Category: PKN

  • Kebangkitan Nasional: Pengertian, Sejarah, Faktor, dan Tujuan 

    Kebangkitan Nasional: Pengertian, Sejarah, Faktor, dan Tujuan 

    Sebagai sebuah negara kebangsaan yang memiliki catatan sejarah yang sangat kental, Indonesia menjadi negara yang mempunyai banyak hari peringatan. Salah satu hari peringatan yang selalu hadir pada tanggal 20 Mei setiap tahun adalah kebangkitan nasional.

    Sejarah dari lahirnya hari kebangkitan nasional ini tidak jauh dari gagasan Soetomo untuk mendirikan sebuah organisasi pergerakan rakyat. Selain itu, terlahirnya hari kebangkitan atau yang biasa disebut dengan HarKitNas ini tidak jauh dari faktor pendorongnya. Lantas, bagaimana sejarah dari hari penting satu ini?

    Apa yang Dimaksud Hari Kebangkitan Nasional?

    Para Pendiri Boedi Oetomo
    (Para Pendiri Boedi Oetomo | Sumber Gambar: Liputan6.com)

    Hari peringatan penting yang hadir setiap tanggal 20 Mei di Indonesia yaitu Hari kebangkitan Nasional atau Harkitnas. Hari peringatan tersebut menggambarkan semangat para rakyat Indonesia untuk memperjuangkan negara. 

    Perjuangan yang telah dilakukan oleh rakyat Indonesia untuk bangkitnya bangsa tergambar melalui rintangan, termasuk peperangan antara Sekutu dan pribumi. Di samping itu, pihak Belanda telah menganggap perjuangan para rakyat Indonesia pada saat itu sebagai perjuangan yang dapat membangkitkan bangsa. 

    Awal Mula Kebangkitan Nasional

    Cerita kelahiran dari hari peringatan bangkitnya Indonesia sangat panjang dan cukup rumit hingga mencapai puncaknya pada saat ini. Kebangkitan nasional tidak luput dari usaha Dr. Wahidin Soedirohoesodo yang membiayai siswa kurang mampu agar dapat menempuh jalur pendidikan.

    Setelah itu, Wahidin bertemu dengan beberapa siswa, salah satunya ialah Dr. Soetomo yang menjadi penggagas utama terbentuknya sebuah organisasi.  Organisasi gagasan Soetomo tersebut berfokus pada kegiatan sosial, ekonomi, hingga bidang budaya. Tetapi, sistem dari organisasi tidak melibatkan sisi politik. 

    Organisasi bentukan Dr. Soetomo adalah Boedi Oetomo yang terbentuk dari gabungan para siswa School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA). Soetomo bersama dengan satu siswa lainnya, yaitu Sutaji, mendatangi Dr. Wahidin untuk berdiskusi perihal tujuan dan cita-cita Wahidin untuk memajukan generasi.

    Terbentuknya Organisasi Boedi Oetomo

    Maka, pada 20 Mei 1908, terwujudlah perjanjian untuk mendirikan organisasi Boedi Oetomo yang menjadi langkah awal perubahan generasi. Boedi Oetomo menjadi pilar penting dalam melakukan kebangkitan bangsa untuk terbebas dari keterpurukan penjajah. 

    Boedi Oetomo terbentuk dan memulai misinya untuk menyelamatkan generasi bangsa dengan Soetomo sebagai ketua organisasi. Bersama dengan M. Sulaiman yang menjabat sebagai wakil ketua, dan Suwarno selaku sekretaris I dengan rekannya Gunawan Mangunkusumo.

    Organisasi Boedi Oetomo berjalan dengan sistem pemikiran yang maju, kuat, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi pada masing-masing individu. Kondisi ini hadir karena adanya keinginan untuk mencoba bebas dari keterbelakangan akibat ketentuan yang Belanda buat untuk para pribumi.

    Dengan tujuan yang mulia itulah, dari tahun ke tahun, anggota dari organisasi bentukan Soetomo telah memiliki lebih dari 10.000 anggota. Para anggota berkeinginan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan mereka dan juga membantu pemuda lainnya untuk melangkah maju.

    Faktor Pendorong Lahirnya Kebangkitan Nasional

    Terdapat alasan-alasan yang melahirkan langkah penting untuk bangkit. Di bawah ini merupakan alasan utama menjadi penyebab pokok atas terjadinya kebangkitan nasional.

    1. Alasan dari Segi Pendidikan

    Alasan utama dan yang paling penting dari adanya keinginan untuk bangkit adalah sistem pendidikan yang masih sangat kurang pada abad ke-20. Pada saat itu, hanya terdapat beberapa pemuda yang bisa merasakan bangku pendidikan di sekolah. Oleh sebab itu, lahirlah cita-cita untuk melakukan pembangkitan.

    Budaya melek huruf dan keterampilan dalam membaca dan menulis mulai berkembang pada tahun 1930-an. Kondisi ini merupakan dampak positif dari ketentuan pemerintah Belanda yang memberikan peluang bagi pribumi untuk belajar hingga tingkat sekolah menengah.

    Tahun ke tahun, jumlah siswa bersekolah terus meningkat baik siswa pada sekolah menengah Belanda atau siswa sekolah yang didukung oleh pemerintah Belanda. Meskipun begitu, angka siswa bersekolah masih cenderung rendah jika dibandingkan dengan jumlah anak usia sekolah pada masa itu.

    Tetapi, dengan tingkat kesadaran tinggi untuk memulai belajar di sekolah menyebabkan perkembangan yang cukup signifikan pada bidang intelektual. Dari situ terlahir banyak lulusan elit pribumi yang terdidik.

    2. Alasan dari Rasa Nasionalisme

    Walaupun sudah mendapatkan kesempatan untuk merasakan bangku pendidikan, namun nyatanya, kesempatan itu hanya berlaku bagi para elit pribumi. Dengan begitu, warga pribumi lainnya yang memiliki status lebih rendah tidak mendapat kesetaraan dalam dunia pendidikan. 

    Lulusan-lulusan elit pribumi itulah yang menjadi penggagas utama untuk mulai menyuarakan kesadaran akan nasionalisme dan anti-kolonialisme. 

    Mula kebangkitan nasional dari organisasi bentukan Soetomo, selanjutnya lahir banyak organisasi besar yang menjadi faktor utama untuk menyuarakan kebebasan dari kolonialisme. 

    Kemudian, Indische Partij atau Partai Hindia muncul sebagai perwakilan rakyat Indonesia yang lebih luas. Selain Partai Hindia, lahir pula organisasi yang memiliki fokus masing-masing, seperti Muhammadiyah dan Sarekat Dagang Islam.

    Tiga Serangkai Pendiri Indische Partij
    (Tiga Serangkai Pendiri Indische Partij | Sumber Gambar: CNN Indonesia)

    PKI (Partai Komunis Indonesia) juga termasuk dalam organisasi yang berhasil tumbuh semenjak lahirnya Boedi Oetomo. Tetapi, tujuan PKI yang semakin menyeleweng dari tujuan awal. Hal ini mengakibatkan organisasi tersebut menjadi penghalang bagi perkembangan bangsa Indonesia pada masa itu.

    Banyak organisasi-organisasi baru bermunculan sebagai tanda kebangkitan bangsa Indonesia, hingga masa puncaknya pada 28 Oktober 1928. Pada saat kejadian sakral 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda secara resmi mendeklarasikan Sumpah Pemuda yang menjadi tujuan nasionalisme.

    Teks Sumpah Pemuda
    (Teks Sumpah Pemuda | Sumber Gambar: Tribun Kaltim)

    3. 2 Faktor Pendorong

    Faktor dari terlahirnya hari penting satu ini tidak dapat terpisah dari faktor-faktor yang menjadi alasan dan pendorong kebangkitan nasional. Di samping dari alasan utama, terdapat faktor pendorong yang terbagi menjadi dua, yaitu faktor pendorong internal dan eksternal. 

    Penyebab utama sebagai faktor pendorong dari internal adalah keterbelakangan ekonomi, sosial, hingga pendidikan selama masa penjajahan. Selain itu, bayangan masa kejayaan di masa lampau mendorong para pemuda untuk meraih kejayaan tersebut kembali. Terakhir, lahirnya kaum intelektual yang dapat memimpin. 

    Hadirnya faktor pendorong dari eksternal yaitu mulai adanya paham baru termasuk nasionalisme, sosialisme, dan liberalisme. Alasan lainnya adalah karena terjadi kebangkitan secara nasional pula di negara Asia lainnya, seperti Turki Muda. 

    Baca Juga : Patriotisme: Pengertian, Ciri, Tujuan, dan Jenisnya

    Tujuan dari Kebangkitan Nasional

    Harapan yang besar hadir setelah adanya perkembangan menuju kebangkitan nasional. Warga secara umum mengharapkan terwujudnya tujuan-tujuan sakral dari pergerakan perubahan oleh warga tersebut. Di bawah ini merupakan tujuan dari gerakan bangkit demi perubahan.

