Blog

  • 10 Contoh Ceramah Singkat Ramadhan yang Penuh Makna

    10 Contoh Ceramah Singkat Ramadhan yang Penuh Makna

    Ceramah singkat Ramadhan menjadi salah satu hal yang sering kita dengar setelah melakukan shalat Tarawih. Ceramah Ramadhan ini umumnya berisikan keutamaan hingga makna penting atau peristiwa yang terjadi.

    Adanya ceramah ini tentunya bertujuan agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Tidak hanya itu, tujuan dari ceramah ini tentunya agar kita menjadi pribadi yang lebih baik dalam setiap harinya tidak hanya di bulan Ramadhan saja.

    Referensi Ceramah Singkat Ramadhan

    Banyak sekali kita dengan ceramah yang membahas peristiwa penting hingga malam keutamaan yang ada di bulan Ramadhan. Tentunya cerita ini memiliki makna serta arti yang mendalam untuk seluruh umat Islam.

    Terlepas dari itu, kita juga bisa menjadikan ceramah tersebut sebagai acuan dan mengambil sisi positif untuk merubah kepribadian menjadi lebih baik. Berikut ini ceramah singkat Ramadhan yang bisa jadi referensi:

    1. Memaknai Pentingnya Bulan Ramadhan

    Bulan Ramadhan adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Sebagai bulan penuh berkah dan menjadi kesempatan yang diberikan Allah kepada kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

    Dalam ceramah singkat Ramadhan ini, kita akan merenungkan tentang pentingnya bulan Ramadhan berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

    “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

    Sabda Rasulullah ini menggambarkan betapa besar nilai keutamaan Ramadhan. Bulan di mana pintu surga terbuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.

    Tentunya ini menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki diri kita, membersihkan hati kita, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih kuat lagi.

    Puasa adalah bentuk ibadah yang sangat istimewa. Bukan hanya sekedar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perbuatan dosa dan perilaku buruk.

    Berpuasa dengan penuh keikhlasan dan harapan pahala dari Allah, kita bisa mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa yang lalu. Selain itu, kita juga harus menjalankan ibadah lainnya seperti shalat, tilawah Quran dan berbuat kebaikan.

    Selain itu, bulan Ramadhan adalah saat untuk lebih mendekatkan diri kepada keluarga dan sahabat. Kita harus menjalin hubungan yang lebih baik, saling memaafkan, dan saling berbagi kasih sayang.

    Jadi, mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini sebaik-baiknya. Mari kita berpuasa dengan iman dan harapan pahala. Mari kita memohon ampunan atas dosa-dosa kita yang lalu dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

    Baca juga: Niat Mengganti Puasa Ramadhan (Qadha) Sekaligus Senin Kamis

    2. Ceramah Singkat Ramadhan Arti dari Berpuasa Sesungguhnya

     Ceramah Singkat Ramadhan Arti dari Berpuasa Sesungguhnya

    Puasa adalah salah satu ibadah yang sangat istimewa dalam Islam. Selain menjadi kewajiban, puasa memiliki banyak manfaat yang mendalam dalam membentuk karakter kita sebagai seorang Muslim.

    Ceramah singkat Ramadhan hari ini, yaitu membahas tentang arti berpuasa. Khususnya, dalam mengajarkan kita kesabaran dan ketakwaan. Sebagaimana yang ditegaskan dalam firman Allah SWT:

    “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

    Firman Allah SWT ini adalah tuntunan-Nya kepada kita untuk menjalankan ibadah puasa. Puasa mengajarkan kita dua hal yang sangat penting, yakni kesabaran dan ketaqwaan.

    Ketika kita berpuasa, kita menahan diri dari makanan dan minuman. Mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Ibadah ini mengajarkan kesabaran atas pengendalian diri demi mendapatkan rahmat dan pahala dari Allah SWT.

    Kita belajar untuk mengendalikan nafsu dan menjauhi perbuatan dosa. Ketaqwaan adalah hasil dari puasa yang dilakukan dengan penuh keimanan. Ketaqwaan membuat kita lebih sadar akan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan kita.

    Puasa membantu kita membersihkan hati dan jiwa kita. Sementara, ketaqwaan akan membuat kita lebih berhati-hati dalam berperilaku dan berbicara sehingga kita tidak melanggar norma-norma agama.

    Jadi, mari kita manfaatkan ibadah puasa ini untuk melatih kesabaran kita dalam menghadapi cobaan-cobaan hidup. Selain itu, sebagai cara untuk memperkuat ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

    Baca juga: Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

    3. Dahsyatnya Shadaqah di Bulan Ramadhan

    Bersedekah merupakan salah satu nilai yang sangat ditekankan dalam Islam. Terlebih lagi jika kita melakukan perbuatan baik ini di bulan Ramadhan. Tentunya pahala yang diberikan menjadi berlipat ganda. Rasulullah SAW bersada:

    “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

    Pesan yang disampaikan dalam hadis ini sangatlah kuat dan bermakna. Sedekah adalah salah satu bentuk amal kebaikan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama selama bulan Ramadhan.

    Ketika kita bersedekah, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga mendapatkan berbagai manfaat spiritual.

    Dengan memberikan sebagian rezeki kita kepada yang lebih membutuhkan. Kita sebagai manusia menunjukkan rasa syukur atas berkah dan nikmat yang telah Allah SWT berikan.

    Selain itu, sedekah juga membantu mengurangi penderitaan orang-orang yang kurang beruntung di sekitar kita. Cara ini merupakan tindakan nyata yang menunjukkan empati kita terhadap orang lain.

    Mari kita berbagi dengan mereka yang membutuhkan, baik melalui zakat, sedekah, atau bentuk bantuan lainnya. Dengan demikian, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga membantu membangun masyarakat yang lebih baik.

    4. Meningkatkan Rasa Syukur di Bulan Ramadhan

    Bulan Ramadhan adalah saat yang istimewa bagi kita umat Islam. Bulan ini adalah waktu yang penuh berkah. Dalam ceramah singkat Ramadhan penuh berkah ini akan merenungkan makna bersyukur sesuai dengan firman Allah SWT:

    وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

    Artinya:

    “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)

    Ayat ini mengandung pesan yang sangat dalam tentang pentingnya bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah kita dapatkan. Termasuk kesempatan untuk menjalani ibadah di bulan Ramadhan.

    Bersyukur bukan hanya tentang mengucapkan kata-kata terima kasih, tetapi juga tentang merasakan rasa syukur yang tulus dalam hati kita. Saat bersyukur, kita mengakui bahwa setiap nikmat yang kita miliki berasal dari Allah SWT.

    Dengan demikian, kita lebih menghargai dan memanfaatkan nikmat-nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya. Selama bulan Ramadhan, kita dapat merenungkan nikmat puasa dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Jadi, mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk benar-benar merenungkan makna bersyukur. Mari bersyukur kepada Allah SWT atas semua nikmat dan mari mengamalkan rasa syukur ini dengan berbagi dan berbuat baik kepada sesama.

    5. Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

    Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan kesempatan besar bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama Ramadhan adalah tilawah atau membaca Al-Quran.

    Tilawah atau membaca Al-Quran merupakan lebih dari sekadar membaca kata-kata. Kita sebagai penunjuk ini adalah cara kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Selama bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk membaca Al-Quran setiap hari. Bulan ini adalah waktu yang tepat untuk memperdalam pemahaman kita tentang Islam dan untuk memperbaiki perilaku agar semakin sesuai dengan ajaran agama.

    Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (HR. Tirmidzi No. 2910)

    Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mendalami Al-Quran dengan lebih dalam. Semakin kita mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tilawah Al-Quran, maka semakin besar pula keberkahan dan petunjuk yang akan kita dapatkan.

    6. Mengendalikan Kemarahan dalam Bulan Ramadhan

    Selama bulan Ramadhan, kita berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berpuasa, beribadah dan merenungkan tindakan dan perilaku kita. Dalam ceramah singkat Ramadhan ini membahas tentang mengendalikan kemarahan dan ego.

    Kemarahan adalah emosi yang alami, tetapi kita dianjurkan untuk tidak membiarkannya menguasai kita. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa mereka yang mampu menahan kemarahan mereka akan mendapat ganjaran besar dari Allah SWT.

    Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

    “Siapa yang menahan amarahnya, padahal dia mampu melampiaskannya, Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada Hari Kiamat, lalu ia dapat memilih hoor (bidadari) yang dia sukai.” (HR. Ahmad).

    Sabda Rasulullah ini menggarisbawahi pentingnya mengendalikan kemarahan dan ego kita. Selama bulan Ramadhan, kita diajarkan untuk menjalani hidup dengan lebih sabar dan lebih penuh rasa kasih sayang.

    Kita diharuskan untuk melatih diri dalam merespons situasi-situasi yang mungkin saja membuat diri menjadi marah. Seperti menghindari konflik yang tidak perlu dan berusaha memaafkan mereka yang mungkin melakukan kesalahan.

    Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk merenungkan bagaimana kita bisa mengendalikan kemarahan. Yakinkan diri untuk selalu menjadi pribadi yang lebih sabar, penuh kasih sayang dan rendah hati.

    7. Ceramah Singkat Ramadhan Keutamaan Kejujuran di Bulan Ramadhan

    Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah dan rahmat. Bulan ini adalah waktu di mana seluruh umat Islam berusaha lebih dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mulai dari berpuasa, beribadah, hingga meningkatkan kualitas hidup.

    Dalam ceramah singkat Ramadhan ini akan membahas tema penting tentang menjaga lisan yang sering kita anggap sepele. Sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:

    عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

    Artinya:

    “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).” (HR. Muslim No. 2607)

    Sabda Nabi Muhammad ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga kejujuran terlebih di bulan Ramadhan. Karena jika kita senantiasa jujur, maka itu akan membawa kepada al-birr atau melakukan segala kebaikan.

    Tentunya kebaikan ini akan membantu kita dalam menuju surga dan puncak keinginan bagi semua umat manusia. Awal dari kejujuran jelas akan menyelamatkan kita dari siksaan api neraka yang sangat pedih.

    Allah SWT telah berfirman untuk orang yang munafik dan orang yang jujur:

    لِّيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ اِنْ شَاۤءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ

    Artinya:

    “Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Azhab: 24).

    Pertama-tama, mari kita mulai dengan kejujuran kepada diri sendiri. Hal ini berarti kita harus jujur tentang kesalahan dan kelemahan diri. Dengan mengakui ini, kita bisa memperbaiki diri dan lebih mendekatkan kepada Allah SWT. 

    Kemudian, mari mulai bicarakan kejujuran dalam kata-kata sehari-hari. Selama bulan Ramadhan, menghindari gosip dan menjauhi perkataan yang tidak benar.

    Selain itu, praktikkan kejujuran dalam tindakan kapan saja. Jalani kehidupan dengan berintegritas, menepati janji-janji yang telah dibuat, dan tidak berbohong atau merugikan orang lain.

    Jadi, mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan untuk menguatkan nilai kejujuran dalam diri. Semoga Allah SWT menerima amal kejujuran kita dan memberkahi bulan yang suci ini, Aamin.

    8. Ceramah Singkat Ramadhan Pentinya Menjaga Kesehatan di Bulan Ramadhan

    Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ibadah. Selama bulan ini, kita umat Islam berpuasa sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Namun, dalam perjalanan ibadah ini, kita juga tidak boleh melupakan pentingnya menjaga kesehatan.

    Dalam ceramah singkat ini, kita akan membahas tema penting tentang menjaga kesehatan, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW melalui tata cara makan yang baik dan benar dalam Islam:

    Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan Adam. Cukup keturunan Adam mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Ahmad).

    Seringkali saat berbuka kita makan dalam porsi yang berlebih karena merasa lapar setelah seharian berpuasa penuh. Hal ini tentunya berdampak pada setelahnya karena kita kesulitan untuk beribadah kepada Allah SWT.

    Dalam sabda Rasulullah ini menggarisbawahi pentingnya kesehatan tubuh dalam menjalani ibadah. Sehat adalah modal utama dalam melaksanakan ibadah dengan baik, terlepas di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan.

    Menjaga pola makan yang sehat serta konsumsi jumlah dan porsi yang cukup tentunya sangat baik untuk tubuh. Selama Bulan Ramadhan, kita berpuasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam.

    Oleh karena itu, saat berbuka dan sahur, kita harus memilih makanan yang sehat dan bergizi. Pilihlah makanan yang memberikan energi yang cukup untuk menjalani puasa dengan nyaman untuk seharian penuh.

    Kedua, penting untuk menjaga kecukupan cairan. Dehidrasi bisa menjadi masalah selama puasa. Pastikan untuk minum cukup air saat berbuka dan sahur. Hindari minuman yang tinggi gula dan kafein, karena mereka dapat menyebabkan dehidrasi.

