Author: Nadya Wirawan

  • Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    Dalam artikel ini kita akan membahas kandungan surah Al-Maidah Atay 48, lengkap dengan hukum tajwidnya.

    Seorang muslim yang dilahirkan di dunia, dibekali Al-Qur’an sebagai pedoman serta pelajaran penting yang wajib diketahui selama berkehidupan. Di dalam Al-Qur’an  terdapat surat-surat yang mengandung kebaikan serta kebenaran, salah satunya Surat Al-Maidah ayat 48.

    Sebagai umat muslim yang taat, penting sekali untuk mempelajari kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta hukum bacaannya.

    Untuk penjelasan mengenai Surat Al-maidah ayat 48 lebih lanjut, mari simak artikel ini sampai habis.

    Surat Al-Maidah ayat 48: Arab, Latin dan Terjemahan

    Surat Al-Maidah ayat 48:

    وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    Wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan ‘alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi’ ahwā`ahum ‘ammā jā`aka minal-ḥaqq, likulli ja’alnā minkum syir’atan wa min-hājā, walau syā`allāhu laja’alakum ummatan wāḥidataw wa lākil liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul-khairāt, ilallāhi marji’ukum jamī’an fa yunabbiukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn

    Artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara Kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali Kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

    Baca juga: 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Hukum Tajwid Surat Al-Maidah ayat 48

    Hukum Tajwid Surat Al-Maidah ayat 48
    Surat Al-Maidah ayat 48

    Sebelum membahas mengenai hukum tajwid Surat Al-Maidah ayat 48, ada baiknya mengenal terlebih dahulu apa itu hukum tajwid.

    Tajwid menurut bahasa adalah tahsin, yang artinya memperindah. Adapun menurut ilmu qira’ah, tajwid adalah mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat yang dimiliki.

    Dengan demikian, ilmu hukum tajwid merupakan ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Tujuan dari adanya tajwib ini, agar makna di dalam ayat-ayat yang berada pada Al-Qur’an menjadi sempurna saat dilantunkan.

    Oleh sebab itu, penting bagi kita sebagai umat muslim mengetahui hukum tajwid dalam setiap ayat-ayat Al-Qur’an.  Tidak terkecuali Surat Al-Maidah ayat 48, untuk mengetahui makna dengan tepat, berikut daftar hukum tajwid lengkap dengan penjelasannya:

    1. وَاَنْزَلْنَاۤا = Ikhfa, karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
    2. لْنَاۤاِلَيْكَ = Mad jaiz munfasil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. Huruf alif bila berharakat adalah hamzah. Huruf alif sebenarnya sebagai mad atau pemanjang fathah.
    3. اِلَيْكَ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    4. الْكِتٰبَ = Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca jelas.
    5. الْكِتٰبَ = Mad asli atau mad thobi’I, karena huruf ta berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    6. قًا لِّمَا = Idgham bilaghunnah, karena huruf qaf berharakat fathah tanwin bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
    7. لِّمَا= Mad asli atau mad tobi’i , karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    8. بَيْنَ= Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf ba berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    9. يَدَ يْهِ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf dal berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    10. الْكِتٰبِ = Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf kaf. Dibaca jelas.
    11. الْكِتٰبِ = Mad asli atau mad thobi’I, karena huruf ta berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    12. مُهَيْمِنًا= Mad layin atau mad lin, karena huruf ha sukun didahului oleh huruf dal berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    13. مُهَيْمِنًاعَلَيْهِ= Idzhar sebab huruf nun, berharakat fathah tanwin bertemu huruf ‘ain. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    14. عَلَيْهِ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    15.  فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ= Ikhfa syafawi, sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    16.  بَيْنَهُمْ= Mad layin atau mad lin, karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    17.  بَيْنَهُمْ بِمَاۤ = Ikhfa syafawi, sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    18.  بِمَاۤ اَنْزَلَ = Mad jaiz munfasil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
    19.  َنْزَلَ = Ikhfa, karena huruf nun sukun bertemu huruf zai. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf zai.
    20. اَنْزَلَ اللّٰهُ = Tafkhim, karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah lam berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
    21. لَا = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    22. اَهْوَآءَهُمْ = Mad wajib muttashil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    23. هُمْ عَمَّا = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ‘ain. Cara membacanya dengan jelas.
    24. عَمَّا = Ada dua hukum di sini. Pertama, ghunnah karena mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, mad asli atau mad thobi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    25. جَآءَ= Mad wajib muttashil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    26. الْحَقِّ = Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf ha’. Dibaca jelas.
    27. الْحَقِّ = Qalqalah kubra, karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. Namun, bila tidak berhenti di sini maka tidak diqalqalahkan.
    28. لِكُلٍّ جَعَلْنَا = Ikhfa, karena huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu huruf jim. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf jim.
    29. جَعَلْنَا= Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    30. مِنْكُمْ = Ikhfa karena huruf lam, berharakat kasrah tanwin bertemu huruf kaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi “ng”.
    31. مِنْكُمْ شِرْ= Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf syin. Cara membacanya dengan jelas.
    32. شِرْعَةً وَّ = Idgham bighunnah, karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    33. مِنْهَا= Idzhar sebab huruf nun, sukun bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
    34. مِنْهَا= Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    35. مِنْهَاجًا = Mad ‘iwadh, karena jim berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.
    36. وَلَوْ= Mad layin atau mad lin, karena huruf wau sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    37. وَلَوْشَآءَ= Mad wajib muttashil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
    38. لَوْشَآءَاللّٰهُ = Tafkhim, karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah hamzah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
    39. لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً= Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf hamzah. Cara membacanya dengan jelas.
    40. .ُمَّةً = Ghunnah karena mim, bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
    41. اُمَّةًوَّا = Idgham bighunnah, karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    42.  وَّاحِدَةً = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    43.  وَّاحِدَةًوَّ= Idgham bighunnah, karena huruf ta berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
    44. لٰكِنْ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf lam berharakat fathah tegak dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    45. لٰكِنْ لِّيَبْلُوَ= Idgham bilaghunnah, karena huruf nun sukun bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
    46. لِّيَبْلُوَ = Qalqalah sughra, karena huruf qalqalah ba disukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.
    47.  كُمْ فِيْ = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    48.  فِيْ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    49.  مَاۤ  اٰتٰكُمْ = Mad jaiz munfasil, alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
    50. اٰ= Mad badal karena huruf mad, bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    51.  تٰكُمْ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf ta berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    52. تٰكُمْ فَا = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    53. الْخَيْرٰتِ= Alif lam qamariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf kha. Dibaca jelas.
    54. الْخَيْرٰتِ = Mad layin atau mad lin, karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kha berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.
    55. الْخَيْرٰتِ= Mad arid lissukun, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.
    56.  اِلَى اللّٰهِ = Tafkhim, karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah hamzah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.
    57.  مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    58. جَمِيْعًا= Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf mim berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    59.  جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ = Ikhfa, karena huruf ‘ain berharakat fathah tanwin bertemu huruf fa. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa.
    60.  فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا= Ikhfa syafawi, sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba’. Dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    61. بِمَا = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    62.  كُنْتُمْ = Ikhfa, karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
    63. كُنْتُمْ فِيْهِ = Idzhar syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf fa. Cara membacanya dengan jelas.
    64. فِيْهِ = Mad asli atau mad thobi’i, karena huruf fa berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
    65. تَخْتَلِفُوْنَ= Mad arid lissukun, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    Kandungan Surat Al-Maidah ayat 48

    Berikut secara garis besar mengenai kandungan Surat Al-Maidah ayat 48 yang perlu diketahui:

    1. Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang isinya benar dan tidak ada keraguan di dalamnya. Al-Qur’an merupakan tuntunan hidup baik di dunia maupun di akhirat dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk umat Islam.
    2. Al-Qur’an adalah kitab yang terpelihara dengan baik, sehingga Al-Qur’an tidak akan mengalami perubahan dan pemalsuan.
    3. Al-Qur’an merupakan satu-satunya tuntunan hidup yang wajib untuk diimani oleh umat muslim. Kitab ini juga merupakan penyempurna 4 kitab yang ada sebelumnya. Meskipun umat muslim pada dasarnya memiliki prinsip hidup, namun secara aqidah dan pokok agama, semuanya sama yakni bertauhid kepada Allah SWT.
    4. Allah SWT menjadikan manusia secara beragam untuk menguji dan sebagai kesempatan agar manusia berlomba-lomba dalam kebaikan.
    5. Al-Qur’an menjadi pegangan hidup sekaligus tempat untuk bersandar bagi umat Islam ketika hendak memutuskan segala hal.
    6. Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai utusan yang menyempurnakan syariat dari para nabi sebelumnya. Hadirnya Nabi Muhammad juga membatalkan aturan dari syariat yang ada sebelumnya.
    7. Masalah apapun yang dimiliki manusia, Allah SWT menjadi sebaik-baiknya tempat kembali.
    8. Al-Qur’an juga menjadi pengawas, pemelihara, penjaga kitab-kitab terdahulu dan menjadi tolak ukur kebenaran terhadap-Nya.
    9. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT dengan haq (Kebenaran), yakni haq dalam kandungannya, cara diturunkannya, maupun yang mengantarnya turun (Jibril AS).
    10. Al-Qur’an berfungsi membenarkan kitab-kitab sebelumnya, yakni Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS., Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud AS. dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS. Dalam hal ini Al-Qur’an adalah muhaimin (pembenar) terhadap kitab-kitab terdahulu, karena Ia menjadi saksi atas kebenaran kandungan kitab-kitab terdahulu.

    Demikian pembahasan mengenai Surat Al-Maidah ayat 48, semoga dengan mengetahui hukum tajwid serta kandungannya yang begitu istimewa, kita sebagai umat muslim lebih bersemangat dalam mengejar amalan ibadah yang di ridhoi Allah SWT.

    Terimakasih sudah membaca artikel ini, sampai bertemu di artikel selanjutnya. Assalamualaikum wr.wb.

  • 250 Nama Bayi Perempuan Islam dan Artinya Terlengkap

    250 Nama Bayi Perempuan Islam dan Artinya Terlengkap

    Memberikan nama menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan bagi seorang muslim. Apalagi, jika itu menyangkut pemberian nama bayi perempuan Islam. Dalam hadis sendiri dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    Janganlah kamu memberi nama dengan nama yang buruk, karena sesungguhnya nama itu akan terdengar di akhirat.” (HR. Abu Dawud)

    Hadis ini menjelaskan bahwa memberikan nama kepada anak perlu memperhatikan beberapa hal, salah satunya mengenai makna atau arti yang terkandung di dalamnya. Nama sendiri bukan hanya menjadi identitas bagi seorang muslimah, namun juga merupakan doa serta harapan yang orang tua berikan kepada anak atau keturunannya.

    Dengan alasan tersebut, memberikan nama membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menetapkan pilihan yang tepat. Berikut beberapa rekomendasi nama bayi perempuan yang bisa dijadikan referensi:

    Nama-Nama Bayi Perempuan Islami Modern A Sampai Z & Artinya

    Seiring dengan perkembangan zaman, banyak orang tua yang menginginkan nama unik serta modern namun memiliki makna yang islami. Berikut beberapa nama yang cocok untuk dijadikan referensimu: 

