Author: Nadya Wirawan

  • 7 Bulanan dalam Islam apa Hukumnya? Budaya atau Syariat?

    7 Bulanan dalam Islam apa Hukumnya? Budaya atau Syariat?

    Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki banyak sekali keragaman budaya serta adat istiadat. Salah satunya yakni acara 7 bulan kehamilan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

    Tak hanya itu, hal ini dilakukan sekaligus mendoakan agar janin selalu sehat. Namun, bagaimana hukum 7 bulanan dalam Islam sendiri?

    Meski niat dari acara tersebut baik, namun dalam Islam acara 7 bulanan tetap pada golongan ghairu masyru’ atau golongan yang tidak disyariatkan. Pasalnya, acara tersebut merupakan tradisi jawa yang barangkali berasal dari nenek moyang Hindu maupun Budha.

    Untuk lebih memahami penjelasan mengenai acara 7 bulan dalam Islam, mari simak artikel ini hingga akhir.

    Memahami Hukum Acara 7 Bulanan dalam Islam

    Pada dasarnya Islam hadir dengan segala kemudahan dan pedoman berkehidupan, semua aktivitas umat muslim dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali tentu ada hukumnya. Dan segala hal tersebut memiliki dalil yang mendukungnya.

    Mungkin bagi sebagian orang acara 7 bulanan merupakan hal wajib dilakukan saat mengandung seorang janin. Sebab pada intinya, acara ini merupakan acara peringatan dan doa yang dihaturkan kepada Allah SWT sebagai rasa syukur telah dititipkan seorang janin yang sehat serta meminta pertolongan agar selalu diberikan kesehatan hingga lahir nanti.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa acara ini kemungkinan besar berasal dari adat istiadat jawa yang diambil dari tradisi nenek moyang agama Hindu, Budha dengan memegang erat animisme dan dinamisme.

    Oleh karena itulah, acara 7 bulan ini disebutkan sebagai golongan ghairu masyru’ atau golongan yang tidak disyariatkan, karena merupakan sesuatu yang diada-adakan dalam masalah agama dan hal seperti itu dilarang berdasarkan hadis berikut:

    Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ [رَوَاهُ البخاري ومسلم].

    Artinya: Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa mengadakan sesuatu dalam urusan kami yang bukan termasuk di dalamnya maka ia tertolak[HR. al-Bukhari dan Muslim].

    Meski demikian, ada pengecualian jika yang diadakan adalah acara syukuran karena kehamilan, berupa doa dan pengajian, hal itu tidak mengapa dan tidak dilarang, asal dilakukan tidak harus tepat tujuh bulan kehamilan atau dikaitkan dengan waktu-waktu tertentu.

    Dikutip dari NU Online, ada penyebab mengapa acara 7 bulanan yang dilakukan orang Jawa tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini merujuk pada arti Surat Al-A’raf ayat 189 berikut ini.

    ۞ هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِۦ ۖ فَلَمَّآ أَثْقَلَت دَّعَوَا ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَٰلِحًا لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ

    Artinya: Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.

    Dari ayat tersebut, dikatakan secara implisit mengenai tindakan Nabi Adam saat Hawa mulai merasakan beban berat atas bayi yang di kandungnya, dengan berupaya memohon kepada Allah untuk diberikan anak yang baik.

    Baca juga: Bacaan dan Fadhilah Sholawat Nariyah 41x hingga 100x

    Jadi jika acara ini dilakukan semata-mata hanya ingin meminta pertolongan kepada Allah untuk diberikan kelancaran maka sah-sah saja dilakukan. Namun mengacu pada penjelasan hadits Bukhari Muslim sebelumnya, akan lebih baik lagi jika mengadakannya tanpa perlu mematok waktu tertentu seperti 7 bulan kehamilan.

    Selain itu, terdapat beberapa perbedaanan bagi beberapa ulama mengenai acara 7 bulanan dalam Islam. Ada yang membolehkan dan ada pula yang tidak memperbolehkan karena adanya indikasi bid’ah dari tradisi 7 bulanan.

    Perkara mengenai ibadah dan adat istiadat ini telah dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah  bahwa:

    Pada asalnya ibadah itu tidak disyari’atkan untuk mengerjakannya kecuali apa yang telah disyari’atkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan adat itu pada asalnya tidak dilarang untuk mengerjakannya kecuali apa yang dilarang Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

    Artinya yang wajib dilakukan sebagai ibadah adalah hal-hal yang memang jelas telah disyariatkan dalam agama Islam. Sedangkan untuk pengerjaan adat istiadat yang telah terjaga dalam suatu masyarakat hukumnya boleh-boleh saja selama itu tidak melanggar syariat yang ditetapkan oleh Allah subhana hua ta’ala.

    Kemudian Imam Asy- Syafi’i menjelaskan bahwa:

    hal-hal yang baru yang menyalahi al-Qur’an, as-Sunnah, ijma’ (kesepakatan ulma), atau atsar maka itu bid’ah yang menyesatkan. Sedangkan suatu hal yang abru yang tidak menyalahi salah satu dari keempatnya maka itu (bid’ah) yang terpuji”

    Namun seperti yang dijelaskan di atas, bahwa segala sesuatu tergantung dengan niat dan tujuan yang dimiliki untuk melaksanakan acara 7 bulanan tersebut.

    Dalam Islam, acara syukuran atau peringatan memang tidaklah wajib. Acara yang dilakukan dengan mewah dan menghambur-hamburkan uang juga tidak diperkenankan dalam Islam.

    Namun menurut Madzhab Syafi’i, acara syukuran dengan membagikan perjamuan atau hidangan makanan dan minuman kepada para tamu undangan adalah sunah selama hal tersebut diniatkan untuk menunjukkan rasa syukur akan nikmat Allah subhana hua ta’ala dan sebagai bentuk berbagi kepada saudara atau para tamu undangan.

    Dimana dalam proses acara tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk saling memepererat tali silaturahmi antara tamu undangan. Mengenai hal ini, Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    Seandainya aku diundang untuk jamuan makan sebesar satu paha belakang (kambing), pasti akan aku penuhi” (HR. Bukhari)

    Dengan penjelasan hadits di atas dapat disimpulkan bahwa acara 7 bulanan boleh dilakukan namun dengan niat hanya untuk bersyukur atas segala nikmat Allah SWT dan mengingat betapa menjabjubkannya Allah SWT membuat kita tumbuh dari hanya dari sel telur dan sperma yang bersatu.

    Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim yang juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ

    Artinya: “Sesungguhnya setiap orang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari (berupa sperma), kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari pula, kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari juga. Kemudian diutuslah seorang malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat hal; rejekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia menjadi orang yang celaka atau bahagia.” (Muslim bin Hajjaj An-Naisaburi, Shahîh Muslim, Kairo: Darul Ghad Al-Jadid, 2008, jil. VIII, juz 16, hal. 165).

    Amalan yang Dianjurkan Saat Hamil

    Kehamilan merupakan momen yang ditunggu-tunggu bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Mengingat bahwa saat hamil akan ada banyak sekali perubahan pada tubuh seorang wanita, tentu ibu hamil memerlukan doa sebagai senjata agar kehamilan berjalan dengan lancar.

    Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya:  “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)

    Berikut amalan ibu hamil menurut islam yang bisa Moms lakukan untuk kebaikan calon buah hati kelak.

    1. Banyak Berdoa dan Berzikir
    2. Mengerjakan Sholat Wajib dan Memperbanyak Sholat Sunah
    3. Melaksanakan Puasa Senin Kamis
    4. Memperbanyak Mengingat Allah
    5. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
    6. Menjaga Asupan Makanan dan Minuman yang Sehat
    7. Olahraga Fisik Rutin
    8. Menjaga Perasaan Bahagia
    9. Tidak Menjadikan Hamil untuk Bermalas-Malasan
    10. Memeriksakan Kesehatan Secara Teratur dengan Ahlinya.

    Larangan Bagi Ibu Hamil Menurut Islam

    Selain amalan-amalan, terdapat beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil menurut Islam, yakni sebagai berikut:

    1. Mengonsumsi makanan haram dan najis
    2. Berpuasa jika berpotensi membahayakan kesehatan
    3. Larangan ibu hamil merokok dan mengkonsumsi narkoba
    4. Mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan
    5. Berhubungan intim dengan rasa aman
    6. Melakukan olahraga berlebihan atau berbahaya
    7. Stres berlebihan
    8. Mengikuti tradisi yang membahayakan
    9. Stres Berlebihan
    10. Tidak pernah melakukan konsultasi kesehatan

    Setelah memahami penjelasan terkait 7 bulanan dalam Islam serta dalil yang mendukung, kita dapat menyimpulkan bahwa acara ini sebenarnya hanya sebuah tradisi yang jika tidak dilakukanpun tidak akan menggangu keseimbangan hidup.

    Namun, apabila ingin melakukannya, pastikan untuk tetap mempertahankan syariat yang diajarkan, dan lebih baik lagi jika tidak menggunakan waktu tertentu sebagai patokan.

  • Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Sholat sunnah sebelum Jumat (qobliyah) merupakan salah satu amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan umat muslim di hari Jumat.

    Fadhilah dari keutamaan menghadiri sholat Jumat yakni pada awal waktu. Salah satu yang dapat dilakukan saat menanti waktu adalah dengan melaksanakan sholat sunnah.

    Hal ini ditegaskan dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

     “Barangsiapa yang mandi kemudian mendatangi Jumat, lalu Ia sholat semampunya dan diam (mendengarkan khutbah) hingga selesai, kemudian Ia lanjutkan dengan sholat bersama Imam, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu dan hari jumat yang lain. Dan bahkan hingga lebih tiga hari.” (HR. Muslim no. 857).

    Untuk pemahaman lebih lanjut, simak artikel ini sampai akhir.

    Hukum Sholat Sunnah Qobliyah dan Badiyah Jumat

    Para ulama sepakat bahwa sholat sunnah yang di lakukan setelah sholat Jumat adalah sunnah dan termasuk rawatib yang menggantikan sholat sunnah setelah sholat Dzuhur. Anjuran ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhari:

     عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ الجُمْعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعاً

    Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian sholat Jumat hendaklah shalat empat rakaat setelahnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

    Sedangkan sholat sunnah sebelum Jumat. Para ulama memiliki dua pendapat tentang hal ini. Pertama, sholat qabliyah Jumat dianjurkan untuk dilaksanakan (sunnah). Kedua,  sholat qabliyah Jumat tidak disunnahkan.

    Adapun dalil yang menyatakan dianjurkannya sholat sunnah qobliyah Jumat, Rasulullah SAW bersabda:

    مَا صَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانٍ مِنْ حَدِيْثِ عَبْدِاللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ “مَا مِنْ صَلاَةٍ مَفْرُوْضَةٍ إِلاَّ وَبَيْنَ يَدَيْهَا رَكْعَتَانِ

    “Semua sholat fardhu itu pasti diikuti oleh sholat sunnah qobliyah dua rakaat”. (HR.Ibnu Hibban yang telah dianggap shahih dari hadis Abdullah bin Zubair).

    Hadis ini secara umum menerangkan adanya sholat sunnah qobliyah tanpa terkecuali sholat Jumat.

    Adapun dalil yang menerangkan tidak dianjurkannya sholat sunnah qobliyah Jumat adalah sebagai berikut:

    Hadis dari Saib Bin Yazid: “Pada awalnya, adzan Jumat dilakukan pada saat imam berada di atas mimbar yaitu pada masa Nabi SAW, Abu bakar dan Umar, tetapi setelah zaman Ustman dan manusia semakin banyak maka Sahabat Utsman menambah adzan menjadi tiga kali (memasukkan iqamat), menurut riwayat Imam Bukhari menambah adzan menjadi dua kali (tanpa memasukkan iqamat). (H.R. riwayat Jama’ah kecuali Imam Muslim).

    Dari dua pendapat dan dalilnya di atas jelas bahwa pendapat kedua adalah interpretasi dari tidak sholatnya Nabi Muhammad SAW sebelum naik ke mimbar untuk membaca khuthbah. Sedangkan pendapat pertama berlandaskan dalil yang sudah sharih (argumen tegas dan jelas).

    Maka pendapat pertama yang mensunnahkan sholat qabliyah Jumat tentu lebih kuat dan lebih unggul (rajih). Namun perlu diperhatkan bahwa permasalahan ini semua adalah khilafiyah furu’iyyah (perbedaan dalam cabang hukum agama) maka tidak boleh menyudutkan di antara dua pendapat di atas.

