Tag: Tata Cara Sholat

  • Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    Ada kalanya kita sebagai manusia merasa terpuruk dan tidak menemukan jalan keluar dari masalah. Sebagai umat muslim, langkah terbaik untuk menyelesaikannya justru dengan berserah kepada Allah Subhana wata’alla. Salah satunya, yakni melafalkan doa setelah sholat witir.

    Berdoa semata-mata ingin dikuatkan untuk menghadapi cobaan-cobaan di dunia serta bentuk kepasrahan diri kepada Sang Pemilik-Nya.

    Lantas, apakah setelah berdzikir dan doa setelah sholat witir masalah kita akan selesai? Apakah hal ini dapat membantu membuat diri merasa lebih baik? Mari simak penjelasannya dalam artikel ini:

    Urutan Dzikir dan Doa Setelah Shalat Witir

    Sholat witir adalah salah satu sholat sunnah yang diisyaratkan untuk dilakukan bukan hanya pada saat bulan suci Ramadhan saja. Namun witir dilakukan sebagai penutup sholat sunnah lainnya pada malam hari.

    Diriwayatkan dalam hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang melaksanakan sholat witir dengan tiga rakaat, maka ia telah membebaskan dirinya dari kesyirikan (menyekutukan Allah).” (HR. Abu Dawud)

    Artinya, sholat ini adalah salah satu sholat sunnah yang mampu menjaga kita dari menyekutukan Allah SWT jika dilakukan dengan benar dan rutin.

    Apalagi jia ditambah dengan alaman seperti Dzikir dan Doa yang dianjarkan Rasulullah SAW ketika selesai sholat.

    Baca juga: 3 Doa Saat Sujud Terakhir Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Urutan Dzikir Setelah Sholat Witir

    Setelah salam dari Shalat Witir, kita dianjurkan untuk tidak segera bangun meninggalkan tempat sholat.

    Kita dianjurkan untuk membaca doa dan wirid sejenak sebagaimana keterangan berikut ini:

    يُسَنُّ أَنْ يَقُولَ بَعْدَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ وَأَنْ يَقُولَ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

    Artinya: “Seseorang dianjurkan setelah shalat witir membaca tiga kali, ‘Subhānal malikil quddūs,’ kemudian membaca, ‘Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika,’” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 101).

    Adapun susunan bacaan setelah selesai shalat Witir adalah sebagai berikut:

    1. Membaca Syahadat

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

    Ashhadu anna la ilaha illa Allahu wa ashhadu anna Muhammadan Rasulullah

    Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

    2. Lanjutkan dengan Istighfar

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

    Astaghfirulloh al-adziim alladzii laa ilaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih.

    Aku memohon ampun kepada-Mu ya Allah, Dzat yang tiada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertobat kepada-Nya.

    3. Membaca Doa Permohonan Ridho dan Surga Allah SWT

    اَلَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

    Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a‘ūdzu bika min sakhathika wan nār.

    Ya-Allah, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada rahmat-Mu dari murka dan neraka-Mu.

    3.1 Poin 1-3 diulang sebanyak 3 kali.

    4. Membaca Tasbih 3X

    سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

    Subhānal malikil quddūs 3x

    Mahasuci Tuhan yang kudus

    5. Membaca Doa Pujian Kesucian

    سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

    Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.

    Artinya: Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril

    6. Doa Meminta Ampunan yang Luas (3 kali)

    اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي   

    Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa, fa‘fu ‘anni.  

    Artinya, “Tuhanku, sungguh Kau Maha Pengampun lagi Pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”  

    7. Pujian atas Murahnya Kasih Sayang dan Rahmat Allah SWT

    يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna.

    Artinya: Wahai Zat yang maha pemurah, aku memohon atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.

    Baca juga: Doa Minum Air Zam Zam Latin Arab dan Artinya

    8. Membaca Doa Mohon Ampun dan Keselamatan

    للَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

    Latin: Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika

    Artinya: Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak sanggup  membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri

    9. Akhiri dengan Membaca Surat Al-Fatihah

       بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

    Latin: Bismillahirrohmanirrohiim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ar-rahmanir rahim, maliki yawmiddin, iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, ihdinas siratal mustaqim, siratal ladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim wa lad-dhalin.

    Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.

    10. Lanjut dengan Doa Shalat Witir

    اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ. اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    ”Alloohumma innaa nas’aluka iimaanan daaiman, wanas’aluka qolban khoosyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shoodiqon, wanas’aluka ‘amalan shoolihan, wanas’aluka diinan qoyyiman, Wanas’aluka khoiran katsiron, wanas’alukal-afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukro ‘alal-‘aafiyati, wanas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi. Alloohumma robbanaa taqobbal minnaa sholaatanaa wasiyaa manaa waqiyaa manaa watakhus-syu’anaa watadhorru’anaa ata’abbudanaa watammim taqshiironaa yaa alloohu yaa alloohu yaa alloohu yaa arhamar-rohimiin. Washollalloohu alaa khoiri kholqihi muhammadin wa alaa aalihi washohbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi robbil-aalamiina.”

    Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, dan kami memohon kepada-Mu hati yang khusyuk. Kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar. Kami memohon kepada-Mu amal yang saleh, dan kami memohon kepada-Mu agama yang lurus. Kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, dan kami memohon kepada-Mu pengampunan dan kesehatan. Kami memohon kepada-Mu kesempurnaan kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu rasa syukur atas kesehatan tersebut. Kami memohon kepada-Mu kecukupan tanpa bergantung pada manusia. Ya Allah, ya Tuhan kami, terimalah shalat, puasa, dan ibadah kami, dan sempurnakanlah kekurangan kami, ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Maha Penyayang. Semoga Allah memberkati Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

    Kemudian tutup dengan:

    12. Surat Al-Fatihah.

    13. Doa pendek penutup.

    14. Niat puasa Ramadhan (Jika Hendak Puasa Ramadhan)

    Bacaan Doa setelah Sholat Witir Menurut Muhammadiyah

    Mengutip laman Muhammadiyah, bacaan doa setelah menjalankan sholat witir yang digunakan di Muhammadiyah. Sebagai tuntunan dari hadis berikut:

    “Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab Adalah Rasulullah saw ketika shalat witir membaca surat Sabbihisma rabbikal a’la [al A’la], dan surat Qul ya ayyuhal kafirun [al Kafirun] dan surat Qul huwallahu ahad [al-Ikhlas]. Kemudian apabila telah selesai mengucapkan salam, beliau membaca “Subhanal malikil quddus” tiga kali.” (H.R. an-Nasa’i dalam Sunan an-Nasa’i no.1729, Kitab Qiyamu al-Lail wa tatawwu’u an-Nahar, Bab Nau’un Akharun min al-Qira’ati fi al-Witri)

    Berdasarkan hadis tersebut, maka doa yang dilantunkan setelah salat tarawih dan witir sebagai berikut:

    سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

    Subhanal malikil quddus 3x

    Artinya: “Maha suci Allah yang Maha Merajai dan yang Maha Bersih” (3x) lalu, dilanjutkan dengan membaca:

    رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

    Rabbil malaikati war-ruh 1x

    Artinya: “Yang menguasai para malaikat dan Ruh/Jibril” (1x)

    Keutamaan Membaca Doa setelah Sholat Witir

    Amalkanlah doa ini semata-mata ingin dekat dengan Allah SWT serta sebagai bentuk ketabahan dan berserah diri untuk meminta pertolongan akan masalah-malah yang sedang kita hadapi. Doa setelah sholat witir ini juga memiliki banyak keutamaan yakni:

    1. Mendapatkan Pahala Tambahan
    2. Didapatkannya ampunan dan rahmat Allah SWT
    3. Terjaganya koneksi dan komunikasi dengan Allah SWT
    4. Agar terlindungi dan sebagai pertolongan akan masalah yang dialami
    5. Sebagai penyempurnakan Ibadah

    Demikianlah informasi mengenai dzikir dan doa setelah sholat witir serta keutamaannya sesuai sunnah Rasulullah SAW.

    Insyaallah jika kita ikhlas akan ketetapan-Nya dan percaya bahwa Allah SWT. Jalan akan terbuka lebar tanpa diduga-duga.

    Terimakasih sudah mampir, semoga bermanfaat ya! Assalamualaikum wr.wb.

  • 10 Keutamaan Sholat Tarawih di bulan Ramadhan, Amalkan Yuk!

    10 Keutamaan Sholat Tarawih di bulan Ramadhan, Amalkan Yuk!

    Umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat tarawih di bulan Ramadhan karena memiliki banyak keutamaan sholat tarawih.

    Seperti yang kita tahu, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Ibadah yang kita kerjakan selama bulan puasa akan mendapatkan pahala 2x lipat dari biasanya. Maka tidak heran jika selama bulan puasa banyak orang yang berlomba-lomba mendapat keberkahan dari Allah SWT.

    Selain berpuasa dan tilawah Al-Qur’an, ada ibadah lain yang dapat dikerjakaan selama bulan Ramadhan yaitu sholat tarawih.

    Penasaran apa saja keutamaan sholat tarawih di bulan Ramadhan? Yuk, cek jawabannya di bawah ini sampai habis ya!

    Pengertian Sholat Tarawih

    Sholat tarawih adalah salah satu sholat Sunnah yang sering dikerjakan selama bulan Ramadhan. Meskipun ibadah Sunnah, namun ternyata sholat tarawih mempunyai banyak keutamaan dan ganjaran yang besar bagi yang menjalankannya.

    Sholat tarawih biasanya dilaksanakan sesudah sholat isya. Akan tetapi, sholat tarawih sebenarnya bisa dilakukan kapan saja sebelum memasuki waktu sahur.

    Selain itu, sholat tarawih juga bisa dilakukan sendiri di rumah, meskipun memang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid atau mushola terdekat.

    Sholat tarawih hukumnya adalah Sunnah muakad atau sangat dianjurkan, namun jika tidak dilaksanakan tidak masalah.

    Meskipun begitu, Nabi Muhammad SAW., sangat menganjurkan menunaikan ibadah sholat tarawih secara rutin selama bulan puasa.

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah, Lengkap dengan Doanya!

    Dalil Sholat Tarawih

    Berikut hadis yang berisikan anjuran untuk melaksanakan sholat tarawih:

    Artinya: “Dari ‘Aisyah Ummil Mu’minin ra: sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam hari sholat dimasjid, lalu banyak orang sholat mengikuti beliau, beliau sholat dan pengikut bertambah ramai (banyak) pada hari ke-Tiga dan ke-empat orang-orang banyak berkumpul menunggu beliau Nabi, tetapi Nabi tidak keluar (tidak datang) kemasjid lagi. Ketika pagi-pagi, Nabi bersabda: “sesungguhnya aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang kemasjid karena aku takut sekali kalau sholat ini diwajibkan pada kalian”. Siti ‘Aisyah berkata: “hal itu terjadi pada bulan Ramadlan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

    10 Keutamaan Sholat Tarawih

    Berikut adalah beberapa 10 keutamaan Sholat Terawih di Bulan Ramadhan yang wajib diketahui.

