Author: Reskia Ekasari

  • 10 Contoh Pembukaan Pidato Islami, Referensi Terbaru

    10 Contoh Pembukaan Pidato Islami, Referensi Terbaru

    Beberapa contoh pembukaan pidato Islami ini bisa membantu siapapun yang ingin membuat teks pidatonya sendiri. Di sini akan dipaparkan berbagai versi pembukaan pidato untuk dijadikan referensi.

    Dalam berbagai acara, terutama acara Islami. Tentu pembukaan pidato menjadi  daya tarik tersendiri. Sebab pembukaan pidato yang menarik akan membuat pendengar lebih tertarik pada isi pidato lebih lanjut. 

    Maka dari itu, sangat penting bagi kita mengetahui beberapa contoh yang cocok jadi referensi untuk membuat teks pembuka pidato sendiri. 

    Contoh Pembukaan Pidato Islami

    Pembukaan pidato Islam menjadi suatu hal yang perlu kita perhatikan ketika membuat teks pidato. Sebab pembukaan menjadi salah satu kunci penentu dalam suksesnya pidato.

    Pembukaan pidato yang baik adalah pembukaan yang bisa memancing atensi dari pendengarnya. Nantinya mereka akan memperhatikan dan mendengarkan isi pidato sampai selesai.

    Adapun contoh pembukaan pidato Islami yang bisa kita pelajari sebagai referensi yakni:

    1. Contoh Pertama

    Sebenarnya contoh ini hanya sebagai referensi. Sebab biasanya setiap orang punya ciri khas dalam berpidato. Sehingga, tidak menutup kemungkinan contoh pembukaan pidato Islami ini bisa dimodifikasi.

    Berikut contoh pembukaan pidato yang bernuansa Islami:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Segala puji hanya milik Allah SWT semata.

    Segala zat yang Maha Syukur, zat yang Maha Ghafur yang telah memberikan beribu-ribu nikmat yang tidak bisa terukur.

    Nikmat iman, nikmat Islam hingga nikmat sehat wal afiat. Sehingga, kita semua bisa berkumpul di tempat yang baik ini, Insya Allah diberkahi oleh Allah SWT.

    Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah bersama ahlul baitnya. Juga kepada guru-guru kita, orang tua kita, saudara kita, pemimpin-pemimpin kita, muslimin, dan muslimat serta yang terdahulu.

    Baca juga: Pengertian Islam Menurut Bahasa, Istilah, dan Al-Quran

    2. Contoh Kedua

    Selanjutnya ada contoh pembukaan ceramah singkat atau pidato Islami yang lebih pendek dari contoh pertama. Sebab ada kalanya seseorang ingin menyampaikan pidato singkat.

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Bismillahirrahmanirrahim.

    Muslimin muslimat Rahimakumullah, marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada akhirul zaman, Nabi Agung Nabi Muhammad SAW.

    Semoga dalam acara yang mulia ini, kita semua bisa mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT.

    3. Contoh Ketiga

    Contoh pembukaan pidato Islami ketiga yang bisa jadi referensi lainnya ini juga cocok untuk acara Islami. Walaupun lebih panjang karena memasukan nama acara beserta topik pembahasannya, tapi memudahkan audiens untuk memahaminya.

    Berikut contoh pembukaan pidatonya:

    Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakaatuh.

    Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, was sholatu wassalamu ‘ala, asyrofil ambiyaa iwal mursalin, wa a’alaa alihi wa sahbihi ajmain amma ba’du.

    Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya kepada kita. Sehingga, kita semua bisa berkumpul di pagi yang cerah ini dan di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan (nama acara).

    Tidak lupa sholawat serta salam kita panjatkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa umat ini dari kegelapan menuju risalah kebenaran yang terang benderang yaitu ad-dinul Islam.

    4. Contoh Keempat

    Berikut ada contoh pembukaan pidato Islam yang penuh makna. Inilah contoh pembukaan yang bisa jadi referensi pembuatan pidato dengan baik dan benar.

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillah, asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna sayyidinaa Muhammadan rasuulullohi allohumma sholii ‘alaa sayyidina muhammadin wa ala alihi wa ashaabihi ajmaiin. Amma ba’du.

    Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan rahmatnya kepada kita semua, sehingga dapat berkumpul pada kesempatan yang penuh kemuliaan.

    Sholawat serta salam tidak lupa kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang Islamiyyah. 

    Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat dan tetap bersyukur atas semua takdir Allah SWT.

    Baca juga: Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangannya

    5. Contoh Kelima

    Contoh pembukaan pidato Islami berikutnya cocok jadi bahan pertimbangan untuk perlombaan pidato. Berikut pemaparan contoh pembukaan pidatonya:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Hamdan lillahi sholatan wa salaman rasulullah wa’alaa alaihi ashhaabihi wa man laahu wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Amma ba’du.

    Marilah kita mengucap syukur kepada Allah SWT karena atas kebaikannya kita bisa berkumpul dalam acara perlombaan adzan dan menghafalan surat Juz Amma untuk tingkat anak-anak.

    Sholawat dan salam kita junjung kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang yaitu ad-dinul Islam.

    Sekiranya kita semua dalam keadaan sehat dan semoga teman-teman senantiasa menjadi kebanggan orang tua yang sholeh dan sholehah.

    6. Contoh Pembukaan Pidato Islami Keenam

    Tidak hanya contoh lima itu saja, masih banyak contoh pembukaan pidato Islami lainnya yang bisa kita jadikan referensi. Salah satunya contoh pembukaan pidato sebagai berikut:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih.

    Yang membalas setiap doa yang kita panjatkan, apabila kita berdoa dan selalu mengingat-Nya.

    Pertama-tama, marilah kita selalu panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWt yang telah mempertemukan kita di sini dalam keadaan sehat walafiat.

    Tidak lupa kita panjatkan sholawat dan salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW bersama ahlul baitnya. Tak lupa pula, kepada guru-guru, orang tua, pemimpin, muslimin, dan muslimat beserta yang terdahulu juga yang akan datang.

    7. Contoh Ketujuh

    Selanjutnya terdapat contoh pembukaan pidato yang bisa masuk dalam kategori pembukaan ceramah yang bagus. Berikut contoh pembukaan pidatonya:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Bismillahi Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala rasulullah lahaula walaquwwata illabillahil wa ba’du.

    Segala puji bagi Allah SWT Tuhan Yang Maha Pengasih, yang telah melimpahkan segala rahmat-Nya kepada kita. Sehingga di pagi yang cerah ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat.

    Sholawat serta salam tidak lupa kita panjatkan kepada pemimpin muhsinin Nabiyullah Muhammad SAW. Semoga berkah dan kedamaian terus tercurahkan pada keluarga dan sahabatnya.

    8. Contoh Kedelapan

    Sama dengan contoh ketujuh, contoh pembukaan pidato Islami kedelapan ini akan dilengkapi dengan penulisan bahasa Arabnya. Berikut contoh pembukaan pidato yang bisa kita jadikan pembelajaran:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ   

    الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin, wassholatu wassalaamu ‘alaa asyrofil anbiyaa-I wal mursaliin, nabiyyina wa habiibinaa muhammadin, wa’ala alihi wa shahbihi aj’ma’iin, wa man tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

    Segala puji bagi Allah  SWT yang Maha Suci, yang Maha Mengetahui, dan Maha Melihat hamba-hamba-Nya, dan Maha Syukur yang telah memberikan beribu-ribu nikmat yang tidak dapat terukur.

    Sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi akhirul zaman, nabi yang membawa zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yaitu Nabi Agung Muhammad SAW.

    Semoga keluarganya, sahabatnya, dan kita semua selaku umat yang mengikuti sunnah-sunnahnya mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak. Amiin ya Rabbal alamin.

    9. Contoh Kesembilan

    Selain dari kedelapan contoh tersebut, juga ada contoh pembukaan pidato alhamdulillah yang dimulai dengan tetap membaca basmallah. Berikut contohnya:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ ، اَشْهَدُ اَنْ لۤا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillahi-lladzii hadaana lihadzaa, wama kunna linahtadiya laula an hadanallah, Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa Asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh, La nibya ba’dah.

    Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita beribu-ribu nikmat yang tidak terhitung.

    Tak lupa sholawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta sahabatnya. Dan semoga kita semua mendapatkan syafaat dan petunjuknya hingga hari kiamat kelak.

    10. Contoh Kesepuluh

    Terakhir, ada contoh pembukaan pidato Islami arab yang penuh makna dan doa dengan menggunakan bahasa Arab secara penuh. Berikut contoh pembukaan pidato dengan bahasa Arab:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Alhamdulillaahil ladzii kaana bi’ibadihi khabiiran bashiraa, tabaarokal ladzii ja’ala fis samaa’I buruujaw waja’ala fiihaa sirojaw waqomarom miniira. Asyhadu an-laa ilaa ha-illallah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh, alladzi ba’atsahu bil haq basyiiraw wanadziiroo. Wa da’iyan ilal haqqi bi’idznihi wa sirojam muniiraa. Allahumma shalli ‘alaihi wa’alaa alihi wa shohbihi wa saliim tasliman katsiroo. Amma ba’du.

    Artinya, “Segala puji bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat hamba-hambanya, Maha Suci Allah, Dialah yang menciptakan bintang-bintang di langit dan dijadikan padanya penerangan dan Bulan yang bercahaya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya yang diutus dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam baginya dan keluarganya yaitu doa dan keselamatan yang berlimpah.”

    Demikian beberapa contoh pembukaan pidato Islami yang bisa jadi referensi saat membuat pidato. Kita bisa memodifikasi contoh pembukaan dengan ciri khas masing-masing.

  • Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Amalan Pembuka Pintu Rezeki

    Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Amalan Pembuka Pintu Rezeki

    Seseorang yang berhutang wajib hukumnya untuk membayar hutang tersebut. Hal ini yang terkadang membuat orang gundah terlebih lagi mereka sedang kesulitan finansial. Oleh karena itu, kita bisa membaca doa pelunas hutang.

    Seperti yang kita ketahui jika orang memiliki hutang tentu hidupnya merasa tidak tenang atau sering gundah. 

    Hal ini tentu saja dikarenakan ada beban pikiran di setiap harinya terkait bagaimana cara agar bisa membayar hutang atau melunasinya.

    Kumpulan Doa Pelunas Hutang

    Doa pelunas hutang alangkah baiknya kita baca tiap hari apabila sedang terlilit hutang. Cara ini menjadi ikhtiar dalam melakukan pelunasan hutang agar segera terbayarkan. 

    Selain itu, tentunya kita juga berharap semoga Allah SWT melancarkan rezeki.

    Rasulullah SAW dalam sabdanya juga telah mengajarkan amalan pelunas hutang ini kepada para sahabatnya. Hal ini tentunya agar umat yang mengikuti sampai akhir zaman bisa melunasi hutang dengan cara yang halal alias tidak menyimpang.

    Sebab di dalam ajaran agama Islam, hutang tentunya diperbolehkan asal memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Pasalnya, ketentuan dalam berhutang yang baik sesuai ajaran agama sudah tertuang lengkap di fiqih muamalah.

    Setelah memahami tata cara berhutang yang baik dan benar, maka selanjutnya kita bisa mengamalkan doa pelunas hutang ini agar semakin dimudahkan dalam membayar kewajiban sesama manusia.

    1. Doa Pelunas Hutang dari Riwayat Muslim

    Doa Pelunas Hutang dari Riwayat Muslim

    Dalam melunasi hutang kita dituntut untuk bekerja secara keras terlebih lagi jika jatuh tempo dari perjanjian awal sudah dekat. Hal ini agar seseorang bisa membayar hutang tanpa melewati masa jatuh tempo sesuai kesepakatan.

    Tentunya kerja keras ini harus dilakukan dengan cara yang halal tanpa melanggar syariat agama. Karena pada hakikatnya, membayar hutang merupakan kewajiban dan dalam Islam diperbolehkan apabila memang dalam kondisi terdesak.

    Oleh karena itu, jika seseorang sedang mengalami kondisi sulit finansial dan memilih untuk berhutang, maka dianjurkan untuk membaca doa pelunas hutang agar dimudahkan Allah SWT dalam mendapatkan rezeki.