    1. Adira bermakna kuat
    2. Adelia bermakna mulia
    3. Afra bermakna putih kemerahan
    4. Afsheen bermakna bersinar seperti bintang di langit
    5. Ainayya bermakna mata yang indah
    6. Alesha bermakna selalu dilindungi Allah
    7. Alfathunnisa bermakna gadis nan lembut
    8. Almashyra bermakna gemar akan kemasyhuran dan kebajikan
    9. Alnaira bermakna gemerlap
    10. Alula bermakna yang pertama dilahirkan
    11. Amara bermakna kecantikan yang abadi
    12. Arsyila bermakna jalan penghidupan yang tentram
    13. Ashadiya bermakna putri
    14. Auristela bermakna bintang emas
    15. Ayudia bermakna cantik dan bersih
    16. Batari bermakna wajahnya seperti bidadari
    17. Bandiani bermakna kesejukan
    18. Banurasmi bermakna surya
    19. Bahira bermakna pintar
    20. Baiza bermakna putih, cerah, cemerlang
    21. Banafsha bermakna wanita  yang salihah dan dermawan
    22. Bimala bermakna murni
    23. Camilla bermakna termasyur
    24. Casilda bermakna wanita pejuang
    25. Ceisya bermakna bidadari surga yang cantik mempesona
    26. Celmira bermakna pintar
    27. Chairunnisa bermakna wanita yang baik
    28. Chana bermakna kesayangan
    29. Chandani bermakna sinar rembulan
    30. Ciara bermakna terang dan bersih
    31. Clemira bermakna putri yang cemerlang
    32. Dafinah bermakna kekayaan tersembunyi
    33. Danita bermakna dewi kecantikan
    34. Danurdara bermakna kaya akan ilmu
    35. Daiba bermakna tekun, gigih, setia
    36. Dalia bermakna lemah lembut
    37. Dalidah bermakna keturunan mulia
    38. Dania bermakna karunia Allah, cantik
    39. Darra bermakna cemerlang
    40. Delisa bermakna bahagia
    41. Dhafiyah bermakna yang rambutnya lebat
    42. Dhiya bermakna lampu
    43. Diatmika bermakna baik hatinya
    44. Dina bermakna dewi kecantikan
    45. Diva bermakna cahaya yang kekal
    46. Diandra bermakna dewi langit
    47. Dzakiyyah bermakna cerdas
    48. Elesa bermakna elegan
    49. Elina bermakna kecerdasan
    50. Emily bermakna bunga
    51. Emira bermakna seorang putri
    52. Erina bermakna wanita cantik
    53. Eshal bermakna bunga surga yang cantik
    54. Ettra bermakna ratu kecantikan
    55. Fadila bermakna menarik
    56. Fahmeedha bermakna cerdas
    57. Faizza bermakna cerdas
    58. Faria bermakna cantik
    59. Farida bermakna mutiara yang tiada bandingnya
    60. Farrah bermakna cantik
    61. Fateena bermakna menarik
    62. Fatimah bermakna cantik, dapat dipercaya
    63. Fattana bermakna sangat cantik
    64. Fauqiyya bermakna mengagumkan
    65. Fukairaa bermakna penuh pertimbangan, cerdas
    66. Fukayna bermakna cerdas
    67. Gayatri bermakna memiliki tiga kekuatan
    68. Gadis bermakna anak perempuan yang beranjak dewasa
    69. Gahyaka bermakna nama pujian
    70. Gantari bermakna menyinari
    71. Garvita bermakna dengan rasa syukur
    72. Gemintang bermakna susunan bintang
    73. Gian bermakna sesuatu yang kekal
    74. Ginanita bermakna pandai berhitung
    75. Gistara bermakna suara yang luar biasa
    76. Gista bermakna memiliki tujuan
    77. Ginela bermakna menawan
    78. Haira bermakna intan
    79. Hanna bermakna dambaan
    80. Harini bermakna memiliki pribadi yang lembut
    81. Hayu bermakna cantik
    82. Hansa bermakna angsa yang cantik
    83. Heera bermakna berlian yang berharga
    84. Hanania bermakna ampunan
    85. Husna bermakna baik hati
    86. Indira bermakna berbuat adil
    87. Ika bermakna anak pertama
    88. Indira bermakna berbuat adil
    89. Ira bermakna dewi Kristal
    90. Isvari bermakna cita-cita tinggi
    91. Ishana bermakna kaya
    92. Istari bermakna bercita-cita tinggi
    93. Iswari bermakna akan tumbuh menjadi wanita terhormat
    94. Ivanka bermakna Tuhan yang Maha Baik
    95. Izrin bermakna cantik
    96. Jelita bermakna berwajah cantik
    97. Juwita bermakna cantik jelita
    98. Jacqueline bermakna yang dilindungi Tuhan
    99. Jehan bermakna memiliki otak yang cerdas
    100. Jemima bermakna keberkahan
    101. Jesica bermakna kebaikan Tuhan
    102. Jasmine bermakna bunga melati
    103. Joy bermakna kebahagiaan
    104. Jean bermakna cerdas
    105. Jennie bermakna bijaksana dan lembut
    106. Jharna bermakna kebahagiaan
    107. Kalila bermakna teman baik
    108. Kaila bermakna kebaikan dan kehormatan
    109. Kalyana bermakna beruntung
    110. Kana bermakna kekuatan
    111. Karina bermakna perempuan yang suci
    112. Kemala bermakna batu mulia yang berharga
    113. Kirani bermakna tumbuh besar
    114. Khalila bermakna teman baik
    115. Khansa bermakna wanita baik
    116. Kiah bermakna awal yang baru
    117. Laisa bermakna bertakwa
    118. Lana bermakna cantik
    119. Lanika bermakna terbaik
    120. Lateefa bermakna yang terbaik
    121. Lanita bermakna mengabadikan cinta
    122. Larasati bermakna berjiwa tenang
    123. Lestari bermakna mempertahankan
    124. Liya bermakna ambisius
    125. Lulu bermakna mutiara
    126. Lumina bermakna cahaya rembulan
    127. Luna bermakna rembulan
    128. Maawa bermakna tempat teduh
    129. Maghfira bermakna pengampunan
    130. Mahdia bermakna dibimbing dengan baik
    131. Maheswari bermakna cantik
    132. Mayasari bermakna wanita lembut
    133. Maharani bermakna permaisuri
    134. Mahika bermakna bumi
    135. Mataya bermakna wanita
    136. Mentari bermakna matahari
    137. Mesha bermakna panjang umur
    138. Mika bermakna kecantikan yang terus meningkat
    139. Mustika bermaka batu mulia
    140. Malinka bermakna semanis buah seri
    141. Meera bermakna perempuan suci
    142. Moana bermakna samudera atau laut
    143. Mutmainah bermakna tenang
    144. Nabila bermakna bangsawan
    145. Nada bermakna kemurahan hati
    146. Nadheera bermakna berharga
    147. Nadia bermakna dermawan
    148. Nadira bermakna puncak
    149. Nafesa bermakna permata
    150. Naira bermakna bersinar
    151. Nadine bermakna kemenangan
    152. Nala bermakna jantung hati
    153. Naraya bermakna harapan semua mahluk hidup
    154. Nila bermakna bulan yang berharga
    155. Nita bermakna orang yang ramah dan taat
    156. Nirmala bermakna suci
    157. Nuria bermakna cahaya Tuhan
    158. Olivia bermakna kedamaian
    159. Ola bermakna berharga
    160. Orianthi bermakna bunga yang indah
    161. Obelia bermakna kekuatan
    162. Ocha bermakna bunga, keindahan
    163. Odelia bermakna kemakmuran
    164. Olive bermakna ketenangan
    165. Onella bermakna cahaya
    166. Pandhita bermakna bisa beribadah dengan baik
    167. Paramita bermakna bijaksana
    168. Pamela bermakna madu manis
    169. Pandhita bermakna orang yang taat
    170. Pertiwi bermakna tanah air
    171. Prameswari bermakna permaisuri
    172. Pratibha bermakna kecerdasan
    173. Prisha bermakna dewi kecantikan
    174. Qaila bermakna sebuah cinta
    175. Qanita bermakna kebaikan
    176. Qabila bermakna ramah
    177. Qiani bermakna sosok menawan
    178. Qirani bermakna cahaya
    179. Quillah bermakna anak ramah
    180. Quentin bermakna lahan luas
    181. Rahmi bermakna penyayang
    182. Rania bermakna putri cantik dan menawan
    183. Ratih bermakna dewi kecantikan
    184. Rasmi bermakna anak yang cantik
    185. Renata bermakna dilahirkan kembali dalam kesucian
    186. Rosalind bermakna bunga yang cantik
    187. Ratri bermakna malam
    188. Riska bermakna penguasa yang cinta alam
    189. Sasikirana bermakna bulan purnama
    190. Savita bermakna matahari
    191. Saraswati bermakna dewi ilmu pengetahuan
    192. Sasmaya bermakna indah
    193. Sekar bermakna bunga
    194. Shenna bermakna penuh rahmat
    195. Sheila bermakna cantik dan cerdas
    196. Shireen bermakna manis dan menyenangkan
    197. Shylla bermakna bebatuan
    198. Swastika bermakna keberuntungan
    199. Tanisha bermakna ambisi
    200. Tabina bermakan pengikut Nabi Muhammad SAW
    201. Tanisha bermakna kebahagiaan
    202. Thaliqa bermakna fasih
    203. Tantri bermakna ajaran inti
    204. Thandie bermakna yang terkasih
    205. Tiwi bermakna mempunyai kelebihan
    206. Tsamara bermakna buah hati
    207. Tsabita bermakna langgeng
    208. Ubaidah bermakna hamba
    209.  Udaysa bermakna narrator hadis
    210. Ulya bermakna tempat yang tinggi
    211. Ushi yang bermakna yang dipercaya
    212. Usna bermakna cantik
    213. Utami bermakna sama
    214. Urania bermakna surge
    215. Usha bermakna matahari
    216. Uditha bermakna yang diberkahi
    217. Vania bermakna pemberian Tuhan
    218. Vani bermakna seorang dewi
    219.  Veena bermakna alat music berdawai
    220. Vanessa bermakna bijaksana
    221. Vartika bermakna cahaya terang
    222. Veronica bermakna kemenangan
    223. Veena bermakna alat music kemenangan
    224. Vindry bermakna perempuan manis
    225. Vrinda bermakna bintang
    226. Winduri bermakna batu mulia
    227. Wening bermakna anak yang tenang
    228. Whidiani bermakna gadis yang taat aturan
    229. Wiyana bermakna pengetahuan
    230. Wuri bermakna pendorong
    231. Xania bermakna pejuang dan pelindung
    232. Xaviera bermakna indah dan sedap dipandang
    233. Xena bermakna hangat
    234. Xylia bermakna hutan
    235. Yema bermakna kelembutan
    236. Yedda bermakna wanita yang meiliki suara yang indah
    237. Yemima bermakna merpati
    238. Yeshika bermakna sukses
    239. Yuvika bermakna perempuan muda
    240. Yumna bermakna kesuksesan
    241. Yuki bermakna keberuntungan
    242. Zaliah bemakna pemberani, pandai dan cerdas
    243. Zanna bermakna hadiah dari Tuhan
    244. Zanittha bermakna anggun dan lembut
    245. Zeline bermakna surge
    246. Zeela bermakna bersih
    247. Zemira bermakna melodi lagu yang indah
    248. Zyva bermakna cerah dan berkilau
    249. Zoe bermakna hidup

    Baca juga: 250 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki Islam dan Artinya Lengkap

    Nama Bayi Perempuan Islami dalam 2 Kata dari Awalan A sampai Z

    Nama Bayi Perempuan Islami dalam 2 Kata dari Awalan A sampai Z

    Memberikan nama yang memiliki arti baik tentu menjadi hal penting sebab adanya harapan di dalamnya. Kali ini, kita akan melihat beberapa rekomendasi nama bayi perempuan Islami dalam dua kata. Berikut daftar nama yang bisa jadi pilihan untuk buah hatimu:

    1. Aisyah Chaerunnisa bermakna anak yang makmur, cantik, dan baik
    2. Adzkiya Naila bermakna anak yang cerdas dan sukses
    3. Almahyra Batari bermakna anak yang beruntung dan sukses
    4. Alifa Zahra bermakna anak yang lembut seperti bunga
    5. Amel Mahfuz bermakna anak yang menjaga amal baiknya
    6. Aneesha Haniyyah bermakna anak yang murni
    7. Annisa Azkiya bermakna anak salihah
    8. Aza Shakila bermakna anak berparas cantik
    9. Azizah Qisthina bermakna anak yang mulia dan adil
    10. Azalia Syarafana bermakna anak yang mulia dan dilindungi
    11. Balqis Almaira bermakna putri yang cantik
    12. Bayyinah Sadiqah bermakna anak yang menjadi bukti dengan benar
    13. Bhanu Zaina bermakna anak yang berparas cantik dan menawan
    14. Cahaya Ghaaliya bermakna anak yang bersinar dan harum
    15. Chaerunnisa Atthalla bermakna anak cantik pemberian dari Allah SWT
    16. Chayra Nadhifa berakna anak dengan pribadi yang bersih
    17. Daliah Khalishah bermakna anak sejati yang menjadi kehidupan bagi orang lain
    18. Delisha Malikha bermakna anak yang membawa kebahagiaan
    19. Dzakiya Khansa bermakna anak yang cerdas dan baik
    20. Elvina Bikrun bermakna anak yang ramah dan bijaksana
    21. Elvira Ainiyah bermakna anak perempuan yang menegakkan keadilan
    22. Fairuz Tahira bermakna permata yang suci dan bersih
    23. Fahma Dzakiyyah bermakna anak yang cerdas dan pengertian
    24. Fatiya Izzah bermakna anak yang cantik dan mulia
    25. Fayra Dzikra bermaka anak yang berparas cantik dan selalu berdzikir
    26. Fitriani Zhafira bermakna anak yang suci dan baik
    27. Gazala Saffiya bermakna anak perempuan yang cerdas
    28. Ghaaliya Jalwa bermakna anak perempuan yang wangi dan menawan
    29. Ghina Ulya bermakna anak perempuan yang berbudi luhur
    30. Habiba Ibtisam bermakna anak perempuan yang murah senyum
    31. Hasna Khairunnisa bermakna anak perempuan cantik yang baik hati
    32. Haziya Alman bermakna anak yang disukai karena kebaikannya
    33. Iftina Assyabiya bermakna gadis kecil yang berakhlak baik
    34. Inayatullah Salsabila bermakna karunia Allah
    35. Izzati Syahmina bermakna anak perempuan yang mulia dan cerdik
    36. Jannah Ramadhani bermakna jalan menuju surga
    37. Jihan Umnia bermakna perempuan yang terhormat
    38. Kayesa Fatimah bermakna anak yang cerdas seperti putri Nabi
    39. Khalisa Fairuza bermakna anak perempuan yang berharga
    40. Kirena Azzahra bermakna anak perempuan yang cantik dan cerdas
    41. Laiba Ashalina bermakna anak perempuan yang cantik dan menarik
    42. Layla Ruqayyah bermakna anak perempuan yang lembut
    43. Lintang Ghassani bermakna bintang yang cantik
    44. Mahirah Habibah bermakna anak perempuan yang pandai dan disayangi
    45. Malika Nazwa bermakna ratu yang pandai bicara
    46. Maryam Qadisah bermakna perempuan suci penghuni surga
    47. Nailah Kanissa bermakna anak yang cantik dan ramah
    48. Nasreen Shahrnzn bermakna perempuan yang cantik dan disukai banyak orang
    49. Niesha Almahyra bermakna anak perempuan yang penuh keberhasilan
    50. Qailah Ghani bermakna anak yang pandai bicara dan rupawan
    51. Qawiya Zakiyyah bermakna anak perempuan yang teguh dan bersih
    52. Raesha Nazneen bermakna anak perempuan yang berparas cantik jelita
    53. Rafiah Hasanatul bermakna anak perempuan baik-baik
    54. Rahmannisa Aulia bermakna anak perempuan yang suka memberi
    55. Raima Rafailah bermakna anak perempuan yang anggun dan bahagia
    56. Sabriya Almahyra bermakna anak perempuan yang sukses dan cerdas
    57. Shafiyyah Azrina bermakna anak perempuan yang mencintai semua orang
    58. Shezan Safaluna bermakna anak perempuan yang indah seperti cahaya bulan
    59. Soraya Khadijah bermakna anak perempuan yang kaya
    60. Taqiyah Rabbaniyah bermakna anak perempuan yang bertaqwa
    61. Tasmirah Iftinan bermakna permata indah dan menarik perhatian
    62. Tsani Fathimah bermakna anak perempuan yang penuh dengan keindahan
    63. Ulwa Humaira bermakna perempuan mulia yang berparas indah
    64. Uswatun Hasanah bermakna teladan yang baik
    65. Washifah Salsabilah bermakna anak perempuan dari mata air surga
    66. Wafa Nujabah bermakna anak perempuan yang dermawan
    67. Wafiya Firdaus bermakna anak perempuan sempurna
    68. Yafiah Talita bermakna gadis muda yang cantik
    69. Yamila Zurafa bermakna anak perempuan yang penuh keramahtamahan
    70. Yasmin Anisah bermakana anak perempuan yang baik seperti bunga melati
    71. Zafirah Faizah bermakna anak perempuan yang memperoleh keberuntungan
    72. Zaskia Shalihatunnisa bermakna anak perempuan yang murni dan shalihah

    Rekomendasi Nama Bayi Perempuan Islami dalam 3 Kata yang Menarik

    Mencari nama bayi memang susah-susah gampang, selain menjad harapan dan doa, nama akan menjadi satu-satunya identitas seumur hidup dalam mengenal seseorang. Oleh karena itu, memilih nama membutuhkan pertimbangan yang cukup panjang.

    Sebagai pertimbangan dalam menetapkan nama bagi buah hati, mari simak beberapa nama bayi perempuan Islami dalam tiga kata yang menarik!

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial A

    1. Adilwa Zahrotul Maula, artinya perempuan yang menerangi serta bunga keindah Tuhan
    2. Adzkia Samha Saufa, artinya perempuan cerdas, murah hati, dan penyabar
    3. Afwa Nur Fuadi, artinya anugerah paling baik yang menjadi cahaya hati
    4. Ahla Urwatun Nafisah, artinya perempuan manis yang menjadi pegangan berharga
    5. Aisya Hasna Shofiya, artinya kehidupan perempuan yang baik hati dan lembut
    6. Ajla Nisa Maliha, artinya perempuan yang bercahaya dan cantik
    7. Alya Nisa Dzakiyyah, artinya perempuan pintar yang memiliki cita-cita setinggi langit
    8. Aqilah Najamatul Hayah, artinya perempuan terhormat yang menjadi bintang kehidupan

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisal B

    1. Badriyyah Nur Syifa, artinya perempuan yang bersinar seperti rembulan serta cahaya kesembuhan
    2. Balqis Tsiqlah Nafisah, artinya ratu yang menjadi harta benda paling berharga
    3. Batsnah Labiqa Raisya, artinya perempuan cantik, pandai, dan lemah lembut yang kaya raya

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial C

    1. Chayra Ainin Qulaibah, kebaikan yang berasal dari mata hati yang suci.
    2. Chayra Rahmah Jamilah, perempuan cantik yang penuh dengan kebaikan dan kasih sayang yang besar.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial D

    1. Daliya Karimatun Nisa, perempuan terhormat dan harum seperti bunga Dahlia.
    2. Davina Nur Latifah, cahaya cinta yang lemah lembut.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Insial E

    1. Erina Syifa Muthmainnah, perempuan cantik sebagai obat bagi ketenteraman manusia.
    2. Faiza Tazkia Shafia, perempuan yang beruntung dan suci.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial F

    1. Fadhila Kabsya Kasiya, artinya pemimpin yang mulia, unggul, dan terhormat
    2. Fahdah Fatin Fadlilah, artinya perempuan yang baik, menarik, serta unggul
    3. Faidha Zharufa Atikah, artinya perempuan cantik yang banyak berbuat kebaikan serta mulia
    4. Fakhma Nuha Mufidah, artinya perempuan agung yang berakal sehat serta bermanfaat
    5. Farah Nur Fitriyah, artinya perempuan yang menyenangkan serta sumber cahaya kesucian
    6. Fathina Kayyis Kamila, artinya perempuan cantik, pintar, dan sempurna
    7. Fatiya Nur Shabih, artinya perempuan cantik yang memancarkan cahaya di wajahnya

    Nama Bayi Perepuan 3 Kata Inisial G

    1. Ghina Ulya Syarifah, perempuan berbudi luhur, dan bermartabat.
    2. Gamila Naura Zaida, wanita yang cantik, yang selalu menyebarkan kebaikan dan keberuntungan.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial H

    1. Hanin Raihana Syahira, wanita yang terkenal akan kebaikan hatinya dan seseorang yang penuh cinta.
    2. Hana Dalilatul Inayah, perempuan yang mudah mendapatkan rezeki sebagai tanda perhatian Tuhan.

