabda “Ada waktu maghrib adalah ketika matahari telah terbenam, sedangkan waktunya adalah ketika mega merah telah hilang.” (H Tirmidzi)

    Di samping ketetapan waktunya, sholat maghrib ternyata memiliki ragam manfaat bagi umat muslim, yakni:

    1. Sebagai Penolong Manusia

    Mengerjakan sholat maghrib tepat waktu dan istiqomah akan menjadi penolong manusia baik di dunia maupun di akhirat, hal ini dijelaskan pada surat al-baqarah Allah SWT berfirman yang artinya: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (QS. Al-Baqarah ayat 45)

    2. Mencegah dari Perbuatan Tercela

    Dalam hal ini, tidak terkhusus sholat maghrib, semua sholat fardhu lima waktu memiliki keutamaan yaitu sebagai pencegah dari perbuatan keji, sebab sholat bisa menghalangi kita untuk berbuat hal-hal yang tercela.

    Hal ini telah difirmankan oleh Allah SWT dalam QS. Al Ankabut ayat 45 “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”, oleh sebab itu, jangan sekali-kal bagi umat muslim meninggalkan sholat fardhu lima waktu.

    3. Selalu dalam Kebaikan pada Hidupnya

    Bagi umat muslim yang melaksanakan waktu sholat dengan niat sholat maghrib yang tepat serta tidak menunda-nundanya mendekati waktu isya, akan mendapatkan kebaikan semasa hidupnya.

    Hal ini disampaikan dalam hadis dari Uqbah bin Amir radiallahu anhu yang berbunyi “Umatku akan senantiasa dalam kebaikan atau fitrah selama mereka tidak mengakhiri waktu sholat maghrib hingga munculnya bintang di langit,” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

    Seperti yang diketahui, bahwa waktu sholat maghrib yang tidak begitu banyak, sebaiknya umat muslim melaksanakan sholat maghrib di awal waktu. Mengerjakan sholat maghrib di awal waktu juga membuat umat muslim dalam kebaikan atau fitrah.

    Baca juga: 3 Doa Buka Puasa Ramadhan & Sunnah: Arab-Latin dan Artinya

    Tata Cara Sholat Maghrib Tiga Raka’at

    Niat sholat Maghrib dan Tata Cara Sholat Maghrib Tiga Raka’at

    Pada umumnya, tata cara sholat mengikuti rukun sholat. Rukun ini ialah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk ibadah shalat yang akan dikerjakan, sehingga jika salah satu rukun ini tidak dikerjakan atau terlewatkan, maka ibadah tersebut bisa dikatakan tidak sah.

    Berikut ini tata cara langkah sholat maghrib tiga raka’at sesuai dengan rukun yang benar:

    1. Rakaat pertama diawali berdiri menghadap kiblat

    Anjuran berdiri bagi yang mampu. Sedangkan bagi orang yang tidak mampu, maka Ia bisa mengerjakannya dengan duduk ataupun berbaring. Sungguh Allah Maha Mengetahui setiap keadaan umatnya.

    2. Takbiratul Ihram

    Tabiraktul ihram diucapkan bersamaan dengan niat sholat maghrib di dalam hati. “Allahuakbar” diucapkan sambil mengangkat kedua tangan

    3. Membaca Doa Iftitah

    Setelah takbir, letakan kedua tangan di atas dada dengan tangan kanan di atas tangan kiri dan bacalah doa iftitah. Doa ini berisi ungkapan penghormatan dan dedikasi total kepada Allah SWT yang mencipakan semesta serta isinya.

    Bacaan Doa Iftitah:

    Allaahu Akbaru kabiiraa-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

    4. Membaca Al-Fatihah

    Setelah membaca doa iftitah, lanjutkan membaca Al-fatihah. Alfatihah merupkan komponen penting dalam sholat yang tidak boleh terlupakan atau terlewati. Jika seseorang melewatkan Al-fatihah dalam sholatnya, maka dianggap tidak sah juga sholatnya.

    5. Membaca surat dari Al-Qur’an

    Setelah membaca Al-fatihah, bacalah surat atau ayat lain dalam Al-Qr’an. Dalam hal ini, lebih baik jika memilih ayat atau surat yang dihafal dan paham akan isinya. Hal ini menjadi salah satu cara untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

    6. Rukuk

    Setelah menyelesaikan surat yang dipilih, lanjutkan dengan takbir dan rukuk.  Posisikan kepala dan badan menekuk 90° sejajar dengan sajadah, dan lafaskan tasbih sebagai ungkapan atas keagungan Allah SWT.

    Bacaan tasbih saat rukuk:

    3x سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana Rabbiyal A’zimi Wabihamdih.

    7. I’tidal (Bangun dari rukuk)

    Setelah rukuk, bangkitlah dengan membaca:  Sami Allahu Liman Hamidah. Rabbana Lakal Hamdh.

    8. Sujud Pertama

    Sujud pertama diawali dengan takbir dan sujud dengan membaca: Subhana Rabbiyal A’laa WabiHamDih 3x.

    9. Duduk Diantara Dua Sujud

    رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

    Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

    Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki, dan petunjuk untukku.”

    10. Melakukan Sujud kedua

    Sujud kedua dilakukan dengan cara yang sama seperti sujud pertama. Dan bacalah: Subhana Rabbiyal A’laa WabiHamDih.

    11. Bangun Ra’kaat kedua

    Bangun raka’at kedua, diteruskan dengan membaca Al-fatihah dan dilanjutkan dengan surat atau ayat pendek yang dipilih

    12. Rukuk

    Setelah membaca surat pendek, lanjutkan dengan rukuk dan membaca “Subhâna rabbiyal ‘adhîmi wa bihamdihi”.

    13. I’tidal

    Lanjutkan dengan I’tidal sambil membaca “Sami’allâhu liman hamidah rabbanâ lakal hamdu”.

    14. Sujud pertama

    Sujud sambil membaca “Subhâna rabbiyal a’la wa bihamdihi”.

    15. Duduk di antara dua sujud

    Duduk di antara dua sujud sambil membaca “Rabbighfirlî warhamnî wajburnî warfa’nî warzuqnî wahdinî wa‘âfinî wa‘fu ‘annî”.]

    16. Sujud ke dua

    Sujud kedua dilakukan dengan cara yang sama seperti sujud pertama. Dan bacalah: Subhana Rabbiyal A’laa WabiHamDih.

    17. Tasyahud awal

    Pada raka’at kedua, setelah dilakukannya sujud kedua, langkah selanjutnya adalah tasyahud awal dengan posisi duduk kaki ditekuk, satu kaki sebagai penjaganya, bacalah: “At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.”

    18. Bangun Raka’at ketiga

    Bangun raka’at ketiga, membaca Al-fatihah

    19. Rukuk

    Rukuk sambil membaca “Subhâna rabbiyal ‘adhîmi wa bihamdihi”.

    20. I’tidal

    Lanjutkan dengan I’tidal sambil membaca, “Sami’allâhu liman hamidah rabbanâ lakal hamdu”.

    21. Sujud

    Sujud sambil membaca, “Subhâna rabbiyal a’la wa bihamdihi”.

    22. Duduk diantara dua sujud

    23. Sujud ke dua rakaat ke tiga

    24. Membaca tasyahud akhir.

    Setelah melakukan kedua sujud dan duduk di antara sujud, lanjutkan dengan tasyahud akhir dengan posisi duduk setengah miring dengan kaki menyangga di sebelah kanan, serta membaca“Attahiyyatu lillah salamun ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh, salamun ‘alaina wa ‘ala ibadillah as-sholihin, Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid”.

    25. Salam

    Itulah niat sholat maghrib, keutamaannya, waktu yang tepat dan tata cara sholat Maghrib yang benar. Ikuti langkah-langkahnya satu persatu, Insyaallah akan menjadi jalan untuk mencapai ridho Allah SWT. Semoga bermanfaat ya!

  • Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardu Sesuai Sunnah, Arab, Latin, dan Artinya

    Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardu Sesuai Sunnah, Arab, Latin, dan Artinya

    Untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Semesata alam Allah SWT, Rasulullah SAW menganjurkan agar dzikir setelah sholat dan berdoa kepada-Nya.

    Meski dzikir bersifat sunnah dan bentuk ibadah yang terpisah, keutamaan dzikir sangat beragam bagi kita sebagai umat muslim.

    Dzikir setelah sholat fardhu maupun sunnah ini memungkinkan kita sebagai hamba dapat mengeluarkan keluh kesah dengan bertawadhu, ikhlas dan penuh pengharapan kepada Allah SWT.

    Selain itu berdzikir membuat kita senantiasa mengingat, bersyukur, dan memuji atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Hal ini dibuktikan dengan salah satu firman Allah SWT yang berbunyi:

    “Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirah kamu semuanya dengan sebanyak-banyaknya dzikir.” (QS Al-Ahzab (33):41)

    Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardu, Arab, Latin & Artinya

    Berikut selengkapnya, mengenai bacaan dzikir setalah sholat  arab, latin beserta terjemahannya:

    1. Awali dengan Beristighfar

    Setelah sholat selesai, awali dzikir setelah sholat dengan beristighfar sebanyak 3x pada Allah SWT.

    Beristighfar sebagai pengingat kesalahan kita dan bentuk meminta ampunan kepada Allah SWT.

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

    Latin: Astaghfirulloh al-adziim alladzii laa ilaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.

    Artinya: Aku memohon ampun kepada-Mu ya Allah, Dzat yang tiada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertobat kepada-Nya.

    Keutamaan beristighfar juga didasari dari firman Allah SWT yang berbunyi: “Allah Ta’ala mengabarkan, bahwa Dia Ta’ala tidak akan mengazab orang yang beristighfar (memohon ampun dari dosa).

    Karena istighfar itu akan menghapus dosa yang dosa itu sendiri merupakan penyebab datangnya adzab, sehingga adzab itupun sirna dengan cepat.”

    2. Membaca Pujian untuk Allah SWT

    Setelah bersitighfar, lanjutkan dengan membaca pujian pada Allah SWT. Bacaan pujian ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, yakni berbunyi:

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْ خِلْنَ الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَرَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَا لَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالْأِ كْرَامِ

    Latin: Allahumma antassalaam wa minkassalaam wa ilaika ya’uudussalaam fahayyinaa rabbanaa bissalaam wa adkhilnaljannata daarassalaam tabarakta rabbanaa wa ta’aa laita yaa dzaljalaali walikraam.

    Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Zat yang mempunyai kesejahteraan dan dari-Mu kesejahteraan itu kepada-Mu akan kembali lagi segala kesejahteraan itu. Ya Tuhan kami, hidupkanlah kamu dengan sejahtera. Masukkanlah kami kedalam surga kampung kesejahteraan. Engkaulah yang berkuasa memberi berkah yang banyak dan Engkaulah Yang Maha Tinggi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

    3. Lanjutkan Dzikir Laa Ilaahailallah Wahdahu Syarikala

    Rasulullah SAW menyarankan dzikir setelah sholat selanjutnya dengan membaca Laa Ilaahailallah Wahdahu Syarrikala, hal ini disebabkan karena bacaan ini memiliki keutamaan yang sayang sekali jika terlewatkan.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    Barangsiapa yang mengucapkan, ‘Lailahaillallah wahdahula syarikalah lahul mulku walahul hamdu wa huwa’ala kulli syai’in qadir’ setiap harinya sebanyak 100 kali maka ia seperti membebaskan sepuluh budak. Dituliskanlah untuknya seratus kebaikan. Dihapuskan darinya seratus keburukannya. Dia akan memiliki pengaman dari setan selama sehari itu hingga datang waktu sore. Tidak ada pekerjaan lain yang lebih banyak nilainya daripada ini, kecuali bila ia mengucapkannya lebih banyak lagi.” (HR. Bukhari)

    Bacaan lengkap yang dianjurkan Rasulullah SAW:

    ‎      لا إلهَ إلَّا اللهُ وحدَهُ لَا شرِيكَ لَهُ، لَهُ الملْكُ، ولَهُ الحمْدُ، وهُوَ عَلَى كُلِّ شيءٍ قدير

    Latin: Laa ilaahailallooh wahdahu laa syariikalah, lahul mulku, walahul hamdu wa huwa alaa kullii syaiin qadiir.

    Artinya: Tiada Tuhan Selain Allah, , Dia adalah satu, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya adlah kekuasaan dan bagi-Nya adalah pujian. Dan dia memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    4. Membaca Allahumma Laa Maan’i

    Anjuran Rasulullah SAW selanjutnya adalah membaca doa ini:

    اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

    Latin: Allahumma laa maani’a limaa a’thoita, wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

    Artinya: Ya Allah, tiada yang dapat menahan apa yang Engkau berikan, dan tiada yang dapat memberikan apa yang Engkau berikan, dan tiada berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.

    5. Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir 33x

    Dzikir setelah sholat selanjutnya adalah membaca tasbih, tahmid dan takbir masing-masing sebanyak 33x.

    Dalam hadis riwayat disebutkan, bahwa ketiga bacaan tersebut merupakan salah satu cara untuk bersedekah sebagaimana aduan orang-orang miskin tentang orang kaya yang mendermakan hartanya.