    Adapun amalan doa yang bisa kita baca agar dimudahkan dalam melunasi hutang, yakni:

    اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

    Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqul habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta akhidzun binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal akhiru falaysa ba’daka syaiun, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

    Artinya: “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. 

    Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk kuasa Allah). 

    Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. 

    Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah hutang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim No. 2713)

    Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan doa di atas.

    Baca juga: 2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    2. Doa Melunasi Hutang Sepenuh Gunung

    Banyak dari kita yang mungkin memiliki hutang dalam jumlah yang banyak hingga apabila diilustrasikan seperti sepenuh gunung. Banyaknya hutang ini tentunya diluar kemampuan finansial yang mungkin sedang dialami oleh seseorang tersebut.

    Namun, kita sebagai orang yang berhutang tetap diwajibkan untuk membayar. Meski terasa sulit, maka bisa menyertakannya dengan doa yang telah disabdakan oleh Rasulullah kepada sahabatnya, yakni Ali bin Abi Thalib RA.

    Doa pelunas hutang segunung dari rasulullah ini mengajarkan kita untuk membaca dan mengamalkannya apabila memiliki hutang yang banyak, maka Allah akan memudahkan untuk melunasinya.

    Berikut ini doa yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk melunasi hutang:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak

    Artinya:

    “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi No. 3563)

    3. Doa Melunasi Hutang- Gunung Uhud

    Doa pelunas hutang selanjutnya yang bisa kita amalkan adalah bacaan ketika Rasulullah bersabda kepada Mu’adz RA. Bacaan doa supaya bisa membayar hutang dengan cara tak terduga ini membantu kita untuk tetap tegar dan berusaha.

    Jika hidup yang dirasakan mulai terasa berat karena dikejar hutang yang tidak kunjung selesai, solusinya adalah jangan khawatir. 

    Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya tentang satu doa terkait melunasi hutang walau sebesar gunung uhud.

    Hal paling utama dari memanjatkan doa ini adalah keyakinan kita terhadap kemampuan Allah SWT dalam membantu hamba-Nya untuk melunasi hutang. Selain itu, kita juga tidak lalai atau secara sengaja untuk tidak membayarnya.

    Berikut ini doa yang rasulullah ajarkan kepada sahabat terkait melunasi hutang seperti gunung Uhud:

    اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا وَتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ, اِرْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

    Allahumma Malikal mulki tu’til mulka man tasya’ wa tanzi’ul mulka mimman tasya’ wa tu’izzu man tasya’ wa tudzillu man tasya’ biyadikal khair, innaka ‘ala kulli syain qadir.  Rahmanad Dunya wal Akhirati wa Rahimuha tu’thihuma man tasya’ wa tamna’u man tasya irhamni rahmatan tughnini biha ‘an rahmati man siwaka.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Engkau) Yang Maha pengasih di dunia dan akhirat, dan Yang Maha penyayang di dua negeri tersebut. Engkau memberi dari keduanya kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cegah orang yang Engkau kehendaki.  Kasihilah aku dengan rahmat-Mu; di mana Engkau jadikan aku cukup dengannya dengan tidak membutuhkan kasih sayang dari siapapun selain Engkau.” (HR. At Thabrani)

    Baca juga: Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an ketika Dibakar dan Meminta Keturunan

    4. Doa agar Terlepas dari Sulitnya Hutang

    Seperti yang kita ketahui bahwasanya orang yang berhutang tentunya sedang mengalami kondisi finansial yang sulit. Namun, jika berada di kondisi yang terdesak dan memiliki niat dan tekad untuk membayarnya, maka hal ini diperbolehkan.

    Terlepas dari itu, banyak saudara kita yang memiliki hutang dalam nominal yang besar sehingga mereka kesulitan dalam membayarnya. Padahal, secara agama hutang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan.

    Oleh karena itu, jika merasa sulit dalam membayar hutang tersebut, kita dianjurkan untuk membaca doa ini sembari berusaha mencari rezeki agar selalu dilapangkan dan dilimpahkan oleh Allah SWT.

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

    Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom

    Artinya:

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan sulitnya utang”. (HR. Bukhari No. 2397 dan Muslim No. 5)

    5. Doa Memohon Kemudahan Membayar Hutang

    Doa Memohon Kemudahan Membayar Hutang

    Setelah membaca beberapa doa membantu melunasi hutang diatas, tentunya bisa kita sertakan doa lainnya untuk meminta kemudahan kepada Allah SWT dalam membayar hutang. 

    Pasalnya, hutang yang dimiliki oleh seseorang wajib hukumnya untuk dibayar.

    Adapun doa yang bisa kita panjatkan dalam meminta kemudahan untuk membayar hutang ini, yaitu:

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah”. (HR. Ibnu Hibban No. 255)

    6. Doa Dipermudah Urusan Dunia dan Akhirat

    Cara lainnya yang bisa kita panjatkan untuk doa pelunas hutang adalah dengan membaca doa agar dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah bahwa hutang akan dipertanggungjawabkan.

    “Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi. 

    Kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki utang, sungguh ia tidak akan masuk surga sampai hutangnya dibayarkan.” (HR Nasa’i).

    Baik itu dunia maupun diakhirat, karena itu sudah semestinya kita untuk segera melunasi hutang agar urusan apapun yang ada di dunia atau akhirat dipermudah. Di bawah ini doa yang bisa kita panjatkan pada Allah SWT.

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

    Alloohumma ashlih lii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ash-lih lii aakhirotiillatii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin.

    Artinya:

    “Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! 

    Jadikanlah -ya Allah- kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan”. (HR. Muslim No. 2720)

    Dzikir Pelunas Hutang

    Tidak hanya doa pelunas hutang, dzikir juga menjadi ikhtiar kita dalam mengatasi diri yang sedang terlilit hutang. Seperti yang kita ketahui adanya rasa khawatir akan hutang tersebut menjadikan seseorang mudah untuk berpaling dari jalan yang lurus.

    Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan dzikir agar selalu mengingat Allah SWT. Selain itu, mengucapkan dzikir juga menjadi motivasi bagi diri untuk selalu tegar dan perusahaan dalam melunasi hutang tersebut.

    Berikut ini 5 dzikir pelunas hutang yang bisa kita amalkan agar hidup selalu tentram sembari berusaha untuk melunasi hutang.

    1. Bacaan Dzikir Pertama

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

    Hasbunallah wani’mal-wakil, ni’mal-maula, wani’man-nashir.

    Artinya:

    “Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami, sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami.”

    2. Bacaan Dzikir Kedua

    Selanjutnya dzikir yang kedua ini sangat dianjurkan untuk kita baca pada waktu pagi dan petang atau sore hari secara rutin sebagai bentuk amalan.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl.

    Artinya:

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran. 

    Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang-orang.”

    3. Bacaan Dzikir Ketiga

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

    Artinya:

    “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi No. 3563)

    4. Bacaan Dzikir Keempat

    وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Wa may yattaqillāha yaj’al lahụ makhrajā wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā.

    Artinya:

    “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. 

    Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (kebutuhan)-nya. Sesungguhnya Allah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At Talaq ayat 2 dan 3).

    5. Bacaan Dzikir Kelima

    اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Allahumma innii as’aluka antarzuqunii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin walaa musyaqqotin walaa dhairin wala nashabin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya:

    “Ya Allah, aku minta kepada-Mu akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tanpa kesukaran dan kemelaratan dan tanpa keberatan dan sesungguhnya Engkau maha atas segala sesuatu.”

    Membaca dzikir ini tentunya berharap agar dimudahkan oleh Allah SWT dalam mencari rezeki untuk melunasi hutang-hutang. Kita sebagai manusia tentunya tetap harus berusaha sembari berikhtiar kepada Allah dengan berbagai cara.

    Hutang merupakan suatu kewajiban yang harus dibayar sesuai kesepakatan. 

    Bagi kita umat Islam yang merasakan kesulitan dalam membayar hutang, maka dapat membaca doa pelunas hutang serta berdzikir pada Allah agar semakin dimudahkan.

  • Jual Beli Minuman dari Mesin Otomatis, Apakah Sah?

    Jual Beli Minuman dari Mesin Otomatis, Apakah Sah?

    Kemajuan teknologi dan perkembangan internet membuat transaksi jual beli menjadi semakin mudah. Salah satu contohnya yaitu jual beli minuman dari mesin otomatis.

    Namun, penggunaan mesin untuk menggantikan tenaga manusia menyebabkan tidak adanya ijab kabul dalam transaksi. Lantas, bagaimana pandangan syariah mengenai transaksi menggunakan mesin otomatis?

    Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai hukumnya di artikel ini.

    Jual Beli Minuman dari Mesin Otomatis

    Menurut fikih, dalam transaksi atau akad jual beli disyaratkan adanya sighat (ijab kabul) dari pihak penjual dan pembeli.

    Sementara itu, saat melakukan pembelian melalui mesin otomatis atau vending machine pembeli hanya perlu memasukkan sejumlah uang untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

    Kemudian, layaknya penjual asli, mesin akan mengeluarkan barang tersebut. Jadi, pihak penjual tidak terlibat dalam transaksi langsung dan tidak terjadi ijab kabul.

    Hal demikian berlangsung dalam jual beli minuman dari mesin otomatis dan berbagai transaksi modern lain.

    Nah, sebelum menelaah mengenai hukumnya, sebaiknya kita mengenali dulu yang dimaksud dengan ijab kabul.

    Ijab kabul dalam transaksi artinya ada yang menyatakan menjual dan ada yang menerima/membeli. Adapun bentuknya ada dua, yaitu melalui perkataan dan perbuatan.

    1. Ijab Kabul dengan Perkataan

    Jenis ijab kabul dengan perkataan melibatkan ucapan dari pihak penjual, “Saya menjual barang ini …”. Kemudian ada juga ucapan dari pihak pembeli, “Saya membeli …” atau “Saya terima.”

    Adanya ucapan dalam ijab kabul berfungsi untuk menunjukkan timbal balik dan keridhaan kedua pihak dalam melakukan transaksi.

    Baca juga: 5 Ayat Tentang Isra Miraj, Menjelaskan Kebesaran Allah SWT

    2. Ijab Kabul dengan Perbuatan

    Jenis ijab kabul ini disebut sebagai mu’aathah. Dalam mua’aathah, transaksi berlangsung cukup dengan pembeli yang meletakkan uang dan penjual menyerahkan barang.

    Transaksi mu’aathah sering kita temukan di berbagai tempat, seperti di pasar, supermarket, hingga mal.

    Bentuk transaksinya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

    • Penjual menyatakan, “Saya jual” dan pembeli hanya menyerahkan uang dan mengambil barang.
    • Pembeli mengatakan “Saya beli” dan penjual hanya menerima uang sambil menyerahkan barang.
    • Penjual maupun pembeli tidak mengatakan apa-apa, cukup dengan pembeli menyerahkan uang sementara penjual menyerahkan barang dagangan.

    Hukum Transaksi lewat Mesin

    Transaksi lewat mesin sudah menjadi hal sehari-hari sekarang ini. Jenisnya juga bermacam-macam, mulai dari beli minuman di mesin, beli pulsa di ATM, hingga belanja di marketplace online.

    Berbagai transaksi modern tersebut berlangsung secara otomatis. Penjual dan pembeli sering kali tidak saling berinteraksi. Jadi, tidak terjadi timbal balik maupun akad ijab kabul.

    Jenis transaksi yang demikian termasuk melibatkan ijab kabul melalui perbuatan dan hukumnya adalah sah.

    Adapun dasar yang menjadi alasan disahkannya transaksi yaitu:

    1. Dalil Diperbolehkannya Jual Beli

    Allah memperbolehkan jual beli dan tidak membatasinya dengan akad tertentu. Sebagaimana firman-Nya berikut.

    وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

    Artinya:

    “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275).

    2. Menurut ‘Urf

    ‘Urf atau kebiasaan masyarakat ketika penjual mengambil uang dan pembeli menerima barang, maka artinya kedua pihak telah rida melakukan transaksi.