    Manfaatkan bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan untuk merawat kesehatan tubuh kita. Dengan tubuh yang sehat, kita akan lebih mudah menjalankan ibadah, lebih bugar dalam beribadah, dan mendapatkan manfaat spiritual yang lebih besar.

    9. Ceramah Singkat Ramadhan Hindari Perbuatan Haram di Bulan Ramadhan

    Selama bulan ini, kita umat Islam berpuasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Puasa adalah waktu di mana kita berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan menjalani hidup sesuai dengan ajaran-Nya.

    Dalam ceramah singkat kali ini, kita akan membahas tema penting tentang menghindari perbuatan haram, sebagaimana yang firman Allah SWT dalam Al-Quran:

    كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ

    Artinya:

    “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali Imron:110).

    Ayat ini mengingatkan kita tentang pentingnya amar ma’ruf dan nahi munkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang salah. Selama bulan Ramadhan, kita memiliki kesempatan yang luar biasa untuk memperbaiki diri kita.

    Menjauhi hal-hal yang mengarah pada perbuatan dosa merupakan cara terbaik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk melakukan itu dan menjauhi segala bentuk perbuatan haram.

    Ibadah memperkuat iman kita dan membuat kita lebih sadar akan kehendak dan kebesaran Allah SWT pada seluruh umat-Nya.

    Manfaatkan bulan Ramadhan ini sebagai waktu untuk benar-benar menghindari perbuatan haram dan menjalani hidup sesuai dengan ajaran agama kita.

    10. Keutamaan Malam Lailatul Qadar

    Ceramah singkat Ramadhan kali ini akan membahas tentang malam yang sangat istimewa, bahkan malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni malam Lailatul Qadar.

    Malam ini adalah salah satu momen paling luar biasa dalam hidup seorang Muslim, dan kita akan mengupas makna dan keutamaan Lailatul Qadar dalam ceramah singkat Ramadhan ini.

    Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan, keberkahan, dan ampunan. Malam ini adalah malam ketika Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW tepat di bulan Ramadhan. Malam ini juga disebutkan dalam Al-Quran:

    “Innaa anzalnaahu fii lailatil-qadri. Wamaa adraaka ma lailatu-l-qadri. Lailatu-l-qadri khairun min ‘alfi shahr.” (QS. Al-Qadr: 1-3).

    Artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

    Lailatul Qadar adalah malam penentuan Allah SWT atas perjalanan hidup makhluk selama di tahun mendatang. Selain itu, malam ini juga menjadi makna bahwa Allah SWT menurunkan Al-Qur’an.

    Hal ini tentunya sebagai khittah yang mengatur nabi Muhammad SAW dalam mendakwahi manusia kepada kebaikan dan arah yang di ridhai Allah SWT kepada seluruh umatnya.

    Dalam kesimpulan, Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadhan. Tentunya malam ini adalah waktu di mana kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan lebih mendalam.

    Beberapa referensi ceramah singkat Ramadhan ini tentunya memiliki artian serta makna yang besar untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita selalu mendapatkan rahmat dan keberkahan dalam hidup.

  • Begini Hukum Aqiqah setelah Dewasa, Ini Penjelasannya

    Begini Hukum Aqiqah setelah Dewasa, Ini Penjelasannya

    Bagaimana hukum aqiqah setelah dewasa? Pertanyaan ini kerap terlontar dari muslim dewasa yang belum melaksanakannya.

    Pada dasarnya, aqiqah merupakan salah satu anjuran Rasulullah SAW saat bayi lahir, serta umum dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Aqiqah sendiri merupakan bentuk syukur atas kelahiran sang buah hati.

    Namun, sebagian orang tua menunda aqiqah sebab kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Lantas, bagaimana dengan hukum aqiqah setelah dewasa tersebut serta bagaiman atata caranya? Mari simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!

    Apa itu Aqiqah?

    Sebelum membahas mengenai hukum aqiqah setelah dewasa, akan lebih baik jika memahami terlebih dahulu apa itu aqiqah.

    Secara Terminologi, aqiqah adalah hewan yang disembelin saat kelahiran anak dengan ketentuan syara’ sebagai bukti rasa syukur kepada Allah Swt.

    Selain itu, Aaqiqah juga bisa untuk melindungi anak dari godaan setan dan menanggal penyakit. Para ulama juga menjelaskan bahwa aqiqah bisa mendekatkan anak kepada Allah dan sebagai pengingat para orang tua bahwa ada hak anak dalam Islam.

    Terdapat beberapa hadits yang turut menjelaskan mengenai anjuran Rasulullah SAW untuk beraqiqah, salah satunya yakni hadits Salmna bin ‘Amir yang artinya:

    “Dari Salman bin ‘Amir Adh Dhabbi, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada (setiap) anak laki-laki (yang lahir) harus diaqiqahi, maka sembelihlah (aqiqah) untuknya dan hilangkan gangguan darinya.” (HR. Bukhari).

    Selain itu dalam hadits lain yakni dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah, Ahmad).

    Dan terakhir hadis dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba jantan).” (HR. Abu Daud).

    Umumnya, aqiqah akan dilakukan di awal kelahiran bayi, yakni di hari ketujuh, empat belas dan duapuluh satu hari setelah kelahiran bayi.

    Mengenai waktu pelaksanaan aqiqah, ada tuntunan dari Rasulullah saw. seperti berikut:

    عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى. [رواه أَبُو دَاوُدَ]

    Dari Samurah bin Jundub [diriwayatkan bahwa] sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak tergantung kepada aqiqahnya, disembelih atas namanya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur (rambutnya) dan diberi nama” [HR. Abu Dawud].

    Ketentuan dalam pemilihan hewan berbeda pada setiap jenis kelamin si buah hati, apabila anak laki-laki berarti mengurbankan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan mengurbankan satu ekor kambing saja.

    Hukum aqiqah adalah sunnah muakad, artinya aqiqah dianjurkan untuk dilakukan oleh orang tua wali dan anak.

    Anjuran aqiqah ini menjadi tanggung jawab ayah, sebab ia yang menanggung nafkah sang anak. Apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah orang tua dalam keadaan fakir atau tidak mampu secara ekonomi, maka ia tidak diperintahkan untuk aqiqah.

    Karena Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an pada ayat At Taghobun ayat 16 yang artinya,

    “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian” (QS. At Taghobun: 16)

    Namun apabila ketika waktu dianjurkannya aqiqah, orang tua dalam keadaan berkecukupan, maka aqiqah masih tetap jadi perintah bagi ayah, bukan ibu dan bukan pula anaknya.

    Baca juga: 8 Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Kita Cintai dengan Menyebut Namanya Jarak jauh

    Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

    Meski dijelaskan sebelumnya bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakad, namun orangtua boleh menundanya jika belum mampu melakukannya. Belum mampu yang dimaksud disini yakni ekonomi yang kurang.

    Aqiqah bisa dilakukan orang tua kapan saja, ketika kondisi keuangan sudah memungkinkan, tidak harus ketika si anak masih kecil.

    Sebab pada dasarnya, aqiqah sendiri bukanlah amalan yang memaksa. Kewajiban aqiqah akan gugur jika tidak ada kemampuan dari orangtua ntukgaqiqahi anaknya.

    Oleh sebab itu, aqiqah bisa dilakukan ketika orang tua sudah mampu secara ekonomi untuk mewujudkannya, hingga anak baligh.

    Apabila sudah baligh maka tidak disunnahkan lagi untuk melakukan akikah meski telah memilih kecukupan ekonomi.

    Pun sama halnya, ketika anak tersebut sudah merasa mampu untuk melakukan akikah untuk dirinya sendiri. Hal ini tidak dibenarkan sebab aqiqa merupakan bentuk tanggung jawab orang tua terhadap anak, bukan anak untuk dirinya sendiri.

    Oleh karena itu, dalam Fatwa Tarjih disebutkan bahwa jika sudah baligh, tidak perlu lagi melakukan akikah dan tidak perlu merasa bersalah atau berdosa. Hukum akikah bukan wajib, tapi sunnah muakkadah.

    Sehingga tidak perlu juga mengakikahi diri sendiri ketika sudah dewasa karena hal itu tidak disyariatkan dan tidak disunnahkan. Bahkan Nabi SAW serta para sahabat dan para ulama tidak melakukan hal tersebut. Jadi telah jelas bahwa hukum aqiqah setelah dewasa tidak disyariatkan.

    Ketika orang dewasa atau baligh yang belum aqiqah lebih baik melaksanakan ibadah kurban. Secara umum ibadah kurban dan aqiqah sama-sama pelaksanaannya dengan menyembelih hewan. Bedanya hanya pada tanggung jawab, sehingga tidak perlu mengakikahkan diri sendiri.

    Lebih-lebih jika mengetahui bahwa batas pelaksanaan aqiqah adalah saat sebelum si anak baligh, sehingga jelas bahwa hukum aqiqah setelah dewasa tidak dianjurkan.

    Akan lebih baik jika uang yang dipunyai digunakan untuk melakukan ibadah kurban saja.

    Manfaat Aqiqah dalam Islam

    Setelah mengetahui hukum aqiqah setelah dewasa tidak disyariatkan, kita dapat mempersiapkan lebih awal ketika bayi akan lahir dengan menabung seadanya setiap hari.

    Sebab ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari anjuran Rasulullah SAW satu ini, adapun manfaat tersbeut adalah sebagai berikut:

    1.  Melindungi Anak dari Gangguan Setan

    Manfaat aqiqah yang pertama yakni melindungi anak dari gangguan setan. Hal ini didasarkan pada hadis, yang artinya, “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.”

    Sehingga, anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan setan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari setan tergadai oleh aqiqahnya”.

    2. Menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW

    Manfaat aqiqah yang pertama adalah menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS, tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.

    3. Tebusan bagi Anak

    Manfaat aqiqah lainnya yakni tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari akhir, sebagaimana Imam Ahmad mengatakan, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya).”

    4. Mendekatkan diri dengan Allah SWT

    Selain bentuk syukur, aqiqah merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dari anugerah dan karunia yang telah lahir ke dunia.

    5. Memperkuat tali persaudaraan

    Manfaat terakhir aqiqah yakni memperkuat tali persaudaraan. Misalnya dengan memberikan daging kambing aqiqah, diharapkan bisa menguatkan tali persaudaraan dan anak juga akan didoakan untuk kebaikannya.

    Nah, demikian uraian terkait hukum aqiqah setelah dewasa. Semoga artikel ini dapat membantu untuk memberikan jawaban atas pertanyaan mengenai aqiqah ya!

  • Hukum Tanam Bulu Mata Menurut Islam, Begini Penjelasan hingga Efek Sampingnya

    Hukum Tanam Bulu Mata Menurut Islam, Begini Penjelasan hingga Efek Sampingnya

    Setiap wanita selalu ingin tampil cantik, bahkan beberapa di antaranya rela menghabiskan uang untuk tampil natural meski dengan sentuhan make up. Tidak jarang yang memutuskan untuk melakukan Eyelash Extention. Namun, sudah tahukah hukum tanam bulu mata menurut islam?

    Sebagian wanita menganggap bahwa treatment satu ini meringkas waktu lebih cepat, sebab penggunaan bulu mata palsu membutuhkan waktu cukup lama dan kerap kali tidak rapi.

    Namun, tak jarang beberapa wanita ragu untuk menggunakan tanam bulu mata karena banyak sekali pro kontra mengenai kebolehan melakukan treatment satu ini. Lantas, apa sebenarnya hukum tanam bulu mata menurut Islam? Simak uraian berikut ini!

    Hukum Tanam Bulu Mata Menurut Islam

    Seiring berkembangnya mode, ada banyak sekali tren yang bermuncul sebagai alternatif untuk memudahkan wanita dalam berias. Salah satunya yakni tanam bulu mata.

    Treatment satu ini semakin diminati oleh kalangan kaum hawa, bahkan beberapa di antaranya rela mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan tampilan bulu mata yang cantik, lentik dan mempesona.

    Sebagai seorang muslim yang bertakwa tentu perlu memeriksa kembali mengenai kebolehan tren meski tujuan dibaliknya yakni memudahkan.

    Menurut jumhur ulama, hukum tanam bulu mata menurut Islam adalah haram. Sebab, ini termasuk dalam perbuatan mengubah ciptaan Allah yang disebutkan dalam surat an-Nisa ayat 119:

    وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّٰهِ ۚ وَمَنْ يَّتَّخِذِ الشَّيْطٰنَ وَلِيًّا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِيْنًا

    Artinya: “Dan akan aku (setan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar mengubahnya. Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”

    Selain itu dikisahkan dalam suatu hadits yang mana pada saat itu, ada seorang gadis Anshar yang baru saja menikah dan ia mengalami sakit yang mengakibatkan rambutnya rontok.