    1. Harapan Boedi Oetomo

    Setelah terbentuknya organisasi yang menjadi pilar utama kebangkitan nasional, Boedi Oetomo menjelaskan bahwa terdapat tiga tujuan utama dari gerakan bangkit menyuarakan hak pribumi. Berikut penjelasannya:

    • Memerdekakan cita-cita kemanusiaan yang mengarah kepada keadilan dalam menyebarluaskan kesempatan untuk bersekolah dengan maksud untuk lepas dari keterpurukan penjajahan.
    • Memajukan nusa dan bangsa dengan tingkat intelektual yang sudah siap dengan cara berpikir yang maju. Sebagai tambahan, dengan kemampuan untuk memimpin yang cukup baik.
    • Mewujudkan kehidupan bangsa yang bermartabat dan terhormat dengan para lulusan berpendidikan intelektual sebagai perwakilan. Oleh sebab itu, negara-negara lain bahkan Belanda pun mengakui bahwa bangsa Indonesia mulai bangkit dari keterbelakangan.

    2. Tujuan Umum

    Secara umum, tujuan dari keputusan untuk berdiri bangkit dari keterbelakangan adalah sebagai alat motivasi bagi sebuah negara untuk terus maju. Berjalan maju dengan menunjukkan jiwa nasionalisme tinggi yang dapat membuat negara-negara asing mengakui kekuatan sebuah bangsa. 

    Generasi muda terus termotivasi dan terdorong melakukan persiapan untuk berkompetisi demi kemajuan bangsa. Setiap bangsa membutuhkan semangat dari berbagai generasi untuk membayar semua perjuangan para pahlawan di masa lampau demi kemajuan bangsa.

    Jadi, sebagai generasi penerus bangsa mendapat harapan untuk terus memajukan bangsa baik dari bidang pendidikan, ekonomi, budaya, hingga sosial. Tujuan tersebut menjadi kunci utama lahirnya perubahan dari awal hingga sekarang.

    Berikut ini adalah tanda-tanda dari kebangkitan bangsa Indonesia.

    • Langkah awal untuk bangkit dari keterpurukan dan mulai merangkak maju untuk menggapai cita-cita bangsa di masa depan. Rakyat dapat berusaha dengan memperbaiki dan meningkatkan prestasi bangsa yang sudah ada dan mempertahankannya. 
    • Rakyat mulai menerapkan nilai-nilai Pancasila pada masing-masing individu, sehingga meningkatkan rasa nasionalisme yang tinggi.
    • Belajar giat agar dapat menguasai bidang tertentu untuk bahan penyesuaian diri di masa depan.
    • Sadar akan tanggung jawab dan terus berjuang dan berusaha demi menjaganya. Kesadaran tersebut berguna untuk terus memompa semangat para generasi muda agar tidak mudah pasrah dan patah semangat.

    Mari Tunjukkan Jiwa Nasionalisme!

    Bulan Mei menjadi bulan yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia karena pada bulan tersebut, setiap tahunnya akan diperingati hari bersejarah, yaitu Hari Pendidikan Nasional dan Hari kebangkitan Nasional. Kedua hari tersebut menjadi sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

    Para pejuang telah memperjuangkan hak-hak pribumi untuk mendapatkan kelayakan dari sisi pendidikan hingga budaya. Jadi, generasi muda penerus bangsa sampai hari ini memiliki tanggung jawab untuk terus menjunjung tinggi kebangkitan tersebut dengan terus berusaha dan terus berkembang.

  • Contoh Sila ke-3 dalam Kehidupan Sehari-hari dan Bermasyarakat

    Contoh Sila ke-3 dalam Kehidupan Sehari-hari dan Bermasyarakat

    Pancasila sebagai dasar negara perlu kita ketahui dan pahami maknanya. Dasar negara sangat penting bagi negara agar terhindar dari konflik yang dapat memicu perpecahan. Artikel ini akan membahas mengenai makna dan contoh sila ke-3 dalam kehidupan sehari-hari, mari ikuti penjelasannya di bawah ini.

    Makna Lambang Sila ke-3 Pancasila

    Ilustrasi Pohon Beringin
    (Ilustrasi Pohon Beringin | Sumber gambar: Mata Bandung)

    Sila ke-3 dari Pancasila memiliki lambang pohon beringin beserta akar dan latar belakang berwarna putih. Untuk memahami makna dari lambang ini, berikut penjelasannya.

    1. Pohon Beringin

    Lambang pohon beringin sebagai lambang sila ke-3 Pancasila memiliki makna bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan melimpah akan keberagaman budayanya.

    Beringin juga bermakna negara merupakan tempat untuk berlindung yang aman bagi seluruh warga negaranya, tanpa mengenal ras, suku, maupun agama.

    Disamping itu, pohon beringin yang bisa terus tumbuh dan berkembang mencerminkan bahwa bangsa Indonesia memiliki keteguhan dan kemauan yang besar untuk terus tumbuh. 

    Untuk terus berkembang, Indonesia perlu menghadapi dan menangkal berbagai rintangan yang ada demi terwujudnya Indonesia yang maju.

    Selain itu, pohon beringin juga dapat memberikan kenyamanan bagi siapa saja saat berteduh di bawahnya. Oleh karena itu, lambang ini memiliki arti semua warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri akan merasa kerinduan terhadap negara Indonesia, layaknya berteduh di bawah pohon beringin.

    2. Akar Tunggang Pohon Beringin

    Akar tunggang yang terdapat pada lambang pohon beringin memberikan makna bahwa setiap warga negara Indonesia harus berusaha untuk memelihara persatuan dan kesatuan negara. Oleh sebab itu, semua warga negara wajib bekerja sama untuk mengusahakan kerukunan dan kedamaian di masyarakat.

    Dengan begitu, Indonesia dapat menjadi negara yang berdaulat dan kuat dalam menghadapi segala ancaman yang bertujuan untuk memecah negara Indonesia, baik dari luar maupun dari dalam.

    Akar tunggang dari pohon beringin yang memiliki banyak cabang menunjukkan keberagaman adat istiadat, tradisi, dan budaya yang ada di Indonesia. Perbedaan ini sebagai wujud semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. 

    3. Warna Latar Belakang Putih

    Latar belakang lambang pohon beringin yang berwarna putih memiliki kesan suci, jujur, dan murni yang berkaitan erat dengan harapan bangsa Indonesia. Warna latar belakang putih ini dapat memberikan kesan yang positif dan menunjukkan bahwa kesucian, kejujuran, dan kemurnian merupakan prinsip yang dimiliki oleh Indonesia.

    Makna Isi Sila ke-3 Pancasila

    “Persatuan Indonesia” merupakan sila ke-3 dari Pancasila yang sangat berhubungan dengan persatuan dan kesatuan negara Indonesia. Sila ketiga ini merupakan salah satu dasar dari kehidupan bernegara dan bermasyarakat di Indonesia.

    Walaupun terdapat perbedaan, masyarakat Indonesia harus tetap selalu rukun, utuh, dan menghindari konflik yang bisa menimbulkan perpecahan. Sila Persatuan Indonesia juga bertujuan untuk memberikan semangat gotong royong dan saling membantu agar tetap ada di dalam benak setiap warga negara Indonesia.

    Butir-butir Penerapan Pancasila Sila ke-3

    Secara umum, terdapat 7 butir penerapan dari sila ke-3 Pancasila ini, yaitu:

    1. Membangun rasa cinta kepada bangsa dan tanah air.

    2. Saat diperlukan, rela dan sanggup untuk berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.

    3. Mengutamakan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, golongan, dan kelompok.

    4. Menjaga ketertiban dunia yang berlandaskan perdamaian abadi, kemerdekaan, dan keadilan sosial.

    5. Meningkatkan rasa bangga atas berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

    6. Meluaskan pergaulan antar warga negara Indonesia demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.

    7. Memelihara persatuan Indonesia berdasarkan semboyan bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

    Baca Juga : Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Fungsinya

    Contoh Penerapan Sila ke-3 dalam Kehidupan Sehari-hari

    Kehidupan Sehari-hari
    (Kehidupan Sehari-hari | Sumber gambar: Unsplash)

    Kita perlu menerapkan sila ke-3 Pancasila agar menjadi warga negara yang baik. Persatuan Indonesia berperan penting dalam aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan negara. Berikut ini berbagai contoh sila ke-3 dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita lakukan:

    1. Penerapan Sila ke-3 di Lingkungan Rumah atau Keluarga

    Contoh sila ke-3 dalam kehidupan sehari-hari di rumah adalah sebagai berikut:

    • Membantu anggota keluarga saat melakukan pekerjaan rumah.
    • Senantiasa menghormati semua anggota keluarga, baik yang lebih tua maupun yang lebih muda.
    • Semangat dan rajin dalam belajar untuk membuat orang tua bangga.
    • Selalu memprioritaskan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
    • Menciptakan dan menjaga suasana rukun di dalam rumah.
    • Melakukan kewajiban dan menghargai hak anggota keluarga yang lain.
    • Bertindak adil terhadap masing-masing anggota keluaga.
    • Menghargai adanya perbedaan pendapat antar anggota keluarga dan berusaha mencari solusi bersama.
    • Menghormati nasihat yang orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua berikan.