    1. Mendapatkan rezeki yang berlimpah

    Siapa yang ingin mendapatkan rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT? Semua orang pasti menginginkannya! Untuk itu jangan lupa rutin melaksanakan ibadah sholat tarawih saat bulan puasa.

    Hal tersebut dikarenakan biasanya sholat tarawih dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushola. Nah, saat melaksanakan sholat berjamaah kamu akan bertemu dengan sesama umat muslim dan dari situ terjalinnya silatuhrahmi.

    Diketahui bahwa silaturahmi yang terjaga dengan baik dapat melapangkan

    “Seorang yang menyambung silaturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seseorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silaturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari).

    Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir Arab-Latin Beserta Arti Sesuai Sunnah

    2. Pengampunan dosa

    Keutamaan sholat tarawih yang kedua adalah akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. Hal tersebut dikarenakan bulan Ramadhan adalah bulan di mana semua pintu pengampunan akan dibuka.

    Makanya, semua ibadah yang dilakukan saat bulan puasa bisa menjadi ajang pengampunan dosa. Termasuk ibadah sholat Sunnah tarawih, sebagaimana yang tercantum di dalam hadis berikut ini:

    مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

    Artinya: “Barangsiapa melakukan ibadah puasa Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Imam Bukhari dan Muslim).

    3. Mendapatkan pahala sholat semalaman penuh

    Mendapatkan pahala sholat semalaman penuh

    Bayangkan sholat yang dikerjakan sebanyak 23 rakaat atau sekitar 2 jam, mendapatkan ganjaran pahala sholat semalaman penuh? Itulah salah satu keutamaan sholat tarawih.

    Keutamaan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW., yang menyatakan bahwa sholat tarawih akan mendapatkan pahala sholat semalaman dan pahala yang berlipat ganda.

    مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

    Artinya: “Barang siapa shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai. maka ditulis untuknya shalat satu malam (suntuk).”

    4. Pahala berlipat ganda

    Selain mendapatkan pahala sholat semalaman penuh, sholat tarawih juga mendapatkan pahala yang berlipat ganda karena dilaksanakan secara berjamaah.

    Diketahui bahwa sholat berjamaah mendapatkan ganjaran pahala hingga 27 derajat. Berikut hadisnya:

    مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

    Artinya: “Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).” (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa’i).

    5. Menjadi ajang silatuhrahmi

    Sholat tarawih biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau mushola. Tidak menutup kemungkinan bahwa kamu akan bertemu dengan saudara sesama umat muslim atau tetangga.

    pertemuan tersebut bisa menjadi meningkatkan silatuhrahmi kamu dengan orang-orang tersebut.

    Silatuhrahmi juga dapat mendatangkan banyak syafaat. Salah satunya adalah melapangkan rezeki.

    Terlebih jika kamu lakukan di bulan Ramadhan di mana ibadah yang kita lakukan akan mendapatkan 2x pahala.

    6. Memakmurkan masjid

    Keutamaan sholat tarawih yang selanjutnya adalah memakmurkan masjid. Sholat tarawih menjadi salah satu alasan untuk mengunjungi masjid, apalagi jika secara rutin.

    Seperti yang kita tahu bahwa masjid merupakan rumah Allah SWT., di mana jika terus didatangi, maka akan mendapatkan ketenangan hati dan kemakmuran.

    7. Dapat menambah ilmu

    Biasanya, di pertengahan sholat tarawih di masjid akan diselingi dengan tausyiah atau ceramah dari ustadz.

    Ceramah tersebut bisa menambahkan pengetahuan kita tentang agama.

    Ceramah atau tausyiah di dalam sholat juga cukup singkat. Karena singkat, ilmu yang diberikan akan lebih mudah diingat dan terserap.

    8. Mendapatkan keberkahan di bulan suci Ramadhan

    Selama bulan Ramadhan berlangsung, setiap umat muslim pasti akan berlomba-lomba untuk mendapatkan keberkahan oleh Allah SWT.

    Maka dari itu, setiap ibadah yang dilaksanakan saat bulan puasa akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Termasuk sholat tarawih.

    9. Memeriahkan bulan Ramadhan

    Bagi sebagian orang, bulan Ramadhan adalah bulan yang spesial  dan banyak orang yang menantikan bulan puasa datang.

    Sebab, saat bulan Ramadhan berlangsung banyak kegiatan ibadah yang bisa kita lakukan, seperti berpuasa, sholat tarawih maupun tilawah Qur’an untuk memeriahkan bulan Ramadhan.

    Tak hanya memeriahkan saja, melaksanakan sholat tarawih berjamaah di bulan Ramadhan juga dapat menambahkan suasana bahagia, mendapatkan pahala yang lebih besar dan mempererat tali silatuhrahmi.

    10.  Menutupi kekurangan ibadah

    Keutamaan sholat tarawih yang terakhir adalah dapat menyempurnakan ibadah yang telah dilakukan. Sholat tarawih akan menolong umat-Nya dari kecacatan ibadah wajibnya yang tidak sengaja dilalaikan.

    Hal ini sebagaimana yang telah diriwayatkan di dalam hadis at-Tirmidzi dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW., bersabda:

    Artinya: “Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali dihisab adalah sholatnya. Jika sholatnya bagus maka dia beruntung dan selamat. Namun jika sholatnya buruk maka dia sengsara dan merugi. Jika ada kekurangan dari sholat fardhunya mempunyai pahala sholat sunnah untuk melengkapi kekurangan sholat fardhu? Kemudian seluruh amalnya seperti itu”.

    Mengetahui keutamaan sholat terawih di bulan Ramadhan memang dapat menjadikan kita termotivasi untuk meraih amal sebanyak banyaknya. Namun, perlu diingat, bahwa puasa Ramadhan tentu lebih utama dari sholat terawih ini.

  • Niat Sholat Ashar Sendiri dan Berjamaah beserta Tata Caranya

    Niat Sholat Ashar Sendiri dan Berjamaah beserta Tata Caranya

    Pelajaran agama yang diberikan sejak kecil oleh orang tua kita adalah mengaji dan sholat. Dan pelajaran sholat paling mendasar yang disampaikan adalah bacaan niat. Mulai dari niat sholat ashar, dhuhur, maghrib, isya dan subuh.

    Kelimanya merupakan sholat fardhu yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Sholat fardhu dilakukan setiap hari sesuai jadwal atau setelah kumandang adzan.

    Dan sama seperti sholat fardhu lainnya, sholat ashar juga bisa dilaksanakan sendiri maupun secara berjamaah. Waktu dan tempat dapat menyesuaikan, tidak harus di rumah saja, di masjid atau di mushola.

    Kita yang sedang bepergian, berkemah atau melakukan kegiatan outdoor juga bisa melaksanakan sholat di tempat-tempat yang tak biasa. Asalkan, ketentuan dan syarat pelaksanaan sholat terpenuhi dengan baik.

    Niat Sholat Ashar Sendiri

    Niat Sholat Ashar Sendiri

    Dalam beberapa kesempatan, tentunya kita tidak bisa selalu sholat ashar secara berjamaah. Apalagi bagi muslimah yang terbiasa sholat ashar di rumah seorang diri karena di jam tersebut suami masih bekerja.

    Atau karena alasan lainnya sehingga memilih sholat sendirian akan menjadi lebih mudah dan cepat daripada sholat berjamaah. Muslim dan muslimah yang harus sholat ashar seorang diri, bacalah niat sholat berikut ini.

    Baca niat dengan benar agar sholat yang kita jalankan diterima oleh Allah dan berpahala. Konon, kesalahan satu kata saja akan mengubah arti dari niat sholat yang hendak  kita ucapkan.

    أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

    Latinnya: Usholli fardlol ashri arba’a roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu ashar empat rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”,

    Baca juga: 7 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Selesai mengucapkan niat sholat, lakukan ibadah dengan benar hingga bertemu salam. Dan biasakanlah untuk tidak langsung beranjak selesai sholat.

    Sangat dianjurkan untuk memohon doa setelah menyelesaikan ibadah sholat. Kita bisa meminta apa saja pada Allah, atau mengadu permasalahan yang kita miliki. Mengadu pada Allah tentu saja jauh lebih baik daripada pada orang lain.

    Apalagi jika permasalahan yang kita miliki sifatnya personal. Sebaiknya, tidak digibahkan dengan orang lain yang belum tentu dapat menjaga rahasia.

    Niat Sholat Ashar Berjamaah

    Niat Sholat Ashar Berjamaah

    Sholat ashar berapa rakaat? Tentu saja jawabannya empat rakaat, tertulis dengan sangat jelas pada niat sholatnya.

    Muslim yang ingin melakukan ibadah sholat ashar secara berjamaah harus memperhatikan dua hal. Yakni, apakah memutuskan untuk menjadi imam atau justru makmum.

    Imam merupakan muslim yang ditunjuk sebagai pemimpin sholat. Imam tidak dipilih secara sembarangan harus menyesuaikan dengan ketentuan ajaran Islam. Berikut ini niat sholat ashar yang harus kita ucapkan saat menjadi makmum.

    أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalliy fardhal-ashri arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati adaan makmuman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

    Tidak sulit sama sekali bukan niat sholatnya. Hampir sama seperti niat sholat sendiri hanya perlu ditambahkan ma’muman saja.

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Ada pun niat sholat ashar berjamaah sebagai imam juga tidak kalah sederhananya. Agar lebih mudah, pelajari dan hafalkan niatnya berikut.

    أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَة أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalliy fardhal-ashri arba’a raka’atin mustaqbilal-qiblati ada-an imaman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

    Banyak sekali kelebihan jika kita melakukan sholat ashar secara berjamaah. Pahala sholat ashar berjamaah yaitu 27 derajat. Sementara, muslim yang menjalankan sholat ashar sendiri hanya akan menerima pahala sebanyak 1 derajat saja.

    Bukankah, perbedaan tersebut sangatlah besar? Jika kita merasakan perbedaannya terlalu jauh, maka biasakan untuk menjalankan sholat berjamaah. Akan lebih baik lagi kita melakukannya usai adzan sholat ashar berkumandang.

    Keutamaan lainnya dari sholat ashar berjamaah yaitu sebagai pembiasaan diri. Karena sifat manusia yang sulit untuk dihindari adalah sifat pemalas.

    Manusia yang malas beribadah akan merugi. Karena sholat ashar merupakan salah satu sholat fardhu yang hukumnya wajib. Alhasil, muslim yang tidak menjalankannya agar mendapatkan dosa yang besar.