    Baca juga: Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

    Niat dan Tata Cara Sholat Sunnah Qobliyah Jumat

    Sebelum mengetahui tata cara sholat sunnah sebelum Jumat sesuai urutan , ada baiknya untuk mengetahui niat yang benar terlebih dahulu.

    Niat sendiri diartikan sebagai bentuk tujuan dari seorang muslim dalam beribadah. Dengan niat, kita dapat membedakan amalan ibadah satu dengan lainnya.

    1. Niat Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah Jumat)

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ الجُمُعَةِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatal jumu’ati rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunah qobliyah Jumat dua rakaat karena Allah ta’ala.”

    2. Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat

    Berikut tata cara sholat sunnah sebelum Jumat sesuai dengan urutan:

    Rakaat pertama:

    • Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat sholat qobliyah Jumat
    • Takbiratul ihram
    • Membaca doa Iftitah
    • Membaca surat Al Fatihah
    • Membaca surat pendek Al Quran
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud awal
    • Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    • Membaca surat Al Fatihah
    • Membaca surat pendek Al Quran
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud akhir
    • Salam

    Niat dan Tata Cara Sholat Sunnah Sesudah Jumat (Badiyah Jumat)

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan amalan setelah sholat Jumat yakni sholat badiyah. Pada dasarnya sholat badiyah dilakukan dengan cara yang sama seperti sholat sunnah qobliyah maupun sunnah lain. Yang membedakan adalah niat.

    Agar tidak salah, berikut niat dan tata cara sholat sunnah badiyah Jumat:

    1. Niat Sholat Sunnah Sesudah Sholat Jumat

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ الجُمُعَةِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatal jumu’ati rak’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’ala

    Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah badiyah Jumat dua rakaat karena Allah ta’ala.”

    2. Tata Cara Sholat Sunnah Sesudah Sholat Jumat

    Berikut tata cara sholat sunnah badiyah Jumat yang benar:

    Rakaat pertama:

    • Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat sholat badiyah Jumat
    • Takbiratul ihram
    • Membaca doa Iftitah
    • Membaca surat Al Fatihah
    • Membaca surat pendek Al Quran
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud awal
    • Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    • Membaca surat Al Fatihah
    • Membaca surat pendek Al Quran
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud akhir
    • Salam

    Itulah niat dan tata cara sholat sunnah sebelum Jumat dan sholat sunnah sesudah Jumat. Jika kita meniatkan segala sesuatunya karena Allah ta’ala. Insyallah setiap jalan yang kita tempuh

    Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr.wb.

  • 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Tidur di malam hari adalah salah satu cara melepaskan penat setelah aktivitas yang dilakukan saat siang. Tapi tahukah kamu bahwa ada beberapa amalan sebelum tidur yang dianjurkan Rasulullah SAW.

    Alih-alih scroll social media sebelum tidur, kita bisa melakukan beberapa amalan sunnah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Serta meminta penjagaan selama tidur hingga bangun kembali.

    Jika penasaran, Yuk simak tujuh amalan sebelum tidur sesuai sunnah Rasulullah SAW

    Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah

    Istirahat di malam hari menjadi proses mengembalikan energi untuk menyongsong kembali hari esok. Faktanya, sebagian umat muslim belum mengetahui amalan yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan sebelum tidur.

    Kini sebagian muslim, lebih banyak menghabiskan waktu sebelum tidur dengan berbaring serta bermain gadget, sambil menunggu terlelap.

    Sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk tidak melewatkan membaca doa sebagai bentuk kerendahan hati, bahwa kuasa Allah SWT begitu besar. Tak hanya membaca doa, ada beberapa amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW yang dapat dilakukan sebelum beranjak tidur.

    Berikut beberapa amalan sesuai sunnah Rasulullah SAW:

    1. Berwudhu Sebelum Tidur

    Wudhu sebelum tidur menjadi amalan Rasulullah SAW sebelum berbaring di tempat tidur yang disukai oleh malaikat. Berwudhu sendiri merupakan kegiatan bersuci dari hadas maupun najis. Amalan ini dijelaskan dalam hadis riwayat  Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

    Artinya: “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu,” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

    Amalan ini dimaksudkan agar seorang muslim tetap menjaga wudhunya meski Ia hendak berbaring di tempat tidur. Rasulullah SAW yang menyadari kelemahan manusia, menganjurkan untuk bersuci.

    Hal ini dimaksudkan, jika ada sesuatu hal dikeluar kendali seperti bencana alam ataupun lainnya, tubuh akan tetap dalam keadaan suci.

    2. Membaca Doa Sebelum Tidur

    Amalan sebelum tidur selanjutnya adalah membaca doa sebelum tidur. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa seorang muslim yang tidur memiliki keterbatasan akan kesadaran.

    Oleh karena itu, penting untuk berdoa kepada-Nya agar diberikan perlindungan selama tidur dan dibangunkan dalam keadaan sehat.

    Sebagaimana dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah, ia berkata:

    كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

    Artinya: “Apabila nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan doa: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, Beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324).

    Bacaan doa sebelum tidur yang bisa digunakan yakni:

    بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

    Latin: Bismika allohumma ahyaa wa bismika amuut.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang menghidupkan dan mematikan.”

    3. Mengibaskan Tempat Tidur

    Amalan sebelum tidur yang ketiga adalah mengibaskan tempat tidur. Rasulullah SAW menganjurkan bagi seorang muslim yang hendak membaringkan tubuh di atas kasur, untuk mengibaskan tempat tidur dengan sarungnya sebanyak tiga kali dengan membaca basmalah.

    Hal ini didasarkan dalam hadis riwayat Bukhori, Rasulullah SAW bersada:

    Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain atau sarung dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘bismillah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Bukhari no. 6320)

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan dalam berbagai aspek kehidupan, begitu pun saat bangun tidur. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan tempat tidur supaya tetap bersih dan tidak menjadi tempat berhuninya setan.  

    4. Membaca Ayat Kursi

    Membaca ayat kursi sebelum tidur memiliki keutamaan yakni, Allah akan melindungi seorang muslim dari gangguan setan, jin termasuk mimpi buruk hingga pagi hari tiba. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

    فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

    Artinya: “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi,” (HR. Bukhari).

    Dengan membaca ayat kursi, hati akan menjadi terntram dan terjaga tidurnya. Dengan ketentraman hati, tentu tidur akan lebih berkualitas bukan.

    5. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas

    Membaca tiga surat terakhir al-Quran sebelum tidur adalah sesuatu yang dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi. Selain sebagai perlindungan dari sesuatu yang buruk, hal ini juga merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

    Selain perlindungan dari hal buruk, Allah SWT janjikan tercukupnya kebutuhan selama berada di dunia serta mendapatkan panggilan khusus di hari kiamat.

    Dari Aisyah ra. Beliau berkata:

    “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surah Al-Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surah Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surah An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

    6. Memperbanyak Dzikir

    Amalan sebelum tidur yang keenam adalah memperbanyak dzikir. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Aisyah R.A:

     “Apabila kalian berdua hendak tidur, maka bertakbirlah kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kali, bertasbihlah sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah sebanyak tiga puluh empat, dan ini semua lebih baik buat kalian berdua dari seorang pelayan” (Hadits Bukhari Nomor 5843).

    Rasulullah SAW senantiasa berdzikir sepanjang waktu dan mengingat kebesaran Allah SWT. Bahkan sebelum tidur pun, Rasulullah SAW berdzikir dan memuji Allah SWT. Tentu ikut mengamalkan ajaran Rasulullah akan menambah pahala kita. Keutamaan dzikir sendiri yakni menghapuskan dosa kita serta menambah kualitas saat tidur.

    7. Menyegerakan Tidur Sesudah Isya

    Amalan terakhir adalah mengenai waktu tidur yang tidak terlalu malam atau pun tidak terlalu cepat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, ia berkata:

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

    Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari).

    Rasulullah SAW menghawatirkan jika tidur dilakukan sebelum Isya akan melewatkan ibadah wajib tersebut. Sehingga, seorang muslim dapat mengisi waktu sebelum Isya dengan berbincang dan menemani keluarga, atau mengulang hafalan Quran (muraja’ah).

    Termasuk juga apabila ada tamu yang datang. Dianjurkan untuk melayani tamu dan menunda waktu tidur. Adapun amalan yang patut dipahami adalah menghindari tidur sebelum salat Isya. Hal ini dibenci oleh Rasulullah.

    Namun, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk segera tidur setelah Isya bermaksud untuk menhindari mudharat karena aktivitas yang kurang bermanfaat seperti berbincang yang menyulut ghibah.

    Demikian tujuh amalan sebelum tidur yang bisa kita lakukan sesuai anjuran Rasulullah SAW. Semoga dengan kita niatkan untuk istiqomah serta membiasakan diri dengan amalan ini, kita akan selalu didekatkan dengan Allah SWT, dan diberikan kelancaran dalam segala urusan.

    Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya. Assalamualaikum wr. Wb.

  • 8 Nama Neraka serta Calon Penghuninya dalam Al-Qur’an

    8 Nama Neraka serta Calon Penghuninya dalam Al-Qur’an

    Nama nama neraka serta calon penghuninya – Sesungguhnya, dunia hanyalah ujian bagi orang-orang yang beriman. Saat berpulang, semua manusia akan diadili serta diberi ganjaran atas segala hal yang diperbuat. Neraka merupakan tempat penyiksaan bagi mereka yang zalim serta memiliki sebutan nama neraka pada setiap tingkatan.

    Al-Qur’an menyebutkan, orang-orang zalim akan kekal terbakar di dalam neraka dan menjadi sebuah kehinaan yang sangat besar serta kerugian mendalam bagi seorang muslim. Sebab tidak ada kehinaan yang lebih hina darinya.

    Sebagai seorang muslim, penting untuk mengetahui tingkatan-tingkatan dan nama neraka yang Allah SWT ciptakan. Sebagai pengingat bahwa neraka adalah satu-satunya tempat yang merugi.

    Mari simak uraiannya di bawah ini!

    Mengenal Apa itu Neraka

    Mengingat kembali bahwa manusia diciptakan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan mencari ridho-Nya. Islam menjelaskan bahwa setiap perbuatan yang dilakukan selama di dunia memiliki balasan ketika di akherat kelak.

    Telah disinggung sebelumnya, bahwa dunia hanyalah tempat ujian bagi seorang muslim, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya pada surat Al-Mulk ayat 67 yang berbunyi:

    الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

    “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” [Al-Mulk/67:2]

    Setiap manusia pasti mengingnkan untuk bertempat tinggal di syurga ketika mereka meninggal, bahkan seorang kafir pun menginginkan syurga. Pasalnya, keindahan syurga banyak dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an.

    Namun sayangnya, seorang muslim kerap kali lupa bahwa setiap perilaku yang dilakukan di dunia memiliki ganjaran di akherat kelak.

    Neraka dalam Islam diartikan sebagai tempat bagi mereka yang memiliki amalan buruk yang timbangannya lebih berat daripada amalan baik.

    Secara etimologi, neraka berasal dari bahasa Arab “al-nar” yang artinya adalah panas, tembakan dan api. Sedangkan secara istilah kata “al-nar” memiliki makna tempat mengerikan yang disediakan untuk orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan.

    Neraka bukan semata-mata hanya sebagai tempat penyiksaan maupun pembalasan dari Allah SWR, melainkan juga tempat penyembuhan. Neraka Allah SWT hadirkan untuk menghukum orang-orang yang durhaka, kafir, musyrik, fasik, munafik dan sejenisnya.

    Orang-orang yang kafir dan durhaka akan tetap tinggal di dalam neraka dengan abadi, kemudian orang mukmin yang durhaka akan menjalani hukuman dan tinggal sementara di neraka. Setelah itu, mereka akan dikeluarkan kembali atas izin Allah SWT.

    Sesungguhnya, neraka itu tempat yang nyata. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ali-Imran ayat 116 mengenai adanya neraka yang berbunyi:

      اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

    Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka (dan) mereka kekal di dalamnya.

    Oleh sebab itu, berpikirlah setiap bertindak dan niatkan segala sesuatu yang akan dilakukan semata-mata hanya karena untuk mencapai ridho Allah SWT.

    Baca juga: 10 Dalil Mengenai Hukum Judi dalam Islam, Simak!