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial I

    1. Ifah Anis Nafisah, artinya harta pilihan yang ramah dan berharga
    2. Iffah Nur Shobah, artinya perempuan suci yang menjadi cahaya di pagi hari
    3. Iffriyah Ulwa Fayyihah, artinya perempuan cerdik, mulia, serta fasih dalam berbicara
    4. Ikhwah Maulida Afifah, artinya saudara perempuan yang dilahirkan dengan terpelihara
    5. Irfah Udzri Mahmudah, artinya gadis yang sabar dan terpuji

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial J

    1. Jara Jamila Hudatul Haq, artinya perempuan cantik yang memiliki pipi indah dan penunjuk kebenaran
    2. Jahra Najwa Maliha, artinya perempuan yang cantik, bagus perawakannya, dan selamat
    3. Jaida Tsamrotul Fuadah, artinya perempuan yang memiliki kebaikan serta menjadi buah hati
    4. Jalilah Sahira Tsurayo, artinya perempuan terhormat dan cantik yang bersinar seperti bintang Tsurayo
    5. Jalwa Jumanatul Hayah, artinya perempuan terang yang menjadi mutiara kehidupan

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial K

    1. Kabsya Nisa Abidah, artinya pemimpin perempuan ahli ibadah
    2. Kafa Bahjah Saniyyah, artinya perempuan yang mencukupi serta menjadi perhiasan yang luhur
    3. Kafiya Nur Sa’ida, artinya perempuan yang selalu mencukupi serta memancarkan cahaya kebahagiaan
    4. Kahda Zahra Jamila, artinya perempuan yang sungguh-sungguh, harum, dan cantik
    5. Kaisa Marhamah Sajihah, artinya perempuan manis, cerdas, baik. serta mendapatkan rahmat Allah SWT
    6. Kamilah Billah Marhamah, artinya perempuan sempurna yang penuh rezeki dan dirahmati Allah SWT

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial L

    1. Labibah Karimatun Nisa, artinya perempuan pintar dan mulia
    2. Labiqa Kabsya Abidah, artinya pemimpin yang lemah lembut perangainya serta ahli ibadah
    3. Lahiza Jaudah Munifah, artinya perempuan yang penuh dengan kebaikan dan luhur martabatnya
    4. Laina Kayyis Amirah, artinya perempuan yang cantik bersinar bagaikan bulan purnama
    5. Lamhah Jafna Namila, artinya perempuan yang bersinar, dermawan, dan tangkas
    6. Lathifa Kanisa AJibah, artinya perempuan cantik yang ramah dan luar biasa kemampuannya
    7. Lathifah I’syah Asyira, artinya perempuan yang penuh kelembutan serta dermawan dan murah hati

    Nama Bayi Perempuan Inisial M

    1. Maida Nafisah Mumtazah, artinya perempuan yang selalu berbuat baik, berharga, dan istimewa
    2. Mazaya Hikmah Nafisah, artinya perempuan istimewa, pemberani, serta memiliki kasih sayang
    3. Mazna Halwa Rahima, artinya perempuan yang bersinar, manis, serta penyayang

    Nama Bayi Perempuan Inisial N

    1. Na’sa Wafadh Khalisa, artinya kekayaan yang diberikan Allah, bersih, dan suci
    2. Nadiya Maulida Husna, artinya murah hati serta dilahirkan dalam kebaikan
    3. Nadzira Qurbah Shalihah, artinya perempuan yang selalu waspada, mendekatkan diri kepada Allah SWT serta salihah
    4. Najwa Jadah Masrura, artinya perempuan yang selamat, rajin, dan bahagia
    5. Namira Dhiba Mardhiyyah, artinya perempuan bersih dan indah bagaikan mutiara serta diridhai Allah SWT

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial O

    1. Ola Afia Abidah, orang yang rajin beribadah dan penuh kekayaan
    2. Omaira Akifah Baha, anak perempuan luar biasa yang terpilih

      Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial P
    3. Putri Fethna Jamila, perempuan yang menarik hati dan cantik
    4. Putri Noushin Azkadina, perempuan yang cantik, taat agama dan dipenuhi kebaikan

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial Q

    1. Qamira Nur Syifa, artinya perempuan bersih putih yang penuh dengan cahaya kesembuhan
    2. Qasuma Hurriyyah Abidah, artinya perempuan cantik, merdeka, dan ahli ibadah
    3. Qatira Nur Maimanah, artinya perempuan harum yang penuh dengan cahaya keberkahan
    4. Qawiya Nisa Zakkiyah, artinya perempuan teguh yang bersih

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial R

    1. Rabiza Ibnatu Munira, artinya perempuan atau putri yang pandai dan bercahaya
    2. Raisya Zaida Khaira, artinya perempuan kaya yang selalu bertambah kebaikannya
    3. Rasya Hafsya Halilah, artinya perempuan kaya yang sungguh-sungguh
    4. Rasya Hiddah Mumtazah, artinya perempuan kaya, cerdik, pintar, dan istimewa

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial S

    1. Sakhiya Rasiya Afifah, artinya perempuan yang murah hati, kaya, dan selalu menjaga kehormatannya
    2. Salima Azka Fithriya, artinya perempuan sehat, selamat, bersih, dan suci
    3. Shofi Nurul Ain, artinya perempuan bersih yang menjadi penghias mata atau menghibur
    4. Siti Hilayah Mahmudah, artinya perempuan yang baik, terpuji, dan berkilau bagaikan perhiasan

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial T

    1. Tiara Aneira Habbaba, hiasan mutiara yang putih bersih dan memiliki daya tarik
    2. Taleetha Zalfa Umaiza, anak perempuan yang cantik dan cemerlang seperti mutiara
    3. Tazkia Salamah Qolbi, anak perempuan yang mendapat keselamatan karena memiliki kepribadian yang special

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial U

    1. Umniya Ssaniya Azizah, Perempuan yang memiliki masa depan yang mulia dan tinggi
    2. Ulfa Putri Tsabitah, Perempuan yang ramah terhadap orang lain dan teguh hati

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial V

    1. Vega Nayyara Zian, Bagaikan bintang jatuh yang bercahaya dan kuat

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial W

    1. Wafa Nuha Nujabah, wanita yang mudah dicintai, ceria dan dermawan
    2. Watsiqa Mazna Muniya, Perempuan yang dipercaya, bersinar dan sukses

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial X

    1. Xenea Maheswari Lituayu, Perempuan cantik yang baik hati

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial Y

    1. Yumna Faizah Laila, kesuksesan, keberuntungan
    2. Yumna Azzahra Ghania, perempuan yang cemerlang, sukses dan makmur

    Nama Bayi Perempuan 3 Kata Inisial Z

    1. Zaiba Dhawiya Nisrina, artinya perempuan sabar, bercahaya, serta putih bersih
    2. Zaura Mazna Maziya, artinya perempuan yang memiliki cita-cita yang kuat, bersinar, dan istimewa
    3. Zhafira Nur Rabbani, artinya perempuan yang memperoleh kemenangan serta memiliki cahaya ketuhanan

    Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Nama

    Jika sudah mendapatkan nama yang pas, tidak ada salahnya kita melihat dan menimbang kembali setiap kosa kata yang terangkai pada nama yang dipilih, apakah memiliki makna buruk atau tidak. Berikut hal yang perlu diperhatikan saat memilih nama sesuai anjuran Rasulullah SAW:

    1. Nama yang mengandung makna yang buruk atau negatif.
    2. Nama yang mengandung unsur-unsur kekufuran atau yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
    3. Nama yang mengandung unsur-unsur sihir atau magis.
    4. Nama yang mengandung unsur-unsur pengagungan terhadap makhluk selain Allah.
    5. Nama yang mengandung unsur-unsur syirik atau perbuatan yang menyekutukan Allah.
    6. Nama yang mengandung unsur-unsur menghina atau mengejek orang lain.
    7. Nama yang mengandung unsur-unsur penghinaan terhadap agama Islam atau para Nabi.
    8. Nama yang mengandung unsur-unsur yang dapat menimbulkan kebingungan atau kekacauan.
    9. Nama yang terlalu umum dan tidak memiliki arti yang jelas.
    10. Nama yang terlalu panjang atau sulit diucapkan.

    Itulah beberapa rekomendasi nama bayi perempuan yang bisa dijadikan pilihan untuk si kecil. Insyallah setiap nama dan doa yang tersemat di dalamnya akan menjadi pengiring jalan bagi anak-anak kita kelak. Aamiin..

    Terimakasih sudah membaca, sampai jumpa, Assalamualaikum wr.wb  

  • 700 Nama Bayi Laki-laki Islami dan Artinya Lengkap

    700 Nama Bayi Laki-laki Islami dan Artinya Lengkap

    Inspirasi nama bayi laki-laki Islami dari yang modern dan artinya. Menjelang kelahiran, tentu setiap orang tua mulsim akan mulai mempersiapakan segala hal untuk menyambut calon bayi.

    Apalagi penantian lama untuk menjemput bayi laki-laki. Nama bayi laki-laki ini akan menjadi salah satu hal yang disiapkan lebih awal, Karena di dalamnya terdapat harapan dan doa orang tua.

    Proses ini memang akan membutuhkan waktu yang lama, karena momen ini akan hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Nama yang baik juga mencerminkan karakteristik positif dan membantu anak untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

    Bagi Islam sendiri, nama menjadi salah satu hal penting dalam menyambut kelahiran, lho. Anjuran Rasulullah SAW, yakni memberikan nama dengan makna yang baik serta menghindari nama yang memiliki arti negatif.

    Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Pilihlah nama yang baik bagi anak-anak kalian, karena sesungguhnya malaikat akan mencatat nama-nama tersebut.” (HR. Muslim).

    Dengan alasan tersebutlah, penting untuk memilih nama baik. Berikut beberapa nama bayi laki-laki Islami modern yang bagus untuk kamu jadikan pilihan:

    Nama Bayi Laki-laki Islam Modern Beserta Artinya

    Nama Bayi Laki-laki Islam Modern Beserta Artinya

    Kita seringkali mencari nama-nama bayi laki-laki yang Islami namun ingintetap modern serta terdengar menarik.

    Pemilihan nama ini kadang membutuhkan waktu yang cukup lama hingga nama benar-benar ditentukan.

    Baca juga: 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Untuk menambah referensi dalam memilih nama. Berikut rekomendasi nama bayi laki-laki Islam modern serta artinya:

    1. Amir : Pemimpin
    2. Aamir                         : Sejahtera
    3. Aarizz                         : Pemimpin yang bijaksana
    4. Abbas                        : Pemimpin
    5. Abimanyu                  : Gagah dan perkasa
    6. Arkhana                     : Rahasia atau Misteri
    7. Alfatih                         : Awal
    8. Addy                           : Keberuntungan, baik hati, mulia
    9. Alfarizki                       : Pembawa rezeki
    10. Amrullah                     : Pemimpin yang dirahmati Allah
    11. Azka                           : Semakin maju
    12. Bilal                            : Sahabat Nabi
    13. Bahtiar                        : Kaya, Sejahtera
    14. Barra                          : Keteguhan
    15. Benedito                    : Anak laki-laki yang diberkahi
    16. Bhadrika                     : Gagah atau seorang pemenang
    17. Caesar                        : Raja
    18. Calvin                         : Orang yang bijaksana
    19. Cato                           : Cerdas, pintar dan teliti
    20. Chanda                      : Bulan
    21. Chairil                        : Kebaikan
    22. Chumaidi                   : Pujaan
    23. Chasana                    : Laki-laki terpelajar
    24. Chiraghdin                 : Pelita Agama
    25. Dalham                      : Penyayang
    26. Danish                       : Dicintai Allah dan Bijaksana
    27. Darian                        : Pembawa Rezeki
    28. Davian                       : Pemimpin Manusia
    29. Daanies                     : Kebijaksanaan
    30. Dharmendra             : Keberkahan Tuhan
    31. Dzakier                      : Pembawa Rezeki
    32. Daanish                     : Orang yang berpengetahuan luas
    33. Dafa                           : Orang yang memiliki pertahanan diri
    34. Dalmar                       : Orang yang serba bisa
    35. Daluh                          : Nama lain dari matahari
    36. Dariush                      : Pelindung yang baik
    37. Darwish                      : Orang yang suci
    38. Dean                          : Agama
    39. Dhaakireen                : Orang yang mengingat tuhan
    40. Dhulfiqaar                  : Nama pedang nabi muhammad saw
    41. Dilan                           : Orang yang setia
    42. Dzulhilmi                     : Penyabar
    43. Diyari                          : Sebuah hadiah
    44. Eshan                          : Moral yang tinggi
    45. Emir                            : Pangeran yang menawan
    46. Eldar                           : Orang yang terlahir untuk bertarung dengan semangat
    47. Esmaeel                      : Salah satu nabi yang disebutkan dalam al-qur’an
    48. Eshin                           : Pikiran pengertian, pikiran bijak
    49. Ebadaah                  : Panggilan kepada Allah swt
    50. Elend                           : Sinar matahari pertama di pagi hari
    51. Eldrick                          : Kreatif, bertanggung jawab dan keinginan sukses
    52. Elrick                            : Raja yang bijaksana
    53. Eneviri                          : Seorang nabi yang suci dan dihormati
    54. Faadhil                         : Laki-laki yang murah hati dan terpuji
    55. Faaiz                            : Seorang laki-laki yang menang dan penuh kemenangan
    56. Faatih                           : Seseorang yang menaklukkan, memulai segalanya
    57. Faater                           : Orang yang memikirkan ide-ide baru
    58. Fadli                              : Luar biasa, terhormat, ramah
    59. Faezan                         : Seorang pria pengertian
    60. Faisal                            : Pemimpin yang tegas
    61. Faiq                              : Unggul, kekuasaan, luar biasa
    62. Faqih                            : Ahli hukum islam
    63. Farhan                          : Bahagia
    64. Farshad                        : Bahagia
    65. Farzaan                        : Orang yang bijaksana dan pintar
    66. Fateen                         : Pintar
    67. Fattah                          : Orang yang meraih kemenangan
    68. Fazan                           : Seorang penguasa
    69. Furqan                         : Cahaya / Pelita
    70. Gafur                            : Tak terkalahkan
    71. Gamal                          : Memiliki paras yang tampan
    72. Gazi                              : Pemimpin
    73. Ghaazi                         : Penakluk
    74. Ghafar                         : Pemaaf, penyayang
    75. Ghalib                          : Penakluk, pemenang
    76. Ghamir                        : Memberi banyak sedekah
    77. Haady                          : Membimbing ke jalan yang benar
    78. Haafiz                          : Gelar laki-laki yang telah hafal seluruh al-qur’an, wali, pelindung
    79. Habibullah                 : Sahabat Allah, penyayang semua
    80. Hadi                              : Pemimpin, pemandu
    81. Hafid                            : Yang bijaksana
    82. Haidar                         : Gelar khalifa ali, haidar ali
    83. Hamad                        : Banyak memuji
    84. Hamdan                      : Yang memuji
    85. Hamid                         : Pemuji Allah
    86. Hani                            : Senang, bahagia
    87. Hanif                           : Benar, salah satu dari iman yang benar, lurus
    88. Haqqi                          : Orang yang menjunjung tinggi kebenaran, adil
    89. Hasan                         : Tampan
    90. Husain                        : Pemikir islam
    91. Husnain                      : Murni di mata
    92. Imtiaz                          : Kekuatan diskriminasi
    93. Irfan                            : Berilmu
    94. Izhar                           : Dapat diterima
    95. Ibrahim                       : Bumi, nama nabi
    96. Ihaan                          : Pemimpin, pelopor, pagi, fajar, pemenang
    97. Ihsaan                        : Kebaikan, kedermawanan
    98. Imam                           : Pemimpin
    99. Imran                     : Kuat, makmur
    100. Insar                        : Pembantu, pendukung
    101. Iqbal                       : Kemuliaan, takdir
    102. Isyraf                       : Berarti pengawasan
    103. Izwar                     : Anak yang berpegang teguh dan tidak pernah menyerah
    104. Jamil                      : Tampan, berkah
    105. Janab                     : Gelar kehormatan
    106. Jarif                         : Cerdas, bijak
    107. Jazel                       : Bersikap baik, berkelakuan baik
    108. Jazil                        : Keberanian
    109. Jefri                        : Perdamaian
    110. Jidan                      : Kelimpahan
    111. Jihan                     : Hubungan tuhan, dunia
    112. Johan                   : Pemberian tuhan
    113. Junaide                  : Seorang prajurit
    114. Kaamil                    : Sempurna
    115. Kafi                         : Sempurna, lengkap
    116. Kalief                      : Anak yang sukses
    117. Kaysan                   : Bijaksana
    118. Keyaan                  : Mahkota, raja
    119. Kemal                    : Sempurna
    120. Khaleeq               : Layak, sopan, ramah, baik hati
    121. Khairullah            : Sesuatu yang baik dari Allah swt
    122. Khaisan                  : Yang bijak
    123. Khaleed               : Sosok yang berani
    124. Khalish                   : Yang murni, ikhlas
    125. Kiyan                    : Kehadiran
    126. Kiran                      : Sinar
    127. Latif                       : Halus, lembut
    128. Lateef                   : Menyenangkan
    129. Layyin                  : Lembut, halus
    130. Lutfi                        : Baik, ramah, lembut
    131. Lukas                     : Cahaya
    132. Luqman                : Sebuah jalan kebenaran yang terang benderang
    133. Luzman                  : Artinya tetap
    134. Muhammad      : Yang terpuji
    135. Mukhtar                : Terpilih
    136. Munir                     : Bersinar
    137. Mustafa                : Yang terpilih
    138. Maazin                  : Wajah yang berseri
    139. Mashal                   : Anak yang dapat menjadi penerang
    140. Maarif                     : Orang yang berilmu, memiliki ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan
    141. Malik                      : Menguasai
    142. Mannan                : Yang suka memberi
    143. Misdaq                  : Orang yang jujur dalam bertutur
    144. Musthafa              : Orang yang terpilih
    145. Mustafeed        : Menguntungkan
    146. Maulana               : Tuanku
    147. Mufid                     : Yang berguna, bermanfaat
    148. Nadeem              : Sahabat
    149. Naeem                 : Berkat, kemudahan
    150. Naushad              : Senang
    151. Nawfal                  : Murah hati, kata arab kuno untuk “laut”
    152. Nuri                       : Bersinar, terang
    153. Nadhif                  : Bersih
    154. Nadhir                  : Indah, bagus
    155. Nithar                   : Anak yang rela berkorban
    156. Nukman               : Anugerah, kenikmatan dari tuhan
    157. Naufal                   : Seorang yang dermawan
    158. Nazril                     : Baik, sempurna, mudah menerima ampunan
    159. Ogima                   : Pemimpin
    160. Opick                     : Pertolongan
    161. Owais                    : Nama sahabat Rasulullah
    162. Omar                     : Pengikut nabi, memakmurkan
    163. Orlando                : Laki laki dari pulau emas
    164. Otto                       : Enerjik, kaya, pintar
    165. Oscar                     : Bijaksana, rajin dan pintar
    166. Orville                   : Kota emas
    167. Okta                      : Perasaan pada keadilan
    168. Oliver                    : Penuh kasih saying
    169. Onika                    : Pahlawan
    170. Pahlevi                 : Baik, berani, taat beragama, dermawan
    171. Pasha                    : Tuan, yang mulia
    172. Pasya                    : Raja, pemimpin
    173. Patrick                  : Berjiwa pemimpin, pengambilan risiko dan sukses
    174. Pharell                  : Keberanian yang terbuktikan
    175. Phelan                  : Berwawasan luas, sukses, mandiri
    176. Philander             : Peduli kepada sekitar
    177. Phoenix                 : Berjuang untuk sukses, jiwa pembimbing
    178. Pramana             : Berilmu                             
    179. Qabil                      : Yang menjaminkan, yang menanggung
    180. Qashid                  : Yang menuju pada kemudahan
    181. Qasif                      : Penemu
    182. Qawi                      : Gagah, perkasa
    183. Qazun                   : Sutera
    184. Qushai                  : Berpikir jauh ke depan
    185. Rafa                       : Makmur, kaya
    186. Rafan                    : Rupawan, ramah
    187. Rafardhan           : Cahaya
    188. Rafassya               : Di tempat tertinggi
    189. Rafie                      :Terpuji, mulia, bangsawan
    190. Rafisqy                 : Kesempurnaan, kebaikan
    191. Rafka                     : Bersifat adil
    192. Raihan                  : Rezeki, pemberian
    193. Rakha                    : Hidupnya senang
    194. Rasyad                  : Petunjuk, bimbingan
    195. Rauf                       : Penuh kasih sayang, lemah lembut
    196. Rifqi                       : Kawan, pendamping
    197. Sadiq                     : Teman sejati
    198. Safiq                      : Belas kasih
    199. Safiy                      : Yang bersih dan jujur
    200. Sahlan                   : Mudah, senang
    201. Sa’id                       : Gembira, senang
    202. Sakha                    : Kemurahan hati
    203. Shafi                      : Jernih
    204. Syafid                    : Penyayang
    205. Taamir                  : Banyak kebaikan, banyak rezeki
    206. Taheem                : Murni
    207. Tahir                      : Yang bersih dan murni
    208. Taqa                      : Yang bertakwa
    209. Taqi                        : Bertakwa
    210. Taslim                    : Penyerahan, kepatuhan
    211. Taufiq                    : Petunjuk, pertolongan
    212. Tariq                      : Penakluk
    213. Thilal                      : Embun, hujan rintik-rintik
    214. Ubaid                    : Orang-orang yang beriman
    215. Ukail                      : Pintar, pandai
    216. Ulhaq                    : Kebenaran
    217. Unais                     : Cinta, kasih saying
    218. Uthman               : Rajin dan gigih
    219. Uwais                    : Pemberian
    220. Uzayr                    : Berharga
    221. Valen                    : Gagah
    222. Valeeqa                : Terpercaya
    223. Vicky                     : Tujuan, akal
    224. Virendra              : Laki-laki yang mulia dan pemberani
    225. Wafiq                    : Sukses
    226. Wafiy                    : Setia, jujur
    227. Wahnan               : Mudah, senang
    228. Washil                   : Penghubung, yang menyatukan
    229. Wi’am                   : Keakraban, kemesraan
    230. Wistara                 : Tegas dan pandai
    231. Xabier                   : Bersinar
    232. Yafiq                      : Mulia, dihormati
    233. Yahya                    : Kebahagiaan, kehidupan
    234. Yaala                     : Kemuliaan, tinggi
    235. Yabil                      : Bijaksana, pemberi ampun
    236. Yasir                      : Diberikan hidup dengankemudahan
    237. Yohaan                 : Beruntung
    238. Yunus                    : Kemurnian
    239. Yushar                  : Banyak kemudahan
    240. Yusni                     : Anak laki-laki
    241. Zacky                     : Cerdas
    242. Zafeer                   : Selalu menang
    243. Zahid                     : Rendah hati
    244. Zakey                    : Cerdas
    245. Zaydan                 : Nama bayi laki-laki Islam artinya Tampan
    246. Zeus                      : Pemimpin
    247. Zhandra                : Penolong umat manusia
    248. Ziyad                     : Kelebihan
    249. Zulkan                   : Pembawa kebahagiaan dan rezeki
    250. Zuri                        : Lembut, pekerjakeras, kesuksesan
    251. Zurio                      : Mampu meraih kesuksesan