    Apalagi jika, memilih untuk tidak sholat ashar secara sengaja. Dosanya akan berkali lipat. Maka dari itu, penting sekali untuk membiasakan diri sholat ashar berjamaah di mushola atau masjid agar tidak menjadi pemalas.

    Kapan melaksanakan sholat ashar? Sebaik-baiknya waktu sholat adalah di awal waktu. Semakin lama kita menunda sholat maka pahala yang diperoleh semakin berkurang atau tidak utama.

    Dan selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah terutama di masjid atau mushola jangan langsung pulang. Alangkah baiknya, jika kita mengakrabkan diri dengan sesama muslim.

    Tentu saja, bahan pembicaraan yang didiskusikan tidak boleh menggosipkan seseorang atau yang bernada negatif. 

    Bicarakan hal-hal yang positif dan baik-baik saja agar pahala sholat ashar kita tidak tertutup dengan doa bergosip usah beribadah.

    Tata Cara Sholat Ashar yang Benar

    Semasa kita kecil, orang tua mengajarkan bagaimana tata cara sholat yang baik dan benar. Pada dasarnya, gerakan sholat ashar sama seperti sholat lainnya. Yang membedakan adalah bacaan niat dan jumlah rakaatnya saja.

    Mau tahu bagaimana tata cara sholat ashar 4 rakaat yang tepat?

    1. Membaca niat sholat ashar. Bacalah niat sholat yang telah dituliskan dan dijelaskan secara gamblang di poin sebelumnya. Bisa memilih niat sholat sesuai kebutuhan, apakah untuk sholat sendirian atau berjamaah.
    2. Takbiratul ihram. Khusus untuk takbiratul ihram hanya perlu kita lakukan pada rakaat pertama saja.
    3. Membaca iftitah. Sama seperti poin kedua, membaca iftitah juga diperuntungkan hanya pada rakaat pertama sholat ashar.
    4. Membaca al-fatihah. Bacaan ini wajib kita lakukan di seluruh rakaat sholat ashar.
    5. Membaca surat pendek. Sama seperti membaca al-fatihah, kita juga diharuskan untuk membaca surat pendek. Pilih surat yang kita hafal saja jangan memilih surat yang menurut kita sulit.
    6. Rukuk. Setelah menyelesaikan bacaan surat pendek dilanjutkan dengan rukuk. Tata cara sholat ini juga dilaksanakan sebanyak 4 rakaat.
    7. Iktidal. Gerakan selanjutnya adalah i’tidal. Pastikan membaca bacaan i’tidal dengan baik dan jelas.
    8. Sujud pertama. Posisi hidung saat sujud harus menyentuh dengan lantai.
    9. Duduk antara 2 Sujud. Posisi duduknya adalah duduk tawaruk.
    10. Sujud kedua. Gerakannya sama seperti sujud pertama.
    11. Tahiyat awal/duduk tawaruk. Posisi kaki harus kita perhatikan dengan baik pada saat tahiyat awal, gunakan posisi duduk tawaruk.
    12. Tahiyat akhir/duduk iftirasy. Dan ini adalah gerakan penutup pada sholat baru kemudian benar-benar diselesaikan dengan mengucapkan salam ke kanan dan kiri.

    Itulah sedikit gambaran tata cara sholat ashar yang benar. Alangkah baiknya, jika kita sudah menghafal niat sholat ashar lanjutkanlah dengan menghafal seluruh bacaan gerakan sholat.

    Mengapa demikian? Karena semua gerakan sholat memiliki bacaan yang berbeda. Harus dihafal dengan baik dan diucapkan dengan benar agar sholat ashar yang kita lakukan tidak sia-sia (tidak diterima oleh Allah).

  • Tata Cara Sholat Jamak Qasar: Niat dan Syarat Sah Melakukannya

    Tata Cara Sholat Jamak Qasar: Niat dan Syarat Sah Melakukannya

    Bukti dari kecintaan Sang Maha Kuasa terhadap umatnya yakni tidak menyulitkan-Nya dalam beribadah. Seperti kaum muslimin yang sedang berada dalam perjalanan jauh, diperbolehkan untuk menjamak qasar sholat. Untuk melaksanakannya, tentu penting mengetahui tata cara sholat jamak qasar terlebih dahulu.

    Sholat jamak qasar sendiri merupakan sholat fardhu yang dijamak dan sekaligus diqasar. Artinya, dua rakaat sholat fardhu yang diqasar dikerjkaan salam waktu sekaligus.

    Jika bingung, Mari simak penjelasan lebih lanjut pada artikel ini.

    Pengertian Jamak Qashar

    Sebelum mengenal apa itu jamak qasar. Kita akan membahas sholat jamak terlebih dahulu.

    Sholat jamak diartikan sebagai sholat yang mengumpulkan dua sholat Fardhu yang dilakukan dalam satu kali, sedangkan sholat Qasar merupakan sholat yang meringkas jumlah rakaat sholat seperti empat rakaat menjadi dua rakaat.

    Jika digabung, sholat jamak qasar adalahsholat fardu yang dilakukan dalam satu waktu dan diringkas jumlah rakaat dari empat menjadi dua rakaat.

    Sholat jamak qashar ini bisa dilakukan secara taqdim maupun takhir, lantas, bagaimana tata caranya?

    Baca juga: 25 Nama Nama Nabi dan Rasul Berurutan dan Mukjizatnya

    Syarat Sah Dilakukannya Jamak Qasar

    Sholat jamak qasar dibagi menjadi dua, yakni jamak taqdim qasar dan jamak takhir qasar. Masing-masing sholat memiliki syarat sah dalam menjamaknya. Adapun syarat sah tersebut ialah:

    1. Sholat Jamak Takdim Qashar

    Sholat jamak qasar adalah sholat jamak yang dilakukan pada waktu sholat pertama kemudian dipersingkat menjadi setengah rakaat utuh.

    Contohnya pada saat sholat jamak qasar untuk waktu Dzuhur dan Ashar, maka bisa dilangsungkan pada sholat Dzuhur dan dikerjakan dengan dua rakaat saja.

    Untuk melakukan sholat jamak qasar, terdapat beberapa syarat sah yang memperbolehkan, yakni:

    • Niat sholat jamak qasar dilantunkan pada sholat pertama yang bersamaan dengan takbiratul ikhram
    • Waktu sholat pertama belum habis
    • Sholat dikerjakan dengan melakukan sholat yang kedua setelah sholat yang pertama selesai. Tidak ada satu pun kegiatan antara sholat yang dijamak, apakah itu dzikir, sholat sunnah, dan lainnya.
    • Sholat yang diringkas adalah sholat yang memiliki empat rakaat saja seperi dzuhur, ashar dan juga isya.
    • Tempat yang akan dikunjungi sudah jelas.
    • Perjalanan yang dilakukan bukan merupakan perjalanan maksiat atau hukumnya adalah mubah. 
    • Memiliki tujuan perjalanan yang baik seperti haji dan umrah, berdagang, silaturahmi, dan lainnya. 
    • Jarak perjalanan yang dilakukan sudah mencapai 2 marhalah (82 km). 
    • Perjalanan dilakukan sudah melewati batas desa. 
    • Sudah mengerti hukum diperbolehkannya sholat jamak qasar sehingga bagi umat Islam yang belum mengerti hukum sholat ini maka tidak sah sholatnya. 
    • Status perjalanan masih ada pada sampai sholat selesai. 
    • Tidak menjadi makmum pada orang yang sedang melakukan sholat wajib 4 rakaat. 

    2. Sholat Jamak Takhir Qasar

    Sholat jamak qasar adalah sholat yang dilakukan pada waktu sholat kedua dan dipersingkat menjadi setengah rakaat utuh.

    Contohnya pada saat sholat jamak Qashar Dzuhur dan Ashar, maka sholat Dzuhur bisa dilangsungkan pada sholat Ashar dan masing-masing dikerjakan dua rakaat saja.

    Syarat sah jamak takhir qasar yakni:

    • Sholat pertama hingga tersisa waktu cukup untuk sholat. Seperti waktu dhuhur 12.00 – 15.30, maka untuk sholat dhuhur 5 menit dan diperbolehkan untuk niat jamak takhir pda jeda waktu sampai dengan 15.25.
    • Tempat yang akan dikunjungi sudah jelas.
    • Perjalanan yang dilakukan bukan merupakan perjalanan maksiat atau hukumnya adalah mubah. 
    • Memiliki tujuan perjalanan yang baik seperti haji dan umrah, berdagang, silaturahmi, dan lainnya. 
    • Jarak perjalanan yang dilakukan sudah mencapai 2 marhalah (82 km). 
    • Perjalanan dilakukan sudah melewati batas desa. 
    • Sudah mengerti hukum diperbolehkannya sholat jamak qasar sehingga bagi umat Islam yang belum mengerti hukum sholat ini maka tidak sah sholatnya. 
    • Status perjalanan masih ada pada sampai sholat selesai. 
    • Tidak menjadi makmum pada orang yang sedang melakukan sholat wajib 4 rakaat. 

    Baca juga: Tata Cara Wudhu yang Benar: Niat Hingga Doa Sesudah Wudhu

    Niat dan Tata Cara Sholat Jamak Qasar

    1. Tata Cara Sholat Jamak Taqdim Qasar

    Sholat jamak taqdim qashar saat Dzuhur dan Ashar.

    Caranya dengan mengerjakan sholat Dzuhur dua rakaat terlebih dahulu, kemudian dialnjutkan dengan Ashar sebanyak dua rakaat juga. Berikut tata caranya:

    • Berdiri menghadap kiblat
    • Takbiratul ihram sembari berniat dalam hati untuk melaksanakn jamak taqdim qashar sholat Dzuhur, berikut bacaan niatnya:

     أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَ

    Ushalli fardhal ‘ashri rak’ataini mustaqbilal qiblati  majmuu’an bil zuhri jam’aa taqdim qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Dzuhur dua rakaat secara qashar yang dijamak dengan sholat Ashar karena Allah Ta’ala,”

    • Membaca doa Iftitah (sunnah)
    • Membaca surat Al Fatihah (Wajib)
    • Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud awal
    • Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    • Membaca surat Al Fatihah
    • Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud akhir
    • Salam
    • Berdiri lagi dan jangan diselingi perbuatan atau perkataan seperti dzikir, doa, dan sebagainya
    • Takbiratul ihram sambil berniat di dalam hati untuk melaksanakan jamak taqdim qashar sholat Ashar, niatnya berbunyi:

    أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhal ‘ashri rak’ataini mustaqbilal qiblati  majmuu’an bil zuhri jam’aa taqdim qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Ashar dua rakaat secara qashar yang dijamak dengan sholat dzuhur karena Allah Ta’aalaa,’

    • Lanjutkan seperti sholat biasa hingga dua rakaat
    • Salam

    Sholat Jamak taqdim qasar maghrib isya

    Yang boleh diqasar hanya waktu Isya saja, jamak tetap dapat dilakukan namun untuk maghrib tetap tiga rakaat. Berikut tata caranya:

    • Takbiratul ikhram sembari berniat dalam hati jamak maghrib isya dengan niat:

    اُصَلِى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ العِشَاءِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

    Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku sengaja salat fardu Maghrib 3 rakaat yang dijamak dengan Isya, dengan jamak takhir, fardu karena Allah Ta’aala.”