    Rasulullah SAW bersabda: “ “Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah dan tahlil adalah sedekah.” (HR Muslim).

    ×٣٣سُبْحَانَ اللهِ

    ×٣٣اَلْحَمْدُلِلهِ

    ×٣٣اَللهُ اَكْبَرْ

    Subhanallah 33x (Maha Suci Allah)

    Alhamdulillah 33x (Segala Puji Bagi Allah)

    Allahuakbar 33x (Allah Maha Besar)

    6. Lanjutkan dengan Membaca Ayat Kursi

    Usahakan untuk tidak melewatkan Ayat Kursi. Ayat kursi sendiri merupakan salah satu doa yang memiliki derajat paling tinggi di antara surat-surat yang lainnya.

    Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyertakan Ayat Kursi sebagai dzikir setelah sholat.

    Jika kita sebagai umat muslim istiqomah membacanya, dijauhkanlah azab dan diberikan ketentraman di dunia oleh Allah SWT. Hal ini didasari sabda Rasulullah SAW yang berbunyi: “Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian.” (HR An Nasa’i).

    Bacaan Ayat Kursi:

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

    Artinya: Allah, tiada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tiada mengantuk dan tiada tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tiada mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tiada merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.

    7. Membaca Surat Al-ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

    Setelah membaca Ayat Kursi, lanjutkanlah dzikir setelah sholat dengan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas yang merupakan golongan surat pendek yang digunakan sebagai bentuk keyakinan kita pada Allah SWT.

    Hal ini didasari dari sahabat Abdullah bin Khubaib Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepadanya:
    “Bacalah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) ketika sore dan pagi, masing-masing 3 kali, akan mencukupimu dari segala sesuatu”.

    1. Surat Al-Ikhlas dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya.

    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    Qul huwallaahu ahad, Allaahus shomad, lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

    Artinya: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.

    2. Surat Al-Falaq dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    Qul a’uudzu birob-bil falaq, min syarri ma khalaq, wa min syarri ghasiqin idza waqab, wa min syarri n-naffaasaati fil ‘uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad.

    Artinya: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan penyihir-penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

    3. Surat An-Nas dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

    Qul a’uudzu birab-bin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.

    Artinya: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Ilah manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.

    8. Akhiri dengan Berdo’a Kepada Allah SWT

    Allah SWT Maha mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati seseorang.

    Allah juga romantis dan dekat pada setiap orang. Demikianlah Allah SWT Mengetahui apa-apa saja yang hamba-Nya inginkan. Allah akan mendengar setiap doa yang dihaturkan kepada-Nya dan menjawab setiap keinginan dengan cara-Nya.

    Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur’an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah :

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.s. al-Baqarah: 186).

    Keutamaan Berdzikir Setelah Sholat

    Setelah sholat, anjuran Rasulullah SAW adalah praktik dzikir. Merenung dan mengingat kebesaran Allah SWT yang akan membantu kita untuk lebih khusyu dalam beribadah. Meski sunnah, dzikir memiliki keistimewaan yang jika kita lewatkan sungguh akan merugi.

    Allah SWT sendiri juga memerintahkan kita sebagai umat muslim untuk selalu berdizikir kepada-Nya, sebagaimana dalam QS. Al-Ahzab ayat 41 yang berbunyi:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.

    Sebagai motivasi, yuk simak keutamaan dari dzikir setelah sholat sesuai sunnah yang dianjurkan!

    1. Menambah Rasa Khusyu’ dalam berdoa
    2. Pahala yang Mulia
    3. Diampuni Dosa-dosanya
    4. Mendapatkan keutamaan Sholat Sesungguhnya
    5. Semakin di dekatkan pada Allah
    6. Dijauhkan dari Godaan Setan
    7. Menaikan derajat seseorang.

    Sungguhlah merugi bagi seseorang hanya melaksanakan sholat lima waktu saja dengan tergesa-gesa dan melewatkan dzikir setelah sholat dan tidak mendapatkan keutamaannya.

    Apakah Bacaan Dzikir Setelah Sholat Tahajud dan Dhuha Berbeda?

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa dzikir merupakan kunci latihan untuk mengenal dan mendekatkan diri pada Allah SWT, sehingga bilamana kita mengenal-Nya maka akan semakin kuat keimanan kita serta kecintaan kita pada Allah SWT.

    Tujuan dzikir sendiri, yakni membuahkan ketenangan batin, kemantapan jiwa serta memberi semangat untuk selalu beramalan sholeh.

    Lantas apakah dzikir setelah sholat fardu berbeda dengan dzikir setelah sholat sunnah?

    Tentu tidak, hanya saja Rasulullah SAW selalu memberikan anjuran terbaik bagi kita umat muslim dalam menjalankan ibadah kepada-Nya.

    Adapun berikut ini adalah bacaan dzikir setelah sholat Tahajud sesuai sunnah Rasul yang dapat kamu baca setidaknya 100 kali yaitu :

    1. Tasbih: Subhanallah (سبحان الله), artinya Maha Suci Allah.
    2. Tahmid: Alhamdulillah (الحمد لله), artinya Segala Puji Bagi Allah.
    3. Takbir: Allahu Akbar (الله أكبر), artinya Allah Maha Besar.
    4. Istighfar pendek: Astaghfirullah, artinya, aku mohon ampun kepada Allah.
    5. Istighfar panjang: Astaghfirullah hal’adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih.” Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

    Selain itu, kita juga boleh menambahkan pujian-pujian kepada Allah SWT dan doa sesuai dengan hajat yang kita inginkan. Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar.

    Demikianlah pembahasan mengenai urutan dzikir sholat fardu sesuai sunnah dan keutamaannya yang saying untuk terlewatkan.

    Semoga dengan memahami dan mempelajarinya, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT. Amiin YRA. Semoga membantu ya, Assalamualaikum wr. Wr

  • 7 Adab Menjenguk Orang Sakit Dalam Islam Sesuai Sunnah

    7 Adab Menjenguk Orang Sakit Dalam Islam Sesuai Sunnah

    Ada adab menjenguk orang sakit sesuai sunnah yang bisa kita ikuti. Menjenguk orang yang sakit merupakan salah satu kepedulian yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.  Selain mempererat tali silaturahim, menjenguk orang sakit juga bisa menjadi penghibur bagi orang yang sedang sakit.

    Hal ini juga disebutkan dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa mengunjungi orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah atau di jalan Allah, akan ada yang menyeru kepadanya: ‘Engkau telah berlaku mulia dan mulia pula langkahmu (dalam mengunjunginya), serta engkau akan menempati rumah di surga.”

    Lantas, apa saja adab seorang muslim dalam menjenguk orang sakit.

    Adab Menjenguk Orang Sakit

    Hukum menjenguk orang sakit sendiri adalah sunnah, namun Rasulullah SAW lebih menganjurkan untuk melakukannya, sebab banyak kemulyaan yang akan diperoleh jika melakukannya.

    Tidak hanya sebagai suatu bentuk kepedulian saja, menjenguk orang sakit juga memiliki keberkahan serta pahala yang besar di dalamnya.

    Riwayat lain juga menyebeutkan menjenguk orang sakit juga merupakan salah satu hak Muslim atas Muslim lainnya.

    Hal ini tertera dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

     حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

    “Hak seorang muslim terhadap muslim lainya ada enam. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia mengundangmu maka hadirilah, bila ia meminta nasihat maka nasihatilah, bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam).” (HR Muslim).

    Meski dikatakan memiliki keberkahan,  perlu diketahui beberapa adab yang diajarkan Islam saat menjenguk orang sakit. Berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan:

    1. Membacakan Doa

    Adab pertama yang perlu diperhatikan seorang muslim yakni membacakan doa bagi orang yang sakit, adab ini merupakan adab paling utama yang perlu diketahui.

    Sebab, seorang muslim dianjurkan untuk saling mendoakan antara sesama manusia. Adapun bacaan doa ketika menjenguk orang sakit adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Latinnya: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah Tuhan manusia. Hilangkanlah segala penyakit, sembuhkanlah, Engkaulah Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan Mu, kesembuhan yang tidak dihinggapi penyakit lagi.”

    Baca juga: Kumpulan Doa untuk Orang Sakit Agar Cepat Sembuh dalam Islam

    2. Membawa Buah Tangan

    Membawa Buah Tangan

    Saat menjenguk orang sakit berikutnya adalah dianjurkannya membawa buah tangan atau oleh-oleh.

    Sebab hal ini dapat membahagiakan orang yang dijenguk, serta menambah rasa cinta kepada sesama melalui buah tangan yang dibawa.

    Buah tangan yang dibawapun tidak perlu mahal, dan tidak pula memberatkan kita yang hendak menjenguk.

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

    Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR Bukhari).

    3. Meletakkan tangan pada wajah dan perut orang yang sakit

    Adab menjenguk orang sakit selajutnya yakni meletakkan tangan pada wajah dan perut orang sakit. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari yang berbunyi:

     عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ سَعْدٍ : أَنَّ أَبَاهَا قَالَ : اشْتَكَيْتُ بِمَكَّةَ ، فَجَاءَنِي رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَعُودُنِي ، فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِي ، ثُمَّ مَسَحَ صَدْرِي وَبَطْنِي ، ثُمَّ قَالَ : ” اللَّهُمَّ ، اشْفِ سَعْدًا ، وَأَتْمِمْ لَهُ هِجْرَتَهُ

    Artinya: Dari Aisyah binti Sa’d dari Ayahnya, bahwa ia berkata; “Aku pernah menderita rasa sakit yang amat berat ketika di Makkah, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang menjenguk dan beliau mengusap wajah dan perutku sambil berdo’a:“Ya Allah, sembuhkanlah penyakit Sa’d dan sempurnakanlah hijrahnya.” (H.R Bukhari).

    4. Memberikan Semangat

    Adab menjenguk orang sakit selanjutnya yakni memberikan semangat bagi yang sedang dijenguk, meski dianggap hal sepele, hal sekecil ini akan memberikan dampak yang sangat baik bagi orang yang sedang sakit.

    Ketika menjenguk orang yang sakit, hendaknya seorang muslim membawa kesan positif dengan menguatkan.

    Salah satu cara menghiburnya adalah dengan menyampaikan hikmah dari sakit yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

    Orang mukmin yang ditimpa kesusahan, kesedihan atau sakit yang terus-menerus sampai kepada kesengsaraan yang menyusahkan, maka Allah akan menghapus kejelekan-kejelekannya dengannya (sakit tersebut),” (H.R. Tirmidzi).

    Selain itu, dijelaskan pula pada hadis riwayat Bukhori, Ibnu Abbas berkata:

    أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أَعْرَبِيٍّ يَعُوْدُهُ فَقَالَ: لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ قَالَ: قُلْتُ: طَهُورٌ! كَلَّا، بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُوْرُ –أَوْ تَثُوْرُ- عَلَى شَيْخٍ كَبِيْرٍ تزيره القبور. فَقَالَ النَّبِيُّ صّلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “فَنَعَمْ إِذًا “

    “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menjenguk seorang a’raby (arab badui), beliau bersabda, “Tidak mengapa, (sakitmu ini sebagai) pembersih dosa insya Allah.” Aku (Ibnu Abbas) berkata, “Pembersih dosa? Sekali-sekali tidak, bahkan ini adalah demam yang mendidih -atau bergejolak- pada seorang yang sudah tua renta, yang akan mengantarkannya kepada kubur.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau demikian, benar (ia adalah penghapus dosa).” (H.R Bukhari)

    5. Menunjukan Kepedulian

    Adab menjenguk orang sakit yang kelima yakni menunjukan kepedulian mengenai perkembangan kesehatan dan hal lainnya yang menunjukan simpati kepadanya.

    Dari Ibn Sinni Rasulullah saw. bersabda:

    مِنْ تَمَامِ الْعِيَادَةِ أَنْ تَضَعَ يَدَكَ عَلَى الْمَرِيْضِ، فَتَقُوْلُ: كَيْفَ أَصْبَحْتَ؟ أَوْ كَيْفَ أَمْسَيْتَ؟

    Di antara kesempurnaan menjenguk adalah engkau meletakkkan tangannya pada bagian tubuh orang yang sakit sambil bertanya,  “Bagaimana keadaanmu pagi ini? Atau bagaimana keadaanmu sore ini?

    6. Melarangnya Berharap Akan Kematian

    Beberapa orang yang sakit biasanya berharap akan lekas meninggal karena terbebani dengan rasa sakit dan juga keputus asaan akan penyakitnya, sehingga lebih mengharapkan kematian dating menjemput.

    Adabaiknya untuk memberikan nasihat agar tidak menyerah dan berharap pada kematian. Hal ini sebagaimana ditunjukan Rasulullah ketika mengunjungi pamannya yang sedang sakit,

    “Wahai paman! Janganlah engkau mengharap kematian. Sebab bila selama ini engkau berbuat baik, kemudian (umurmu) ditangguhkan, maka itu adalah kebaikan yang ditambahkan kepada kebaikanmu dulu, dan itu baik bagimu. Bila selama ini engkau berbuat tidak baik, kemudian (umurmu) ditangguhkan, lalu engkau diberi kesempa- tan untuk bertaubat dari kesalahanmu, maka itu pun baik pula bagimu. Maka janganlah engkau mengharap kematian.” (HR. Ahmad dan Hakim)

    7. Duduk di dekat kepala orang yang sakit

    Adab menjenguk orang sakit berikutnya yakni duduk di dekat kepala orang yang sakit sembari mengusap kepala dan membacakan doa.