    Tingkatan dan Nama Neraka dalam Islam

    Neraka merupakan tempat bagi mereka yang merugi, neraka sendiri memiliki tingkatan dan nama neraka yang akan dihuni bagi mereka yang tidak bertawakal kepada Allah SWT.

    setiap tingkatan neraka dikhususkan untuk calon penghuni yang berbeda pula. Berikut ini nama neraka dan tingkatannya!

    1. Neraka Jahanam

    Nama neraka dan tingkatan yang pertama yakni, neraka jahanam. Neraka ini tergolong sebagai neraka dengan tingkatan paling tinggi yang akan di tempati oleh orang-orang yang melakukan dosa besar.

    Kata neraka jahanam ini berasal dari bahasa Aran yang memiliki banyak arti. Secara harfiah diartikan sebagai penampilan jahat atau berwajah murung. Alasan mengapa neraka ini disebut sebagai neraka jahanam ialah, karena neraka ini dalam keadaan gelap, hitam dan memiliki dasar yang amat dalam.

    Tingkatan ini disebutkan dalam Surat Al-Hijr: 43–44.

    وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَٰبٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ

    Wa inna jahannama lamau’iduhum ajma’īn. Lahā sab’atu abwāb, likulli bābim min-hum juz`um maqsụm.

    Artinya: “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”

    Dosa besar yang dilakukan oleh penghuni neraka jahanam adalah orang-orang yang munafik, orang yang menduakan Allah SWT, mengikuti kata setan, durhaka kepada-Nya, hingga orang yang bakhil atau pelit.

    2. Neraka Lazha

    Pada tingkatan kedua, nama neraka disebut sebagai neraka lazha yang memiliki makna berkobar hebat atau menyala-nyala.

    Tingkatan ini biasa dikhususkan untuk manusia yang mendustakan Al-Qur’an. Begitu mencintai hal-hal yang berifat duniawi, yang berpaling dari risalah Nabi Muhammad SAW, membelakangi tauhid, dan enggan bersedekah.

    Neraka Lazha sendiri dijalaskan dalam Al Ma’arij ayat 15–18 yang berbunyi:

    كَلَّآ ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ نَزَّاعَةً لِّلشَّوَىٰ تَدْعُوا۟ مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰٓ

    Kallā, innahā laẓā. Nazzā’atal lisy-syawā. Tad’ụ man adbara wa tawallā . Wa jama’a fa au’ā.

    Artinya: “Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama). Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.”

    Selain itu, dijelaskan pula dalam surat al-Lail ayat 14-16 yang berbunyi:

    فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى ٱلَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

    Fa anżartukum nāran talaẓẓā. Lā yaṣlāhā illal-asyqā. Allażī każżaba wa tawallā.

    Artinya: “Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).”

    3. Neraka Huthamah

    Nama neraka pada urutan yang ketiga yakni neraka huthamah. Kata huthamah memiliki arti hancurnya sesuatu. Neraka ini akan membuat penghuninya mengalami kehancuran dengan api yang memecah serta membakar sampai ke tulang belulang dan melontarkan api sebesar istana.

    Tingkatan neraka ini akan diisi oleh manusia yang suka bergosip, menyebarkan berita yang tidak benar, mengumpat, enggan bersedekah dan perhitungan kepada sesama.

    Bahkan,orang-orang yang mengutamakan kepentingan dunia akan menjadi calon penghuni Huthamah. Neraka Huthamah sendiri pun hadir dan dibahas dalam surat Al-Humazah ayat 1–3 yang berbunyi:

    وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُۥ يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ

    Wailul likulli humazatil lumazah, allażī jama’a mālaw wa ‘addadah, yaḥsabu anna mālahū akhladah.

    Artinya: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat (al-humazah) lagi pencela (al-lumazah), yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya.”

    Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardu Sesuai Sunnah, Arab, Latin, dan Artinya

    4. Neraka Sa’ir

    Pada tingkatan selanjutnya, nama neraka ini adalah neraka sa’ir. Kata Sa’ir berasal dari bahasa Arab yang artinya menyala, sesuatu yang berkobar dan tidak dipadamkan sejak diciptakan.

    Sehingga neraka sa’ir dapat dimaknai sebagai neraka dengan api yang berkobar-kobar dan menyala. Di dalam neraka ini terdapat tali, rantai, ular, kalajengking dan juga belenggu.

    Dikisahkan para penghuninya akan mendengar suara yang mengerikan. Setiap penghuninya dilemparkan, para penjaga neraka itu bertanya, “Apakah belum pernah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?”.

    Para penghuninya pun akan menjawab, “Benar ada, namun kami mendustakannya.”

    Akhirnya, terucaplah penyesalan mereka, “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan peringatan itu, niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka Sa‘ir yang menyala-nyala ini.”

    Dalam surah Al-Mulk ayat 5 dijelaskan bahwa penghuninya adalah mereka yang mendustakan pembawa kebenaran.

    وَلَقَدْ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَٰبِيحَ وَجَعَلْنَٰهَا رُجُومًا لِّلشَّيَٰطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ

    Wa laqad zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja’alnāhā rujụmal lisy-syayāṭīni wa a’tadnā lahum ‘ażābas-sa’īr.

    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.”

    5. Neraka Jahim

    Tingkatan selanjutnya, nama neraka ini disebut sebagai neraka jahim. Kata jahim sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya tempat panas dengan bara api sangat besar.

    Neraka jahim merupakan neraka dengan api yang sangat besar yang bertempat di sebuah jurang atau lubang. Pada tingkatan ini, penghuninya yakni orang-orang musyrik, pendusta ayat-ayat Al-Qur’an dan melupakan urusan akhirat karena kesibukan duniawi.

    Sebagaimana firman Allah SWT mengenai neraka jahim dalam Q.S Asy-Syu’ara ayat 91–92 mengatakan bahwa neraka ini pun dijanjikan untuk orang-orang yang sesat.

    وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ

    Wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn, Wa qīla lahum aina mā kuntum ta’budụn.

    Artinya: “Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.dan dikatakan kepada mereka: ‘Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah (Nya)’.”

    Selain itu, diterangkan pula dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 51 mengenai keberadaan neraka jahim dan penghuninya, berbunyi:

    وَالَّذِيْنَ سَعَوْا فِيْٓ اٰيٰتِنَا مُعٰجِزِيْنَ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ

    Artinya: Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan (kemauan untuk beriman), mereka itu adalah penghuni-penghuni Neraka Jahim.

    6. Neraka Saqar

    Nama neraka ditingkatan ini dimai sebagai neraka saqar. Al-Qur’an telah menjelaskan mengenai gambaran neraka saqar yang panas dan sangat membakar.

    Pada tingkatan ini, neraka saqar dihuni oleh orang-orang yang sombong, tidak pernah sholat, tidak pernah memberi makan orang miskin, membicarakan hal batil dan mendustakan Al-Qur’an.

    Hal tersebut pun dibahas dalam Q.S Al-Muddatsir ayat 42–46 yang berbunyi:

    مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ قَالُوا۟ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلْخَآئِضِينَ وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ

    Mā salakakum fī saqar, Qālụ lam naku minal-muṣallīn, Wa lam naku nuṭ’imul-miskīn, Wa kunnā nakhḍu ma’al-khā`iḍīn, Wa kunnā nukażżibu biyaumid-dīn.

    Artinya: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”

    Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat,  dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

    dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari Pembalasan.”

    7. Neraka Hawiyah

    Pada tingkatan ini, nama neraka ini adalah neraka hawiyah. Neraka ini banyak disebutkan dalam beberapa riwayat. 

    Neraka ini merupakan neraka yang berada pada tingkatan paling bawah. Penghuni neraka ini ialah orang-orang munafik.

    Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 145 yang berbunyi:

    إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

    Innal-munāfiqīna fid-darkil-asfali minan-nār, wa lan tajida lahum naṣīrā.

    Artinya: “Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.”

    8. Neraka Zamharir

    Neraka ini digambarkan sebagai neraka yang tidak hanya penuh dengan api yang panas, namun juga memiliki suhu luar biasa dingin.

    Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An Naba’: 24-26 yang berbunyi seperti berikut ini:

    لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا (24) إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا (25) جَزَاءً وِفَاقًا (26)

    Lā yażụqụna fīhā bardaw wa lā syarāba, Illā ḥamīmaw wa gassāqa, Jazā`aw wifāqā.

    Artinya: “Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan ghossaq, sebagai pambalasan yang setimpal.”

    Makna ghossaq yang disebutkan dalam ayat diatas, dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Yang dimaksud ghossaq adalah dingin beku dari neraka, dan seseorang seperti terpanggang dengannya.”

    Mujahid rahimahullah berkata, “Ghossaq adalah sesuatu yang tidak mampu seseorang sentuh karena begitu dinginnya.”

    Ada ulama pula yang mengatakan, “Ghossaq adalah dingin yang baunya begitu busuk”.

    Itulah dia nama neraka yang perlu diketahui oleh umat Islam, sebagai pengingat bahwasannya manusia hidup di dunia hanyalah sementara.

    Sebab Allah SWT menciptakan kita hanya untuk senantiasa berbuat baik dan berlomba-lomba dalam kebakan.

    Semoga dengan memahami ganjaran kehidupan setelah di akherat kelak, bisa membuat kta lebih baik dan bertaubat atas kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat sebelumnya.

  • Doa Nabi Sulaiman Untuk Mendatangkan Uang Dan Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman Untuk Mendatangkan Uang Dan Kekayaan

    Mungkin sebagian orang pernah mendengar doa Nabi Sulaiman yang memiliki banyak sekali keutamaan. Salah satunya yakni memberikan rezeki yang berlimpah.

    Nabi Sulaiman adalah satu di antara nabi yang sangat dihormati dalam agama Islam, beliau dikenal dengan kekayaan dan kebijaksanaannya yang amat luar biasa. Dalam Al-Qur’an juga dikisahkan bahwa beliau memohon kepada Allah untuk diberikannya kekayaan dan kekuasaan yang luas.

    Doa Nabi Sulaiman ini menjadi salah satu inspirasi bagi umat Islam untuk memohon rezeki yang berlimpah dari pintu manapun. Yuk, simak bacaan doa Nabi Sulaiman berikut ini!

    Bacaan Doa Nabi Sulaiman

    Selain dikenal akan kekayaan dan kebijaksanaanya, Nabi Sulaiman juga memiliki sejumlah kemuliaan yang istimewa yakni kemampuan berbicara dengan hewan dan jin, serta mampu mengusir kawanan semut.

    Sebagai seorang muslim, tentu penting bagi kita untuk mengenali serta meneladani sifat Nabi Sulaiman yang meski memiliki banyak sekali keistimewaan, namun tetap rendah hati dan tidak sombong atas segala kenikmatan yang Allah SWT berikan kepadanya.

    Adapun beberapa doa Nabi Sulaiman yang tertuang dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

    1. Doa Nabi Sulaiman Memohon Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman Memohon Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman yang pertama yakni doa meminta kekayaan, pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki keterbatasan dan pembeda dari orang lain, termasuk mengenai ekonomi.

    Oleh sebab itu, seorang muslim harus senantiasa meminta dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kekayaan yang cukup.

    Umunya, berdoa apa saja diperbolehkan asalkan dalam hal kebaikan. Salah satu kebaikan yang dimaksudkan seperti meminta rezeki yang berlimpah serta keberkahan di dalamnya.

    Lantas, apakah orang yang berkecukupan dilarang meminta dilapangkan rezekinya?

    Tentu saja tidak, meskipun Nabi Sulaiman sudah menjadi seseorang yang kaya raya namun tetap saja doa meminta rezeki ini selalu dilantunkan.

    Bahkan, kekayaan yang diminta oleh Nabi Sulaiman adalah kerajaan megah yang berada di Palestina.

    Agar keinginannya tercapai, maka Nabi Sulaiman memanjatkan doa kepada Allah seperti yang tertuang pada Q.S Shaad ayat 35, yaitu:

    قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

    Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb

    Artinya: Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”. (QS Shaad: 35).

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    2. Doa Nabi Sulaiman Untuk Tetap Mensyukuri Nikmat Allah

    Selain sebagai permohonan akan rezeki, adapula satu di antara doa Nabi Sulaiman yang diperuntukkan sebagai sarana memelihara karunia Allah SWT.

    Di mana, hati yang bersyukur akan memperkuat dan memantapkan kebaikan yang belum ada.

    Mukjizat dari Allah SWT kepada Nabi Sulaiman AS adalah berupa kekayaan yang sangat banyak.