    • Lanjutkan dengan sholat maghrib 3 rakaat seperti biasa
    • Salam
    • Berdiri lagi dan jangan diselingi perbuatan atau perkataan seperti dzikir, doa, dan sebagainya
    • Takbiratul ihram sambil berniat di dalam hati untuk melaksanakan jamak taqdim qashar sholat Isya, niatnya berbunyi:

    أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhazh isyai rak’atainni mustaqbilal qiblati majmuu’an bil maghribi jam’aa taqdim qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: “Sengaja aku sholat Isya empat rakaat menghadap kiblat, dijamak takhir qashar dengan maghrib karena Allah Ta’ala.”

    • Lanjutkan sholat isya dua rakaat
    • Salam
    • Tata Cara Sholat Jamak Takhir  Qasar

    2. Tata Cara Sholat Jamak Takhir Qasar

    Sholat Jamak Takhir Qasar Ashar Dzuhur

    Caranya dengan mengerjakan sholat ashar dua rakaat terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan dzuhur sebanyak dua rakaat juga. Berikut tata caranya:

    • Berdiri menghadap kiblat
    • Takbiratul ihram sembari berniat dalam hati untuk melaksanakan jamak takhir qashar sholat ashar, berikut bacaan niatnya:

    أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhal ‘ashri rak’ataini mustaqbillah qiblati majmuu’an bizahri jam’aa takhir qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: “Sengaja aku sholat Ashar empat raka’at menghadap kiblat, dijamak tahkir qashar dengan dzuhur karena Allah Ta’ala.”

    • Membaca doa Iftitah (sunnah)
    • Membaca surat Al Fatihah (Wajib)
    • Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud awal
    • Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    • Membaca surat Al Fatihah
    • Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
    • Duduk untuk tasyahud akhir
    • Salam
    • Berdiri lagi dan jangan diselingi perbuatan atau perkataan seperti dzikir, doa, dan sebagainya
    • Takbiratul ihram sambil berniat di dalam hati untuk melaksanakan jamak takhir qashar sholat Dzuhur, niatnya berbunyi:

     أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhal ‘dzuhri rak’ataini mustaqbillah qiblati majmuu’an bilashri jam’aa takhir qas’ra lillahi ta’aalaa

    Artinya: ” Sengaja aku sholat Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat, dijamak tahkir qashar dengan ashar karena Allah Ta’ala.”

    • Lanjutkan dengan sholat dua rakaat
    • salam

    Sholat Jamak Takhir Qasar Maghrib Isya

    Yang boleh diqasar hanya waktu Isya saja, jamak tetap dapat dilakukan namun untuk maghrib tetap tiga rakaat. Berikut tata caranya:

    • Takbiratul ikhram sembari berniat dalam hati jamak takhir qasar isya dengan niat:

    أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى

    Ushalli fardhazh isyai rak’atainni mustaqbilal qiblati majmuu’an bil maghribi jam’aa taqdim qas’rallahi ta’aalaa

    Artinya: “Sengaja aku sholat Isya empat rakaat menghadap kiblat, dijamak takdim qashar dengan maghrib karena Allah Ta’ala.”

    • Lanjutkan dengan sholat isya dua rakaat seperti biasa
    • Salam
    • Berdiri lagi dan jangan diselingi perbuatan atau perkataan seperti dzikir, doa, dan sebagainya
    • Takbiratul ihram sambil berniat di dalam hati untuk melaksanakan jamak takhir maghrib di isya, niatnya berbunyi:

    اُصَلّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ العِشَاءِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

    Usholli fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku sengaja shalat Maghrib tiga rakaat yang dijamak dengan Isya, dengan jamak takhir, fardhu karena Allah Ta’ala.”

    • Lanjutkan sholat maghrib 3 rakaat
    • Salam

    Demikianlah penjelasan mengenai tata cara sholat jamak qasar serta penjelasan singkatnya. Semoga bermanfaat.

    Assalamualaikum wr.wb.

  • Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Niat Sholat Taubat, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya

    Sholat Taubat adalah salah satu bentuk pengakuan atas dosa yang telah dilakukan di hadapan Allah SWT, serta berjanji untuk tidak mengulanginya. Untuk melakukannya, penting bagi seorang muslim mengetahui niat sholat Taubat terlebih dahulu.

    Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak luput dari dosa. Oleh karena itu, kita perlu menjalakan sholat Taubat sebagai kesungguhan hati kita dalam meminta ampun kepada-Nya.

    Anjuran bertaubat juga dijelaskan dalam QS. Az Zumar ayat 53 yang berbunyi:

    “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).

    Untuk penjelasan lebih lanjut, mari simak artikel ini sampai akhir.

    Bacaan Niat Sholat Taubat

    Bacaan Niat Sholat Taubat

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda:

    “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian Ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua rakaat kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah).

    Bagi siapapun yang hendak melakukan sholat Taubat, harus muncul di hatinya niat tulus untuk sungguh-sungguh menyesali segala perbuatan yang Ia lakukan dan berjanji untuk tidak mengulangnya lagi.

    Bacaan niat sholat Taubat yakni sebagai berikut:

    نَوَيْتُ الصَّلاَةَ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Latinnya: Nawaitu shalata sunnata taubatin rakataini lillahi taala

    Artinya: “Saya niat sholat sunah tobat dua rakaat karena Allah.”

    Baca juga: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Jumat (Qobliyah dan Badiyah)

    Tata Cara Sholat Taubat yang Benar

    Tata cara sholat Taubat sendiri pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lain dengan jumlah rakaat sebanyak dua dengan sekali salam. Yang menjadi pembeda yakni niat dalam hati seorang muslim dalam meminta ampunan.

    Meski umumnya dilakukan sebanyak dua rakaat, sholat Taubat bisa juga dilaksanakan dengan empat sampai enam rakaat.

    Sholat Taubat hendaknya dilakukan sendirian karena termasuk sholat Nafilah yang tidak disyariatkan secara berjamaah. Muslim juga danjurkan bersuci dengan baik atau melakukan mandi besar sebelum sholat Taubat dilakukan.

    Mandi taubat ini seperti mandi wajib atau mandi junub, yang membedakan hanyalah bacaan niat, berikut bacaan niat mandi taubat:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلتَّوْبَتِ عَنْ جَمِعِ الذُّنُوْبِ

    Latin: Nawaitul ghusla littaubati ‘an jami’idzunuub.

    Artinya: “Aku berniat mandi taubat dari segala dosa dhahir dan batin.”

    Mandi taubat ini termasuk amalan danjurkan Rasulullah SAW  sebelum sholat tTaubat. Adapun tata cara sholat Taubat yang benar sesuai sunnah, yakni:

    Rakaat Pertama:

    1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat sholat Taubat zina, setelah membaca niat, dianjurkan untuk membaca “Robbana dholamna Anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khosirin.” yang artinya:” Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al A’raf: 23)
    2. Lanjutkan dengan takbiratul ihram
    3. Membaca doa Iftitah (sunnah)
    4. Membaca surat Al Fatihah (Wajib)
    5. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    6. Rukuk
    7. Iktidal
    8. Sujud pertama
    9. Duduk di antara dua sujud
    10. Sujud kedua
    11. Duduk untuk tasyahud awal
    12. Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    1. Membaca surat Al Fatihah
    2. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    3. Rukuk
    4. Iktidal
    5. Sujud pertama
    6. Duduk di antara dua sujud
    7. Sujud kedua
    8. Duduk untuk tasyahud akhir
    9. Salam
    10. Membaca doa setelah sholat Taubat

    Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat

    Setelah melakukan sholat Taubat, dianjurkan untuk beristighfar  sebanyak 100 kali dengan kesunguhan hati mengingat kembali kesalahan yang telah diperbuat.

    Berikut ini adalah bacaan doa setelah sholat Taubat yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. 

    Astaghfirullahal ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi. 

    Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.” 

    Setelah membaca dzikir di atas, lanjutkan dengan membaca bacaan doa  setelah sholat Taubatyang diajarkan Rasulullah SAW berikut:

    Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yang sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yangg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yangg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yang telah aku lakukan.”

    Waktu Sholat Taubat

    Berikut beberapa waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat Taubat:

    1. Menjelang matahari tenggelam sampai benar-benar sempurna tenggelam
    2. Mulainya waktu ashar higa tenggelamnya matahari
    3. Ketika matahari terbit dengan jarak empat hasta dari permukaan
    4. Ketika matahari persis berada di tengah-tengah sampai terlihat condong.

    Sedangkan waktu terbaik dalam melaksanakan sholat Taubat yakni saat qiyamul lail atau pertiga malam. Lebih baik lagi jika sholat Taubat dibarengi dengan sholat tahajud dan juga witir sebagai penyempurnanya.

    Syarat-syarat Agar Taubatnya Diterima Allah SWT

    1. Benar-benar menyesal

    Maksudnya adalah bersungguh-sungguh menyesal telah melakukan dosa dan bertekad untuk tidak pernah mengulanginya.

    2. Memperbanyak Perbuatan Baik

    Syarat berikutnya adalah bersungguh-sungguh menyesal telah melakukan dosa, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

    3. Memperbanyak Bersedekah

    Setelah mengerjakan sholat Taubat ini, seorang muslim disarankan untuk melakukan berbagai amalan kebaikan. Selain tidak mengulangi maksiat dan dosa seperti dulu, bentuk amalan yang dianjurkan yakni dengan bersedekah.

    Karena bersedekah merupakan sebab utama terhapusnya dosa-dosa seorang muslim. Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 82 yang berbunyi

    Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.”

    4. Melaksanakan Sholat Wajib Lima Waktu

    Bagi seorang muslim, wajib hukumnya untuk menjalankan sholat lima waktu. Keutamaan salat lima waktu adalah sebagai sumber cahaya yang kekal atau abadi.

    Adapun hadis yang menjelaskan tentang keutamaan ini sebagai berikut,

    Siapa yang menjaga salat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169)

    5. Banyak Berdzikir

    Setelah bertaubat, tingkatkan dzikir sehari-hari yakni, dengan mengucapkan istighfar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

    Dzikir sendiri memiliki banyak keutamaan, salah satunya menjauhkan godaan setan serta jin agar tidak kembali kejalan yang tidak diridhoi, serta menenangkan hati.