    Ibnu Abbas berkata:

    كَانَ رَسُوْلُ اللهِ إِذَا عَادَ الْمَرِيْضَ جَلَسَ عِنْدَ رَأْسِهِ، ثُمَّ قَالَ سَبْعَ مِرَارٍ: أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمَ أَنْ يَشْفِيَكَ، فَإِنْ كَانَ فِيْ أَجَلِهِ تَأْخِيْرٌ عُفِيَ مِنْ وَجَعِهِ، 

    Artinya: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila menjenguk orang sakit beliau duduk di dekat kepala orang tersebut. Kemudian beliau berucap sebanyak tujuh kali. “Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, pemilik ‘Arsy yang besar untuk menyembuhkanmu. Maka apabila dalam ajalnya yang datang kemudian, semoga dia diselamatkan (dibebaskan) dari rasa sakitnya.”(H.R Bukhari)

    Demikianlah adab menjenguk orang sakit yang perlu diketahui seorang muslim, sehingga keberkahan selalu berada di sekitar kita.

    Dengan saling menjenguk ketika sakit, maka tali persaudaraan akan semakin kuat dan kokok. Sebagaimana diketahui, salah satu pintu rezeki akan terbuka jika kita menyambung silahturahmi.

    Terimakasih sudah membaca, Assalamualaikum wr. Wb.

  • Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Tata Caranya (Qobliyah Subuh)

    Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Tata Caranya (Qobliyah Subuh)

    Niat Sholat sunnah sebelum subuh (Qobliyah Subuh) – Sholat merupakan ibadah wajib yang hukumnya wajib. Meski demikian, tidak semua sholat hukumnya wajib, ada beberapa yang disunnahkan. Salah satunya yakni sholat sunnah sebelum subuh.

    Sholat sunnah ini dikerjakan dengan dua rakaat. Meski dikatakan sunnah, banyak sekali keutamaan sholat sunnah sebelum subuh yang bisa kita dapatkan sebagai seorang Muslim. Sebagaimana Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

    Artinya: “Dua rakaat fajar (sholat sunnah qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim)

    Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak informasi di bawah ini.

    Waktu Melaksanakan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

    Sholat sunnah sebelum subuh ini juga dikenal dengan ibadah qobliyah subuh. Sebelum mengetahui niat, tata cara dan keutamaannya, baiknya kita mengetahui waktu terbaik dalam pelaksanaannya.

    Pelaksanaan sholat qobliyah subuh baiknya dilakukan setelah azan subuh. Hal ini diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

     يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا

    Artinya, “Rasulullah SAW dahulu diam antara azan muazin hingga waktu sholat subuh. Sebelum mulai melaksanakan sholat subuh, beliau terlebih dahulu sholat dua rakaat ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Selain waktu tersebut, terdapat juga beberapa pandangan tentang waktu pengerjaan sholat ini. Pandangan tersebut dikemukakan oleh Mazhab Maliki, Mazhab Hanafi, dan Mazhab Syafi’i. Adapun uraiannya yaitu sebagai berikut.

    • Mazhab Maliki: Sholat sunnah qobliyah subuh dilakukan sejak terbit fajar shadiq yang ditandai dengan sebuah cahaya yang terlihat pada waktu subuh sebagai batas antara akhir malam dengan permulaan pagi hingga terbit matahari. Jika melewati waktu tersebut, maka sholat ini akan menjadi qadha hingga matahari tergelincir (zawal)
    • Mazhab Hanafi: Sholat fajar atau sunnah subuh dilaksanakan pada awal masuk waktu subuh, sebelum kumandang iqamah sholat subuh. Jika melewati waktunya, maka tidak perlu di-qadha, kecuali jika dilaksanakan bersama sholat fardhu
    • Mazhab Syafi’i: Waktu pelaksanaan sholat sunnah subuh yaitu sejak terbit fajar shadiq hingga matahari terbit. Jika tidak khawatir akan ketinggalan sholat subuh, maka sholat ini termasuk sunnah untuk dilaksanakan

    Berdasarkan berbagai pendapat dari Imam Mazhab tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sholat sunnah qobliyah subuh sebaiknya dilaksanakan setelah terbit fajar dan pada awal waktu sebelum sholat subuh.

    Selain itu, juga terdapat hadis Ummul Mukminin Hafshah RA yang menjelaskan:

    يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا

    Artinya: “Rasulullah SAW dahulu diam antara adzan muadzin hingga waktu sholat subuh. Sebelum mulai melaksanakan sholat subuh, beliau terlebih dahulu sholat dua rakaat ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh

    Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh
    Niat sholat sunnah sebelum subuh

    Sebelum memahami tata cara sholat sunnah sebelum subuh, seorang umat muslim harus mengetahui niat yang akan dibacakan.

    Niat merupakan pembeda ibadah satu dengan yang lainnya serta bentuk komunikasi terhadap Allah SWT. Tak hanya itu, sholat yang dilakukan tanpa niat maka ibadahnya tertolak.

    Berikut niat sholat sunnah sebelum subuh bica dibaca dan di barengi dengan takbiratur ikhram.

    اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Latinnya: Usholli sunnatash subhi rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.

    Artinya, “Aku niat sholat sunnah sebelum subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah yang Maha Tinggi.”

    Selain lafal di atas, kita juga bisa melafalkan niat sholat sunnah sebelum subuh versi berikut:

    أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً للهِ تَعَالَى

    Latinnya: Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatal lillahi ta’ala.

    Artinya, “Aku niat sholat sunnah sebelum subuh dua rakaat karena Allah SWT.”

    Tata Cara Sholat Qobliyah Subuh yang Benar

    Berikut ini tata cara sholat sunnah sebelum subuh yang bisa kita ikuti:

    1. Melafalkan niat sholat sunnah sebelum subuh
    2. Takbiratul ihram sambil mengucap Takbir
    3. Membaca doa iftitah (sunnah)
    4. Membaca surat Al-Fatihah (wajib)
    5. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    6. Rukuk
    7. I’tidal
    8. Sujud pertama
    9. Duduk di antara dua sujud
    10. Sujud kedua pada rakaat pertama
    11. Kembali berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua
    12. Membaca surat Al-Fatihah
    13. Lanjut membaca surat pendek, dianjurkan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua
    14. Rukuk
    15. I’tidal
    16. Sujud pertama
    17. Duduk di antara dua sujud
    18. Sujud kedua pada rakaat kedua
    19. Duduk tasyahud akhir
    20. Salam
    21. Doa setelah sholat

    Baca juga: Bacaan Doa Sapu Jagat dalam Tulisan Arab dan Latin, Lengkap beserta Artinya

    Dzikir dan Bacaan Doa Setelah Sholat Sunnah Sebelum Subuh

    Sebagai  penyempurna amalan sholat qobliyah subuh, umat muslim dianjurkan untuk melakukan dzikir serta doa setelah sholat sunnah sebelum subuh.

    Berikut urutan dzikir dan bacaan doa setelah sholat sunnah subuh yang perlu diketahui:

    1. Membaca Istighfar (33x)

    Lantunan dzikir pertama yang bisa dibacakan setelah sholat sunnah subuh adalah istghfar.

    (33x) أَسْتَغْفِرُ اللهَ

    “Astaghfirullah” (33x)

    Rasulullah SAW pernah bersabda:

     “Barang siapa membiasakan diri untuk senantiasa beristigfar, Allah akan memberikan jalan keluar di setiap kesulitan, kebahagian dari setiap kesusahan, dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka,” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

    2. Doa setelah Sholat Subuh

    Lajutkan dzikir dengan membaca doa setelah sholat sunnah subuh. Berikut bacaannya:

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

    “Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabarakta yaa dzal jalaali wal ikram”

    Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah,” (3x). “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan dan darimu-Mu keselamatan. Maha suci Engkau, wahai tuhan pemilik keagungan dan kemuliaan.

    3. Membaca Surat Al-Fatihah

    Setelah membaca doa setelah qobliyah subuh,lanjutkan dengan membaca Al-Fatihah.

    Membaca Al-Fatihah adalah sarana untuk memuji kekuasan Allah SWT serta mendekatkan diri kepada-Nya.

    Seperti yang kita tahu, bahwa surat Al-Fatihah merupakan syarat sah dalam sholat, jika tidak membaca Al-Fatihah maka sholat akan dianggap tidak sah.

    4. Membaca Ayat Kursi

    Ayat kursi memang memiliki banyak manfaat dan keutamaan, terutama apabila dibaca usai melaksanakan sholat, baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah seperti qobliyah subuh.

    Keutamaan ayat kursi juga disebutkan dalam satu hadis riwayat An-Nasai, Rasulullah SAW bersabda:

    Barangsiapa yang membaca ayat kursi usai melaksanakan sholat, maka tidak ada hal yang dapat menghalanginya masuk ke surga, kecuali karena kematian.” (HR. An-Nasai).

    5. Membaca Surat Al-Imran ayat 18

    Setelah membaca Ayat Kursi, lanjutkan dengan membaca surat Al-Imran ayat 18 yang berbunyi:

    شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

    Latinnya: Shahidallaahu annahuu laa ilaaha illaa Huwa walmalaaa’ikatu wa ulul ‘ilmi qooa’imam bilqist; laaa ilaaha illaa Huwal ‘Aziizul Hakiim

    Artinya: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia yang berhak disembah, Yang menegakkan keadilan.

    Membaca surat ini menyadarkan kita bahwa tiada Tuhan yang patut untuk disembah selain Allah SWT serta memahami bahwa tiada Zat yang paling sempurna selain Allah SWT.

    6. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir dan Tahlil 33 Kali

    Lanjutkan dzikir dengan membaca tasbih, tahmid dan tahlil sebanyak 33 kali. Dengan membaca dzikir ini sebanyak 33 kali, Insyallah dosanya akan diampuni meskipun dosa sebanyak buih yang ada di lautan.

    Berikut bacaan tasbih, tahmid dan tahlil:

    سُبْحَانَ اللهِ Subhanallah (33x)

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ Alhamdulillah (33x)

    اَللهُ أَكْبَرُ Allahu Akbar (33x)

    7. Membaca Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas 33 kali

    Akhiri dengan membaca ketiga surat qul yang memiliki keutamaan mustajab dan sangat dianjurkan oleh Rasul bagi umat muslim.

    Salah satu keistimewaannya yakni, akan dilindunginya seorang muslim dalam segala marabahaya. Jika membacanya saat subuh maka akan sejak pagi hari hingga petang dating.

    Keutamaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

    Sholat sunnah sebelum subuh memiliki banyak keutamaan yang sayang sekali untuk dilewatkan seorang muslim. Berikut beberapa keutamaanya yang perlu diketahui:

    1. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

    Jika diartikan, keutamaan ini merupakan amalan yang besar dan dunia hanya sebatas satu lembar sayap lalat saja.

    Hal ini sesuai dengan salah satu hadis yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Dua rakaat (sebelum) fajar (sholat Subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

    Dalam artian, orang yang selalu melaksanakan ibadah tersebut secara berkelanjutan dan konsisten disukai Allah SWT.

    Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keutamaan luar biasa dari salat Subuh dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

    Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada salat Isya dan sholat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    2. Mengikuti Teladan Rasulullah SAW

    Mengerjakan sholat sunnah qobliyah subuh artinya seorang muslim telah mengikuti ajaran serta teladan rasul.

    Rasulullah SAW memberi contoh pada umat-umatnya untuk senantiasa menjaga rutinitasnya dalam melaksanakan sholat qobliyah subuh.

    Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis shahih dari Bukhari dan Muslim, berikut artinya.

    Rasulullah SAW dulu diam di antara adzan muadzin hingga sholat Subuh. Sebelum sholat Subuh dimulai, Rasul akan mendahului dengan 2 rakaat ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    3. Diberikan Rumah di Syurga

    Keutamaan lain dari sholat qobliyah subuh adalah dijanjikan memiliki rumah di surga sebagai balasan karena telah taat dan beribadah pada Allah SWT.

    Keutamaan ini, dijelaskan pula dalam sebuah hadis shahih yang disampaikan oleh Ummu Habibah ra, Istri Rasul SAW, berkata:

    “Aku mendengar Rasul shallallahu alaihi wa sallam bersabda, seorang hamba yang muslim melaksanakan sholat sunnah yang bukan wajib, karena Allah sebanyak 12 rakaat dalam setiap harinya, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.

    Kemudian Ummu Habibah radhiyallahu anha berkata, setelah aku mendengarkan hadis tersebut, aku tidak pernah meninggalkan shalat tersebut (sholat sunnah).”

