Blog

  • Doa Sebelum dan Sesudah Belajar yang Diajarkan Rasulullah SAW

    Doa Sebelum dan Sesudah Belajar yang Diajarkan Rasulullah SAW

    Di dalam Islam, belajar menjadi kegiatan yang sangat dianjurkan. Belajar tidak hanya membuat kita pintar tapi juga meningkatkan kecerdasan emosional. Hendaknya, kita membaca doa sebelum belajar.

    Ada keistimewaan dari membaca doa sebelum melakukan sesuatu. Konon katanya, dengan berdoa Allah akan mempermudah apa yang ingin, hendak atau sedang kita lakukan.

    Jika tujuan kita adalah belajar maka Allah akan membantu kita menyerap pelajaran dengan baik. Pikiran tidak teralihkan dengan hal lain. Fokus pada materi pelajaran yang dipelajari  sendiri atau disampaikan oleh guru atau dosen.

    Doa Sebelum Belajar

    Apa yang kita persiapkan sebelum belajar akan membantu proses pembelajaran menjadi lebih mudah, lancar dan efektif. 

    Tidak hanya memilih buku pelajaran terbaik, peralatan tulis yang bagus tapi juga awali belajar dengan membaca doa-doa bermanfaat berikut.

    1. Lafadz Basmalah

    Sejak kecil, orang tua kita mengajarkan untuk selalu mengucapkan basmalah sebelum melakukan sesuatu.  بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ  yang artinya Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Dengan membaca lafadz basmalah, niscaya apa yang kita kerjakan akan selalu dalam lindungan dan perhatian Allah. Sesungguhnya, belajar bukanlah aktivitas yang berbahaya seperti berperang.

    Belajar adalah kegiatan harian yang biasanya dilakukan secara disengaja atau tidak disengaja oleh semua orang. Di mana pun tempatnya, tidak terbatas hanya di sekolah formal saja.

    Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    2. Doa Mengharapkan Ilmu Bermanfaat

    Apa yang kita kejar dengan belajar? Tentu saja untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat. Ilmu bermanfaat tidak hanya menambah wawasan diri sendiri tapi juga dapat diturunkan untuk orang di sekitar.

    Supaya pengetahuan yang kita pelajari terserap secara sempurna dan menjadi ilmu bermanfaat hendaklah membaca doa sebelum belajar Islam.

    للَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا ‌عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا.

    Allaahumman-fa’nii bimaa ‘allamtanii, wa ‘allimnii maa yanfa’unii, war-zuqnii ‘ilman tanfa’unii bih.

    Artinya: ’’Ya Allah, berilah manfaat atas ilmu yang Engkau berikan kepadaku, ajarkanlah ilmu yang bermanfaat untukku, dan tambahkanlah ilmu untukku.’’

    Doa ini sangat dianjurkan Nabi Muhammad untuk dibaca oleh kita para umatnya. Dan diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 3599.

    3. Doa Terhindar dari Ilmu yang Menyesatkan

    Saat membeli sebuah buku, tentu saja kita membaca terlebih dahulu judul, nama pengarang dan memikirkan apa manfaat dari membaca buku tersebut.

    Penting sekali untuk memfilter apa buku yang hendak kita baca dan pelajari. Jangan sampai kita belajar hal-hal yang tidak bermanfaat dan justru menjerumuskan pada hal yang sesat.

    Apa bacaan doa sebelum belajar yang cocok untuk menghindarkan kita dari ilmu yang sesat?

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بكَ مِن عِلْمٍ لا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لا يُسْتَجَابُ لَهَا.

    Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabulahaa.

    Yang artinya: ’’Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak terkabulkan.’’

    Janganlah lupa untuk membaca doa tersebut sebelum kita belajar. Doa tersebut telah diriwayatkan dalam HR. Muslim no. 2722.

    Baca juga: Adab dan Doa Ziarah Kubur Sesuai Tuntunan Sunnah

    4. Doa Mengharapkan Limpahan Ilmu

    Setiap orang memiliki daya serap yang berbeda saat menyerap pelajaran. Beberapa orang mungkin hanya membutuhkan waktu selama beberapa menit untuk memahami pelajaran. 

    Tapi, ada juga yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk memahaminya.

    Kemampuan seseorang dalam menyerap pelajaran dipengaruhi oleh banyak hal salah satunya DNA, genetik atau IQ yang sudah diturunkan padanya saat dilahirkan. Bagaimana, jika kita sulit menyerap pelajaran dengan baik dan cepat?

    Bacalah doa sebelum belajar dan artinya dengan harapan Allah dapat melimpahkan ilmu pengetahuan. Berikut bacaan doanya.

    وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا .  Artinya ’’Dan katakanlah, ’Ya Rabbi berilah aku tambahan ilmu.’’ Bacaan doa ini juga bisa kita temukan dalam QS. Thaha: 144.

    Doa Sesudah Belajar

    Sebelumnya telah dijelaskan secara mendetail, doa sebelum belajar beserta arti dan manfaatnya untuk kita.

     Kurang afdol rasanya, jika kita tidak belajar doa setelah belajar juga. Mau tahu apa saja doa-doa yang bisa kita ucapkan usai mempelajari sesuatu?

    1. Doa Mengharapkan Ilmu yang Terus Mengalir

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ، فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ وَلَا تُنْسِنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

    Terjemahannya adalah ’’Ya Allah sungguh aku titipkan kepada-Mu, apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, kembalikanlah ia kepadaku ketika aku butuhkan, dan janganlah Engkau lupakan dariku, wahai Tuhan semesta alam.’’

    Bacalah doa setelah belajar dan artinya tersebut agar ilmu pengetahuan yang kita pelajari tidak berakhir pada kesia-sian. Disebut sia-sia, karena pelajaran yang dipelajari berakhir terlupakan oleh hal lainnya yang justru tak penting.

    Yang diharapkan setelah membaca doa tersebut, kita dapat memahami pelajaran dalam jangka panjang. Apalagi saat mempelajari pelajaran yang sifatnya menetap seperti pelajaran matematika, agama dan sebagainya.

    2. Doa setelah Belajar agar Barokah

    Mau belajar matematika, agama, sejarah, PKN atau sebagainya kita ingin semua pelajaran tersebut tidak hanya dibaca dan terlupakan. Penting sekali untuk senantiasa selalu membaca doa sebelum belajar sesuai sunnah.

    Khusus untuk doa selesai belajar, kita bisa mengucapkan doa berikut ini.

    رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْكَتِهِمْ، وَاهْدِنَا الْحُسْنَى بِحُرْمَتِهِمْ.

    Artinya: ”’Tuhanku berilah manfaat kepada kami dengan barokah mereka (paran abi dan ulama), dan tunjukkan kepada kami kebijakan dengan kehormatan mereka.’’

    Yang diharapkan setelah membaca doa tersebut adalah kita memperoleh ilmu yang barokah, bermanfaat dan terhormat. Semua pelajaran yang kita pelajari tidak hanya bermanfaat positif untuk pribadi tapi juga orang lain di sekitar kita.

    Pentingnya Menuntut Ilmu dalam Islam

    Bagi sebagian besar orang, belajar merupakan hal yang sangat menyenangkan. Saking senangnya, tanpa sadar sudah membuat perpustakaan pribadi di rumah.

    Di dalam perpustakaan, tersimpan dengan rapi buku-buku pelajaran, ensiklopedia, buku pengetahuan umum hingga karya fiksi. Namun, sudahkah kita tahu apa pentingnya belajar dalam kacamata Islam?

     طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.

    Menurut HR. Ibnu Majah itu kalimat berbahasa arab itu artinya “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.’’

    Kata wajib yang tertulis menandakan jika menuntut ilmu atau belajar merupakan suatu kegiatan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam Islam. Karena selain mencerdaskan diri sendiri juga bisa membantu mencerdaskan bangsa.

    Dari segi sosialisasi, seseorang yang cerdas juga akan lebih mudah terjun ke masyarakat. Mudah diterima oleh orang lain terutama jika memiliki gagasan-gagasan yang bagus dan cemerlang.

    Oleh karena itu, hendaknya kita memulai belajar sejak kecil. Ucapkan doa sebelum belajar di sekolah, di rumah maupun di mana saja saat kita melakukannya.

    Apalagi belajar bukanlah hal yang dilarang atau berbayar. Teknologi digital, juga memungkinkan kita belajar dari berbagai sumber tidak hanya dari buku cetak saja. Bukan hanya belajar dari buku berbahasa Indonesia tapi juga bahasa lainnya.

    Ternyata, ada banyak sekali doa sebelum belajar dan setelah belajar yang bisa kita ucapkan. Apa pun doa yang dipanjatkan, harapan kita adalah materi pelajaran yang dipelajari dapat diserap dengan sempurna dan dipahami dengan baik.

  • Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid: Arab, Latin, dan Artinya

    Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid: Arab, Latin, dan Artinya

    Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menerapkan adab yang baik. Maka, saat mengunjungi tempat ibadah bagi umat muslim, sudah sewajarnya kita membaca doa masuk masjid.

    Pasalnya, masjid ibarat rumah Allah di bumi, yang mana menjadi tempat kita memanjatkan doa kepada-Nya. Masjid juga merupakan tempat umat muslim mengadakan berbagai kegiatan keagamaan.

    Doa Masuk Masjid

    Membaca doa termasuk dalam adab yang baik saat berkunjung ke masjid. Rasulullah SAW telah mengajarkan beberapa doa masuk masjid.

    Umat Islam dianjurkan untuk mengamalkan doa tersebut bersamaan dengan menerapkan sikap yang tepat.

    Mari simak beberapa doa masuk masjid dan keluar masjid beserta artinya berikut:

    1. Doa Masuk Masjid Pendek

    Doa masuk masjid

    Melansir dari Konsultasi Syariah, terdapat dua ketika memasuki masjid yang bacaannya pendek. Dalam doa ini, terdapat pujian pada Nabi Muhammad SAW.

    Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Sunni, Abu Daud, dan dishahihkan Al-Albani, berikut bacaannya:

    بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ

    Adapun dalam tulisan latin yaitu: Bismillahi wa shalallahu wa salamu ‘ala rasulillah

    Artinya: “Bismillah, shalawat dan salam untuk Rasulullah.”

    Sementara doa yang kedua berdasarkan hadits riwayat Muslim. Doa ini mengandung permohonan rahmat Allah SWT.

    Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Dalam tulisan latin, sebagai berikut: Allahummaftha lii abwaaba rahmatika.

    Artinya: “Ya Allah, bukakanlah pintu rahmatmu untukku.”

    Baca juga: Tata Cara Sholat Jamak Qasar: Niat dan Syarat Sah Melakukannya

    2. Doa Masuk dan Keluar Masjid Sesuai Sunnah

    Doa berikutnya merupakan doa yang dibaca oleh Rasulullah ketika memasuki masjid.

    Berikut bacaan doa masuk masjid Arab:

    أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Dalam tulisan latin bacaannya yaitu: A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang Mulia, dengan kekuasan-Nya yang langgeng, dari godaan setan yang terkutuk.”

    Doa tersebut memiliki keutamaan khusus. Bersumber dari hadist riwayat Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani:

    Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat masuk ke masjid membaca doa di atas. Kemudian Beliau bersabda:

    فَإِذَا قَالَ: ذَلِكَ قَالَ الشَّيْطَانُ: حُفِظَ مِنِّي سَائِرَ الْيَوْمِ

    Artinya: “Jika orang membaca doa ini maka setan berteriak, ‘Orang ini dilindungi dariku sepanjang hari’.”