    2. Penerapan Sila ke-3 di Sekolah

    Selanjutnya, di bawah ini merupakan contoh sila ke-3 dalam kehidupan sekolah sebagai pelajar:

    • Menyapa dan mengucapkan salam ketika bertemu dengan teman dan guru.
    • Berjabat tangan dan bersikap ramah terhadapt teman baru.
    • Jika tidak sempat untuk memberikan salam atau berjabat tangan, bisa diganti dengan tersenyum kepada teman.
    • Menjaga kekompakan dan kerukunan dengan teman.
    • Menanyakan kabar teman, terutama kepada teman yang jarang atau sudah lama tidak bertemu.
    • Tidak membeda-bedakan teman yang memiliki asal-usul yang berbeda.
    • Bersemangat dan tekun dalam belajar agar dapat meraih prestasi untuk membanggakan nama sekolah.
    • Membantu teman yang sedang kesulitan saat di kelas.
    • Melakukan tutor sebaya atau mengajarkan teman yang masih belum paham mengenai materi mata pelajaran yang telah diajarkan.
    • Saling menghargai sesama warga sekolah mulai dari murid, guru, staf, dan petugas kebersihan.
    • Mengutamakan kepentingan bersama di sekolah daripada kepentingan pribadi atau kelompok.
    • Menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah.
    • Mengetahui dan menghafal lagu-lagu nasional.
    • Mempelajari sejarah bangsa dengan tujuan memahami, meningkatkan rasa cinta tanah air, dan menghargai jasa dari perjuangan para pahlawan.
    • Melaksanakan upacara bendera dengan tertib dan khidmat.

    Contoh Penerapan Sila Ke-3 dalam Kehidupan Bermasyarakat

    Kehidupan Bermasyarakat
    (Kehidupan Bermasyarakat | Sumber gambar: Unsplash)

    Selain menerapkan sila ke-3 di dalam kehidupan sehari-hari, kita juga perlu menerapkannya di dalam kehidupan bermasyarakat. Beberapa contoh sila ke-3 dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain:

    • Memiliki sikap toleransi dan tidak meremehkan siapapun.
    • Senantiasa mengedepankan kepentingan untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia daripada kepentingan pribadi, golongan, maupun kelompok.
    • Menggunakan produk-produk buatan dalam negeri.
    • Ikut berpartisipasi dalam berbagai organisasi dan kegiatan di lingkungan masyarakat, seperti siskamling, karang taruna, dan kerja bakti di akhir pekan.
    • Tepat waktu dalam membayar pajak sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
    • Selalu berusaha untuk menaati aturan yang ada.
    • Bangga dan mencintai keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.
    • Rela berkorban tenaga, harta, jiwa, dan raga untuk kepentingan melindungi kedaulatan Indonesia.
    • Memajukan bangsa dan negara Indonesia secara sehat melalui berbagai inovasi anak-anak bangsa.
    • Berusaha meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan kepada sesama warga negara Indonesia lainnya untuk mendorong rasa kebanggaan dan cinta tanah air terhadap Indonesia.
    • Menyebarluaskan sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi, keragaman, dan persatuan melalui kampanye, program-program sosial, dan pendidikan.
    • Berusaha untuk melindungi bangsa dan negara dari ancaman dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas sistem pertahanan dan keamanan nasional.
    • Meningkatkan interaksi antar suku, wilayah, ras, dan agama sebagai upaya menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

    Sudah Paham Mengenai Contoh Sila ke-3 dalam Kehidupan?

    Itulah makna dan contoh sila ke-3 dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat. Sebagai warga negara Indonesia, kita perlu memahami dan menerapkan contoh-contoh yang telah dijabarkan di atas sebagai upaya dalam menanamkan dan memelihara nilai-nilai persatuan Indonesia. Siapkah menerapkan contoh di atas?

  • 9 Contoh Sikap yang Sesuai dengan Sila Ke-5 Pancasila

    9 Contoh Sikap yang Sesuai dengan Sila Ke-5 Pancasila

    Sebagai warga negara Indonesia, kamu pasti memiliki kewajiban untuk menghafal 5 dasar negara atau Pancasila. Dalam Pancasila, terdapat konsep keadilan yang tertera pada sila ke-5. Yuk, cari tahu contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-5 Pancasila di atikel ini!

    Pancasila Sebagai Dasar Negara

    Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia. Istilah “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti “lima prinsip” atau “lima dasar.” Sesuai dengan artinya, Pancasila terdiri dari lima prinsip utama sebagai berikut.

    1. Ketuhanan Yang Maha Esa

    Prinsip ini menekankan, Indonesia adalah negara dengan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun Indonesia memiliki beragam agama dan kepercayaan, prinsip ini menekankan pentingnya keimanan kepada Tuhan sebagai fondasi moral dan spiritual masyarakat Indonesia.

    2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    Prinsip kedua menekankan hak asasi manusia, keadilan sosial, dan martabat manusia. Semua warga negara Indonesia memiliki hak yang sama dan negara bertanggung jawab untuk melindungi dan memajukan martabat setiap warga.

    3. Persatuan Indonesia

    Sebelum membahas tentang contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-5 Pancasila, kamu juga harus tahu bunyi sila ke-3 yaitu “Persatuan Indonesia”. 

    Prinsip ini menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa. Oleh karena itu, Indonesia harus memelihara persatuan dalam keragaman.

    4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

    Prinsip keempat menekankan demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang mendasarkan keputusan politik pada musyawarah dan mewakili kepentingan rakyat. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita juga tak pernah lekang dalam pengambilan keputusan. 

    Pengambilan keputusan tersebut lebih kita kenal dalam musyawarah. Musyawarah kita lakukan untuk mencapai mufakat atau keputusan bersama tanpa adanya pertikaian antar anggota musyawarah.

    5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    Prinsip ini menekankan pentingnya redistribusi kekayaan dan kesempatan untuk mencapai keadilan sosial. Negara bertanggung jawab untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. 

    Selain keadilan dalam bidang sosial dan ekonomi, prinsip sila ke 5 juga menekankan, setiap warga Indonesia berhak mendapatkan keadilan hukum dalam kehidupan bersosial. 

    Pancasila Sebagai Landasan Ideologis dan Konstitusi

    Peran Pancasila sebagai landasan ideologis dan konstitusi Negara Indonesia perlu kamu ketahui, sebelum membahas tentang contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-5 Pancasila. 

    Prinsip-prinsip Pancasila tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) dan memandu pembuatan undang-undang, kebijakan, dan tindakan pemerintah. 

    Di samping itu, Pancasila mencerminkan semangat nasionalisme, kebhinekaan, dan semangat membangun negara yang adil dan beradab. 

    Pancasila menjadi titik sentral dalam pendidikan di Indonesia serta digunakan untuk mempromosikan toleransi antar umat beragama. 

    Peran Pancasila juga tidak berhenti sampai di situ. Dalam Pancasila, ditekankan pentingnya menjunjung tinggi persatuan, dan kerukunan sosial di antara keberagaman kelompok etnis, agama, dan budaya yang ada di negara tersebut.

    9 Contoh Sikap yang Sesuai dengan Sila Ke-5 Pancasila

    Sebagai warga negara Indonesia, kita berkewajiban untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yang perlu kamu ketahui, yaitu:

    1. Pemberian Kesempatan yang Sama

    Contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yang pertama adalah pemberian kesempatan yang sama. Sikap ini mencakup memberikan kesempatan yang sama kepada semua warga Indonesia. 

    Kesempatan yang dimaksud adalah kesempatan untuk mengakses pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, dan fasilitas publik lainnya tanpa adanya diskriminasi. Semua jenis kelamin, agama, suku bangsa, atau latar belakang lainnya berhak mendapatkan hak yang sama dan setara.

    2. Pengentasan Kemiskinan

    Selanjutnya, kamu juga perlu berupaya untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi dengan cara mendukung program-program sosial, pelatihan kerja, dan kesempatan usaha bagi warga yang kurang beruntung. 

    Dengan mendukung program-program tersebut kamu sudah berhasil mengamalkan sila ke-5 Pancasila.

    3. Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia

    Selain pengentasan kemiskinan, kamu juga perlu menghormati hak asasi manusia semua individu, termasuk hak atas keadilan, persamaan di hadapan hukum, serta perlindungan dari diskriminasi dan penyalahgunaan. 

    HAM adalah salah satu hak yang tercatat pada UUD 1945. Dengan demikian, HAM merupakan hak setiap warga negara yang sangat negara lindungi tanpa membedakan keberagaman yang ada di Indonesia.

    4. Keterlibatan dalam Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

    Sikap yang sesuai dengan sila ke-5 adalah dengan mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Tujuannya untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti program-program bantuan bagi kelompok rentan, yatim piatu, atau tunawisma.