    Karena salah satu mukjizat yang dimilikinya tersebut, maka senantiasa membuatnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

    Rasa syukur Nabi Sulaiman terhadap segala limpahan rezeki yang beliau punya dengan melafalkan doa yang tercatat dalam Al-Qur’an pada surat An-Naml Ayat 19:

    رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu, yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba Mu yang sholeh.” (QS. Al-Naml:19).

    Baca juga: Bacaan Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan, Sah!

    3. Doa Nabi Sulaiman Menjinakan Hewan

    Nabi Sulaiman dikaruniai mukjizat yang luar biasa dari Allah SWT yakni bisa menjinakan dan berbicara menggunakan bahasa hewan.

    Dalam kisahnya, Nabi Sulaiman melafalkan doa yang mampu menjinakan hewan, sesuatu yang tidak mungkin namun mungkin di hadapan Allah SWT.

    Doa ini boleh saja kita lafalkan saat sedang berada di tempat yang mungkin saja terdapat banyak sekali hewan buas. Oleh sebab itu, bacalah doa ini saat bertemu dengan hewan yang ditakuti:

    بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ , اَلَّا تَعْلُوا عَلَىَّ وَاْتُونِى مُسْلِمِيْنَ

    Bismillah hirrahmani rahiim, allaa ta’luu alayya wa’tuunii muslimin.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu berlaku sombong kepadaku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

    4. Doa Nabi Sulaiman Mengusir Jin

    Selanjutnya, yakni doa Nabi Sulaiman saat menjinakan jin. Hal ini termasuk dalam mukjizat yang Allah SWT berikan kepadanya.

    Selain kemampuan berbicara dengan hewan, beliau juga mampu berkomunikasi dengan jin, tentu hal ini diawali dengan pelafalan doa.

    Salah satu doanya adalah untuk mengusir jin yang tidak mau beriman kepada Allah SWT atau membangkang.

    Salah satu doanya adalah untuk mengusir jin yang tidak mau beriman kepada Allah SWT atau membangkang.

    اَلَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ ࣖ

    Allā ta‘lū ‘alayya wa’tūnī muslimīn(a).

    Artinya : “Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri!”

    5. Doa Nabi Sulaiman dalam Menundukkan Wanita

    Terdapat doa Nabi Sulaiman yang bisa dilafalkan sebagai permohonan untuk membuat seorang perempuan membalas perasaan kita. Hal ini tertuang dalam surat An-Naml aat 30-31 yang berbunyi:

    إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۙ أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

    Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn

    Artinya: “Surat ini dari seorang bernama Sulaiman, ia dimulai dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, isinya janganlah kalian sombong kepadaku, tapi datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

    6. Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu mukjizat Nabi Sulaiman adalah berbicara dengan binatang, hal ini dikisahkan ketika sang Nabi Sulaiman melintasi jalan yang terdapat sekelompok semut yang lewat, kemudian semut tersebut ketakutan dan berteriak.

    Teriakan semut tersebut membuat Nabi Sulaiman berhenti dan memperhatikan kejadian yang dialami oleh kelompok semut.

    Semut sangat takut terinjak oleh pasukan nabi Sulaiman yang tak lama kemudian sang nabi berkata kepada para semut untuk masuk kedalam sarangnya.

    Setelah para semut tersebut masuk barulah nabi sulaiman dan pengikutnya melanjutkan perjalanannya.

    Adapun bacan doa nabi Sulaiman mengiusir semut adalah seperti ini :

    قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

    Qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulū masākinakum, lā yaḥṭimannakum sulaimānu wa junūduhū wa hum lā yasy‘urūn(a).

    Artinya : “Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.” (Q.S. Annaml : 18)

    Keteladanan Nabi Sulaiman AS

    Setelah mengetahui beberapa doa Nabi Sulaiman AS, ada baiknya untuk mengetahui kisah tauladannya sebagai tuntunan kita seorang muslim dalam bersikap. Beberapa keteladanan yang dimiliki Nabi Sulaiman AS antara lain:

    1. Pemimpin yang adil dan bijaksana

    Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana di seluruh penjuru dunia. Hal ini bermula dari kepandaian beliau dalam memimpn kerajaannya.

    Beliau juga terkenal dengan keadilan  dalam menyelesaikan suatu perkara. Berkat kemampuannya ini, beliau mampu mengatur pasukannya yang besar dan kuat yang tidak hanya terdiri dari manusia, melainkan juga jin, dan hewan.

    2. Selalu malu kepada Allah SWT

    Meskipun memiliki kekuasaan yang begitu besar, hal ini tidak membuat Nabi Sulaiman AS menjadi orang yang sombong.

    Beliau tetap mengingat kebesaran Allah SWT sebagai penolongnya. Beliau bahkan tetap merasa malu kepada Allah SWT karena berkah yang diberikan begitu melimpah. Beliau seringkali merasa tidak pantas akan hal tersebut.

    Beliau tetap rendah hati terhadap makhluk Allah SWT lainnya. Beliau bahkan tetap merasa malu kepada Allah SWT karena sudah diberikan begitu melimpahnya karunia, rezeki, dan nikmat. Ia merasa malu ini karena menganggap dirinya masih belum cukup beribadah kepada Allah SWT.

    3. Rendah hati

    Selain itu, Nabi Sulaiman AS tidak pernah membeda-bedakan, beliau juga sangat senang melakukan dialog dengan rakyat-rakyat kecil, berkomunikasi dengan mereka walaupun hanya dengan beberapa ekor semut.

    Itulah beberapa doa Nabi Sulaiman serta tauladannya yang bisa kita jadikan tuntunan dalam beragama. Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr. wb.

  • 20 Ide Jualan Minuman Bulan Puasa yang Trend dan Laku

    20 Ide Jualan Minuman Bulan Puasa yang Trend dan Laku

    Bulan Ramadhan menjadi peluang emas bagi pedagang, banyak yang memanfaatkan momen ini untuk berjualan takjil maupun makanan sahur. Banyak sekali ide jualan minuman bulan puasa yang bisa kamu coba dengan modal kecil.

    Sebagian orang akan ragu-ragu untuk memulai karena mempertimbangkan modal yang dipunyai tidak banyak untuk membuka suatu usaha.

    Akan tetapi, kita tidak mesti berjualan dengan modal yang besar untuk mendapatkan untung yang besar juga, lho.

    Ide Jualan Minuman Bulan Puasa Laris Manis

    Berikut beberapa rangkuan beberapa ide jualan minumlan bulan puasa terlaris dan banyak diburu orang pada saat menjelang buka puasa.

    1. Aneka Es Buah

    Aneka Es Buah

    Saat berpuasa, orang akan cenderung memikirkan hal-hal segar untuk membasuh tenggorokan yang telah seharian kering saat menahan dahaga. 

    Tentu saja, tidak akan ada yang bisa menolak segarnya es sirup campur dengan isian buah-buahan segar seperti semangka, melon,cincau dan taburan selasih.

    Terlebih jika cuasa saat berpuasa cenderung panas, dan banyak sekali aktivitas seharian yang dilakukan.

    Es bah akan menjadi plihan terbaik utuk meredakan dahaga berbuka puasa. Karena itu, tidak ada salahnya untuk mencoba menjual aneka es buah segar di pasar takjil.

    Baca juga: 15 Arti Mimpi Digigit Ular Menurut Islam, Apa Saja?

    2. Aneka Boba Rasa

    Dewasa ini, sedang viral-viralnya aneka minuman dengan berbagai macam jenis seperti minuman maupun es krim yang ditaburi boba di dalamnya. Mengingat bahwa masyarakat cenderung untuk mengikuti tren yang sedang naik-naiknya, tentu hal ini menjadi kabar baik jika kamu ingin mencarri ide jualan minuman bulan puasa.

    Memang agak membutuhkan persiapan yang matang, namun ide jualan minuman saat puasa satu ini tidak akan padam hingga terlewatnya Ramadhan, lho.

    3. Es Campur

    Siapa yang tidak tertarik untuk membeli minuman segar satu ini? ide jualan minuman saat puasa satu ini banyak diminati oleh semua kalangan dari generasi ke generasi, lho. Es campur ini memiliki rasa yang manis serta menyegarkan dan memiliki harga yang terbilang murah.

    Oleh karena itulah, tak heran banyak orang yang memilihnya untuk dijadikan sebagai menu berbuka puasa.

    Proses pembuatannya pun tidak lah sulit, Kamu cukup menyiapkan cincau, kolang kaling, cendol, santan, es dan susu. Jika ingin lebih menarik lagi, kamu bisa menginovasikan tampilannya semenarik mungkin dipadukan dengan packaging yang lucu dan aestheti.

    Namun, sebelum kamu siap menjualnya, pastikan resep yang kamu gunakan sudah melewati proses pemilahan ya. Sehingga pembelimu tidak merasa tertipu hanya dengan tampilannya yang lucu.

    4. Es Cappucino Cincau

    Minuman satu ini pernah viral yang menjadi favorit banyak orang karena perpaduan cincau dan juga cappucinonya yang sesuai dengan lidah asia.

    Bahkan es cappucino incau menjadi salah satu kreasi yang paling banyak disukai dan punya potensi untuk bisnis. Bahan yang digunakan juga relatif murah dan mudah didapat, kamu hanya cukup membeli bahan-bahan seperti gula jawa, cincau, cappucino bubuk beberapa saset saja dan juga susu.

    Untuk menarik pelanggan, kamu bisa melakukan inovasi seperti tampilan yang cantik atau mungkin diberikan toping sesuai dengan selera pelanggan seperti menambah keju, remahan oreo atau yang lainnya.

    Jika kamu tertarik untuk mencobanya, kamu bisa memulainya dengan melihat resep mudah pembuatan es cappucino cincau dan lakukan peniruan serta modifikasi ala kamu untuk tampilan yang lebih cantik dan menarik pelanggan.

    5. Es Susu Kurma

    Kurma identik dengan bulan Ramadhan, tidak hanya dijadikan makanan pembuka saat berbuka puasa, kurma bisa dibuat menjadi suguhan menyegarkan, lho.

    Es susu kurma menjadi salah satu hal menarik untuk dijaikan ide jualan minuman saat puasa, selain rasanya yang nikmat, susu kurma menjadi sajian bermanfaat yang memberikan kesehatan tubuh.

    Selain itu, kamu tidak membutuhkan bahan baku mahal untuk menjual minuman menyehatkan satu ini, hanya perlu menyiapkan freshmilk, kurma, madu dan es batu.

    6. Es Kelapa Muda

    Es Kelapa Muda

    Dari sabang sampai merauke, minuman satu ini tak pernah bisa ditolak sebagai penghilang dahaga yang menyenangkan. Pasalnya, selain penyajiannya yang cepat, es kelapa muda juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

    Meski ada banyak sekali pedagang yang memikirkan untuk menjual hal yang sama, kamu bisa menjual es kelapa muda dengan  memodifikasi rasanya serta memberikan sedikit sentuhan modern, seperti pemilihan toping tambahan.

    Kamu juga perlu tahu bahwa peluang penjualan es kelapa di bulan puasa sangat besar dalam meraup keuntungan apalagi dengan bahan-bahan sederhana, murah dan mudah didaptkan.

    Baca juga: Hukum Suami Lebih Mementingkan Ibunya Daripada Istrinya

    7. Aneka Thai Tea

    Minuman satu ini berasal dari negara Thailand dan sempat juga menjadi tren minuman kekinian dan banyak digemari oleh berbagai kalangan di masyarakat. Oleh sebab itu, minuman satu ini bisa menjadi salah satu ide jualan minuman saat puasa nanti.

    Meski rasa teh ini otentik ala Thailand, namun tetap bisa diterima oleh berbagai kalangan dari usia muda hingga dewasa karena terbukti segar dan nikmat.

    Jika kamu membayangkan bahwa thai tea ini hanya memiliki satu varian rasa, tentu saja tidak. Sebab aneka minuman thai tea ini biasa disajikan dengan berbagai varian rasa yang bisa dipilih oleh pembeli, seperti taro, strawberry, matcha dan masih banyak lagi.

    Menjualnya juga tidak begitu sulit, kamu bisa menggunakan perisa kemasan yang banyak dijual di market place dan memadukannya dengan sedikit resep rahasia yang bisa kamu tambahkan sesuai dengan keinginanmu.

    8.  Es Semangka Viral

    Jika kamu sering melihat orang yang berjualan es jeruk peras yang segar, ada minuman yang tak kalah segar untuk menghilangkan dahaga, yakni es semangka yang sempat viral karena pedagang india menjualnya.