    Itulah informasi terkait niat sholat Taubatserta penjelasannya. Setiap manusia pasti memiliki khilaf serta salah, Allah SWT Maha Pengampun, Insyallah jika kita berniat karena ingin kembali kepada-Nya, kita akan dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, aamiin..

    Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr. wb.

  • Bacaan Doa Iftitah Panjang, Pendek, Arab-Latin dan Artinya

    Bacaan Doa Iftitah Panjang, Pendek, Arab-Latin dan Artinya

    Doa iftitah merupakan salah satu doa yang dibaca saat sholat meski bukan merupakan rukun dari shalat wajib. Doa Iftitah sendiri dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-fatihah.

    Membaca doa Iftitah sendiri hukumnya sunnah hai’at, yakni sunnah yang jika terlupakan maka tidak perlu diganti. Doa Iftitah yang dajarkan oleh Rasulullah SAW sendiri ternyata memiliki banyak versi, ada yang pendek, dan ada pula yang cukup panjang.

    Meskipun ajaran mengenai bacaan Doa Iftitah ini cukup banyak, inti dari doa ini adalah memuji Allah SWT, memuliakan dan menyanjung-Nya. Doa Iftitah sendiri memiliki makna mendalam dalam membentuk ketakwaan dalam beribadah kepada Allah SWT.

    Bacaan Doa Iftitah Pendek dan Panjang yang Dianjurkan Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW mengajarkan beberapa versi bacaan Doa Iftitah, ada Doa Iftitah pendek dan adapula Doa Iftitah panjang.

    Seperti yang sudah disinggung di atas, karena ternyata doa ini beragam dan bukan hanya satu sebagaimana yang kita baca, maka hendaknya kita tidak menganggap doa yang lain salah, sepanjang ada dalilnya. Berikut macam-macam doa iftitah:

    1. Doa Iftitah Allahumma Baid Baini (Sering Dipakai Muhammadiyah)

    bacaan Doa Iftitah Allahumma Baid Baini (Sering Dipakai Muhammadiyah)

    Bacaan Doa iftitah ini yang paling sering digunakan Rasulullah SAW saat sholat wajib. Doa ini berdasarkan hadis shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.

    Bacaan Doa Iftitah Allahhumma baid baini yakni:

    اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Latinnya: Alloohumma baa’id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Alloohumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danas. Alloohummaghsil khothooyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod

    Artinya: “Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Duhai Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.”

    Baca juga: Doa untuk Orang Tua; Arab, Latin dan Terjemahnya

    2. Doa Iftitah Panjang

    Doa Iftitah ini kadang Rasulullah SAW baca saat shalat wajib dan kadang saat shalat sunnah. Doa Iftitah ini berdasarkan hadis shahih riwayat Imam Muslim. Bacaan Doa Iftitah:

    وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ

    اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ

    اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ . اَنْتَ رَبِّى وَاَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا

    اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ

    وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ

    اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ

    Latinnya: Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho hanifan wa maa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaa ya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiin. Allohumma antal malika laa ilaha illaa anta, anta rabii wa anaa ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faghafirlii dzunuubii jamii’aa. Innahu laa yaghfirudz dzunuuba ilaa anta, wahdinii li ah sanil akhlaaqi laa yahdii li ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta. labbaika wa sa’daika, wal khoiru kulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika. ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk (dan menyerahkan diri), dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku termasuk orang yang berserah diri.”

    3. Bacaan Doa Iftitah Inni Wajjahtu

    Doa ini merupakan iftitah pendek yang diriwayatkan Ibnu Majah. Bacaan doanya adalah:

    إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

    Latinnya: (Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaaya wa mamaati lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wabidzaalika wa ana awwalul muslimiin)

    Artinya: “Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.”

    4. Allahu Akbar Kabiira

    Bacaan Doa Iftitah selanjutnya adalah riwayat Imam Muslimin.

    Berawal dari Doa Iftitah ini dibaca oleh seorang sahabat setelah shalat, Rasulullah SAW bertanya siapa yang membaca doa tersebut. Setelah sahabatnya yang membaca menjawab, beliau bersabda: “Aku merasa kagum dengannya, langit-langit terbuka karena doa iftitah tersebut”.  bacaan doa tersebut adalah:

    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

    Latinnya: (Alloohu akbar kabiirow wal hamdu lillaahi katsiirow wa subhaanalloohi bukrotaw wa ashiilaa)

    Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.”

    5. Doa Iftitah Pendek

    Doa Iftitah ini juga riwayat Imam Muslim. Seperti kisah pada doa iftitah sebelumnya, Doa Iftitah ini berawal dari seorang sahabat yang membacanya.

    Selesai shalat, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa 12 malaikat tersebut mencatat doa iftitah pendek ini. Bacaan doa tersebut, yakni:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

    Latin: (Alhamdulillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih)

    Artinya: Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan penuh berkah

    6. Doa Iftitah NU (Digunakan Masyarakat Umum)

    Bacaan Doa Iftitah NU (Digunakan Masyarakat Umum)

    Imam Nawawi mencantumkan doa ini dalam kitab Al Adzkar. Doa Iftitah ini biasa dibaca oleh kalangan Nahdliyyin (NU). Berikut bacaan doa iftitahnya:

    اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إني وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ 

    Latin: Allaahu Akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallaahi bukratawwa ashiila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin

    Artinya: “Allah Maha besar. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya.”

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah, Lengkap dengan Doanya!

    Hukum Membaca Doa Iftitah

    Lantas apakah tidak sah shalat jika Doa Iftitah tidak dibacakan? Jawabannya, tetap sah.

    Doa Iftitah atau doa pembuka bukanlah termasuk rukun shalat yang wajib dibacakan saat shalat.

    Doa ini merupakan suatu sunnah hai’at yang disarankan untuk dilakukan. Jikapun seorang umat muslim tidak mengetahui cara membacanya, maka shalatnya akan tetap dianggap sah.

    Ketika menemukan diri telah menyelesaikan Al-fatihah dan teringat melewatkan bacaan Doa Iftitah. Tidak disahkan bagi seorang muslim untuk mengulang kembali pada Doa Iftitah, karena doa ini hanya disyariatkan setelah takbiratul ihram. Maka saat pada titik ini, tidak diperlukan atau diharuskan bagi kita untuk membaca doa iftitah lagi.

    Meskipun Doa Iftitah ini tidak dianggap wajib. Tetapi umat muslim penting untuk mempelajari dan menghafal Doa iftitah. Hal ini dikarenakan, meski bukan suatu kewajiban keutamaan. Sebagai sunnah hai’at ini sangatlah besar amalannya jika dikerjakan.

    Syarat Sunnah Membaca Doa Iftitah

    Terdapat empat syarat dalam membaca Doa Iftitah agar nilai sunnahnya terpenuhi. Syarat sunnah tersebut adalah:

    1. Mempunyai waktu yang cukup untuk mengerjakan sholat dengan Doa Iftitah. Apabila waktu yang dimiliki tidak banyak, maka boleh melewatkan doa iftitah.
    2. Mempunyai waktu yang cukup sebelum membaca Al-fatihah.
    3. Tidak membaca Doa Iftitah pada sholat Jenazah
    4. Boleh melewatkan doa iftitah ketika seseorang menjadi ma’mum masbuq (makmum yang terlambat mengikuti shalat berjamaah).

    Keutamaan Doa Iftitah

    Meski sunnah, bacaan Doa Iftitah memiliki keutamaan yang sayang sekali jika terlewatkan, yakni dibukakannya pintu-pintu langit. Pendapat ini mengacu pada salah satu hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar Ra yang berbunyi:

    “Ketika kami salat bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seseorang mengucapkan ‘Allahuakbar kabira walhamdu lillahi katsira wasubhanalla hibukratawwa ashiilan’. Selesai salat, Rasulullah SAW bertanya, ‘Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?’ Seorang sahabat menjawab, ‘Saya, wahai Rasulullah.’ Beliau lalu bersabda, ‘Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu’ Kata Ibnu Umar, ‘Maka aku tak pernah lagi meninggalkannya semenjak aku mendengar Rasulullah SAW mengucapkan hal itu.’” (HR Muslim)

    Itulah penjelasan mengenai beberapa versi bacaan Doa Iftitah, hukum serta keutamaannya. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu menjalankan sholat lebih sempurna serta menjadi sumber informasi mengenai versi beragam Doa Iftitah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Assalamualaikum wr.wb.

  • Cara Menjamak Sholat Dzuhur di Waktu Ashar dan Syarat Sahnya

    Cara Menjamak Sholat Dzuhur di Waktu Ashar dan Syarat Sahnya

    Cara menjamak sholat Dzuhur di waktu Ashar sebenarnya cukup sederhana, yaitu dengan mengucapkan niat sholat Dzuhur dan Ashar secara jamak, lalu melaksanakan sholat Dzuhur dan dilanjut dengan sholat Ashar tanpa jeda dengan raka’at yang sama.

    Seperti yang kita tahu bahwa Allah SWT., memudahkan umat-Nya untuk melakukan segala sesuatu. Salah satunya adalah menjamak sholat.

    Menggabungkan atau menjamak sholat adalah sebuah solusi untuk melaksanakan sholat dalam situasi yang sulit, seperti perjalanan jauh ataupun dalam kondisi bahaya.

    Pada artikel ini, akan membahas cara menjamak sholat Dzuhur di waktu Ashar secara mendalam lengkap dengan syarat sahnya!

    Apa itu Sholat Jamak?

    Ketika sedang membahas cara menjamak sholat Dzuhur di waktu Ashar, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas apa itu sholat jamak, jenis-jenisnya hingga kondisi yang diperbolehkan untuk sholat jamak yang akan dibahas di bawah ini!

    Menurut bahasa, sholat jamak artinya mengumpulkan. Sementara itu, pengertian sholat jamak secara harfiah adalah mengumpulkan dua sholat fardhu atau wajib yang dikerjakan dalam satu waktu.

    Contohnya yaitu menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar dan dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur atau Ashar, atau menggabungkan sholat Maghrib dan Isya dan dikerjakan pada waktu sholat Maghrib atau Isya.

    Sholat fardhu yang boleh dijamak hanya sholat Dzuhur dan Ashar, atau Sholat Maghrib dan Isya. Khusus untuk sholat Subuh tidak boleh dijamak dengan sholat fardhu lainnya dan harus tetap pada waktunya.

    Sholat jamak bisa disebut dengan rukhshah (keringanan) dari Allah kepada umat-Nya untuk melaksanakan sholat dalam situasi yang tidak memungkinkan.

    Sholat jamak sendiri hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan kepada orang-orang yang sudah memenuhi syarat.