    Dengan demikian, mereka akan mendapatkan kesempatan yang sama sebagai warga negara Indonesia. Pasalnya, orang yang rentan memiliki peluang lebih kecil daripada orang yang serba berkecukupan.

    5. Penggunaan Sumber Daya yang Berkelanjutan

    Lautan Indonesia
    Lautan Indonesia | Sumber gambar: Pexels

    Contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-5 Pancasila selanjutnya adalah pemanfaatan atau penggunaan sumber daya yang berkelanjutan. Sikap ini mencakup tanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya alam. 

    Selain itu, sikap ini adalah upaya untuk menggunakan sumber daya tersebut secara berkelanjutan agar generasi mendatang juga dapat menikmatinya. Tentu saja dengan melestarikan SDA dan lingkungan dan membuat sebuah inovasi sumber daya pengganti agar SDA yang ada tidak habis atau punah.

    6. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

    Pedagang Kaki Lima
    Pedagang Kaki Lima | Sumber gambar: Pexels

    Pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan kemandirian individu atau kelompok dalam suatu komunitas. Mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sangat penting, terutama yang berada di daerah-daerah terpencil atau berpenghasilan rendah. 

    Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat kita amalkan dengan memberikan pelatihan, akses ke pasar, dan dukungan dalam membangun usaha kecil dan menengah.

    7. Partisipasi dalam Proses Demokrasi

    Mengambil bagian aktif dalam proses demokrasi, termasuk pemilihan umum, untuk memastikan bahwa pemerintah yang terpilih memperjuangkan keadilan sosial dan kepentingan seluruh rakyat. 

    Memilih dalam pemilihan umum atau pemilihan lainnya adalah salah satu bentuk partisipasi yang paling mendasar dalam demokrasi. Orang yang aktif dalam proses demokrasi biasanya mengambil bagian dalam pemilihan untuk memilih pemimpin dan perwakilan mereka.

    Selain partisipasi dalam pemilu, melakukan aksi demonstrasi damai juga mencerminkan sila ke-5 dari Pancasila. Mengekspresikan ketidaksetujuan atau keprihatinan melalui protes dan demonstrasi damai adalah hak yang dilindungi dalam demokrasi. 

    Bagaimanapun juga, demonstrasi damai adalah bentuk partisipasi yang dapat kita gunakan untuk menyoroti isu-isu politik yang penting.

    8. Toleransi dan Menghargai Keberagaman

    Ilustrasi Toleransi
    Ilustrasi Toleransi | Sumber gambar: Pexels

    Contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-5 Pancasila berikutnya adalah menanamkan toleransi pada diri sendiri. Mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman, sikap ini mencakup toleransi terhadap perbedaan agama, budaya, dan latar belakang lainnya. 

    Selain toleransi hal-hal tersebut, kita juga berkewajiban guna menghargai keberagaman sebagai aset bagi masyarakat.

    9. Berbagi dengan Mereka yang Membutuhkan

    Sikap kepedulian dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan termasuk  sikap yang sesuai dengan sila ke-5 Pancasila yang terakhir. Berbagi yang kita maksud disini baik melalui donasi, kerja sosial, atau upaya lainnya untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung.

    Baca Juga : Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Fungsinya

    Mari Amalkan Sikap yang Sesuai dengan Sila Ke-5 Pancasila!

    Mengamalkan contoh sikap yang sesuai dengan sila ke-5 Pancasila adalah bukti patriotisme kita sebagai warga negara Indonesia. Sila ke-5 dari Pancasila juga mengajarkan kita untuk saling menghargai sesama. 

    Dengan kata lain, Pancasila juga mengajarkan kita untuk belajar memanusiakan manusia. Dengan memanusiakan manusia, kita juga akan lebih mensyukuri apa yang sudah Tuhan anugerahkan untuk Indonesia.

  • Pengertian Good Governance: Prinsip hingga Karakteristiknya

    Pengertian Good Governance: Prinsip hingga Karakteristiknya

    Pengertian good governance atau tata pemerintahan yang baik, merujuk pada konsep fundamental dalam administrasi publik dan manajemen pemerintah. Konsep ini berkaitan dengan bagaimana cara mengatur dan menjalankan pemerintahan untuk mencapai tujuan yang adil, efisien, dan berkelanjutan. 

    Guna memperdalam pemahaman tentang pembentukan tata pemerintahan yang baik, ketahui apa itu good governance, prinsip-prinsip utamanya, unsur yang terlibat, dan karakteristiknya berikut ini!

    Pengertian Good Governance 

    Pemerintahan yang ideal mencakup sejumlah aspek penting yang dapat membantu menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan, hingga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tindakan dan kebijakan pemerintah.

    Agar dapat mewujudkannya, maka pemerintah perlu menerapkan pedoman tentang tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.

    Sehingga, pada dasarnya, pengertian good governance adalah konsep tentang bagaimana pengelolaan pemerintahan yang baik, agar mencapai hasil yang efektif untuk masyarakat. 

    Dalam penerapannya, tata kelola pemerintahan yang baik akan melibatkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan warga sipil untuk mengatasi masalah-masalah kompleks dalam masyarakat. 

    Jadi, konsep ini menjadi dasar bagi penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

    Prinsip Good Governance

    Dalam praktiknya, pelaksanaan pemerintahan memerlukan prinsip-prinsip yang menjadi pedoman utama untuk membantu menciptakan sistem yang lebih demokratis, efisien, dan mengutamakan kepentingan masyarakat, antara lain:

    1. Partisipasi Masyarakat (Participation)

    Prinsip Good Governance
    Prinsip Good Governance | Sumber gambar: Thejakartapost.com

    Selain pemahaman  tentang pengertian good governance, baik pemerintah maupun masyarakat juga harus mengetahui prinsip-prinsip di dalamnya. Salah satunya adalah prinsip partisipasi yang menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pemerintah. 

    Partisipasi masyarakat mencakup hak untuk ikut serta dalam pemilihan umum, memberikan masukan, menyuarakan pendapat, dan terlibat dalam proses pengembangan kebijakan.

    2. Responsif atau Ketanggapan (Responsiveness)

    Prinsip ini menekankan bahwa pemerintah harus responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Artinya, pemerintah harus mendengarkan keluhan, umpan balik, dan masukan dari masyarakat serta meresponnya dengan tindakan yang sesuai. 

    Ini membantu memastikan bahwa kebijakan dan layanan publik benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat.

    3. Supremasi Hukum yang Adil (Rule of Law)

    Prinsip ini menegaskan bahwa hukum harus di atas semua orang, termasuk pemerintah, untuk menciptakan tata pemerintahan yang baik, sebagaimana pengertian good governance.

    Ini berarti, semua warga negara, terlepas dari status sosial atau ekonomi mereka, harus tunduk pada hukum yang sama. Prinsip ini membantu menjaga keadilan, stabilitas, dan perlindungan hak asasi manusia.

    4.  Berorientasi pada Konsensus (Consensus Oriented)

    Good governance mempromosikan pencapaian konsensus atau kesepakatan antara berbagai pihak dalam mengambil keputusan. Ini menciptakan lingkungan di mana konflik dapat diminimalkan, dan solusi dapat dicapai melalui dialog dan kompromi. 

    5. Transparansi (Transparency)

    Prinsip ini berarti bahwa pemerintah harus terbuka dan jujur tentang tindakan, kebijakan, dan penggunaan sumber daya publik. Informasi yang relevan harus tersedia dan dapat diakses oleh masyarakat. 

    Sehingga, pengetahuan tentang pengertian good governance dan prinsip transparansi ini membantu mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan memastikan kompetensi pemerintah.

    6. Efektifitas dan Efisiensi (Effectiveness and Efficiency)

    Prinsip ini menekankan pentingnya pemerintahan yang efektif dan efisien dalam penyediaan layanan publik. Ini berarti, pemerintah harus mampu menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal serta memastikan bahwa layanan yang diberikan memiliki dampak yang positif.

    7.  Akuntabilitas (Accountability)

    Akuntabilitas adalah salah satu elemen kunci dalam mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Sehingga, pemerintah perlu memiliki pemahaman kuat tentang pengertian good governance dan prinsip accountability.  

    Ini artinya, pemerintah harus bertanggung jawab atas tindakan, keputusan, penggunaan dana publik, dan hasil kinerja mereka kepada masyarakat.

    8. Kesetaraan dan Inklusivitas (Equality and Inclusiveness)

    Prinsip ini menekankan perlunya mengatasi ketidaksetaraan dan diskriminasi. Sebab, good governance harus menciptakan masyarakat yang adil dan inklusif.

    Maknanya, semua warga negara, tanpa memandang jenis kelamin, etnisitas, agama, atau latar belakang lainnya, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari pembangunan. 