    Selain rasa penasaran karena maraknya berita mengenai es satu ini, es semangka ini terbukti sangat enak dan memang menyegarkan dahaga, apalagi jika diminum saat berpuasa.

    Bahan pembuatan es semangka viral ini sangat mudah didapat, kamu hanya membutuhkan semangka, sirup dan es batu saja.

    9. Es Teh

    Siapa yang tidak kenal dengan minuman favorit seantero Indonesia ini? Es teh menjadi pilihan simpel yang selalu cocok untuk dijadikan minuman menjelang buka puasa.

    Meski sedikit umum dan bisa dibuat sendiri, kamu bisa mencobanya dengan memodifikasi seperti pesaing lain dengan memadukan teh dengan minuman rasa lainnya, seperti lemon tea, lychee tea, teh melati, teh hitam,  Dan jangan lupakan tampilan aesthetic untuk menarik pembeli.

    10. Alpukat Kocok

    Ide jualan minuman bulan puasa lainnya yakni alpukat kocok. Selain sehat, alpukat juga memiliki banyak penggemar karena rasanya yang lembut dan juga menyegarkan.

    Jika biasanya kamu melihat banyak pedagang yang menjual jus alpukat, kali ini kamu akan menjualnya dengan ide yang lebih kreatif seperti alpukat kocok.

    Apalagi jika ditambah es batu, susu dan berbagai toping menarik lain. Es alpukat kocok tidak hanya mengenyangkan, tetapi lebih segar dan pas menjadi menu pembuka puasa.

    Untuk membuatnya, kamu hanya perlu menyiapkan es serut, susu, alpukat, dan creamer agar alpukat kocok lebih terasa nikmat. Dan jangan lupa siapkan berbagai toping menarik ya!

    11. Es Blewah

    Es Blewah

    Mungkin sebagian anak muda zaman sekarang akan asing mendengar minuman satu ini, namun hal ini juga menjadi kabar menarik sebab akan memberikan rasa penasaran untuk mencicipinya.

    Minuman satu ini memiliki rasa segar dan manis, saat bulan Ramadhan, kita akan dengan mudah menemukan blewah di toko buah maupun sayur. Karena hanya bisa ditemui pada saat saat tertentu, hal inilah yang membuat beberapa orang asing dengan minuman satu ini.

    Jika kamu tertarik untuk mencoba menjualnya, kamu bisa memulainya dengan mengumpulkan bahan-bahan sederhana dalam membuat es blewah, yakni blewah, air, es, gula/sirup.

    Meskipun terbilang minuman sederhana yang bisa dibuat sendiri, pembuatannya yang cukup memakan waktu dalam membuat serutan blewah, orang-orang akan memilih untuk membelinya saja dibanding untuk membuatnya sendiri.

    Untuk itu, es blewah cocok sebagai ide jualan bulan puasa modal kecil yang menguntungkan. Apalagi, sepertinya masih jarang orang yang menjual es blewah. Kamu dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih cuan lebih banyak.

    Agar lebih banyak untung kamu juga bisa mengkreasikan es blewah dengan berbagai sirup aneka rasa. Atau dengan menambahkan isian pada es blewah jualanmu.

    12. Es Buko Pandan

    Ide jualan minuman selanjutnya adalan es buko pandan. Mnuman ini merupakan menu khas Filiphina, yang isiannya terdiri dari paduan potongan puding pandan, daging kelapa, nata decoco dan selasih yang kemudian dicampur kuah susu serta sirup yang manis.

    Perpaduan rasa gurih dan manis pada minuman ini menjadi pilihan yang cocok untuk kamu jual saat puasa, karena tampilannya yang cantik dan menggiurkan. Agar lebih segar kamu bisa enambahkan es batu atau endinginkannya terlebih dahulu sebelum dijual.

    Jika biasanya kamu melihat es bko pandan yang disajikan sederhana dengan cap putih bundar, kamu bisa menginovasinya dengan mengubah tampilan kemasan menjadi lebih cantik dan juga menarik.

    Selain tampilan, kamu juga bisa memvariasikan rasa buko pandan dengan mengganti puding menjadi rasa buah dan susu krmer yang disesuaikan dengan varian rasa puding, sebagai contoh, puding mangga dan susu perisa mangga.

    13. Es Rainbow Mojito

    Saat  puasa, orang akan cenderung mencari sesuatu yang menarik perhatian mata dan nampak menyegarkan. Karena itulah ide jualan minuan kali ini yakni es rainbow mojito yang memiliki tampilan warna cantik dan terlihat sangat menggiurkan.

    Tidak hanya memiliki penampilan yang cantik, minuman ini memang terbukti menyegarkan. Es mojito merupakan minuman sejenis koktail yang berasal dari negeri Kuba dan basanya akan mudah ditemui di resto-resto mewah dan juga cafe.

    Meski begitu, kamu bisa mengubahnya menjadi lebih ecofriendly yang bisa dijual dipiggir jalan dengan standing pouch ditambah dengan sedotan warna warni. Minuman ini identik dengan rasa asam dan segar yang berasal dari perasaan jeruk lemon dan juga daun paper mint.

    Dengan kesegaran itu, tentu saja es ini menjadi pendamping yang pas untuk berbuka puasa. Agar lebih menarik lagi, tidak hanya tampilannya saja, kamu bisa memberikan varin rasa yng berbeda-beda dan juga berbagai toping buah di dalamnya. Dengan begitu kamu pun bisa meningkatkan harga per cup nya dan mendapatkan keuntungan lebih banyak.

    14. Es Jagung Hawai

    Jika kamu pernah melihat makanan yag terbuat dari paduan antara jagung, susu dan keju. Es ini merupakan salah satu olahan yang memiliki bahan dasar jagung susu dan juga keju, hanya saja proses pembuatannya yang berbeda.

    Tidak hanya es semangka dan juga alpukat kocok yang pernah viral, es jagung hawai juga pernah menjadi pembicaraan beberapa konsumen karena kenikmatannya.

    Perpaduan rasa manis dan juga gurih membuat pecinta jagung selalu ingin membelinya, tentu hal ini menjadi kabar baik bagi kamu yang ingin membuka usaha saat bulan Ramadhan. Jika kamu berminat untuk menjualnya, pastikan kamu mendapatkan jagung yang berkualitas, agar es jagung hawaimu memiliki cita rasanya yang nikmat juga ya!

    15. Es Cendol

    Meski merupakan minuman yang sudah ada dari zaman dahulu, namun es ini tetap melegenda dan memiliki peminatnya lho sampai sekarang. Jadi kamu jangan takut tidak laku jika ingin menjualnya.

    Mungkin beberapa orang akan mengira bahwa es cendol ini sama dengan es dawet. Namun faktanya, es cendol dan es dawet adalah dua hal yang berbeda, salah satu perbedaannya yakni bahan utama dalam pembuatannya.

    Cendol sendiri terbuat dari sagu aren, tepung beras dan hukwe.Sedangkan dawet hanya dari hunkwe dan tepung beras saja. Ciri khas es cendol yang nikmat adalah disajikan dengan gula aren dan agar-agar, dan jangan lupa bumbuhi es batu agar lebih segar.

    16. Es Sari Tebu

    Setelah berpuasa seharian, berbuka puasa selalu akan lebih nikmat jika disuguhkan sesuatu yang dingin, manis dan juga menyegarkan. Es tebu memiliki semua kriteria tersebut.

    Tak heran bila es ini tak pernah sepi peminat. Rasa manisnya yang alami dan segar juga sangat baik untuk mengganti cairan tubuh.

    Selain banyak peminat, jualan es sari tebu juga gampang karena penyajiannya sangat mudah. Namun, kamu harus punya alat pemeras tebu agar bisa jualan es ini. Jadi, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu jika modalmu minim.

    17. Es Pisang Ijo

    Saat Ramadhan, orang akan mencari suatu makanan yang memang hanya mereka bisa temui saat momen tersebut, salah satunya yakni es pisang ijo. Minuman satu ini merupakan sajian yang identik sekali dijual pada saat Ramadhan tiba, bahkan menjadi salah satu primadona minuman yang sering diburu-buru orang.

    Mengingat hal tersebut, kamu bisa mencoba menjualnya. Jika teratrik kamu bisa memulai dengan membuatnya dirumah. Es pisang hijau terbuat dari buah pisang yang dibalut dengan tepung warna hijau.

    Selain itu ditambahkan bubur sumsum, sirup, dan es batu. Sehingga selain menyegarkan, minuman ini juga bikin kenyang, lho!

    18. Aneka Smoothies Kaki Lima

    Aneka Smoothies Kaki Lima

    Ada banyak sekali minuman viral yang bertebaran di media sosial, namun sayangnya tak banyak yang berkeinginan untuk menjualnya. Jika memperhatikan hal tersebut, kita bisa menjadi pencetus memulainya bisnis tersebut.

    Salah satunya yakni minuman smoothies yang sempat viral karena tampilannya yang menggiurkan dan tampak segar. Kita bisa memodifikasi smoothies yang dijual di cafe-cafe untuk disesuaikan dengan konsumen kaki lima atau pasar ramdhan saat puasa tiba.

    Perpaduan jus buah segar dan juga creamer buatan akan membuat jualanmu lebih hemat, apalagi jika kamu sajikan dengan tampilan yang cantik, pasti orang akan berbondong-bondong untuk mencobanya.

    19. Es Kuwut

    Minuman ini bisa dijadikan ide jualan minuman saat puasa. Sudah pernah dengar belum mengenai es kuwut?

    Es kuwut ini terbuat dari serutan buah timun yang dipadukan dengan sirup dan es batu. Cita rasa yang khas, manis, dan segar sangat cocok untuk menemani buka puasa.

    Maka dari itu, dengan jualan es kuwut kamu akan mendapatkan keuntungan yang besar.Apalagi modal yang dikeluarkan kecil. Jadi, kamu tidak usah khawatir lagi untuk jualan es ini.

    Selain itu, bahan dan cara pembuatannya juga sangat simple dan mudah, kamu bisa mencobanya untuk dijadikan referensi jualan nanti saat bulan ramadhan.

    20. Es Oyen

    Minuman ini berasal dari Bandung dan sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Es ini berisi berbagai macam isian yaitu alpukat, nangka, kelapa muda, bubur mutiara, ketan hitam, tape, kolang kaling, dan roti tawar. Sangat menggiurkan bukan?

    Dan jangan salah, peminat es oyen ini juga sangat banyak, lho! Jadi, jika kamu berminat untuk berjualan es oyen, kamu tidak perlu takut daganganmu tidak laku.

    Minuman ini juga tidak hanya laris pada saat momen bulan puasa saja, melainkan pada bulan-bulan seperti biasa juga akan laris pembeli.

    Nah, itulah dia 20 ide jualan minuman bulan puasa yang bisa kamu coba. Sebetulnya masih banyak ide-ide lain yang berpotensi untuk menghasilkan cuan. Namun, beberapa di atas merupakan minuman yang paling sering orang cari saat puasa.

    Setelah tahu idenya, tinggal kamu serius atau tidak untuk berjualan. Kalau ingin sukses, tentu saja memulai dan lewati dengan konsisten.

    Semoga bermanfaat dan sukses selalu ya!

  • Cara Mendidik Anak dalam Islam Sesuai Syariat

    Cara Mendidik Anak dalam Islam Sesuai Syariat

    Anak merupakan karunia dari Allah SWT sebagai amanah sekaligus ujian bagi hamba-Nya yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat.  Karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan bekal yang matang termasuk ilmu parenting serta cara mendidik anak dalam Islam.

    Ada beragam teknik pengasuhan yang bisa dipilih orangtua untuk mendidik anak-anak, salah satunya mendidik sesuai ajaran Islam. Dengan mendidik anak sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW, diharapkan si kecil dapat memiliki akhlak yang baik dan siap bersaing di masa depan.

    Rasulullah SAW mencontohkan cara mendidik anak laki-laki dengan rasa sayang dan penuh kesabran. Tidak membentak, tetapi tegas dalam urusan agama. Penasaran dengan cara mendidik anak lainnya? Simak uraiannya di bawah ini.

    Cara Mendidik Anak dalam Islam

    Pada dasarnya, cara mendidik anak secara umum semuanya sama, yakni mengajarkan kebaikan serta nilai-nilai Islami agar ia menuju ke jalan yang lebih baik.