    Keluarga gadis itu berencana untuk menyambung rambut anak gadis mereka dengan rambut palsu.

    Kemudian, nabi Muhammad SAW menjawab bahwa akan dilaknat wanita yang menyambung rambut dan orang yang menyambungkan rambutnya.

    Sehingga dengan jelas dapat kita simpulkan bahwa hukum tanam bulu mata menurut Islam adalah haram atau dilarang.

    Baca juga: 3 Doa Saat Sujud Terakhir Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Sebab umat muslim dianggap tidak bersyukur atau kufur akan nikmat yang Allah SWT sudah berikan. Hal ini turut dijelaskan dalam salah satu hadits riwayat Muslim dan Bukhari, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

    “Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditatokan, yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur, yang mengikir gigi supaya kelihatan cantik dan merubah ciptaan Allah.” (HR Muslim dan Bukhari).

    Begitupun dengan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari yang menyatakan bahwa perempuan tidak boleh mengubah sesuatu dari bentuk asal yang telah diciptakan Allah SWT. Baik itu dengan cara menambah atau mengurangi agar kelihatan bagus di mata orang lain.

    Efek Samping Tanam Bulu Mata

    Efek Samping Tanam Bulu Mata

    Sesuatu yang diharamkan oleh Allah tentu memiliki alasan kuat di dalamnya, seperti halnya hukum tanam bulu mata menurut Islam adalah haram. Ada beberapa efek samping ketika kita memaksakan untuk melakukannya.

    Adapun efeksamping tersebut, adalah sebagai berikut:

    1. Bulu mata rontok

    Efek tanam bulu mata yang terlalu lama dapat menyebabkan ketegangan kepada bulu mata, sehingga menyebabkan bulu mata asli mengalami kerontokan.

    Pada wanita dengan akar bulu mata yang tak begitu kuat, bahkan dapat terjadi kerontokan bulu mata permanen. Rontok karena eyelash extension ini dikenal dengan traction alopecia.

    2. Iritasi

    Bila memiliki kulit yang sensitif, efek samping tanam bulu mata bisa menyebabkan mata dan kulit sekitarnya menjadi iritasi, kondisi ini biasanya disebabkan bahan sintesis bulu mata palsu.

    Iritasi ini bisa dijumpai pada konjungtiva (konjungtivitis) atau kornea (keratitis). Keduanya bisa menyebabkan mata merah, nyeri gatal, berair, dan timbul kotoran yang menumpuk.

    Selain itu, efek tanam bulu mata bisa membuat kita menjadi rentan tertidur dengan mata terbuka.

    Hal ini akan menyebabkan kornea kering dan mengakibatkan bakteri mengumpul di bawah bulu mata. Berkumpulnya bakteri ini juga menjadi salah satu penyebab infeksi dan iritasi.

    Baca juga: 10 Arti Mimpi Bertemu Mantan Pacar Menurut Islam, Benarkah Ada?

    3. Reaksi alergi

    Reaksi alergi ini kerap terjadi, sebab sejumlah laporan memaparkan bahwa beberapa perekat eyelash extension yang beredar senyawa kimia formaldehida. Bahan Ini tergolong bahan kimia yang dihindari dipakai di bagian mata.

    Senyawa ini bisa menjadi alergen atau zat pemicu alergi pada beberapa orang. Tak hanya itu, saat bulu mata dipasang, terapis akan menempelkan bantalan untuk menahan bulu mata bagian bawah.

    Dan ternyata, bantalan ini mengandung bahan pengawet methylisothiazolinone yang juga dapat mengiritasi area periorbital dan menyebabkan reaksi alergi mata ringan hingga parah.

    4. Bulu Mata Hilang

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa menanam bulu mata dapat menyebabkan kerontokan permanen pada bulu mata asli. Tentu jelas, bahwa hal ini dapt menyebabkan kegundulan atau bulu mata hilang.

    Risiko ini dapat terjadi bila seseorang terlalu sering menggunakan bulu mata extension sehingga folikel rambut yang berperan untuk menumbuhkan dan memelihara bulu mata menjadi rusak.

    Kebanyakan efek tanam bulu mata ini terjadi pada orang yang memiliki bulu mata yang sensitif terhadap zat-zat yang digunakan pada sulam bulu mata, terutama pada lem perekat khusus yang digunakan.

    Selain itu, reaksi ini juga bisa terjadi ketika terapis tidak menjaga kebersihan selama proses penanaman bulu mata.

    5. Kebutaan

    Selain kehilangan bulu mata, ada hal yang lebih parah lagi pada efek tanam bulu mata, yakni kebutaan. Sudah tentu bahwa hukum tanam bulu mata menurut Islam adalah haram, sebab hal-hal seperti ini mungkin saja terjadi.

    Meski memang jarang dan umumnya hal ini disebabkan kebersihan pengguna yang kurang, sehingga menyebabkan iritasi dan infeksi. Tentu akan lebih baik jika menghindarinya bukan?

    Gejala awalnya akan terasa sangat gatal, timbul kemerahan hingga berhari-hari sampai akhirnya hilangnya penglihatan. Bahkan hal ini terbukti dengan adanya sebuah kasus yang menyebabkan seorang wanita hampir buta karena ekstensi bulu mata tertempel di bagian dalam mata.

    6. Kecanduan

    Seseorang yang merasa cantik dengan menanam bulu mata, biasanya akan merasa kurang dan malu jika tampil tanpanya.

    Hal ini jelas tidak baik untuk kesehatan mata karena dengan perawatan yang berulang membuat tekanan pada bulu mata asli secara terus menerus.

    Apalagi jika tempat yang dikunjungi untuk melakukan penanaman, tidak higienis. Tentu hal ini dapat mencederai kulit sekitar kelopak mata.

    7. Mata Perih

    Risiko pemakaian eyelash extension yang umum terjadi ialah mata menjadi perih. Hal ini masih ada kaitannya dengan iritasi dan infeksi akibat lem perekat yang menempel pada mata.

    Hal ini juga bisa saja terjadi jika terapis yang melakukan treatment belum memiliki skill yang teruji dan menggunakan bahan-bahan yang tidak aman.

    Beberapa lem perekat yang palsu ketika digunakan dapat memberikan efek panas seperti rasa terbakar pada mata saat mulai ditempelkan pada kelopak mata.

    Nah, itu dia uraian mengenai hukum tanam bulu mata menurut Islam. Jika melihat banyak efek sampingnya tentu lebih aman jika meluangkan waktu dengan menggunakan mascara atau treatment lainnya yang sudah tentu boleh dalam Islam seperti lash lift.

    Semoga artikel ini dapat menghilangkan keraguanmu ya!

  • Cek Golongan Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

    Cek Golongan Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

    Sebelum membayar zakat fitrah, kita perlu tahu siapa saja golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah.

    Zakat fitrah sendiri merupakan zakat yang diwajibkan atas setiap diri individu, baik laki-laki maupun perempuan muslim dengan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

    Waktu yang dilakukan untuk membayar zakat fitrah yakni pada akhir bulan Ramadhan dan sebelum menunaikan ibadah sholat ied. Lantas, siapa saja sebenarnya golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah ini? Yuk, simak uraiannya di bawah ini!

    Ketetapan Pembayaran Zakat Fitrah

    Sebelum mengenal siapa saja golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah, akan lebih baik jika kita mengetahui besaran ketetapan dalam pembayaran zakat fitrah yang harus dipenuhi seorang Muslim.

    Pada dasarnya, zakat fitrah tidak hanya dibayarkan dengan nominal uang saja. Namun diperbolehkan untuk menggunakan bahan baku pokok yang umum dikonsumsi pada negara maupun daerah setempat. Namun, keduanya harus bernilai sama.

    Ketentuan zakat fitrah disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat Fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas orang muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wanita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idulfitri.” – (HR Bukhari dan Muslim)

    Selain itu, terdapat hadits lainnya yang turut menjelaskan mengenai waktu pembayaran zakat fitrah,

    “Barang siapa mengeluarkan (zakat Fitrah) sebelum sholat (‘Idulfitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya setelah sholat maka dianggap sedekah sunah.” – (HR. Ibnu Majah)

    Untuk di Indonesia sendiri, makanan pokok masyarakatnya adalah beras, sehingga yang digunakan untuk membayar fitrah selain uang adalah beras, dengan besaran 2,5 kg atau 3,5 liter.

    Sementara jika tidak ingin menggunakan beras sebagai makanan pokok, kita juga bisa menggantinya dengan uang yang bernilai sama. Sesuaikan nominal dengan harga berasa pada wkatu tersebut dalam satu kilonya.

    Jadi sebenarnya, nilai besaran uang yang diberikan untuk zakat fitrah bisa berbeda setiap tahunnya tergantung dari harga beras pada saat itu.

    Baca juga: 13 Doa Agar Anak Sholeh dan Sholehah, Ayah Bunda Yuk Amalkan!

    Golongan Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah Menurut Sunnah

    Tentu tidak semua orang berhak untuk menerima zakat fitrah. Golongan penerima zakat disebutkan dalam firman Allah SWT:

    إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 60)

    Dari firman di atas berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah, yakni sebagai berikut:

    1. Orang Fakir

    Golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah adalah orang-orang fakir atau yang dikenal dengan sebutan al-fuqara’ di dalam Al-Qur’an.

    Orang fakir yang dimaksud adalah orang yang tidak memiliki kekayaan atau penghasilan untuk dapat memenuhi kehidupan sehari-hari, termasuk sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan.

    Selain itu, orang-orang lansia, orang-orang yang kehilangan harta benda karena bencana alam, hingga orang-orang yang tidak memiliki biaya pendidikan dasar sembilan tahun juga termasuk ke dalam golongan orang yang fakir.

    2. Orang Miskin

    Golongan yang berhak menerima zakat fitrah selanjutnya yakni orang-orang miskin. Yang dimaksud dengan orang miskin yakni orang yang memiliki maslaah ekonomi yang lebih ringan dibanding dengan orang fakir.

    Dikatakan orang miskin apabila orang tersebut memiliki pekerjaan, usaha, kekayaatn namun tidak mencukupi kebutuhan dasar mereka.

    Contoh orang yang miskin adalah orang yang kekurangan modal usaha, orang yang menderita sakit tapi tidak mampu beroba.

    3. Pengurus Zakat

    Pengurus zakat juga termasuk ke dalam golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah, orang ini disebut juga al-‘amilin ‘alaih dalam bahasa Arab, namun orang Indonesia lebih mengenalnya dengan nama amil zakat.

    Tugas dari pengurus zakat adalah mengumpulkan zakat dari orang muslim dan menyalurkannya kepada orang yang berhak menerima.

    4. Muallaf

    Golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah berikutnya yakni orang yang baru masuk Islam atau muallaf. Orang muallaf termasuk ke dalam orang yang berhak sebab hal ini diyakini akan menguatkan tauhid dan syariah mereka.

    Dengan adanya bantuan zakat fitrah, maka diharapkan keimanan dari orang yang baru masuk Islam akan semakin kuat.

    5. Orang yang Berhutang

    Orang yang berhutang atau al-gharimin juga termasuk golongan yang berhak menerima zakat fitrah.

    Jenis hutang yang dimaksud di sini adalah hutang yang diperuntukan keperluan baik dan mendesak. Misal, berhutang untuk membiayai rumah sakit, biaya pendidikan dan hal baik lainnya.

    6. Orang yang Berjuang di Jalan Allah

    Orang yang berjihad di jalan Allah termasuk ke dalam golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Bentuk perjuangan ini yakni pendakwah, orang yang mengembangkan panti asuhan dan lain sebagainya.

    7. Orang yang dalam Perjalanan

    Orang-orang yang sedang dalam perjalanan atau yang disebut juga dengan ibnu sabil termasuk pada golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah.

    Namun golongan yang dimaksud berhak ini adalah orang yang sedang melakukan perjalanan panjang dalam hal kebaikan. Misalnya bekerja mencari nafkah atau belajar.

    8. Budak yang Ingin Memerdekakan Diri

    Golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah terakhir, yakni dari orang yang menerima zakat adalah riqab atau orang yang ingin memerdekakan dirinya.

    Dahulu, ketika masih banyak perbudakan, zakat fitrah diutamakan bagi mereka yang telah merdeka. Namun, untuk saat ini, hal ini jarang diberikan sebab jarang sekali adanya perbudakan pada era sekarang ini.

    Meski sekarang sudah jarang terjadinya perbudakan, tapi golongan ini tetap diutamakan untuk mendapatkan zakat fitrah supaya mereka bisa memerdekakan dirinya.