    Baca juga: 250 Nama Bayi Perempuan Islam dan Artinya Terlengkap

    2 Jenis Sholat Jamak

    1. Jamak Taqdim

    Jamak taqdim adalah menggabungkan dua sholat fardhu dan dikerjakan pada waktu sholat awal atau pertama. Dua contoh jamak taqdim adalah sebagai berikut:

    • Mengumpulkan sholat Dzuhur dan Ashar dan dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur.
    • Mengumpulkan sholat Maghrib dan Isya dan dikerjakan pada waktu sholat Maghrib.

    2. Jamak Takhir

    Jamak takhir adalah menggabungkan dua sholat fardhu dan dikerjakan pada waktu sholat kedua atau terakhir. Dua contoh jamak takhir adalah sebagai berikut:

    • Mengumpulkan sholat Dzuhur dan Ashar dan dikerjakan pada waktu sholat Ashar.
    • Menggabungkan sholat Maghrib dan Isya dan dikerjakan pada waktu sholat Isya.

    Berdasarkan informasi di atas, artikel ini akan membahas sholat jamak takhir Dzuhur dan Ashar.

    3 Kondisi yang Diperbolehkan untuk Sholat Jamak

    3 Kondisi yang Diperbolehkan untuk Sholat Jamak

    1. Saat melaksanakan ibadah haji

    Ketika kamu sedang melaksanakan ibadah haji dan cukup kesulitan untuk melakukan sholat wajib, diperbolehkan lho menjamak sholat. Bahkan, umat muslim disyariatkan untuk menjamak sholat dalam keadaan seperti ini.

    2. Saat melakukan perjalanan jauh atau menjadi musafir

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musafir adalah seseorang yang berpergian untuk meninggalkan negerinya selama tiga hari atau lebih.

    Namun, di dalam Islam menjamak sholat tidak harus berpergian ke luar negeri, boleh menempuh perjalanan antar kota asalkan memenuhi ketentuan sebagai berikut:

    • Menempuh perjalanan jauh bukan untuk hal-hal maksiat.
    • Jarak perjalanan minimal harus mencapai farsakh atau sekitar 80 km.
    • Melakukan sholat jamak masih berada di dalam perjalanan.
    • Boleh melakukan sholat jamak setelah keluar dari batas desa.
    • Melakukan sholat jamak tidak boleh makmum dengan orang mukim.

    Baca juga: 700 Nama Bayi Laki-laki Islami dan Artinya Lengkap

    3. Berada di dalam kondisi bahaya

    Hidup itu dinamis. Kita tidak ada yang tahu kedepannya bagaimana. Jadi jika kamu nantinya atau sedang dalam kondisi bahaya, seperti bencana alam atau peperangan, maka diperbolehkan untuk menjamak sholat.

    4 Tata Cara Menjamak Sholat Dzuhur di Waktu Ashar

    1. Membaca niat menjamak sholat Dzuhur dan Ashar menggunakan jamak takhir

    Membaca niat sebelum melakukan kegiatan sehari-hari, seperti sebelum tidur, belajar, makan, mandi, ke luar rumah dan lain-lain, sangat penting untuk dilakukan. Apalagi sebelum melaksanakan ibadah.

    Pasalnya, niat menjadi syarat sahnya sholat, sehingga jika tidak dilakukan, maka sholat kita menjadi tidak sah. Berikut niat sholat jamak takhir Dzuhur dan Ashar:

    جَمْعَتأخِيْرٍلِلهِتَعَالَىصَلِّىفَرْضَالظُّهْرِأَرْبَعَرَكَعَاتٍمَجْمُوْعًابِالْعَصْرِأُ

    Usholli fardhol zhuhri arba’a roka’atin majmu’an bil’ashri jam’a takhirin lillahi ta’alaa.

    Artinya: “Saya niat shalat fardhu Dzuhur empat rakaat dijama’ bersama Ashar dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”

    Baca juga: Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48: Arab-latin, Arti, dan Hukum Tajwidnya

    2. Mengerjakan sholat Dzuhur secara lengkap empat rakaat yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam

    3. Berdiri lagi dan membaca niat sholat yang kedua yaitu Ashar

    Setelah selesai mengerjakan sholat Dzuhur, lanjut berdiri lagi untuk mengerjakan sholat Ashar. Mulai dengan membaca niat shoalt Ashar.

     لِلهِتَعَالَىجَمْعَتأخِيْرٍلظُّهْرِبِالْ مَجْمُوْعًا رَكعَاتٍ أربع العَصْرِ فَرْضَ أُصَلِّي

    Usholli fardhol ‘ashri arba’a roka’atin majmu’an bil zhuhri jam’a takhirin lillahi ta’alaa.

    Artinya: “Saya niat shalat fardhu Ashar empat rakaat dijama’ bersama Dzuhur dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”

    4. Mengerjakan sholat Ashar secara lengkap empat rakaat yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam

    5 Syarat Sah Sholat Jamak Dzuhur di Waktu Ashar

    1. Niat

    Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa niat merupakan salah satu syarat sah sholat. Niat menjadi elemen penting dalam melakukan segala sesuatu karena menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa.

    Membaca niat artinya kita bersungguh-sungguh dalam melaksanakan hal yang ingin kita lakukan. Maka tak heran jika kita melafalkan niat dengan baik, kita akan mendapatkan pahala dari Allah SWT., dan sebagai sarana mendekatkan diri pada-Nya.

    Namun, akan berlaku sebaliknya jika kita melewati atau tidak mengucapkan niat dengan baik karena sholat kita tidak akan dianggap sah. Maka dari itu, jangan lupa untuk membaca niat saat sholat, ya!

    2. Tertib

    Tertib di sini maksudnya adalah menjalankan sholat pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah adzan sholat Ashar berkumandang.

    Serta harus sesuai dengan tata cara di atas, yakni mulai dari niat menjamak hingga salam.

    3. Bersambung

    Pada syarat sah yang ketiga menegaskan bahwa dalam melaksanakan sholat jamak harus berurutan dan tidak dipisah antara dua sholat yang digabungkan dengan jarak yang panjang atau tanpa jeda, seperti misalkan tidak boleh untuk memisahkan rakaat dalam satu sholat.

    Hal tersebut karena menjamak sholat artinya menggabungkan dua sholat menjadi satu sholat, sehingga harus ada berkesinambungan, seperti raka’at dalam sholat.

    Maka dari itu, jika sholat jamak dijeda oleh jarak yang panjang, contohnya adalah karena lupa atau pingsan, maka sholatnya menjadi batal dan wajib diakhiri karena syarat untuk menjamak sholat sudah hilang.

    4. Terus berada di perjalanan hingga takbiratul ihram pada sholat kedua

    Maksudnya adalah jika kamu sudah melaksanakan sholat jamak hingga takbiratul ihram pada sholat kedua dan perjalanan baru berhenti, sholat tersebut masih dianggap sah.

    Namun, jika sebaliknya yaitu perjalanan berhenti sebelum dimulainya sholat kedua, maka sholat tersebut harus berhenti karena hilangnya syarat sah sholat jamak.

    5. Mendahulukan sholat pertama daripada sholat kedua

    Seperti misalkan mendahulukan sholat Dzuhur daripada Ashar atau mendahulukan sholat Maghrib daripada Isya.

    Hingga pada tahap ini sudah tahu cara menjamak sholat Dzuhur di waktu Ashar? Jikas masih belum jelas, jangan sungkan untuk berkomentar ya.

  • 3 Doa Saat Sujud Terakhir Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    3 Doa Saat Sujud Terakhir Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Bagi sebagian manusia, imipian menjadi sangat berarti dan juga patut diperjuangkan. Sebaik-baiknya memulai perjuangan dan usaha adalah dengan berdoa. Salah satunya dengan doa sujud terakhir, yang merupakan waktu mustajab dalam berdoa.

    Sujud bagi umat muslim adalah momen sekaligus lambang dari penyerahan diri serta pengakuan seorang hamba yang tidak bisa melakukan apapun tanpa pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Dengan berdoa dan bersujud, setidaknya kita sudah menyerahkan segala urusan dunia yang kecil di hadapan Sang Pemilik-Nya.

    Tata Cara Mengamalkan Doa Saat Sujud Terakhir

    Berdoa saat sujud terakhir dalam sholat adalah amalan yang sifatnya sunnah.

    Dijanjikan kebaikan kepadanya, jika tata cara malamalkannya sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW yang benar.

    Mengamalkan doa saat sujud terakhir ini lebih dianjurkan bagi orang yang mengerjakan sholat munfarid atau sendiri.

    Hal ini tidak dianjurkan bagi imam yang memiliki banyak makmum saat sholat berjamaah.

    Dalam sebuah sholat berjamaah, imam dianjurkan menjalankan rukun sholat yang disertai dengan penyempurnaan gerakan rukuk, I’tidal, dan sujud dengan tuma’ninah.

    Tak hanya itu, bacaan yang sesuai dengan tajwid juga menjadi fokus utama seorang imam.

    Kendati doa saat sujud menjadi sunnah dan memiliki nilai kebaikan yang disunnahkan, ternyata pada saat melafalkan doa saat sujud terkahir, bacaan doa hanya boleh dilafakan dalam bahasa arab saja.

    Sebab, hal ini justru dapat menyebabkan sholat yang dilakukan tidak sah.

    Hal tersebut juga dijelaskan dalam kitab audhihul Adillah juz II yang berbunyi:

     “ Akan tetapi bagi imam suatu kaum yang tidak terbatas, atau yang terbatas yang tidak diketahui keridhaan mereka untuk memanjangkan sembahyang, janganlah hendaknya imam melebihkan tasbih dalam sujudnya dari tiga kali, dan tidak sunnah menambahkan doa-doa apapun juga, bahkan hendaklah diperingannya sembahyang itu, untuk mera’ikan makmum yang lemah, yang sakit, yang tua, dan orang-orang yang mempunyai keperluan atau kerja yang mesti diselesaikannya, maka dalam hal ini disunnahkan bagi imam meringankan sembahyangnya.”

    Oleh sebab itu, penting bagi seorang muslim mengetahui tata cara dan hukum yang pas untuk melamalkan anjuran Rasulullah SAW sesuai sunnah yang ada.

    Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardu Sesuai Sunnah, Arab, Latin, dan Artinya

    Hukum Berdoa saat Sujud Terakhir

    Bagi seorang muslim, doa merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri sekaligus memohon sesuatu kepada Allah SWT.

    Doa dapat dilakukan kapan saja, karena sejatinya berdoa itu merupakan saat-saat kita berkomunikasi dengan-Nya, termasuk memanjatkan doa saat sujud terakhir.