    Namun, akan lebih baik jika memberikan pemahaman mengenai ajaran agama Islam lebih dini. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada pemberian dari seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama daripada pendidikan tata krama yang baik (HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim).

    Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa dalam Islam, orang tua memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak untuk dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berakhlak mulia.

    Agar saat dewasa, anak tidak mudah goyah akan prinsip beragama, orang tua wajib memberikan pondasi yang kuat mengenai nilai-nilai agama sejak usia dini. Yang dimaksud anak usia dini disini yakni rentang 0-8 tahun.

    Mendidik anak secara Islami pada anak usia dini merupakan waktu yang paling tepat, sebab usia dini menjadi periode kritis dalam perkembangan anak. Selan itu, pada usia tersebut, anak akan sangat mudah meniru dan terpengaruh oleh lingkungan sekitar.

    Sehingga, hal ini dapat memberikan pengaruh positif pada karakter anak dan moral anak sebagai generasi muslim unggul kemudian hari.

    Berikut beberapa cara mendidik anak dalam Islam:

    1. Memperdengarkan Al-Qur’an

    Cara mendidik anak dalam Islam selanjutnya yakni dengan memperdengarkan Al-Qur’an. Sebab waktu terbaik untuk mulai memperkenalkan dan mendengarkan Al-Qur’an bukanlah saat baligh atau ketika sudah mampu untuk membaca maupun menulis.

    Namun, akan lebih baik untuk memulainya sejak si kecil berada di dalam kandungan dengan cara kedua orang tua secara rutin mengaji atau memutar ayat-ayat Al-Qur’an.

    Cara ini tidak hanya membuat si kecil terbiasa dengan firman-firman Allah, namun juga memberikan rasa tenang dan Insyallah akan mendatangkan keberkahan.

    Baca juga: Bacaan Sholawat Badar Arab Latin dan Artinya

    2. Mengajarkan Dasar-dasar Ilmu Agama

    Wajib bagi orang tua muslim untuk memberikan dasar-dasar agama untuk anak sejak kecil. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa mengajarkan anak di usia dini menjadi pondasi kehidupan seorang anak di masa depan.

    Kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, menjelaskan tahap-tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.

    Diterangkan bahwa, saat anak berusia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid “Laila Ha Illallah” sebanyak 7 kali. Kemudian, ketika anak menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkanlah kalimat “Muhammadar Rasulullah”.

    Dalam sebuah hadits disebutkan, “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailaha-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (H.R Ibnu Abbas)

    3. Mengajarkan Sholat dan Memberikan Contoh

    Dalam Islam, sholat merupakan tiang agama yang wajib dilakukan seorang muslim sebagai bekal di akherat kelak. Dan wajib pula hukumnya untuk orang tua muslim untuk mengajarkan tata cara sholat dan memberikan contoh sholat.

    Pada usia dini, anak adalah peniru segala yang dilakukan oleh orang tua, sehingga akan mudah untuk memberikan contoh kepada anak mengenai sholat. Untuk memulai mengajarkan tata cara sholat, bisa dilakukan dengan hal sederhana seperti mengenalkan gerakannya dan cara berwudhu.

    Dan teruslah untuk memberi contoh baik secara nyata kepada anak dalam kehidupan sehari-hari dan mengajaknya untuk ikut andil di dalamnya. Mengajarkan sholat pada anak juga telah diterangkan dalam sebuah hadist yang artinya,

    Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

    4. Mengajarkan Ibadah Puasa

    Cara mendidik anak dalam Islam selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk mengenal salah satu rukun Islam yakni ibadah puasa.

    Orang tua dapat memulainya dengan mengajarkan si kecil berpuasa setengah hari, bila belum mampu. Apabila dirasa sudah mampu, lalu biasakan untuk berpuasa hingga waktu berbuka.

    Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul.

    Ia berkata: “Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

    5. Ajarkan Tauhid

    Orang tua wajib untuk mengajarkan anaknya mengenai tauhid, yakni ilmu yang menyatakan mengenai keesaan Allah SWT. Orang tua dapat memulainya dengan menjelaskan kepada anak bahwa Allah itu tunggal dan tidak boleh disekutukan.

    Menanamkan tauhid sejak dini bertujuan untuk membentuk pribadi yang berakhlak baik dan menjadi muslim tangguh di masa depan kelak.

    Hal ini turut dijelaskan pada salah satu firman Allah SWT, yakni QS. Al-Luqman 13:

    وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

    Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, “hai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan merupakan kezaliman yang besar (QS. Al-Luqman: 13).

    6. Mengajarkan Akhlak Mulia dan Berbakti pada Orang Tua

    Dalam Islam, kebaikan seorang muslim dinilai dari dua hal, yakni agama dan akhlaknya. Oleh sebab itu, ajarkanlah nilai-nilai kebaikan kepada anak.

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

    Selain itu, berbakti pada orang tua juga merupakan hal yang harus dibiasakan sejak kecil.

    Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.

    ” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya.

    Lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau.

    Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).

    Baca juga: 7+ Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Islam

    7.  Membiasakan Bertutur Kata Lembut

    Cara mendidik anak dalam Islam kali ini tidak hanya disebutkan sebagai suatu teori, namun perlu dipraktikan langsung oleh kedua orang tuanya. Jadilah orang tua yang bertutur kata lembut, bijaksana dan memberikan pelajaran lewat kasih sayang.

    Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW, mengajarkan bahwa anak memiliki hak untuk memperoleh kasih sayang, namun tidak mengesampingkan kesalahan anak. Sehingga apabila anak melakukan hal yang menyipang agama, orang tua patut mengajaknya kembali ke jalan yang benar.

    Dan jika perlu, berikan hukuman ketika anak melakukan kesalahan fatal seperti meninggalkan sholat dan kewajiban muslim lainnya. Namun, perlu diingat bahwa hukuman yang diberikan tidak boleh berupa siksaan fisik atau kata-kata kasar.

    8. Ajarkan Adab

    Anjuran mendidik anak dalam Islam menurut Rasulullah SAW yakni mengajarkan mengenai adab yang baik. Dalam Islam, adab tidak hanya diartikan sebagai sikap terpuji kepada sesama manusia, namun juga pada diri sendiri.

    Berikut beberapa contoh adab:

    • Makan maupun minum harus sambil duduk, tidak boleh berdiri.
    • Makan dan minum dengan tangan kanan.
    • Berdoa sebelum dan sesudah makan.
    • Tidak diperbolehkan mencela makanan, meski tidak enak atau tidak selera.
    • Jangan masuk ke rumah orang lain tanpa seizin yang memiliki rumah.
    • Buang hajat harus di tempat yang tertutup dan mengawali dengan membaca doa sebelum masuk ke toilet.
    • Tidak diperbolehkan membaca ayat Al-Qur’an di dalam toilet.
    • Saling menyapa dan mengucap salam saat bertemu dengan sesama Muslim.
    • Jika mendapat undangan, maka usahakan untuk datang.
    • Menjenguk orang sakit.
    • Jika sudah baligh, tidak boleh tidur malam sebelum solat isya’, dan disarankan untuk berwudhu sebelum tidur.
    • Baca doa sebelum dan saat bangun tidur.

    9. Ajarkan Sikap Sederhana

    Salah satu sikap Rasulullah SAW yang dapat menjadi teladan bagi si kecil adala hidup dengan sederhana. Meski beliau sudah terjamin masuk surg, namun Rasul tidak pernah tinggi hati, angkuh maupun sombong. Bahkan saking cintanya dengan umatnya, beliau memanggil umatnya beberapa kali dalam sakaratul mautnya.

    Ajarkanlah kepada si kecil untuk hidup sederhana, tidak sombong, tidak suka memamerkan harta, tidak membeli apapun secara berlebihan dan mengajarkan rasa syukur.

    10. Mengajarkan Pendidikan Seksual Sedini Mungkin

    Cara mendidik anak dalam Islam satu ini sering kali luput untuk dilakukan, dewasa ini banyak sekali kasus hamil diluar nikah sebab tidak adanya pengenalan gender sedini mungkin.

    Orang tua harus mengajarkan perbedaan anak laki-laki dan perempuan serta batasan apa saja yang perlu ada di antara keduanya. Misal, mengajarkan area-area pribadi dan tidak diperbolehkan untuk terlalu dekat dengan lawan jenis meski belum baligh sekalipun.

    Nah, itulah dia cara mendidik anak dalam Islam, semoga bermanfaat dan bisa diterapkan ke anak-anak ya!

  • Pengertian Sombong dalam islam dan 6 Bahaya Sifat Sombong

    Pengertian Sombong dalam islam dan 6 Bahaya Sifat Sombong

    Sifat sombong dalam Islam  merupakan salah satu perbuatan tercela yang tidak disukai Allah SWT.  Meski sudah menjadi fitrah manusia yang sudah muncul dari lahir. Tidak menjadi hal yang dilumrahkan untuk bersifat sombong terhadap sesama.

    Oleh karena itu, penting bagi seorang manusia diajarkan mengenai adab dan tata karma, seperti tawadhu, saling menerima dan memaafkan.

    Lantas, apa sebenarnya sifat sombong dalam Islam? Yuk, simak penjabarannya dalam artikel ini.

    Hukum Islam Terkait Sifat Sombong

    Islam merupakan agama yang mengajarkan akhlak yang mulia kepada umatnya. Oleh karena itu, banyak dalil serta sunnah yang memerintahkan umat muslim untuk memiliki akhlak mulia dan tawakal kepada-Nya.

    Demikian pula banyak dalil yang menunjukan pujian bagi pemilik akhlak baik dan celaan bagi pemilik akhlak yang buruk. Salah satu akhlak buruk yang harus dihindari adalah bersifat sombong.

    Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Israa’ ayat 37 dengan jelas disebutkan bahwa manusia tidak diperkenankan untuk berjalan di atas bumi dengan sifat sombongnya.  Makna dari surat tersebut adalah jelas Allah melarang untuk manusia memiliki penyakit hati ini dan jika manusia tidak mengindahkannya, maka murka Allah lah yang akan diterima sebagai ganjarannya.

    Di dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

    ”Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi.” (HR. Muslim).

    Jelas sudah, jika Allah tidak menyukai sifat sombong yang artinya sombong itu dilarang dan harus dihindari oleh manusia agar tidak mendapat murka Allah SWT.

    Selain itu, Allah SWT berfirman:

    وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ

    “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

    Terkait hal ini, sebagian salaf menjelaskan bahwa dosa pertama kali yang uncul kepada Allah adalah kesombongan. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 34 yang berbunyi:

    وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لأَدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الكَافِرِينَ {34}

    “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur (sombong) dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir“ (QS. Al Baqarah:34)

    Dapat disimpulkan dari dalil-dalil tersebut di atas, bahwa kesombongan adalah sifat buruk yang tidak disukai Allah SWT. Barang siapa melakukannya, maka tidak akan ada ridho Allah yang menyertainya.

    Baca juga: 8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    Ketahui 6 Bahaya Sifat Sombong dalam Islam

    Layaknya sebuah penyakit yang menyerang manusia, sombong juga dapat dikategorikan sebagai penyakit hati yang memberikan banyak gangguan bagi penderitanya. Seperti yang diketahui bahwa sifat sombong dalam Islam merupakan sifat yang tidak disukai Allah SWT.

    Dan apabila seseorang secara terus menerus dan dengan di sengaja berbuat kesombongan, maka celakalah dia. Berikut akibat memiliki sifat sombong:

    1. Dibenci Allah SWT dan Rasul-Nya

    Hal ini dijelaskan dalam QS Luqman ayat 18 yang berbunyi:

     “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ” (QS Luqman : 18).

    Dalam hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah bersabda yang artinya;

    Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan duduknya paling dekat kepadaku pada hari kiamat adalah orang yang akhlaknya terbaik di antara kalian. Sedangkan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat adalah orang-orang yang banyak bicara, suka ngobrol dan bermulut besar (sombong).”

    Setiap manusia Allah ciptakan dengan kemampuan dan keindahan masing-masing, tentu hal ini selalu memiliki hikmah. Itulah mengapa manusia diciptakan berbeda-beda, dan alasan adanya jin malaikat, tumbuhan, hewan, sebab Allah ingin manusia saling mengenal dan mengangungkan Allah SWT.

    Namun, kerap kali kelebihan ini menjadikan manusia merasa lebih mulia dan sempurna terhadap sesama ciptaan-Nya. Padahal sejatinya kemuliaan yang dimiliki berumber dari Allah dan Allah menginginkan kemulian tersebut untuk mengagungkan dan memuji-Nya.