    Unsur Good Governance

    Unsur Good Governance
    Unsur Good Governance | Sumber gambar: Setkab.go.id

    Setelah memahami pengertian good governance dan prinsip-prinsipnya, kamu juga perlu mengetahui unsur-unsur yang berperan penting dalam membentuk dasar pemerintahan yang baik, yaitu:

    1. Pemerintahan yang Terpercaya

    Unsur ini merujuk kepada pemerintah sebagai entitas utama yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola dan mengatur negara. Dalam konteks good governance, pemerintah harus menjalankan tugasnya dengan transparan, akuntabel, dan adil. 

    Selain itu, pemerintah yang baik juga harus memastikan bahwa mereka menjalankan tugasnya dengan memperhatikan kepentingan publik, menghindari korupsi, dan mematuhi hukum yang berlaku.

    2. Unsur Swasta

    Unsur ini merujuk kepada sektor swasta atau perusahaan yang berperan dalam penyediaan layanan publik atau kerja sama dengan pemerintah dalam berbagai proyek dan program. 

    Sebagaimana pengertian good governance yang menyeimbangkan peran berbagai lapisan masyarakat, keterlibatan swasta harus menghasilkan manfaat yang konkret dan dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya, berkontribusi dalam penyediaan layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan sektor-sektor lainnya.

    3. Masyarakat

    Dalam good governance, penting untuk mendengarkan, melibatkan, dan merespons kebutuhan serta aspirasi masyarakat sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan. 

    Jadi, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi pemerintah dan sektor swasta, memastikan akuntabilitas, serta mempromosikan kebijakan yang lebih adil dan berpihak kepada mereka.

    Karakteristik Good Governance

    Karakteristik Good Governance
    Karakteristik Good Governance | Sumber gambar: Thejakartapost.com

    Good governance juga memiliki karakteristik tertentu untuk menciptakan lingkungan pemerintahan yang berorientasi pada kesejahteraan publik dan keseimbangan sosial, di antaranya: 

    1. Interaksi

    Memahami pengertian good governance serta prinsip dan unsur-unsurnya saja akan sia-sia, apabila tidak ada interaksi yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

    Artinya, karakteristik ini mencakup kerjasama aktif dalam mengatur aspek-aspek sosial, politik, dan ekonomi. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus berkolaborasi untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan yang dapat memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

    2. Komunikasi

    Komunikasi yang efektif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat adalah dasar penting bagi good governance. Pasalnya, komunikasi yang efektif sama saja dengan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang masalah-masalah yang ada, agar bisa mengambil keputusan yang tepat.

    3. Keseimbangan Kekuasaan

    Sebagaimana pengertian good governance yang merujuk pada konsep terbentuknya pemerintahan yang baik, maka keseimbangan kekuasaan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi salah satu karakteristik utamanya. 

    Koordinasi yang seimbang antara ketiga unsur tersebut juga dapat menciptakan sistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.

    4. Penguatan Diri Sendiri 

    Karakteristik ini menyoroti pentingnya pemerintah dalam membangun kemampuan internal untuk menghadapi tantangan yang berkaitan dengan perubahan lingkungan dan masyarakat. 

    Ini berarti, pemerintah harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut dan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga stabilitas.

    5. Independensi

    Mengacu pada pengertian good governance dan prinsipnya, karakteristik ini berarti ketergantungan yang dinamis antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.  Artinya, ketiga unsur tersebut saling mendukung dan melengkapi guna mencapai tujuan bersama. 

    Swasta dapat memberikan sumber daya dan inovasi, sementara pemerintah memberikan kerangka regulasi yang stabil, serta masyarakat memberikan masukan dan pengawasan yang kritis.

    Baca Juga : Mengenal Kementerian Negara Indonesia serta Fungsi & Tugasnya

    Sudah Tahu Apa Itu Good Governance?

    Pada kesimpulannya, pengertian good governance adalah konsep penting yang mencerminkan bagaimana cara menjalankan dan mengatur pemerintahan yang baik. 

    Dalam era globalisasi dan kompleksitas yang semakin meningkat, kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil adalah kunci dalam menghadapi tantangan dan mencapai tujuan good governance. Sehingga, dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance seperti akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi, kita dapat membentuk dasar untuk menciptakan pemerintahan lebih adil, efisien, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

  • Pengertian Sadar Berbangsa dan Contohnya dalam Keseharian

    Pengertian Sadar Berbangsa dan Contohnya dalam Keseharian

    Memberikan pendidikan tentang berbangsa dan bernegara pada generasi penerus bangsa, perlu dilakukan sejak usia dini. Identitas suatu bangsa tidak akan hilang jika generasi mudanya cinta dan bangga pada bangsanya sendiri. Lalu, apakah kamu sudah paham dengan pengertian sadar berbangsa?

    Gulirkan layar kamu ke bawah supaya bisa mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang kondisi tersebut!

    Apa Sebenarnya Pengertian Sadar Berbangsa?

    Sadar berbangsa dan bernegara merupakan perilaku dan sifat yang merefleksikan kepribadian bangsa. Perilaku dan sifat warga negara yang sadar berbangsa akan selalu menghubungkan dirinya dengan tujuan dan cita-cita bangsanya.

    Kesadaran akan berbangsa ini memberikan pengaruh signifikan bagi masa depan bangsa Indonesia sendiri. Generasi penerus bangsa yang sudah memiliki kesadaran berbangsa tidak akan mudah kehilangan jati diri walaupun digempur derasnya modernisasi dan globalisasi.

    Sebaran informasi di era globalisasi seperti sekarang ini sangat pesat sehingga generasi bangsa mudah terpapar pengaruh dari luar. 

    Akan tetapi, akses informasi tanpa batas ini tidak akan membahayakan kelangsungan masa depan bangsa Indonesia jika generasi muda sudah sadar berbangsa dan cinta tanah air. Generasi muda penerus bangsa bisa tetap fokus melanjutkan perjuangan dalam meraih tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia.

    Alhasil, negeri Indonesia bisa berkembang lebih baik membawa perubahan baru. Namun demikian, perubahan baru tersebut juga masih tetap berpedoman pada karakter dan identitas bangsa Indonesia. 

    Itulah mengapa memberikan pendidikan kesadaran berbangsa sejak jenjang pendidikan dasar merupakan tindakan yang penting. 

    Contoh Sadar Berbangsa di Kehidupan Sehari-Hari

    Kamu dapat lebih memahami pengertian sadar berbangsa dan bernegara lebih mudah dengan menyelami sepuluh contoh konkret yang dapat kamu temukan di kehidupan nyata berikut ini. 

    1. Menjaga Nama Baik

    Menjaga Nama Baik
    Menjaga Nama Baik | Sumber gambar: Infopublik.id

    Generasi muda atau masyarakat yang sadar berbangsa akan selalu menjaga nama baik negaranya. Salah satu contohnya adalah dengan bertutur kata yang sopan dan berperilaku yang tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku di mana pun berada.

    Sekarang ini, banyak platform media sosial yang mudah membuat sesuatu menjadi viral. Perkataan dan perilaku seorang individu yang tidak baik lalu tersebar luas di dunia maya bisa mencoreng nama baik bangsa. Oleh sebab itu, kita semua perlu lebih bijak dalam bertutur kata dan berperilaku agar nama baik negara tetap terjaga.

    2. Gotong Royong

    Gotong Royong
    Gotong Royong | Sumber gambar: Gramedia.com

    Salah satu ciri khas identitas negara Indonesia adalah sikap gotong royong. Gotong royong merupakan wujud dari kerukunan dan kekompakan dalam hidup bermasyarakat.Lingkungan utama yang melatih sikap ini adalah keluarga. Sedangkan contoh tindakannya adalah bekerja sama dalam membersihkan rumah.

    Jika kamu sering berpartisipasi dalam kegiatan membantu tetangga yang sedang hajatan, kesusahan, atau membersihkan lingkungan, itu artinya kamu mempunyai kesadaran berbangsa dan bernegara. Sikap yang kamu lakukan tersebut mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang diajarkan oleh para leluhur.

    3. Menghargai Berbagai Pendapat

    Menghargai Berbagai Pendapat
    Menghargai Berbagai Pendapat | Sumber gambar: Pinhome.id

    Contoh berikutnya dari penerapan pengertian sadar berbangsa yaitu menghargai berbagai pendapat. Penerapan sikap menghargai berbagai pendapat ini mempunyai cakupan wilayah yang luas, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kerja, hingga masyarakat umum. 

    Pasalnya, kamu akan berinteraksi setiap hari dengan banyak orang yang masing-masing mempunyai pendapat atau pemikiran yang berbeda. Belajar menghargai pendapat yang berbeda ini akan membuat suasana sosialisasi dan interaksi menjadi tetap selaras dan kondusif.

    Selain itu, dampak positif lain dari sikap ini adalah pribadi yang tidak mudah tersinggung dan dapat merangkul perbedaan.

    4. Bangga Terhadap NKRI

    Masyarakat dan generasi muda yang sadar berbangsa, biasanya, akan merasa bangga terhadap NKRI. Lantas, apa wujud dari kebanggan tersebut? Salah satunya yaitu menjunjung tinggi sejarah bangsa sehingga tidak mengejek sejarah.