    Baca juga: Istidraj: Pengertian, Tanda, Bahaya, dan Cara Menghindarinya

    Hikmah Zakat Fitrah Bagi Umat Islam

    Terdapat beberapa hikmah yang bisa kita dapat ketika kita membayar zakat. Adapun hikmah tersebut adalah:

    1. Zakat Fitrah Menyucikan Jiwa

    Hikmah yang pertama yakni membersihkan dan menyucikan jiwa. Hal ini turut dijelaskan dalam salah satu firman Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 103 , yang berbunyi:

    خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnnya do’a kamu itu ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    2. Memperoleh Keberkahan Harta

    Selain menyucikan jiwa, zakat fitrah juga bermanfaat membersihkan harta. Dalam memperoleh harta untuk kebutuhan sehari-hari, barangkali ada hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi.

    Seperti dalam proses jual beli, terdapat pelanggan yang merasa terpaksa dengan harga yang telah diberikan sehingga ia membelinya dengan perasaan tidak ikhlas.

    Hal ini akan menjadi salah satu batu sandungan dalam mencari rezeki lainnya. Meski hukumnya tidak haram, namun terdapat proses yang kurang baik. Hal inilah yang akan disucikan ketika kita membayar zakat fitrah.

    Meski demikian, hal ini tidak akan berlaku apabila harta yang diperoleh seseorang memang melalui proses yang jelas-jelas haram, seperti menipu, korupsi dan mencuri.

    3. Sebagai Bentuk Rasa Syukur Kepada Allah SWT

    Membayar zakat fitrah merupakan salah satu bentuk raa syukur kita atas segala nikmat Allah SWT, yakni dengan membagi harta dengan orang yang membutuhkan.

    Pasalnya, setiap hasil kerja keras kita, ada peran orang lain dan peran Allah SWT dalam mendapatkannya.

    4. Membersihkan Diri dari Perbuatan yang Sia-sia

    Hikmah zakat fitrah juga untuk membersihkan diri dari perbuatan yang sia-sia. Perbuatan yang dimaksudkan yakni, apabila kita secara tidak sengaja melakukan hal-hal seperti marah, kesal dan hal lainnya saat beribadah puasa. Atas izin Allah, perbuatan inilah yang akan dibersihkan saat kita membayar zakat.

    Seperti yang telah disabdakan Rasulullah dalam Hadits Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah, “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah itu sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor dan sebagai makanan bagi orang miskin. Karena itu, barang siapa mengeluarkan sesudah salat maka dia itu adalah shadaqoh biasa.”

    Itu dia golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Setelah mengetahuinya, semoga kelak saat bulan Ramadhan tiba, kita bisa memberikan zakat tersebut pada orang yang tepat dan benar-benar membutuhkan.

  • 10 Contoh Pembukaan Pidato Islami, Referensi Terbaru

    10 Contoh Pembukaan Pidato Islami, Referensi Terbaru

    Beberapa contoh pembukaan pidato Islami ini bisa membantu siapapun yang ingin membuat teks pidatonya sendiri. Di sini akan dipaparkan berbagai versi pembukaan pidato untuk dijadikan referensi.

    Dalam berbagai acara, terutama acara Islami. Tentu pembukaan pidato menjadi  daya tarik tersendiri. Sebab pembukaan pidato yang menarik akan membuat pendengar lebih tertarik pada isi pidato lebih lanjut. 

    Maka dari itu, sangat penting bagi kita mengetahui beberapa contoh yang cocok jadi referensi untuk membuat teks pembuka pidato sendiri. 

    Contoh Pembukaan Pidato Islami

    Pembukaan pidato Islam menjadi suatu hal yang perlu kita perhatikan ketika membuat teks pidato. Sebab pembukaan menjadi salah satu kunci penentu dalam suksesnya pidato.

    Pembukaan pidato yang baik adalah pembukaan yang bisa memancing atensi dari pendengarnya. Nantinya mereka akan memperhatikan dan mendengarkan isi pidato sampai selesai.

    Adapun contoh pembukaan pidato Islami yang bisa kita pelajari sebagai referensi yakni:

    1. Contoh Pertama

    Sebenarnya contoh ini hanya sebagai referensi. Sebab biasanya setiap orang punya ciri khas dalam berpidato. Sehingga, tidak menutup kemungkinan contoh pembukaan pidato Islami ini bisa dimodifikasi.

    Berikut contoh pembukaan pidato yang bernuansa Islami:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Segala puji hanya milik Allah SWT semata.

    Segala zat yang Maha Syukur, zat yang Maha Ghafur yang telah memberikan beribu-ribu nikmat yang tidak bisa terukur.

    Nikmat iman, nikmat Islam hingga nikmat sehat wal afiat. Sehingga, kita semua bisa berkumpul di tempat yang baik ini, Insya Allah diberkahi oleh Allah SWT.

    Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah bersama ahlul baitnya. Juga kepada guru-guru kita, orang tua kita, saudara kita, pemimpin-pemimpin kita, muslimin, dan muslimat serta yang terdahulu.

    Baca juga: Pengertian Islam Menurut Bahasa, Istilah, dan Al-Quran

    2. Contoh Kedua

    Selanjutnya ada contoh pembukaan ceramah singkat atau pidato Islami yang lebih pendek dari contoh pertama. Sebab ada kalanya seseorang ingin menyampaikan pidato singkat.

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Bismillahirrahmanirrahim.

    Muslimin muslimat Rahimakumullah, marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada akhirul zaman, Nabi Agung Nabi Muhammad SAW.

    Semoga dalam acara yang mulia ini, kita semua bisa mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT.

    3. Contoh Ketiga

    Contoh pembukaan pidato Islami ketiga yang bisa jadi referensi lainnya ini juga cocok untuk acara Islami. Walaupun lebih panjang karena memasukan nama acara beserta topik pembahasannya, tapi memudahkan audiens untuk memahaminya.

    Berikut contoh pembukaan pidatonya:

    Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakaatuh.

    Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, was sholatu wassalamu ‘ala, asyrofil ambiyaa iwal mursalin, wa a’alaa alihi wa sahbihi ajmain amma ba’du.

    Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya kepada kita. Sehingga, kita semua bisa berkumpul di pagi yang cerah ini dan di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan (nama acara).

    Tidak lupa sholawat serta salam kita panjatkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa umat ini dari kegelapan menuju risalah kebenaran yang terang benderang yaitu ad-dinul Islam.

    4. Contoh Keempat

    Berikut ada contoh pembukaan pidato Islam yang penuh makna. Inilah contoh pembukaan yang bisa jadi referensi pembuatan pidato dengan baik dan benar.

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillah, asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna sayyidinaa Muhammadan rasuulullohi allohumma sholii ‘alaa sayyidina muhammadin wa ala alihi wa ashaabihi ajmaiin. Amma ba’du.

    Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan rahmatnya kepada kita semua, sehingga dapat berkumpul pada kesempatan yang penuh kemuliaan.

    Sholawat serta salam tidak lupa kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang Islamiyyah. 

    Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat dan tetap bersyukur atas semua takdir Allah SWT.

    Baca juga: Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Perkembangannya

    5. Contoh Kelima

    Contoh pembukaan pidato Islami berikutnya cocok jadi bahan pertimbangan untuk perlombaan pidato. Berikut pemaparan contoh pembukaan pidatonya:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Hamdan lillahi sholatan wa salaman rasulullah wa’alaa alaihi ashhaabihi wa man laahu wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Amma ba’du.

    Marilah kita mengucap syukur kepada Allah SWT karena atas kebaikannya kita bisa berkumpul dalam acara perlombaan adzan dan menghafalan surat Juz Amma untuk tingkat anak-anak.

    Sholawat dan salam kita junjung kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang yaitu ad-dinul Islam.

    Sekiranya kita semua dalam keadaan sehat dan semoga teman-teman senantiasa menjadi kebanggan orang tua yang sholeh dan sholehah.

    6. Contoh Pembukaan Pidato Islami Keenam

    Tidak hanya contoh lima itu saja, masih banyak contoh pembukaan pidato Islami lainnya yang bisa kita jadikan referensi. Salah satunya contoh pembukaan pidato sebagai berikut:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih.

    Yang membalas setiap doa yang kita panjatkan, apabila kita berdoa dan selalu mengingat-Nya.

    Pertama-tama, marilah kita selalu panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWt yang telah mempertemukan kita di sini dalam keadaan sehat walafiat.

    Tidak lupa kita panjatkan sholawat dan salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW bersama ahlul baitnya. Tak lupa pula, kepada guru-guru, orang tua, pemimpin, muslimin, dan muslimat beserta yang terdahulu juga yang akan datang.

    7. Contoh Ketujuh

    Selanjutnya terdapat contoh pembukaan pidato yang bisa masuk dalam kategori pembukaan ceramah yang bagus. Berikut contoh pembukaan pidatonya:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Bismillahi Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala rasulullah lahaula walaquwwata illabillahil wa ba’du.

    Segala puji bagi Allah SWT Tuhan Yang Maha Pengasih, yang telah melimpahkan segala rahmat-Nya kepada kita. Sehingga di pagi yang cerah ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat.

    Sholawat serta salam tidak lupa kita panjatkan kepada pemimpin muhsinin Nabiyullah Muhammad SAW. Semoga berkah dan kedamaian terus tercurahkan pada keluarga dan sahabatnya.

    8. Contoh Kedelapan

    Sama dengan contoh ketujuh, contoh pembukaan pidato Islami kedelapan ini akan dilengkapi dengan penulisan bahasa Arabnya. Berikut contoh pembukaan pidato yang bisa kita jadikan pembelajaran:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ   

    الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin, wassholatu wassalaamu ‘alaa asyrofil anbiyaa-I wal mursaliin, nabiyyina wa habiibinaa muhammadin, wa’ala alihi wa shahbihi aj’ma’iin, wa man tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

    Segala puji bagi Allah  SWT yang Maha Suci, yang Maha Mengetahui, dan Maha Melihat hamba-hamba-Nya, dan Maha Syukur yang telah memberikan beribu-ribu nikmat yang tidak dapat terukur.

    Sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi akhirul zaman, nabi yang membawa zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yaitu Nabi Agung Muhammad SAW.

    Semoga keluarganya, sahabatnya, dan kita semua selaku umat yang mengikuti sunnah-sunnahnya mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak. Amiin ya Rabbal alamin.

    9. Contoh Kesembilan

    Selain dari kedelapan contoh tersebut, juga ada contoh pembukaan pidato alhamdulillah yang dimulai dengan tetap membaca basmallah. Berikut contohnya:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ ، اَشْهَدُ اَنْ لۤا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Alhamdulillahi-lladzii hadaana lihadzaa, wama kunna linahtadiya laula an hadanallah, Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa Asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh, La nibya ba’dah.

    Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita beribu-ribu nikmat yang tidak terhitung.

    Tak lupa sholawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta sahabatnya. Dan semoga kita semua mendapatkan syafaat dan petunjuknya hingga hari kiamat kelak.

    10. Contoh Kesepuluh

    Terakhir, ada contoh pembukaan pidato Islami arab yang penuh makna dan doa dengan menggunakan bahasa Arab secara penuh. Berikut contoh pembukaan pidato dengan bahasa Arab:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Alhamdulillaahil ladzii kaana bi’ibadihi khabiiran bashiraa, tabaarokal ladzii ja’ala fis samaa’I buruujaw waja’ala fiihaa sirojaw waqomarom miniira. Asyhadu an-laa ilaa ha-illallah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh, alladzi ba’atsahu bil haq basyiiraw wanadziiroo. Wa da’iyan ilal haqqi bi’idznihi wa sirojam muniiraa. Allahumma shalli ‘alaihi wa’alaa alihi wa shohbihi wa saliim tasliman katsiroo. Amma ba’du.

    Artinya, “Segala puji bagi Allah, yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat hamba-hambanya, Maha Suci Allah, Dialah yang menciptakan bintang-bintang di langit dan dijadikan padanya penerangan dan Bulan yang bercahaya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya yang diutus dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi umatnya. Ya Allah, curahkan sholawat dan salam baginya dan keluarganya yaitu doa dan keselamatan yang berlimpah.”

    Demikian beberapa contoh pembukaan pidato Islami yang bisa jadi referensi saat membuat pidato. Kita bisa memodifikasi contoh pembukaan dengan ciri khas masing-masing.

  • Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Amalan Pembuka Pintu Rezeki

    Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Amalan Pembuka Pintu Rezeki

    Seseorang yang berhutang wajib hukumnya untuk membayar hutang tersebut. Hal ini yang terkadang membuat orang gundah terlebih lagi mereka sedang kesulitan finansial. Oleh karena itu, kita bisa membaca doa pelunas hutang.

    Seperti yang kita ketahui jika orang memiliki hutang tentu hidupnya merasa tidak tenang atau sering gundah. 