    Dengan kata lain, perbuatan kedua pihak telah menunjukkan keridaan. Sehingga transaksi sah untuk dilakukan.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

    Artinya:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka (saling rida) di antara kalian.” (QS. An-Nisa’: 29).

    Kedua hal tersebut menjadi dasar hukum dari berbagai jenis transaksi mu’aathah.

    Adapun bentuk transaksinya dapat berupa transaksi langsung seperti di pasar dan supermarket yang tidak disertai ucapan apa-apa, maupun transaksi modern lewat mesin.

    Baca juga: Rahasia! Ini 4 Doa Meluluhkan Hati Suami yang Ampuh

    Pendapat Ulama tentang Transaksi Mu’aathah

    Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai keabsahan jual beli mu’aathah.

    Melansir dari laman Rumaysho, ulama Syafiiyah melarang transaksi yang mana ijab kabul hanya dalam bentuk perbuatan. Dengan kata lain, harus ada ucapan dari kedua pihak mengenai ijab kabul.

    Jadi, ulama Syafiiyah berpendapat bahwa jual beli mu’aathah tidak sah.

    Asy-Syirazi rahimahullah mengatakan, “Tidaklah sah akad jual beli kecuali adanya ijab dan kabul. Adapun akad mu’aathah tidaklah sah dan tidak disebut jual beli.”

    Imam Nawawi juga memberikan penjelasan mengenai perkara tersebut,

    “Pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafii, jual beli tidaklah sah kecuali dengan adanya ijab dan kabul. Sedangkan jual beli mu’aathah tidaklah sah baik bentuknya sedikit maupun banyak.” (Kitab Al-Majmu’, 9:115-116)

    Namun, Beliau juga berpendapat bahwa dalam akad jual beli tanpa sighat masih terdapat ruang keabsahan. Dengan catatan, adanya syarat sudah diketahui bahwa kedua belah pihak sama-sama ridha.

    Syaikh Muhammad al-Zuhri juga menyebutkan dalam kitab Sirajul Wahhaj, bahwa Imam Nawawi dan ulama Syafiiyah lain membolehkan transaksi tanpa akad dengan syarat hal tersebut sudah basa dilakukan oleh masyarakat.

    Selain itu, disyaratkan juga harga sudah diketahui oleh kedua pihak.

    Berikut penuturan Syaikh Muhammad al-Zuhri,

    ومنه المعاطاة لكن المصنف وجماعة اختاروا الانعقاد بها في كل ما يعده الناس بيعا ولا بد من اسناد البيع الى المخاطب ومن ذكر الثمن

    Artinya:

    “Bagian dari transaksi jual beli yang tidak sah adalah jual beli tanpa akad. Akan tetapi mushannif (Imam Nawawi) dan sekelompok ulama memilih keabsahan transaksi tanpa akad dalam setiap hal yang sudah dinilai jual beli oleh masyarakat, dan harus menyandarkan jual beli pada pembeli dan harus menyebutkan harga.”

    Transaksi Modern

    Mengutip dari laman Bincang Syariah, pada dasarnya, tujuan disyaratkannya sighat (ijab kabul) dalam berbagai akad adalah untuk memastikan bahwa pihak yang bersangkutan benar-benar rela melakukan akad tersebut.

    Adapun akad muamalah yang dimaksud meliputi muamalah yang sifatnya tukar menukar seperti bai’ (jual beli) maupun pemberian seperti hibah.

    Jadi, dengan adanya dalil yang memperbolehkan dan perbuatan yang menunjukkan keridhaan menurut ‘urf, maka transaksi atau jual beli modern hukumnya sah untuk kita lakukan.

    Adapun transaksi modern sendiri ada banyak jenisnya, di antaranya:

    • Jual beli minuman dari mesin otomatis
    • Transaksi lewat ATM
    • Pembelian tiket secara online
    • Beli saham lewat internet
    • Jual beli di market place
    • Sahnya jual beli melalui tulisan dalam email, surat, dan aplikasi pesan.

    Satu lagi hal yang menentukan sah tidaknya transaksi jual beli lewat mesin, yaitu harus memenuhi unsur dasar jual beli, meliputi:

    • Barang yang dijual diketahui oleh pembeli
    • Tidak terdapat unsur penipuan
    • Harga diketahui oleh pembeli sebelum melakukan transaksi, sehingga ia tidak merasa dirugikan setelahnya.

    Transaksi lewat mesin saat ini sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Masyarakat juga mempercayai proses transaksi melalui mesin.

    Di samping itu, sudah terdapat aturan dan Undang-undang terkait transaksi melalui mesin dan internet, sehingga risiko terjadinya penipuan sangat kecil.

    Demikianlah pembahasan mengenai hukum jual beli minuman dari mesin otomatis. Semoga menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua.

  • Inilah 5 Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad 

    Inilah 5 Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad 

    Umat muslim memang wajib bekerja. Namun, dalam memilih pekerjaan tidak bisa sembarangan. Jauh lebih baik buat kita mengikuti tuntunan dari Nabi Muhammad SAW. Ada loh beberapa pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad. 

    Sebenarnya semua pekerjaan itu bagus, hanya saja ada beberapa pekerjaan yang disebut dalam hadits dan Rasulullah bersabda bahwa beberapa pekerjaan itulah yang terbaik di antara yang lainnya. 

    Sebagai umat Islam yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai role model utama, kita patut menjadikan beliau sebagai percontohan dalam apapun. Termasuk juga dalam memilih pekerjaan apa yang nanti akan kita geluti.

    Mencontoh Rasulullah SAW pastinya akan membawa banyak kebaikan di dalam hidup ini. 

    Kategori Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad SAW

    Ada beberapa kategori pekerjaan terbaik menurut Rasulullah SAW. Apa saja kategorinya? Ini dia jawabannya:

    1. Pekerjaan dengan Tangan Sendiri

    Pertama adalah pekerjaan terbaik yakni pekerjaan yang menggunakan tangan sendiri. Dengan kata lain, hasil kerja dari tangan sendiri. Ada hadits yang menjelaskan tentang ini: 

    مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

    Artinya: 

    “Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang ia makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Karena Nabi Daud ‘alaihis salam dahulu juga makan dari hasil kerja keras tangannya.” (HR. Bukhari, No. 2072, dari Al-Miqdad).

    Sebagaimana yang disebut pada hadits ini, mencari pekerjaan dengan tangan sendiri pun telah dicontohkan oleh para nabi misalnya Nabi Daud ‘alaihis salam. 

    Adapun contoh beberapa pekerjaannya seperti kerajinan tangan, bercocok tanam, pandai besi, menulis, dan sejenisnya.

    Baca juga: Hadis Tentang Ciri Ciri Orang Munafik yang Wajib Diketahui

    2. Jual Beli yang Mabrur

    Mata pencaharian selanjutnya atau pekerjaan terbaik kedua yakni jual beli yang mabrur. Ulama Ash-Shan’ani berkata kalau yang dimaksud sebagai jual beli yang mabrur merupakan jual beli yang di antaranya tidak ada sumpah dusta. 

    Sumpah dusta untuk melariskan dagangan adalah hal yang dilarang. Selain itu, juga selamat dari tindak dan perilaku penipuan. 

    Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah di dalam Minhah Al-‘Allam (6:9) pun menjelaskan jika jual beli yang mabrur merupakan jual beli yang sudah memenuhi syarat juga rukun jual beli. 

    Hal ini terlepas dari jual beli yang bermasalah, juga penghindaran diri dari penipuan, serta dibangun di atas asas kejujuran. 

    3. Pekerjaan Paling Diberkahi

    Pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad selanjutnya juga ada yang kategorinya termasuk paling diberkahi. 

    Ada yang berpendapat jika pekerjaan paling diberkahi yakni bercocok tanam. Alasannya karena tingkat tawakalnya memang lebih tinggi. 

    Sedangkan Imam Nawawi berpendapat kalau pekerjaan yang paling diberkahi yakni pekerjaan yang menggunakan tangan sendiri. Bercocok tanam juga termasuk pekerjaan yang lebih baik menurutnya. 

    Ada sejumlah alasan yang mendasari mengapa bercocok tanam jadi pekerjaan yang paling diberkahi. Pertama, termasuk pekerjaan menggunakan tangan, tawakalnya yang tinggi, serta kebermanfaatan buat banyak orang. 

    Menurut penulis dari Tawdhihul Akham, pekerjaan terbaik yakni disesuaikan dengan keadaan setiap orang. 

    Hal paling penting yakni bahwa setiap pekerjaan wajib berisi kebaikan, tak ada unsur penipuan, sekaligus bisa menjalani kewajiban yang wajib diperhatikan ketika bekerja. 

    Contoh Pekerjaan Terbaik Berdasarkan Kriteria dari Nabi Muhammad

    Nah, mungkin kita hanya bisa belajar kategorinya saja di bagian atas. Sekarang, lanjut ke jenis pekerjaan itu sendiri. Ini dia jenis pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad: 

    1. Bertani atau Bercocok Tanam

    1. Bertani atau Bercocok Tanam

    Islam sudah memberi warna tersendiri untuk perkembangan pertanian. Hal ini nampak dari sejumlah hadis yang jelas-jelas menganjurkan umat Islam untuk membuat lahan jadi kawasan produktif. 

    Hal ini tentu karena bertani bisa memberikan banyak manfaat. Ada hadits yang bilang begini: 

    “Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman atau pohon, kemudian hasilnya dimakan oleh burung, manusia atau binatang, melainkan apa yang dilakukan itu menjadi sedekah baginya.” (Riwayat al-Bukhari Muslim dari Anas).

    Tak hanya mendapatkan keuntungan dari menanam, kita yang bertani pun mendapatkan pahala sedekah karena hewan, manusia, dan binatang juga mendapatkan manfaat darinya. 

    Sebagian ulama pun berpendapat kalau bertani adalah salah satu pekerjaan terbaik menurut Rasulullah SAW. Hal ini karena mereka dianggap makan dari hasil tangannya sendiri, dan ini sesuai dengan apa yang disabdakan nabi: 

    “Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik apa yang dihasilkan oleh tangannya, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari apa yang dihasilkan oleh tangannya sendiri.” (Riwayat al-Bukhari dari al-Miqda).

    Baca juga: Apa Itu Nikah Siri? Pengertian, Syarat, Contoh, dan Hukumnya

    2. Berdagang

    2. Berdagang

    Berdagang juga termasuk kategori pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad SAW. Jenis ini pun sangat dianjurkan. 

    Mengingat dulunya Rasulullah SAW sendiri juga seorang pedagang yang jujur, cerdas, dan tersohor. 

    Beliau berdagang dengan cara membeli barang dari pasar untuk kemudian dijual kembali pada pasar yang lain. 

    Berdagang tak hanya sempit pada menjual barang saja. Melainkan bisa juga dengan menjual jasa maupun keterampilan khusus yang kita miliki. 

    3. Beternak Hewan

    3. Beternak Hewan

    Jenis usaha yang juga bagus adalah beternak hewan. Sebelum masa kenabian, Rasulullah awalnya seorang penggembala kambing. 

    Beliau pun dulunya punya banyak hewan unta. Apakah ada yang tahu kalau dikonversi jadi rupiah, seekor unta itu harganya bisa ratusan juta rupiah, loh. 

    Di Indonesia, kita bisa memilih hewan-hewan yang umum saja seperti kambing, domba, sapi, ayam, ikan, dan sejenisnya. 

    Hanya saja, pilih hewan ternak yang halal dan bisa memberikan banyak manfaat buat manusia. Keuntungannya banyak dan tentu saja berkah karena telah mengikuti Nabi Muhammad SAW. 

    4. Menyewakan Lahan

    4. Menyewakan Lahan

    Dalam Islam, usaha menyewakan lahan pun dianjurkan. Lahannya bisa berupa sawah, perkebunan, ladang, juga lainnya. 

    Sistemnya bisa kita tentukan sendiri. Bisa dengan bagi hasil atau sewa di awal. Tapi memang jauh lebih baik bagi hasil agar tidak memberatkan satu pihak atau pihak yang mengelolanya. 