    Selain itu, rasa bangga terhadap NKRI juga bisa kamu lihat dengan saling menghormati adat istiadat dan budaya semua suku dari Sabang hingga Merauke.

    5. Mendahulukan Kepentingan Umum

    Contoh aplikasi pengertian sadar berbangsa yang bisa kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari lainnya yaitu mendahulukan kepentingan umum. Menahan keinginan pribadi bukanlah perkara muda, tetapi kamu perlu membiasakannya agar membantu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis. 

    Berpartisipasi dalam kerja bakti di lingkungan sekitar pada hari minggu merupakan salah satu contoh sederhana sikap yang satu ini. Selain itu, menyumbangkan atau donasi harta pribadi untuk membantu pembangunan fasilitas umum juga menjadi wujud nyata sikap altruis ini. 

    6. Selalu Menjalankan Kewajiban

    Pada dasarnya, pemerintah membuat peraturan dan kebijakan yang wajib dijalankan oleh semua lapisan masyarakat. Sebagai warga negara yang sadar berbengsa, kamu pun akan menjalankan kewajiban tersebut dengan penuh kesadaran dan sukarela. 

    Contoh kewajiban seorang warga negara yang baik antara lain membayar pajak, mengikuti program program jaminan kesehatan BPJS, mentaati peraturan hukum dan undang-undang yang berlalu, dan saling menghormati dalam bermasyarakat.

    7. Menghapus Kesenjangan

    Implementasi dari pengertian sadar berbangsa juga bisa kamu tinjau melalui sikap menghapuskan atau menghindari kesenjangan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan bermasyarakat, kamu akan bertemu orang-orang dengan latar belakang ekonomi, pendidikan, dan profesi yang berbeda.

    Supaya perbedaan latar belakang tersebut tidak menimbulkan kesenjangan, maka masing-masing individu perlu lebih peka dan berhati-hati dalam bertutur kata dan berperilaku ketika bersosialisasi. Berusaha bergaul dan membaur tanpa harus menyinggung orang lain amat penting untuk kamu praktikkan. 

    8. Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila

    Pancasila merupakan tonggak bangsa Indonesia yang sekaligus menjadi falsafah hidup berbangsa dan bernegara. Kamu bisa mengamalkan atau menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung perwujudan sikap sadar berbangsa yang satu ini. 

    Mengamalkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya dapat memperkuat karakter bangsa dan meningkatkan semangat kebhinekaan, akan tetapi juga menjaga keutuhan NKRI.

    9. Berbangsa dan Bernegara sesuai UUD 1945

    Selain Pancasila yang menjadi landasan hukum konstitusi negara, Indonesia juga menggunakan UUD 1945 sebagai dasar hukum. Sebab, banyak pasal dan ayat UUD 1945 yang melindungi hak-hak rakyat Indonesia. 

    Apabila pemerintah dan rakyat sadar berbangsa, maka semua akan menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan ketentuan yang ada di UUD 1945. Jika terlaksana dengan baik, maka negara pun akan mencapai tatanan kehidupan bernegara yang tertib dan aman.

    Selain itu, kehidupan masyarakat pun juga akan menjadi lebih sejahtera jika pelanggaran dan penyalahgunaan hak-hak rakyat minim atau tidak terjadi. 

    10. Usaha Pertahanan Negara

    Melakukan pertahanan negara jika negara mendapatkan ancaman, baik dari dalam maupun dari luar negeri juga merupakan praktik dari pengertian sadar berbangsa yang sesungguhnya. 

    Sebab, usaha mempertahankan negara dari ancaman yang dapat memecah atau menghancurkan NKRI ini mempunyai risiko yang sangat tinggi. Misalnya, kamu memerangi atau ikut menghalau gerakan atau organisasi yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

    Contoh lainnya yaitu kamu juga tidak gentar membantu mempertahankan negara dari serangan negara lain. Tanpa adanya rasa cinta tanah air dan sadar berbangsa, tentu hal-hal tersebut mustahil dilakukan.

    Baca Juga : 10 Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan di Sekolah

    Apa Manfaat Memahami Pengertian Sadar Berbangsa?

    Pada dasarnya, pengertian sadar berbangsa mengacu pada penerapan sikap dan perilaku berdasarkan kepribadian bangsa Indonesia. Perilaku tersebut tentunya selalu dihubungkan dengan tujuan dan cita-cita bangsa.

    Pemahaman dan pengertian akan kesadaran berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari ini memberikan pengaruh positif terutama dalam menciptakan kerukunan, kebersamaan, dan saling menghargai dan memperkuat identitas individu maupun bangsa itu sendiri.

  • Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Fungsinya

    Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Fungsinya

    Apakah kamu sudah paham dengan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara? Landasan Pancasila yang Ir. Soekarno perkenalkan tanggal 1 Juni 1945 ini bukan hanya lambang semata. Tetapi, dia punya peran penting dalam kelangsungan bernegara di tanah air kita, lo!

    Mari selami lebih seluk-beluk Pancasila dengan mengikuti pembahasan menyeluruh di artikel ini, yuk!

    Sekilas tentang  Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia

    Pancasila mempunyai lima rumusan sila yang hampir semua warga negara Indonesia menghafalnya. Selain itu, setiap sila juga mempunyai lambang yang berhubungan dengan isi sila tersebut.

    Mengingat kelima sila pada Pancasila memuat aspek penting dalam berbangsa dan bernegara, maka pemerintah Indonesia menggunakan Pancasila sebagai landasan dasar negara. Artinya, setiap kebijakan hukum atau pemerintahan di Indonesia, harus mengacu pada Pancasila.

    Dengan demikian, penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara mempunyai arah dan tujuan yang jelas dan selaras. Tentunya, arah penyelenggaraan negara tersebut adalah untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, serta memajukan kehidupan bangsa.

    Alasan mengapa bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai landasan negara yaitu karena semua sila mempunyai makna dan tujuan yang dapat memayungi masyarakat. 

    Sila pertama memberikan pedoman dalam kehidupan beragama, sedangkan sila kedua yaitu landasan dalam menerapkan kemanusian.

    Sementara itu, sila ketiga menekankan pada semangat kebangsaan dan sila keempat menjadi landasan dalam pemerintahan yang demokratis. Terakhir, sila kelima merupakan landasan dalam menciptakan keadilan sosial yang merata.

    Bagaimana Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara secara Keseluruhan?

    Seperti yang dapat kamu lihat melalui penjelasan di atas, Pancasila bukan sekadar lambang atau slogan saja. Ada lima pokok kedudukan Pancasila sebagai landasan dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang patut kamu pelajari dan pahami. 

    1. Sumber Hukum Dasar Nasional

    Sumber Hukum Dasar Nasional
    Sumber Hukum Dasar Nasional | Sumber gambar: Freepik.com

    Semua peraturan hukum di Indonesia menggunakan Pancasila sebagai landasan utamanya. Kedudukan Pancasila sebagai landasan yuridis ini termuat dalam ketetapan MPR No. V/MPR/1973 serta ketetapan No. IX/MPR/1978.

    Isi ketetapan MPR menyebutkan bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber tata tertib dan sumber segala hukum di Indonesia. Adapun ketetapan MPR lainnya yang menyebutkan bahwa Pancasila adalah sumber hukum dasar nasional yaitu Ketetapan MPR No. III/MPR/2000.

    Isi sila pada Pancasila mencerminkan kepribadian dan jiwa bangsa Indonesia serta bersifat mengikat. Alasan ini pula yang membuat Pancasila dijadikan sebagai sumber hukum dasar nasional.

    Adapun definisi kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang dijadikan sebagai sumber dasar hukum nasional dapat kamu pahami melalui penjelasan singkat di bawah ini. 

    1. Pancasila merupakan sumber nilai yang berfungsi untuk membentuk norma-norma hukum negara.
    2. Landasan nilai dan norma dasar yang pemerintah gunakan untuk mengatur negara.
    3. Pancasila merupakan kaidah hukum yang dapat mengatur NKRI dan segala unsurnya secara konstitusional.
    4. Kekuatan hukum Pancasila bersifat mengikat.
    5. Kedudukan Pancasila berada pada tatanan paling atas dalam perundang-undangan di Indonesia. Semua undang-undang, hukum positif, dan peraturan harus merujuk pada Pancasila.

    2. Landasan Sumber Norma Tertinggi

    Landasan Sumber Norma Tertinggi
    Landasan Sumber Norma Tertinggi | Sumber gambar: Freepik.com

    Nilai dan norma merupakan unsur krusial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di tanah air Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman suku, budaya, dan agama yang sangat tinggi. 

    Secara umum, nilai dan norma yang mengacu pada Pancasila berguna untuk mengendalikan dan mengatur masyarakat agar dapat mencapai keteraturan sosial. Perilaku masyarakat yang terkendali berdasarkan nilai dan norma Pancasila, maka landasan tersebut dibutuhkan dalam membangun dan memperkuat karakter bangsa. 