    Sementara, ketika keluar dari masjid hendaknya kita juga membaca doa.

    Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

    Adapun dalam tulisan latin, bunyinya: Allaahumma innii as’aluka min fadhlika.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akan segala keutamaan-Mu.”

    Pengamalan doa masuk masjid dan keluar masjid merupakan ajaran dari Rasulullah SAW. Bersumber dari hadist

    Dari Abu Humaid radhiallahu’anhu atau dari Abu Usaid radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

    إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

    Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaknya dia membaca, “Allahummaftahli abwaaba rahmatika” (Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila keluar, hendaknya dia mengucapkan, “Allahumma inni as’aluka min fadhlika (Ya Allah, aku meminta karunia-Mu)” (HR Muslim).

    Baca juga: Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Adab Masuk ke dalam Masjid

    Alangkah baiknya apabila kita mengamalkan doa masuk masjid dan artinya bersamaan dengan adab yang sesuai ajaran Islam. Apalagi, memakmurkan masjid merupakan sikap yang memiliki banyak keutamaan.

    Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

    فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فيِ الصَّلاَةِ مَاكَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ واْلمَلاَئِكَةُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ أَحَدِكُمْ مَادَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلىَّ فِيْهِ يَقُوْلُوْنَ: اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ الّلهُمَّ اغْفِرْ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ

    Artinya: “Apabila seseorang memasuki masjid, maka dia dihitung berada dalam salat selama salat tersebut yang menahannya (di dalam masjid), dan para malaikat berdoa kepada salah seorang di antara kalian selama dia berada pada tempat salatnya,

    Mereka mengatakan, “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadanya, ya Allah ampunilah dirinya selama dia tidak menyakiti orang lain dan tidak berhadas,” (HR Bukhari dan Muslim).

    Adapun adab yang baik ketika pergi ke masjid meliputi:

    1. Mengenakan Pakaian yang Bersih dan Rapi

    Laki-laki muslim sebaiknya mengenakan pakaian yang bersih dan bagus saat pergi ke masjid. Selain itu, dianjurkan juga memakai wangi-wangian.

    Sedangkan kaum muslimah sebaiknya tidak memakai minyak wangi maupun berhias berlebihan. Muslimah juga hendaknya menutup aurat dengan baik.

    Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 31 yang berbunyi:

    يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا

    Artinya: “Wahai bani Adam, gunakanlah perhiasan kalian setiap kali menuju masjid, makan dan minumlah kalian…”

    2. Wudhu dari Rumah

    Melansir dari Konsultasi Syariah, banyak dalil menyebutkan bahwa berwudhu dari rumah merupakan keadaan yang sesuai dengan sunnah.

    Salah satu dalilnya yaitu hadir dari Ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

    وما من رجل يتطهر فيحسن الطهور ثم يعمد إلى مسجد من هذه المساجد إلا كتب الله له بكل خطوة يخطوها حسنة،ويرفعه بها درجة،ويحطّ عنه بها سيئة

    Artinya: “Jika seseorang wudhu dengan sempurna, kemudian menuju masjid, maka Allah akan mencatat setiap langkahnya sebagai pahala untuknya, mengangkat derajatnya, dan menghapuskan dosanya…” (HR. Muslim).

    3. Berjalan dengan Tenang dan Berdoa

    Saat keluar dari rumah, pastikan untuk memakai alas kaki yang bersih. Selain itu, gunakan alas kaki mulai dari kaki sebelah kanan.

    Selanjutnya, meski perlu bersegera berangkat saat mendengar iqamah, kita sebaiknya berjalan ke masjid dengan tenang.

    Selama perjalanan, kita bisa membaca doa menuju masjid sebagaimana ajaran Rasulullah. 

    Melansir dari halaman Muslim, terdapat dua doa yang bisa kita amalkan, yaitu doa keluar rumah dan doa menuju masjid.

    Berikut bacaan doa saat keluar rumah:

    بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

    Dalam tulisan latin bacaannya sebagai berikut:

    Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepada-Nya, tidak ada daya dan upaya selain dari Allah semata.” (HR. Tirmidzi no. 3426 dan Abu Dawud no. 5095).

    Selanjutnya, kita sebaiknya membaca doa berikut ketika berjalan menuju ke masjid:

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا

    Artinya:

    “Yaa Allah… berilah cahaya di hatiku, di penglihatanku dan di pendengaranku, berilah cahaya di sisi kananku dan di sisi kiriku, berilah cahaya di atasku, di bawahku, di depanku dan di belakangku, Yaa Allah berilah aku cahaya” (HR. Bukhari no. 6316 dan Muslim no. 763).

    4. Melepaskan Alas Kaki

    Setelah sampai di masjid, sebaiknya kita melepaskan alas kaki dengan mendahulukan kaki kiri. Kemudian saat masuk ke masjid, dahulukan kaki kanan.

    Adab tersebut sesuai dengan sunah yang berlandaskan hadis riwayat Ibn Majah yang dishahihkan Al-Albani.

    Rasulullah SAW bersabda:

    إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُمْنَى، وَإِذَا خَلَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُسْرَى

    Artinya:“Apabila kalian memakai sandal, mulailah dengan kaki kanan, dan jika melepas, mulailah dengan kaki kiri.”

    Selain menerapkan sunnah, sebaiknya kita juga membaca doa ketika memasuki masjid.

    5. Shalat Tahiyatul Masjid

    Terdapat anjuran setelah masuk ke bagian masjid, yaitu melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Adapun pelaksanaan shalat ini hukumnya sunnah. Jadi, kita bisa melaksanakan apabila masih memungkinkan.

    Satu lagi anjuran saat hendak melaksanakan shalat, yaitu mendekat atau menghadap ke sutrah (dinding, tiang, atau benda lain).

    6. Menjaga Sikap yang Baik

    Islam menganjurkan umat muslim untuk menjaga sikap baik. Terlebih lagi, saat kita berada di masjid.

    Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk menghindari berperilaku tidak sopan, seperti membuat suara tinggi atau keras, duduk dengan posisi yang tidak sopan, ataupun berkata kasar.

    Waktu menunggu shalat sebaiknya kita isi dengan berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT.

    Itulah doa masuk masjid serta adab yang tepat saat ke masjid. Beberapa ulama menyarankan untuk mengamalkan semua doa saat menuju dan masuk masjid. Namun, jika terlalu berat untuk menghafalkannya, kita bisa membaca salah satu.

  • Arti Fii Amanillah dan Cara Menjawab Ucapannya

    Arti Fii Amanillah dan Cara Menjawab Ucapannya

    Sama seperti basmalah, fii amanillah merupakan bagian dari bahasa arab. Kata ini mungkin tidak diucapkan sesering basmalah, insyaAllah maupun MasyaAllah. Tidak heran jika banyak yang bertanya-tanya, fii amanillah artinya apa?

    Kapan waktu yang tepat mengucapkan kata tersebut? Apa makna dari kata fii amanillah sehingga harus diucapkan oleh seorang muslim?

    Berbagai pertanyaan tersebut, dapat kita ketahui jawabannya dengan membaca artikel berikut. Ketika mengetahui arti dan maknanya, tentunya kita tidak akan ragu untuk mengucapkan fii amanillah di kesempatan yang tepat.

    Fii Amanillah Artinya Apa?

    Fii Amanillah Artinya Apa?

    Islam mengajarkan kita banyak hal. Tentang kehidupan, tentang cinta, tentang persaudaraan dan sebagainya. Dan sejak kecil, orang tua telah membekali kita dengan pelajaran agama.

    Seiring bertambahnya usia, pengetahuan mengenai agama pun semakin bertambah begitu pula pengenalan kata-kata berbahasa arab yang seringkali diucapkan. Kita tidak lagi hanya mengenai assalamualaikum atau astagfirullah saja.

    Karena faktanya, ada banyak kata dalam bahasa arab lainnya yang turut memiliki pengertian positif. Bahkan jika diucapkan bisa menjadi doa yang jauh lebih baik daripada kita mengucapkan kata yang sama dalam bahasa indonesia.

    Fii amanillah atau dalam bahasa arab ditulis

    في أمان الله

    Fii Amanillah

    Artinya: ’’Semoga Engkau dalam lindungan Allah.’’ 

    Dilihat dari terjemahannya, sudahkah kita mengetahui dalam konteks apa fii amanillah diungkapkan seorang muslim?

    Lalu, apakah fii amanillah untuk perempuan dan laki-laki itu berbeda pengertian dan pengucapannya? Jika kita menerima ungkapan tersebut dari seorang muslim, apa baiknya respon yang diberikan?

    Baca juga: 2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    Cara Menjawab Fii Amanillah

    Tidak berbeda dengan assalamualaikum yang berpasangan dengan waalaikumsalam sebagai jawaban atas pertanyaannya.

    Fii amanillah pun demikian. Terlepas, apakah itu fii amanillah untuk laki-laki atau perempuan, jawabannya tetap sama.

    Ada pun jawaban terbaik yang harus kita berikan adalah:

    مَعَ السّلَامَةِ

    Latin: Ma’assalamah

    Artinya: ’’Semoga keselamatan selalu menyertaimu.’’

    Ucapan ini secara tidak langsung membuat kita juga mendoakan muslim yang telah mengucapkan fii amanillah. Saling mendoakan akan memberikan manfaat positif pada kedua belah pihak.

    Jikalau kita sudah mengetahui fii amanillah artinya apa, berikut ucapan balasan yang tepat, maka jangan ragu untuk mengalamkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Meski demikian, kita tidak bisa mengucapkan fii amanillah secara sembarangan. Kata ini hanya bisa diungkapkan di waktu-waktu tertentu. Ibaratnya, seperti assalamualaikum yang seringkali diucapkan seseorang ketika mengawali sesuatu.

    Yang dimaksud mengawali sesuatu seperti ketika sedang menyampaikan pidato atau ceramah. Assalamualaikum juga biasa diungkapkan ketika kita sampai di suatu tempat dan ingin masuk ke dalam ruangan.

    Tapi, sebelum membahas lebih lanjut kapan waktu terbaik mengucapkan fii amanillah untuk orang banyak. Baiknya kita ketahui lebih dahulu makna dari kata berbahasa arab tersebut.

    Makna Fii Amanillah

    Fii amanillah merupakan kata positif yang bisa diucapkan oleh siapa saja entah itu laki-laki maupun perempuan. Agar pemahaman kita tentang kata tersebut sebagai mendalam, yuk ketahui apa saja maknanya.

    1. Mendoakan Keselamatan Orang Lain

    Bahaya bisa datang dan menimpa siapa saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Demi terhindar dari bala atau musibah, sebagai muslim kita seringkali berdoa sebelum melakukan sesuatu.

    Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk memanjatkan doa pada Allah. Ada yang suka berdoa singkat saja yang penting sesuai dengan tujuannya. Namun, ada pula yang lebih suka berdoa panjang, membicarakan segalanya.

    Sebagai seorang muslim, alangkah baiknya jika kita tidak hanya mendoakan diri sendiri. Biasakanlah untuk turut mendoakan orang lain termasuk mendoakan keselamatan sesama muslim.