    4. Menutup kekurangan pada sholat wajib

    Keutamaan selanjutnya adalah menyempurnakan sholat wajib atau menutup kekurangan yang ada ketika melaksanakan sholat wajib.

    Sebagaimana manusia yang fitrahnya tidak pernah luput dari kekurangan maupun kesalahan. Begitu pula saat melaksanakan sholat fardhu.

    Tidak jarang, sholat yang dilakukan memiliki banyak kekurangan yang kadang kita tidak sadar pada bagian-bagian tertentu.

    Contohnya seperti gerakan yang tidak sempurna, bacaan yang mungkin lupa, terlalu terburu-buru,tidak khusyuk dan masih banyak lagi.

    Oleh karena itu, perlu dilaksanakan sholat sunnah sebelum subuh sebagai bentuk usaha kita dalam menyempurnakan sholat.

    5. Selalu Berada Dilindungan Allah SWT

    Keutamaan yang terakhir yakni dijanjikan selalu dalam lindungan Allah setiap hal yang akan Ia kerjakan. Rasulullah pernah bersabda:

     “Barangsiapa yang menunaikan sholat subuh, maka ia akan berada dalam jaminan Allah. Maka jangan pernah coba-coba membuat Allah membuktikan janji Nya. barang siapa yang membunuh orang ketika ia sedang menunaikan sholat subuh, maka Allah pun akan menuntutnya, sehingga Allah akan membenamkan muka orang tersebut ke dalam api neraka.” (HR. Muslim. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Itulah penjelasan mengenai niat sholat sunnah sebelum subuh, tata cara, waktu perlaksanaan serta keutamaannya. Insyallah jika kita niatkan segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT, kita akan selalu terlindung dari marabahaya dunia dan akhirat. Aamiin..

    Terimakasih sudah membaca, selamat bertemu lagi, Assalamualaikum wr.wb.

  • Doa untuk Janin yang Keguguran sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Doa untuk Janin yang Keguguran sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Kehadiran janin di dalam kandungan merupakan hal membahagiakan dan ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Namun, kerap kali rencana manusia hanya sebatas rencana saja. Keguguran yang terjadi menyebabkan kesedihan. Meski begitu, kita harus tetap mengirimkan doa untuk janin yang keguguran.

    Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan keguguran, mulai dari kelelahan, gangguan hormon, pola hidup tidak sehat dan banyak lainnya.

    Namun yang perlu diingat bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak terlepas dari kuasa Allah SWT. Segala hal yang ia gariskan merupakan takdir terbaik baik umat-Nya. Oleh sebab itu kita harus tetap mengirimkan doa untuk janin yang keguguran.

    Ketetapan Allah SWT dalam Meniupkan Ruh pada Manusia

    Sebelum membahas mengenai bacaan doa untuk janin yang keguguran. Akan lebih baik untuk membahas mengenai ketetapan Allah SWT dalam menghendaki hamba-Nya untuk menjadi manusia di bumi.

    Sebagai seorang Muslim, kita harus percaya bahwa ada empat tahap penciptaan bayi di dalam rahim. Tahap yang pertama yakni lamanya 40 hari, tahap yang kedua lamanya 40 hari dan tahap ketiga lamanya 40 hari.

    Kemudian pada tahap keempat yakni waktu hingga lahirnya anak yang Allah SWT kehendaki. Perlu diketahui bahwa Allah SWT meniupkan ruh kepada janin pada usia sekitar 4 bulan atau telah memasuki tahap tiga.

     Penciptaan manusia dari bayi dalam kandungan hingga dewasa pun tertuang dalam surat Al-Hajj ayat 5 yang berbunyi:

    يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ

    Artinya: “Wahai manusia, jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, sesungguhnya Kami telah menciptakan (orangtua) kamu (Nabi Adam) dari tanah, kemudian (kamu sebagai keturunannya Kami ciptakan) dari setetes mani, lalu segumpal darah, lalu segumpal daging, baik kejadiannya sempurna maupun tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu (tanda kekuasaan Kami dalam penciptaan). Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Kemudian, Kami mengeluarkanmu sebagai bayi, lalu (Kami memeliharamu) hingga kamu mencapai usia dewasa. Di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) yang dikembalikan ke umur yang sangat tua sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya (pikun). Kamu lihat bumi itu kering. Jika Kami turunkan air (hujan) di atasnya, ia pun hidup dan menjadi subur serta menumbuhkan berbagai jenis (tetumbuhan) yang indah.”

    Ayat di atas menjelaskan bahwasannya usia seseorang telah diatur oleh Allah SWT sejak masih dalam kandungan. Ketika kita mengalami keguguran, maka hal ini sudah tentu telah dituliskan dalam takdir Allah SWT.

    Baca juga: Hukum Lelang dalam Islam,Ini Menurut Para Ulama

    Setiap janin yang gugur, meski ia belum ditiupkan ruh di dalamnya akan memberikan syafaat bagi ibunya kelak di akhirat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya janin yang gugur akan menghadap Tuhannya jika Dia memasukkan kedua orang tuanya ke dalam Neraka. Maka dikatakan kepadanya, ‘Wahai janin yang menghadap Tuhannya! Masukkan orang tuamu ke Surga.’ Maka dia akan menyeret mereka dengan tali [umbilikal]-nya sampai dia memasukkan mereka ke dalam surga.” (HR. Ibnu Majah)

    Oleh sebab itu, janganlah kita bersedih berlebihan dan bacakanlah doa untuk janin yang keguguran.

    Doa untuk janin yang keguguran

    Doa untuk janin yang keguguran

    Lafal doa untuk janin yang keguguran ini sebetulnya bisa berbeda-beda, tergantung dari ucapan doa yang diinginkan. Namun terdapat bacaan doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat ada janin yang gugur.

    Berikut bacaan doa untuk janin yang keguguran dari Rasulullah SAW dalam bahasa Arab dan latin:

    مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا ». قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

    Maa min ‘abdin tushibuhu mushibatun fa yakulu, innalillahi wa inna ilaihi raajiunallahumma jurnii fii mishibatii wa akhlif lii khairan minhaa illaa ajarahullahu fii mushibatihi wa akhlafa lahu khairan minhaa. Qaalat falammaa tuwuffii abuu salamata qultu kamaa amranii Rasulullahi Shalallaahu Alaihi Wassalaam. Fa akhlafa wallahu lii khairan minhu Rasulullahi Shalallaahu Alaihi Wassalaam.

    Artinya: “Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik. Maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik. Ketika Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut doa sebagaimana yang Rasulullah SAW perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu, yaitu Rasulullah SAW.” (HR. Muslim)

    Doa untuk janin yang keguguran di atas mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang terjadi tidak diluar dari kehendak Allah SWT.

    Dan Kita sebagai manusia harus percaya bahwa suatu saat nanti Allah SWT pasti akan memberikan memberikan ganjaran dan pahala yang setimpal.

    Cara Mengirim Doa untuk Janin yang Keguguran

    Berikut aturan mengirim doa untuk bayi yang keguguran:

    1. Bacalah Doa saat Pertama Kali Mengetahui Keguguran

    Saat pertama kali mengetahui bahwa janin gugur, bacakan surat Al-Baqarah ayat 156 yang berbunyi:

    اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

    Alladziina idzaa ashoo bathum qaaluu, Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun

    Artinya: “Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.” (QS. Al-Baqarah: 156)

    Baca juga: Apa Hukum Merapikan Gigi dalam Islam? Kikir, Behel, dan Sejenisnya

    2. Mengirimkan Doa pada Janin Kurang dari 4 Bulan

    Terdapat cara untuk mengirimkan doa untuk janin yang keguguran yang kurang dari 4 bulan dan belum ditiup ruhnya.

    Berdasarkan Majmu’ Fatawa Ibu Utsaimin, janin yang keguguran sebelum usia 4 bulan kehamilan, tidak perlu aqiqah, tak diberi nama, tidak disholati, dan bisa dikuburkan di mana saja.

    3. Mengirimkan Doa pada Janin Lebih dari 4 Bulan

    Cara untuk mengirimkan janin keguguran yang usianya lebih dari 4 bulan merujuk pada fatma yang sama yakni, Majmu’ Fatawa Ibu Utsaimin, janin yang berusia di atas 4 bulan maka telah ditiupkan roh sehingga jenazahnya bisa diberi nama, dimandikan, dikafani, dan boleh disholati serta dimakamkan bersama umat muslim lainnya.

    Kita bisa membacakan doa untuk janin yang keguguran saat mendampingi calon buah hati yang telah meninggal dunia.

    4. Berdoa Bisa Dipanjatkan Setiap Hari

    Doa untuk janin yang keguguran ini tidak hanya bisa diucapkan pada saat awal mengalami keguguran saja. Namun kita bisa selalu mendoakan janin yang gugur setiap hari.

    Doa yang dipanjatkan bisa berupa surat Al-Fatihah atau surat Yasin yang dikhususkan untuk orang yang telah tiada. Apabila janin yang gugur sudah diberi nama, maka sebutkan namanya sebelum memanjatkan doa.

    Itulah doa untuk janin yang keguguran yang bisa kita panjatkan. Semoga kita selalu bisa mengikhlaskan dan tegar atas apa yang telah terjadi, dan mempercayai bahwa Allah SWT pasti memberikan yang terbaik untuk kita semua.

  • Apa Itu Ihsan? Ketahui Fungsi, Ciri, dan Contoh Ihsan

    Apa Itu Ihsan? Ketahui Fungsi, Ciri, dan Contoh Ihsan

    Apa itu Ihsan? Sebagian Muslim mungkin akrab mendengar mengenai istilah satu ini. Ya benar, Ihsan merupakan suatu perbuatan baik dan menahan diri dari dosa.

    Bagi seorang Muslim, ihsan merupakan pilar penting bagi umat Muslim selain iman. Perbuatan baik yang dimaksud juga tertuju pada banyak hal baik kepada Allah SWT yang konteksnya adalah ketaatan dalam beribadah, kepada manusia dan kepada makhluk lain di muka bumi.

    Selain itu, keutamaan ihsan juga amatlah istimewa. Satu di antaranya yakni disebutkan dalam salah satu dalil Al-Qur’an bahwasannya, Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat baik. Lalu, apa itu ihsan hingga contohnya? Mari simak uraiannya berikut ini untuk dapatkan jawabannya.

    Apa Itu Ihsan?

    Sebelum membahas mengenai fungsi, ciri hingga contohnya. Akan lebih baik jika kita mengenal apa itu ihsan dan pentingkah bagi seorang Muslim?

    Ihsan merupakan konsep dalam agama Islam yang mengacu pada sebuah tindakan yang baik, terpuji dan sempurna.

    Secara harfiah, ihsan berasal dari bahasa Arab asuna-yahsunu-hasanan yang berarti kebaikan, keindahan dan kemurahan hati. Konsep dari ihsan yakni mencangkup tindakan serta perilaku yang dilakukan dengan kesadaran penuh, ketulusan dan suatu upaya terbaik.

    Bahkan pertanyaan mengenai apa itu Ihsan pernah Malaikat Jibril tanyakan kepada Rasulullah SAW. Pada saat itu Malaikat Jibril mengubah dirinya menjadi seseorang berpakaian putih dengan rambut yang sangat hitam. Tidak terlihat sedikitpun tanda-tanda seorang musafir.

    Kemudian, Malaikat Jibril menyandarkan kedua lututnya ke arah lutut Rasulullah dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas dua paha beliau. Lalu, ia bertanya, “Ya Muhammad, jelaskanlah padaku tentang ihsan?”

    Rasulullah SAW menjawabnya: “Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihat kamu.” (HR. Muslim).

    Baca juga: Apa Itu Sunnah? Pengertian, Macam dan Contohnya

    Dari hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang muslim wajib konsisten dalam melakukan amalan-amalan yang memang dikehendakai oleh Allah SWT. Dan apabila hal tersbeut dilakukan, atas izin-nya maka derajat orang tersebut akan sangat mulia di hadapan Allah SWT.

    Selain Nabi Muhammad SAW, Nabi Isa AS turut menjelaskan mengenai apa itu ihsan. Hal ini beliau jelaskan, ketika ditanya apa itu ihsan, beliau menjawab, “Perbuatan tidak dapat disebut ihsan, jika kalian membalas kebaikan orang yang berbuat baik kepadamu. Tetapi, ihsan adalah ketika kalian mampu berbuat baik justru kepada orang yang berbuat jahat kepadamu.”

    Dari banyaknya penjelasan di atas, lantas apa itu ihsan? sebetulnya jawaban dari pertanyaan apa itu ihsan, jawabannya cukup sederhana, yakni perbuatan baik yang dilakukan oleh seorang muslim tidak hanya ucapan melainkan juga tindakan kepada Allah SWT dan seluruh makhluknya.

    Dalam Islam sendiri, ihsan cukup sering disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Apalagi perintah untuk selalu berbuat kebaikan menjadi bagian dari keimanan dan bukti keislaman seorang muslim.

    Oleh sebab itulah, arti ihsan berbeda dengan isa’ah yang disebut juga sebagai perbuatan jelek.