    Adapun cakupan norma-norma berdasarkan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara antara lain norma kesopanan, norma agama, norma hukum, dan norma kebiasaan. Selain itu, Pancasila juga menjadi landasan norma berjenjang, seperti cara, tata kelakuan, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan.

    3. Sumber Semangat Konstitusi

    Sumber Semangat Konstitusi
    Sumber Semangat Konstitusi | Sumber gambar: Freepik.com

    Pancasila merupakan fundamen dalam pembuatan dan penyelenggaraan konstitusi negara. Konstitusi memegang peran krusial dalam sebuah negara karena berfungsi untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan yang dapat merugikan negara dan banyak pihak.

    Berikut ini adalah empat pokok konstitusi yang membawa semangat Pancasila.

    1. Konstitusi yang berlandaskan Pancasila harus melindungi hak-hak asasi manusia (HAM).
    2. Pancasila sebagai landasan konstitusi berguna untuk pedoman dalam menyelenggarakan negara.
    3. Konstitusi yang berpijak pada Pancasila merupakan bagian dari kontrak sosial. Artinya, konstitusi tersebut merupakan bentuk perjanjian masyarakat yang akan membina pemerintahan dalam mengatur rakyatnya.
    4. Semangat konstitusi yang bersumber dari Pancasila juga menjadi landasan struktural penyelenggaraan negara.

    4.  Muasal Cita-Cita dan Tujuan Nasional

    Sumber atau muasal cita-cita dan tujuan nasional juga merupakan salah satu pokok kedudukan Pancasila sebagai dasar negara. Untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional ini memerlukan sinergi dari semua masyarakat dan pemerintah.

    Peran sila ketiga pada Pancasila “Persatuan Indonesia” inilah yang akan memberikan semangat kebangsaan sehingga dapat merangkul semua elemen bangsa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. Alhasil, tujuan dan cita-cita bangsa pun akan lebih mudah terwujud.

    5. Landasan Penyelenggaraan Bernegara

    Penyelenggaraan negara yang berlandaskan Pancasila bersifat demokrasi sehingga akan melibatkan rakyat dalam penyelenggaraannya. Selain itu, penyelenggaraan negara yang dijiwai Pancasila mencakup fungsi dan kedudukan pemerintah daerah dalam upaya pembangunan dan kekuasaan.

    Kedudukan dan fungsi lembaga negara juga termasuk dalam penyelenggaraan negara yang berlandaskan Pancasila. Penerapan konsep tersebut dapat menjauhkan praktik pemerintahan yang bersifat otoriter atau absolut.

    Selain itu, penyelenggaraan bernegara yang menggunakan landasan ini juga dapat menyeimbangkan pemegang kekuasaan antar lembaga.

    Apa Fungsi Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara?

    Kedudukan Pancasila sebagai landasan bangsa dan negara memiliki empat fungsi mendasar seperti yang dijelaskan berikut ini. 

    1. Ideologi Bangsa

    Perumusan sila pada Pancasila berasal dari perjalanan sejarah sehingga mempunyai tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai. Itulah mengapa Pancasila juga mempunyai kedudukan sebagai ideologi bangsa Indonesia.

    Sementara itu, tujuan pencapaian dari ideologi Pancasila adalah terwujudnya kemakmuran dan keadilan masyarakat yang merata. Kemakmuran dan keadilan tersebut tidak hanya mencakup material, tetap juga spiritual. Dengan begitu, Indonesia akan menjadi negara yang berdaulat, damai, dan tertib.

    2. Pandangan Hidup Masyarakat Indonesia

    Fungsi kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup maksudnya adalah masyarakat harus menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

    Nilai-nilai yang merupakan hasil dari kristalisasi bangsa Indonesia tersebut antara lain keagamaan dan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan yang demokratis, dan keadilan sosial.

    3. Kepribadian Bangsa Indonesia

    Fungsi kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang ketiga adalah membangun kepribadian bangsa. Nilai dan norma yang terkandung pada sila-sila Pancasila bisa masyarakat wujudkan melalui tingkah laku, kondisi mental, dan perbuatan seluruh masyarakat Indonesia.

    Kolaborasi antara tingkah laku dan mental yang melekat ini akan membentuk kepribadian bangsa sehingga bangsa Indonesia mempunyai identitas dan ciri khas berebda dari bangsa-bangsa lainnya.

    Contoh kepribadian bangsa Indonesia antara lain melakukan musyawarah dalam pengambilan keputusan, gotong royong dalam kegiatan sosial, dan berbudi pekerti yang luhur.

    4. Dasar Negara

    Tepat pada tanggal 18 Agustus 1845 pemerintah menetapkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Artinya adalah seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa Pancasila menjadi acuan seluruh peraturan dan perundangan serta penyelenggaraan dalam bernegara secara menyeluruh. 

    Baca Juga : Sejarah Kelahiran Pancasila 1 Juni 1945 sebagai Dasar Negara

    Sudah Lebih Paham Mengenai Kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara?

    Pancasila merupakan pedoman tertinggi dalam membuat berbagai macam peraturan dan kebijakan negara. 

    Nilai-nilai Pancasila membuktikan bahwa kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tidak hanya sebagai wadah untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa, tetapi juga membangun pribadi dan identitas bangsa yang kuat.

  • Asas Hukum Internasional: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

    Asas Hukum Internasional: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

    Tahukah Anda bahwa, keberadaan asas hukum internasional dapat menjaga ketertiban, keadilan, hingga mencegah konflik dalam hubungan internasional? Jika sudah menghormati berbagai asas yang ada, kita bisa membangun hubungan internasional dengan negara-negara lain yang lebih stabil dan harmonis.

    Lantas, apa itu pengertian, jenis, dan penerapan dari asas hukum tersebut? Nah berikut adalah penjelasan lebih lengkap nya, mari simak sampai habis!

    Pengertian Asas Hukum Internasional

    Ilustrasi Hukum
    Ilustrasi Hukum | Sumber Gambar: Unsplash

    Sebelum mengetahui asasnya, sebaiknya Anda memahami arti hukum internasional lebih dulu. Hukum internasional merupakan prinsip yang menjadi landasan peraturan dalam menjalin hubungan antar negara. Perkembangannya sesuai dengan kehidupan sosial manusia dan kondisi lingkungan antar bangsa. 

    Sedangkan asas hukum internasional merupakan pedoman atau norma yang menjadi dasar bagi tindakan dan kebijakan negara-negara. Tujuannya adalah untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Misalnya seperti aturan hukum perang, aturan untuk menyelesaikan konflik dengan damai, melarang nuklir, dan lainnya.

    Jenis Asas Hukum Internasional dan Penerapannya

    Rapat PBB
    Rapat PBB | Sumber gambar: Menpan

    Setiap asas berperan penting dalam membentuk kerangka kerja hukum yang mengatur hubungan negara dalam kancah global. Berikut adalah berbagai asas hukum internasional:

    1. Asas Teritorial

    Asas ini menetapkan bahwa, suatu negara berwenang untuk menetapkan dan melaksanakan hukum di wilayahnya sendiri. Meski suatu negara harus tunduk pada hukum internasional, namun hukum internasional hanya berlaku untuk entitas di luar wilayah negara tersebut.

    Kewenangan ini mencakupi masalah perdata dan pidana dalam batas kedaulatannya. Contoh penerapannya adalah menghukum warga negara asing yang melakukan kejahatan di Indonesia. 

    Dalam hal ini, pemerintah Indonesia berhak menerapkan yurisdiksi atas penjahat tersebut. Artinya negara lain tidak boleh ikut campur dan melanggar asas teritorial.

    2. Asas Kebangsaan

    Asas kebangsaaan dalam ranah hukum internasional memungkinkan warga negara mendapatkan perlindungan hukum dari negara. Artinya, hukum akan tetap berlaku bagi warga negaranya dimanapun ia berada, termasuk saat melakukan perbuatan melawan hukum di negara lain. 

    Hukum ini juga termasuk dengan perlindungan diplomatik. Contohnya hak untuk mengajukan klaim jika ada warga negara yang tersakiti atau dirugikan saat berada di negara asing. Serta pemulangan warga negara yang terlibat dalam permasalahan yang menyebabkan kerugian dalam kancah internasional.

    Melalui asas ini, individu juga bisa melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara terlepas dari negara domisilinya.

    3. Kepentingan Umum

    Berdasarkan asas hukum internasional ini, negara dapat menyesuaikan diri dengan semua keadaan atau peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan umum. Hukum yang diberlakukan dapat disesuaikan tanpa terikat pada batas wilayah suatu negara.

    Asas kepentingan umum menjadi refleksi bahwa beberapa masalah dan sumber daya di dunia ini tidak dapat diatur secara efektif hanya oleh suatu negara.

    4. Pacta Sunt Servanda

    Asas pacta sunt servanda berasal dari bahasa Latin yang artinya ‘janji harus ditepati’. Sehingga, negara yang menandatangani perjanjian internasional wajib mematuhi ketentuan dalam perjanjian tersebut. 