    Bagaimana caranya? Kita hanya perlu mengucapkan fii amanillah atau fii amanillah wa barakallahu fiikum. Kata yang kita ucapkan tersebut secara tidak langsung telah membantu mendoakan sesama agar selalu selamat.

    Hidup yang selamat merupakan harta yang sangat berharga. Mengapa demikian? Karena faktanya, masih banyak orang di Indonesia yang meninggal karena kecelakaan entah itu kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja.

    Baca juga: Doa Ketika Ada Petir Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya (Shahih)

    2. Ungkapan Cinta Kasih terhadap Sesama

    Mengucapkan I love you atau aku cinta kamu mungkin menjadi tanda cinta kasih seseorang, tapi sayangnya tidak bisa digunakan secara universal. Tidak mungkin kita mengucapkan aku cinta kamu pada tetangga, bukan?

    Selain tidak pada tempatnya, kata tersebut juga sifatnya terlalu intim dan hanya cocok diucapkan pada pasangan. Lalu, bagaimana ucapkan cinta kasih yang paling sesuai untuk sesama menurut Islam?

    Tidak lain adalah mengucapkan fii amanillah. Terlebih, kita sudah tahu fii amanillah artinya apa. Sehingga, tidak perlu khawatir apa yang diucapkan tidak pada tempatnya atau terkesan aneh untuk orang lain.

    Saudara muslim kita justru akan senang jika mendengar kata fii amanillah diucapkan untuknya. Siapa pun yang paham dengan artinya, pasti merasa berterima kasih dan bahagia karena kita telah mengungkapan cinta kasih antar sesama muslim.

    Hal seperti ini tentunya jauh lebih baik dan normal diucapkan daripada aku cinta kamu, bukan?

    3. Kepedulian terhadap Sesama

    Sejauh kita menjalani kehidupan ini, apakah rasa kepedulian antar sesama semakin terpupuk atau justru terkikis? Peduli terhadap sesama bisa diwujudkan dengan berbagai kegiatan.

    Secara materi, kita bisa menunjukkan kepedulian dengan memberikan sedekah atau santunan pada muslim yang membutuhkan. Kepedulian non materil bisa diwujudkan melalui perhatian yang diberikan.

    Contohnya, saat teman muslim kita sakit, kita tidak hanya mendoakannya lekas sembuh tapi juga menengoknya. Atau saat teman muslim kita tertimpa musibah, kita bisa memberikan support agar bisa bangkit kembali.

    Menariknya, rasa kepedulian juga bisa tercipta ketika kita mengucapkan fii amanillah pada sesama muslim. Tentunya, akan lebih baik lagi jika ucapan tersebut dilakukan setulus hati bukan hanya di bibir saja.

    Waktu Terbaik Ucapkan Fii Amanillah

    Dari penjelasan sebelumnya, kita telah memahami fii amanillah ma’assalamah artinya apa. Untuk menutup artikel ini, mari kita bersama-sama menyimak kapan saja waktu terbaik mengucapkan fii amanillah.

    1. Sebelum Melakukan Perjalanan

    Sebagaimana makna fii amanillah yang mendoakan keselamatan. Kita bisa mengucapkan kata ini sebelum sesama muslim melakukan perjalanan. Terlepas dari alat transportasi yang digunakannya.

    Misalnya, kita mengetahui ada saudara muslim yang hendak terbang ke luar kota atau luar negeri. Maka, ucapkanlah fii amanillah demi mendoakan keselamatannya selama perjalanan hingga sampai di tujuan.

    Ucapan ini jauh lebih baik daripada mengatakan sampai jumpa lagi atau selamat jalan. Pengucapan fii amanillah untuk diri sendiri juga sangatlah mudah. 

    Apalagi sejak kecil, orang tua kita telah membekali kita dengan pelajaran tajwid dan membaca Al Qur’an.

    2. Sebelum Menutup Hari

    Waktu terbaik lainnya untuk mengucapkan fii amanillah adalah sebelum menutup hari yakni di malam hari. Maka, alangkah baiknya jika kita mengucapkan fii amanillah pada sesama muslim daripada mengatakan good night atau selamat tidur.

    Baik, kata good night, selamat tidur maupun fii amanillah, ketiganya merupakan kata sederhana nan simpel. Jadi, jika makna fii amanillah jauh lebih positif mengapa tidak beralih dan mulai membiasakan diri.

    3. Sebelum Berpamitan dengan Orang Lain

    See you, good bye, sampai ketemu besok, dan sebagainya merupakan kata-kata pamitan yang biasa dikatakan ketika kita bertemu seseorang atau teman lama.

    Namun sesuai fii amanillah artinya ’’Semoga Engkau dalam lindungan Allah.’’ Mengatakan kata berbahasa arab ini tentu saja jauh lebih baik dan bermakna. 

    Muslim yang mendengarnya juga secara otomatis akan mengucapkan Ma’assalamah.

    4. Sebelum Berperang

    Seiring peradaban yang semakin berkembang, manusia sudah berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik. Sayangnya, perang masih terjadi terutama di beberapa negara yang merebutkan wilayah.

    Untuk sesama muslim kita bisa mengucapkan fii amanillah sebelum mereka pergi berperang. Ucapan ini bukan hanya ungkapan kepedulian kita tapi juga pengharapan kita akan keselamatan mereka.

    Berharap jika semua muslim yang saat ini masih menderita karena berperang selalu terhindar dari bahaya. Semoga peperangan juga bisa segera berakhir dan semua negara dapat hidup dengan nyaman tanpa penderitaan.

    Bagaimana? Sudah memahami dengan baik fii amanillah artinya apa? Lengkap dengan cara menjawab jika mendengar seorang muslim mengucapkan fii amanillah.

    Semakin sering mengucapkan fii amanillah antar sesama muslim, maka semakin familiar juga kata ini di telinga. Jadi, sudahkah kita bersiap untuk mengucapkan fii amanillah tentunya dengan tulus hati dan cinta kasih?

  • Niat Sholat Jumat Makmum & Imam Beserta Tata Caranya

    Niat Sholat Jumat Makmum & Imam Beserta Tata Caranya

    Mungkin bagi sebagian laki-laki muslim yang baru baligh, ada yang belum mengetahui niat sholat Jumat, tata cara, hingga keistimewaannya.

    Sholat Jumat sendiri hukumnya fardu’ain atau wajib, sehingga setiap laki-laki muslim yang meninggalkan sholat Jumat tanpa alasan yang diperkenakan secara syar’i dianggap telah melakukan dosa besar.

    Agar apa yang telah dilaksanakan laki-laki muslim diterima baik dengan Allah. Penting untuk mengetahui niat, tata cara serta hukum terkait sholat Jumat.

    Hukum Sholat Jum’at

    Sebelum membahas syarat sah, niat dan tata cara sholat Jumat, ada baiknya kita mengetahui hukum sholat Jumat itu sendiri.

    Sebagai muslim yang sudah baligh (mukalaf) atau yang sudah mampu menerima kewajiban, wajib untuk melaksanakan sholat Jumat.

    Sekalipun sedang dalam keadaan bekerja, berbisnis, belajar, ataupun kesibukan lainnya. Kewajiban ini tentu didasari firman Allah SWT yang tertulis dalam Al-Qur’an surat Al Jumah ayat 9, yang artinya:

     “Hai orang yang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu dalam mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui“.

    Lantas, adakah alasan yang membolehkan untuk tidak sholat Jumat? Tentu saja ada, seorang muslim boleh melewatkan sholat Jumat jika memiliki alasan dengan uzur syar’i.

    Baca juga: Jazakumullah Khairan Katsiran, Arti dan Cara Menjawabnya

    Uzur syar’i yang dibahas dalam artikel ini yakni sakit, wanita, dan anak kecil. Keterangan ini didasari oleh hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Sholat Jumat adalah wajib bagi setiap muslim dengan berjamaah kecuali empat orang: hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang sakit”.

    Berbeda dengan mereka yang meninggalkan sholat Jumat tanpa alasan seperti malas karena suatu kesibukan ataupun karena ketiduran. Hal ini tentu tidak diperhitungkan sebagai uzur syar’i. Kelalaian ini dijelaskan dalam hadis riwayat Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

    “Jika benar, mereka meninggalkan sholat Jumat dengan sengaja (meremehkannya) dan bukan karena kondisi darurat serta dilakukan sebanyak tiga kali waktu Jumat, Allah akan mengunci hatinya.”

    Dengan dalil-dalil yang sudah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa penting sekali untuk melaksanakan sholat Jumat bagi seorang laki-laki muslim. Selain itu, Allah membenci orang-orang yang melewatkannya.

    Syarat Sah dan Syarat Wajib Sholat Jum’at

    Setelah mengetahui hukum sholat Jumat bagi seorang laki-laki muslim, maka penting juga untuk mengetahui apa saja syarat sah melaksanakan sholat Jumat. Adapun syarat sah pelaksanaan sholat Jumat adalah sebagai berikut:

    1. Sholat Jumat dilaksanakan di lingkungan perkampungan atau kota.
    2. Harus dilaksanakan saat waktu dzuhur.
    3. Harus dilaksanakan secara berjamaah dengan jumlah jamaah yang hadir minimal 40 orang.
    4. Tidak didahului atau mendahului sholat Jumat pada lingkungan yang sama.
    5. Harus didahului dua kutbah

    Selain itu, penting juga untuk mengetahui syarat wajib sholat jumat, yakni:

    1. Beragama Islam
    2. Telah dewasa atau baligh
    3. Tidak gila atau mengalami gangguan kejiwaan
    4. Laki-laki, karena wanita tidak wajib melakukan sholat Jumat
    5. Bertempat tinggal tetap atau bermukim. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh tidak wajib melaksanakan sholat Jumat, hal ini merujuk pada hadis riwayat  Rasulullah SAW yang berbunyi “Bagi musafir tak wajib untuk melakukan sholat Jumat.” (HR. Daruquthni).
    6. Merdeka (sholat Jumat tidak wajib bagi budak atau orang yang tidak merdeka)

    Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    Niat Sholat Jumat Makmum dan Imam

    Niat adalah amalan hati (amaliyah qolbiyah) sehingga hanya Allah SWT dan pribadi masing-masing yang tahu mengenai beramal dan juga beribadah. Adapun niat sholat makmum dan imam yakni:

    1. Niat Sholat Jumat bagi Makmum

    اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Latin: Ushollii fardhol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku berniat sholat Jumat dua rakaat, menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah ta’ala.”

    2. Niat Sholat Jumat bagi Imam

    أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli fardhol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imamal lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku berniat sholat Jumat dua rakaat, menghadap kiblat, sebagai imam, karena Allah ta’ala.”

    Amalan Sunnah Sebelum dan Saat Sholat Jum’at

    Sebelum melaksanakan sholat Jum’at, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW sebelum dilaksanakannya sholat Jumat.