    Hal ini tentu saja dikarenakan ada beban pikiran di setiap harinya terkait bagaimana cara agar bisa membayar hutang atau melunasinya.

    Kumpulan Doa Pelunas Hutang

    Doa pelunas hutang alangkah baiknya kita baca tiap hari apabila sedang terlilit hutang. Cara ini menjadi ikhtiar dalam melakukan pelunasan hutang agar segera terbayarkan. 

    Selain itu, tentunya kita juga berharap semoga Allah SWT melancarkan rezeki.

    Rasulullah SAW dalam sabdanya juga telah mengajarkan amalan pelunas hutang ini kepada para sahabatnya. Hal ini tentunya agar umat yang mengikuti sampai akhir zaman bisa melunasi hutang dengan cara yang halal alias tidak menyimpang.

    Sebab di dalam ajaran agama Islam, hutang tentunya diperbolehkan asal memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Pasalnya, ketentuan dalam berhutang yang baik sesuai ajaran agama sudah tertuang lengkap di fiqih muamalah.

    Setelah memahami tata cara berhutang yang baik dan benar, maka selanjutnya kita bisa mengamalkan doa pelunas hutang ini agar semakin dimudahkan dalam membayar kewajiban sesama manusia.

    1. Doa Pelunas Hutang dari Riwayat Muslim

    Doa Pelunas Hutang dari Riwayat Muslim

    Dalam melunasi hutang kita dituntut untuk bekerja secara keras terlebih lagi jika jatuh tempo dari perjanjian awal sudah dekat. Hal ini agar seseorang bisa membayar hutang tanpa melewati masa jatuh tempo sesuai kesepakatan.

    Tentunya kerja keras ini harus dilakukan dengan cara yang halal tanpa melanggar syariat agama. Karena pada hakikatnya, membayar hutang merupakan kewajiban dan dalam Islam diperbolehkan apabila memang dalam kondisi terdesak.

    Oleh karena itu, jika seseorang sedang mengalami kondisi sulit finansial dan memilih untuk berhutang, maka dianjurkan untuk membaca doa pelunas hutang agar dimudahkan Allah SWT dalam mendapatkan rezeki.

    Adapun amalan doa yang bisa kita baca agar dimudahkan dalam melunasi hutang, yakni:

    اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

    Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqul habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta akhidzun binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal akhiru falaysa ba’daka syaiun, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

    Artinya: “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. 

    Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk kuasa Allah). 

    Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. 

    Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah hutang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim No. 2713)

    Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan doa di atas.

    Baca juga: 2 Doa Sebelum Tidur dan Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panjang & Pendek)

    2. Doa Melunasi Hutang Sepenuh Gunung

    Banyak dari kita yang mungkin memiliki hutang dalam jumlah yang banyak hingga apabila diilustrasikan seperti sepenuh gunung. Banyaknya hutang ini tentunya diluar kemampuan finansial yang mungkin sedang dialami oleh seseorang tersebut.

    Namun, kita sebagai orang yang berhutang tetap diwajibkan untuk membayar. Meski terasa sulit, maka bisa menyertakannya dengan doa yang telah disabdakan oleh Rasulullah kepada sahabatnya, yakni Ali bin Abi Thalib RA.

    Doa pelunas hutang segunung dari rasulullah ini mengajarkan kita untuk membaca dan mengamalkannya apabila memiliki hutang yang banyak, maka Allah akan memudahkan untuk melunasinya.

    Berikut ini doa yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk melunasi hutang:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak

    Artinya:

    “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi No. 3563)

    3. Doa Melunasi Hutang- Gunung Uhud

    Doa pelunas hutang selanjutnya yang bisa kita amalkan adalah bacaan ketika Rasulullah bersabda kepada Mu’adz RA. Bacaan doa supaya bisa membayar hutang dengan cara tak terduga ini membantu kita untuk tetap tegar dan berusaha.

    Jika hidup yang dirasakan mulai terasa berat karena dikejar hutang yang tidak kunjung selesai, solusinya adalah jangan khawatir. 

    Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya tentang satu doa terkait melunasi hutang walau sebesar gunung uhud.

    Hal paling utama dari memanjatkan doa ini adalah keyakinan kita terhadap kemampuan Allah SWT dalam membantu hamba-Nya untuk melunasi hutang. Selain itu, kita juga tidak lalai atau secara sengaja untuk tidak membayarnya.

    Berikut ini doa yang rasulullah ajarkan kepada sahabat terkait melunasi hutang seperti gunung Uhud:

    اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا وَتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ, اِرْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

    Allahumma Malikal mulki tu’til mulka man tasya’ wa tanzi’ul mulka mimman tasya’ wa tu’izzu man tasya’ wa tudzillu man tasya’ biyadikal khair, innaka ‘ala kulli syain qadir.  Rahmanad Dunya wal Akhirati wa Rahimuha tu’thihuma man tasya’ wa tamna’u man tasya irhamni rahmatan tughnini biha ‘an rahmati man siwaka.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Engkau) Yang Maha pengasih di dunia dan akhirat, dan Yang Maha penyayang di dua negeri tersebut. Engkau memberi dari keduanya kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cegah orang yang Engkau kehendaki.  Kasihilah aku dengan rahmat-Mu; di mana Engkau jadikan aku cukup dengannya dengan tidak membutuhkan kasih sayang dari siapapun selain Engkau.” (HR. At Thabrani)

    Baca juga: Doa Nabi Ibrahim dalam Al-Qur’an ketika Dibakar dan Meminta Keturunan

    4. Doa agar Terlepas dari Sulitnya Hutang

    Seperti yang kita ketahui bahwasanya orang yang berhutang tentunya sedang mengalami kondisi finansial yang sulit. Namun, jika berada di kondisi yang terdesak dan memiliki niat dan tekad untuk membayarnya, maka hal ini diperbolehkan.

    Terlepas dari itu, banyak saudara kita yang memiliki hutang dalam nominal yang besar sehingga mereka kesulitan dalam membayarnya. Padahal, secara agama hutang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan.

    Oleh karena itu, jika merasa sulit dalam membayar hutang tersebut, kita dianjurkan untuk membaca doa ini sembari berusaha mencari rezeki agar selalu dilapangkan dan dilimpahkan oleh Allah SWT.

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

    Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom

    Artinya:

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan sulitnya utang”. (HR. Bukhari No. 2397 dan Muslim No. 5)

    5. Doa Memohon Kemudahan Membayar Hutang

    Doa Memohon Kemudahan Membayar Hutang

    Setelah membaca beberapa doa membantu melunasi hutang diatas, tentunya bisa kita sertakan doa lainnya untuk meminta kemudahan kepada Allah SWT dalam membayar hutang. 

    Pasalnya, hutang yang dimiliki oleh seseorang wajib hukumnya untuk dibayar.

    Adapun doa yang bisa kita panjatkan dalam meminta kemudahan untuk membayar hutang ini, yaitu:

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah”. (HR. Ibnu Hibban No. 255)

    6. Doa Dipermudah Urusan Dunia dan Akhirat

    Cara lainnya yang bisa kita panjatkan untuk doa pelunas hutang adalah dengan membaca doa agar dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah bahwa hutang akan dipertanggungjawabkan.

    “Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi. 

    Kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki utang, sungguh ia tidak akan masuk surga sampai hutangnya dibayarkan.” (HR Nasa’i).

    Baik itu dunia maupun diakhirat, karena itu sudah semestinya kita untuk segera melunasi hutang agar urusan apapun yang ada di dunia atau akhirat dipermudah. Di bawah ini doa yang bisa kita panjatkan pada Allah SWT.

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

    Alloohumma ashlih lii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ash-lih lii aakhirotiillatii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin.

    Artinya:

    “Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! 

    Jadikanlah -ya Allah- kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan”. (HR. Muslim No. 2720)

    Dzikir Pelunas Hutang

    Tidak hanya doa pelunas hutang, dzikir juga menjadi ikhtiar kita dalam mengatasi diri yang sedang terlilit hutang. Seperti yang kita ketahui adanya rasa khawatir akan hutang tersebut menjadikan seseorang mudah untuk berpaling dari jalan yang lurus.

    Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan dzikir agar selalu mengingat Allah SWT. Selain itu, mengucapkan dzikir juga menjadi motivasi bagi diri untuk selalu tegar dan perusahaan dalam melunasi hutang tersebut.

    Berikut ini 5 dzikir pelunas hutang yang bisa kita amalkan agar hidup selalu tentram sembari berusaha untuk melunasi hutang.

    1. Bacaan Dzikir Pertama

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

    Hasbunallah wani’mal-wakil, ni’mal-maula, wani’man-nashir.

    Artinya:

    “Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami, sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami.”

    2. Bacaan Dzikir Kedua

    Selanjutnya dzikir yang kedua ini sangat dianjurkan untuk kita baca pada waktu pagi dan petang atau sore hari secara rutin sebagai bentuk amalan.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl.

    Artinya:

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran. 

    Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang-orang.”

    3. Bacaan Dzikir Ketiga

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

    Artinya:

    “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi No. 3563)

    4. Bacaan Dzikir Keempat

    وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Wa may yattaqillāha yaj’al lahụ makhrajā wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā.

    Artinya:

    “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. 

    Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (kebutuhan)-nya. Sesungguhnya Allah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At Talaq ayat 2 dan 3).

    5. Bacaan Dzikir Kelima

    اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Allahumma innii as’aluka antarzuqunii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin walaa musyaqqotin walaa dhairin wala nashabin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya:

    “Ya Allah, aku minta kepada-Mu akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tanpa kesukaran dan kemelaratan dan tanpa keberatan dan sesungguhnya Engkau maha atas segala sesuatu.”

    Membaca dzikir ini tentunya berharap agar dimudahkan oleh Allah SWT dalam mencari rezeki untuk melunasi hutang-hutang. Kita sebagai manusia tentunya tetap harus berusaha sembari berikhtiar kepada Allah dengan berbagai cara.

    Hutang merupakan suatu kewajiban yang harus dibayar sesuai kesepakatan. 

    Bagi kita umat Islam yang merasakan kesulitan dalam membayar hutang, maka dapat membaca doa pelunas hutang serta berdzikir pada Allah agar semakin dimudahkan.

  • Jual Beli Minuman dari Mesin Otomatis, Apakah Sah?

    Jual Beli Minuman dari Mesin Otomatis, Apakah Sah?

    Kemajuan teknologi dan perkembangan internet membuat transaksi jual beli menjadi semakin mudah. Salah satu contohnya yaitu jual beli minuman dari mesin otomatis.

    Namun, penggunaan mesin untuk menggantikan tenaga manusia menyebabkan tidak adanya ijab kabul dalam transaksi. Lantas, bagaimana pandangan syariah mengenai transaksi menggunakan mesin otomatis?

    Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai hukumnya di artikel ini.

    Jual Beli Minuman dari Mesin Otomatis

    Menurut fikih, dalam transaksi atau akad jual beli disyaratkan adanya sighat (ijab kabul) dari pihak penjual dan pembeli.

    Sementara itu, saat melakukan pembelian melalui mesin otomatis atau vending machine pembeli hanya perlu memasukkan sejumlah uang untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

    Kemudian, layaknya penjual asli, mesin akan mengeluarkan barang tersebut. Jadi, pihak penjual tidak terlibat dalam transaksi langsung dan tidak terjadi ijab kabul.

    Hal demikian berlangsung dalam jual beli minuman dari mesin otomatis dan berbagai transaksi modern lain.

    Nah, sebelum menelaah mengenai hukumnya, sebaiknya kita mengenali dulu yang dimaksud dengan ijab kabul.

    Ijab kabul dalam transaksi artinya ada yang menyatakan menjual dan ada yang menerima/membeli. Adapun bentuknya ada dua, yaitu melalui perkataan dan perbuatan.

    1. Ijab Kabul dengan Perkataan

    Jenis ijab kabul dengan perkataan melibatkan ucapan dari pihak penjual, “Saya menjual barang ini …”. Kemudian ada juga ucapan dari pihak pembeli, “Saya membeli …” atau “Saya terima.”

    Adanya ucapan dalam ijab kabul berfungsi untuk menunjukkan timbal balik dan keridhaan kedua pihak dalam melakukan transaksi.

    Baca juga: 5 Ayat Tentang Isra Miraj, Menjelaskan Kebesaran Allah SWT

    2. Ijab Kabul dengan Perbuatan

    Jenis ijab kabul ini disebut sebagai mu’aathah. Dalam mua’aathah, transaksi berlangsung cukup dengan pembeli yang meletakkan uang dan penjual menyerahkan barang.

    Transaksi mu’aathah sering kita temukan di berbagai tempat, seperti di pasar, supermarket, hingga mal.