    Dalil Al-Qur’an tentang Ihsan

    Dalam penjelasan sebelumnya, telah jelas apa itu ihsan bagi seorang muslim. Selain itu, dari penjelasan di atas juga telah disinggung bahwasannya ihsan sendiri cukup sering disebutkan dalam Al-Qur’an.

    Adapun beberapa dalil Al-Qur’an dan hadits  yang membahas mengenai ihsan adalah sebagai berikut:

    وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

    Artinya: “Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (muhsin).” (QS. Yusuf ayat 22)

    وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    Artinya: “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (muhsin).” (QS. Al Baqarah ayat 195)

    وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

    Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.”  (QS. Al Baqarah ayat 83)

    أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

    Artinya: “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR Tirmidzi, Riyadlu Al-Shalihin: 278).

    Dari Sahabat Abu Ya’la Syaddad bin Aus, dari Rasullah Saw. Beliau bersabda:

    عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّاد ابْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ . [رواه مسلم]

    Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu . Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya. (HR. Riwayat Muslim)

    Tiga tingkatan dalam syariat Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan seperti sabda Rasulullah SAW: “Hendaklah engkah beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu”. (H.R. Muslim No. 8)

    Ciri-ciri Ihsan

    Meski telah memahami dengan ber pandangan Islam mengenai apa itu ihsan. Kita juga perlu tahu apa ciri-ciri dari ihsan itu sendiri, yakni:

    1. Bertakwa Kepada Allah

    Apabila seorang muslim menerapkan ihsan dalam hidupnya, tentu mereka akan terdorong untuk memiliki kesadaran yang mendalam akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek hidup mereka.

    Hal ini turut melibatkan ketawakalan mereka dalam patuh, mengabdi, serta menjauhi segala larangan dan hal yang Allah SWT tidak sukai.

    2. Meningkatnya Kualitas Ibadah

    Seorang Muslim yang menerapkan ihsan dalam hidupnya tentu akan melakukan ibadah terbaik dan dengan kesadaran penuh bahwa hal tersbeut merupakan sebuah kewajiban.

    Seorang Muslim juga akan menghayati serta memahami mengenai arti dan tujuan ibadah hanya semata-mata untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Selain itu, mereka turut melibatkan rasa dalam setiap ibadah mereka dengan kelembutan, ketulusan dan kekhusyuan.

    3. Beradab

    Ihsan turut mendorong seorang muslim untuk berperilaku dan beradab yang baik serta menjalankan segala tindakan yang benar.

    Ini termasuk adil dalam hubungan dengan orang lain, jujur, murah hati, dan berlaku baik kepada sesama manusia dan makhluk lainnya.

    4. Menyadari Hidup Hanya Sementara

    Ihsan juga memberikan kesadaran dan pengajaran bahwa pentingnya persiapan untuk kehidupan di akhirat kelak.

    Seorang Muslim yang memiliki ihsan dalam hidupnya akan menjalani kehidupan di dunia dengan tujuan akhirnya adalah akhirat, serta aka menyadari bahwa hidup di dunia hanya sebuah perlombaan dalam mencari ridho-Nya saja.

    5. Memiliki Rasa Empati terhadap Sesama

    Ciri-ciri orang yang memiliki ihsan dalam hidupnya ia akan memiliki rasa sayang, empati dan perhatian ke sesama manusia.

    Seorang Muslim yang memiliki ihsan akan terus berusaha untuk memahami, membantu, dan melayani orang lain dengan penuh kebaikan dan kelembutan.

    6. Tekun Beribadah

    Seorang Muslim yang memiliki ihsan, tentu ia memiliki konsistensi dalam beribadah dan berperilaku baik. Mereka akan berpegang pada nilai dan prinsip-prinsip agama dalam segala situasi yang dihadapi serta memiliki ketekunan dalam menjalankan amalan ibadah sehari-hari.

    7. Rendah hati

    Umat Muslim yan memiliki ihsan memiliki sifat yang rendah hati serta menghindari sifat kesombongan dan riya’.

    Seorang Muslim yang memiliki ihsan menyadari bahwa semua kebaikan berasal dari Allah dan mereka berusaha untuk tetap rendah hati dalam semua tindakan dan prestasi.

    8. Memiliki Karakter

    Seorang Muslim yang memiliki ihsan, tentu memiliki karakter yang baik, sebab mereka berusaha untuk mengembangkan sifat-sifat yang terpuji seperti kesabaran, kejujuran, keberanian, kemurahan hati, dan keadilan.

    Macam-Macam Ihsan

    Macam-Macam Ihsan

    Dengan memahami apa itu ihsan, kita dapat menjelaskan bahwasannya Ihsan merupakan perbuatan yang terbagi menjadi dua macam, yakni meliputi ihsan kepada Allah dan ihsan kepadan makhluk ciptaan Allah. Lebih jelasnya, berikut uraian macam-macam ihsan:

    1. Ihsan kepada Allah

    Ihsan dalam beribadah kepada Allah SWT memiliki dua tingkatan, yakni beribadah seakan-akan melihat-Nya dan beribadah seakan Dia melihatmu beribadah.

    Maksud dari beribadah seakan-akan melihat-Nya adalah beribadah dengan maksud mengharapkan rahmat serta ampunan-Nya. Nama lain dari perbuatan ini adalah Maqam al-Musyahadah.

    Hal ini merupakan tingkatan ihsan yang paling tinggi, sebab dia didasari pada sikap membutuhkan, harapan dan kerinduan.

    Sedangkan maksud dari beribadah seakan Dia melihatmu adalah ibadah dari seorang Muslim yang hanya serta merta sebab takut akan api neraka.

    Dalam hal ini, ihsan tingkat ini adalah ihsan dengan tingkatan paling rendah, sebab sikap ihsannya didorong dari rasa diawasi maupun takut dihukum.

    2. Ihsan kepada makhluk ciptaan Allah

    Perbuatan ihsan yang bisa dilakukan seorang Muslim kepada makhluk ciptaan Allah yakni dengan empat hal, yakni dalam hal harta, kedudukan, ilmu dan badan.

    Ihsan dalam harta bisa dilakukan dengan berinfaq, bersedekah dan mengeluarkan zakat. Ihsan dalam kedudukan yakni dengan membantu orang lain dengan kedudukan yang ia punyai.

    Sedangkan ihsan dalam bidang ilmu yakni menerapkan ilmu yang diketahuinya untuk kebaikan orang banyak disekelilingnya. Sementara ihsan dalam badan yakni menolong seseorang dengan tenaga yang ia punya.

    Contoh Ihsan Dalam Kehidupan Sehari-hari

    Untuk contoh lebih jelas mengenai apa itu ihsan. Berikut beberapa contoh Ihsan yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari:

    1. Sholat dengan Khusyu

    Seorang muslim yang memiliki sifat terpuji atau ihsan tentu akan menjaga sholatnya dengan khusyu, kosentrasi dan khidmat, serta memahami makna dan tujuan dalam setiap gerakan sholat yang dilakukan.

    2. Bersedekah dengan Ikhlas

    Memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dengan ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan pamrih atau imbalan.

    3. Memuliakan Orangtua

    Contoh ihsan lainnya yakni menghormati dan memperlakukan orang tua dengan kasih sayang, perhatian dan pengabdian.

    Selain itu juga merawat mereka secara fisik dan emosional, serta membantu mereka dalam kebutuhan sehari-hari.

    4. Berperilaku Jujur

    Contoh berikutnya yakni menjaga kejujuran dalam setiap perkataan dan tindakan, baik dalam urusan bisnis, hubungan sosial, maupun dalam berkomunikasi sehari-hari.

    Tidak berbohong, memanipulasi, atau menipu orang lain demi keuntungan untuk dirinya sendiri.

    5. Melayani Masyarakat

    Membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti memberikan sumbangan, terlibat dalam program amal, atau menyumbangkan waktu dan keterampilan untuk kepentingan umum.

    6. Menjaga Lingkungan

    Memelihara atau menjaga lingkungan juga termasuk ke dalam contoh ihsan yang disukai Allah SWT.

    Hal ini bisa dimulai dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihan kotak sampah, mengurangi limbah dan berperilaku ramah lingkungan untuk menjaga alam dan menjaga sumber daya alam bagi generasi mendatang.

    7. Menghormati Perbedaan

    Setiap manusia diciptakan Allah berbeda-beda, oleh sebab itu penting bagi seorang muslim menerapkan ihsan dengan menerima serta menghormati perbedaan dalam agama, suku, ras, dan budaya.

    8. Saling Membantu dengan Sesama

    Contoh lainnya dari ihsan yakni menyediakan bantuan, dukungan, dan pengertian kepada orang-orang yang sedang menghadapi kesulitan, seperti mereka yang sakit, terlantar, atau dalam kesusahan finansial.

    9. Memaafkan dan Berbuat Baik Kepada Musuh

    Mamaafkan orang yang telah berbuat buruk kepada kita juga merupakan contoh dari ihsan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ketika kita berbuat baik kepada mereka dengan harapan perubahan sikap dan terjalinnya tali silaturahim.

    10. Menjaga Amanah

    Menjaga dan memelihara amanah dalam setiap tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada kita juga merupakan contoh dari sifat ihsan, baik itu dalam pekerjaan, kepemimpinan, atau kepercayaan yang diberikan oleh orang lain.

    Hikmah dan Manfaat Ihsan

    Setelah memahami dengan benar apa itu ihsan, ciri serta contohnya, penting juga bagi seorang muslim untuk mengetahui hikmah dan manfaat dari perilaku ihsan itu sendiri.

    Sebab hal ini akan menjadi pendorong seseorang dalam mencapai tingkatan ketiga dalam syariat Islam, yakni ihsan.

    Ihsan menjadi dasar ibadah seorang muslim, yang semestinya sudah tertanam di dalam diri manusia, yakni kesadaran dalam membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik.

    Adapun beberapa hikmah dan manfaat tersebut adalah:

    1. Mendapatkan ridho Allah Ta’ala.
    2. Mendapatkan balasan (pahala) dari Allah Ta’ala.
    3. Disayangi oleh kedua orang tua.
    4. Mendapatkan hormat dari orang lain.
    5. Dihormati atau dihargai orang-orang sekitar.

    Dan tentu masih banyak lagi hikmah dan mafaat lainna selain lima hal di atas. Semoga dengan mengetahui apa itu ihsan, ciri, manfaat, macam serta hikmahnya, kita semua semakin termotivasi dalam melakukan berbagai macam ihsan atau kebaikan.

  • Hukum LGBT dalam Islam, Terlaknat!

    Hukum LGBT dalam Islam, Terlaknat!

    LGBT merupakan istilah akronim dari lesbian, gay, transgender dan biseksual. Istilah ini mempresentasikan suatu kelompok masarakat yang memiliki orientasi seksual yang menyimpang tidak sesuai dengan syariat dan norma yang berlaku. Lalu, bagaimana hukum LGBT dalam Islam? dan bagaimana pula menyikapinya?

    Kemunculan LGBT di tengah masyarakat ini cukup banyak menimbulkan pro dan kontra. Namun sayangnya kemunculan LGBT sudah banyak dimaklumi oleh kalangan masyarakat dan bahkan beberapa orang mendukung aksi ini dengandalih hak asasi manusia.

    Secara fiqih, seorang Muslim seharusnya menjalankan kehidupan mereka berdasarkan ketentuan syara’. Sehingga hukum LGBT dalam Islam seharusnya adalah haram. Lalu, bagaimana cara menyikapinya? Untuk informasi lebih lengkap, mari simak artikel ini hingga akhir!

    Perspektif Mengenai Hukum LGBT dalam Islam

    Jika membahasa mengenai hukum LGBT dalam Islam, secara umum kita tentu akan membahas sesuatu urusan yang pelik dan komplikatif. Sebab hal ini akan dikaitkan dengan hak seseorang atas pilihannya dalam menjalani hidup.

    Namun, jika membahasnya dalam persepektif Islam, maka hukum LGBT sudah tentu haram. tidak ada yang bisa membuat dalih atau alasan yang membenarkan kegiatan tersebut.

    Menurut Islam, LGBT dikenal dengan empat istilah fikih, yakni liwath, sihaq, takhannuts dan tarajjul. LIwath sendiri bermakna persetubuhan antarsesama lelaki, sihaq bermakna ketertaikan seksual antar sesama perempuan, takhonnuts bermakna perilaku banci dan tarajjul bermakna perilaku tomboy.

    Sudah tentu, bahwa hukum liwath termasuk dalam hukum LGBT dalam Islam yakni haram. Dalam pandangan Islam, fitrah seorang laki-laki bukanlah untuk menyetubuhi sesama lelaki, namun wanita. Sebab liwath sesungguhnya adalah perbuatan yang hina.

    Hal ini turut dijelaskan dalam salah satu firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 80 yang artinya,

    “Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?’” (Al-A’raf: 80)

    Perbuatan hina atau fahisyah dalam ayat di atas merujuk pada liwath, yakni perilaku laki-laki yang menyetubuhi laki-laki lain dengan dorongan nafsu syahwat. Hal ini merupakan perbuatan keji, dosa dan maksiat yang amat sangat diharamkan.