    Berikut beberapa amalan yang disunnahkan sebelum sholat Jumat:

    1. Mandi yang bersih. Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda: “Mandi pada hari Jumat adalah wajib atas setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    2. Memotong kuku dan mencukur kumis.
    3. Memakai pakaian yang rapi dan bersih (diutamakan yang berwarna putih). Diriwayatkan dalam hadis Ahmad, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memakai pakaian indah pada hari Jumat sebagai penghormatan kepada Allah dan hari Jumat, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya antara dua Jumat tersebut.” (HR. Ahmad)
    4. Memakai wangi-wangian.
    5. Berdoa ketika keluar rumah.
    6. Datang lebih awal ke masjid. Diriwayatkan dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabd: “Barangsiapa yang pergi ke masjid pada hari Jumat, maka hendaklah dia pergi lebih awal.” (HR. Muslim)
    7. Menuju masjid dengan tidak terburu-buru dan tidak banyak bicara
    8. Ketika masuk ke masjid, dahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid dan membaca doa masuk masjid “Allahummaf tahlii abwaaba rohmatik.”
    9. Melaksanakan sholat sunnah Tahiyatul masjid. Seperti diriwayatkan dalam hadis riwayat Abu Qatadah, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian masuk ke masjid, hendaklah dia melakukan dua rakaat sebelum duduk.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    10. Ber’itiqaf (duduk) sambil membaca Alquran, dzikir, atau bersholawat.
    11. Menghentikan dzikir atau bacaan lainnya saat khatib naik ke atas mimbar untuk menyampaikan khotbah Jumat. Diriwayatkan dalam hadis Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendengarkan khutbah Jumat dengan khusyuk, maka dosa-dosanya antara dua Jumat tersebut dan tambahan tiga hari akan diampuni.” (HR. Muslim)

    Keutamaan Melaksanakan Sholat Jumat

    Di antara keutamaan atau fadhilah sholat jumat adalah sebagai berikut:

    1. Menghapuskan dosa

    Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

    Di antara sholat lima waktu, di antara Jumat yang satu dan Jumat yang berikutnya, itu dapat menghapuskan dosa di antara keduanya selama tidak dilakukan dosa besar.” (HR. Muslim no. 233).

    2. Memperoleh Pahala yang Besar

    Bagi orang yang melaksanakan sholat Jumat, memperoleh pahala yang besar. Hal ini diriwayatkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: 

    مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

    Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut).” (HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850)

    3. Setiap Langkah Menuju Masjid Mendapatkan Ganjaran Puasa Dan Shalat Setahun

    Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

    Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan sholat setahun.” (HR. Tirmidzi no. 496. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits dalam Tuhfatul Ahwadzi, 3: 3).

    Tata Cara Melaksanakan Sholat Jumat

    Gerakan sholat Jumat pada dasarnya sama dengan gerakan sholat sunnah dan wajib lainnya. Begitu pula dengan bacaan di dalam sholat Jumat. Perbedaannya terletak pada niat saja. Berikut tata cara sholat Jumat yang perlu kamu ketahui:

    1. Bersuci dan berwudhu
    2. Mendengarkan khutbah
    3. Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat sholat Jumat
    4. Melakukan takbiratul ihram
    5. Membaca doa Iftitah
    6. Membaca surat Al-Fatihah
    7. Membaca surat pendek dalam Al Quran
    8. Rukuk
    9. Iktidal
    10. Sujud pertama
    11. Duduk di antara dua sujud
    12. Sujud kedua
    13. Duduk untuk tasyahud awal
    14. Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua
    15. Membaca surat Al-Fatihah
    16. Membaca surat pendek dalam Al Quran
    17. Rukuk
    18. Iktidal
    19. Sujud pertama
    20. Duduk di antara dua sujud
    21. Sujud kedua
    22. Duduk untuk tasyahud akhir
    23. Salam

    Itu dia penjelasan mengenai niat sholat jumat serta keutamaannya, semoga bermanfaat dan menjadi amalan bagi yang ingin memperbaiki sholat dan menjalankannya karena Allah ta’ala.

    Terimakasih sudah berkunjung, sampai bertemu kembali. Assalamualaikum wr.wb 

  • Bacaan Sholawat Badar Arab Latin dan Artinya

    Bacaan Sholawat Badar Arab Latin dan Artinya

    Sebagian orang Muslim pasti mengenal sholawat Badar. Sholawat ini merupakan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang mana apabila kita membacanya akan mendatangkan banyak sekali manfaat dalam kehidupan kita.

    Tidak hanya itu, sholawat ini juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri dan memohon pertolongan pada Allah SWT. Perlu diketahui bahwa nama sholawat ini diambil dari sebuah peperangan antar umat Islam saat melawan musuh dan membawa kemenangan dalam sejarah Islam.

    Ada banyak sekali keutamaan yang bisa diambil, jika kita istiqomah dalam membacanya. Lebih lanjut, mari simak penjelasan lengkap berikut ini.

    Lirik Bacaan Sholawat Badar

    Berikut sholawat Badar Arab dan Latinnya:

    صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ

    صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ

    Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah

    Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah

    تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ

    وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah

    Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ

    وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ

    llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah

    Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ

    مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii’a Adziyyatin Wahrif

    Makaa idal ‘idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا

    وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    llaahi Naffisil Kurbaa Minal’Ashiina Wal’Athbaa

    Wakulli Baliyyatin Wawabaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ

    وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Fakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat

    Wakam Min Ni’matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah

    وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ

    وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Wakam Aghnaita Dzal ‘Umri Wakam Autaita D’Zal Faqri

    Wakam’Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ

    فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Laqad Dlaaqat’Alal Oalbi Jamii’ul Ardli Ma’ Rahbi

    Fa Anji Minal Balaas Sha’bi Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ

    فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Atainaa Thaalibir Rifdi Wajullil Khairi Was Sa’di

    Fawassi’ Minhatal Aidii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ

    اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Falaa Tardud Ma’al Khaibah Balij’Alnaa’Alath Thaibah

    Ayaa Dzal ‘lzzi Wal Haibah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى

    اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Wain Tardud Faman Ya-Tii Binaili Jamii’i Haajaati

    Ayaa jalail mulimmaati Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا

    وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    llaahighfir Wa Akrimnaa Binaili Mathaalibin Minnaa

    Wadaf i Masaa-Atin ‘Annaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    اِلهِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ

    وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    llaahii Anta Dzuu Luthfin Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu ‘Athfin

    Wakam Min Kurbatin Tanfii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ

    وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

    Washalli ‘Alan Nabil Barri Bilaa ‘Addin Walaa Hashri

    Wa Aali Saadatin Ghurri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

    Berikut terjemahan sholawat Badar bahasa Indonesia:

    Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah.

    Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah.

    Kami berwasilah dengan berkah basmalah, dan dengan Nabi yang menunaikan lagi utusan Allah.

    Dan seluruh orang yang berjuang karena Allah, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah, semoga Engkau menyelamatkan ummat, dari bencana dan siksa.

    Dan dari susah dan kesulitan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah semoga Engkau selamatkan kami dari segala yang menyakitkan, dan semoga Engkau menjauhkan dari berbagai tipu daya musuh-musuh.

    Dan semoga Engkau mengasihi kami, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah semoga Engkau menjauhkan beberapa kesusahan, dari orang-orang yang bermaksiat dan membuat kerusakan.

    Dan semoga Engkau menghilangkan semua bencana dan wabah penyakit, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Maka sudah banyak rahmat yang telah sampai, dan sudah banyak kenistaan yang dihilangkan.

    Dan sudah banyak dari nikmat yang telah sampai, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Sudah berapa kali Engkau memberi harta orang yang makmur, dan berapa kali Engkau memberi nikmat kepada orang yang fakir.

    Dan berapa kali Engkau mengampuni orang yang berdosa, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Sungguh hati manusia yang merasa sempit di atas tanah yang luas ini, karena banyaknya marabahaya yang menakutkan dan malapetaka yang menghancurkan.

    Semoga Allah menyelamatkan kami dari bencana yang menakutkan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Kami datang dengan memohon pertolongan, dan memohon kebaikan dan keberkahan.

    Semoga Allah meluaskan anugerah yang melimpah-limpah, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Maka janganlah Engkau menolak kami dari kerugian, bahkan jadikanlah diri kami dapat beramal baik dan selalu berbahagia.

    Wahai Dzat yang punya kebesaran dan keagungan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah semoga Engkau mengampuni segala kesalahan kami dan memuliakan kami dengan beberapa permohonan.

    Dan menolak kesalahan-kesalahan kami, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Ya Allah, Engkaulah yang mempunyai belas kasihan dan punya anugrah dan kasih sayang.

    Sudah banyak kesusahan yang sirna dari sebab berkahnya sahabat ahli Badar ya Allah.

    Dan semoga Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi yang senantiasa berbakti kepada-Mu dengan limpahan rahmat dan kesejahteraan yang tak terbilang dan tak terhitung.

    Dan semoga tetap atas para keluarga Nabi dan para Sayyid yang bersinar cahayanya, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

    Baca juga: Doa Malam Lailatul Qadar dan Amalan di malam Lailatul Qadar, Yuk Amalkan!

    Amalan-amalan Saat Melafalkan Sholawat Badar

    Sudah disinggung sebelumnya, bahwa salah satu amalan yang didapat dari melafalkan sholawat Badar yakni sebagai sarana untuk mendekatkan diri dan memuji keberadaan Nabi Muhammad SAW sebagai penuntun kita ke jalan yang Allah Ridhoi.

    Namun, ada beberapa keutamaan lain yang bisa didapatkan, yakni sebagai berikut:

    1. Para pengamalnya dijanjikan keutamaan pada saat hari akhir tiba.
    2. Mendapatkan rahmat serta karunia dari Allah SWT.
    3. Lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa secara spiritual.
    4. Allah SWT menaikan derajat manusia yang mengamalkannya sebanyak 10 derat dan 10 keburukan darinya akan dihapuskan.
    5. Menjauhkan dari bahaya duniawi yang bisa membahayakan pembacanya
    6. Saat sakaratul maut tidak akan sakit lantaran Nabi Muhammad SAW akan hadir di sisinya.
    7. Keberkahan yang melimpah bahkan sampai kepada keturunan
    8. Menjauhkan dari sifat buruk terutama kefakiran hati
    9. Dosa-dosa kecil diampuni oleh Allah SWT

    Demikianlah bacaan sholawat Badar serta keutamaan-keutamaannya, semoga dengan kita berniat baik karena Allah Ta’ala, segala urusan dan hajat kita akan dikabulkan oleh-Nya.

  • Hukum Jimat dalam Islam yang Wajib Diketahui, Musyrik

    Hukum Jimat dalam Islam yang Wajib Diketahui, Musyrik

    Apa hukum jimat dalam Islam? Apakah manusia boleh membuat dan menggunakannya? 

    Sebagaimana yang kita ketahui, jimat adalah suatu benda yang diberi mantra, doa, rajah (simbol) atau tulisan tertentu yang diyakini mempunyai kekuatan tertentu.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jimat adalah barang (tulisan) yang dianggap mempunyai kesaktian dan bisa melindungi pemiliknya, digunakan sebagai penangkal penyakit dan sebagainya. 

    Jimat bisa dalam bentuk kalung, cincin, kain, atau lainnya.

    Tujuan Penggunaan Jimat

    Adapun beberapa tujuan orang memakai jimat atau rajah dalam kehidupan mereka sehari-hari yaitu :

    1. Menyembuhkan Penyakit Tertentu

    Sebagian orang percaya jika penyakit-penyakit tertentu bisa disembuhkan hanya dengan jimat yang sudah mengandung mantra. 

    Biasanya orang yang menderita penyakit karena hal-hal gaib ada yang memilih melakukan pengobatan dengan cara ini.