    2. Diabaikan Allah SWT

    Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

    “Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak disucikan oleh-Nya, dan baginya adzab yang pedih; (yaitu) Orang yang sudah tua berzina, penguasa pendusta dan orang miskin yang sombong.” (H. R. Muslim)

    Terkait hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa sifat sombong dalam Islam merupakan sifat yang amat dibenci Allah. agama Islam juga mengajarkan untuk tidak menyombongkan diri dari segala keadaan dan peristiwa, baik dalam keadaan miskin maupun kaya.

    Kesombongan seringkali tidak mengenal kondisi baik ia miskin maupun kaya, sebab sombong selalu mengikuti hawa nafsu manusia.

    Baca juga: Bacaan Niat Puasa Rajab Sekaligus Puasa Senin Kamis

    3. Menjadikannya Makhluk yang Hina

    Allah SWT berfirman yang artinya;

    “Orang-orang yang bersikap sombong dimuka bumi tanpa alasan yang benar, mereka akan Aku palingkan dari kebenaran sehingga mereka tidak dapat memahami bukti-bukti kekuasaan-Ku. Sekalipun orang-orang yang sombong itu menyaksikan bukti-bukti kekuasaan-Ku, mereka tetap tidak mau beriman. Jika mereka melihat jalan sesat justru mereka mau mengikutinya. Begitulah karakter orang-orang yang sombong, mereka telah mendustakan agama Kami, dan mereka telah melalaikan bukti-bukti kekuasan Kami. (Q. S.  Al-A’raf, ayat 146).

    Orang yang sombong seringkali tidak ingin kalah dan juga mengalah. Ketika ada yang mengunggulinya, ia akan bersikap iri dan berlomba-lomba untuk melebihnya, dan mereka cerita dengan tujuan mengunggulkannya.

    Hal ini disebabkan hatinya yang telah mati. Jika hati sudah mati, sulit bagi seorang muslim menerima masukan serta nasehat dari saudaranya sesama muslim.

    4. Hatinya Terkunci

    Sifat sombong ini akan menutup rapat pintu hati manusia, sehingga ia tidak akan lagi mampu menerima kebenaran, sebagaimana tertulis dalam QS. Al-Mukmin ayat 35 yang berbunyi:

    “…demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” (QS Al-Mukmin : 35).

    Dianjurkan baginya, untuk benar-benar bertaubat kepada Allah SWT, dan mempelajar hikmah mengenai kepemilikan semu dan kepemilikan yang sejati, sebab dunia hanyalah sementara.

    5. Menjadi Pengikut Iblis

    Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur maka ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS Al-Baqarah : 34).

    Peristiwa ini menjadi penanda bahwa makhluk yang mulia bisa menjadi hina disebabkan karena kesombongannya. Perlu diingat bahwa sifat sombong tidak hanya memandang manusia yang rendah, manusia yang mulia juga bisa menjadi lebih rendah jika memiliki sifat sombong.

    Contoh lain kisah wali Allah Syekh Barsiso yang konon memiliki santri yang bisa terbang semua, kemudian menjadi hina berlumuran dosa akibat memiliki sifat sombong dalam hatinya. Atau juga kisah dua malaikat bernama Harut dan Marut yang sombong kepada Allah, kemudian dihukum di atas laut sampai hari kiamat.

    6. Menjadi Penghuni Neraka

    Seorang muslim yang memiliki sifat sombong akan dibenci Allah SWT, sehingga ia akan menjadi pengikut iblis yang mendekam selamanya di neraka, hal ini tertulis dalam salah satu hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

    ”Para penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, kasar lagi sombong.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Maksud hadis tersebut adalah menjadi penanda bahwa orang yang memiliki sifat sombong bisa menjalar menjadi sifat yang buruk lainnya, seperti menjadi riya, iri dengki, dendam, sum’ah, musyrik dan lain sebagainya.

    Itulah dia, sedikit penjelasan mengenai hukum sifat sombong dalam Islam serta enam bahaya jika meneruskannya. Setelah tahu bahwa sombong merupakan satu di antara sifat yang dibenci Allah, apakah kamu masih ingin memilikinya?

  • Niat Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat, Tata Cara, dan Keutamaannya

    Niat Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat, Tata Cara, dan Keutamaannya

    Banyak sekali cara bersedekah yang disunnahkan Rasulullah SAW. Salah satunya adalah sholat Dhuha, untuk mendapatkan amalan tersebut, penting untuk mengetahui niat sholat Dhuha yang benar.

    Bagi muslim, sholat Dhuha tidak hanya amalan yang mewakili bersedakah saja. Melainkan juga menjadi sarana untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

    Mari simak lebih lanjut mengenai niat sholat Dhuha yang tepat serta tata cara dan keutamaannya.

    Ap itu Sholat Dhuha?

    Sebelum mengetahui niat sholat Dhuha 2, 4, dan 12 rakaat, kita perlu mengetahui apa itu sholat Dhuha dan waktu tepat dalam melaksanakannya.

    Sholat Dhuha adalah sholat yang dilakukan pada waktu pagi setelah matahari terbit sepenuhnya, yakni saat jam 6 pagi ataupun saat jaraknya 4 hasta dari matahari terbit.

    Sholat Dhuha disebut sebagai amalan sunnah ‘muakkadah’ atau sunnah yang sangat dianjurkan.

    Ajaran Islam  sendiri mengajarkan sholat sunnah Dhuha menjadi sarana yang membantu dalam penghapusan dosa serta dijanjikannya seorang muslim tidak akan pernah merasakan kekurangan selama hidupnya.

    Oleh sebab itu, umat muslim akan disebut merugi jika tidak pernah melaksanakan sholat sunnah Dhuha selama hidupnya.

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat dan Tata Cara Sholat Hajat yang Benar dan Artinya

    Hal ini diperkuat dengan hadis riwayat Abu Hurairah RA,salah seorang sahabat Nabi mengungkapkan sabda Rasulullah SAW kepadanya, yang berbunyi:

     “Rasulullah SAW menasehati saya agar selalu melakukan tiga amalan. Yaitu, berpuasa selama tiga hari dalam sebulan, melaksanakan dua rakaat solat Dhuha, serta menjalankan solat witir sebelum saya tidur”. (Hadist Riwayat Muslim)

    Selain itu terdapat hadis yang menjelaskan bahwa Rasuullah Shallallahu alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan sholat tersebut, hadis tersebut berbunyi:

    أوْصاني خَلِيلي – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاثٍ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ أيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَي الضُّحَى،

    وَأنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أنَامَ

    Artinya: “Kekasihku Rasulullah SAW berwasiat kepadaku untuk melaksanakan tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha, shalat witir sebelum tidur. (HR. Bukhari).

    Niat Sholat Dhuha

    Niat Sholat Dhuha

    Sholat sunnah Dhuha dilakukan dengan minimal 2 rakaat hingga maksimal 12 rakaat.

    Berikut bacaan niat sholat Dhuha 2, 4 dan 12 rakaat:

    1. Niat Sholat Dhuha 2 rakaat

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku berniat Sholat sunah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah ta’ala,”

    2. Niat Sholat Dhuha 4 rakaat

    أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli sunnatadh dhuhaa arba’aa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku berniat Sholat sunah Dhuha empat rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah ta’ala.”

    3. Niat Sholat Dhuha 12 rakaat

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat sholat sunah Dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala,”

    Karena maksimal sholat Dhuha adalah 12 raka’at, bacaan niat sholat Dhuha sama dengan niat sholat dhuha 2 raka’at.

    Syarat Sah Sholat Dhuha

    Seperti sholat wajib dan sunnah yang lain, sholat Dhuha juga memiliki syarat sah yang perlu diperhatikan:

    1. Suci dari Hadas dan Najis

    Syarat pertama sholat Dhuha adalah suci dari hadas dan najis.

    Ada dua hadas yang diketahui yakni hadas besar dan hadas kecil.

    Salah satu penyebab hadas besar yakni: keadaan junub, haid, maupun nifas. Dalam keadaan hadas besar, maka seorang muslim diharuskan untuk mandi wajib untuk mensucikan diri.

    Sementara hadas kecil merupakan keadaan ketika seseorang batal wudhu, dan cukup dengan melakukan wudhu saja agar kembali suci.

    Najis juga akan membuat seseorang tidak sah dalam sholatnya, keadaan ini yakni ketika tubuh, pakaian atau tempat sholat terkena najis.

    Sehingga wajib bagi kita untuk membersihkan dan menyucikannya dulu baru kemudian melakukan wudhu.

    2. Mengetahui Waktu Sholat Dhuha

    Syarat sah berikutnya yakni mengetahui batas waktu sholat Dhuha.

    Waktu sholat Dhuha adalah dimulai sekitar jam 6 pagi atau waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya, hingga sebelum masuk waktu zuhur.

    3. Menutup Aurat

    Syarat sah selanjutnya adalah menutup aurat. Dalam hal ini baik bagi kaum laki-laki ataupun perempuan wajib untuk menutup aurat, meskipun sholat tersebut dilakukan di dalam ruangan yang gelap atau sendirian.  

    4. Menghadap ke Arah Kiblat

    Syarat sah yang terakhir yakni mengetahui arah kiblat yang benar. Dengan demikian sholat yang dilakukan dianggap sah.

    Baca juga: Doa Memakai dan Melepas Pakaian Sesuai Sunnah, Latin dan Artinya

    Tata Cara Sholat Dhuha yang Tepat

    Tujuan utama menjalankan sholat Dhuha selain mengerjakan amalan bersedah adalah mendekatkan diri pada Allah SWT. Semakin dekat dengan Allah, harapannya semakin banyak keutamaan yang bisa kita dapatkan selama melamalkannya

    Oleh karena itu, selain niat  sholat Dhuha yang tepat, kita juga hendaknya mengetahui tata cara sholat Dhuha sesuai ajaran Rasulullah SAW. Berikut tata cara dalam melaksanakan sholat Dhuha:

    1. Takbirathul Ikhram dan Membaca Niat Sholat Dhuha

    Niat sholat Dhuha yang dibacakan menyesuaikan jumlah raka’at yang akan kita lakukan.

    Setelah itu dilanjutkan dengan membaca takbiratul ikhram dengan engangkat kedua tangan dengan ujung jari sejajar bahu atau telinga, sembari mengucapkan takbir “Allahu Akbar”.

    2. Membaca Doa Iftitah

    Jika sudah mengucapkan takbir, lanjutkan dengan doa iftitah yang merupakan pembuka dari sholat, sunnah hukumnya.

    Selama sholat sudah dimulai, diharamkan untuk melakukan gerakan serta bacaan lain selain gerakan yang diajarkan Rasulullah SAW.

    3. Membaca Al-Fatihah

    Setelah membaca doa iftitah, penting bagi umat muslim untuk melafalkan Al-Fatihah, wajib hukumnya.

    Jika tidak membaca Al-Fatihah maka sholat dianggap tidak sah. Oleh sebab itu, penting bagi uat muslim untuk mempelajari Al-Fatihah serta melamalkannya.

    4. Membaca Surat dalam Al-Qur’an

    Langkah selanjutnya setelah membaca Al-Fatihah adalah membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai. Surat yang dibaca bisa berupa surat pendek ataupun panjang maupun bagian dari surat Al-Qur’an.

    5. Melakukan Ruku’

    Setelah menyelesaikan bacaan surat Al-Qur’an, selanjutnya melakukan gerakan ruku’ dengan membungkukkan badan sampai membentuk 90 derajat dengan memposisikan kedua telapak tangan di atas lutut.

    Pada saat rukuk, wajib membaca tasbih dan melanjutkan dengan membaca “Subhana rabbiyal a’dhimi wa bihamdih” sebanyak tiga kali. Kemudian bangun dari rukuk atau disebut I’tidal.

    6. Lanjutkan dengan I’tidal

    Itidal merupakan gerakan bangkit dari ruku’. Setelah itu, umat muslim membaca Rabbana lakal hamdu mil us-samawati wa mil ul ardhi wa mil u-ma syikta min syai’in ba’du. Setelah membacanya, maka gerakan sholat Dhuha dilanjutkan dengan sujud.

    7. Melakukan Sujud

    Sujud adalah gerakan turun dari I’tidal dengan menempelkan dahi pada sajadah disertai dengan 6 anggota tubuh lainnya. Anggota tubuh lan yang wajib menempel lantai yakni, kedua telapak tangan, dua jari kaki dan kedua lutut.