    Bentuk transaksinya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

    • Penjual menyatakan, “Saya jual” dan pembeli hanya menyerahkan uang dan mengambil barang.
    • Pembeli mengatakan “Saya beli” dan penjual hanya menerima uang sambil menyerahkan barang.
    • Penjual maupun pembeli tidak mengatakan apa-apa, cukup dengan pembeli menyerahkan uang sementara penjual menyerahkan barang dagangan.

    Hukum Transaksi lewat Mesin

    Transaksi lewat mesin sudah menjadi hal sehari-hari sekarang ini. Jenisnya juga bermacam-macam, mulai dari beli minuman di mesin, beli pulsa di ATM, hingga belanja di marketplace online.

    Berbagai transaksi modern tersebut berlangsung secara otomatis. Penjual dan pembeli sering kali tidak saling berinteraksi. Jadi, tidak terjadi timbal balik maupun akad ijab kabul.

    Jenis transaksi yang demikian termasuk melibatkan ijab kabul melalui perbuatan dan hukumnya adalah sah.

    Adapun dasar yang menjadi alasan disahkannya transaksi yaitu:

    1. Dalil Diperbolehkannya Jual Beli

    Allah memperbolehkan jual beli dan tidak membatasinya dengan akad tertentu. Sebagaimana firman-Nya berikut.

    وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

    Artinya:

    “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275).

    2. Menurut ‘Urf

    ‘Urf atau kebiasaan masyarakat ketika penjual mengambil uang dan pembeli menerima barang, maka artinya kedua pihak telah rida melakukan transaksi.

    Dengan kata lain, perbuatan kedua pihak telah menunjukkan keridaan. Sehingga transaksi sah untuk dilakukan.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

    Artinya:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka (saling rida) di antara kalian.” (QS. An-Nisa’: 29).

    Kedua hal tersebut menjadi dasar hukum dari berbagai jenis transaksi mu’aathah.

    Adapun bentuk transaksinya dapat berupa transaksi langsung seperti di pasar dan supermarket yang tidak disertai ucapan apa-apa, maupun transaksi modern lewat mesin.

    Baca juga: Rahasia! Ini 4 Doa Meluluhkan Hati Suami yang Ampuh

    Pendapat Ulama tentang Transaksi Mu’aathah

    Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai keabsahan jual beli mu’aathah.

    Melansir dari laman Rumaysho, ulama Syafiiyah melarang transaksi yang mana ijab kabul hanya dalam bentuk perbuatan. Dengan kata lain, harus ada ucapan dari kedua pihak mengenai ijab kabul.

    Jadi, ulama Syafiiyah berpendapat bahwa jual beli mu’aathah tidak sah.

    Asy-Syirazi rahimahullah mengatakan, “Tidaklah sah akad jual beli kecuali adanya ijab dan kabul. Adapun akad mu’aathah tidaklah sah dan tidak disebut jual beli.”

    Imam Nawawi juga memberikan penjelasan mengenai perkara tersebut,

    “Pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafii, jual beli tidaklah sah kecuali dengan adanya ijab dan kabul. Sedangkan jual beli mu’aathah tidaklah sah baik bentuknya sedikit maupun banyak.” (Kitab Al-Majmu’, 9:115-116)

    Namun, Beliau juga berpendapat bahwa dalam akad jual beli tanpa sighat masih terdapat ruang keabsahan. Dengan catatan, adanya syarat sudah diketahui bahwa kedua belah pihak sama-sama ridha.

    Syaikh Muhammad al-Zuhri juga menyebutkan dalam kitab Sirajul Wahhaj, bahwa Imam Nawawi dan ulama Syafiiyah lain membolehkan transaksi tanpa akad dengan syarat hal tersebut sudah basa dilakukan oleh masyarakat.

    Selain itu, disyaratkan juga harga sudah diketahui oleh kedua pihak.

    Berikut penuturan Syaikh Muhammad al-Zuhri,

    ومنه المعاطاة لكن المصنف وجماعة اختاروا الانعقاد بها في كل ما يعده الناس بيعا ولا بد من اسناد البيع الى المخاطب ومن ذكر الثمن

    Artinya:

    “Bagian dari transaksi jual beli yang tidak sah adalah jual beli tanpa akad. Akan tetapi mushannif (Imam Nawawi) dan sekelompok ulama memilih keabsahan transaksi tanpa akad dalam setiap hal yang sudah dinilai jual beli oleh masyarakat, dan harus menyandarkan jual beli pada pembeli dan harus menyebutkan harga.”

    Transaksi Modern

    Mengutip dari laman Bincang Syariah, pada dasarnya, tujuan disyaratkannya sighat (ijab kabul) dalam berbagai akad adalah untuk memastikan bahwa pihak yang bersangkutan benar-benar rela melakukan akad tersebut.

    Adapun akad muamalah yang dimaksud meliputi muamalah yang sifatnya tukar menukar seperti bai’ (jual beli) maupun pemberian seperti hibah.

    Jadi, dengan adanya dalil yang memperbolehkan dan perbuatan yang menunjukkan keridhaan menurut ‘urf, maka transaksi atau jual beli modern hukumnya sah untuk kita lakukan.

    Adapun transaksi modern sendiri ada banyak jenisnya, di antaranya:

    • Jual beli minuman dari mesin otomatis
    • Transaksi lewat ATM
    • Pembelian tiket secara online
    • Beli saham lewat internet
    • Jual beli di market place
    • Sahnya jual beli melalui tulisan dalam email, surat, dan aplikasi pesan.

    Satu lagi hal yang menentukan sah tidaknya transaksi jual beli lewat mesin, yaitu harus memenuhi unsur dasar jual beli, meliputi:

    • Barang yang dijual diketahui oleh pembeli
    • Tidak terdapat unsur penipuan
    • Harga diketahui oleh pembeli sebelum melakukan transaksi, sehingga ia tidak merasa dirugikan setelahnya.

    Transaksi lewat mesin saat ini sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Masyarakat juga mempercayai proses transaksi melalui mesin.

    Di samping itu, sudah terdapat aturan dan Undang-undang terkait transaksi melalui mesin dan internet, sehingga risiko terjadinya penipuan sangat kecil.

    Demikianlah pembahasan mengenai hukum jual beli minuman dari mesin otomatis. Semoga menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua.

  • Inilah 5 Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad 

    Inilah 5 Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad 

    Umat muslim memang wajib bekerja. Namun, dalam memilih pekerjaan tidak bisa sembarangan. Jauh lebih baik buat kita mengikuti tuntunan dari Nabi Muhammad SAW. Ada loh beberapa pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad. 

    Sebenarnya semua pekerjaan itu bagus, hanya saja ada beberapa pekerjaan yang disebut dalam hadits dan Rasulullah bersabda bahwa beberapa pekerjaan itulah yang terbaik di antara yang lainnya. 

    Sebagai umat Islam yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai role model utama, kita patut menjadikan beliau sebagai percontohan dalam apapun. Termasuk juga dalam memilih pekerjaan apa yang nanti akan kita geluti.

    Mencontoh Rasulullah SAW pastinya akan membawa banyak kebaikan di dalam hidup ini. 

    Kategori Pekerjaan Terbaik Menurut Nabi Muhammad SAW

    Ada beberapa kategori pekerjaan terbaik menurut Rasulullah SAW. Apa saja kategorinya? Ini dia jawabannya:

    1. Pekerjaan dengan Tangan Sendiri

    Pertama adalah pekerjaan terbaik yakni pekerjaan yang menggunakan tangan sendiri. Dengan kata lain, hasil kerja dari tangan sendiri. Ada hadits yang menjelaskan tentang ini: 

    مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

    Artinya: 

    “Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang ia makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Karena Nabi Daud ‘alaihis salam dahulu juga makan dari hasil kerja keras tangannya.” (HR. Bukhari, No. 2072, dari Al-Miqdad).

    Sebagaimana yang disebut pada hadits ini, mencari pekerjaan dengan tangan sendiri pun telah dicontohkan oleh para nabi misalnya Nabi Daud ‘alaihis salam. 

    Adapun contoh beberapa pekerjaannya seperti kerajinan tangan, bercocok tanam, pandai besi, menulis, dan sejenisnya.

    Baca juga: Hadis Tentang Ciri Ciri Orang Munafik yang Wajib Diketahui

    2. Jual Beli yang Mabrur

    Mata pencaharian selanjutnya atau pekerjaan terbaik kedua yakni jual beli yang mabrur. Ulama Ash-Shan’ani berkata kalau yang dimaksud sebagai jual beli yang mabrur merupakan jual beli yang di antaranya tidak ada sumpah dusta. 

    Sumpah dusta untuk melariskan dagangan adalah hal yang dilarang. Selain itu, juga selamat dari tindak dan perilaku penipuan. 

    Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah di dalam Minhah Al-‘Allam (6:9) pun menjelaskan jika jual beli yang mabrur merupakan jual beli yang sudah memenuhi syarat juga rukun jual beli. 

    Hal ini terlepas dari jual beli yang bermasalah, juga penghindaran diri dari penipuan, serta dibangun di atas asas kejujuran. 

    3. Pekerjaan Paling Diberkahi

    Pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad selanjutnya juga ada yang kategorinya termasuk paling diberkahi. 

    Ada yang berpendapat jika pekerjaan paling diberkahi yakni bercocok tanam. Alasannya karena tingkat tawakalnya memang lebih tinggi. 

    Sedangkan Imam Nawawi berpendapat kalau pekerjaan yang paling diberkahi yakni pekerjaan yang menggunakan tangan sendiri. Bercocok tanam juga termasuk pekerjaan yang lebih baik menurutnya. 

    Ada sejumlah alasan yang mendasari mengapa bercocok tanam jadi pekerjaan yang paling diberkahi. Pertama, termasuk pekerjaan menggunakan tangan, tawakalnya yang tinggi, serta kebermanfaatan buat banyak orang. 

    Menurut penulis dari Tawdhihul Akham, pekerjaan terbaik yakni disesuaikan dengan keadaan setiap orang. 

    Hal paling penting yakni bahwa setiap pekerjaan wajib berisi kebaikan, tak ada unsur penipuan, sekaligus bisa menjalani kewajiban yang wajib diperhatikan ketika bekerja. 

    Contoh Pekerjaan Terbaik Berdasarkan Kriteria dari Nabi Muhammad

    Nah, mungkin kita hanya bisa belajar kategorinya saja di bagian atas. Sekarang, lanjut ke jenis pekerjaan itu sendiri. Ini dia jenis pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad: 

    1. Bertani atau Bercocok Tanam

    1. Bertani atau Bercocok Tanam

    Islam sudah memberi warna tersendiri untuk perkembangan pertanian. Hal ini nampak dari sejumlah hadis yang jelas-jelas menganjurkan umat Islam untuk membuat lahan jadi kawasan produktif. 

    Hal ini tentu karena bertani bisa memberikan banyak manfaat. Ada hadits yang bilang begini: 

    “Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman atau pohon, kemudian hasilnya dimakan oleh burung, manusia atau binatang, melainkan apa yang dilakukan itu menjadi sedekah baginya.” (Riwayat al-Bukhari Muslim dari Anas).

    Tak hanya mendapatkan keuntungan dari menanam, kita yang bertani pun mendapatkan pahala sedekah karena hewan, manusia, dan binatang juga mendapatkan manfaat darinya. 

    Sebagian ulama pun berpendapat kalau bertani adalah salah satu pekerjaan terbaik menurut Rasulullah SAW. Hal ini karena mereka dianggap makan dari hasil tangannya sendiri, dan ini sesuai dengan apa yang disabdakan nabi: 

    “Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik apa yang dihasilkan oleh tangannya, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari apa yang dihasilkan oleh tangannya sendiri.” (Riwayat al-Bukhari dari al-Miqda).

    Baca juga: Apa Itu Nikah Siri? Pengertian, Syarat, Contoh, dan Hukumnya

    2. Berdagang

    2. Berdagang

    Berdagang juga termasuk kategori pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad SAW. Jenis ini pun sangat dianjurkan. 

    Mengingat dulunya Rasulullah SAW sendiri juga seorang pedagang yang jujur, cerdas, dan tersohor. 

    Beliau berdagang dengan cara membeli barang dari pasar untuk kemudian dijual kembali pada pasar yang lain. 

    Berdagang tak hanya sempit pada menjual barang saja. Melainkan bisa juga dengan menjual jasa maupun keterampilan khusus yang kita miliki. 

    3. Beternak Hewan

    3. Beternak Hewan

    Jenis usaha yang juga bagus adalah beternak hewan. Sebelum masa kenabian, Rasulullah awalnya seorang penggembala kambing. 

    Beliau pun dulunya punya banyak hewan unta. Apakah ada yang tahu kalau dikonversi jadi rupiah, seekor unta itu harganya bisa ratusan juta rupiah, loh. 