    Baca juga: 8 Cara Bersyukur Kepada Allah SWT, Muslim Wajib Tau!

    2. Menambah Kecantikan atau Ketampanan

    Ada orang yang percaya bahwa jimat ini bisa membuat wajah lebih cantik atau lebih tampan. Mereka ingin menjadi pusat perhatian atau mendapatkan cinta dari orang yang dicintainya.

    Dengan memiliki wajah yang cantik atau tampan, lebih besar peluang mendapatkan cinta dari pujaan hati.

    3. Melariskan Usaha

    Sudah bukan rahasia umum lagi jika di Indonesia cukup banyak rumah makan yang menggunakan jimat-jimat tertentu untuk melariskan usahanya. Pemilik warung tersebut tidak ingin rugi dan dagangannya laku terjual.

    Mereka lebih memilih meminta bantuan kepada jin atau syaiton, bukan kepada Allah SWT. Akan tetapi, orang awam biasanya tidak akan mengetahui aktivitas ini.

    4. Menolak Bala

    Tolak bala adalah suatu ritual untuk melindungi diri dari bahaya-bahaya tertentu. Jimat menjadi salah satu benda atau perantara yang dipercaya bisa melindungi manusia dari segala mara bahaya.

    Orang-orang melakukan aktivitas tolak bala juga untuk menghindarkan diri dari musibah sehingga hidup menjadi lebih tenang. Selain itu, orang yang memakai jimat ingin terlindungi dari serangan musuh atau kompetitor yang iri terhadapnya.

    Baca juga: Jelaskan Perbedaan Rukun dan Wajib Haji? Yuk Simak

    Apa Hukum Jimat dalam Islam?

    Para ulama bersepakat bahwa penggunaan jimat itu hukumnya haram. Bahkan seseorang yang memakainya dianggap telah melakukan musyrik.

    Musyrik adalah orang-orang yang menyekutukan Allah. Mereka menyembah atau meminta pertolongan kepada selain Allah SWT. 

    Karena pada dasarnya jimat itu bukanlah barang milik Allah dan Allah tidak pernah memerintahkan manusia menggunakan jimat.

    Syirik adalah dosa yang sangat besar, bahkan dosa ini tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an Surah An Nisa ayat 48 berbunyi:

    اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

    Innallâha lâ yaghfiru ay yusyraka bihî wa yaghfiru mâ dûna dzâlika limay yasyâ’, wa may yusyrik billâhi fa qadiftarâ itsman ‘adhîmâ

    Artinya:

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.”

    Bukan benda, jin, atau jimat yang bisa mendatangkan manfaat atau mencegah mudharat, melainkan Allah SWT. Di dalam Al Qur’an Surah Az Zumar ayat 38 Allah berfirman:

    وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُۗ قُلْ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ اَرَادَنِيَ اللّٰهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كٰشِفٰتُ ضُرِّهٖٓ اَوْ اَرَادَنِيْ بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكٰتُ رَحْمَتِهٖۗ قُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُۗ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُوْنَ

    Wa la’in sa’altahum man khalaqas-samâwâti wal-ardla layaqûlunnallâh, qul a fa ra’aitum mâ tad‘ûna min dûnillâhi in arâdaniyallâhu bidlurrin hal hunna kâsyifâtu dlurrihî au arâdanî biraḫmatin hal hunna mumsikâtu raḫmatih, qul ḫasbiyallâh, ‘alaihi yatawakkalul-mutawakkilûn

    Artinya:

    “Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) bertanya kepada mereka (kaum musyrik Mekkah) siapa yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Kalau begitu, tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka (sesembahan itu) mampu menghilangkan bencana itu atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah (sebagai pelindung) bagiku. Hanya kepada-Nya orang-orang yang bertawakal berserah diri.”

    Tidak sekedar itu saja, Allah SWT juga menganggap orang yang melakukan perbuatan syirik adalah orang-orang yang tersesat. Hal ini sangat tegas diterangkan di dalam Surah An Nisa ayat 116 yang berbunyi:

    اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا

    Innallâha lâ yaghfiru ay yusyraka bihî wa yaghfiru mâ dûna dzâlika limay yasyâ’, wa may yusyrik billâhi fa qad dlalla dlalâlam ba‘îdâ

    Artinya:

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah tersesat jauh.”

    Hadits yang Menjelaskan Tentang Jimat

    Tidak hanya ada di dalam Al-Qur’an saja, penjelasan dan hukum memakai jimat juga ada di beberapa hadits Rasulullah SAW yaitu:

    عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ إِلَيْهِ رَهْطٌ فَبَايَعَ تِسْعَةً وَأَمْسَكَ عَنْ وَاحِدٍ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ بَايَعْتَ تِسْعَةً وَتَرَكْتَ هَذَا، قَالَ: إِنَّ عَلَيْهِ تَمِيمَةً، فَأَدْخَلَ يَدَهُ فَقَطَعَهَا فَبَايَعَهُ، وَقَالَ: مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ. )رواه أحمد)

    Artinya:

    “Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir al-Juhani bahwa ada beberapa orang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau membaiat sembilan orang dan enggan membaiat satu orang. Maka para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, engkau membaiat sembilan dan meninggalkan yang satu ini.” Beliau bersabda: “Sungguh dia mempunyai jimat”, beliau memasukkan tangannya lalu memotong jimat tersebut dan bersabda: “Barangsiapa menggantungkan jimat maka ia telah syirik”. (HR. Ahmad).

    عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ. )رواه أبو داود)

    Artinya: 

    “Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ruqyah (yang tidak syar’i), jimat, dan pelet itu syirik”. (HR. Abu Dawud).

    Rasulullah SAW juga memberikan peringatan terkait hal ini. Di dalam suatu hadits disebutkan:

    إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

    Artinya:

    “Sesungguhnya ruqyah (pengobatan dengan doa), jimat dan tiwalah (sejenis susuk daya pikat) adalah perbuatan yang menyebabkan syirik.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Abu Ya’la).

    Dalam Madzhab tertentu, memang diperbolehkan memakai jimat, itu pun dengan syarat yaitu harus bersumber dari Al-Qur’an. Di dalam jimat tersebut tidak boleh mengandung mantra-mantra tertentu apalagi ada jin di dalamnya.

    Meskipun demikian, lebih banyak ulama yang berpendapat bahwa hukum jimat dalam Islam itu haram dan termasuk ke dalam perbuatan syirik. Jadi, sebaiknya hindari saja ya.

    Allah SWT itu maha penolong, lebih baik memohon pertolongan kepada-Nya. Insyaallah permohonan kita akan dikabulkan.

  • Ini Hukum Islam Tentang Aborsi, Jangan Asal Lagi Ya

    Ini Hukum Islam Tentang Aborsi, Jangan Asal Lagi Ya

    Belakangan ini praktik aborsi seringkali dianggap enteng, ketidaktahuan masyarakat tentang hukum dan nilai agama kemungkinan menjadi penyebabnya. Lalu, seperti apa hukum Islam tentang aborsi? Apakah boleh?

    Harus kita pahami bersama, bahwa aborsi bukan hanya semata terkait masalah medis saja. Namun, aborsi juga menjadi problem sosial terkait paham kebebasan.

    Meski dari berbagai alasan seseorang melakukan aborsi, tetapi alasan yang paling sering adalah alasan non-medis. Seperti apa pandangan aborsi dalam Islam? Yuk, cari tahu penjelasannya di bawah ini!

    Pengertian Aborsi

    Aborsi dalam bahasa latin disebut abortus, sementara dalam bahasa Arab dikenal dengan al-ijhadh. Al-ijhadh mengacu pada janin yang dilahirkan dengan cara paksa dan belum sempurna proses penciptaannya.

    Oleh karena itu, aborsi dalam istilah syariat adalah kematian janin atau keguguran belum sempurna, mesk janin belum usia enam bulan. Secara syariat, aborsi tidak melihat usia kehamilan, melainkan kesempurnaan janin.

    Aborsi dalam medis adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang membuat kematian janin. Jika janin lahir sebelum 38 minggu tetapi setelah 20 minggu, maka ini disebut kelahiran prematur.

    Meski demikian, aborsi memiliki dampak yang berbahaya pada seseorang apapun itu alasannya. Itulah sebabnya, ada hukum yang telah mengatur tindakan aborsi, baik hukum negara maupun hukum syariat Islam.

    Baca juga: 10 Kriteria Mati Syahid dan Keutamaannya, Wajib Tahu!

    Klasifikasi Aborsi

    Sebelum membahas hukum Islam tentang aborsi, sebaiknya kita ketahui dahulu klasifikasi aborsi. Keguguran atau aborsi secara umum terbagi menjadi dua macam, yaitu aborsi legal dan aborsi kriminal:

    • Aborsi legal adalah tindakan aborsi yang diketahui pihak berwenang yang bertujuan menyelamatkan nyawa ibu dan jarang kehamilannya berlanjut.
    • Aborsi kriminal adalah aborsi dilakukan secara sengaja karena suatu alasan dan bertentangan dengan aturan undang-undang yang berlaku.

    Sementara menurut medis, aborsi terbagi menjadi dua macam, yaitu aborsi spontan dan aborsi buatan. Berikut penjelasannya untuk kita pahami:

    • Aborsi spontan adalah aborsi secara tidak sengaja atau aborsi berlangsung secara alami tanpa kehendak dan bantuan pihak tertentu. Masyarakat lebih mengenal aborsi ini dengan sebutan keguguran.
    • Aborsi buatan adalah aborsi dilakukan secara sengaja dengan tujuan tertentu. Biasanya aborsi jenis ini untuk kepentingan medis dan terapi pengobatan tertentu untuk menyelamatkan nyawa ibu.

    Baca juga: Kapan Batas Mandi Junub ketika Puasa? Ini Penjelasannya!

    Hukum Islam Tentang Aborsi

    Pada dasarnya, hukum aborsi dalam Islam adalah haram. Begitu pula dengan tindakan aborsi akibat pemerkosaan hukumnya adalah haram. Namun, jika ada kondisi darurat dan mengancam ibu, aborsi diperbolehkan.

    Alasan haramnya hukum aborsi dalam syariat Islam karena hal ini sama dengan menggugurkan manusia yang akan lahir ke dunia. Sebab, janin dalam kandungan akan tumbuh dan lahir menjadi manusia pada umumnya.

    Jadi, aborsi atau menggugurkan janin sama dengan membunuh. Selain itu, hukum haram melakukan tindakan aborsi juga ada di dalam Al-Quran yang berbunyi:

    وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

    Artinya: 

    “Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.” (QS Al-Isra: 33).

    Selain itu, hukum Islam tentang aborsi yang dipandang tidak baik apabila tidak ada sebab. Terlebih jika aborsi dilakukan setelah ditiupkan ruh di usia 4 bulan kehamilan, semua ulama ahli fiqih sepakat keharamannya.

    Sebagaimana Allah SWT berfirman:

    مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

    Artinya: 

    “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka Bumi.” (QS Al-Maidah: 32).

    Adakah Aborsi yang Boleh dalam Islam?

    Pada asalnya, hukum Islam tentang aborsi telah menjelaskan tindakan tersebut hukumnya haram dilakukan pada berbagai usia kehamilan. Namun, hukum asal ini dapat berubah saat ada kondisi darurat tertentu.