    Bahkan pernah dikisahkan dalam Al-Qur’an bahwa Nabi Luth kedatangan tamu-tamu tampan, yakni malikat yang menyerupai manusia. Mengetahui hal itu, kaum Nabi Luth (laki-laki) berusaha mendekati mereka.

    Baca juga: Hadits Memuliakan Tamu dan Adab Menerima Tamu dalam Islam, Yuk Amalkan!

    Mengetahui hal tersebut, Nabi Luth pun melarang kaumnya untuk berbuat demikian. Sebagai gantin beliau menawarkan putri-putrinya untuk dinikahi. Namun, kaumnya justru menolak tawaran tersebut karen alebih tertarik dengan sesama lelaki dibandingkan dengan perempuan.

    Akibat perbuatan tersebut, Allah memberi azab kepada kaum Nabi Luth dengan menghujani batu-batu besar dan menjungkirbalikkan kota mereka. Allah berfirman:

    “Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas. Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, ‘Usirlah mereka (Luth dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adaalah orang yang menganggap dirinya suci.’” (QS. Al-A’raf: 82-83)

    Seperti halnya liwath, hukum sihaq dalam Islam juga haram. Hukum ini didasarkan pada firman Allah berikut ini:

    “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mu’minun: 5-7)

    Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT menghalalkan istri digauli pada farjinya (kemaluannya). Maka, wanita diharamkan untuk berhubungan atau menggauli wanita lain. Hal ini sama saja seperti mencari selain yang telah dihalalkan oleh Allah SWT. Orang-orang seperti ini melampaui batas sehingga perbuatan mereka tentu haram hukumnya.

    Sihaq umunya tidak mengandung unsur ilaj atau memasukkan kelamin. Karena itu, perbuatan ini sama dengan mubasyarah denal fajri atau bercumbu tidak sampai bersetubuh. Para ulama sepakat sanksi sihaq adalah ta’zir.

    Menurut Al-Ajurri, hukuman ta’zir itu dilaksanakan Ali dengan mencambuk pelaku sihaq sebanyak 100 kali. Al-Ajurri meriwayatkan: “Ali bin Abi Thalib telah mencambuk mereka seratus seratus.”

    Adapun takhannuts dan tarajjul, keduanya juga merupakan perilaku menyimpang yang termasuk pada golongan LGBT. Dan sudah tentu hukum LGBT dalam Islam adalah haram.

    Takhannuts adalah lelaki yang berperilaku dan berpenampilan seperti perempuan. Sebaliknya, tarajjul merupakan perempuan yang berperilaku seperti laki-laki.

    Kedua perilaku tersebut adalah bentuk penyimpangan fitrah yang dilarang dalam Islam. Dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata:

    “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berpakaian dengan cara pakaian wanita dan wanita yang berpakaian dengan cara berpakaian laki-laki.”

    Dari penjelasan keempat fiqih terkait LGBT, dapat disimpulkan bahwasannya hukum LGBT dalam Islam adalah haram dan sangat dilarang. Hal ini termasuk ke dalam pebuatan menyimpang yang menyalahi fitrah yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

    Baca juga: Hadits tentang Ghibah: Larangan dan Ancaman Bagi Pelakunya

    Azab Bagi Pelaku LGBT

    Setelah memahami mengenai hukum LGBT dalam Islam adalah haram. Untuk lebih meyakinkan lagi, mari simak beberapa azab yang diperoleh bagi pelaku LGBT sejak zaman Nabi:

    1. Dibutakan Matanya

    Azab yang akan diterima bagi orang yang tetap melakukan LGBT meski haram adalah akan dibutakan matanya kelak di akherat. Sebagaimana tercantum dalam surat Al-Qamar ayat 37, Allah berfirman:

    وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ

    Artinya: “Sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.”

    2. Bumi Diangkat dan Dibalik

    Seperti yang dikisahkan pada kaum Nabi Luth di mana Allah akan membalikan bumi dengan azab-azabnya, apabila LGBT telah menjadi sesuatu yang diumumkan atau diperbolehkan pada kaum tersebut. Hal ini dijelaskan dalam salah satu firman Allah pada surat Hud ayat 82 yang berbunyi:

    فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

    Artinya: “Tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS. Hud: 82).

    3. Allah Kirimkan Suara yang Sangat Keras

    Allah akan berikan peringatan-peringatan lalu azab bagi mereka yang dengan secara sadar melakukan LGBT. Alllah berfirman:

    فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ

    “Mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.” (QS. Al-Hijr: 73).

    4. Dihujani dengan Batu

    Hal ini telah dikisahkan sebelumnya mengenai kaum Nabi Luth yang menolak perempuan dan lebih menginginkan laki-laki tampan yang sebenarnya adalah malaikat-malaikat yang menyamar. Dan kemudian Allah datangkan azab berupa hujan batu yang menghabisi kaumnya. Allah berfirman:

    فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ

    Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. (QS. Al-Hijr: 74).

    Nah, itulah dia hukum LGBT dalam Islam. Selain disebutkan sebagai perilaku menyimpang, LGBT telah jelas jauh dari syariat yang dibenarkan. Oleh sebab itu, penting bagi seorang Muslim memperhatikan pergaulan sosial masyarakat.

  • Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangannya

    Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangannya

    Sejarah masuknya Islam di Indonesia dibuktikan dengan beberapa teori. Setidaknya ada empat teori yang diakui oleh para ahli sejarah. Satu di antaranya menjelaskan bahwa Islam mulai masuk ke Nusantara pada abad ke-7.

    Kini Indonesia menjadi Negara dengan mayoritas dengan 87% penduduknya menganut agama Islam. Lantas, apakah semua teori mengenai masuknya Islam ke Indonesia memiliki bukti yang sama? Tidak, setiap teori memiliki penjelasan masing-masing akan hal tersebut.

    Jika ingin lebih jelas, simak ke empat teori dan sejarah lain yang akan dijabarkan berikut ini.

    4 Teori Masuknya Islam di Indonesia

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada banyak teori yang menjelaskan mengenai sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Namun, para ahli sepakat, setidaknya ada empat teori yang perlu diketahui sebagai bukti sejarah masuknya Islam.

    Teori-teori ini diperkuat dengan sejumlah bukti yang didukung adanya jejak sekaligus proses masuknya Islam ke Nusantara. Berikut penjelasan lengkapnya:

    1. Teori India (Gujarat)

    Teori India atau yang sering disebut sebagai teori Gujarat dikemukakan ole ilmuan Belanda bernama J.Pijnapel dan didukung oleh Christian Snouck Hurgronje.

    Selain itu teori ini juga diyajini oleh sejarawan Indonesia Sucipto Wirjosuprapto yang meyakini awal mula sejarah masuknya Isam di Indonesia melalui India.

    Teori Gujarat beranggapan bahwa agama Islam dan kebudayaanya dibawa oleh para pedagang dari daerah Gujarat, India yang berlayar melewati selat Malaka.

    Teori ini juga menjelaskan bahwa Islam secara massif berkembang di Nusantara sekitar abad ke-13 Maseh melalui para pedagang dan kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu.

    Teori ini diyakini oleh S.Hurhronje karena adanya hubungan perdagangan yang cukup erat antara Indonesia dengan India. Teori ini diperkuat dengan penemuan makan Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh pada tahun 1297, Makan Maulana Malik Ibrahim yang keduanya bercorak Gujarat, serta tulis Marco Polo.

    Namun, sayangnya terdapat kelemahan pada Teori Gujarat. Teori ini ditentang oleh GE. Morison, seorang jurnalis asal Australia.

    Ia mengatakan bahwa tidak bisa menyimpulkan bahwa Islam didatangkan dari Gujarat, hanya karena memiliki penemuan corak batu nisan yang mirip dengan yang ada di Gujarat.

    Selain itu, pada awal abad ke-12 Masehi, masyarakat Gujarat masih menganut agama Hindu. Itulah sejarah masuknya Islam di Indonesia berdasarkan teori Gujarat.

    Baca juga: Arti La Tahzan Innallaha Ma’ana, Tulisan Arab & Maknanya

    2. Teori Arab (Mekkah)

    Teori Arab (Mekkah)
    Sejarah masuknya Islam di Indonesia

    Teori selanjutnya yang menjelaskan sejarah masuknya Islam di Indonesia adalah Teori Arab atau yang juga dikenal dengan Teori Mekkah. Teori ini ddukung oleh beberapa tokoh seperti, Buya Hamka dan Van Leur. Dalam Teori Arab dijelaskan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7.

    Ajaran Islam dibawa langsung oleh musafir dari Arab yang memiliki semangat untuk menyebar Islam ke seluruh dunia. Teori ini juga dibuktikan dengan adanya sebuah perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Bandar Khaifah.

    Tidak hanya itu, dalam buku sejarah umat Islam yang terbit tahun 1997, Buya Hamka menjelaskan bukti masuknya agama Islam diIndonesia.

    Bukti yang dimaksud yakni berupa sumber naskah kuno Cina yang di dalamnya menyebutkan bahwa terdapat sekelompok Bangsa Arab yang bermukim di pesisir barat Pulau Sumatera pada tahun 625 Masehi.

    Selain itu, dikawasan tersebut juga merupakan kekuasan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan batu nisan yang bertuliskan Syekh Rukunuddin.

    Namun, Teori inipun memiliki kelemahan, yakni dianggap kurang memiliki sumber tertulis yang menjelaskan peranan bangsa Arab terhadap proses penyebaran agama Islam di Nusantara.

    Sejarah masuknya Islam di Indonesia yang satu ini jika saja terdapat sumber tertulisnya, maka kemungkinan adalah yang paling mendekati benar.

    3. Teori Persia (Iran)

    Teori masuknya Islam ke Nusantara berikutnya yakni Teori Persia.Teori ini didukung oleh Hoesein Djadjadiningrat dan Umar Amir Husein. Mereka berpendapat bahwa masuknya Islam ke Nusantara berawal dari Persia.

    Penyebab Teori ini tercetus karena ajaran yang awal masuk ke Nusantara adalah ajaran Syiah yang berasal dari Persia. Selain itu, terdapat beberapa kesamaan budaya dan tradisi di Indonesia dengan yang ada di Persia seperti upacara adat tabot Bengkulu.

    Teori Persia juga didukung oleh bukti-bukti lain, seperti penggunaan gelar ‘syah’ pada raja-raja Islam di Nusantara, beberapa kosakata serapan Bahasa Persia ke Bahasa Indonesia, persamaan mazhab yang dianut, dan kesamaan ajaran sufi oleh Syekh Siti Jenar.

    Lalu, kemiripan terakhir adalah nisan pada kubur Malik Saleh dan Malik Ibrahim yang dipesan dari gujarat serta terdapat pengakuan masyarakat Islam atas mazhab Syafi’i di daerah Malabar.

    Seperti Teori yang lainnya, Teori Persia juga memiliki kelemahan yang diyakini beberapa tokoh, bahwa pada abad ke-7 Masehi, Persia belum memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dunia Islam.

    Baca juga: Niat Sholat Sunnah Sebelum Subuh dan Tata Caranya (Qobliyah Subuh)

    4. Teori Cina

    Teori yang terakhir adalah Teori Cina. Teori ini menjadil salah satu pencetus sejarah masuknya Islam ke Indonesia.

    Menurut Teori ini, Islam berkembang di Nusantara berasal dari para perantau Tiongkok. Faktanya, masyarakat Tiongkok sendiri sebetulnya sudah menjalin hubungan erat melalui perdagangan dengan Indonesia jauh  sebelum berkembangnya agama Islam.

    Agama Islam berkembang di Cina pada masa Dinasti Tang (618-905 M). Menurut Sumanto Al-Qurtuby, pada masa Dinasti Tang, dibagian kanton Zhang-Zhao, Quanzhou dan pesisir cina bagian selatan, telah banyak berdiri rumah pemukiman muslim.

    Teori ini juga membutikan beberapa peninggalan seperti arsitektur Tiongkok yang banyak terukir di masjid-masjid, penulisan gelar raja-raja Demak dengan istilah ina, serta catatan yang menyebutkan bahwa pedagang Tiongkok lah yang pertama menduduki banyak pelabuhan di Nusantara.

    Sayangnya, Teori ini pun tidak luput dari kelemahan, yakni tidak dijelaskannya awal masuk agama Islam ke Indonesia, dan hanya menjelaskan peranan cina dalam kedatang Islam ke Indonesia.

    Jalur Masuknya Islam di Indonesia

    Sejarah masuknya Islam di Indonesia tidak hanya bisa dilihat dari ke empat teori pencetusnya saja.

    Namun pada sisi lain, terdapat sejumlah pendapat mengenai periode masuknya Islam melalui beberapa jalur, salah satunya adalah perdagangan. Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak penjelasan berikut ini:

    1. Melalui Jalur Perdagangan

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, salah satu jalur yang memperantarai masuknya Islam ke Indonesia yakni melalui jalur perdagangan. Jalur ini sudah ada sejak abad ke-7 hingga abad ke-11.

    Menurut pernyataan pada saudagar dari luar maupun Indonesia sendiri, Islam disebarkan melalui jalur perdagangan pelabuhan, seperti selat Malaka, Samudra, Palembang, disusul Demak, Cirebon, Gresik, Tuban, Makassar serta Indonesia bagian Timur.