    Dalam posisi sujud, umat muslim membaca: ‘Subhanarabbiyal a’la wabihamdih.’ Sebanyak tiga kali.

    8. Duduk di antara Dua Sujud

    Setelah selesai sujud, gerakan selanjutnya adalah bangun dari sujud dan duduk di antara dua sujud.

    Dalam posisi duduk ini, umat muslim membaca: ‘Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii’.

    9. Lanjutkan dengan Sujud Kedua

    Sujud kedua dilakukan dengan posisi dan bacaan yang sama seperti sujud pertama dilakukan.

    Selanjutnya bisa dilanjutkan dengan berdiri kembali, kedua tangan menekuk di atas dada dengan tangan kanan di atas tangan kiri.

    10. Rakaat Kedua Sholat Dhuha

    Untuk rakaat kedua, proses dan gerakanya sama dengan rakaat pertama sampai ke sujud kedua dan diakhiri dengan duduk tasyahud akhir.

    11. Lanjutkan dengan Tasyahud Akhir

    Seperti sholat sunnah lainnya yang terdiri 2 rakaat, setelah sujud kedua rakaat terakhir dilanjutkan dengan membaca tasyahud akhir:

    allaahumma shalli’alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. wabaarik’alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid”.

    12. Akhiri dengan Mengucap Salam

    Setelah membaca doa tasyahud secaralengkap, langkah terakhir adalah dengan mengucapkan salam “Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh” sambil posisi kepala menoleh ke kanan dan mengucap salam lagi sambil menoleh ke kiri.

    Sebagai catatan, sholat Dhuha yang dilakukan sendiri, wajib melafalkan bacaan dengan dibesarkan hingga terdengar ke telinga.

    Keutamaan Sholat Sunnah Dhuha

    Bagi umat muslim yang istiqomah menjalankan sholat sunnah Dhuha sepanjang hidupnya maka Allah SWT janjikan ampunan-Nya bahkan jika dosa yang dimiliki sebanyak biuh di lautan. Tidak hanya itu, ada beberapa keutamaan dalam mengerjakan sholat sunnah Dhuha:

    1. Sebagai Amalah yang Mewakili Bersedekah

    Selain dihtung sebagai pahala, melaksanakan sholat sunnah Dhuha juga dianggap sebagai pahala dalam bersedekah.

    Hal tersebut dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

    يصبح على كل سلامي من أحدكم صدقة، وأمر بالمعروف صدقة، ونهي عن المنكر صدقة، ويجزئ عن ذلك ركعتان يركعهما من الضحي

    Artinya: Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan salat Duha dua rakaat. (HR Muslim). 

    2. Memperlancar Rezeki

    Sholat sunnah Dhuha sering dipersepsikan sebagai sholat yang akan memperlancar rezeki. Hal ini bukan tanpa alasan, Allah SWT berfirman berbunyi: “ Akan dicukupkan rezeki bagi keturunan Adam yang mengerjakan 4 rakaat dhuha dengan istiqomah”.  

    Selain itu dari Abu Darda, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menjelaskan hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:

    يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

    Artinya: “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)

    3. Mendapatkan Rumah di Surga

    Selain mendapatkan rezeki yang tidak terputus, umat muslim yang mengerjakan sholat sunnah Dhuha secara rutin akan dibuatkan rumah yang indah dan megah di surga  terbaik milik Allah SWT.

    Hadits keutamaan sholat Dhuha lainnya berasal dari Anas bin Malik yang mengatakan bahwa Rasullah SAW bersabda,

    مَن صلَّى الضّحى ثِنْتَيْ عشرة ركعة بَنى الله له قَصرا من ذَهب في الجنَّة

    Artinya: “Barang siapa sholat dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    4. Dimasukan dalam Golongan Hamba yang Taat

    Umat muslim yang istiqomah mengerjakan sholat sunnah Dhuha maka Allah SWT akan memasukannya ke dalam golongan hamba yang taat.

    Sholat Dhuha sendiri merupakan sholatnya hamba yang kembali ke jalan Allah atau hamba yang sudah bertaubat.

    5. Mendapatkan pahala seperti orang Haji atau Umroh

    Keutamaan selanjutnya adalah mendapatkan pahala seperti orang yang pergi umroh atau haji.  Pahala ini akan didapatkan jika umat muslim mengerjakan sholat subuh yang disertai dzikir dan dilanjutkan dengan sholat Dhuha ketika terbit fajar.

    6. Menghindarkan Diri Dari Kelalaian

    Keutamaan sholat Dhuha yang keenam adalah siapapun yang mengerjakannya tidak akan dianggap sebagai orang lalai dan menghindari sifat kelalaian. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan An-Nisa’I berikut ini

    من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين

    Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

    7. Mendapatkan Ghanimah

    Keutamaan selanjutnya adalah ghanimah yang berarti kekayaan atau keuntungan, yang jika umat muslim menjalankan sholat sunnah Dhuha maka ghanimah tersebut akan lebih cepat didapatkan atas izin Allah SWT.

    Namun yang perlu diingat bahwa keutamaan satu ini harus dibarengi dengan ikhtar yang maksimal juga.

    8. Sebagai Pengampun Dosa

    Keutamaan sholat sunnah Dhuha yang terakhir adalah diampuni dosanya oleh Allah SWT. Penjelasan tersebut terdapat dalam hadis riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.

    Disebutkan dalam hadis tersebut bahwa akan diampuni dosa seorang muslim meskipun dosanya sebanyak buih di lautan. Hadis itu berbunyi:

    من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر

    Artinya: “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Nah, itu dia penjelasan mengenai niat sholat Dhuha 2, 4, dan 12 rakaat yang tepat serta keutamaannya.

    Semoga informasi dan penjelasan di artikel ini bisa menjadi perantara bagi kita semua untuk istiqomah dalam mengerjakan sholat sunnah Dhuha ya! Terimakasih sudah berkunjung, Asslamualaikum wr. Wb.

  • Doa Agar Hujan Berhenti dan Cuaca Cerah Sesuai Sunnah, Yuk Amalkan!

    Doa Agar Hujan Berhenti dan Cuaca Cerah Sesuai Sunnah, Yuk Amalkan!

    Ada banyak sekali rahmat Allah yang diberikan kepada manusia untuk patut disyukuri, salah satunya adalah hujan. Namun terkadang hujan juga dapat menimbulkan musibah jika terjadi secara terus menerus. Lantas, bolehkah seorang muslim melantunkan doa agar hujan berhenti?

    Berdoa agar hujan berhenti bukan berarti tidak bersyukur terhadap anugerah yang Allah SWT berikan. Namun, berdoa dalam hal ini merupakan bentuk ikhtiar agar diselamatkan dari hujan yang dapat menimbulkan bencana.

    Selain itu, berdoa merupakan salah satu sarana untuk membentuk komunikasi kepada Allah SWT serta mengungkapkan harapan dan kepasrahan diri kepada-Nya. Bagaimana doa agar hujan berhenti? Yuk simak artikel ini hingga akhir.

    Bacaan Doa Agar Hari Cerah

    Bacaan Doa Agar Hari Cerah

    Meminta hari tetap cerah bukan merupakan bentuk penolakan atas rahmat Allah SWT. Seperti yang disinggung di atas, boleh saja bagi seorang muslim meminta agar tidak ada hujan di hari tersebut, misalnya saat ingin menjemput rezeki.

    Berikut bacaan doa agar langit cerah dan tidak hujan serta memohon keselamatan Allah SWT:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar (Arab, Latin, Artinya) serta Maknanya

    Bacaan Doa Agar Hujan Berhenti

    Bacaan Doa Agar Hujan Berhenti

    Ketika kita sedang dalam kesibukan dan tidak bisa melanjutkannya karena hujan. Ada doa yang bisa diamalkan agar hujan segera berhenti.

    Bacaan doa agar hujan berhenti satu ini kita amalkan ketika segera pulang atau ingin segera menuju suatu tempat dan ingin dimudahkan aksesnya dari hujan.

    Berikut ini adalah doa hujan agar segera berhenti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW:

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari).

    Selain itu terdapat doa yang digunakan Nabi Nuh A.S. Doa ini digunakan pada masa Nabi Nuh AS, Allah SWT menurunkan hujan deras sampai banjir bandang. Namun, Allah SWT menghentikan hujan agar Nabi Nuh AS dan kaumnya selamat. 

    Berikut doa agar hujan berhenti Nabi Nuh A.S:

    Cerita Nabi Nuh AS tertuang dalam Al-Qur`an, yakni Surat Hud ayat 44.

    وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

    Artinya: “Dan difirmankan: ‘Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,’ dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: Binasalah orang-orang yang zalim.”

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    Bacaan Doa Saat Hujan Turun

    Allah SWT menurunkan hujan karena dua hal, yang pertama adalah memberikan rahmat serta rezeki dan yang kedua merupakan bentuk teguran dengan diberikannya hujan lebat disertai angin, hujan lebat disertai petir, atau hujan lebat yang tidak berhenti dan mengakibatkan banjir.

    Tak jarang hujan yang merupakan rahmat ini, tiba-tiba menjadi bencana bagi sebagian umat muslim. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui cara berdoa ketika hujan turun dalam keadaan tertentu.

    Berikut beberapa bacaan doanya:

    1. Doa Ketika Turun Hujan

    Doa  ini dipakai saat hujan yang turun dengan intensitas sedang, tidak terlalu deras ataupun disertai petir dan juga angina kencang. Doa ini digunakan sebagai rasa syukur terhadap rahamat yang Allah SWT beri.

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Latin: Allahumma shayyiban haniyya wa sayyiban nafi’a

    Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

    Selain manfaat bagi makhluk hidup, menurut beberapa pendapat ulama dan hadis ketika turun hujan menjadi salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Hal ini dijelaskan dalam hadis berikut ini:

    ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

    Artinya: “Dua do’a yang tidak akan ditolak, do’a ketika adzan dan do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR Al Hakim).

    اطْلُبُوا اسْتِجابَةَ الدّعاءِ عِنْدَ التِقاءِ الجُيُوشِ وَإقَامَةِ الصَّلاةِ وَنُزُولِ الغَيْثِ

    Artinya: “Burulah manjurnya doa ketika perang berkecamuk, iqamah shalat, dan turunnya hujan.”

    Dengan penjelasan hadis tersebut, dianjurkan bagi seorang muslim untuk berdoa kala hujan sebagai wujud syukur terhadap rahmatnya dan disertai dengan berdoa mengenai hajat yang diinginkan.

    2. Doa Ketika Hujan dan Angin Kencang

    Salah satu hujan yang membuat seseorang takut adalah hujan lebat disertai dengan angin kencang. Saat anginkencang, mungkin saja terjadi musibah seperti pohon tumbang, kabel listrik putus, angin puting beliung dan lain sebagainya.

     Doa dalam sebuah hadis ini diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW saat hujan yang disertai dengan angin yang kencang.

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Latin: Allaahumma inni as-aluka koirohaa wa khoiro maa fiiha wa khoiro maa ursilat bih. Wa auudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,” (HR Muslim).

    3. Doa Ketika Terjadi Hujan Petir

    Bagi beberapa orang, suara petir terasa sangat mengerikan. Dan tentu saja, petir yang berlebihan akan menyebabkan banyak masalah, seperti rusaknya seluruh elektronik di rumah, pohon yang mati, dan masih banyak lagi kemungkinan yang bisa terjadi karena hujan disertai petir.

    Berikut bacaan doa ketika terjadi hujan disertai petir kencang:

    سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Latin: Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

    Artinya: “Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.”

    Doa satu ini diperuntukan mengingat Allah SWT serta menyanjung karena telah menurunkan rahmat dan rezeki berupa hujan. Petir yang diturunkanpun sebagai tanda akan kebesaran Allah SWT.

    4. Doa agar Terhindar dari Bahaya Hujan Deras

    Doa ini dilafalkan bukan hanya agar hujan berhenti dan cuaca menjadi cerah, doa ini juga bisa dilafalkan agar terhindar dari segala marabahaya yang mungkin terjadi saat hujan.

    Hal ini diriwayatkan dalam hadis AbuDaud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di Bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

    Itulah informasi terkait doa agar hujan berhenti dan beberapa bacaan doa perlindungan dan wujud sukur atas kenikmatan Allah SWT.

    Semoga bermanfaat, Assalamualaikum wr.wb