    Nama Bayi Laki-laki Islami Unik Dua Kata Beserta Aslinya

    Memberikan nama yang memiliki arti baik tentu menjadi hal penting sebab adanya harapan di dalamnya.

    Kali ini, kita akan melihat beberapa rekomendasi nama bayi laki-laki yang unik dalam dua kata. Berikut daftar nama yang bisa jadi pilihan untuk buah hatimu:

    1. Akhal Bahir                                : Memiliki mata hitam yang bersinar.
    2. Akhdan Ziyad                           : Seseorang yang bersahabat dan memiliki keistimewaan.
    3. Baliq Mufid                                : pintar dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya
    4. Burhanuddin Annai                   : Laki-laki yang memberikan fakta seputar agama.
    5. Basil Basyiruddin                     : Laki-laki pemberani pengantar berita baik tentang agama.
    6. Dziyab Mahasin                       : Laki-laki kaya harta, gemar berbuat kebaikan dengan hartanya.
    7. Fahim Hayatuna                      : Laki-laki yang dapat mengerti tentang kehidupan kami.
    8. Faiq Muntasir                           : Laki-laki yang unggul lagi menang.
    9. Farras Hazim                             : Laki-laki pintar yang bercita-cita luhur.
    10. Ghaffaruddin Mahud            : Laki-laki yang terpuji memperoleh pengampunan dosa dalam agama.
    11. Ghaitsul Mubarakah               : Laki-laki bagaikan hujan deras yang membawa karunia.
    12. Ghushun Ni’amillah                 : Laki-laki yang mendapat macam-macam nikmat Allah.
    13. Habibi Zayan                             : Kekasihku yang sangat elok wajahnya.
    14. Haidar Aziz                                 : Laki-laki bagaikan singa yang perkasa.
    15. Hajiduz Zaman                         : Laki-laki yang senang shalat tahajud sepanjang hari.
    16. Ibni Humam                               : Anak laki-laki yang pemberani lagi tinggi cita-citanya.
    17. Ifat Fadhlurrahman                  : Keutamaan dari Allah yang senantiasa menjaga diri (menyucikan).
    18. Insyirah Munawwar               : Laki-laki yang memiliki pancaran cahaya kebahagiaan.
    19. Jaiz Mahbubuddin                   : Laki-laki yang diridai (diperbolehkan) dan disukai agama.
    20. Jalaluddin Wafi                         : Laki-laki yang menjadi keagungan agama yang menyempurnakan.
    21. Juhairu Thariq                           : Laki-laki yang lantang (menyuarakan kebenaran) bagaikan ketukan pintu di malam hari.
    22. Kafi Rijal                                    : Anak laki-laki yang sempurna.
    23. Khazinun Katsiran                    : Laki-laki yang punya kekayaan berlimpah ruah.
    24. Lafifuddin Mu’tasham           : Laki-laki yang punya kehalusan agama dan terjaga dari dosa.
    25. Lamya Najmuddin                   : Laki-laki yang bagai berkilauan bintang dalam agama.
    26. Lutfi Khawas                             : Orang yang lembut dan beramal dengan ikhlas.
    27. Malik Fawwaz                           : Pemimpin atau penguasa yang dikelilingi oleh kebahagiaan dan keberuntungan
    28. Ma’ruf Sirajuddin                    : Laki-laki yang dikenal sinar penerang agama.
    29.  Mahbub Junaidi                      : Laki-laki menjadi prajurit yang disukai.
    30. Nashifuddin Majdi                  : Laki-laki yang membantu agama dengan mulia.
    31.  Nashih Musthafa                    : Laki-laki terpilih yang selalu setia.
    32. Nurul Makarim                         : Laki-laki yang memancar sinar kemuliaan.
    33. Omar Harsa                               : Lelaki yang berumur panjang, serta selalu diberikan kegembiraan dalam hidupnya.
    34. Qa’id Hadyan                            : Komandan perang yang berpangkat tinggi.
    35. Qaid Arkana                              : Pemimpin yang berhati terang.
    36.  Qaifun Habibillah                   : Laki-laki kesayangan Allah yang paham dengan ilmu filsafat.
    37.  Rafa Akbar                              : Laki-laki yang menjadi orang besar dan kaya.
    38. Rafardhan Athalla                    : Laki-laki yang memancarkan sinar cahaya sebagai anugerah Tuhan.
    39. Raffi Hamzah                          : pemimpin yang berderajat tinggi serta pantang menyerah
    40. Rahid Mumtaz                         : Laki-laki halus yang istimewa.
    41. Saddam Mahasin                    : Laki-laki yang tahan banting dalam berbuat kebaikan.
    42. Said Muzaffar                           : Laki-laki bahagia yang selalu sukses.
    43. Syamsir Makarim                     : Lelaki yang memiliki kekuatan dan kemuliaan
    44. Taqiuddin Jayyid                     : Laki-laki yang baik bertaqwa dalam ajaran agama.
    45. Tsani Rafif                                : Anak kedua yang bersifat penolong.
    46. Umar Ayyasy                            : Nama khalifah kedua yang panjang umur.
    47. Wahid Najam                           : Satu bintang.
    48. Yahya Wahib                            : Kebahagiaan orang yang memberi.
    49. Yunus Majdi                              : Lelaki yang selalu bisa berbuat baik dan terpuji dalam hidupnya
    50. Zahid Khalilurrahim                 : Laki-laki yang rendah hati menjadi kekasih Allah Yang Maha Penyayang.

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Rekomendasi Nama Bayi Laki-laki dalam Tiga Kata

    Biasanya orang tua akan memilih nama dengan dua atau tiga suku kata, yang jika tersusun akan memiliki arti yang baik serta harapan dan doa untuk si bayi di masa depan. Berikut ini beberapa rekomendasi nama bayi laki-laki dalam tiga suku kata:

    1. Abbad Nailun Nabhan            : Laki-laki yang rajin beribadah dan mendapat kemuliaan.
    2. Abdiel Justin Gilbert                : Hamba Allah yang adil dan dapat terpercaya.
    3. Abdilah Abqari Agam              : Anak laki-laki cerdas dan kuat yang mengabdi pada Allah
    4. Addar Quthni Poldi                  : Sosok imam perawi hadits yang sangat berani.
    5. Adib Alim Aminullah               : Laki-laki berilmu dan beradab yang mendapat kepercayaan dari Allah.
    6. Afif Ahwal Said                          : Laki-laki yang memelihara diri dari perbuatan terlarang dan keadaannya selalu bahagia.
    7. Afnan Atma Purnama            : Laki-laki yang memiliki jiwa mekar berseri seperti cahaya rembulan.
    8. Akhtar Farzan Wijaya             : Anak laki-laki yang akan menjadi pilihan untuk selalu bijaksana dengan penuh kesuksesan.
    9. Alim Shafiyyur Rahman         : Laki-laki yang cerdas, pintar, dan lembut.
    10. Ammar Fathee Karim             : Sosok pemimpin yang murah hati dan panjang umur.
    11. Aqlan Harith Ridauddin           : Laki-laki bijaksana yang selalu berusaha mencari keridhaan agama.
    12. Ararya Saguna Amrullah        : Laki-laki bangsawan yang selalu mentaati perintah Allah.
    13. Arroyyan Dylan Alfarizqi        : Anak laki-laki yang selalu membawa rezeki dan berwawasan luas dengan penuh kekuatan.
    14. Bakir Ahsan Amal                    : Laki-laki yang senantiasa lebih mendahului perbuatan yang lebih baik
    15. Bari Abdul Jalil                        : Seorang hamba Allah yamg pandai dan mulia.
    16. Beryl Hamizan Rabbani          : Laki-laki yang seperti permata berharga, memiliki kecerdasan, serta arif dan saleh.
    17. Billal Hafizh Athaillah               : Rahmat Allah yang bertanggung jawab.
    18. Chairil Mihran Ghazzal           : anak laki-laki baik hati yang memiliki sifat seperti sahabat Rasulullah SAW dan diharapkan bisa menjadi ahli Alquran
    19. Daffa Ramdan Althaf              : Anak laki-laki yang selalu membela dan akan menyinari hidupnya dengan penuh kelembutan.
    20.  Dawas Said Bareeq                 : Sosok pemberani yang dianugerahi kilau kebahagiaan.
    21. Dhiaurrahman Zahid Hamizan : Laki-laki yang memiliki sinar yang pengasih, pintar, kuat dan tampan serta menjauhkan diri dari kemewahan
    22. Dilfa Barqi Abbasy                    : Pria pemberani sekaligus lincah.
    23. Diya Al Din Dhafir                     : laki-laki tampan yang selalu sabar untuk mendapatkan kemenangan.
    24. Dzihni Labib Salim                    : Laki-laki yang berakal sehat dan selamat dari penyimpangan berpikir
    25. Fadli Akram I’tisham               : Laki-laki mulia yang memiliki kelebihan dan berpegang teguh pada kebenaran
    26. Fadhlan Arkhan Fathurrahman : Laki-laki yang memiliki keutamaan dan memuliakan menjadi pembuka kejayaan Yang Maha Pengasih
    27. Faris Miqdad Nazeeh             : Ksatria penjaga yang menjauhi dari hal-hal tidak terpuji.
    28. Farras Barra Muayyad            : Sosok cerdas dan independen yang dilindungi Allah.
    29. Fawwas Hamzah Antar           : Sosok pemberani yang selalu menang dalam peperangan.
    30. Gaishan Raffasya Hafis           : Laki-laki tampan yang memiliki kedudukan tinggi dan selalu melindungi banyak orang.
    31. Ghifari Syafi Muzakki              : Anak Laki-laki yang dilahirkan dengan kelembutan hati, dan menjadi penolong bagi orang lain.
    32. Hadwan Harsa Haryaka          : Laki-laki yang hidupnya tenang, gembira dan senantiasa berbuat mulia
    33. Hafizhan Raffa Khairy             : Laki-laki yang memiliki banyak kebaikan, selalu terlindung dan penuh kebahagiaan.
    34. Hanif Yasser Syathibi              : Laki-laki yang memiliki tekad dan kemauan untuk menjadi ulama dengan kemuliaan besar.
    35. Ikhbar Shaqr Akhdan              : Sahabat yang menyampaikan berita dan tajam penglihatannya
    36. Istaz Qasim Maulana              : Pendakwah yang elok dan dihormati
    37. Jafar Rakha Mubasyir             : Pemberi kabar baik yang hidupnya dipenuhi kemuliaan dan kekayaan yang berlimpah.
    38. Jasim Mu’afa Ar-Rasyiq         : Laki-laki yang berbadan sehat dan kuat
    39. Jiyad Umar Hafie                   : Sosok yang baik dan dermawan.
    40. Kamalunniam Khairul Insan : Laki-laki manusia terbaik yang punya kesempurnaan nikmat
    41. Keenan Ghazi Utsman           : Ksatria pelindung.
    42. Khaleed Sharim Mudzafar    : Sosok pemberani dan pandai berbicara.
    43. Layyin Fakhruddin Fashih     : Laki-laki yang halus dan fasih bercakap menjadi keindahan agama
    44. Makarim Mulud Mubarak    : Laki-laki mulia yang dilahirkan banyak karunia
    45. Naqib Ibni Humam                  : Anak laki-laki pemberani tinggi cita-citanya dan pantas menjadi pemimpin
    46. Liham Syubbanul Yaum         : Anak lelaki yang memiliki banyak harapan di masa muda.
    47. Mahmud Husain Zahidi          : Sosok yang terpuji, takwa, dan baik di dunia.
    48. Mazhar Ansa Ghazalan          : Lelaki yang berpenampilan menarik dan senantiasa pandai erbicara tentang kebenaran.
    49. Miftahurrahman Ash-Shofi  : Laki-laki bercahaya yang tidak memiliki cacat sebagai perantara berkah dari Allah.
    50. Mu’thi Badruz Zaman             : Sosok yang selalu memberi dan menjadi lampu penerang kehidupan.
    51. Muhammad Adib Ansharri   : Anak yang baik budinya dan penyayang kepada sesama.
    52. Muhammad Anshary Amrullah : Laki-laki yang sangat terpuji, selalu memperoleh pertolongan Allah dan menaati perintah-Nya.
    53. Muhammad Iman Kamil        : Laki-laki yang sangat terpuji dan punya iman sempurna.
    54. Munifun Aliyul Wafi                   : Laki-laki yang tinggi kedudukannya dan terkenal karena kesempurnaan akhlak.
    55. Nail Nabil Amru                         : Orang yang mulia dan panjang umur.
    56. Naufal Muadz Baqir                  : Sosok yang tampan, seseorang yang memiliki pengetahuan luas, dan terpelihara dengan baik.
    57. Nawwar Antarun Asady        : Laki-laki pemberi cahaya kebaikan dan berani bagaikan singa.
    58. Nibras Zubair Shadeeq           : Orang yang berani dan jujur
    59. Qomar Hamizah Gemilang   : Laki-laki yang tampan seperti bulan yang terang.
    60. Rafa Fauzan Kamil                    : Sosok yang dikenal karena memiliki sifat-sifat baik serta sempurna.
    61. Rafi Shameed Anas                 : Sahabat nabi yang memiliki kedudukan tinggi.
    62. Rafka Arsha Fathan                 : Lelaki yang selalu berdoa kepada Tuhan dan menjunjung tinggi keadilan untuk mencapai kemenangan sempurna.
    63. Raif Althaf Hasan                      : Sosok yang lembut dan penuh kasih sayang.
    64. Rasyiqul Abid Abdullah          : Hamba Allah yang gagah dan rajin beribadah.
    65. Raziq Hafuza Madani               : Laki-laki yang menjadi hamba murah rezeki dan pemberi semangat menuju kemajuan
    66. Robih Hakimul Karim              : Laki-laki beruntung yang penuh bijaksana dengan mulia
    67. Saad Ilham Fakhruddin           : Anak lelaki sumber kebahagiaan dan kebanggaan di dalam agama Islam.
    68. Shadiq Musthafa Karim         : Laki-laki terpilih yang mulia dan bisa dipercaya.
    69. Shabir Ahmad Shadiq              : Laki-laki terpuji yang penyabar dan amanah
    70. Sa’di Khairul Anam                   : Laki-laki yang bahagia dari sebaik-baik manusia
    71. Taqiuddin Uzmatur Rahman : Laki-laki yang baik bertaqwa dalam ajaran agama mendapat keagungan dari Allah.
    72. Tsabit Qalbun Salim                 : Laki-laki yang hatinya istiqomah dan damai
    73. Ulya Aziz Tamam                      : Laki-laki yang berkedudukan mulia, perkasa, dan sempurna.
    74. Wahid Amzar Hafizuddin      : Laki-laki pertama yang mulia serta menjadi pemelihara agama
    75. Yaqdhan Rakha Assaid           : Pria yang memiliki kehidupan bahagia.
    76. Yusuf Alaudin Fauzi                 : Seorang lelaki tampan yg mencari kemuliaan agama untuk mencapai kemenangan
    77. Zahid Hamizan Rabbani         : Laki-laki yang rendah hati, cerdas, arif, dan saleh.
    78. Zaid Hafi Ihsan                       : Seseorang yang baik hati.
    79. Zaidan Hasan Fann               : Laki-laki yang memiliki banyak kelebihan dalam kebaikan dan seni.
    80. Zayyan Zainul Muttaqin         : Laki-laki yang berwajah tampan yang seperti perhiasan bagi orang bertaqwa.
    81. Zharif Nawaf Mushab            : Sahabat nabi yang pintar.
    82. Zehan Atharrazka Malik        : Pemimpin saleh murah rezeki dan berguna bagi sesama.

    Ketentuan Menamai Anak dalam Islam

    Untuk memberikan nama anak menurut Islam, ada beberapa langkah yang dapat Anda ikuti, di antaranya adalah:

    1. Pilhlah nama yang memiliki makna baik, hal ini diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda: “Semua nama yang baik adalah milikmu, pilihlah nama yang baik.”HR. Abu Daud. Selain itu diperkuat dengan hadis riwayat Tarmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memberikan nama kepada anaknya yang baik, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang selalu memperbaharui (shalat) sunnah.” (HR. Tirmidzi)
    2. Hindari nama yang memiliki makna negatif atau yang tidak sesuai dengan prinsip Islam, hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu memberi nama dengan nama yang buruk, karena nama itu akan menjadi panggilan di akhirat.” (HR. Abu Dawud)
    3. Pilih nama yang mudah diucapkan dan dipahami
    4. Hindari nama yang terlalu umum
    5. Pertimbangkan nama yang sesuai dengan kebiasan di masyarakat yang ditinggali

    Nama yang Dilarang dalam Islam

    Berikut adalah beberapa contoh nama yang dilarang dalam Islam:

    1. Nama yang mengandung makna yang buruk atau negatif.
    2. Nama yang mengandung unsur-unsur kekufuran atau yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
    3. Nama yang mengandung unsur-unsur sihir atau magis.
    4. Nama yang mengandung unsur-unsur pengagungan terhadap makhluk selain Allah.
    5. Nama yang mengandung unsur-unsur syirik atau perbuatan yang menyekutukan Allah.
    6. Nama yang mengandung unsur-unsur menghina atau mengejek orang lain.
    7. Nama yang mengandung unsur-unsur penghinaan terhadap agama Islam atau para Nabi.
    8. Nama yang mengandung unsur-unsur yang dapat menimbulkan kebingungan atau kekacauan.
    9. Nama yang terlalu umum dan tidak memiliki arti yang jelas.
    10. Nama yang terlalu panjang atau sulit diucapkan.

    Itulah rekomendasi nama bayi laki-laki yang bisa kamu jadikan sebagai referensi. Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya untuk mengikuti anjuran Islam dalam memilih nama.

    Insyaallah jika kita memperhatikan unsur-unsur yang baik menurut ajaran Rasulullah SAW, nama yang kita berikan akan menjadi doa baik bagi keturunan kita. Aamiin allahuma aamiin.

    Terimakasih sudah membaca, sampai berjumpa lagi ya. Assalamualaikum wr.wb.  

  • 10 Adab berbicara dalam Islam, Untuk Pria dan Wanita

    10 Adab berbicara dalam Islam, Untuk Pria dan Wanita

    Segala aspek kehidupan di dunia baik yang kecil maupun besar telah diatur dengan jelas di dalam Al-Qur’an. Termasuk mengenai adab berbicara dalam Islam.

    Umat muslim wajib memiliki adab, sebab salah satu ciri orang beriman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah beradab.

    Tujuan dari memiliki adab yang baik adalah untuk membentuk dan menghasilkan pribadi atau akhlak yang terpuji. Baik terhadap Allah SWT, para Rasul-Nya, dan sesama mahluk hidup lainnya sesuai dengan nilai yang terkandung dalam hadits.

    Untuk lebih jelasnya, Yuk simak beberapa adab berbicara dalam Islam yang perlu diketahui!

    Adab Berbicara dalam Islam

    Terdapat pepatah yang mengatakan bahwa lisanmu adalah harimaumu, hal ini dimaknai bahwa segala hal baik maupun buruk yang diterima bergantung pada perkataan yang dilontarkan, jangan sampai kita berbicara hal yang tidak penting dan menyakiti hati orang lain.

    Adab berbicara dalam Islam tentu memiliki keterkaitan dengan akhlak terpuji, apabila seseorang memiliki akhlak yang baik sudah tentu ia memiliki adab berbicara yang baik pula.

    Bahkan adab berbicara dalam Islam telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Betapa lembut dan dan santunnya perkataan beliau. Sehingga masing-masing lawan bicaranya merasa dia yang paling dimuliakan Rasulullah.

    Berikut beberapa adab berbicara yang dicontohkan Rasulullah SAW:

    1. Jangan terlalu berceloteh

    Adab berbicara dalam Islam yang pertama yakni berhati-hatilah untuk tidak terlalu banyak berceloteh. Pilah perkataan yang akan diucapkan, sehingga dapat disampaikan dalam kalimat yang ringkat, jelas dan tidak bertele-tele.

    Hal ini dijelaskan dalamsalah satu firman Allah SWT pada surat An-Nisa ayat 114 yang berbunyi:

    لَا خَيۡرَ فِىۡ كَثِيۡرٍ مِّنۡ نَّجۡوٰٮهُمۡ اِلَّا مَنۡ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوۡ مَعۡرُوۡفٍ اَوۡ اِصۡلَاحٍۢ بَيۡنَ النَّاسِ‌ ؕ وَمَن يَّفۡعَلۡ ذٰ لِكَ ابۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ اللّٰهِ فَسَوۡفَ نُـؤۡتِيۡهِ اَجۡرًا عَظِيۡمًا

    Artinya: “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar“. (QS An nisa:114)

    Selain itu, perlu diingat bahwa segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakan seorang muslim. Meski ia yakin tidak ada sesiapapun yang akan mendengarnya, dan hanya berupa bisikan. Allah SWT senantiasa mendengarnya.

    Allah Ta’ala berfirman :

     عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد

    Artinya: “Seorang duduk di sebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS Qaaf:17-18).

    2. Menjaga Lisan     

    Hal yang perlu diperhatikan dalam adab berbicara dalam Islam selanjutnya yakni berhati-hati saat berbicara atau menjaga lisan.

    Dalam hal ini, penting bagi seorang muslim untuk mengontrol lidah agar memilah dan mengerem kata-kata yang dilontarkan. Sehingga perkataan yang dikeluarkan merupakan kata-kata positif.

    Tidak hanya itu, berbicara juga perlu melibatkan hati, agar perkataan yang dikeluarkan tidak menyakiti hati orang lain. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Qaf ayat 18 yang berbunyi:

    مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

    Artinya: “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf: 18)

    Selain itu hal ini juga dijelaskan dalam salah satu hadits riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang dia tidak pikirkan dahulu, Dia akan menggelincirkan ke dalam neraka lebih jauh dari apa-apa di antara timur.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    3. Berkatalah yang Baik atau Diam

    Berkata yang baik atau diam adalah salah satu adab berbicara dalam Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu, umat muslim diperintahkan untuk memperhatikan segala ucapannya.

    Sederhananya, jika perkataan tersebut baik dan bermanfaat bagi orang lain katakanlah. Akan tetapi jika hal yang akan dikatakan itu merupakan hal buruk dan merugikan, maka lebih baik untuk diam.

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

    “Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah dia menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka muliakanlah tamunya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    Baca juga: Puasa Nazar: Niat, Tata Cara, Hukum, Konsekuensi, dan Macamnya

    4. Menjauhi Berkata Dusta

    Dusta yang dimaksud yakni memberitakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini kerap kali terjadi ketika seseorang menglang cerita, sebagian cerita akan terpotong atau bahkan dilebih-lebihkan.

    Hal ini termasuk ke dalam kelemahan manusia yang pelupa, oleh sebab itu, dilarang bagi seorang muslim untuk memberitakan hal-hal yang tidak seharunsya ia urusi, dikhawatirkan terdapat dusta di dalamnya.

    Seperti yang dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW pada hadits berikut ini:

    “Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga, dan sesungguhnya seorang lelaki yang berkata jujur hingga di sisi Allah menjadi orang yang shidiq. Dan sesungguhnya dusta itu membawa seseorang kepada dosa, dan dosa itu membawa kepada neraka. Dan seorang lelaki yang berdusta hingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    5. Dilarang Berkata Kotor

    Adab berbicara dalam Islam kali ini yakni dilarang berkata kotor. Seiring dengan perkembangan zaman dan tren yang kiat pesat meningkat. Banyak remaja yang merasa jika mengucapkan kata-kata kotor menjadikannya keren.

    Namun, Rasulullah SAW sangat melarang umat muslim berkata yang tidak baik, seperti mengutuk, berkata kotor dan ucapan bathil lainnya.

    Ibnu Mas’ud meriwayatkan, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah seorang Mukmin yang sempurna, yang suka mencaci, mengutuk, berbuat, dan berkata kotor.” (HR. Al-Bukhari, Ahmad, dan At-Tirmidzi)

    6. Hindari Berdebat

    Hindari Berdebat

    Kecenderungan orang yang memiliki pengetahuan lebih, kerap kali suka mendebat seseorang yang sedang berbicara. Meski paa faktanya hal yang ia katakan merupakan kebenaran.

    Namun sayangnya, seseorang yang senang berdebat akan terjerumus ke dalam dosa dan kesesatan. Dari Abu Umamah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

    “Aku akan menjamin sebuah istana di sekitar surga bai orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia benar. Dan aku menjamin sebuah istana di tengah-tengah surga bagi orang yang tidak berdusta meskipun bercanda. Dan aku menjamin istana di atas surga bagi orang yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

    7. Dilarang Bercanda dengan Perkataan Dusta

    Dewasa ini, ada banyak sekali orang  yang dengan sengaja berbohong atau mengada-ngada agar orang yang mendengarkan perkataan kita menjadi tertawa saat mendengarnya.

    Hal ini tentu dilarang dalam Islam. Bahkan Rasulullah SAW menjelaskan dalam sabdanya bahwa akan celaka seseorang yang berbicara untuk membuat sekelompok orang tertawa namun dengan suatu kebohongan.

    Mua’awiyah bin Haidah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Celakalah bagi seseorang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat sekelompok orang tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi)

    Baca juga: Doa sebelum Berhubungan Suami Istri dan Lengkap dengan Artinya

    8. Menghindari Ghibah

    Menghindari ghibah atau bergosip menjadi salah satu hal yang memang perlu diperhatikan pada adab berbicara dalam Islam. Hal ini pun dijelaskan dalam sabda Nabi saw berikut:

    “Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muttafaq’alaih)

    9. Menjaga Suara

    Adab berbicara satu ini dikhususkan bagi muslimah. Sebab dianjurkan bagi seorang wanita untuk membuat suaranya terlalu lembut atau dibuat-buat yang dikhawatirkan akan menarik perhatian seorang laki-laki.

    Hal ini dengan berlandas pada hadis berikut:

    “Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah).” (HR. At-Tirmidzi)

    10. Membanggakan Diri Sendiri

    Berbicara mengenai diri atau menjelaskan kelebihan diri sendiri merupakan hal yang tidak baik. Sifat seperti ini seharusnya dijauhi sebab Rasulullah SAW membenci orang-orang yang menyombongkan dirinya.

    Hal ini dijelaskan dalam hadis berikut:

    “Sesungguhnya orang yang paling aku benci di antara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat: orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta’ajjub terhadap ucapannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan lainnya dari hadis Abu Tsa’labah Al-Khusyani)

    Nah itulah dia 10 adab berbicara dalam Islam yang perlu diperhatikan umat Muslim. Meski kadang dianggap sepele, tetapi ingatlah bahwa ada banyak sekali ruh yang menyesal di akherat dengan segala perkataan yang mereka ucapkan dulu.

    Semoga kita dijauhkan dari hal-hal buruk, aamiin.