    Tindakan aborsi dapat dilakukan ketika mengancam nyawa ibu. Namun, perubahan ketentuan hukum ini sangat ketat karena dapat mengakibatkan terjadi perubahan hukum asal aborsi yang dasarnya adalah haram.

    Berikut kondisi yang menyebabkan aborsi diperbolehkan dengan ketentuan dan syarat yang harus kita pahami agar tidak salah mengartikan, yaitu:

    1. Ketika Janin Sudah Meninggal

    Janin dalam kandungan dapat meninggal sewaktu-waktu karena suatu hal dan lainnya. Kondisi ini boleh melakukan aborsi untuk mengeluarkan janin yang sudah dalam keadaan meninggal di dalam kandungan ibu.

    Syaikh Muhammad bin Ibrahim mengatakan dalam fatwa beliau berkata bahwa tidak boleh dilakukan aborsi ketika janin belum terbukti sudah mati atau meninggal. Namun, jika telah dipastikan meninggal, maka boleh digugurkan.

    2. Ketika Keselamatan Ibu Terancam

    Menurut hukum Islam, aborsi dalam berbagai usia itu tidak boleh kecuali mencegah bahaya. Namun, penanganan harus sesuai ketentuan ahli media maupun syar’i.

    Jika janin sudah berbentuk ‘alaqah (segumpal darah) ataupun mudghah (segumpal daging), maka tidak boleh menggugurkan. Jika boleh, tunggu tim dokter memeriksa kehamilan apakah membahayakan ibu atau tidak.

    Setelah pemeriksaan kemudian diketahui janin membahayakan nyawa ibu, maka kondisi ini boleh menggugurkan kandungan untuk menghindari bahaya.

    Sementara usia kandungan genap empat bulan, tidak boleh menggugurkannya sampai tim dokter memutuskan kondisi kesehatan ibu dan janin. Dokter akan melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai prosedur.

    Namun, setelah menempuh berbagai upaya untuk keselamatan ibu, maka boleh menggugurkannya dengan syarat tertentu demi mencegah bahaya lebih besar.

    3. Aborsi Karena Cacat Fisik

    Aborsi boleh dilakukan apabila janin di dalam kandungan terdeteksi menderita cacat genetik dan ketika bayi lahir akan sulit untuk menyembuhkannya.

    Namun, menurut Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan bahwa tidak boleh menggugurkan kandungan karena dugaan cacat fisik dari dokter. Bahkan, janin tersebut harus bertumbuh dan terlahir selamat.

    Meski bayi terlahir cacat, tetapi orang tua harus mendidik dan mengurusnya agar mendapatkan pahala yang besar. Jadi, orang tua tidak akan mendapat dosa.

    Kadang janin yang terduga mengalami cacat di bulan keempat, tetapi bulan kelima atau keenam kondisinya berubah normal. Ini adalah kuasa Allah SWT memberikan kesembuhan dari faktor yang penyebab cacat.

    Di Indonesia sendiri, hukum aborsi penetapannya melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 Tahun 2005. Hal ini mengacu pada ketentuan umum, aborsi boleh dilakukan apabila dalam keadaan darurat.

    Namun, MUI menetapkan aborsi hukumnya haram jika dilakukan pada kehamilan akibat zina atau pemerkosaan. Hal ini sesuai dengan hukum Islam tentang aborsi yang haram dilakukan tanpa sebab atau udzur.

  • Perbedaan Haji Reguler, Haji Furoda, dan Haji Plus, Waktu Tunggu hingga Fasilitas

    Perbedaan Haji Reguler, Haji Furoda, dan Haji Plus, Waktu Tunggu hingga Fasilitas

    Semakin tahun, jumlah calon jamaah haji terus bertambah. Hingga muncul berbagai macam istilah paket haji seperti regular, furoda, dan plus.

    Untuk haji reguler mungkin sudah banyak yang tahu, tetapi untuk perbedaan haji furoda dan haji plus sudah tahu belum?

    Untuk ketiga paket haji ini sebenarnya merupakan program resmi dari Pemerintah dan keberangkatannya tetap menggunakan sistem antrian. Paket paling umum yaitu paket reguler yang memiliki keterbatasan kuota pada tiap provinsi.

    Jika kita ingin melaksanakan ibadah haji, tetapi tidak ingin menunggu terlalu lama, maka bisa memilih program seperti haji plus dan haji furoda.

    Perbedaan Haji Furoda dan Haji Plus, serta Haji Reguler

    Penasaran seperti apa perbedaan dari ketiga program haji reguler, furoda, dan haji plus? Simak beberapa pembahasan berikut ini:

    1. Pengertian

    Perbedaan pertama bisa kita lihat langsung dari pengertian masing-masing program. Untuk haji reguler merupakan program resmi yang dikelola oleh pemerintah. Tetapi, kuota hajinya berasal dari Arab Saudi sehingga sangat terbatas.

    Sedangkan, untuk haji plus (khusus) juga menjadi program resmi dari Pemerintah Indonesia. Tetapi dari segi fasilitas tentu lebih cepat dan bagus karena memiliki perbedaan biaya yang cukup signifikan.

    Untuk program haji furoda sendiri harus menggunakan visa haji furoda dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena paket ini merupakan program khusus dari Pemerintah Arab Saudi.

    Baca juga: 8 Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    2. Biaya

    Biaya haji reguler terbilang sangat rendah jika kita bandingkan dengan haji furoda dan haji plus. Dilansir dari website Kemenag, biaya haji reguler sekitar Rp40-50 juta. Meskipun begitu, rentang biayanya bisa berbeda tergantung dari embarkasi calon jamaah.

    Pada haji plus (khusus) per tahun 2023 ini telah disepakati minimal pengeluaran yang perlu dibayarkan senilai USD 8.000 atau Rp119 juta. Sementara untuk haji furoda, sekitar USD 15,500 atau Rp231 juta.

    3. Perizinan

    Perbedaan haji furoda dan haji plus tidak terlihat dari segi perizinannya karena langsung diawasi oleh Kemenag serta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Sehingga, pihak travel tidak bisa memberikan izin terkait haji furoda.

    Proses dari perizinan ini mengharuskan pihak PIHK untuk melaporkan kepada Kemenag terkait pemberangkatan calon jamaah haji. Apabila tidak, maka bisa dikenakan pencabutan izin.

    Untuk legalitas praktik haji furoda ini sudah Pemerintah Indonesia legalkan dalam Undang-Undang No 8 Tahun 2019 mengenai Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (UUPIHU)

    4. VISA

    Jika dari sisi VISA, sebenarnya ketiga program yang telah Pemerintah tentukan ini tidak memiliki perbedaan signifikan. Hanya saja, dari segi pemrosesan VISA untuk haji plus dan furoda jauh lebih cepat.

    Dalam hal ini, untuk jamaah haji Furoda nantinya akan memakai VISA Mujamalah yang langsung dibuatkan dari Pemerintah Arab Saudi.

    5. Waktu Tunggu

    Dalam halaman Islam NU, untuk jamaah haji Furoda (jalur Pemerintah Arab Saudi) bisa langsung berangkat di tahun yang sama saat mendaftar haji. Hal ini menjadi poin perbedaan haji furoda dan haji plus.

    Karena, untuk haji plus masih harus menunggu antrian keberangkatan sekitar 5-9 tahun. Mengingat biaya dari haji Furoda sangat mahal dan bisa dua kali lipat dari haji plus, maka tidak heran jika waktu tunggunya memiliki perbedaan yang sangat jauh.

    6. Durasi Selama di Tanah Suci

    Tidak hanya berbeda dari waktu tunggu saja selama di Indonesia. Perbedaan pemilihan paket juga akan mempengaruhi durasi waktu selama di Tanah Suci, loh. Sehingga, untuk menjalankan ibadah haji pun akan memiliki perbedaan signifikan.

    Ketika kita memilih program reguler, maka pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci terbilang cukup lama karena kita harus melakukan ibadah selama kurang lebih 40 hari.

    Berbeda dengan program seperti haji plus (khusus). Kita bisa menghabiskan waktu ibadah lebih singkat lagi, sekitar 25 hari saja. Hampir separuh hari dari pemilihan program haji reguler.

    Sedangkan, jika kita mengambil program haji Furoda yang diberikan khusus oleh Pemerintah Arab Saudi. Maka, pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung dengan durasi 16-24 hari dari awal keberangkatan hingga kepulangan di Tanah Suci.

    7. Fasilitas yang Didapatkan Masing-Masing Paket

    Karena tiap program haji memiliki perbedaan masing-masing. Maka, dari segi fasilitas pun akan berpengaruh besar. Mengingat rentang biaya yang harus dikeluarkan pun tidak sedikit.

    Jika kita memilih haji reguler, maka fasilitas yang didapatkan standar umum. Di mana, kita akan mendapatkan penginapan dengan jarak sekitar 2-5 kilometer dari Masjidil Haram. Sedangkan, tenda untuk menginap berada di daerah Arafah dan juga Mina.

    Hal ini sangat berbeda jauh dengan kita memilih paket haji plus ataupun furoda. Meskipun sebenarnya untuk paket haji plus dan furoda memiliki rentang perbedaan yang tidak terpaut jauh. Poin paling mendasarnya adalah percepatan waktu dan juga biaya keberangkatan yang cenderung mahal.

    Fasilitas haji furoda antara lain:

    • Waktu keberangkatan cenderung lebih cepat.
    • Langsung mendapatkan visa haji resmi online pada aplikasi e-Hajj Saudi Arabia.
    • Penginapan di hotel Bintang 5.
    • Menggunakan pesawat Saudi Airlines Direct Jeddah.
    • Transit hotel di Mina.
    • Mendapat tenda AC di daerah Arafah.
    • Maktab haji khusus paket Furoda.
    • Dan beberapa fasilitas menarik lainnya.

    Untuk haji plus (khusus) beberapa fasilitasnya adalah:

    • Waktu keberangkatan lebih cepat dibandingkan paket reguler.
    • Fasilitas hotel lebih lengkap.
    • Lokasi penginapan yang tidak jauh dari Masjidil Haram.
    • Jamaah akan mendapatkan bimbingan haji secara intensif dan eksklusif.
    • Seluruh kebutuhan akomodasi dan konsumsi akan ditanggung penuh oleh pihak penyelenggara.

    Nah, itulah beberapa perbedaan haji furoda dan haji plus yang dapat kita ketahui. Perbedaan di atas bisa dijadikan bahan pertimbangan apabila ingin berangkat haji. Manakah paket yang cocok dan sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan.

  • 7+ Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Islam

    7+ Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Islam

    Kultum atau ceramah singkat dapat menjadi sarana untuk berdakwah dalam berbagai acara. Adapun materinya bisa beragam. Kita dapat memilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti ceramah singkat tentang ikhlas.

    Sikap ikhlas menjadi syarat diterimanya amalan baik, sehingga sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk membiasakan bersikap ikhlas.

    Ikhlas dapat diartikan sebagai tulus atau rela. Namun, konsep ikhlas sesungguhnya lebih luas daripada sekedar kata. Kita bisa menelisik lebih jauh mengenai konsep ikhlas dan penerapannya sebagai materi ceramah.

    Contoh Ceramah Singkat tentang Ikhlas

    Ceramah tentang ikhlas bisa menjadi pembahasan yang ringan dan sesuai untuk mengisi berbagai acara.