    2. Melalui Jalur Pernikahan

    Jalur selanjutnya adalah jaur pernikahan. Jalur iniditempuh para ulama sekitar abad ke-11 hingga ke-13 M. Para saudagar muslim dari Gujarat, Arab, Benggala dan lainnya menikah dengan orang Indonesia.

    Berbeda dengan umumnya saat ini yang mengharuskan salah satu calon dari pengantin untuk berpindah agama sebab Karena unsur cinta.

    Windiati menjelaskan, bahwa pada saat itu, saudagar muslim yang menikah adalah orang kaya yang terpandang, sehingga putri yang disunting diharuskan untuk masuk ke agama Islam terlebih dahulu.

    Sebab hal tersebut, jalur ini memiliki andil besar dalam persebaran Islam di Tanah Air.

    3. Melalui Jalur Pendidikan

    Selain jalur perdagangan dan pernikahan, satu di antara lainnya adalah jalur pendidikan. Jalur ini dibentuk oleh para da’I yang mengabdikan dirinya untuk menyebarkan Islam ke wilayah baru, salah satunya adalah Idonesia.

    Para da’i ini memiliki misi membawa ajaran Islam ke wilayah baru yang belum tersentuh agama Islam seblumnya. Namun dalam praktiknya, mereka dipandu oleh paa pedagang.

    Jalur  pendidikan ini memegang peranan yang cukup penting. Sebab, melalui dakwah Islam yang semula hanya dikenal di pantai-pantai sesuai dengan jalur perdagangan, dan kemudian akhirnya tersebar luas.

    4. Melalui Jalur Akulturasi Budaya

    Yang terakhir adalah jalur akulturasi budaya.

    Agama Islam masuk ke Indonesia tidak luput dari akulturasi budaya yang dilakukan oleh para da’i dengan menyebarkan Islam tanpa merubah adat istiadat yang bertentangan pada mereka, sehingga mereka memeluk Islam dengan sukarela dan tidak merasa terancam.

    Cara peyebaran pada jalur ini dicontohkan oleh Walisongo atau Sembilan wali penyebar Islam di Jawa.

    Akulturasi ini merupakan salah satu pergesaran dari budaya Hindu ke Islam denganmenyakutpautkan nilai-nilai kebudayaannya. Salah satu medianya yakni dengan menggunakan wayang.

    Sejarah Masuknya Islam di Indonesia Menurut Catatan

    Ada banyak sekali catatan-catatan yang menyebutkan bagaimana awal masuk Islam ke Indonesia, pengaruhnya hingga siapa yang membawanya ke dalam Nusantara.

    Satu di antara yang sudah disebutkan adalah Arsitektur. Berikut ini beberapa catatan lengkap dengan penjelasannya:

    1. Demografi

    Demografi bersebaran umat Islam di Indonesia banyak berada di bagian barat terutama Jawa dan Sumatera. Sedangkan untuk daerah Timur seperti Sulawesi, NTT dan lainnya masih terbilang jarang.

    Penyebaran agama Islam di Indonesia terjadi secara bertahap dan tidak secara langsung, mulai dari daerah barat Indonesia seperti daerah Sumatera yang menjadi tempat persebaran agama Islam pertama di nusantara kemudian daerah Jawa hingga ke daerah timur Indonesia.

    2. Arsitektur

    Pengaruh pada arsitektur sangat banyak di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan beberapa bangunan yang mendapat pengaruh arsitektur dari Islam.

    Misalnya arsitektur rumah bertawi yang mana ciri khas teras lebar dan balai luas yang difungsikan untuk mengaji, berdakwah yang berhubungan dengan ajaran umat muslim.

    Salah satu arsitektur peninggalan Islam yang merupakan asli dari peninggalan Islam itu sendiri adalah masjid. Masjid merupakan tempat yang digunakan untuk beribadah oleh umat muslim, arsitektur masjid di manapun sangat kental dengan suasana Islami dan budaya timur tengah.

    3. Politik

    Sebagai Negara dengan mayoritas penduduk Islam. Maka keadaan politik di Indonesia pun tidak lepas dari pengaruh Islam.

    Namun meskipun bisa di bilang negara Indonesia adalah negara Islam dan mayoritas penduduknya Muslim, Indonesia tidak menerapkan sistem pemerintahan syariat Islam layaknya Arab Saudi.

    Meski begitu, partai-partai berbasis Islam masih eksis hingga saat ini dan berkembang cukup beasar. Hal tersebt juga didukung dengan adanya organisasi besar berbasis Islam.

    Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai sejarah masuknya Islam di Indonesia. Jadi bagaiamana?

    Apakah kamu sudah tahu sudah paham bagaimana Islam bisa hadir di bumi Nusantara kita?

  • Ini Hukum Pacaran dalam Islam, Penjelasan Lengkap

    Ini Hukum Pacaran dalam Islam, Penjelasan Lengkap

    Kini pacaran dijadikan hal yang lumrah untuk menggambarkan hubungan wanita dan pria dengan alasan ingin saling mengenal. Namun perlu diketahui bahwa Islam telah mengatur bagaimana seharusnya hubungan wanita dan pria yang dibolehkan. Lantas, apakah hukum pacaran dalam Islam?

    Tidak memandang usia, kini trend pacaran sudah menyebar ke seluruh remaja bahkan anak kecil sekalipun. Pacaran sering digambarkan sebagai aktivitas romantis dari sepasang kekasih, bahkan tak jarang, mereka melakukan banyak hal layaknya sepasang suami istri.

    Lantas, bagaimana seharusnya seorang muslim menanggapi pacaran? Simak penjelasan berikut untuk dapatkan jawabannya!

    Mengenal Makna dari Pacaran

    Sebelum membahas terkait hukum pacaran dalam Islam, perlu diketahui apa makna dari pacaran itu sendiri. Tidak dipungkiri, bahwa kini pacaran menjadi salah satu hal dengan eksistensi yang cukup mansyur yang  kerap kita dengan di telinga.

    Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pacar bermakna teman lawan jenid yang tetap dan mempunyai rasa cinta kasih, sedangkan berpacaran bermakna bercinta atau berkasih.

    Awal mula dari istilah tersebut berasal dari kebudayaan melayu yang mendefinisikan bahwa pacar merupakan pewarna kuku yang dulunya acapkali menjadi salah satu adat yang perlu dilakukan pria yang memiliki keterkaitan terhadap seorang wanita.

    Pada penerapan adat tersebut, seorang pria yang mengalami ketertarikan terhadap pujaan hatinya akan mendatangi kediaman gadis tersebut dengan membawa tim pembawa pantun.

    Apabila disambut dan diterima oleh pihak gadis, maka kedua pihak yakni sang lelaki dan sang gadis akan dikenakan pacar (pewarna kuku) di tangannya yang menandakan sedang dalam hubungan.

    Pandangan budaya Melayu tersebut tertentu berbeda dengan definisi pacaran di zaman saat ini, terutama di Indonesia.

    Kini perlahan berevolusi dan berubah kiblat dengan meniru budaya barat yang identik dengan kebebasan bergaul antara lelaki dan perempuan dengan melakukan segala aktivitas seperti suami istri.

    Jika dikaitkan dengan Islam, pacaran yang sekarang dilakukan oleh mayoritas remaja merupakan salah satu sumber dosa. Bahkan jikalau ditelisik lebih dalam, dosa yang dihasilkan pun bukan dosa yang ringan.

    Baca juga: 7 Doa untuk Menenangkan Hati dari Sedih dan Gelisah

    Hukum Pacaran dalam Islam dan Dalilnya

    Seperti yang sudah dijelaskan bahwa dalam Islam telah diatur hubungan antara laki-laki dan perempuan. Misalnya, adanya larangan untuk mendekati zina, sedangkan pacaran merupakan salah satu jalan menuju zina yang nyata.

    Hubungan antara pria dan wanita yang diperbolehkan, hanya diperuntukan bagi ayah dan anak perempuan, kakak laki-laki dan adik perempuannya, dan juga sebalikna.

    Hukum pacaran dalam islam sudah dipastikan haram.

    Sebagaimana salah satu hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh muhrimnya.” (HR. Muslim)

    Batas kemuhriman ini juga dibahas dalam surah An-Nisa ayat 23 disebutkan siapa saja yang termasuk dalam mahram atau yang tidak boleh dinikahi.

    حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

    Artinya: “Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa ayat 23)

    Selain itu, Allah SWT juga membahasnya dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 32 telah dijelaskan bahwa Allah SWT melarang dengan tegas untuk menjauhi zina,

    وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

    Wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāḥisyah, wa sā`a sabīlā

    Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

    Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan atau aktivitas berduaan dengan jalinan hubungan pacaran biasanya kerapkali dilakukan dengan memadu kasih dan berkhalawat atau berdua-duaan. Tentu hal inilah yang memicu terjadinya zina.

    Dalam sebuah hadis riwayat At-Thabarani, Rasulullah SAW bersabda:

    “Hati-hatilah kamu untuk menyepi dengan wanita, demi Dzat yang jiwaku ada pada kekuasaan-Nya, tidak ada seorang lelakipun yang menyendiri dengan wanita, melainkan setan masuk di antara keduanya. Demi Allah, seandainya seorang laki-laki berdesakan dengan batu yang berlumuran (lumpur/lempeng hitam) yang busuk adalah lebih baik baginya dari pada harus berdesakan dengan pundak wanita yang tidak halal.” (HR. At-Thabarani).

    Ada banyak sekali dalil yang menjelaskan bahwa hukum pacaran dalam Islam adalah haram, meski dikaitkan hanya dengan aktivitas saling mengenal, pacaran lebih banyak mengandung mudhorot dibandingkan denganhal-hal yang positif.

    Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Lebih baik memegang besi yang panas dari pada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya)”.

    Dalam hadits yang lain, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang minum (minuman keras) atau berzina, maka Allah akan melepas imannya dalam hatinya, seperti seseorang melepaskan peci dari kepalanya (artinya kalau yang berzina itu meninggal ketika berzina, ia tidak sempat bertaubat lagi, maka dia meninggal sebagai orang kafir yang akan kekal di neraka)”.

    Dengan dalil-dalil di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan, yaitu wanita yang bukan mahrom.

    Sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 30,

    قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

    Qul lil-mu`minīna yaguḍḍụ min abṣārihim wa yaḥfaẓụ furụjahum, żālika azkā lahum, innallāha khabīrum bimā yaṣna’ụn

    Artinya: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

    Lantas, bagaimana jika seorang muslim tidak sengaja memandang seorang wanita yang bukan mahromnya? Hal ini dijawab dalam satu hadis, dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku”.

    Baca juga: Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dalam Islam, Pikiran Kembali Bersih

    Perkenalan yang Diperbolehkan dalam Islam

    Lantas bagaimanakah seorang muslim dapat mengenal lawan jenis yang hendak ia nikahi jika pacaran hukumnya haram?

    Tentu saja ada cara yang dibenarkan oleh syar’i, yaknik melalui proses ta’aruf.

    Meski saat ini banyak juga yang menyalahi arti ta’aruf sebagai “pacaran islami” namun ta’aruf yang benar jauh berbeda dengan pacaran. Berikut adalah poin-poin penting yang ada pada ta’ruf yang membedakannya dengan pacaran:

    • Proses ta’aruf dirahasiakan, dan dipublikasikan ketika sudah pada tahap menyebar undangan pernikahan
    • Berkomunikasi seperlunya saja, tidak menggunakan panggilan khusus seperti sayang dsb.
    • Lebih dianjurkan untuk berkomunikasi melalui perantara pihak ketiga, misal Ayah, atau kakaknya.
    • Tidak ada aktivitas berduaan sepanjang proses ta’aruf.
    • Jikalau harus bertemu, wajib ada pendamping dari masing masing pihak, diutamakan walinya.
    • Diperbolehkan melihat wajahnya sebelum memutuskan untuk lanjut ke tahap selanjutnya.

    Hal ini juga dijelaskan oleh baginda Rasulullah SAW  yang mengajarkan, bahwa perlunya perkenalan dan menganjurkan adanya masa perkenalan walau dalam waktu yang singkat. Sebagaimana pengalaman Al-Mughirah bin Syu’bah ketika meminang seorang perempuan, maka Rasulullah berkomentar kepadanya: “Lihatlah dia (wanita itu), sesungguhnya melihat itu lebih pantas (dilakukan) untuk dijadikan lauknya cinta untuk kalian berdua”.

    Bahaya Pacaran dalam Islam

    Mengetahui konsep pacaran yang benar tentu akan memudahkan seorang muslim untuk menyimpulkan hukum pacaran dalam Islam. Seperti yang diketahui bahwa Islam mengharamkan suatu hal bukan tanpa sebab.

    Mengenai hal tersebut, ada banyak sekali bahaya dari pacaran yang perlu diketahui bagi seorang muslim, satu di antaranya yakni menjauhkan diri mereka dari zina. Melihat hukum pacaran adalah haram. berikut adalah bahaya pacaran dalam Islam:

    1. Pacaran Mendekati Zina

    Bahaya utama yang paling penting untuk diketahui mengenai pacaran adalah mendekatkan seseorang pada zina. Akan merugi bagi mereka yang melakukan hubungan menyetarai suami istri yang sah dengan status mereka yang hanya sekedar pacaran.