    Pada HR. Bukhari, pernah Rasulullah dulunya menyerahkan beberapa ladang dan kebun kurma di Khaibar ke bangsa Yahudi dan digarap memakai biaya mereka sendiri. 

    Berdasarkan dengan perjanjian, Rasulullah SAW akan memperoleh setengah keuntungan hasil panen dari lahan yang diberikan untuk dikelola. 

    5. Dilihat dari Kualitas Bekerja

    Pekerjaan yang terbaik tentu tak hanya fokus pada salah satu aspek pekerjaan saja. Melainkan juga dilihat dari kualitas pekerjaan seorang hamba. 

    Rasulullah SAW pernah bersabda: 

    Ihrish ala maa yanfa’uka wasta’in billahi wa la ta’jiz,. 

    Artinya:

    “Bersemangatlah dalam melakukan hal yang bermanfaat untukmu, dan minta tolonglah kepada Allah, serta janganlah engkau malas,”.

    Pada buku Saripati Ihya Ulumiddin Imam Ghazali dijelaskan jika manusia yang malas bekerja, harusnya malu pada alam semesta. 

    Sebab Rasulullah pun bersabda: 

    “Bukankah burung-burung pun berangkat pagi-pagi dalam keadaan perut kosong dan pulang sore-sore dalam keadaan perut kenyang?”.

    Perintah untuk Bekerja Keras dalam Al-Qur’an dan Hadits

    Setelah tahu apa saja pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad selanjutnya kita diperintahkan untuk bekerja keras. Bahkan perintahnya tertuang dalam Al-Qur’an dan Hadits. Ini rinciannya: 

    1. QS. At-Taubah Ayat 105

    وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Artinya: 

    “Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At-Taubah: 105).

    2. QS. Al-Jumu’ah Ayat 10

    فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    “Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS al-Jumu’ah: 10).

    3. QS. Az-Zumar Ayat 39

     قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُو

    “Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja(pula), maka kelak kamu akan mengetahui.” (QS az-Zumar: 39).

    4. Hadits Bekerja Keras agar Bisa Makan

    عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:لَوْ اَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ, تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا.

    Artinya: 

    “Dari Umar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka niscaya Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan perutnya kosong, lalu pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang”. [HR Tirmidzi, No. 2344; Ahmad (I/30); Ibnu Majah, No. 4164]. 

    Itulah yang bisa kita pelajari tentang pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad SAW yang dapat menjadi bahan pertimbangan. Intinya, semua pekerjaan bagus selama kita dapat mengerjakannya dengan jujur dan sesuai dengan tuntunan agama Islam.

  • 12 Contoh Puisi Agama Islam yang Inspiratif dan Penuh Makna

    12 Contoh Puisi Agama Islam yang Inspiratif dan Penuh Makna

    Puisi adalah bentuk karya sastra tertulis yang mengandung pikiran, perasaan, pesan, dan imajinasi dari penyair. Temanya pun beragam, salah salah satunya unsur keagamaan. Jika ingin mencari inspirasi, pada artikel ini disajikan contoh puisi agama Islam.

    Bahasa puisi biasanya puitis, indah, mengikuti irama, dan rima, serta tersusun dalam larik dan bait.

    Puisi juga merupakan cara ekspresi diri yang mencerminkan berbagai perasaan, termasuk imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan, dan nasihat. 

    Contoh Puisi Agama Islam 

    Di zaman yang modern ini, puisi kerap digunakan sebagai sarana berdakwah. Adapun sebenarnya penggunaan puisi atau syair dalam berdakwah telah ada sejak awal perkenalan Islam. 

    Di Indonesia, para pendakwah sejak Islam pertama kali masuk juga telah memanfaatkan karya sastra sebagai alat untuk menyebarkan ajaran agama. Itulah sebabnya puisi cukup efektif menjadi sarana dakwah.

    Banyak contoh puisi bertema Islami yang bisa kita buat berdasarkan pemikiran sendiri. Jika masih kesulitan, tenang saja. Ada banyak contoh puisi Islami yang bisa menjadi inspirasi. Berikut beberapa contoh puisi bertema agama Islam:

    1. Cinta karena Allah

    Ya Allah…

    Tunjukkanlah agar cintaku ini menjadi sumber kenyamanan bagi orang lain

    Jangan biarkan hatiku yang belum memiliki iman menjadi sombong

    Biarkanlah cinta ini selalu mengharapkan keridhoan-Mu

    Bukan untuk merusak ciptaan-Mu

    Ya Allah…

    Bimbinglah setiap tindakan yang kulakukan dengan dasar cinta

    Agar aku tidak tersesat dalam hutan nafsu yang berbahaya

    Biarkan aku tetap teguh dan tidak tergoyahkan

    Seperti kapal yang aman dalam angin yang tenang dan akhirnya berlabuh di pelukan sungai-sungai surga-Mu

    Ya Allah…

    Berikan aku karunia cinta-Mu

    Dan temukanlah bagi aku mereka yang juga mencintai-Mu

    Kumpulkan kami bersama untuk mendekatkan diri kepada-Mu

    Satukan barisan kami dalam keimanan

    Ya Allah…

    Apabila aku merasakan cinta,

    Tunjukkanlah padaku untuk meletakkan cinta ini pada mereka yang juga mencintai-Mu

    Jangan biarkan cinta ini melebihi cinta yang ku miliki pada-Mu

    Hingga aku mencapai puncak berkat-Mu.

    Baca juga: Fiqih Adalah: Pengertian, Sumber Hukum, Ruang Lingkup, dan Contohnya

    2. Mohon Ampun

    Contoh puisi agama Islam selanjutnya berkaitan dengan seorang hamba yang memohon ampun kepada Tuhannya. Berikut curahan hati dalam bentuk puisi:

    Ya Robbi… Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun,

    Dalam sujud terakhirku, aku memohon agar Engkau mengampuni segala dosaku.

    Bimbinglah hatiku ke dalam lingkup kasih sayang-Mu, ya Robb..

    Ya Allah, sebagai Pencipta seluruh alam semesta beserta isinya,

    Tidak ada kekuatan yang seharusnya disembah selain Engkau.

    Apabila saat yang Engkau tetapkan telah tiba,

    Terimalah aku dengan penuh kasih sayang.

    Jiwaku tidak mampu menahan siksaan-Mu, ya Robbi.

    Lindungilah diriku dari siksaan api neraka yang kekal.

    Kemuliaan kalimat-Mu membawa pesan Ilahi.

    Panji tauhid yang berkibar memberikan semangat.

    Aku mencintai Allah dan mencintai Rasulku.

    Aku ingin berada di masa itu,

    Di masa di mana Nabi Allah berjuang untuk menyampaikan dakwah,

    Membawa kebenaran, kebaikan, dan penerangan.

    3. Dalam Sajadahku

    Dalam sajadah yang telah usang itu,

    Tubuhku menjadi rapuh,

    Mengingat saat-saat yang telah berlalu,

    Ketika aku lupa akan janji yang akan dihitung kelak.

    Dalam sajadah yang usang itu,

    Teriakan tidak lagi terdengar,

    Mataku berkabut, tidak mampu melihat,

    Telingaku merasa kehilangan pendengarannya.

    Ya Allah,

    Izinkan aku bersimpuh,

    Dalam sajadah yang panjang dan usang ini,

    Aku berdoa dan memohon,

    Ampunilah segala dosaku.

    Dalam sajadah yang usang ini,

    Aku merenungkan hidupku,

    Mengukirnya di dinding-dinding hatiku,

    Hati ini gemetar, segalanya terasa lemah,

    Aku memikirkan betapa buruknya diriku,

    Tidak mampu merenungkan diri sendiri,

    Wahai hati yang kosong,

    Kembalilah kepada cahaya-Nya,

    Berdoalah dengan khidmat,

    Isilah kekosongan itu dengan wudhumu yang suci,

    Dengarkanlah lembutnya lantunan firman-Nya,

    Tenanglah… tenanglah,

    Berlarilah mengejar cahaya itu,

    Menggunakan renungan hidup dalam sajadah yang usang ini.

    4. Sepertiga Malam

    Meskipun malamnya dingin, waktu terus bergerak maju

    Bagi mereka yang mencari surga, jiwa manusia yang terhina

    Ibadah di bumi tidak akan cukup untuk membersihkan hati yang berkarat

    Capailah ibadah langitmu

    Pukullah pintunya pada saat itu

    Ketika orang-orang sedang mewujudkan impian mereka

    Ketika manusia terlupa akan janji mereka

    Murnikan hati saat sepertiga malam tiba

    Rasakan kehadiran Jibril yang mencatat segala amal itu

    Ceritakan segala kisah, luapkan semuanya

    Bersihkan semua luka-luka

    Kesombongan itu, wahai Jibril,

    Lihatlah aku, aku merindukanmu

    Aku ingin engkau mendekapku, wahai Jibril

    Dalam saat-saat malam yang penuh kerinduan itu.

    Itulah contoh puisi agama Islam yang mengekspresikan tentang ibadah pada sepertiga malam. Waktu tersebut sangat mustajab untuk berdoa sehingga kita sebagai muslim pun wajib memanfaatkannya.

    Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek, Panjang, Arab & Latin

    5. Al-Qur’an Kitabku

    Di saat senja mulai merayap,

    Adzan berkumandang dalam keheningan,

    Manusia berkerumun,

    Melangkah menuju musholla.

    Pada takbir yang terakhir,

    Salam mengakhiri ibadah,

    Mereka berangsur pergi,

    Sisanya hanya Si Alim yang menunggu.

    Di halaman dua ratus halaman terakhir,

    Si Alim membuka

    Sebuah Al-Quran yang telah uzur,

    Di dalam bilik surau yang sunyi.

    Apa yang berbeda?

    Ketika Si Alim melantunkan,

    Ayat demi ayat,

    Dengan tulus dan tanpa cacat?

    Mereka mendengarkan Si Alim

    Yang terus mengaji,

    Ketika adzan berikutnya berkumandang,

    Dengan hati yang lebih kaya.

    Mereka berpikir,

    Kekayaan adalah harta,

    Kedudukan yang penuh kuasa,

    Atau kemampuan untuk membuat janji-janji manis.

    Namun, lihatlah Si Alim,

    Wajahnya tenang,

    Tidak memiliki harta,

    Tidak memiliki kerabat dekat.

    Al-Quran menjadi sahabatnya,

    Dia mengaji pagi dan petang,

    Membuat kitab tua itu

    Menjadi saudara yang setia baginya.

    6. Siksa Neraka

    Tubuh terlempar seperti bola,

    Tidak memiliki amal baik sedikit pun,

    Masuk ke dalam kolam yang bergolak,

    Menelan bulatan-bulatan tubuh,

    Menunggu pukulan palu dan gada raksasa,

    Sebagai hukuman atas dosa-dosanya.

    Sedangkan yang lainnya terkena semburan api,

    Sepertinya berusaha membersihkan tubuh-tubuh mereka,

    Namun tubuh mereka menjadi terluka parah,

    Dosa-dosa yang tak terampuni terus diulang,

    Mereka terus menerima semburan api berulang kali.

    7. Perilaku Terpuji

    Islam mengajarkan penganutnya untuk berperilaku terpuji. Itulah sebabnya muncul contoh puisi agama Islam tentang akhlak terpuji seperti berikut ini:

    Indah melihat seseorang yang sederhana,

    Tidak perlu mengenakan sorban,

    Atau menghias jemarinya dengan tasbih.

    Hanya senyuman ikhlas yang mempercantik bibirnya.

    Akhlak yang baik tidak hanya bisa diukur

    Dari penampilan fisik seseorang,

    Bukan juga dari berapa kali dia sujud dalam sehari,

    Atau dari dalil-dalil yang dia tunjukkan.

    Kualitas ibadahmu adalah ukurannya,

    Kemurahan hatimu yang tulus yang akan diingat,

    Bukan seberapa lama kamu berada dalam ruku’,

    Tetapi sejauh mana kejujuran hatimu.