    Bagi yang sedang mencari ide untuk mengisi acara, berikut beberapa contoh ceramah singkat mengenai ikhlas:

    1. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Beribadah

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Pertama-tama, marilah kita upapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan berkahnya sehingga kita dapat melaksanakan kegiatan ini.

    Hadirin sekalian, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kultum singkat mengenai ikhlas dalam beragama.

    Sesungguhnya, keikhlasan merupakan salah satu pokok dalam agama Islam. Bahkan dapat dibilang, ikhlas merupakan poros dan sendi dari agama kita.

    Akan tetapi, ikhlas itu tidak mudah. Banyak di antara kita yang belum mampu mengamalkan sikap ikhlas dalam beribadah. Padahal, sikap ikhlas disebutkan dalam perintah Allah SWT dalam firman-Nya:

    وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

    Wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah.

    Artinya: 

    “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS Al Bayyinah: 5).

    Lantas, bagaimana supaya kita bisa bersikap ikhlas dalam beribadah?

    Nah, kita dapat mencermati ayat tersebut untuk menemukan jawabannya. Terdapat beberapa hal yang harus kita perhatikan supaya dapat beribadah dengan ikhlas, yaitu:

    • Pertama: kita hanya beribadah kepada Allah SWT, tanpa menyekutukannya.
    • Kedua: kita perlu menjalankan ibadah dengan niat yang tulus untuk mencari keridhaan. Jauhi niatan buruk seperi riya dan sum’ah.
    • Ketiga: melaksanakan ibadah dengan benar dan tepat pada waktunya. Dalam ayat tersebut dicontohkan dua ibadah wajib yang harus kita laksanakan dengan benar, yaitu shalat dan zakat.

    Demikianlah kiranya kultum kali ini. Semoga Allah SWT membimbing kita sehingga dapat menjalankan ibadah dengan ikhlas.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Baca juga: 10 Contoh Ceramah Singkat Ramadhan yang Penuh Makna

    2. Ceramah Singkat tentang Ikhlas sebagai Syarat Diterimanya Amal

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Pada kesempatan kali ini izinkan saya menyampaikan sedikit pengingat mengenai sikap ikhlas yang menjadi syarat diterimanya amal.

    Ajaran Islam membimbing kita untuk berbuat kebaikan. Termasuk di antaranya adalah menjalankan ibadah dan menjaga sikap yang terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

    Rasulullah SAW sebagai utusan-Nya telah memberikan banyak teladan untuk kita semua. Beliau senantiasa menjalankan ibadah dengan penuh ikhlas. Demikian pula halnya, ketika melakukan berbagai kegiatan lain.

    Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya sikap ikhlas dalam sabdanya:

    إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَاْبتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

    Innallaaha laa yaqtbalu minal ‘amali illaa maa kaana lahu khoolishon wabtughiya bihi wajhuhu.

    Artinya: 

    “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan, kecuali (amalan) yang ikhlas dan mengharapkan wajah Allah semata.” (Hadits Riwayat an-Nasai No. 3140).

    Hadits tersebut menjelaskan dengan gamblang bahwa ikhlas merupakan syarat amalan ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

    Jadi, bagaimana kalau kita tidak ikhlas? Misalnya, saat beribadah diniati untuk riya alias dipamerkan pada orang-orang. Maka, amalan ibadah tersebut tidak akan diterima.

    Hal ini diterangkan dalam hadits dari Umar bin Khattab yang diriwayatkan oleh Imam Bukhâri dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ, وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا, أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا, فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

    Artinya: 

    “Sesungguhnya setiap amalan disertai niat. Dan sesungguhnya setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau untuk wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia berhijrah kepadanya.” (Shahîh al-Bukhâri 1/6).

    Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mengingatkan diri untuk melakukan amal ibadah dengan niat ikhlas karena Allah SWT.

    Kiranya sekian yang dapat saya sampaikan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Baca juga: 12 Contoh Puisi Agama Islam yang Inspiratif dan Penuh Makna

    3. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Kehidupan

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin yang dirahmati Allah, dalam kehidupan setiap orang ada kalanya datang cobaan. Ada kalanya pula kita berkesempatan memberikan bantuan.

    Saat seseorang mengalami cobaan, banyak yang bilang, “… diikhlaskan saja …”.

    Jika diperhatikan, banyak juga yang menyebut kata ikhlas ketika dapat memberi bantuan. “Oh, tidak apa-apa. Saya ikhlas,” katanya. Namun, jarang di antara mereka yang mengatakan yang benar-benar ikhlas.

    Bahkan, mungkin tidak sedikit yang belum memahami betul apa artinya ikhlas.

    Hadirin yang terhormat, makna dari ikhlas adalah melakukan segala sesuatu dengan niatan karena Allah SWT. Ikhlas juga berarti bahwa kita tidak mengharapkan apa pun, kecuali ridha-Nya.

    Inilah yang membuat ikhlas itu sulit. Sering kali kita dihanyutkan oleh perkara duniawi sehingga niatan ikhlas ternodai. Sebagai contoh, ingin terlihat dermawan atau mendapatkan pujian setelah membantu orang lain.

    Padahal, ikhlas memiliki keutamaan yang besar. Karena apapun yang kita lakukan dengan ikhlas karena Allah, maka akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

    Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Insan ayat 8-12, sebagai berikut:

    وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا * إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا * فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا * وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

    Artinya: 

    “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (8) (seraya berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan ridha Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan terima kasih dari kamu. (9) Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam lagi penuh kesulitan.” (10) Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan pada hari itu dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka. (11) Dan Dia memberi balasan berupa surga dan pakaian sutera kepada mereka karena kesabarannya.”

    Subhanallah. Semoga kita semua dapat menjalankan kehidupan dengan penuh keikhlasan. Amin.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    4. Ceramah Singkat tentang Ikhlas saat Menghadapi Ujian

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Sahabat muslim yang dirahmati Allah, setiap dari kita pastilah pernah mengalami cobaan atau ujian dalam hidup. Bentuk ujian tersebut dapat bermacam-macam. Ada ujian yang ringan, ada pula ujian yang berat.

    Terkadang, ujian dapat berupa kenikmatan, seperti jabatan tinggi atau harta yang melimpah.

    Penawar untuk berbagai ujian kehidupan tidak lain adalah sikap ikhlas dan sabar. Kedua sikap ini akan memelihara hati kita sehingga tidak jatuh dalam kekufuran.

    Menjalani hidup dengan ikhlas dan sabar hendaknya juga dibarengi dengan ikhtiar (berusaha). Dengan demikian, kita dapat mencari solusi untuk menghadapi ujian.

    Niatkan semua upaya untuk mendapatkan ridha Allah semata. Dengan demikian, insyaallah kita dapat melalui ujian dengan baik.

    Anjuran untuk bersabar dan ikhlas dalam kehidupan disebutkan dalam firman Allah SWT:

    وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

    Artinya: 

    “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan kehidupan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya, dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi/18:28).

    Demikian kiranya ceramah singkat ini. Semoga menjadi pelajaran yang bermanfaat.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    5. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dan Keutamaannya

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Segala puji bagi Allah SWT atas rahmat-Nya sehingga kita dapat mengikuti kegiatan ini dalam keadaan sehat.

    Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan mengenai keutamaan ikhlas. Sikap terpuji yang sangat dianjurkan untuk kita terapkan ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sehingga banyak disebutkan dalam hadits dan ayat Al-Qur’an.

    Salah satunya yaitu hadits riwayat Muslim yang berbunyi:

    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

    Artinya: 

    “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”.

    Adapun ikhlas sendiri memiliki makna tidak mengharapkan apapun dari amalnya, kecuali keridhaan Allah SWT. Orang-orang yang ikhlas dalam berbuat kebaikan tidak berharap pujian dari orang lain maupun ucapan terimakasih.

    Allah memuji orang-orang yang ikhlas dalam amal dan ibadahnya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satunya yaitu firman Allah berikut:

    وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

    Artinya: 

    “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (Al-Baqarah/2:265).

    Semoga kita bisa termasuk dalam golongan orang-orang yang ikhlas. Amin.

    Demikianlah ceramah singkat ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    6. Ceramah Singkat tentang Ikhlas dalam Perbuatan

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Pada kesempatan kali ini, marilah kita bersama-sama menyimak mengenai teladan Rasulullah SAW dalam sikap dan perbuatan. Salah satunya yaitu sikap ikhlas Beliau dalam beribadah maupun perbuatan.

    Dikisahkan dalam kitab Al-Hikam karya Syeikh Ibnu Atho’illah As-Sakandari, bahwa suatu hari saat sedang berkumpul dengan beberapa sahabat, Rasulullah menerima pemberian beberapa biji buah jeruk dari seorang perempuan kafir.

    Beliau menerima buah jeruk itu dengan senyuman gembira, lalu memakannya sebiji demi sebiji hingga habis.

    Setelah perempuan yang memberikannya pulang, salah seorang sahabat bertanya mengapa Rasulullah tidak menyisakan buah untuk sahabat lainnya.

    Rasulullah pun menjawabnya, bahwa sebenarnya buah jeruk itu terlalu asam, sehingga Beliau menghabiskannya karena takut ada sahabat yang mengernyitkan dahi atau memarahi sang perempuan kafir.

    Jadi, tindakan Rasulullah tersebut bertujuan supaya si perempuan yang memberikan jeruk tidak tersinggung. Kemuliaan akhlak Beliau berasal dari cahaya ikhlas yang tertanam dalam hati.

    Kisah tersebut termasuk teladan yang patut untuk kita teladani. Semoga kita juga dapat membiasakan diri untuk bersikap ikhlas dalam perbuatan dan amal.

    Kiranya demikian ceramah singkat kali ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    7. Ceramah Singkat tentang Macam-Macam Keutamaan Ikhlas

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Salah satu sikap yang diperintahkan bagi umat muslim yaitu ikhlas. Artinya, tidak mengharapkan apapun dari amalan yang dilakukan, kecuali ridha Allah SWT.

    Ikhlas hendaknya diterapkan oleh umat muslim dalam menjalankan amal ibadah maupun dalam perbuatan. Apalagi, menerapkan sikap ikhlas memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, di antaranya:

    1. Dapat bertawassul kepada Allah dengan amal yang ikhlas supaya selamat dari setiap kesulitan dan musibah yang menimpanya
    2. Mengucapkan kalimat La ilaha illallah dengan ikhlas, maka akan dibukakan pintu-pintu langit, dihapuskan dosa-dosanya, dan diharamkan masuk neraka.
    3. Orang yang berwudhu dengan ikhlas akan dihapuskan dosa-dosanya. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim.
    4. Orang yang menjalankan puasa dengan ikhlas akan dihapuskan dosa-dosanya yang lalu (HR Bukhari)
    5. Bersedekah dengan ikhlas dapat membuat seseorang termasuk sebagai golongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah pada hari kiamat.
    6. Bagi orang yang shalat berjamaah ke masjid dengan ikhlas, maka setiap langkahnya akan menghapuskan dosa dan mengangkat derajatnya. Selain itu, orang tersebut akan didoakan oleh malaikat.

    Nah, itulah beberapa di antara banyaknya keutamaan ikhlas. Semoga dapat memotivasi kita untuk membiasakan diri bersikap ikhlas.