  • 5 Adab Pergaulan dalam Islam Untuk laki-Laki dan Perempuan

    5 Adab Pergaulan dalam Islam Untuk laki-Laki dan Perempuan

    Dalam Islam, terdapat beberapa aspek atau hal yang menyangkut mengenai pergaulan yang harus diketahui seorang muslim. Beberapa aspek tersebut yakni ketentuan bagaimana dan dengan siapa kita bergaul. Hal ini dikemas dalam adab pergaulan dalam Islam.

    Apalagi jika menyangkut mengenai pergaulan lawan jenis. Meski begitu, pergaulan bukanlah hal yang dilarang dalam Islam. Namun, pergaulan antar lawan jenis haruslah dilandasi dengan etika agar tidak melanggar syariat Islam yang ada.

    Islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu memiliki hubungan baik degan sesama. Baik kepada saudara, teman serta makhluk hidup lainnya.

    Adab Pergaulan dalam Islam

    Memang benar, jika seorang muslim diwajibkan untuk memiliki akhlak yang baik serta menolong sesama. Terutama bagi saudara, teman, mauipun tetangga tersebut. Dalam surah An-Nisa’ ayat 36, Allah SWT telah berfirman sebagai berikut:

     وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

    Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”.

    Selain itu, terdapat beberapa hadits yang turut menjelaskan mengenai pentingnya menjaga hubungan dengan sesama.

    Baca juga: 6 Ceramah Singkat tentang Sabar, Kunci Hidup Bahagia

    Dari Anas Bin Malik dia berkata: “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjumpa dengan seseorang dan beliau mengajaknya bicara, maka beliau tidak memalingkan mukanya dari orang tersebut sehingga orang itu sendiri yang berpaling, dan apabila menjabatnya, beliau tidak melepas tangannya sehingga ia sendiri yang melepaskannya, beliau juga tidak pernah terlihat mendahului teman duduknya dengan kedua lututnya,” (HR Ibnu Majah No. 3706).

    Dengan kebaikan-kebaikan tersebut, tentu akan lebih baik lagi jika kita mengetahui adab pergaulan dalam Islam, khususnya bagi lawan jenis.

    Sebagian ulama seperti Syaikh Nashir al-Albani dan Syaikh Muhammad bin Ali Adam juga turut menjelaskan bahwa wanita boleh saja berbicara dengan laki-laki, namun harus memiliki alasan yang kuat seperti adanya keperluan yang harus dilakukan.

    Sehingga dapat dikatakan bahwa hukum berbicara dengan lawan jenis dalam Islam adalah diperbolehkan jika terdapat keperluan yang benar-benar membutuhkan.

    Namun, adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis harus senantiasa dijaga dengan sungguh-sungguh.

    Terdapat sejumlah adab pergaulan dalam Islam dengan lawan jenis yang telah diatur sebagaimana mestinya sesuai dengan syariat yang dibenarkan.

    Dalam surat Al Hujurat ayat 13, Allah SWT menjelaskan bahwa pergaulan antara laki-laki dan perempuan harus berjalan dengan baik, sebab keduanya diciptakan agar saling mengenal.

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

    Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja’alnākum syu’ụbaw wa qabā`ila lita’ārafụ, inna akramakum ‘indallāhi atqākum, innallāha ‘alīmun khabīr

    Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,”

    Namun, menghindari adanya fitnah dan juga keburukan lainnya seperti mendekatkan diri pada zina. Maka ada beberapa adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis yang perlu diketahui.

    Adapun adab-adab tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Menjaga Pandangan

    Menjaga Pandangan

    Adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis yang pertama yakni menjaga pandangan atau menghindari untuk  saling memandang jika tidak dperlukan. Sebab dikhawatirkan akan memancing syahwat.

    Selain itu, hendaknya seorang muslim menjaga pandangan satu sama lain terhadap bagian tubuh yang mampu mengundang syahwat.

    Allah SWT berfirman dalam surat An Nur ayat 30:

    قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

    Qul lil-mu`minīna yaguḍḍụ min abṣārihim wa yaḥfaẓụ furụjahum, żālika azkā lahum, innallāha khabīrum bimā yaṣna’ụn

    Artinya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat,”

    Hal tersebut juga turut dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani yang berbunyi:

    “Allah SWT menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang menjaga pandangan, yaitu: …yang matanya tidak mau melihat hal-hal yang diharamkan Allah,” (HR Ath-Thabrani).

    2. Tidak Berkhalwat

    Hal yang perlu diperhatikan pada adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis selanjutnya yakni menghindari berkhalawat atau berdua-duaan. Hal ini disebabkan karena ditakutkan akan menimbulkan fitnah hingga memungkin seorang muslim untuk terjerumus ke dalam perbuatan dosa.

    Sehingga, interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dilarang dalam keadaan sepi atau tempat yang tidak terlihat oleh orang lain. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah godaan syaitan dan terjaganya kehormatan serta moral.

    Sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW:

    “Janganlah sekali-kali kamu berkhalwat (berduaan) dengan perempuan kecuali disertai mahramnya,” (HR Bukhari dan Muslim).

    3. Menjaga Diri ketika Mengobrol

    Dalam bergaul dengan lawan jenis, hal yang perlu diperhatikan mengenai adab pergaulan dalam Islam terhadap sesama jenis yakni menjaga diri.

    Meski diperbolehkan untuk berkomunikasai atau bergaul dengan lawan jenis,  seorang muslim harus tahu bahwa tidak dibenarkan melakukan tindakan asusila, saling bersentuhan dan hal semacamnya.Tidak terkecuali meski itu hanya berupa berjabat tangan saja.

    4. Menghindar untuk Saling Memuja

    Hal satu ini kerap kali disebut sebagai gombal, yang artinya rayuan dusta untuk mengikat lawan jenis. Perlu diingat bahwa adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis kali ini diharuskan untuk diingat.

    Hindari berbicara mengenai kecantikan wanita atau ketampanan pria, hal ini demi menjaga kesucian diri dari khayalan yang berujung menggoda syahwat.

    5. Menutup Aurat dan Tidak Melembutkan Suara

    Adab pergaulan dalam Islam kali ini yakni menjaga aurat dan menggunakan pakaian yang sopan. Meski sederhana, hal ini termasuk ke dalam bentuk penjagaan diri terhadap pandangan buruk dan juga syahwat lawan jenis.

    Selain itu hindari melembutkan suara atau menggunakan intonasi yang berpotensi menimbulkan rasa dan syahwat. Menggunakan suara yang lembut dan manja bisa memicu perasaan yang tidak sesuai dengan syariat Islam dan mendekatkan pada zina.

    Demikian adab pergaulan dalam Islam terhadap lawan jenis yang perlu kita ketahui dan aplikasikan.  Melalui pemahaman di atas, semoga kita semua dapat menjaga diri dari perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

    Dengan mengutamakan adab dan menghormati batasan-batasan yang ditetapkan Islam, semoga interaksi antar sesama muslim dapat terjaga dengan baik

  • Hukum Cashback dalam Islam, ada yang boleh dan Tidak

    Hukum Cashback dalam Islam, ada yang boleh dan Tidak

    Tim marketing perusahaan banyak menggunakan metode promosi cashback sebagai strategi yang cukup menarik perhatian konsumen. Cashback ini merupakan promo belanja online dengan mengembalikan uang dengan jumlah tertentu. Meski menguntungkan, ternyata masih banyak pro kontra mengenai hukum cashback dalam Islam.

    Pasalnya, sistem cashback pada belanja online tidak dapat mencairkan uang yang dikembalikan dan hanya berfungsi seperti voucher untuk mengurangi jumlah uang yang akan dibayar pada barang belanjaan berikutnya.

    Sistem ini memang menguntungkan penjual maupun market place yang menggunakannya. Namun, sebagai pembeli yang bijak, kita perlu tahu hukum cashback dalam Islam.

    Hukum Cashback dalam Islam yang Diperbolehkan

    Sebelum membahas mengenai hukum cashback dalam Islam, tidak ada salahnya untuk memahami akad jual beli yang sesuai dengan syariat Islam.

    Jual beli sendiri merupakan salah satu praktik akad muamalah yang dilegalkan dalam Islam, hal ini dijelaskan dalam QS. Al Baqarah [2]: 275). Dan ciri khas dari akad jual beli adalah adanya praktik mu’awadlah (pertukaran) antara barang dengan barang atau antara barang dan harga.

    Berikut beberapa syarat sah suatu barang dapat diperjualbelikan:

    1. Barang fisik yang bisa diserahkan (‘ainin musyahadah) atau
    2. Barang yang dijamin/berjamin kesesuaian karakteristiknya saat diserahkan dengan yang dipesan (syaiin maushuf fi al-dzimmah).

    Dengan merujuk syarat sah dalam akad jual beli diatas, kiranya kita lebih memperhatikan saat melakukan transaksi agar tidak lepas dengan syariat Islam yang sah.

    Dewasa ini, dunia belanja online disemarakkan dengan strategi promosi menggunakan sistem cashback. Berbeda dengan diskon yang sering kita dengar, cashback dapat diartikan sebagai reward atau poin yang diberikan karena telah membeli barang disuatu market place penyelenggara.

    Baca juga: 8 Doa agar Jualan Laris Bahasa Arab, Latin dan Artinya

    Sederhananya, jika diskon memberikan potongan harga di awal langsung saat pembelian, dan hadiah berupa tunai atau poin, maka cashback dapat berupa potongan harga saat pembeli melakukan pembelian selanjutnya.

    Memahami penjelasan di atas, berikut beberapa hal yang dapat kita simpulkan mengenai sistem cashback:

    1. Cashback diberikan sebagai hadiah karena dipenuhinya syarat berbelanja. Alhasil ada janji yang disampaikan oleh pihak penyuruh.
    2. Uang tunai yang hanya bisa digunakan sebagai potongan harga apabila berbelanja lagi. Alhasil terpenuhi syarat kemakluman.
    3. Pihak yang memberi adalah perusahaan/marketplace yang melaksanakan dan menerbitkan program cashback itu sendiri.
    4. Perusahaan bertanggung jawab atas pencairan dan potongan harga tersebut dalam bentuk nominal (harta tunai).

    Berdasarkan hal ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa cashback merupakan bonus yang diberikan sebagai buah dari terpenuhinya syarat akad ju’ala (sayembara) yang diselenggarakan oleh penjual. Sehingga hukum cashback dalam Islam diperbolehkan  Ulama mazhab Syafii Syeikh Taqiyuddin Al-Hishny di dalam Kifayah Al-Akhyar menyampaikan:

    والجعالة جَائِزَة وَهِي أَن يشْتَرط على رد ضالته عوضا مَعْلُوما فَإِذا ردهَا اسْتحق ذَلِك الْعِوَض الْمَشْرُوط

    Ju’alah merupakan akad yang dibolehkan. Gambaran akad ini adalah pihak penyuruh menjanjikan bonus dengan besaran diketahui kepada orang yang bisa mengembalikan barangnya yang hilang. Karenanya, apabila pihak yang dijanjikan itu memenuhi syarat penyuruh berupa mengembalikan hewannya yang hilang, maka ia berhak atas bonus yang dijanjikan tersebut.

    Jadi, pada akad jual beli selama kesepakatan transaksi harga yang ditetapkan satu dan kesepakatan cashback diberikan berupa uang maupun voucher potongan harga. Maka diperbolehkan oleh sebagian para ulama. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad SAW. bersabda :

    “Siapa yang melakukan 2 transaksi dalam satu transaksi maka dia hanya boleh mendapatkan kebalikannya (yang paling tidak menguntungkan) atau riba.” (HR. Abu Daud )

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat an-nisa ayat 29 :

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.

    Hukum Cashback dalam Islam yang Tidak Diperbolehkan

    Meski telah dijelaskan bahwa cashback terhitung sebagai akad sayembara yang diperbolehkan syariat Islam secara sah. Namun, perlu  diketahui bahwa hukum ini akan berubah menjadi haram karena beberapa hal.

    Karena hadiah/bonus wajib berstatus sah sebagai harta, maka setiap hadiah/bonus meniscayakan hadirnya dari pihak yang menjanjikan/mensyaratkan.

    Jika ada cashback, tetapi datangnya dari pihak selain perusahaan yang menjanjikan, maka cashback seperti itu adalah termasuk harta ma’dum (fiktif). Setiap cashback diharuskan dalam bentuk harga tunai maupun barang fisik.

    Jika ada cashback yang hanya menjanjikan barang yang belum tentu ada, maka cashback tersebut adalah ma’dum atau fiktif belaka. Dan apabila cashback tersebut dipakai dalam akad jual beli, maka transaksi yang dilakukan juga termasuk ke dalam fiktif dan haram.

    Imam Syihabuddin Asy-Syairazy di dalam Al-Muhaddzab menjelaskan:

    ولا تجوز الحوالة إلا على من له عليه دين لأنا بينا أن الحوالة بيع ما في الذمة بما في الذمة فإذا أحال من لادين عليه كان بيع معدوم

    Tidak boleh melakukan pengoperan tanggungan kepada pihak yang tidak memiliki kewajiban utang atas pihak yang mengoper, karena sesungguhnya telah jelas bagi kita bahwa pada dasarnya akad oper tanggungan itu adalah ibarat jual beli tanggungan dengan tanggungan. Karenanya, apabila terjadi pengalihan tanggungan atas pihak yang tidak memiliki utang wajib kepada pihak yang mengoper, maka transaksinya disebut transaksi fiktif.

    Baca juga: Apa Hukum Asuransi dalam Islam? Halal atau Haram Ini Pendapat Ulama

    Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Cashback

    Dengan memahami benar-benar hukum cashback dalam Islam, ada baiknya kita mengetahui beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam cashback sehingga terhindar dari kemudhorotan termasuk riba.

    1. Poin atau koin diberikan kepada pembeli dengan tanpa penambahan harga produk dari harga biasanya dan tidak harus ikut daftar member Unit / program dari perusahaan/lembaga lain yang bekerjasama dengan pihak market place. Ini termasuk hilah (semacam pengelabuan untuk mengambil data dan menarik konsumen), Jika tidak ada syarat semacam ini, maka Yang seperti ini diperbolehkan
    2. Apabila poin atau koin yang diberikan disertai dengan penambahan pada harga produk, maka hukumnya tidak boleh. Sebab, termasuk memakan harta orang lain secara batil. Selain itu di dalam penambahan harga tersebut mengandung unsur gharar. Juga jika ada pemaksaan terselubung (syarat) harus ikut daftar member Unit / program dari perusahaan/lembaga lain yang bekerjasama dengan pihak market place. Maka hal ini tidak boleh juga, karena mencacati unsur keridhaan dan kerelaan dalam jual beli, yang ada adalah terpaksa daftar karena ada gratis ongkir dan cashback.

    Demikian penjelasan mengenai hukum cashback dalam Islam yang perlu diketahui seorang muslim. Meski diperbolehkan, perlu diingat bahwa penjual perlu memperhatikan etika pemasaran yang sesuai dengan syariat Islam yang dibenarkan.

    Dan bagi pembeli, cerdaslah dalam melakukan transaksi jual beli dan tidak lekas tergiur dengan promo-promo yang diberikan. Semoga kita terhindar dari segala marabahaya dunia, aamiin.

  • Hukum Dropship dalam Islam, Jual beli tanpa Memiliki Barang

    Hukum Dropship dalam Islam, Jual beli tanpa Memiliki Barang

    Jualan online kini sedang ramai-ramainya digandrungi setiap kalangan untuk mengembangkan usaha mereka, salah satunya metode dropshiping yang dilakukan tanpa memerlukan modal. Meski menggiurkan, sebelum ikut serta menekuninya, lebih baik kita mengetahui hukum dropshiping dalam Islam.

    Metode satu ini kerap kali menjadi primadona bagi pengusaha kecil-kecilan. Pasalnya, mereka tidak membutuhkan modal awal serta tidak perlu menyediakan stok barang juga tidak melakukan proses pengiriman.

    Oleh sebab itu, banyak sekali orang yang berminat dengan metode tersebut. Untuk itu mari kita cari tahu mengenai hukum dropship dalam Islam sendiri.

    Hukum Dropship dalam Islam

    Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa sistem dropship adalah suatu teknik manajemen rantai pasokan di mana reseller atau pengecer tidak perlu menyetok barang, sebab nantinya produsenlah yang akan mengirimkan barang ke pelanggan.

    Hal inilah yang membedakan sistem dropship memiliki perbedaan dengan reseller pada umumnya.

    Dalam sistem ini, penjual harus menyediakan stok barang terlebih dahulu sebelum bergerak selaku penjual. Tanggung jawab pengiriman barang melekat pada dirinya sendiri.