    8. Memberi Lebih Berarti

    Ketika kau memberi

    Tanpa mengharap balasan di hatimu

    Kepada seorang tua yang lelah

    Dengan wajah yang penuh kelelahan

    Di persimpangan jalan yang ramai

    Dia membawa surat kabar pagi

    Mengenakan selendang untuk melindungi diri

    Dari terik matahari yang menyengat

    Bagimu, lembaran yang kau berikan

    Mungkin terasa kecil

    Tapi jangan mengira hanya dia yang merasa bahagia

    Hatimu juga menjadi lebih bahagia

    Hartamu tidak akan berkurang

    Ketika kau memberi dengan ikhlas kepada orang tua itu

    Senyuman kebahagiaan akan mekar

    Di sisa hari yang masih panjang

    Dengan memberi tanpa pamrih,

    Kita menemukan kekayaan yang sesungguhnya,

    Yakni kebahagiaan dalam hati yang tulus.

    9. Hamba yang Berdosa

    Tanpa disadari,

    Sudah banyak tindakan yang tidak berguna yang telah aku lakukan,

    Sungguh, hati ini terasa begitu pedih,

    Bila aku mengingat kesalahan yang telah kulakukan.

    Wahai Tuhan, Yang Merangkai Alam Semesta,

    Teguhkan hati ini dengan kekuatan,

    Berikan ketenangan kepada jiwa ini,

    Jangan biarkan hati dan jiwa ini resah,

    Karena kesalahan yang telah aku perbuat.

    Tuhan, Yang Menjaga Alam Semesta,

    Tuntunlah hati ini,

    Agar terus memperbaiki diri,

    Dari segala kesalahan yang telah kulakukan.

    Tuhan, Yang Memberikan Ketenangan,

    Limpahkanlah segala keagungan-Mu,

    Hindarkanlah hamba-Mu ini dari dosa,

    Ampuni hamba yang penuh kesalahan

    10. Bersyukur

    Segenap puji,

    Aku sampaikan, Ya Allah.

    Untuk semua anugerah dan karunia-Mu.

    Ini adalah ungkapan syukur

    Dari hati yang dalam, Yang Engkau kurniakan.

    Aku hanya dapat menyatakan terima kasih,

    Sebagai hamba-Mu yang penuh dosa

    Berilah ampun atas dosa-dosa hamba,

    Yang selalu melakukan kesalahan,

    Setiap detik

    Dan setiap saat.

    Terima kasih, Ya Allah.

    Buatlah aku, hamba-Mu ini,

    Menjadi hamba yang selalu bersyukur,

    Untuk segala ciptaan-Mu, Ya Allah.

    Berikanlah kekuatan kepada hamba,

    Dalam menghadapi segala cobaan

    Yang Engkau berikan

    Kepada hamba yang lemah ini, Ya Allah..

    11. Rindu kepada-Nya

    Hati bergetar saat mendengar panggilan keagungan-Mu,

    Kaki bersorak melangkah menuju depan-Mu,

    Menyentuh air suci untuk membersihkan diri,

    Menuju tempat sujud yang kudus,

    Sambil mengucapkan doa yang mengangkat-Mu.

    Rasa syukur tak pernah berhenti mengalir dalam hati,

    Hati ini dipenuhi oleh gelora rindu,

    Rindu yang tak terbendung, ingin segera mendekat kepada-Mu,

    Rindu seorang hamba yang haus akan rahmat-Mu.

    Apakah ini adalah candu rindu kepada-Mu?

    Perasaan takut menyelimuti hati ini,

    Ketika tidak ada pertemuan dengan-Mu,

    Seolah-olah khawatir akan kehilangan-Mu.

    Hingga tak henti-hentinya aku bersimpuh di hadapan-Mu,

    Ya Robbi… Yang Maha Penyayang…

    Janganlah Engkau menghapus candu rindu ini,

    Candu rindu kepada diri-Mu yang selalu melingkupi hatiku.

    12. Bulan yang Penuh Berkah

    Tak terasa pagi tiba lagi,

    Membawa semangat untuk berjuang,

    Melewati hari-hari yang panjang,

    Yang selalu bersemangat dan tak pernah pudar.

    Ramadhan telah tiba,

    Membawa pesona yang gemilang,

    Menggapai harapan yang tinggi,

    Seperti cahaya gemerlap bintang-bintang di langit.

    Selamat datang, Ya Ramadhan,

    Kau telah membawa berkah pada bulan yang suci,

    Di mana segala amal kita diberkati,

    Dan Asma-Mu selalu kita sebutkan dengan penuh penghormatan.

    Itulah contoh puisi agama Islam dengan berbagai topik. Puisi tersebut menjadi cerminan pikiran dan perasaan seorang hamba terhadap Rabb-nya dan terhadap sesama manusia. Semoga dapat menjadi inspirasi penulisan bertema Islami.

  • Doa Pengantin Baru Setelah Ijab Kabul Sesuai Sunnah, Catat ya!

    Doa Pengantin Baru Setelah Ijab Kabul Sesuai Sunnah, Catat ya!

    Berbicara pernikahan bukan hanya berbicara tentang menyatukan dua perasaan saja. Namun, tentang janji sehidup semati karena Allah SWT. Sebab menikah merupakan ibadah seumur hidup.  Dengan begitu, perlu ada doa pengantin baru.

    Melalui doa yang kita panjatkan inilah, semoga Allah SWT selalu senantiasa melindungi pernikahan tersebut dari godaan syaitan.

    Tentunya ada berbagai doa yang bisa kita panjatkan termasuk doa untuk pengantin baru setelah akad nikah.

    Doa Pengantin Baru setelah Akad Nikah

    Menikah dalam ajaran Islam merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang mempunyai banyak keutamaan. Selain berikhtiar menggenapkan separuh agamanya, menikah juga bisa membentengi seseorang dari perbuatan zina.

    Maka, alangkah baiknya kita membaca doa pengantin baru setelah ijab kabul dengan niat karena Allah SWT. Karena doa ini merupakan bentuk ikhtiar batin untuk pengantin baru agar selalu diberikan keberkahan dalam pernikahannya.

    1. Doa Pengantin Baru setelah Akad Nikah yang Pertama

    Doa Pengantin Baru setelah Akad Nikah yang Pertama

    Ada banyak doa untuk pengantin baru setelah akad nikah yang bisa kita panjatkan, salah satunya doa pertama ini untuk memohon kepada Allah agar mendapatkan keturunan, keberkahan serta terhindar dari godaan syaitan.

    اًللَّهُمَّ بِأَمَانَتِكَ أَخَذْتُهَا وَبِكَلِمَاتِكَ اِسْتَحْلَلْتُ فَرْجَهَا، فَإِنْ قَضَيْتَ لِي مِنْهَا وَلَدًا فَاجْعَلْهُ مُبَارَكًا سَوِيًّا وَلاَتَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ شَرِيْكًا وَلاَنَصِيْبًا 

    Allaaahumma biamaaanatika akhattuhaa, wa bikalimaaatika istahlaltu farjahaaa, fain qain qadhayta lii minhaa waladan faj’alhu mubaarakan syawiyyaa, walaa taj’al lissyaithaani fiihi syariikan walaa nashibaa

    Artinya: “Ya Allah, dengan amanat-Mu ku jadikan ia istriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya. Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan dan jangan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya.”

    Baca juga: 5 Doa Meminta Jodoh dan Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    2. Doa Kedua

    Doa untuk pengantin baru selanjutnya ada pada surah Al-Quran tepatnya Surat Ar-Rum ayat 21. Ayat ini merupakan salah satu doa yang bisa kita panjatkan untuk pasangan pengantin baru agar mempunyai rumah tangga yang baik.

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

    Wa min ayatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwajal litaskunu ilaiha wa ja’ala bainakum mawaddataw wa rahmahtan, inna fi zalika la’ayatil liqaumiy yatafakkarun

    Artinya: “Di antara tanda-anda kebesaran-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenis dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. 

    Dia menjadikan diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”

    3. Doa Ketiga

    Tidak hanya itu saja, kita juga bisa membaca doa pengantin baru ini untuk selalu ditanamkan kerukunan, terhindar dari perpisahan, dan dicukupi bekal dalam hidup dunia akhiratnya.

    ‎اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا مَعْصُوْمًا وَأَلْقِ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فِرْقَةً وَفِرَارًا وَخِصَامًا وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ 

    Allahummaj’al hadzal ‘aqda ‘aqdan mubarakan ma’shuman wa alqi bainahuma ultafatan wa qararan daiman wa la taj’al bainahuma firqaran wa firaran wa khishaman wakfihima mu’natad dunya wal akhirah

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah akad ini sebagai ikatan yang diberkahi dan dilindungi, tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng. 

    Jangan Engkau jadikan di antara keduanya perpecahan, perpecahan dan permusuhan, dan cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat.”

    4. Doa Keempat

    Keempat ada doa untuk pengantin baru untuk memohon kepada Allah SWT agar tercurahkan kebaikan dari perkumpulan kedua pasangan tersebut. Berikut doa yang bisa kita lafalkan:

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ. بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِيْ صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

    Barakallahu laka wa jama’a bainakuma fi kahirin. Barakallahu likulli wahidin minkuma fi shahibihi wa jama’a bainakuma fi khairin

    Artinya: Berkah Allah semoga tercurahkan bagimu. Dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. 

    Berkah Allah semoga tercurahkan bagi masing-masing kalian berdua atas pasangannya, dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.”

    5. Doa Setelah Akan Nikah yang Kelima

    Berikutnya ada doa pengantin baru barakallah untuk meminta keberkahan bagi pengantin pria dan wanita. Doa ini mungkin saja sudah masyhur di telinga kita. Berikut lafal doanya:

    ‎بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ  

    Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud No. 2130)

    Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek, Panjang, Arab & Latin

    6. Doa Keenam

    Doa pengantin baru bahasa arab ini bisa dibaca oleh seorang suami. Suami bisa membaca lafal doa ini setelah mengucapkan akad nikahnya. Berikut lada doa yang bisa suami baca:

    ‎اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ  

    Allaahumma inni as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tentukan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau tentukan kepadanya.”

    7. Doa Ketujuh

    Ketujuh, ada doa pengantin baru yang bisa dibaca oleh setiap pasangannya. Bacaan doa untuk pengantin baru ini terdapat dalam surat Al-Quran, tepatnya pada surat Al-Mumtahanah ayat 12.

    Berikut bacaan doa untuk pengantin baru:

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Yaayuha alnabiu aidha ja ‘ak almuminat yubayienak ala aan laa yushrikna billah shaya wala yasriqna wala yaznin wala yaqtulna aawladahuna wala yatin bibuhtan yaftarinah bayrn aaydihina waarjulihina wala ya’sinak fi ma’ruf fabayi’huna,

    wastagfir lahuna allh aina allh ghafur rahim.

    Artinya: “Wahai Nabi! Apabila wanita yang mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina.

    Tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik.

    Maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. “ (QS. Al-Mumtahanah ayat 12)

    8. Doa Kedelapan

    Berikutnya ada doa pengantin baru sesuai sunnah yang berasal dari surat dalam Al-Quran, tepatnya surat Al-Maidah ayat 114. Doa tersebut  untuk meminta kelancaran rezeki dalam kehidupan pernikahan.

    اللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Allahumma rabbanaa anzil alaina maaidatamminassamaaa’I takuunu lana iidalli’aqolina wa’akhirina wa’ayatamminka wa’urzukna wa’anta khoirurroziqin

    Artinya: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit yang hari turunnya akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau.

    Beri rezeki lah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama.” (QS. Al-Maidah ayat 114)

    9. Doa Kesembilan

    Sebenarnya masih banyak doa-doa lain untuk pengantin baru. Akan tetapi, doa kesembilan ini merupakan doa yang kita pelajari terakhir dalam artikel.

    اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ اٰدَمَ وَحَوَّاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَسَارَةَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ وَزُلَيْخَاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ  

    Berikut doa pengantin baru yang bisa kita baca:

    Allahumma allif bainahuma kama llafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahuma kama allafta sayyidina Ibrahim wa Sarah, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina 

    Yusuf wa Zulaikha, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatina Khadijatal kubra, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina ‘Aly wa sayyidatina Fatimah az-Zahra

    Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adam dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha.

    Rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fatimah Az-Zahra.”

    Itulah beberapa doa pengantin baru yang bisa kita baca dengan niat baik karena Allah SWT. Dengan adanya doa tersebut, semoga Allah selalu melindungi kita semua dari panasnya api neraka dan memberkahi hidup kita semua.

  • Jawaban Barakallah Fii Umrik untuk Laki-laki dan Perempuan

    Jawaban Barakallah Fii Umrik untuk Laki-laki dan Perempuan

    Saat seseorang sedang memperingati hari kelahirannya, tentu ada orang-orang yang mengucapkan peringatan tersebut. Dalam Islam pun peringatannya dengan ucapan barakallah fii umrik. Lalu, bagaimana cara memberikan jawaban barakallah fii umrik?

    Tidak sedikit orang yang masih bingung cara menjawabnya. Karena tidak semua orang menggunakan kalimat tersebut untuk mengucapkan peringatan hari kelahiran seseorang.

    Beberapa orang juga ada yang menambahkan kata yaumul milad. Kata tersebut berfungsi untuk menyempurnakan kalimat ucapan barakallah fii umrik. Jika sudah seperti itu, lalu bagaimana jawaban barakallah fii umrik?

    Arti Barakallah Fii Umrik

    Sebelum kita mengenal dengan baik bagaimana jawaban barakallah fii umrik, ada baiknya memahami arti terlebih dahulu. Dimana barakallah sendiri merupakan sebuah doa yang baik yang diberikan orang lain ke seseorang.

    Ungkapan itu pun tidak hanya terucap untuk peringatan kelahiran seseorang. Akan tetapi, ungkapan ini sering seseorang gunakan dalam percakapan sehari-hari.

    Sehingga, barakallah artinya ungkapan bahasa Arab yang biasanya seseorang gunakan untuk mengucapkan terima kasih. Konteks pemahamannya berbicara dalam berbagai hal.

    بَارَكَ اللَّهُ فِي عُمْرِك 

    Latinnya “Barakallah fii umrik

    Artinya: “Semoga Allah memberkahi umurmu.”

    Lebih luasnya lagi kalimat ini merujuk karena pertambahan umur yang merupakan salah satu nikmat yang Allah SWT beri.

    Barakallah yang berasal dari kata baaraka dengan arti mendatangkan berkah dan kebaikan. Kemudian diikuti oleh kata Allah yang artinya Allah SWT itu sendiri dan fii yang berarti kepada sekaligus umrik yang artinya usia atau kelahiran.

    Dengan begitu, ketika ada keluarga, teman ataupun saudara dan lainnya yang berulang tahun kita hanya perlu mengucapkan kalimat tersebut. Doa dengan arti yang luas meminta keberkahan atas tambahnya usia manusia.

    Baca juga: 250 Nama Bayi Perempuan Islam dan Artinya Terlengkap

    Yaumul Milad Barakallah Fii Umrik

    Kata pelengkap yaumul milad pada barakallah fii umrik merupakan sebuah gabungan kata. Gabungan kata dari yaumul milad yang artinya hari lahir dalam bahasa Arab.

    Sementara, arti barakallah fii umrik yaitu semoga Allah memberkati usiamu. Sehingga, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara lengkap artinya “Selamat Hari Lahir, semoga Allah memberkahi usiamu.”

    Makna Ungkapan Barakallah Fii Umrik

    Jika kita sudah paham arti barakallah fii umrik, maka penggunaan kata ini berfungsi untuk mencerminkan rasa hormat dan kepedulian seseorang terhadap orang lain yang berulang tahun.

    Maknanya pun ada berbagai dalam segi, salah satunya kandungan doa yang bermakna agar Allah SWT memberkahi usia seseorang. Selain itu, memberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup.

    Tidak hanya dari segi spiritualnya saja, akan tetapi ada dari segi filosofisnya. Makna yang tersembunyi dari doa barakallah fii umrik yaitu menghargai kehidupan dan waktu yang telah Allah berikan.

    Dengan begitu, tanpa kita sadari ungkapan tersebut bisa menjadi pengingat bahwa setiap momen dalam kehidupan memiliki nilai yang tidak terbatas. Oleh sebab itu, harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

    Kisah Ungkapan Barakallah Fii Umrik

    Sebelum melanjutkan ke jawaban barakallah fii umrik, kita juga perlu memahami bagaimana kisah dari adanya ungkapan barakallah fii umrik. Kisah ini berlatar pada zaman nabi Muhammad SAW.

    Dimana para sahabat Rasulullah SAW mengucapkan sebuah ucapan selamat. Ada dalil qiyas dari peristiwa ini  yaitu mengqiyaskan dengan perilaku sahabat nabi.

    Imam Bukhari telah meriwayatkan bahwa sewaktu sahabat Ka’ab bin Malik menerima sebuah kabar gembira dari Nabi Muhammad SAW. Kabar gembira mengenai penerimaan taubatnya.

    Sahabat Rasulullah SAW yaitu sahabat Thalhah bin Ubaidillah menyampaikan kepadanya sebuah ucapan selamat atau tahni’ah. Berdasarkan kisah riwayat tersebut, maka hukum memberikan sebuah selamat merupakan mubah.

    Selain mubah, ada sebagian ulama yang mengatakannya itu sunnah. Itu hal ini tergantung pada keyakinan masing-masing dari kita sendiri. Nabi Muhammad SAW memberi tahu pada sahabatnya tentang diterimanya taubat saat subuh.

    Ka’ab bin Malik pun berjalan menuju ke Nabi Muhammad SAW, kemudian para sahabat menemui Ka’ab bin Malik secara berkelompok seraya mengucapkan selamat.

    Sahabat-sahabat tersebut berkata, “Selamat atas diterimanya taubatmu oleh Allah.” (HR. Al-Bukhari)

    Baca juga: 700 Nama Bayi Laki-laki Islami dan Artinya Lengkap

    Jawaban Barakallah Fii Umrik

    Ada beberapa pertanyaan ketika seseorang mengucapkan barakallah fii umrik termasuk jawabannya. Jawaban barakallah fii umrik dengan membalas Wa Fiika Barakallah atau Wa Fiiki Barakallah?

    Kedua arti kalimat tersebut memiliki arti yang sama yaitu semoga Allah SWT juga memberkahimu. Sehingga, jawaban barakallah fii umrik untuk laki- laki dan perempuan terletak pada penggunaan kata ganti objeknya.

    Pemakaian kata ka dan ki dalam kalimat Fiika atau Fiiki merujuk pada sosok orang yang diucapkan selamat ulang tahun. Jika begitu, untuk laki-laki bisa menggunakan kata ka pada ujung kalimat fii.

    Sementara untuk perempuan menggunakan kata ki dalam ujung kalimat fii. Dengan begitu, perbedaan nyatanya hanya terletak pada sosok orang yang sedang kita ucapkan.

    Oleh sebab itu, inilah rangkuman ucapan jawaban barakallah fii umrik untuk perempuan dan laki-laki.

    1. Jawaban Barakallah Fii Umrik untuk Laki-laki

    Jawaban barakallah fii umrik pertama merujuk untuk perempuan yaitu Wa Fiika Barakallah. Artinya pun, “Semoga Allah juga memberkahimu (pria).”

    2. Jawaban Barakallah Fii Umrik untuk Perempuan

    Sementara untuk jawaban barakallah fii umrik untuk laki-laki yaitu Wa Fiiki Barakallah. Artinya pun, “Semoga Allah juga memberkahimu (wanita).”

    3. Jawaban Barakallah Fii Umrik untuk Jamak

    Tidak hanya terkhusus untuk laki-laki dan perempuan saja, akan tetapi ada jawaban barakallah fii umrik untuk semua orang atau jamak. Ungkapannya Wafiikum Barakallah yang artinya “Semoga Allah juga memberkati kalian semua (jamak).”

    Jamak artinya jumlah yang lebih dari satu baik itu orang laki-laki atau perempuan. Sehingga, penggunaan jamak ini berkesan tertuju untuk banyak orang atau subjek.

    Selanjutnya sebagai pelengkap jawaban barakallah fii umrik tersebut, kita bisa menambahkan dengan ucapan terima kasih. Salah satu ucapan terimakasih yaitu Jazakallah atau Jazakallah Khairan.

    Jazakallahu Khair merupakan sebuah ungkapan terimakasih kepada orang yang baik. Selain itu, artinya juga sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Ucapan ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa seseorang menyadari berkahnya Allah SWT.

    Oleh sebab itu, ucapan Jazakallahu Fiikum bisa kita gunakan untuk membalas jawaban barakallah fii umrik. Karena ucapan terima kasih yang tepat tertuju pada Allah SWT sekaligus seseorang yang mengucapkan ulang tahun.

    Hikmah Mengucapkan Barakallah Fii Umrik

    Setelah kita tahu bagaimana jawaban barakallah fii umrik untuk ucapan ulang tahun tersebut. Kita juga perlu tahu apa sebenarnya hikmah mengucapkan barakallah fii umrik.

    Hikmah yang hampir mirip dengan makna, akan tetapi lebih kepada apa yang manusianya. Maka, hikmah barakallah fii umrik yaitu saling mendoakan antara yang mengucapkan dan memberi jawaban.

    Apalagi barakallah fii umrik selayaknya doa yang merupakan mustajab untuk kita amalkan. Maka dari itu, jika ada seseorang yang berulang tahun hendaknya ucapkan dengan kalimat barakallah fii umrik.

    Demikian informasi mengenai jawaban barakallah fii umrik dilengkapi dengan jawaban terima kasih. Pengucapan dengan niat baik membuat kita lebih dekat kepada Allah SWT.

  • Hukum Menari, Joget, Dansa dalam Islam dan Dalilnya

    Hukum Menari, Joget, Dansa dalam Islam dan Dalilnya

    Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai hukum berjoget dalam Islam. Sebagai umat muslim sudah menjadi kewajiban untuk mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah.

    Islam mengarahkan dan memberi pedoman berupa Al-Qur’an serta hadits untuk umatnya dalam menjalani hidup. Setiap perintah dan larangan juga memiliki dalil yang dapat dipertanggung jawabkan. 

    Termasuk hukum menari, joget, maupun berdansa juga telah diatur dalam Islam, lengkap dengan dalilnya. Penting bagi kita, untuk memahami hukum berjoget serta menari menurut pandangan Islam.

    Dalil tentang Hukum Berjoget dalam Islam 

    Bukan sesuatu yang mudah untuk kita bisa menilai baik dan buruk. Bersyukur sebagai umat muslim memilih pedoman dalam berperilaku sehingga kita hanya perlu mentaati apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. 

    Terlebih di zaman yang serba modern, bercampurnya banyak budaya termasuk salah satunya berjoget dan berdansa yang merupakan budaya barat. Namun, apakah joget dan dansa diperbolehkan dalam Islam?

    Dari Anas radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:

    كَانَتِ الْحَبَشَةُ يَزْفِنُونَ بَيْنَ يَدَىْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَيَرْقُصُونَ وَيَقُولُونَ مُحَمَّدٌ عَبْدٌ صَالِحٌ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا يَقُولُونَ ». قَالُوا يَقُولُونَ مُحَمَّدٌ عَبْدٌ صَالِحٌ

    Artinya:

    “Orang-orang Habasyah menari di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka menggerak-gerakkan badan (menari) dan mereka mengatakan, ‘Muhammad adalah hamba yang saleh.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya, ‘Apa yang mereka katakan?’ Orang-orang menjawab, ‘Mereka sebut bahwa Muhammad adalah hamba yang saleh.’” (HR. Ahmad, 3:152. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim).

    Sementara itu, dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu juga pernah berkata:

    جَاءَ حَبَشٌ يَزْفِنُونَ فِى يَوْمِ عِيدٍ فِى الْمَسْجِدِ فَدَعَانِى النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَوَضَعْتُ رَأْسِى عَلَى مَنْكِبِهِ فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَى لَعِبِهِمْ حَتَّى كُنْتُ أَنَا الَّتِى أَنْصَرِفُ عَنِ النَّظَرِ إِلَيْهِمْ.