    Akhir kata, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    8. Ceramah Singkat tentang Ikhlas Dapat Mendatangkan Pertolongan

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hadirin yang dirahmati Allah, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan mengenai pentingnya ikhlas ketika mengalami kesulitan.

    Dalam hidup, memang ada kalanya hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan. Terkadang, kita bahkan dapat ditimpa dengan kesulitan dan cobaan.

    Sebagai seorang muslim, sikap yang benar ketika mengalaminya adalah menjaga keikhlasan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Caranya, yaitu dengan memperbanyak doa dan dzikir.

    Berlandaskan pada Al-Qur’an surat Ar Ra’d ayat 13:28, orang yang berdzikir dengan ikhlas dan sesuai sunnah, maka akan diberikan ketenangan hati.

    Selain itu, orang yang ikhlas juga akan diberikan pertolongan dan ditambah petunjuk dari Allah SWT. Dengan demikian, kita dapat mencari cara untuk mengatasi kesulitan yang menghadang.

    Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا : بِدَعْوَتِهِمْ وَ صَلاَتِهِمْ وَ إِخْلاَصِهِمْ

    Artinya: 

    “Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan do’a, shalat dan keikhlasan mereka.” (HR Nasa’i, 6/45).

    Sebaik-baiknya pertolongan adalah pertolongan dari Allah SWT. Maka, marilah kita bersabar dan ikhlas saat mengalami kesulitan.

    Demikian ceramah singkat kali ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Demikian beberapa contoh ceramah singkat tentang ikhlas. Semoga dapat bermanfaat sebagai inspirasi dalam mempersiapkan ceramah.

  • Tadabbur Al-Qur’an, Sikap yang Harus Diteladani Umat Muslim

    Tadabbur Al-Qur’an, Sikap yang Harus Diteladani Umat Muslim

    Setiap umat Muslim di dunia yang beriman kepada Allah SWT wajib memahami kekuasaan dan keagungan dengan tadabbur terhadap Al-Qur’an.

    Menerapkan tadabbur dalam hidup diyakini dapat menjadikan hidup lebih tenang. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat An-Nisa ayat 82 yang berbunyi,

    اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ ۗ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا

    Artinya: “Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami/mentadabburi) Al-Quran? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.”

    Ayat di atas mempertanyakkan apakah manusia telah mentadabburi Al-Qur’an selama hidup di dunia. Ingin lebih paham mengenai makna tadabbur terhadap Al-Qur’an. Simak artikel ini hingga akhir!

    Apa yang Dimaksud dengan Tadabbur Al-Qur’an?

    Sebelum membahas lebi jauh menegnai perintah bagi seorang muslim dalam tadabbur terhadap Al-Qur’an, ada baiknya untuk mengetahui apa itu tadabbur terlebih dahulu.

    Secara harfiah, kata tadabbur (تدبر) berasal dari kata dubur (دبر), yang berarti “belakang” dan lawan dari kata qubul (قبل), yang berarti “depan.”

    Dubur al-syay’ (دبر الشيء) artinya bagian dari belakang sesuatu.

    Sedangkan qubul al-Syay’ (قبل الشيء), artinya bagian dari depan sesuatu.

    Dari kata dubur (دبر) terbentuk kata dabbara (دبر), yang berarti “memikirkan sesuatu yang ada di akhir (belakang) sesuatu.

    Contohnya, dalam kalimat Tadabbartu al-amr (تدبرت الأمر), yang artinya memandang, dan memperhatikan sesuatu yang ada di belakang (di akhirnya).

    Oleh sebab itu, makna kata tadabbur (تدبر) ini ditekankan pada sesuatu yang terdapat di akhirnya.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tadabbur (تدبر) adalah pemikiran komprehensif yang mampu mengantarkan seseorang kepada akhir petunjuk pada suatu kalimat.

    Kata tadabbur dikaitkan dengan Al-Qur’an sehingga menjadi tadabbur Al-Qur’an (تدبر القرآن). Secara bahasa, tadabbur memiliki arti melihat dan memperhatikan kesudahan segala urusan dan bagaimana akhirnya.

    Sederhananya, tadabbur adalah merenung untuk memahami makna dari suatu ungkapan dengan mendalam.

    Sedangkan tadabbur Al-Qur’an adalah menggunakan ketajaman mata hati dengan proses perenungan mendalam yang dilakukan secara berulang-ulang agar dapat menangkap pesan-pesan Al-Qur’an yang sesungguhnya dan mencapai maksud atau maknanya yang paling jauh.

    Fungsi adanya tadabbur Al-Qur’an yakni untuk mengambil hikmah dari Al-Qur’an. Oleh sebab itu umat Muslim dianjurkan untuk tidak terburu-buru untuk mengkhatamkan Al-Qur’an agar bisa mentadabburi firman-firman Allah.

    Dan jelas bahwa Allah SWT menyukai orang-orang yang melakukan tadabbur dengan tujuan mencapai kebaikan. Sebab itulah, pengetahuan akan tadabbur Al-Qur’an diperlukan selama hidup agar bisa menerapkan dan menjalani hidup yang lebih baik.

    Kata tadabbur (تدبر) sendiri juga terkandung dalam Al -Qur’an juga terdapat dalam surat Muhammad ayat  24 yang berbunyi:

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ

    Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”

    Pada ayat ini, Allah SWT menegaskan apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an serta mendalami pesan-pesan yang terdapat di dalamnya.

    Di lain sisi, dipertanyakan pula apakah hati mereka semua sudah terkunci mati, sehingga tidak dapat berpikir lagi serta memahami apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa seorang muslim yang tidak melakukan tadabbur Al-Qur’an memiliki hati yang mati.

    Baca juga: Apa Itu Sunnah? Pengertian, Macam dan Contohnya

    Dalil Tadabbur Al-Qur’an

    Berikut adalah ayat-ayat yang dapat mendorong kita tadabbur Al-Qur’an:

    1. QS. An-Nisaa ayat 82

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

    Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisaa’: 82)

    2. QS. Shad ayat 29

    كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

    Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29)

    3. QS. Muhhamad ayat 24

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

    Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

    Cara Menerapkan Tadabbur

    Salah satu ahli Ilmu Al-Qur’an yang bernama Fawwaz Ahmad Zamraly mengatakan bahwa tadabbur Al-Qur’an adalah kegiatan membaca Al-Qur’an.

    Telah disinggung sebelumnya bahwa manfat mentadabburi Al-Qur’an yang utama adalah dapat meningkatkan iman seseorang.  Namun dengan catatan bahwa seorang muslim yang bersangkutan bermuamalah dengan Al-Qur’an secara benar.

    Selain itu Al-Qur’an juga merupakan obat bagi penyakit hati, sehingga membacanya dengan tadabbur akan membawa kebahagiaan.

    Dalam kegiatan ini, Fawwaz Ahmad Zamraly menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga unsur penting dalam tadabbur Al-Qur’an:

    1. Membaca Al-Qur’an dengan lidah
    2. Memahami dengan akal pikiran apa yang dibaca
    3. Menghayati dengan hati apa yang dibaca dan mengamalkannya dengan seluruh anggota tubuh terhadap apa yang dituntut oleh Al-Quran.

    Dari ketiga unsur di atas menjelaskan bahwa seorang mukmin yang memiliki akal sehat harus memahami, mendalami dan menghayati ketika membaca Al-Qur’an. Sebab segala hal mengenai dunia ada di dalam Al-Qur’an baik sesuatu yang baik dan ganjaran pada sesuatu yang buruk pula.

    Selain itu, menurut Ibnul Qayyim rahimahullah apabila seorang muslim ingin mendapatkan manfaat dari kandungan Al-Qur’an ada dua hal yang perlu dilakukan.

    Pertama adalah memfokuskan hati saat membaca Al-Qur’an atau mendengarnya ditilawahkan. Kedua memusatkan pikiran dan memposisikan diri seolah-olah tengah berdialog dengan Dia, Dzat yang memfirmankan ayat-ayat suci ini.

    Tidak hanya itu, mendiang Ayekh Ali Jaber turut memberikan contoh tadabbur dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menyarankan seorang muslim untuk didampingi oleh orang yang lebih paham mengenai Al-Qur’an dalam kegiatan ini.

    Setelah menemukan orang yang dipercayai mampu, selanjutnya upayakan untuk memahami kandungan Al-Qur’an semampunya dengan membaca kitab terjemahan dan tafsir. Akan tetapi jika belum mampu sebaiknya tidak memaksakan diri untuk memahami keseluruhan isi Al-Qur’an.

    Syekh Ali Jaber juga menyarankan untuk memulai dari surah yang paling mudah, yang sudah kita hafal, atau yang paling sering kita baca.

    Manfaat Tadabbur

    Tidak hanya sebagai wujud iman kepada Allah SWT saja, perlu diketahui bahwa terdapat manfaat dari tadabbur Al-Qur’an ini. Adapun manfaatnya sebagai berikut:

    1. Menguatkan Iman

    Sebagaimana Al-Qur’an merupakan kunci dari berbagai ilmu kehidupan. Dengan bertadabbur Al-Qur’an seorang muslim dapat menambah ilmu dan kebaikan dalam hidupnya.

    2. Mensucikan Hati

    Manfaat yang kedua yakni penawar hati. Menurut Ibnu Hajar seorang muslim yang memiliki hati yanbersih niscaya akan memiliki jiwa yang suci pula.

    Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

    إَنَّ الْقُلُوْبَ لَتَصدأ كَمَا يَصدأ الْحَدِيْد، قِيْلَ: وَمَا جِلَاؤُهَا؟ قَالَ: تِلَاوَةُ الْقُرْآن وَذِكْرُ الْمَوْتِ

    Artinya“Hati manusia itu berkarat seperti halnya besi berkarat. “Lalu ditanyakan, apa obatnya? Rasulullah menjawab,: membaca Al-Quran dan ingat pada kematian”. (HR. Al Baihaqi no. 2014).

    3. Khusyu’ dalam Tangisan

    Dalam surat Al-Maidah ayat 83, Allah SWT berfirman:

    وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّٰهِدِينَ

    Wa iżā sami’ụ mā unzila ilar-rasụli tarā a’yunahum tafīḍu minad-dam’i mimmā ‘arafụ minal-ḥaqq, yaqụlụna rabbanā āmannā faktubnā ma’asy-syāhidīn

    Artinya: “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam).”

    Seorang muslim yang benar-benar tadabbur Al-Qur’an, mereka akan menangis sebab hal-hal yang telah difirmankan, mengenai kebaikan dan keburukan serta mengenai ganjaran-ganjaran yang akan Allah berikan pada kemaksiatan.

    4. Solusi Masalah Dalam Kehidupan

    Sebagaimana dijelaskan dalam surat Thaha ayat 2, Allah SWT berfirman:

    مَاۤ اَنۡزَلۡـنَا عَلَيۡكَ الۡـقُرۡاٰنَ لِتَشۡقٰٓ

    Artinya: “Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah”

    Tentu hal ini wajib diyakini seorang muslim bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk yang Allah SWT turunkan untuk mempermudah umat-Nya dalam berkehidupan.

    Nah, itu dia sedikit penjelasan mengenai tadabbur Al-Qur’an. Semoga artikel ini dapat menginspirasi agar kita mulai untuk bertadabbur pada Al-Qur’an.