    Laki-laki diharuskan menjaga pandangannya dari perempuan, dan perempuan pun harus sadar diri akan keberadaannya dihadapan laki-laki yang bukan mahramnya. Hadis dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya ini termasuk salah satu hadis yang melarang pacaran dalam Islam:

    “Rasulullah SAW berkata kepada Ali: Hai Ali, janganlah ikuti pandangan pertama dengan pandangan kedua. Karena pandangan pertama untukmu (dimaafkan) dan pandangan kedua tidak untukmu (tidak dimaafkan).” (H. R. Abu Dawud)

    Hal ini tidak terkecuali bagi mereka yang mengaku pacaran jarah jauh. Zina bukan hanya diartikan sebagai dua orang yang bertemu dan melakukan aktivitas suami istri saja, namun meski hanya sekedar via chating kepada pihak perempuan, itu juga sudah mendekati zina.

    2. Pacaran Penyebab Banyak Kerugian

    Salah satu bagian dari aktivitas pacaran adalah usaha untuk memberikan kebahagian bagi ‘pasangan’. Padahal tanpa disadari, itu hanya hal yang sia-sia. Salah satunya menghabiskan waktu yang percuma, uang serta harapan kepada orang lain yang belum tentu menjadi jodohnya.

    Akan lebih baik, jika waktu yang digunakan untuk pacaran, diperuntukkan beribadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedangkan uang yang dihambur-hamburkan, digunakan untuk bersedekah.

    Percayalah, senyum dari mereka yang menerima bantuan kita jauh lebih indah dibandingkan senyuman pacarmu itu. Belum lagi jika seluruh biaya yang dikeluarkan tak jarang bukan dari penghasilan sendiri melainkan dari orang tua, sering terjadi pada remaja, bertambahlah beban orang tua.

    3. Menghilangkan konsentrasi

    Ada banyak sekali alibi yang menjelaskan bahwa pacaran merupakan salah satu penyemangat dalam bekerja atau belajar.

    Namun nyatanya, pacaran justru hanya menguras otak dan membuyarkan kosentrasi saja. Fokus belajar justru akan hilang dan pekerjaan akan terbaaikan.

    Fokus yang kadang seringkali digunakan untuk membuat hubungan tetap awet dan langgeng mengakibatkan sebagian orang rela meninggalkan pekerjaan dan membuang-buang wkatu saja.

    Dan apabila suatu saat terjadi perselisihan, justru akan memicu stres yang menyebabkan semangat belajar menjadi hilang.

    4. Mengganggu kehidupan bermasyarakat

    Orang yang berpacaran sering meresahkan masyarakat dan menimbulkan berbagai fitnah, terutama mereka yang sering berdua-duaan di tempat sepi misalnya di dalam kost-kostan.

    Kadang tidak asing bagi kita mendengar berita-berita penggerebekan kost mesum dan menemukan banyak sekali pasangan tidak sah yang tertangkap.

    Demikianlah penjelasan terkait hukum pacaran dalam Islam dan bahayanya, semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT dan berada di jalan-Nya.

  • Bacaan Bilal Tarawih untuk 8, 11, dan 23 Rakaat dengan Latin dan Artinya

    Bacaan Bilal Tarawih untuk 8, 11, dan 23 Rakaat dengan Latin dan Artinya

    Sholat tarawih merupakan sholat sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim pada bulan Ramadhan. Sebelum melaksanakannya, seorang bilal sholat tarawih akan menyerukan bacaan bilal tarawih sebagai tanda bahwa sholat akan segera dimulai.

    Selain itu, bacaan bilal tarawih juga dilafalkan ketika memasuki rakaat-rakaat lainnya selama tarawih, yang isinya adalah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Ketika seorang bilal sholat tarawih menyerukan bacaan bilal tarawih, maka jamaah sholat diwajibkan untuk menjawabnya. Ingin tahu bagaimana bacaan bilal sholat tarawih lengkap dengan jawabannya?

    Yuk simak penjelasannya di bawah ini!

    Mengenal Apa itu Bilal Tarawih

    Sebagian umat muslim mungkin belum paham betul mengenai istilah bilal tarawih, untuk itu ada baiknya untuk mengenal terlebih dahulu apa itu bilal tarawih.

    Bilal tarawih adalah istilah lain dari muazin. Namun, penggunaan kata bilal biasanya lebih spesifik serta lebih dari sekadar penyeru adzan. Bilal atau muadzin juga merupakan sebutan bagi mereka yang memiliki suara lantang dan fasih.

    Selain itu, sebutan bilal juga lekat dengan sejarah Bilal bin Rabbah, sahabat Rasulullah saw. yang menjadi orang pertama yang mengumandangkan adzan.

    Tugas Bilal Tarawih

    Setelah mengetahui bahwa seorang bilal adalah sebutan bagi mereka yang memiliki suara lantang dan sifasih dalam bacaan.

    Perlu diketahui bahwa tugas bilal tidak hanya memandu sholat saja, namun juga membacakan bacaan bilal tarawih yang kemudian akan dijawab oleh jamaah sholat.

    Bacaan bilal tarawih ini dilantunkan sebelum memulai rakaat. Bacaan ini juga bisa menjadi pengingat jumlah rakaat tarawih di bulan Ramadhan.

    Contohnya, pengerjaan sholat tarawih duapuluh rakaat akan melafalkan bilal sholat tarawih setiap 2 rakaat sekali. Dengan formasi 2 rakaat 1 salam, bacaan bilal dilantunkan sebanyak 10 kali.

    Hukum Bilal Tarawih

    Sebelum membahas bacaan bilal tarawih, ketahui hukum dalam melafalkannya terlebih dahulu.

    Dalam sholat tarawih, imam biasanya melantunkan bacaan bilal tarawih sebagai pengingat jumlah rakaat tarawih. Bacaan ini bersifat sunnah, sehingga tidak wajib untuk melakukannya jika sholat tarawih dilakukan sendirian.

    Kendati demikian, kebanyakan jamaah sholat tarawih di mushola maupun masjid selalu melantunkan bacaan bilal tarawih, mulai dari 8 rakaat hingga 23 rakaat.

    Selain itu, bacaan bilal tarawih berbeda-beda setiap rakaatnya sehingga memudahkan imam untuk menghitung berapa rakaat sholat yang telah dilaksanakan. Bacaan ini dimulai sebelum rakaat pertama, setiap selesai 2 rakaat, dan setelah rakaat sholat witir.

    Bacaan Bilal Tarawih 8 Rakaat

    Bacaan Bilal Tarawih 8 Rakaat

    Shlat tarawih 8 rakaat dilakukan dengan masing-masing dua rakaat dengan total 4 kali salam. Jumlah tersebut belum termasuk sholat witir.

    Berikut ini bacaan bilalnya:

    1.Sebelum Rakaat Pertama

    صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

    Shallu sunnatat tarawiihi rak’ataini jaami’atan rahimakumullah.

    Artinya: “Mari mendirikan salat sunah tarawih dua rakaat berjamaah. Semoga Allah merahmatimu.”

    Jawaban jamaah:

    رَحِمَكُمُ اللهُ

    Rahimakumullah.

    Artinya: “Semoga Allah merahmatimu.”

    Baca juga: Sejarah Kenapa Babi Haram dalam Islam, Menurut Al-Quran

    2. Setelah Rakaat ke-dua

    فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

    Fadlan minallahi ta’ala wa nikmah.

    Artinya: “Semoga Allah SWT melimpahkan keutamaan dan nikmatnya.”

    Jawaban jamaah:

    وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

    Wa maghfirotaw wanikmah.

    Artinya: “Demikian juga ampunan dan nikmatnya.”

    3. Setelah Rakaat ke-empat

    لْخَلِيْفَةُ اْلاُوْلَى سَيِّدُنَا اَبُوْ بَكَرْ الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Al-khalifatul uula, sayyidina abu bakrin asshiddiq radhiallahu ‘anhu.

    Artinya: “Khalifah pertama, Abu Bakar As-Shiddiq, semoga Allah SWT merahmatinya.”

    Jawaban jamaah:

    رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Radhiyallaahu ‘anhu

    Artinya: “Semoga Allah SWT merahmatinya.”

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Tayamum yang Benar Agar Sholat Sah

    4. Setelah Rakaat ke-Enam

    فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

    Fadlan minallahi ta’ala wa nikmah.

    Artinya: “Semoga Allah SWT melimpahkan keutamaan dan nikmatnya.”

    Jawaban jamaah:

    وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

    Wa maghfirotaw wanikmah.

    Artinya: “Demikian juga ampunan dan nikmatnya.”

    5. Setelah Rakaat ke-Delapan

    اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَّابْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Al-khalifatust tsaniyah, Sayyidina Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu.

    Artinya: “Khalifah kedua, Umar bin Khattab, semoga Allah meridainya.”

    Bacaan Bilal Tarawih 11 Rakaat

    Sholat tarawih 11 rakaat terdiri dari 8 rakaat sholat tarawih dan tiga rakaat sholat witir.Untuk bacaan bilal tarawih 8 rakaat masih sama dengan bacaan di atas. Lalu, bacaan bilal witir yakni sebagai berikut:

    1.Sebelum sholat witir dua rakaat

    صَلُّوْا سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

    Shollu sunnatal witri rak’ataini jami’ata rahimahumullah.

    Artinya: “Mari mendirikan salat sunah witir dua rakaat berjamaah. Semoga Allah merahmatimu.”

    Jawaban jamaah:

    رَحِمَكُمُ اللهُ

    Rahimakumullah.

    Artinya: “Semoga Allah merahmatimu.”

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad.”

    Jawaban jamaah:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

    Allahumma shalli wasallim ‘alaihi.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah keselamatan kepadanya.”

    2. Sebelum sholat witir satu rakaat

    صَلُّوْا سُنَّةَ رَكْعَةَ الْوِتْرِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللهُ

    Shollu sunnata rak’atal witri jami’ata rahimakumullah.

    Artinya: “Mari mendirikan salat sunnah witir satu rakaat berjamaah. Semoga Allah merahmatimu.”

    Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat

    Sholat tarawih 23 rakaat terdiri dari 20 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir.

    Untuk bacaan bilal tarawih sama dengan 8 rakaat di atas, begitu juga dengan bacaan sholat witir. Adapun bacaan bilal tarawih setelah rakaat ke-10 hingga selesai:

    1.Setelah rakaat ke-sepuluh

    فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

    Fadlan minallahi ta’ala wa nikmah.

    Artinya: “Semoga Allah SWT melimpahkan keutamaan dan nikmat-Nya.”

    Jawaban jamaah:

    وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

    Wa maghfirotaw wanikmah.

    Artinya: “Demikian juga ampunan dan nikmat-Nya.”

    2. Setelah rakaat ke-duabelas

    اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Al-khalifatust tsalitsah, Sayyidina Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.

    Artinya: “Khalifah ketiga, Utsman bin Affan, semoga Allah meridainya.”

    Jawaban jamaah:

    رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Radhiallahu ‘anhu.

    Artinya: “Semoga Allah SWT merahmatinya.”

    3. Setelah Rakaat ke-empatbelas

    فَضْلًا مِنَ اللهِ تَعَالَى وَنِعْمَةْ

    Fadlan minallahi ta’ala wa nikmah.

    Artinya: “Semoga Allah SWT melimpahkan keutamaan dan nikmatnya.”

    Jawaban jamaah:

    وَمَغْفِرَةً وَنِعْمَةْ

    Wa maghfirotaw wanikmah.

    Artinya: “Demikian juga ampunan dan nikmatnya.”

    4. Setelah Rakaat ke-enambelas

    اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِعَةُ سَيِّدُنَا عَلِيْ بِنْ اَبِيْ طَالِبْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Al-khalifatur rabi’atu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.

    Jawaban jamaah:

    رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

    Radhiyallu ‘anhu.

    Artinya: “Semoga Allah SWT merahmatinya.”

    5. Setelah Rakaat ke-delapanbelas

    اَخِرُ التَّرَاوِيْحِ اَجَرَكُمُ اللهُ

    Aakhirat tarawiihi ajarakumullah.

    Artinya: “Inilah akhir salat tarawih, semoga Allah mengganjar pahala kepadamu.”

    Jawaban jamaah:

    اَمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

    Amiin ya rabbal ‘alamiin.

    Artinya: “Amiin, Ya Tuhanku Tuhan Semesta Alam.”

    Setelah melakukan rakaat ke-20 bacaan bilal sudah tidak dilantunkan lagi, melainkan ditutup dengan doa setelah sholat tarawih.

    Berikut bacaan doa setelah sholat tarawih yang biasa dipakai ulama:

    اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan.

    Yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang rida dengan qada-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga.

    Yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra.

    Yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih.

    Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya.

    Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

    Demikianlah bacaan bilal tarawih untuk 8,11, dan 23 rakaat dengan latin dan artinya. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam memahami perihal bilal tarawih ya!