    Memperbanyak doa ketika sujud menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana tercantum pada hadis riwayat Muslim yang berbunyi:

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

    Artinya:Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu.’” (HR. Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i)

    Lantas, bagaimana hukum berdoa saat sujud terakhir? Seperti yang sudah dijelaskan dalam hadis riwayat di atas, bahwa doa saat sujud terakhir hukumnya sunnah, boleh dilakukan namun dalam takaran yang pas dan tidak berlebihan. Hal tersebut diperkuat dengan hadis yang diriwayatkan oleh Bara’ bin Azib yang bunyinya:

     “Aku pernah salat bersama Nabi SAW. Aku mendapati bahwa berdiri, rukuk, sujud, duduk beliau sebelum salam dan berpaling, semuanya hampir sama (lamanya).”

    Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa  gerakan sholat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW memiliki waktu yang seimbang, dengan pengertian bahwa doa saat sujud terakhir mungkin dilakukan secukupnya dan tidak melebihi waktu pada gerakan sholat lainnya.  

    3 Doa Sujud Terakhir sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Berdoalah dengan hati yang mengingat kebesaran Allah, dan berserah diri bahwa tiada daya upaya yang bisa kita lakukan sebagai manusia tanpa pertolongan-Nya. Berikut tiga doa yang dianjurkan untuk dibaca saat sujud terakhir:

    1. Doa Meminta Khusnul Khatimah

    اَللّ‍هُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُسْنُ اْلخَاتِمَة

    Allahumma inni as’aluka husnal khõtimah

    Artinya: “Ya Allah, aku meminta kepada-Mu husnul khatimah”

    2. Doa Meminta Wafat dalam Keadaan Bertaubat

    اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ تَوْبَتًا نَصُوْحَا قَبْلَ الْمَوْت

    Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut

    Artinya: “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (taubat sebenar-benarnya) sebelum wafat.”

    3. Doa Meminta Ketetapan dalam Islam

    اَللَّهُمَّ يِاَ مُقَلِّبَ الْقُلُوْبْ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

    Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika

    Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.”

    Selain ketiga doa yang disunnahkan, adapun Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak doa berikut ini ketika rukuk dan sujud, yakni:

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

    Arab-latin: Subhānakallāhumma rabbanā wa bi hamdik. Allāhummaghfir lī.

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kami. Segala puji bagi-Mu wahai Tuhanku. Ampunilah dosaku.”

    Dan sahabat Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam sujudnya sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ

    Arab-latin: Allâhummaghfirlî dzanbî kullah, diqqahû wa jillah, wa awwalahû wa âkhirah, wa ‘alâniyatahû wa sirrah.

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku dari segala dosa baik kecil maupun besar, awal maupun akhir, dan dosa yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.”

    Demikian bacaan doa sujud terakhir sesuai dengan anjuran sunnah Rasulullah SAW.

    Berdoa semata-mata diniatkan untuk mendapatkan ridho dan pertolongan dari Allah SWT. Terimakasih sudah membaca ya, semoga bermanfaat.

    Sampai bertemu di artikel yang lain, Assalamualaikum wr.wb.

  • Niat Sholat Taubat Zina Lengkap dengan Tata Caranya

    Niat Sholat Taubat Zina Lengkap dengan Tata Caranya

    Seorang pezina pun akan menyesal telah melakukan perbuatan yang tidak dibenci Allah SWT. Bentuk taubat yang diajarkan bagi seorang muslim yakni, dengan sholat taubatan nasuha. Untuk melakukannya, tentu perlu mengetahui niat sholat taubat zina serta tata caranya.

    Sholat taubat zina ini bertujuan untuk memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Anjuran mengenai sholat tobat ini dituliskan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah seorang hamba yang berbuat dosa lalu berwudhu dengan sempurna kemudian berdiri melakukan sholat 2 rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah melainkan Allah akan mengampuni. Kemudian beliau membaca surat Ali Imran ayat 135.” (HR. Imam Abu Dawud)

    Jangan bersedih, Allah SWT adalah Tuhan semesta alam yang memiliki nama Maha Pengampun, jadi rahmat dan ampunannya tidak terbatas.

    Baca juga: Arti La Tahzan Innallaha Ma’ana, Tulisan Arab & Maknanya

    Untuk penjelasan lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini:

    Bacaan Niat Sholat Taubat Zina

    Bacaan Niat Sholat Taubat Zina

    Sebelum melakukan sholat taubat zina, ada syarat sah yang mesti dipenuhi, yaknik berniat. Sebab niat adalah salah satu rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan.

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Latinnya: Ushollii sunnatat taubati rokataini lillaahi taaalaa

    Artinya: “Aku berniat melakukan sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

    Tata Cara Sholat Taubat Zina Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

    Tata cara untuk sholat taubat zina sendiri pada dasarnya sama seperti sholat sunnah yang lain.

    Namun niat serta keteguhan hati memohon ampunan kepada Allah telah berbuat zinahlah yang menjadi pembeda antara sholat taubat zina dengan sholat taubat yang lain.

    Berikut tata cara sholat taubat yang benar:

    Rakaat Pertama:

    1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca niat sholat taubat zina
    2. Takbiratul ihram
    3. Membaca doa Iftitah (sunnah)
    4. Membaca surat Al Fatihah
    5. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    6. Rukuk
    7. Iktidal
    8. Sujud pertama
    9. Duduk di antara dua sujud
    10. Sujud kedua
    11. Duduk untuk tasyahud awal
    12. Bangkit untuk masuk ke rakaat kedua

    Rakaat kedua:

    1. Membaca surat Al Fatihah
    2. Membaca surat pendek Al-Qur’an yang dikuasai
    3. Rukuk
    4. Iktidal
    5. Sujud pertama
    6. Duduk di antara dua sujud
    7. Sujud kedua
    8. Duduk untuk tasyahud akhir
    9. Salam
    10. Doa setelah sholat taubat

    Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud yang Mustajab: Arab, Latin dan Tata Caranya

    Dzikir dan Bacaan Doa Setelah Sholat Taubat

    Sebagai penyempurna dari amalan sholat taubat, ada baiknya memperbanyak membaca istighfar serta mengiringinya dengan dzikir. Adapun bacaan dzikirnya sebagai berikut:

    1. Baca Tasbih “Subhanallah” sebanyak 33 kali
    2. Baca Tahmid “Alhamdulillah” sebanyak 33 kali
    3. Baca Takbir “Allahuakbar” sebanyak 33 kali
    4. Baca kalimat tauhid “Laa ilaaha ilaallah” sebanyak 33 kali atau jika mampu 100 kali
    5. Baca sholawat Nabi “ Allahumma shalli ala Muhammad” semampunya
    6. Baca Istighfar sebanyak 100 kali

    Astaghfirullahal ‘azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilahi.

    Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

    Setelah itu beristighfar, lanjutkan dengan membaca doa sholat taubat seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW berikut ini:

    Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yang sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yangg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yangg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yang telah aku lakukan.”

    Mengenai doa tersebut, Rasulullah SAW bersabda:

    Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga. Dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum subuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari)

    Setelah mengerjakan sholat taubat ini, kamu seorang muslim disarankan untuk melakukan berbagai amalan kebaikan. Selain tidak mengulangi maksiat dan dosa seperti dulu, bentuk amalan yang dianjurkan yakni dengan bersedekah.

    Karena bersedekah merupakan sebab utama terhapusnya dosa-dosa seorang muslim. Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 82 yang berbunyi “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.”

    Cara Agar Tidak Kembali Zina Setelah Taubat

    Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda mengenai cara menjauhi perbuatan zina:

    Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu obat pengekang nafsu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Pada hadis tersebut, dijelaskan beberapa cara untuk menjauhi perbuatan zina. Yang pertama dengan menikah bagi yang sudah mampu, yang kedua adalah berpuasa.

    Berikut beberapa cara agar tidak melakukan zina yang bisa kamu lakukan:

    1. Menutup aurat bagi seorang muslimah dan menjaga pandangan bagi seorang muslim
    2. Tidak berkhalwat, menyendiri atau memisahkan diri dari orang lain seperti berduaan dengan lawan jenis
    3. Tidak mendekati hal-hal yangmenjurus kepada perbuatan zina
    4. Menghindari tempat-tempat maksiat yang dapat memberikan peluang dan kesempatan untuk berzina
    5. Menambah ilmu pengetahuan agama dengan menghadiri majelis taklim
    6. Membaca Al-Qur’an serta memahami maknanya.

    Demikian informasi mengenai bacaan niat sholat taubat zina dan tata caranya lengkap serta cara menghindarinya. Semoga bermanfaat!

    Assalamualaikum wr.wb.

  • Bacaan Doa Sujud Sahwi, Tata Cara, Alasan, Dalil & Hukumnya

    Bacaan Doa Sujud Sahwi, Tata Cara, Alasan, Dalil & Hukumnya

    Sujud Sahwi merupakan bagian ibadah Islam yang bertujuan untuk menggantikan kesalahan ketika shalat, baik dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja. Seperti lupa jumlah rakaat shalat, bacaan dan lain sebagainya.

    Sebagai manusia yang tidak lupu dari kesalahan, tentu saja hal ini sering terjadi pada kita ketika melakukan ibadah kepada Allah SWT. Adanya doa sujud yang disebut dengan Sahwi ini menjadi sarana untuk mengganti kesalahan tersebut.

    Mari simak penjelasan tata cara hingga doa sujud Sahwi selengkapnya di artikel ini.

    Apa Itu Sujud Sahwi?

    Secara umum sujud Sahwi merupakan suatu tata cara ibadah yang dilakukan untuk mengganti kekhilafan dalam shalat dikarenakan lupa.

    Adanya sujud Sahwi ini agar kita bisa memohon ampun dan mengganti kesalahan akibat kelalaian yang dilakukan.

    Pada tata cara sujud Sahwi, memahami dan mengucapkan doa sujud Sahwi secara benar menjadi bagian yang paling penting setelah niat. Hal ini tentu saja dilakukan agar ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT.

    Cara dalam memperbaiki kesalahan ketika shalat juga dijelaskan dalam Al-Qur’an, yakni surat Sad ayat 24 yang berbunyi:

    سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

    Latinnya: Sami’na wa atha’na ghufranaka rabbana wa ilaikal maseer

    Artinya: “Kami mendengar dan kami taat. (Minta) ampunan Engkau, ya Tuhan kami, dan kepada Engkau tempat kembali.”

    Pada ayat ini, Nabi Daud AS melakukan sujud Sahwi setelah menyadari adanya kesalahan. Hal ini menunjukkan bahwa sujud Sahwi merupakan suatu bentuk permohonan ampunan yang ditunjukkan kepada Allah SWT.

    Baca juga: 13 Rukun Sholat Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

    Kapan Sujud Sahwi Dilakukan?

    Sebelum membahas doa sujud Sahwi beserta tata caranya dalam ibadah salat, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai sujud Sahwi dilakukan setelah?

    Jawabannya, yakni ketika kita lupa atau ragu terkait bacaan atau jumlah rakaat.