    Di Indonesia, kita bisa memilih hewan-hewan yang umum saja seperti kambing, domba, sapi, ayam, ikan, dan sejenisnya. 

    Hanya saja, pilih hewan ternak yang halal dan bisa memberikan banyak manfaat buat manusia. Keuntungannya banyak dan tentu saja berkah karena telah mengikuti Nabi Muhammad SAW. 

    4. Menyewakan Lahan

    4. Menyewakan Lahan

    Dalam Islam, usaha menyewakan lahan pun dianjurkan. Lahannya bisa berupa sawah, perkebunan, ladang, juga lainnya. 

    Sistemnya bisa kita tentukan sendiri. Bisa dengan bagi hasil atau sewa di awal. Tapi memang jauh lebih baik bagi hasil agar tidak memberatkan satu pihak atau pihak yang mengelolanya. 

    Pada HR. Bukhari, pernah Rasulullah dulunya menyerahkan beberapa ladang dan kebun kurma di Khaibar ke bangsa Yahudi dan digarap memakai biaya mereka sendiri. 

    Berdasarkan dengan perjanjian, Rasulullah SAW akan memperoleh setengah keuntungan hasil panen dari lahan yang diberikan untuk dikelola. 

    5. Dilihat dari Kualitas Bekerja

    Pekerjaan yang terbaik tentu tak hanya fokus pada salah satu aspek pekerjaan saja. Melainkan juga dilihat dari kualitas pekerjaan seorang hamba. 

    Rasulullah SAW pernah bersabda: 

    Ihrish ala maa yanfa’uka wasta’in billahi wa la ta’jiz,. 

    Artinya:

    “Bersemangatlah dalam melakukan hal yang bermanfaat untukmu, dan minta tolonglah kepada Allah, serta janganlah engkau malas,”.

    Pada buku Saripati Ihya Ulumiddin Imam Ghazali dijelaskan jika manusia yang malas bekerja, harusnya malu pada alam semesta. 

    Sebab Rasulullah pun bersabda: 

    “Bukankah burung-burung pun berangkat pagi-pagi dalam keadaan perut kosong dan pulang sore-sore dalam keadaan perut kenyang?”.

    Perintah untuk Bekerja Keras dalam Al-Qur’an dan Hadits

    Setelah tahu apa saja pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad selanjutnya kita diperintahkan untuk bekerja keras. Bahkan perintahnya tertuang dalam Al-Qur’an dan Hadits. Ini rinciannya: 

    1. QS. At-Taubah Ayat 105

    وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Artinya: 

    “Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At-Taubah: 105).

    2. QS. Al-Jumu’ah Ayat 10

    فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    “Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS al-Jumu’ah: 10).

    3. QS. Az-Zumar Ayat 39

     قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُو

    “Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja(pula), maka kelak kamu akan mengetahui.” (QS az-Zumar: 39).

    4. Hadits Bekerja Keras agar Bisa Makan

    عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:لَوْ اَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ, تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا.

    Artinya: 

    “Dari Umar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka niscaya Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan perutnya kosong, lalu pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang”. [HR Tirmidzi, No. 2344; Ahmad (I/30); Ibnu Majah, No. 4164]. 

    Itulah yang bisa kita pelajari tentang pekerjaan terbaik menurut Nabi Muhammad SAW yang dapat menjadi bahan pertimbangan. Intinya, semua pekerjaan bagus selama kita dapat mengerjakannya dengan jujur dan sesuai dengan tuntunan agama Islam.

  • 12 Contoh Puisi Agama Islam yang Inspiratif dan Penuh Makna

    12 Contoh Puisi Agama Islam yang Inspiratif dan Penuh Makna

    Puisi adalah bentuk karya sastra tertulis yang mengandung pikiran, perasaan, pesan, dan imajinasi dari penyair. Temanya pun beragam, salah salah satunya unsur keagamaan. Jika ingin mencari inspirasi, pada artikel ini disajikan contoh puisi agama Islam.

    Bahasa puisi biasanya puitis, indah, mengikuti irama, dan rima, serta tersusun dalam larik dan bait.

    Puisi juga merupakan cara ekspresi diri yang mencerminkan berbagai perasaan, termasuk imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan, dan nasihat. 

    Contoh Puisi Agama Islam 

    Di zaman yang modern ini, puisi kerap digunakan sebagai sarana berdakwah. Adapun sebenarnya penggunaan puisi atau syair dalam berdakwah telah ada sejak awal perkenalan Islam. 

    Di Indonesia, para pendakwah sejak Islam pertama kali masuk juga telah memanfaatkan karya sastra sebagai alat untuk menyebarkan ajaran agama. Itulah sebabnya puisi cukup efektif menjadi sarana dakwah.

    Banyak contoh puisi bertema Islami yang bisa kita buat berdasarkan pemikiran sendiri. Jika masih kesulitan, tenang saja. Ada banyak contoh puisi Islami yang bisa menjadi inspirasi. Berikut beberapa contoh puisi bertema agama Islam:

    1. Cinta karena Allah

    Ya Allah…

    Tunjukkanlah agar cintaku ini menjadi sumber kenyamanan bagi orang lain

    Jangan biarkan hatiku yang belum memiliki iman menjadi sombong

    Biarkanlah cinta ini selalu mengharapkan keridhoan-Mu

    Bukan untuk merusak ciptaan-Mu

    Ya Allah…

    Bimbinglah setiap tindakan yang kulakukan dengan dasar cinta

    Agar aku tidak tersesat dalam hutan nafsu yang berbahaya

    Biarkan aku tetap teguh dan tidak tergoyahkan

    Seperti kapal yang aman dalam angin yang tenang dan akhirnya berlabuh di pelukan sungai-sungai surga-Mu

    Ya Allah…

    Berikan aku karunia cinta-Mu

    Dan temukanlah bagi aku mereka yang juga mencintai-Mu

    Kumpulkan kami bersama untuk mendekatkan diri kepada-Mu

    Satukan barisan kami dalam keimanan

    Ya Allah…

    Apabila aku merasakan cinta,

    Tunjukkanlah padaku untuk meletakkan cinta ini pada mereka yang juga mencintai-Mu

    Jangan biarkan cinta ini melebihi cinta yang ku miliki pada-Mu

    Hingga aku mencapai puncak berkat-Mu.

    Baca juga: Fiqih Adalah: Pengertian, Sumber Hukum, Ruang Lingkup, dan Contohnya

    2. Mohon Ampun

    Contoh puisi agama Islam selanjutnya berkaitan dengan seorang hamba yang memohon ampun kepada Tuhannya. Berikut curahan hati dalam bentuk puisi:

    Ya Robbi… Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun,

    Dalam sujud terakhirku, aku memohon agar Engkau mengampuni segala dosaku.

    Bimbinglah hatiku ke dalam lingkup kasih sayang-Mu, ya Robb..

    Ya Allah, sebagai Pencipta seluruh alam semesta beserta isinya,

    Tidak ada kekuatan yang seharusnya disembah selain Engkau.

    Apabila saat yang Engkau tetapkan telah tiba,

    Terimalah aku dengan penuh kasih sayang.

    Jiwaku tidak mampu menahan siksaan-Mu, ya Robbi.

    Lindungilah diriku dari siksaan api neraka yang kekal.

    Kemuliaan kalimat-Mu membawa pesan Ilahi.

    Panji tauhid yang berkibar memberikan semangat.

    Aku mencintai Allah dan mencintai Rasulku.

    Aku ingin berada di masa itu,

    Di masa di mana Nabi Allah berjuang untuk menyampaikan dakwah,

    Membawa kebenaran, kebaikan, dan penerangan.

    3. Dalam Sajadahku

    Dalam sajadah yang telah usang itu,

    Tubuhku menjadi rapuh,

    Mengingat saat-saat yang telah berlalu,

    Ketika aku lupa akan janji yang akan dihitung kelak.

    Dalam sajadah yang usang itu,

    Teriakan tidak lagi terdengar,

    Mataku berkabut, tidak mampu melihat,

    Telingaku merasa kehilangan pendengarannya.

    Ya Allah,

    Izinkan aku bersimpuh,

    Dalam sajadah yang panjang dan usang ini,

    Aku berdoa dan memohon,

    Ampunilah segala dosaku.

    Dalam sajadah yang usang ini,

    Aku merenungkan hidupku,

    Mengukirnya di dinding-dinding hatiku,

    Hati ini gemetar, segalanya terasa lemah,

    Aku memikirkan betapa buruknya diriku,

    Tidak mampu merenungkan diri sendiri,

    Wahai hati yang kosong,

    Kembalilah kepada cahaya-Nya,

    Berdoalah dengan khidmat,

    Isilah kekosongan itu dengan wudhumu yang suci,

    Dengarkanlah lembutnya lantunan firman-Nya,

    Tenanglah… tenanglah,

    Berlarilah mengejar cahaya itu,

    Menggunakan renungan hidup dalam sajadah yang usang ini.

    4. Sepertiga Malam

    Meskipun malamnya dingin, waktu terus bergerak maju

    Bagi mereka yang mencari surga, jiwa manusia yang terhina

    Ibadah di bumi tidak akan cukup untuk membersihkan hati yang berkarat

    Capailah ibadah langitmu

    Pukullah pintunya pada saat itu

    Ketika orang-orang sedang mewujudkan impian mereka

    Ketika manusia terlupa akan janji mereka

    Murnikan hati saat sepertiga malam tiba

    Rasakan kehadiran Jibril yang mencatat segala amal itu

    Ceritakan segala kisah, luapkan semuanya

    Bersihkan semua luka-luka

    Kesombongan itu, wahai Jibril,

    Lihatlah aku, aku merindukanmu

    Aku ingin engkau mendekapku, wahai Jibril

    Dalam saat-saat malam yang penuh kerinduan itu.

    Itulah contoh puisi agama Islam yang mengekspresikan tentang ibadah pada sepertiga malam. Waktu tersebut sangat mustajab untuk berdoa sehingga kita sebagai muslim pun wajib memanfaatkannya.

    Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek, Panjang, Arab & Latin

    5. Al-Qur’an Kitabku

    Di saat senja mulai merayap,

    Adzan berkumandang dalam keheningan,

    Manusia berkerumun,

    Melangkah menuju musholla.

    Pada takbir yang terakhir,

    Salam mengakhiri ibadah,

    Mereka berangsur pergi,

    Sisanya hanya Si Alim yang menunggu.

    Di halaman dua ratus halaman terakhir,

    Si Alim membuka

    Sebuah Al-Quran yang telah uzur,

    Di dalam bilik surau yang sunyi.

    Apa yang berbeda?

    Ketika Si Alim melantunkan,

    Ayat demi ayat,

    Dengan tulus dan tanpa cacat?

    Mereka mendengarkan Si Alim

    Yang terus mengaji,

    Ketika adzan berikutnya berkumandang,

    Dengan hati yang lebih kaya.

    Mereka berpikir,

    Kekayaan adalah harta,

    Kedudukan yang penuh kuasa,

    Atau kemampuan untuk membuat janji-janji manis.

    Namun, lihatlah Si Alim,

    Wajahnya tenang,

    Tidak memiliki harta,

    Tidak memiliki kerabat dekat.

    Al-Quran menjadi sahabatnya,

    Dia mengaji pagi dan petang,

    Membuat kitab tua itu

    Menjadi saudara yang setia baginya.

    6. Siksa Neraka

    Tubuh terlempar seperti bola,

    Tidak memiliki amal baik sedikit pun,

    Masuk ke dalam kolam yang bergolak,

    Menelan bulatan-bulatan tubuh,

    Menunggu pukulan palu dan gada raksasa,

    Sebagai hukuman atas dosa-dosanya.

    Sedangkan yang lainnya terkena semburan api,

    Sepertinya berusaha membersihkan tubuh-tubuh mereka,

    Namun tubuh mereka menjadi terluka parah,

    Dosa-dosa yang tak terampuni terus diulang,

    Mereka terus menerima semburan api berulang kali.

    7. Perilaku Terpuji

    Islam mengajarkan penganutnya untuk berperilaku terpuji. Itulah sebabnya muncul contoh puisi agama Islam tentang akhlak terpuji seperti berikut ini:

    Indah melihat seseorang yang sederhana,

    Tidak perlu mengenakan sorban,

    Atau menghias jemarinya dengan tasbih.

    Hanya senyuman ikhlas yang mempercantik bibirnya.

    Akhlak yang baik tidak hanya bisa diukur

    Dari penampilan fisik seseorang,

    Bukan juga dari berapa kali dia sujud dalam sehari,

    Atau dari dalil-dalil yang dia tunjukkan.

    Kualitas ibadahmu adalah ukurannya,

    Kemurahan hatimu yang tulus yang akan diingat,

    Bukan seberapa lama kamu berada dalam ruku’,

    Tetapi sejauh mana kejujuran hatimu.