    Alasan lain mengapa dropship banyak digandrungi oleh pengusaha muda, karena metode ini sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan.

    Dan untuk menentukan hukum dropship dalam Islam, sebelumnya diperlukan definisi akad yang terjadi dalam transaksi dropship. Adapun beberapa pendekatan yang memungkinkan dalam hal ini adalah sebagai berikut:

    1. Akad Samsarah (makelar)

    Untuk memahami hukum dropshi dalam Islam, pendekatan yang pertama yakni akad samsarah yang kerap kali dikenal dengan istilah makelar atau keagenan. Definisi akad samsarah dalam Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyyah (10/151):

    السمسرة : هي التوسط بين البائع والمشتري , والسمسار هو : الذي يدخل بين البائع والمشتري متوسطاً لإمضاء البيع , وهو المسمى الدلال , لأنه يدل المشتري على السلع , ويدل البائع على الأثمان

    “Samsarah adalah perantara antara penjual dan pembeli. Simsar adalah orang yang menjadi penengah antara penjual dan pembeli untuk menjalankan proses transaksi. Disebut juga dallal, karena ia mengantarkan pembeli kepada barang yang ia cari, dan mengantarkan penjual kepada penjualan”.

    Tentu akad samsarah ini dibolehkan dalam syariat. Al Bukhari mengatakan dalam Shahih Bukhari:

    بَاب أَجْرِ السَّمْسَرَةِ . وَلَمْ يَرَ ابْنُ سِيرِينَ وَعَطَاءٌ وَإِبْرَاهِيمُ وَالْحَسَنُ بِأَجْرِ السِّمْسَارِ بَأْسًا . وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ : لا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ : بِعْ هَذَا الثَّوْبَ فَمَا زَادَ عَلَى كَذَا وَكَذَا فَهُوَ لَكَ . وَقَالَ ابْنُ سِيرِينَ : إِذَا قَالَ بِعْهُ بِكَذَا فَمَا كَانَ مِنْ رِبْحٍ فَهُوَ لَكَ ، أَوْ بَيْنِي وَبَيْنَكَ فَلَا بَأْسَ بِهِ . وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( الْمُسْلِمُونَ عِنْدَ شُرُوطِهِمْ )

    “Bab akad samsarah. Dibolehkan oleh Ibnu Sirin, Atha’, Ibrahim, dan Al Hasan. Ibnu Abbas mengatakan: tidak mengapa seorang berkata: jualkanlah baju ini, kelebihannya sekian-sekian silakan engkau ambil. Ibnu Sirin mengatakan: jika seseorang berkata: jualkanlah barang ini dengan harga sekian, keuntungannya sekian menjadi milikmu, atau antara engkau dan aku bagiannya sekian, maka ini tidak mengapa. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: kaum Muslimin wajib menepati syarat-syarat yang mereka sepakati”.

    Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa keuntungan yang diberikan bagi si pemilik barang pada penjualnya haruslah dalam bentuk perjanjian yang tidak berubah. Namun, jika menyesuaikan dengan pendapatan yang didapatkan maka hal ini diharamkan sebab termasuk pada gharar.

    Imam Malik mengatakan:

    فأمَّا الرجل يُعْطَى السلعةَ فيقال له: «بِعْها ولك كذا وكذا في كُلِّ دينارٍ» لشيءٍ يُسَمِّيه فإنَّ ذلك لا يصلح؛ لأنه كُلَّما نَقَصَ دينارٌ مِن ثَمَنِ السلعة نَقَصَ مِن حقِّه الذي سَمَّى له؛ فهذا غررٌ لا يدري كم جَعَل له

    “Adapun seseorang yang memberikan barang lalu mengatakan: silakan jualkan barang ini lalu dari setiap 1 dinar, keuntunganmu sekian persen. Maka ini tidak diperbolehkan. Karena setiap kali harga barang turun maka turun juga komisinya. Maka ini gharar, ia (makelar) tidak mengetahui berapa yang akan didapatkannya” (Al Muwatha, 2/685).

    Sehingga transaksi dropship bisa disebut sebagai samsarah apabila memenuhi kriteria berikut ini:

    • Retailer atau dropshipper berlaku sebagai simsar (makelar) yang ia menjadi penengah antara penjual dan pembeli.
    • Harga jual sesuai kesepakatan antara penjual dan makelar. Makelar tidak boleh mengubah harga tiba-tiba diluar dengan kesepakatan yang dibuat.
    • Komisi dari penjual haruslah komisi yang sudah jelas dan tepat, bukan berupa persentase dari harga barang.
    • Jika transaksi dropship memenuhi syarat ini maka hukumnya boleh.

    Baca juga: 5 Hadits tentang Zina, Menjadi Pertanda Kiamat yang Nyata

    2. Akad Salam

    Pendekatan yang kedua yakni akad salaf, akad salaf adalah jual beli yang didasari dari deskripsi barang dengan pembayaran di awal. Disebutkan dalam Fiqhus Sunnah (3/171):

    السلم: بيع شيئ موصوف في الذمة بثمن معجل

    “Akad salam adalah jual beli suatu barang yang disebutkan sifat-sifatnya dengan penyerahan barang tertunda, namun pembayaran kontan di awal”.

    Akad ini diperbolehkan dalam syariat Islam yang ditegaskan dalam dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang telah ditentukan, hendaklah kamu menulisnya.” (QS. Al-Baqarah: 282).

    Ibnu Abbas radhiallahu’anhu mengatakan:

    أشهد أن السلف المضمون إلى أجل مسمى قد أحله الله في الكتاب وأذن فيه

    “Aku bersaksi bahwa akad salaf yang penyerahannya dilakukan dalam tempo tertentu telah dihalalkan dan diizinkan oleh Allah dalam Al Qur’an (kemudian beliau membaca ayat di atas)” (HR. Al Hakim, Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Al Irwa [1369]).

    Dalil dari As Sunnah, dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, beliau berkata:

    قَدِمَ النبي صلى الله عليه و سلم الْمَدِينَةَ وَهُمْ يُسْلِفُونَ بِالتَّمْرِ السَّنَتَيْنِ وَالثَّلَاثَ. فقال: من أَسْلَفَ في شَيْءٍ فَفِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إلى أَجَلٍ مَعْلُومٍ

    “Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, penduduk Madinah ketika itu sudah biasa memesan buah kurma dalam waktu dua atau tiga tahun. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa memesan sesuatu, maka hendaknya ia memesan dalam takaran yang jelas, timbangan yang jelas, dan tempo yang jelas” (Muttafaqun ‘alaihi).

    Sebagai contoh dari akad salam, seorang muslim bernama Bayu ingin membeli seekor kambing, dan ia berkata kepada Anto: “Carikan saya kambing yang cirinya berwarna putih, berusia 2 tahun dan gemuk, kamu bisa membelinya dari manapun, saya akan membelinya seharga 4 juta, ini uangnya, dan saya ingin kambingnya sudah ada dalam waktu dua hari”

    Syarat sahnya akad salam disebutkan dalam Al Mulakhas Al Fiqhi (283) :

    • Disebutkannya sifat-sifat dari musallam fihi (barang yang diperjual-belikan dalam akad salam) secara rinci yakni jenis, berat, takaran, dan tempo yang disepakati dengan jelas.
    • Penyerahan uang di muka secara kontan di majelis akad
    • Dan perhatikan bahwa musallam fihi bukanlah barang yang mu’ayyan (aset pasif) seperti pohon, rumah atau semisalnya. Karena barang seperti ini bisa jadi rusak sebelum batas tempo penyerahan.

    Dengan melihat penjelasan di atas, akad dropship bisa dimasukkan dalam akad salam. Sebagaimana Retailer atau dropshipper sebagai musallim, barangnya sebagai musallam fihi, dan dalam dropship retailer menyebutkan sifat-sifat dari barang.

    Namun syarat-syarat agar dropship bisa dianggap sebagai akad salam adalah sebagai berikut:

    • Disebutkan sifat-sifat barang secara rinci beserta jenis dan ukurannya
    • Pembayaran harus kontan di muka
    • Harus disebutkan tempo batas akhir penyerahan barang
    • Barang bukan berupa aset pasif
    • Jika syarat-syarat ini dipenuhi maka dropship hukumnya boleh karena termasuk akad salam.

    Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    3. Wakalah bil Ujrah

    Pendekatan yang ketiga yakni wakalah bil ujrah yang artinya perwakilan. Disebutkan dalam Al Fiqhul Muyassar (232):

    الوكالة تفويض شخص غيره ليقوم مقامه فيما تدخله النيابة

    “Wakalah adalah seseorang mengutus orang lain untuk menggantikannya dalam urusan-urusan yang bisa digantikan”.

    Dan diantara urusan yang bisa diwakilkan adalah urusan jual beli. Diantara dalil bolehnya wakalah dalam jual beli, firman Allah Ta’ala:

    فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ

    “Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini…” (QS. Al Kahfi: 19).

    Penjelasan ini selaras dengan metode dropshiper sebagai orang yang mewakili penjual dan terdapat akad yang salah di dalamnya, sebab adanya izin dari distributor untuk menjual barangnya secara resmi.

    Dari beberapa pendekatan di atas dapat disimpulkan bahwa hukum dropship dalam Islam diperbolehkan asal memenuhi syarat akad jual beli yang sesuai dengan syarit yang dibenarkan. Semoga kita terhindar dari hal haram yang tidak dibenarkan.

  • Hukum Memotong Kuku saat Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah

    Hukum Memotong Kuku saat Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah

    Sebagian orang  mengatakan bahwa menggunting kuku saat sedang berpuasa dapat membatalkan ibadah yang sedang dilakukan. Lantas, bagaimana Islam menjelaskan hukum memotong kuku saat puasa? Boleh atau tidak?

    Seperti yang kita tahu bahwa menjaga kebersihan diri termasuk memotong kuku adalah sebagian sunah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Namun, banyak orang yang ragu melakukan kegiatan tersebut saat bulan puasa. Pasalnya, sebagian orang percaya jika hukum memotong kuku saat berpuasa bisa membatalkan ibadah yang sedang dijalani.

    Pandangan Islam Mengenai Memotong Kuku

    Sebelum memahami lebih lanjut hukum memotong kuku saat berpuasa, akan lebih baik untuk memahami terlebih dahulu pandangan Islam mengenai memotong kuku.

    Memotong kuku merupakan salah satu perbuatan baik yang dianjurkan dalam Islam, agar menjadikan umat muslim bersih dan suci baik lahir maupun batin. Bahkan dalam Islam, memotong kuku dikategorikan sebagai perkara fitrah.

    Sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari no.5891 dan Muslim no. 258 bahwa perkara mengenai fitrah ada lima yakni berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak.

    Dengan demikian, apabila seorang muslim dengan sengaja memanjangkan kukunya dan tidak berniat untuk memotong kuku, maka akan dikategorikan sebagai orang yang mengabaikan fitrah.

    Dalam sabdanya, Rasulullah SAW menjelaskan tata cara memotong kuku yang benar agar umat muslim mendapatkan keutamaan di dalamnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

    “Barang siapa yang memotong kukunya dengan cara tidak berurutan atau secara berlawanan, maka tidak akan mengalami sakit mata. “(HR Ibnu Qudaamah).

    Baca juga: Hukum Poligami dalam Islam: Begini Pandangan Ulama

    Hukum Memotong Kuku saat Puasa

    Pertanyaan mengenai hukum memotong kuku saat puasa memang masih kerap menjadi dikalangan umat muslim. Jawaban atas pertanyaan ini adalah bahwa memotong kuku saat puasa boleh saja dilakukan dan tidak membatalkan puasa.

    Rasulullah SAW juga memotong kukunya, sehingga secara umum hukum memotong kuku saat puasa diperbolehkan. Selain itu, Rasulullah SAW juga sangat menjaga kebersihan dirinya, bahkan dianjurkan untuk memotong kuku ataupunmencukur bulu kemaluan tidak lebih dari 40 hari.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa memotong kuku tidak akan membatalkan puasa, baik yang sunah maupun yang wajib. Dan sejauh ini, tidak ditemukan hadits yang melarang memotong kuku saat puasa, namun karena pertanyaan ini sering muncul, beberapa ulama yang menjelaskan.

    Hal ini seperti difatwakan oleh Darul Ifta’ Al-Mishriyah:

    ما حكم تقليم الأظفار في نهار رمضان؟ تقليم الأظفار من السنة؛ فعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: الْفِطْرَةُ خَمْسٌ، أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: الْخِتَانُ، وَالاسْتِحْدَادُ، وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ أخرجه البخاري في صحيحه وتقليم الأظفار في نهار رمضان جائزٌ بلا كراهة؛ إذ ليس هناك دليلٌ يدل على خلاف ذلك.

    Artinya: “Bagaimana hukum memotong kuku di siang hari bulan Ramadan? Memotong kuku termasuk bagian dari sunah. Ini berdasarkan hadis yang bersumber dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW bersabda;

    ‘Ada lima macam fitrah, atau lima macam termasuk bagian dari fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak’.

    Hadis ini disebutkan Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya. Dan memotong kuku di siang hari bulan Ramadan hukumnya boleh dan tidak makruh. Hal ini karena tidak adanya dalil yang menunjukkan kebalikannya.”

    Jika kita memahami fatwa di atas dengan jelas, pada kesimpulannya bahwa tidak benar jika memotong kuku saat puasa akan membatalkan ibadah tersebut. Bisa terbayangkan jika tidak memotongkuku selama 40 hari, kondisi kuku akan menyebabkan ketidaknyamanan dan kesehatan seseorang.

    Cara Memotong Kuku Menurut Islam

    Setelah mengetahui hukum memotong kuku dalam Islam, akan lebih baik jika kita mengetahui cara memotong kuku yang benar sesuai dengan syariat dan anjuran Rasulullah SAW.

    Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa barang siapa yang datang tidak memotong kuku, maka ia termasuk orang yang mengabaikan fitrah.  Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

    Barang siapa yang memotong kukunya dengan cara tidak berurutan atau secara berlawanan, maka tidak akan mengalami sakit mata.” (HR Ibnu Qudaamah).

    Para ulama memiliki pendapat berbeda dalam menjelaskan maksud Rasulullah SAW dalam hal memotong kuku baik secara berlawanan maupun berurutan. Berikut ini penjelasannya menurut Imam Al-Ghazali, Imam An-Nawawi dan Ulama lainnya:

    1. Imam Al-Ghazali

    Pendapat pertama yakni dari Imam al-Ghazali, ia berpendapat bahwa maksud dalam hadits tersebut adalah dengan memulai memotong kuku dari jari telunjuk kanan, lalu jari tengah kemudian jari kelingking dan begitu seterusnya berjalan ke arah kanan hingga berakhir pada ibu jari dari kanan.

    2. Imam An-Nawawi

    Pendapat yang kedua yakni Imam An-Nawawi yang berpendapat bahwa cara memotong kuku yang dmaksud pada hadits tersebut yakni dimulai dari jari telunjuk lalu jari tengah hingga jari kelingking kemudia dilanjutkan ibu jari tangan kanannya.

    Sedangkan pada tangan kiri, dimulai dengan jari kelingking, kemudian jari manis, lalu jari tengah danberikutnya jari telunjuk, diakhri dengan ibu jari tangan kiri.

    3. Pandangan Ulama Lain

    Pendapat sebagian ulama lain mengenai cara memotong kuku dimulai dari tangan kanan, yakni dengan cara memotong jari kelingking terlebih dahulu yang kemudia jari tengah, ibu jari dan setelah itu jari manis dan berakhir dengan kuku dari jari telunjuk.

    Sedangkan dari tangan kiri dengan dimulai dari jari tengah kemudian kelingking, jari telunjuk dan yang terakhir kuku dari jari manis.

    Sementara urutan cara memotong kuku kaki adalah memotongnya dimulai dari jari kelingking kaki kanan, ke arah kiri dan berakhir pada kelingking kaki yang sebelah kiri.

    Dan terdapat hari-hari baik untuk memotong kuku yang disunnahkan yakni  Senin, Kamis atau Jumat. Selain itu, setelah selesai memotongnya, alangkah baiknya jika mencuci jari-jari dan mengubur potongan kuku tersebut.

    Manfaat Memotong Kuku

    Segala sesuatu yang dianjurkan dan disunnahkan tentulah memiliki manfaat di dalamnya, termasuk mengenai memotong kuku secara rutin seperti dianjurkan Rasulullah SAW.

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa Islam melarang membiarkan kuku panjang dengan sengaja, karena sama halnya dengan membiarkan kotorang bersarang pada kuku kita.