    Dalam hal ini, sujud Sahwi juga menjadi cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Sebagai contoh, jika seseorang melupakan jumlah rakaat dalam shalat yang dilakukan, maka perlu melakukan sujud Sahwi.

    Demikian juga, jika seseorang merasa ragu apakah telah melaksanakan salat dengan jumlah rakaat yang benar, sujud Sahwi juga dianjurkan untuk dilakukan agar ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.

    Tata Cara Sujud Sahwi dan Bacaan Doa Sujud Sahwi

    Setelah mengetahui kapan sujud Sahwi dilakukan, kini kita juga perlu tahu doa dan tata caranya. Tata cara sujud Sahwi ini tentunya sudah dicontohkan oleh nabi agar kita sebagai umat yang beriman bisa mengikutinya.

    Berikut ini tata cara yang bisa kita terapkan dalam ibadah untuk doa sujud Sahwi.

    1. Dilakukan Sebelum atau Setelah Salam

    Setelah selesai melakukan sholat atau setelah membaca tahiyat akhir, tepatnya ketika ingin mengakhiri sholat dengan salam. Kita bisa melakukan sujud Sahwi sebanyak dua kali.

    Pada tata cara ini kita disarankan untuk melakukan sujud Sahwi sebelum mengucapkan salam ketika ingin mengakhiri shalat. Namun, terdapat juga hadits yang menyatakan bahwa sujud Sahwi bisa dilakukan setelah salam.

    Intinya, jika shalat perlu ditambah karena ada kekurangan rakaat, maka hendaklah sujud Sahwi dilakukan sebelum salam. Namun, jika shalatnya sudah pas atau berlebih akan tetapi ragu, maka hendaklah sujud Sahwi dilakukan sesudah salam.

    2. Posisi Sujud Sahwi

    Posisi Sujud Sahwi

    Posisi sujud Sahwi pada dasarnya sama dengan sujud yang ada dalam sholat.

    Pastikan bahwa hidung, dahi, kedua telapak tangan dan lutut serta jari kaki menempel di lantai. Selain itu, jaga jarak antara kedua tangan dan kedua lutut kita.

    3. Membaca Doa Sujud Sahwi

    Ketika sedang melakukan gerakan sujud, disinilah waktu yang benar untuk mengucapkan doa sujud sahwi. Berikut ini adalah doa sujud Sahwi dalam bahasa arab beserta latin hingga arti terjemahnya.

    سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

    Latin: Subhaana man laa yanaamu wa laa yashu

    Artinya: “Maha Suci Engkau (Ya Allah) yang tidak tidur dan tidak lalai.”

    Pada prakteknya, seseorang yang ingin melakukan sujud Sahwi harus memahami dengan benar terkait tata cara dan doa yang perlu dilafalkan.

    Selain itu, kesungguhan hati yang ikhlas dalam melaksanakan shalat dan sujud Sahwi juga menjadi faktor penting dalam mendapatkan ridha Allah SWT. Tentunya kita perlu melakukannya secara sungguh-sungguh dengan niat yang kuat.

    Cara Sujud Sahwi Sebelum atau Sesudah Salam

    Tujuan utama dari sujud Sahwi ini adalah untuk memperbaiki kesalahan atau kelalaian yang terjadi dalam shalat.

    Hal ini bisa saja akibat yang disengaja ataupun tidak disengaja. Karena sebagai manusia biasa tentunya kesalahan tidak bisa luput.

    Adapun langkah-langkah sujud Sahwi yang benar sesuai ajaran, seperti penjelasan di bawah.

    1. Tata Cara Sujud Sahwi Sebelum Salam

    Sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa hadits mengenai tata cara sujud Sahwi. Bahwa cara sujud Sahwi dilakukan dengan dua kali sujud di akhir atau sebelum shalat.

    Ketika ingin sujud disyariatkan untuk mengucapkan takbir “Allahu akbar”, begitu pula ketika ingin bangkit dari sujud disyariatkan untuk bertakbir. Adapun hadits terkait penjelasan sujud Sahwi sebelum salam, yakni:

    فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

    “Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud Sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570).

    Baca juga: Tata Cara Sholat Tasbih: Niat, Hingga Doa Setelah Sholat yang Benar

    a. Tahiyat Akhir

    Apabila sudah menyelesaikan rakaat terakhir dalam shalat, ketika kita duduk dalam posisi tahiyat akhir.

    Kita tetap membaca doa tahiyat akhir seperti biasanya untuk posisi tersebut. Pastikan kita sudah membaca bacaan dengan benar.

    b. Sujud Sahwi Pertama

    Setelah tahiyat akhir, kita akan bersiap untuk melaksanakan sujud Sahwi yang pertama. Ketika sudah dalam posisi sujud, kita akan membaca doa sujud Sahwi.

    Berikut ini  doa sujud Sahwi dalam bahasa arab beserta latin hingga arti terjemahannya yang bisa kita ikuti.

    سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

    Latinnya: Subhaana man laa yanaamu wa laa yashu

    Artinya: “Maha Suci Engkau (Ya Allah) yang tidak tidur dan tidak lalai.”

    c. Duduk diantara Dua Sujud

    Setelah melakukan sujud Sahwi yang pertama, kita akan duduk di antara dua sujud.

    Pada posisi duduk diantara dua sujud ini, kita tidak perlu membaca doa atau bacaan tertentu. Cukup bersiap untuk melanjutkan ke sujud Sahwi yang kedua.

    d. Sujud Sahwi Kedua

    Berikutnya, kita akan langsung sujud Sahwi yang kedua dengan bacaan doa yang sama seperti yang pertama.

    Pastikan kita membaca doa tersebut dengan khusyuk dan benar agar ibadah diterima oleh Allah SWT.

    e. Tahiyat Akhir

    Setelah melakukan sujud Sahwi yang kedua, kita akan kembali pada posisi tahiyat akhir dengan membaca bacaan yang sama seperti tahiyat akhir sebelumnya.

    f. Salam

    Langkah terakhir, kita akan menyelesaikan shalat dengan menutupnya berupa ucapan salam. Salam menjadi tanda bahwa kita telah mengakhiri dan menyelesaikan shalat dengan benar karena sudah melakukan sujud Sahwi sebelum salam.

    2. Sujud Sahwi Sesudah Salam

    Setelah mengetahui praktik sujud Sahwi sebelum salam, maka sebaiknya kita juga mengetahui tata cara sujud Sahwi untuk sesudah salam.

    Adapun hadits yang menjelaskan sujud sahwi dilakukan sesudah salam berbunyi seperti berikut:

    فَصَلَّى رَكْعَةً ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ

    “Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah rakaat yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud Sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim no. 574)

    a. Salam

    Sebelum melakukan sujud Sahwi, hendaknya kita mengakhiri shalat terlebih dahulu dengan mengucapkan salam.

    Salam dilakukan dengan menggerakkan kepala ke arah kanan terlebih dahulu sambil mengucapkan “Assalamualaikum Warahmatullah” dan kemudian ke arah kiri sambil mengulangi ucapan tersebut.

    b. Sujud Sahwi Pertama

    Setelah mengucapkan salam, kita akan bersiap berdiri tegak. Perlu diketahui bahwa sujud Sahwi sesudah salam tidak perlu diawali dengan bacaan “takbiratul ihram”, cukup dengan takbir untuk sujud saja.

    Kemudian, kita bisa melaksanakan sujud Sahwi yang pertama sama seperti sujud biasanya. Ketika sudah dalam posisi sujud, kita akan membaca doa sujud Sahwi seperti yang dijelaskan sebelumnya.

    c. Duduk diantara Dua Sujud

    Apabila sudah melakukan sujud Sahwi yang pertama, kita akan duduk di antara dua sujud. Pada posisi duduk diantara dua sujud, kita tidak perlu membaca doa atau bacaan tertentu. Cukup bersiap untuk melanjutkan ke sujud Sahwi yang kedua.

    d. Sujud Sahwi Kedua

    Kemudian, kita akan melaksanakan sujud Sahwi yang kedua dengan bacaan doa yang sama seperti sujud Sahwi yang pertama. Pastikan kita membaca doa tersebut dengan khusyuk dan ikhlas berharap agar ibadah diterima oleh Allah SWT.

    f. Salam

    Langkah terakhir, kita akan menyelesaikan shalat dengan menutupnya berupa ucapan salam sama seperti shalat biasanya. Salam menjadi tanda bahwa kita telah mengakhiri dan menyelesaikan shalat dengan benar.

    Dalil Tentang Sujud Sahwi

    Banyak hadits yang abash dalam penjelasan mengenai sujud Sahwi sebagaimana pengganti ataupun cara untuk menambah jumlah rakaat ketika shalat. Pada zaman Rasulullah beliau lupa akan jumlah rakaat saat melakukan ibadah shalat.

    Lantas, para sahabat bertanya mengenai jumlah rakaat shalat dengan pertanyaan “ “Ya Rasulullah, apakah ada perubahan jumlah rakaat dalam shalat?”

    Rasulullah SAW menjawab, “Saya hanyalah manusia biasa. Saya bisa lupa sebagaimana kalian juga lupa. Jika saya lupa, ingatkanlah aku. Jika kalian ragu tentang jumlah rakaat shalat kalian, pilih yang paling meyakinkan, dan selesaikanlah shalatnya. Kemudian lakukan sujud sahwi.” (HR. Bukhari & Muslim)

    Selain itu, hadits riwayat muslim juga mengisahkan ajaran Rasulullah mengenai sujud Sahwi.

    “Apabila kalian ragu dalam jumlah bilangan rakaat salat, maka tinggalkan keraguan dan ambillah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia salat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata salatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (HR. Bukhari & Muslim)

    Hukum Sujud Sahwi

    Mengenai hukum sujud Sahwi beberapa para ulama berselisih menjadi dua pendapat, ada yang mengatakan wajib dan ada juga yang mengatakan bahwa itu sunnah.

    Namun, pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini dan lebih menentramkan hati kita adalah pendapat yang menyatakan wajib. Hal ini tentunya disebabkan oleh dua alasan, yakni:

    • Dalam hadits yang menjelaskan sujud Sahwi seringkali penggunaan kata lebih ke makna “Perintah”. Sedangkan kata perintah hukum asalnya merupakan wajib.
    • Nabi Muhammad SAW melakukan sujud Sahwi ketika ada sebabnya dan tidak ada satupun dalil yang menunjukkan bahwa beliau pernah meninggalkannya.

    Pendapat yang menyatakan hukum sujud Sahwi wajib adalah oleh ulama Hanafiyah, dari Malikiyah. Adapun pendapat yang menjadi sandaran dalam madzhab Hambali, yakni ulama dari Zhahiriyah dan dipilih juga oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

    Adanya doa sujud Sahwi ini menjadikan kita sebagai umat yang beriman untuk selalu patuh dan taat terhadap perintah Allah SWT. Hal ini karena shalat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.