    8. Memberi Lebih Berarti

    Ketika kau memberi

    Tanpa mengharap balasan di hatimu

    Kepada seorang tua yang lelah

    Dengan wajah yang penuh kelelahan

    Di persimpangan jalan yang ramai

    Dia membawa surat kabar pagi

    Mengenakan selendang untuk melindungi diri

    Dari terik matahari yang menyengat

    Bagimu, lembaran yang kau berikan

    Mungkin terasa kecil

    Tapi jangan mengira hanya dia yang merasa bahagia

    Hatimu juga menjadi lebih bahagia

    Hartamu tidak akan berkurang

    Ketika kau memberi dengan ikhlas kepada orang tua itu

    Senyuman kebahagiaan akan mekar

    Di sisa hari yang masih panjang

    Dengan memberi tanpa pamrih,

    Kita menemukan kekayaan yang sesungguhnya,

    Yakni kebahagiaan dalam hati yang tulus.

    9. Hamba yang Berdosa

    Tanpa disadari,

    Sudah banyak tindakan yang tidak berguna yang telah aku lakukan,

    Sungguh, hati ini terasa begitu pedih,

    Bila aku mengingat kesalahan yang telah kulakukan.

    Wahai Tuhan, Yang Merangkai Alam Semesta,

    Teguhkan hati ini dengan kekuatan,

    Berikan ketenangan kepada jiwa ini,

    Jangan biarkan hati dan jiwa ini resah,

    Karena kesalahan yang telah aku perbuat.

    Tuhan, Yang Menjaga Alam Semesta,

    Tuntunlah hati ini,

    Agar terus memperbaiki diri,

    Dari segala kesalahan yang telah kulakukan.

    Tuhan, Yang Memberikan Ketenangan,

    Limpahkanlah segala keagungan-Mu,

    Hindarkanlah hamba-Mu ini dari dosa,

    Ampuni hamba yang penuh kesalahan

    10. Bersyukur

    Segenap puji,

    Aku sampaikan, Ya Allah.

    Untuk semua anugerah dan karunia-Mu.

    Ini adalah ungkapan syukur

    Dari hati yang dalam, Yang Engkau kurniakan.

    Aku hanya dapat menyatakan terima kasih,

    Sebagai hamba-Mu yang penuh dosa

    Berilah ampun atas dosa-dosa hamba,

    Yang selalu melakukan kesalahan,

    Setiap detik

    Dan setiap saat.

    Terima kasih, Ya Allah.

    Buatlah aku, hamba-Mu ini,

    Menjadi hamba yang selalu bersyukur,

    Untuk segala ciptaan-Mu, Ya Allah.

    Berikanlah kekuatan kepada hamba,

    Dalam menghadapi segala cobaan

    Yang Engkau berikan

    Kepada hamba yang lemah ini, Ya Allah..

    11. Rindu kepada-Nya

    Hati bergetar saat mendengar panggilan keagungan-Mu,

    Kaki bersorak melangkah menuju depan-Mu,

    Menyentuh air suci untuk membersihkan diri,

    Menuju tempat sujud yang kudus,

    Sambil mengucapkan doa yang mengangkat-Mu.

    Rasa syukur tak pernah berhenti mengalir dalam hati,

    Hati ini dipenuhi oleh gelora rindu,

    Rindu yang tak terbendung, ingin segera mendekat kepada-Mu,

    Rindu seorang hamba yang haus akan rahmat-Mu.

    Apakah ini adalah candu rindu kepada-Mu?

    Perasaan takut menyelimuti hati ini,

    Ketika tidak ada pertemuan dengan-Mu,

    Seolah-olah khawatir akan kehilangan-Mu.

    Hingga tak henti-hentinya aku bersimpuh di hadapan-Mu,

    Ya Robbi… Yang Maha Penyayang…

    Janganlah Engkau menghapus candu rindu ini,

    Candu rindu kepada diri-Mu yang selalu melingkupi hatiku.

    12. Bulan yang Penuh Berkah

    Tak terasa pagi tiba lagi,

    Membawa semangat untuk berjuang,

    Melewati hari-hari yang panjang,

    Yang selalu bersemangat dan tak pernah pudar.

    Ramadhan telah tiba,

    Membawa pesona yang gemilang,

    Menggapai harapan yang tinggi,

    Seperti cahaya gemerlap bintang-bintang di langit.

    Selamat datang, Ya Ramadhan,

    Kau telah membawa berkah pada bulan yang suci,

    Di mana segala amal kita diberkati,

    Dan Asma-Mu selalu kita sebutkan dengan penuh penghormatan.

    Itulah contoh puisi agama Islam dengan berbagai topik. Puisi tersebut menjadi cerminan pikiran dan perasaan seorang hamba terhadap Rabb-nya dan terhadap sesama manusia. Semoga dapat menjadi inspirasi penulisan bertema Islami.

  • Doa Pengantin Baru Setelah Ijab Kabul Sesuai Sunnah, Catat ya!

    Doa Pengantin Baru Setelah Ijab Kabul Sesuai Sunnah, Catat ya!

    Berbicara pernikahan bukan hanya berbicara tentang menyatukan dua perasaan saja. Namun, tentang janji sehidup semati karena Allah SWT. Sebab menikah merupakan ibadah seumur hidup.  Dengan begitu, perlu ada doa pengantin baru.

    Melalui doa yang kita panjatkan inilah, semoga Allah SWT selalu senantiasa melindungi pernikahan tersebut dari godaan syaitan.

    Tentunya ada berbagai doa yang bisa kita panjatkan termasuk doa untuk pengantin baru setelah akad nikah.

    Doa Pengantin Baru setelah Akad Nikah

    Menikah dalam ajaran Islam merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang mempunyai banyak keutamaan. Selain berikhtiar menggenapkan separuh agamanya, menikah juga bisa membentengi seseorang dari perbuatan zina.

    Maka, alangkah baiknya kita membaca doa pengantin baru setelah ijab kabul dengan niat karena Allah SWT. Karena doa ini merupakan bentuk ikhtiar batin untuk pengantin baru agar selalu diberikan keberkahan dalam pernikahannya.

    1. Doa Pengantin Baru setelah Akad Nikah yang Pertama

    Doa Pengantin Baru setelah Akad Nikah yang Pertama

    Ada banyak doa untuk pengantin baru setelah akad nikah yang bisa kita panjatkan, salah satunya doa pertama ini untuk memohon kepada Allah agar mendapatkan keturunan, keberkahan serta terhindar dari godaan syaitan.

    اًللَّهُمَّ بِأَمَانَتِكَ أَخَذْتُهَا وَبِكَلِمَاتِكَ اِسْتَحْلَلْتُ فَرْجَهَا، فَإِنْ قَضَيْتَ لِي مِنْهَا وَلَدًا فَاجْعَلْهُ مُبَارَكًا سَوِيًّا وَلاَتَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ شَرِيْكًا وَلاَنَصِيْبًا 

    Allaaahumma biamaaanatika akhattuhaa, wa bikalimaaatika istahlaltu farjahaaa, fain qain qadhayta lii minhaa waladan faj’alhu mubaarakan syawiyyaa, walaa taj’al lissyaithaani fiihi syariikan walaa nashibaa

    Artinya: “Ya Allah, dengan amanat-Mu ku jadikan ia istriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya. Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan dan jangan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya.”

    Baca juga: 5 Doa Meminta Jodoh dan Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

    2. Doa Kedua

    Doa untuk pengantin baru selanjutnya ada pada surah Al-Quran tepatnya Surat Ar-Rum ayat 21. Ayat ini merupakan salah satu doa yang bisa kita panjatkan untuk pasangan pengantin baru agar mempunyai rumah tangga yang baik.

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

    Wa min ayatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwajal litaskunu ilaiha wa ja’ala bainakum mawaddataw wa rahmahtan, inna fi zalika la’ayatil liqaumiy yatafakkarun

    Artinya: “Di antara tanda-anda kebesaran-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenis dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. 

    Dia menjadikan diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”

    3. Doa Ketiga

    Tidak hanya itu saja, kita juga bisa membaca doa pengantin baru ini untuk selalu ditanamkan kerukunan, terhindar dari perpisahan, dan dicukupi bekal dalam hidup dunia akhiratnya.

    ‎اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا مَعْصُوْمًا وَأَلْقِ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فِرْقَةً وَفِرَارًا وَخِصَامًا وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ 

    Allahummaj’al hadzal ‘aqda ‘aqdan mubarakan ma’shuman wa alqi bainahuma ultafatan wa qararan daiman wa la taj’al bainahuma firqaran wa firaran wa khishaman wakfihima mu’natad dunya wal akhirah

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah akad ini sebagai ikatan yang diberkahi dan dilindungi, tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng. 

    Jangan Engkau jadikan di antara keduanya perpecahan, perpecahan dan permusuhan, dan cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat.”

    4. Doa Keempat

    Keempat ada doa untuk pengantin baru untuk memohon kepada Allah SWT agar tercurahkan kebaikan dari perkumpulan kedua pasangan tersebut. Berikut doa yang bisa kita lafalkan:

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ. بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِيْ صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

    Barakallahu laka wa jama’a bainakuma fi kahirin. Barakallahu likulli wahidin minkuma fi shahibihi wa jama’a bainakuma fi khairin

    Artinya: Berkah Allah semoga tercurahkan bagimu. Dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. 

    Berkah Allah semoga tercurahkan bagi masing-masing kalian berdua atas pasangannya, dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.”

    5. Doa Setelah Akan Nikah yang Kelima

    Berikutnya ada doa pengantin baru barakallah untuk meminta keberkahan bagi pengantin pria dan wanita. Doa ini mungkin saja sudah masyhur di telinga kita. Berikut lafal doanya:

    ‎بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ  

    Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud No. 2130)

    Baca juga: Bacaan Doa Selamat Dunia Akhirat Pendek, Panjang, Arab & Latin

    6. Doa Keenam

    Doa pengantin baru bahasa arab ini bisa dibaca oleh seorang suami. Suami bisa membaca lafal doa ini setelah mengucapkan akad nikahnya. Berikut lada doa yang bisa suami baca:

    ‎اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ  

    Allaahumma inni as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tentukan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau tentukan kepadanya.”

    7. Doa Ketujuh

    Ketujuh, ada doa pengantin baru yang bisa dibaca oleh setiap pasangannya. Bacaan doa untuk pengantin baru ini terdapat dalam surat Al-Quran, tepatnya pada surat Al-Mumtahanah ayat 12.

    Berikut bacaan doa untuk pengantin baru:

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Yaayuha alnabiu aidha ja ‘ak almuminat yubayienak ala aan laa yushrikna billah shaya wala yasriqna wala yaznin wala yaqtulna aawladahuna wala yatin bibuhtan yaftarinah bayrn aaydihina waarjulihina wala ya’sinak fi ma’ruf fabayi’huna,

    wastagfir lahuna allh aina allh ghafur rahim.

    Artinya: “Wahai Nabi! Apabila wanita yang mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina.

    Tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik.

    Maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. “ (QS. Al-Mumtahanah ayat 12)

    8. Doa Kedelapan

    Berikutnya ada doa pengantin baru sesuai sunnah yang berasal dari surat dalam Al-Quran, tepatnya surat Al-Maidah ayat 114. Doa tersebut  untuk meminta kelancaran rezeki dalam kehidupan pernikahan.

    اللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Allahumma rabbanaa anzil alaina maaidatamminassamaaa’I takuunu lana iidalli’aqolina wa’akhirina wa’ayatamminka wa’urzukna wa’anta khoirurroziqin

    Artinya: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit yang hari turunnya akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau.

    Beri rezeki lah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama.” (QS. Al-Maidah ayat 114)

    9. Doa Kesembilan

    Sebenarnya masih banyak doa-doa lain untuk pengantin baru. Akan tetapi, doa kesembilan ini merupakan doa yang kita pelajari terakhir dalam artikel.

    اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ اٰدَمَ وَحَوَّاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَسَارَةَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ وَزُلَيْخَاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ  

    Berikut doa pengantin baru yang bisa kita baca:

    Allahumma allif bainahuma kama llafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahuma kama allafta sayyidina Ibrahim wa Sarah, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina 

    Yusuf wa Zulaikha, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatina Khadijatal kubra, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina ‘Aly wa sayyidatina Fatimah az-Zahra

    Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adam dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha.

    Rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fatimah Az-Zahra.”

    Itulah beberapa doa pengantin baru yang bisa kita baca dengan niat baik karena Allah SWT. Dengan adanya doa tersebut, semoga Allah selalu melindungi kita semua dari panasnya api neraka dan memberkahi hidup kita semua.