    Artinya:

    “Ada orang-orang Habasyah menggerak-gerakkan badan (menari) pada hari Id di masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku. Aku meletakkan kepalaku di atas bahu beliau. Aku pun menyaksikan orang-orang Habasyah tersebut sampai aku sendiri yang memutuskan untuk tidak melihat lagi.” (HR. Muslim, no. 892).

    Aisyah menyebutkan bahwa tarian yang dilakukan orang-orang Habasyah menggunakan alat perang. Diriwayatkan oleh hadits Bukhari:

    كانَ الحَبَشُ يلعبونَ بِحِرابِهم فَسَتَرنِي رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وأنَا أنْظُرُ ، فمَا زِلْتُ أنظرُ حتَّى كنْتُ أنا أَنْصَرِفُ

    Artinya:

    “Orang-orang Habasyah bermain-main dengan alat perang mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menabiriku dan aku berusaha untuk tetap melihat. Hal ini terus berlangsung hingga aku sendiri yang memutuskan untuk tidak melihatnya lagi.” (HR. Bukhari, no. 5190).

    Maka dari penjelasan dalil tersebut, bahwasanya tarian telah ada di zaman Rasulullah. Sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anhu tentang orang-orang Habasyah yang menari dengan alat perang.

    Baca juga: 13 Adab Bertetangga dalam Islam, Dicintai Allah SWT

    Firman Tentang Hukum Berjoget dalam Islam 

    Selain mengacu pada dalil dan hadits, para ulama juga menggunakan Al-Quran sebagai pedoman dalam menafsirkan atau meriwayatkan sesuatu. Mengenai hukum berjoget dalam Islam, Allah Ta’ala berfirman:

    لَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

    Artinya:

    “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan cara al-marah, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Isra: 37).

    Kemudian, Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menjelaskan mengenai pengertian dan makna dari ayat tersebut:

    اسْتَدَلَّ الْعُلَمَاءُ بِهَذِهِ الْآيَةِ عَلَى ذَمِّ الرَّقْصِ وَتَعَاطِيهِ. قَالَ الْإِمَامُ أَبُو الْوَفَاءِ ابْنُ عَقِيلٍ: قَدْ نَصَّ الْقُرْآنُ عَلَى النَّهْيِ عَنِ الرَّقْصِ فَقَالَ:” وَلا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً” وَذَمَّ الْمُخْتَالَ. والرقص أشد المرح والبطر

    Artinya:

    “Para ulama berdalil dengan ayat ini untuk mencela joget dan pelakunya. Al-Imam Abul Wafa bin Aqil mengatakan, ‘Al-Qur’an menyatakan dilarangnya joget dalam firman-Nya janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan cara al marah (penuh kesenangan). Dan ayat ini juga mencela kesombongan. Sedangkan joget itu adalah bentuk jalan dengan ekspresi sangat-sangat senang dan penuh kesombongan.” (Tafsir Al-Qurthubi, 10/263).

    Para ulama memiliki pendapat yang berbeda mengenai hukum berjoget dalam Islam. Sejumlah ulama Syafi’iyyah memperbolehkan menari dengan dalil hadits Aisyah radhiyallahu ‘anhu mengenai orang-orang Habasyah. 

    Namun, apabila kita maknai dari hadits tersebut. Dijelaskan bahwa yang dimaksud menari-nari adalah memainkan alat perang. 

    Hukum Berjoget Menurut Para Ulama

    Berbeda pendapat dengan para ulama Syafi’iyah, ulama Hanafiyah, Hanabilah, Malikiyah, dan Al-Qafal dari Syafi’iyyah justru memakruhkan berjoget. Hal ini dijelaskan dalam Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah:

    فَذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ وَالْمَالِكِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ وَالْقَفَّال مِنَ الشَّافِعِيَّةِ إِلَى كَرَاهَةِ الرَّقْصِ مُعَلِّلِينَ ذَلِكَ بِأَنَّ فِعْلَهُ دَنَاءَةٌ وَسَفَهٌ، وَأَنَّهُ مِنْ مُسْقِطَاتِ الْمُرُوءَةِ، وَأَنَّهُ مِنَ اللَّهْوِ. قَال الأَْبِيُّ: وَحَمَل الْعُلَمَاءُ حَدِيثَ رَقْصِ الْحَبَشَةِ عَلَى الْوَثْبِ بِسِلاَحِهِمْ، وَلَعِبِهِمْ بِحِرَابِهِمْ، لِيُوَافِقَ مَا جَاءَ فِي رِوَايَةٍ: يَلْعَبُونَ عِنْدَ رَسُول اللَّهِ بِحِرَابِهِمْ وَهَذَا كُلُّهُ مَا لَمْ يَصْحَبِ الرَّقْصَ أَمْرٌ مُحَرَّمٌ كَشُرْبِ الْخَمْرِ، أَوْ كَشْفِ الْعَوْرَةِ وَنَحْوِهِمَا، فَيَحْرُمُ اتِّفَاقًا

    Artinya:

    “Ulama Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah, dan Al-Qafal dari Syafi’iyyah memakruhkan joget dengan alasan karena ia adalah perbuatan dana’ah (rendah) dan safah (kebodohan). Dan ia merupakan perbuatan yang menjatuhkan wibawa. Dan ia juga merupakan lahwun (kesia-siaan). Al-Abbi mengatakan, ‘Para ulama memaknai hadits jogetnya orang Habasyah bahwa maksudnya (bukan joget sebagaimana yang kita ketahui) namun sekedar lompat-lompat ketika bermain pedang, dan alat-alat perang mereka.’ Sehingga sesuai dengan riwayat yang lain yang menyatakan bahwa mereka (orang Habasyah) bermain-main di dekat Rasulullah dengan alat-alat perang mereka.’ Demikian pemaparan ini semua dengan asumsi joget tersebut tidak dibarengi dengan hal yang diharamkan syariat seperti minum khamr, membuka aurat, atau yang lainnya. Jika dibarengi hal yang diharamkan maka hukumnya haram menurut sepakat ulama.”

    Penjelasan ini dikuatkan oleh Asy-Syaikh Al-Faqih Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, beliau mengatakan:

    لرقص مكروه في الأصل ، ولكن إذا كان على الطريقة الغربية ، أو كان تقليداً للكافرات : صار حراماً

    Artinya:

    “Berjoget/menari hukum asalnya makruh. Namun jika dilakukan dengan cara yang nyeleneh atau meniru orang kafir maka menjadi haram.” (Liqaa Baabil Maftuh, 41/18).

    Dari penjelasan para ulama dapat disimpulkan bahwa berjoget hukumnya makruh. Namun, apabila dilakukan tidak sesuai syariat maka hukum berjoget menjadi haram atau tidak diperbolehkan. 

    Syariat Islam tentang Berjoget dan Menari

    Sebelum melakukan pementasan seni berupa joget atau tarian, hendaknya kita memahami syariat dan aturan yang memperbolehkan joget dalam Islam:

    1. Tidak Ditonton yang Bukan Muhrim

    Hukum berjoget dalam Islam diperbolehkan apabila yang menari laki-laki di hadapan laki-laki. Begitu pun, jika yang menari atau berjoget wanita maka yang melihat dan menonton adalah kaum wanita. 

    2. Menutup Aurat

    Hal yang selanjutnya harus diperhatikan adalah berpakaian sesuai syariat. Meski yang melihat dan menonton adalah sesama laki-laki atau wanita tetapi pakaian yang dikenakan tetap wajib menutup aurat. 

    3. Menjauhi yang Diharamkan

    Berjoget dan menari akan menjadi haram apabila tidak mengikuti syariat atau bahkan mendekati yang haram. Misalnya, laki-laki bergaya seperti wanita, meminum khamr, terdapat iringan musik yang tidak sesuai syariat. 

    Apabila dilakukan dengan hal yang semacam ini, maka para ulama menyepakati hukum berjoget haram. Sebab, hal ini menjadi kemudharatan dan mendekati larangan Allah Ta’ala. 

    Demikian penjelasan mengenai hukum berjoget dalam Islam. Semoga kita senantiasa menjadi muslim yang taat dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

  • Hukum Pasang Veneer Gigi, Bolehkah Menurut Islam?

    Hukum Pasang Veneer Gigi, Bolehkah Menurut Islam?

    Islam merupakan agama yang menganjurkan umatnya untuk selalu merawat diri sebagai bukti cinta kebersihan. Salah satunya adalah merawat gigi. Namun, bagaimana hukum veneer gigi dalam Islam?

    Veneer gigi menjadi salah satu prosedur medis berupa cangkang tipis dengan warna menyerupai gigi. Biasanya ditempelkan di permukaan depan gigi dengan tujuan untuk memperbaiki penampilan.

    Nah, dalam konteks memperbaiki penampilan ini, bagaimana Islam memandangnya? Yuk, kita bahas sama-sama pada artikel kali ini.

    Hukum Pasang Veneer Gigi dalam Islam, Bolehkah?

    Menjadi trend yang saat ini digandrungi oleh kawula muda utamanya perempuan, bagaimana sih hukum Islam memandangnya? Pasalnya, merawat diri memang menjadi anjuran tersendiri dari Allah SWT.

    Namun, memasang veneer (merubah gigi) apakah Islam memperbolehkannya? Mengingat aktivitas veneer gigi ini mampu menutupi ketidaksempurnaan dari tampilan gigi seperti munculnya noda hingga timbul retakan.

    Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kita ambil pemahaman bahwa sebenarnya veneer gigi ini bertujuan untuk pengobatan (mengatasi) permasalahan pada gigi agar berfungsi seperti asalnya.

    Namun, trend yang sekarang ini berkembang utamanya kaula muda perempuan. Veneer banyak dijadikan pilihan sebagai upaya untuk mempercantik diri. Membuat penampilannya lebih menarik di mata orang lain.

    Maka, hal tersebut termasuk ke dalam perbuatan tabarruj, dan Islam jelas melarang hal tersebut. Berdandan atau mempercantik diri dengan tujuan untuk menarik perhatian orang lain, Islam melarangnya dengan keras.

    Allah Ta’ala berfirman:

     وَالتَّبَرُّجُ: التَّكَشُّفُ وَالظُّهُورُ لِلْعُيُونِ، وَمِنْهُ: بُرُوجٌ مُشَيَّدَةٌ. وَبُرُوجُ السَّمَاءِ وَالْأَسْوَارِ، أَيْ لَا حَائِلَ دُونَهَا يَسْتُرُهَا

    Artinya:

    ”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33).

    Jadi, untuk menerangkan kembali bagaimana hukum hukum veneer gigi dalam Islam harus kita kembalikan pada tujuan utama dari melakukannya.

    Apakah sebagai bentuk pengobatan terhadap masalah kesehatan gigi, atau hanya sekedar ingin terlihat lebih cantik. Allah SWT telah memberikan bentuk sebaik-baiknya pada tubuh manusia, dan tugas kita menjaganya.

    Tidak pernah Allah SWT anjurkan untuk umatnya merubah penampilan yang sudah diberikan hanya untuk tujuan nafsu saja.

    Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

    لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

    Artinya:

    “Allah melaknat wanita-wanita yang membuat tato, meminta ditato, mencabuti alis, dan memperbaiki susunan giginya untuk mempercantik diri, yang telah merubah ciptaan Allah.” (HR Al-Bukhari).

    Berdasarkan hadits tersebut dapat kita pahami bahwa perbaikan susunan gigi untuk mempercantik dan mengubah ciptaan Allah SWT itu hukumnya adalah haram.

    Oleh karena itu, kita (khususnya kaum hawa) yang ingin melakukan veneer gigi dengan tujuan untuk mempercantik dan ingin terlihat menarik di mata laki-laki, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu.

    Mengingat bagaimana Allah SWT melarangnya bahkan untuk menghindari fitnah, Rasulullah SAW pun melaknat orang yang melakukannya.