    Meski memotong kuku merupakan hal remeh dan kerap kali dianggap tidak terlalu penting, ternyata ada manfaat yang bisa kita dapatkan jika merutinkan memotong kuku.

    Setelah memahami hukum memotong kuku saat puasa, pahami juga manfaat memotong kuku secara teratur seperti:

    1. Menghindari Kuku Tumbuh ke Dalam

    Mungkin sebagian orang pernah mendengar istilah cantengan, dimana kuku tumbuh ke dalam daging dan menyebabkan infeksi. Bahkan penderitanya kerap kali harus melewati operasi kecil untuk mengeluarkan kuku tersebut.

    Tentukondisi ini sangat membahayakan bukan.

    2. Mengurangi Infeksi Bakteri

    Bakteri biasa muncul ditempat yang lembab, seperti pada sela jari karena menggunakan sepatu serta sela-sela kuku.

    Hal ini bisa memicu timbulnya kutu air, atau berbagai masalah kulit lainnya.

    3. Meminimalkan Cedera

    Memelihara kuku memiliki banyak sekali resiko seperti tercakar, patah saat terbentur dan masih banyak sekali bahaya lainnya yang kerap kali tidak kita sadari.

    Itu dia penjelasan singkat mengenai hukum memotong kuku saat puasa, semoga dengan adanya artikel ini bisa menjawab kebingungan dan kesimpang siuran mengenai hal satu ini ya!

  • 11 Syarat dan Rukun Nikah dalam Islam, Apa saja?

    11 Syarat dan Rukun Nikah dalam Islam, Apa saja?

    Menikah dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah terpanjang kepada Allah SWT. Pernikahan dianggap sah apabila terpenuhi dua hal penting, yakni terpenuhinya syarat sah nikah serta rukun nikah dalam Islam sendiri.

    Tentu kedua hal ini tidak boleh ditinggalkan salam sebuah pernikahan dalam Islam. Pasalnya, rukun nikah merupakan amalan hakiki yang ada dalam ibadah.

    Salah satu rukun nikah di antaranya adalah adanya calon pengantin laki-laki maupun perempuan yang tidak terhalang unsur syari untuk menikah dan disertai wali dari calon pengantin wanita. Untuk penjelasan lebih jelasnya, simak artikel ini hingga akhir.

    Rukun Nikah dalam Islam dan Syarat Sahnya

    Sebelum membahas mengenai syarat  sah dan rukun nikah dalam Islam, terdapat dalil dalam Al-Qur’an yang menerangkan tentang pernikahan. Sebagaimana tertulis dalam QS Ar-Rum ayat 21 yang bunyinya sebagai berikut:

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya. Dan Dia [juga] telah menjadikan di antaramu [suami, istri] rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir,”.

    Selain itu, ada pula ayat-ayat Al-Quran lain yang menjelaskan tentang pernikahan, yakni QS Adz-Dzariyat ayat 49 yang bunyinya sebagai berikut:

    وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

    “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”

    1. Rukun Nikah dalam Islam

    Setidaknya terdapat lima rukun nikah dalam Islam yang hukumnya wajib untuk dipenuhi sebelum sahnya pernikan, kelima rukun tersebut adaah sebagai berikut:

    • Terdapat calon mempelai pria dan mempelai perempuan yang tidak terhalang secara syar’i. Penghalang di sini seperti kedua mempelai tidak berada pada hubungan mahram seperti adik dan kakak.
    • Calon pengantin perempuan harus memiliki wali nikah
    • Pernikahan dihadiri dua orang saksi laki-laki untuk menyaksikan sah tidaknya pernikahan
    • Diucapkannya ijab dari pihak wali pengantin perempuan atau yang mewakilinya
    • Diucapkannya kabul dari pengantin laki-laki atau yang mewakilinya

    Baca juga: Bacaan Doa Sujud Syukur Latin, Arab dan Tata Caranya

    2. Syarat Sah Nikah dalam Islam

    Selain melengkapi kelima rukun nikah, ada enam syarat sah yang juga harus memenuhi syarat agar pernikahan menjadi sah. Adapun syarat sah nikah dalam Islam adalah sebagai berikut:

    a. Kedua Calon Pengantin Beragama Islam

    Syarat sah nikah yang pertama adalah calon suami dan istri harus memeluk agama Islam. Syarat ini bersifat mutlak karena akan dianggap tidak sah jika seorang muslim menikahi non-muslim dengan tata cara ijab kabul Islam.

    b. Bukan Mahram

    Sayarat sah yang kedua yakni kedua mempelai tidak terhitung sebagai mahram. Hal ini menandakan tidak terdapat unsur penghalang perkawinan. Oleh karena itu, sebelum menikah perlu menelusuri nasab pasangan yang akan dinikahi.

    Misalnya, jika di masa kecil keduanya dibesarkan dan disusui oleh satu orang yang sama, maka keduanya dilarang untuk menikah sebab keduanya terikat pada mahram saudara sepersusuan. Karena keduanya terikat secara mahram yakni satu sepersusuan.

    c. Adanya Wali Bagi Calon Pengantin Perempuan

    Tentu hal ini penting, sebab syarat sah dalam pernikahan adalah adanya wali sah dari seorang pengantin perempuan.

    Syarat ini seperti yang dikatakan Nabi ﷺ dalam hadisnya sebagai berikut:

    “Dari Abu Hurairah ia berkata, bersabda Rasulullah ﷺ: ‘Perempuan tidak boleh menikahkan (menjadi wali)terhadap perempuan dan tidak boleh menikahkan dirinya.” (HR. ad-Daruqutni dan Ibnu Majah).

    Ketentuannya adalah, apabila seorang mempelai wanita masih memiliki ayah kandung maka dialah pihak paling utama untuk menjadi wali nikah. Namun, jika ayah perempuan telah meninggal maka boleh diwakilkan saudara kandung laki-laki yang ada dalam keluarga atau bisa juga paman, kakek dan seterusnya berdasarkan nasab.

    Jika wali nikah dari nasab keluarga tidak ada, bisa dicarikan alternatifnya yakni wali hakim dengan syarat dan ketentuannya.

    d. Dihadiri Dua Orang Saksi

    Syarat sah berikutnya yakni dihadiri dua orang saksi. Kedua saksi ini, salah satunya berasal dari keluarga pihak laki-laki, dan satunya berasal dari pihak perempuan.

    Seorang saksi pernikahan disyaratkan harus beragama Islam, baligh, dan mengerti maksud akad. 

    e. Kedua Mempelai Sedang Tidak Berihram atau Haji

    Para jumhur ulama melarang nikah saat haji atau umrah (saat ihram). Syarat ini pernah ditegaskan oleh seorang ulama dari mazhab Syafi’i yang menulis dalam kitab “Fathul Qarib al-Mujib” yang menyebut salah satu larangan dalam haji adalah melakukan akad nikah maupun menjadi wali dalam pernikahan:

    (و) الثامن (عقد النكاح) فيحرم على المحرم أن يعقد النكاح لنفسه أو غيره، بوكالة أو ولاية

    “Kedelapan (dari sepuluh perkara yang dilarang dilakukan ketika ihram) yaitu akad nikah. Akad nikah diharamkan bagi orang yang sedang ihram, bagi dirinya maupun bagi orang lain (menjadi wali)”

    f. Tidak Ada Unsur Paksaan

    Syarat sah menikah yang terakhir yakni tidak ada unsur paksaan dalam pelaksanaan pernikahan di kedua belah pihak.

    Kedua belah pihak saling ridha, saling menyukai dan mencintai dan sepakat untuk menikah. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah ﷺ dari Abu Hurairah ra sebagai berikut:

    “Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah atau dimintai pendapat, dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya.” (HR Al Bukhari: 5136, Muslim: 3458).

    Cara Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Islam

    Apabila sudah terpenuhi syarat sah dan juga rukun nikah dalam Islam. Tentu setelah itu kita berharap bahwa nanti hubungan rumah tangga kita akan berjalan dengan harmonis dan menjadi Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Tidak hanya untuk 5 atau 10 tahun, tapi selamanya, seumur hidup.

    Oleh sebab itu, perlu kita ketahui beberapa cara menjaga keharmonisan rumah tangga menurut pandangan Islam.

    1. Bagi seorang suami, membahagiakan istri dan memberikan perilaku yang baik padanya akan mendatangkan kebaikan tiada batas. Dan begitupula sebaliknya.
    2. Suami istri hendaknya belajar untuk saling memahami satu sama lain
    3. Dalam kehidupan berumah tangga tidaklah luput dari yang namanya perbedaan pendapat dan ketidaksinambungan dalam berbagai hal. Namun perlu diingat bahwa kejujuran sangat penting dalam menjalaninya.
    4. Saling menghargai satu sama lain
    5. Tidak dibenarkan untuk menuntut kesempurnaan dari suami maupun istri karena pada dasarnya manusia tidaklah ada yang sempurna (kesempurnaan hanya milik Allah SWT). Baik suami maupun istri pasti tidak luput dari yang namanya berbuat kesalahan
    6. Berusaha saling menyenangkan pasangan agar keharmonisan tetap terjaga
    7. Menikah berarti membangun hidup bersama, saling berbagi satu sama lain, begitu juga ketika ada masalah atau Konflik dalam Keluarga yang melanda harusnya dibicarakan berdua agar menemukan solusi bersama.
    8. Membiasakan untuk tetap memanggil dengan panggilan sayang

    Sudah tahu dengan syarat sah dan rukun nikah dalam Islam? Semoga dengan adanya artikel ini, kita dapat memahami bahwa pernikahan merupakan ibadah terpanjang yang wajib bagi suami istri untuk terus belajar, agar lebih baik dari hari ke hari.

  • 7 Tanda-tanda Kematian Menurut Islam, Segera Bertobat!

    7 Tanda-tanda Kematian Menurut Islam, Segera Bertobat!

    Kematian merupakan salah satu rahasia Allah SWT yang tidak akan pernah diketahui oleh manusia. Namun, umumnya ketika waktu ajal sudah dekat, terdapat beberapa ciri atau tanda-tanda kematian menurut Islam.

    Meski begitu, tanda atau ciri kematian ini kerap kali tidak disadari ketika seseorang akan mendekati ajalnya, hanya saja ketika sudah wafat, firasat orang-orang terdekat kemudian dikaitkan dengan tanda-tanda kematian tersebut.

    Penasaran dengan tanda-tanda tersebut? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

    Tujuh Tanda-tanda Kematian Menurut Islam

    Kematian merupakan suatu hal yang pasti akan terjadi, sebab manusia hidup di dunia memiliki perjanjian kematian sebelum Allah SWT meniupkan ruh ke dalam seonggok tanah yang kemudian lahir ke bumi. Apabila telah digariskan waktunya, maka siapapun,  kapanpun dan dimanapun kematian akan tetap datang.

    Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat An Nisa ayat 78 yang berbunyi:

    “Tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengetahui dengan detail.”

    Selain itu, kematian merupakan salah satu qadar yang tidak bisa dicegah. Dalam surat Al Luqman ayat 34 dijelaskan mengenai kematian merupakan satu janji yang semua manusia akan merasakannya, dan tidak ada yang bisa mengetahui kapan kematian menghampiri.

    إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ

    Artinya: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

    Disebutkan pula dalam hadits riwayat Salman Alfarizi, Rasulullah SAW bersabda tentang ciri kematian seorag yang khusnul khatimah dalam Islam:

     “Telitilah keadaan mayit ketika maut menjemputnya, apabila dahinya berkeringat, air matanya bercucuran dan lubang hidungnya mengembang, maka rahmat Allah telah turun kepadanya. Dan apabila mengeluarkan suara seperti suara anak unta tercekik, atau warna kulitnya berubah kebiru-biruan atau mengeluarkan buih dari kedua rahangnya maka azab Allah sungguh telah menimpa padanya.” (HR. Salman Alfarisi)

    Berikut adalah ciri-ciri orang yang akan meninggal dunia menurut Islam yang disebutkan Imam Al Ghozali dalam kitab Ats-Tsabat ‘Inda al-Mamat.

    Disebutkan bahwa Imam Ghozali telah mendapati tanda-tanda kematiannya sehingga ia menyiapkan segala sesuatu sebelum ajal menjemputnya. Berikut ciri seseorang yang sudah dekat dengan kematian menurut Imam Ghozali.

    1. Tubuh Merasa Menggigil

    Tanda yang akan dirasakan pada 100 hari menjelang kematian adalah tubuh akan merasa menggigil. Hal ini dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ats-Tsabat ‘Inda al-Mamat, banyak yang menyebut tanda kematian menurut Islam dapat dirasakan pada 100 hari sebelumnya.

    Tanda-tanda kematian menurut Islam satu ini akan dirasakan pada waktu ashar, orang tersebut akan merasakan suhu tubuh bergetar, dingn atau menggigil dari ujung kaki hingga ujung rambut.

    Tanda-tanda kematian ini akan terasa nikmat dirasakan dan bagi orang yang tingkat keimanannya tinggi, langsung dapat menerima bahwa ini isyarat dari Allah tentang ajal sudah dekat. Tapi bagi yang tingkat keimanannya rendah, terkadang mereka bingung dan bahkan ada yang tak sadar bahwa ini isyarat kematian dari Allah SWT.

    2. Denyut di Bagian Pusar

    Tanda-tanda kematian menurut Islam yang kedua yakni akan terasa ada denyutan di bagian pusar. Hal ini akan dirasakan pada saat masuk di 40 hari menjelang kematian, denyut ini biasanya akan terjadi setelah waktu ashar tiba.

    Denyutan ini sebagai tanda bahwa daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di Arsy-Nya Allah SWT. Setelah itu, malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan di antaranya adalah mengawasi kegiatan kita setiap saat.

    Selain itu, sesekali malaikat maut akan menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia dan seketika itu pula orang tersebut akan terkejut dan bingung melihat malaikat maut.

    Baca juga: 13 Rukun Sholat Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

    3. Nafsu Makan Meningkat

    Tanda selanjutnya yang dirasakan ketika mulai dekat dengan kematian, tepatnya pada 7 hari menjelang ajal menjemput, seseorang akan mengalami peningkatan nafsu makan.

    Bagi orang sakit sekalipun yang tidak memiliki nafsu makan, ketika menjelang ajalnya, justru ia akan nampak sehat dan memiliki nafsu makan yang meningkat.

    4. Terasa Denyut di Dahi

    Masuk pada hari ke 3 menjelang kematian, seseorang akan merasakan sakit pada denyutan di bagian tengah dahi bagian tengah, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri.

    Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu. Supaya perut kita tak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan orang lain untuk memandikan jasad kita.

    Tidak hanya itu, tanda ini biasa disertai dengan bola mata yang tidak bersinar lagi, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam. Ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita.

    Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam. Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.

    5. Terasa Denyut di Ubun-ubun

    Satu hari menjelang kematian, seseorang akan merasakan denyutan di bagian ubun-ubunnya. Ini menjadi penanda bahwa ajalnya sudah akan tiba.

    Tanda ini biasanya akan dirasakan setelah ashar tiba, namun sejatinya tidak semua orang dapat menyadari tanda ini.

    6. Berkeringat di Dahi

    Seorang muslim yang merasakan berkeringat di dahi jelang kematiannya menjadi tanda bahwa ia akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah

    Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW, Seperti dijelaskan Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, Rasulullah SAW berkata, “Orang beriman meninggal dengan keringat pada alisnya.” (HR Tirmidzi).

    7. Rambut Beruban

    Dikutip dari buku Misteri Kehidupan Alam Barzakh oleh Ipnu Rinto Nugroho, dijelaskan bahwa rambut beruban merupakan ciri akan datangnya kematian. Hal ini sebagaimana kisah Nabi Yaqub yang bersahabat dengan Malaikat Maut.

    Nabi Yaqub meminta tanda jika kematian telah dekat kepadanya. Salah satu tanda yang diberikan yakni rambut yang berubah menjadi putih atau beruban.

    Demikianlah tanda-tanda kematian menurut Islam yang akan dirasakan seorang muslim, namun dibalik tanda-tanda kematian tersebut, akan lebih penting bagi kita untuk selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

    Mengingat bahwa hidup maupun mati merupakan qadar yang telah menjadi perjanjian seorang muslim untuk beribadah di dunia. Kita tidak akan tahu kapan dan di mana hal itu terjadi. Sebagai manusia kita hanya ditugaskan untuk meningkatkan amalan kita kepada Allah SWT agar selamat dunia dan akhirat.

    Semoga dengan adanya artikel ini dapat membuat kita lebih bertakwa kepada Allah SWT dan mempersiapkan kematian yang kapan saja bisa datang.