    Baca juga: Bacaan Ratib Al Haddad Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

    Hukum Veneer Gigi dalam Islam Diperbolehkan jika untuk Pengobatan

    Banyak sekali pendapat mengenai merubah ciptaan Allah SWT seperti proses veneer gigi.

    Pertanyaan ini banyak sekali mengundang jawaban dari berbagai sumber. Tentunya berdasarkan pada hadits, firman Allah, dan juga sabda Rasulullah SAW.

    Dalam salah satu buku ‘Umdatul Qari’ Badruddin Al-Aini pernah menerangkan bahwa proses mengubah gigi pada hadits menurut Al-Bukhari yaitu yang berlebihan dalam melakukannya.

    Beliau menerangkan:

    والمعنى هنا المتفلجة هي التي تتكلف بأن تفرق بين الأسنان لأجل الحسن ولا يتيسر ذلك إلا بالمبرد ونحوه

    Artinya:

    “Makna di sini ‘al-mutafallijah’ yaitu orang memaksakan diri merenggangkan giginya demi kecantikan, dan hal itu tidak mungkin dilakukan kecuali dengan proses mengikir atau sejenisnya.” (Badruddin al-‘Aini, ‘Umdatul Qari, jilid XXII, halaman 62).

    Apabila kita ingin melakukan veneer gigi dengan tujuan kecantikan saja, maka hal tersebut tidak dianggap baik. Berbeda jika kita melakukannya untuk masalah kesehatan, Islam memperbolehkannya dengan tegas.

    Penjelasan tersebut juga disampaikan oleh Ibnu Hajar Al-Asqallani di dalam Fathul Bari:

    والمتفلجات للحسن” يفهم منه أن المذمومة من فعلت ذلك لأجل الحسن، فلو احتاجت إلى ذلك لمداواة مثلا جاز

    Artinya:

    “Orang-orang yang memperbaiki susunan giginya’, maksudnya itu adalah perbuatan tercela apabila semata-mata dimaksudnya untuk mempercantik, sedangkan apabila untuk kebutuhan semisal pengobatan maka boleh.” (Ibnu Hajar al-‘Asqallani, Fathul Bari, [Beirut: Darul Fikr, t.t.], jilid X, hal. 373).

    Selain itu, juga ada hadits yang menjelaskan secara rinci apa saja kegiatan yang diperbolehkan di dalam Islam sebagai bentuk perawatan diri dalam perspektif tujuan medis atau perawatan.

    Thahir bin ‘Asyur mengatakan:

     وَلَيْسَ مِنْ تَغْيِيرِ خَلْقِ اللَّهِ التَّصَرُّفُ فِي الْمَخْلُوقَاتِ بِمَا أَذِنَ اللَّهُ فِيهِ وَلَا مَا يَدْخُلُ فِي مَعْنَى الْحُسْنِ فَإِنَّ الْخِتَانَ مِنْ تَغْيِيرِ خَلْقِ اللَّهِ وَلَكِنَّهُ لِفَوَائِدَ صِحِّيَّةٍ، وَكَذَلِكَ حَلْقُ الشَّعْرِ لِفَائِدَةِ دَفْعِ بَعْضِ الْأَضْرَارِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ لِفَائِدَةِ تَيْسِيرِ الْعَمَلِ بِالْأَيْدِي، وَكَذَلِكَ ثَقْبُ الْآذَانِ لِلنِّسَاءِ لِوَضْعِ الْأَقْرَاطِ وَالتَّزَيُّنِ

    Artinya:

    “Tindakan pada ciptaan Allah yang diizinkan juga yang bukan ditujukan untuk mempercantik tidak termasuk dalam kategori mengubah ciptaan Allah. Praktik sunat merupakan pengubahan terhadap ciptaan Allah, namun membawa manfaat bagi kesehatan, begitu pula mencukur rambut untuk kepentingan menangkal penyakit, memotong kuku untuk kepentingan memperlancar pekerjaan yang melibatkan tangan, dan juga tindik telinga perempuan untuk dipakaikan anting dan berhias” (Muhammad Thahir bin ‘Asyur, At-Tahrir wa at-Tanwir, [Tunis, al-Dar al-Tunisiyah lil Nasyr, 1984]. Jilid V, halaman 205).

    Itulah beberapa penjelasan mengenai hukum veneer gigi dalam Islam. Sebagai seorang muslim kita harus pandai dalam memilah mana hal baik dan mana tindakan dengan kemudharatan yang sangat banyak.

    Jangan sampai kita masuk ke dalam golongan orang-orang yang Nabi Muhammad SAW benci, karena akan mendatangkan murka Allah SWT.

  • Hukum Fotografi dalam Islam, Boleh atau Haram? Simak Jawabannya

    Hukum Fotografi dalam Islam, Boleh atau Haram? Simak Jawabannya

    Fotografi adalah seni yang memungkinkan kita untuk merekam momen atau menyimpan kenangan. Dalam konteks Islam, hukum fotografi dalam Islam menjadi isu yang menarik karena melibatkan sejumlah pertimbangan etika serta syariat.

    Pada artikel ini akan menjelaskan hukum fotografi, menyoroti pandangan hingga pedoman yang dapat membimbing umat muslim. Hal ini tentu saja terkait dalam menggunakan dan menghasilkan karya fotografi sesuai syariat Islam.

    Pandangan Islam tentang Fotografi

    Pertama-tama, perlu kita identifikasi terlebih dahulu terkait perbedaan antara fotografi dan menggambar. Islam melarang menggambar makhluk hidup karena menciptakan bentuk yang menyerupai dari ciptaan Allah SWT.

    Namun, dalam fotografi, kita hanya merekam gambar yang sudah ada sebelumnya. Hal ini menjadikannya sebagai tanpa ciptaan yang menyerupai makhluk hidup atau sesuatu objek.

    Terdapat hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang membuat atau menciptakan objek menyerupai ciptaan Allah SWT, maka hal itu dilarang. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

    قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا بَعُوضَةً أَوْ لِيَخْلُقُوا ذَرَّةً

    Artinya:

    “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Siapakah yang lebih zholim daripada orang yang berkehendak mencipta seperti ciptaan-Ku. Coba mereka menciptakan lalat atau semut kecil (jika mereka memang mampu)!” (HR. Bukhari No. 5953 dan Muslim No. 2111).

    Pandangan yang berbeda muncul dari sebuah hadis yang menyatakan bahwa para malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang terdapat gambar-gambar. Meskipun begitu, para ulama sepakat bahwa fotografi berbeda dengan tashwir.

    Pasalnya, proses fotografi hanya merekam bayangan yang ada, serupa dengan cermin yang memantulkan gambar. Menurut Syekh Ali Al-Sais, hasil foto dapat diibaratkan seperti seseorang yang berdiri di depan cermin.

    Oleh karena itu, foto yang dihasilkan oleh kamera bukanlah gambar baru yang mencipta seperti ciptaan Allah. Gambar tersebut merupakan hasil dari pantulan seperti cermin dan tidak termasuk dalam kategori gambar yang dilarang.

    Hukum Fotografi dalam Islam

    Sebagian besar ulama mutakhir seperti Syekh Bakhit Muthi’i, Syekh Jadul Haq Ali Jadul Haq, Syekh Ali Al-Sais, Syekh Yusuf Al-Qardhawi dan lainnya menyatakan bahwa hukum fotografi dalam Islam dianggap mubah atau diperbolehkan.

    Asalkan proses pembuatannya tetap sesuai dengan ketentuan syariat Islam yang telah ditetapkan. Hal ini karena fotografi lebih terkait dengan merekam daripada menggambar dan kegiatannya tidak menciptakan gambar baru yang menyerupai.

    Selain itu, para ulama setuju bahwa hasil foto dari kamera merupakan gambar yang sudah ada ciptaannya Allah SWT. Hasil dari tidak termasuk dalam kategori gambar yang diwajibkan ditiupkan ruhnya.

    Dengan demikian, hukum fotografi dalam Islam dianggap mubah atau diperbolehkan selama proses pembuatannya tidak melanggar prinsip-prinsip syariat Islam. Fotografi dianggap hanya merekam bayangan yang sudah ada sebelumnya.

    Menghasilkan Karya Fotografi Sesuai Syariat Islam

    Fotografi sebagai bentuk seni visual yang berkembang pesat, tidak hanya mencerminkan kreativitas, tetapi juga harus tetap sesuai dengan syariat. Seperti yang kita ketahui bahwa segala aspek di dunia ini sudah diatur.

    Lantas, bagaimana seorang fotografer dapat menghasilkan karya yang indah dan bermakna sekaligus mematuhi prinsip-prinsip syariat Islam? Di bawah ini beberapa cara yang bisa kita lakukan:

    1. Kesadaran Terhadap Batasan Aurat

    1. Kesadaran Terhadap Batasan Aurat

    Fotografer harus senantiasa memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap batasan aurat dalam Islam.

    Hindari mengambil atau mempublikasikan gambar-gambar yang melibatkan aurat atau membawa risiko mengekspos privasi seseorang.

    Baca juga: Hadits Memuliakan Tamu dan Adab Menerima Tamu dalam Islam, Yuk Amalkan!

    2. Tertib dalam Pemrosesan Digital

    Ketika melakukan pengolahan digital, fotografer perlu berhati-hati agar tidak melanggar prinsip kejujuran dan kebenaran.

    Hindari manipulasi gambar yang dapat menyesatkan atau menyalahi kenyataan.

    3. Pertimbangan Etika dalam Pemotretan Manusia

    Ketika mengambil gambar manusia, fotografer harus menjaga etika. Pastikan bahwa subjek foto memberikan izin dan bahwa gambar tersebut diambil dengan rasa hormat, menghormati martabat setiap individu.

    4. Menjauhi Bentuk-Bentuk Penyembahan

    Hindari pembuatan gambar yang dapat diartikan sebagai bentuk penyembahan gambar atau menyerupai praktek-praktek syirik. Hindari memotret patung-patung atau gambar-gambar yang dapat bertentangan dengan ajaran Islam atau tauhid.

    5. Memperkaya Pengetahuan Agama

    Fotografer Islam dihimbau untuk terus memperkaya pengetahuan agama. Mengetahui pandangan Islam tentang fotografi dapat membimbing fotografer dalam mengambil keputusan yang lebih bijak dan sesuai dengan prinsip-prinsip agama.

    6. Menggali Tema-Tema Positif

    Tips lainnya yang bisa kita lakukan agar dapat menghasilkan karya yang sesuai syariat adalah dengan menggali tema-tema positif. Pilih subjek-subjek yang mempromosikan nilai-nilai moral, mendidik hingga sosial dalam masyarakat Islam.

    7. Menjaga Privasi dan Martabat Subjek

    Fotografer perlu memahami bahwa setiap subjek memiliki hak privasi dan martabat. Hindari mempublikasikan gambar-gambar yang dapat merendahkan atau merugikan seseorang. Terlebih lagi yang memperlihat aurat, baik laki-laki maupun perempuan.

    8. Konteks Penggunaan Karya Fotografi

    Pertimbangkan konteks penggunaan karya fotografi. Pastikan bahwa karya tersebut tidak digunakan untuk tujuan yang melanggar ajaran agama atau mengundang praktek-praktek yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

    9. Berpartisipasi dalam Komunitas Fotografi Islami

    Bergabung dengan komunitas fotografi Islami dapat memberikan dukungan dan inspirasi. Melibatkan diri dalam diskusi dan pertukaran ide dengan fotografer yang memiliki perspektif serupa dapat membantu meningkatkan prinsip seni fotografi.

    10. Refleksi dan Konsultasi dengan Ulama

    Fotografer Islam dianjurkan untuk secara rutin merefleksikan karyanya dan memeriksa apakah karya tersebut sesuai dengan nilai-nilai Islam. Jika perlu, konsultasi dengan ulama agama yang dapat memberikan pandangan hukum Islam.

    Hukum fotografi dalam Islam melibatkan sejumlah pertimbangan etika dan hukum. Meskipun terdapat variasi dalam pandangan ulama, kita diharapkan untuk tetap menggunakan fotografi dengan bijak serta sesuai dengan kaidah dan syariat Islam.