    Asas ini menjadi fundamental dan terpisah dari asas-asas lainnya dalam hukum internasional. Sehingga perjanjian yang dibuat berlaku secara independen dari asas hukum tersebut. Bahkan, jika perjanjian tersebut bertentangan dengan hukum lainnya, negara-negara masih harus mematuhinya.

    Salah satu contoh penerapannya adalah perdagangan internasional. Pada perdagangan internasional, perjanjian seperti perdagangan bilateral akan mengikat negara-negara anggotanya untuk mematuhi ketentuan yang telah disepakati. Misalnya, perihal pengurangan tarif hingga perlindungan hak kekayaan intelektual.

    5. Rebus Sic Stantibus

    Asas ini memiliki nama lengkap yang cukup panjang, yakni omnis convention intellegitur rebus sic stantibus. Artinya adalah perjanjian sah berlaku jika kondisinya masih sama seperti saat perjanjian itu dibuat. 

    Nah, ketika mengakhiri perjanjian, negara yang bersangkutan harus melakukannya dengan itikad baik. Serta menjaga langkah terakhir setelah upaya-upaya lain untuk penyelesaian sengketa telah gagal.

    Contohnya, jika terjadi perubahan besar dalam ekonomi global yang tidak terduga. Maka, negara-negara yang terlibat dalam perjanjian tersebut mungkin akan mempertimbangkan perubahan atau peninjauan terhadap ketentuan perdagangan mereka.

    6. Egality Right

    Asas hukum internasional selanjutnya adalah asas egality right. Egality right menekankan bahwa pihak negara-negara memiliki kedudukan yang sama sehingga setara dalam menjalin hubungan. Asas ini terdiri dari resiprositas dan courtesy

    Berdasarkan egality right, asas resiprositas menjelaskan tentang tindakan suatu negara pada negara lainnya yang bisa dibalas dengan setimpal. Baik itu berupa tindakan positif maupun negatif. Sedangkan asas courtesy menjelaskan tentang hubungan positif yang saling menghormati satu sama lain.

    7. Asas Keterbukaan

    Ketika menjalin hubungan internasional, relasi yang terjalin di antara negara-negara harus dilakukan dengan asas keterbukaan. Hal tersebut juga mencakup kesediaan masing-masing pihak untuk memberi informasi yang berlandaskan transparansi, keadilan, dan kejujuran. 

    Sehingga, setiap pihak mengetahui hak, kewajiban, dan manfaat dalam menjalin hubungan. Contoh penerapannya adalah hak asasi manusia. 

    Organisasi hak asasi manusia seperti Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) kerap mengadakan sidang umum terbuka. Tujuannya untuk mendengarkan laporan negara-negara tentang pelanggaran HAM. Ini membuat informasi tentang pelanggaran hak asasi manusia lebih transparent.

    8. Inviolability dan Immunity

    Inviolability dan immunity merupakan asas yang terkenal dalam pedoman tertib diplomatik dan protokoler. Asas ini berupa kekebalan hukum dalam suatu negara. 

    Dalam konteks diplomasi, inviolability dan immunity melindungi para pejabat diplomatik dari penangkapan atau penahanan oleh negara-negara tuan rumah. Tidak mematuhi asas inviolability dan immunity dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional sehingga memicu sanksi atau tindakan diplomatik. 

    Meskipun kekebalan ini penting untuk menjalankan fungsi diplomatik, terdapat pula perjanjian internasional yang membatasi kekebalan. Misalnya dalam kasus seperti kejahatan berat atau pelanggaran HAM.

    Manfaat Asas Hukum Internasional

    Presiden Indonesia di KTT G20
    Presiden Indonesia di KTT G20 | Sumber Gambar: Ngopibareng

    Secara umum, asas hukum ini berfungsi untuk menjaga keamanan, perdamaian hingga mencapai kesejahteraan sosial. Nah, berikut adalah beberapa manfaat lengkapnya:

    1. Instrumen Pengubah Konsep

    Hukum internasional dibuat oleh negara-negara. Oleh karena itu, hukum ini bermanfaat sebagai instrumen politik untuk mengenalkan suatu ketentuan, asas, kaidah, ataupun konsep. Bila konsep ini diterima oleh masyarakat internasional, maka negara tidak akan kesulitan dalam menertibkan anggota masyarakatnya.

    Salah satu cara melakukannya adalah dengan mengakomodasi konsep baru dalam perjanjian internasional. Contohnya adalah kepentingan nasional Amerika Serikat yang menghendaki negaranya memiliki legitimasi untuk mengantisipasi ancaman. 

    Upaya tersebut dilakukan Amerika Serikat dengan memulai perdebatan tentang perlunya mengamandemen pasal 51 Piagam PBB. Pasal ini berisi tentang peraturan kewenangan bagi Dewan Keamanan untuk mengambil kebijakan dan menerima laporan dari negara yang menggunakan hak bela diri.

    2. Mempertahankan Kedamaian

    Adanya asas hukum internasional menciptakan kerangka kerja untuk mencapai perdamaian dan keamanan dunia. Tercapainya perdamaian dan keamanan internasional akan mencegah penggunaan kekuatan yang melanggar kedaulatan negara lain seperti sengketa atau peperangan.

    Kedamaian yang terjalin ini akan mendorong terjadinya kerja sama antar negara dalam berbagai bidang. Contohnya seperti perdagangan, lingkungan, kesehatan, dan hak asasi manusia.

    3. Sarana Intervensi Urusan Domestik

    Meski memiliki berbagai manfaat yang positif, hukum internasional juga kerap digunakan sebagai alat untuk mengintervensi urusan domestik negara lain tanpa dianggap sebagai pelanggaran. Perjanjian internasional dibentuk untuk berimplikasi pada kewajiban negara lain agar patuh dalam perjanjian.

    Contohnya adalah saat berakhirnya Perang Dunia II. Pada masa berakhirnya Perang Dunia II, sekutu membuat perjanjian perdamaian dengan negara-negara yang kalah berperang. 

    Larangan ini berimplikasi pada tidak diperbolehkannya negara tersebut untuk memiliki kemampuan perang. Serta dengan alasan harus mempercayakan keamanan pada mekanisme Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

    4. Perlindungan Lingkungan

    Hukum internasional juga bermanfaat bagi lingkungan. Hukum internasional menyediakan kerangka kerja yang memungkinkan negara-negara saling gotong royong dalam melindungi lingkungan alam serta masalah lingkungan global yang melintasi batas negara.

    Tak hanya itu, adanya asas ini juga membuat negara saling bahu membahu dalam mengelola sumber daya alam bersama. Seperti hutan hujan tropis, lautan, hingga mencegah eksploitasi. Contohnya adalah Perjanjian Kyoto dan Persetujuan Paris tentang permasalahan iklim. 

    Baca Juga : Asas Ius Sanguinis: Pengertian dan Contohnya

    Sudah Lebih Paham tentang Asas Hukum Internasional?

    Hukum internasional adalah prinsip yang mendasari aturan dalam hubungan antar negara. Sedangkan asas hukum internasional akan menjadi pilarnya. Selain itu, dalam hukum internasional sendiri akan ada beberapa subjek yang terlibat. Ini meliputi negara, individu, organisasi internasional, palang merah, dan lainnya. 

    Melalui hukum internasional, akan tercipta pedoman bagi tindakan dan kebijakan negara-negara untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Sehingga pondasi keteraturan antara negara akan lebih seimbang.

  • Asas Ius Sanguinis: Pengertian dan Contohnya

    Asas Ius Sanguinis: Pengertian dan Contohnya

    Indonesia menganut asas 4 asas kewarganegaraan menurut Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2006, yaitu asas ius sanguinis, asas ius soli, asas kewarganegaraan tunggal, dan rangkap terbatas. Setiap warga negara harus memiliki kewarganegaraan untuk membedakan dengan orang asing. 

    Kewarganegaraan sendiri merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan negaranya. Oleh karena itu, status kewarganegaraan penting untuk dimiliki setiap individu. Artikel ini akan membahas salah satu dari asas tersebut, yaitu ius sanguinis secara lebih dalam. Mari simak sampai habis!

    Apa itu Asas Ius Sanguinis?

    Ilustrasi Keturunan
    Ilustrasi Keturunan | Sumber Gambar: Pexels

    Ius sanguinis (law of the blood) merupakan asas yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan seseorang yang berdasar keturunan atau orang tua tanpa memperhatikan tempat kelahiran dan lokasi kelahirannya. Pengertian tersebut tercantum dalam UU Nomor 12 Tahun 2000. 

    Contohnya, Aulia dan Andi memiliki merupakan warga negara Z. Mereka kemudian menikah, tinggal, dan memiliki anak di negara Q yang menganut asas ius sanguinis. Maka, anak Aulia dan Andi akan mendapatkan kewarganegaraan asal kedua orang tuanya, yaitu warga negara Z

    Asas ius sanguinis ini memiliki keuntungan seperti memperkecil jumlah warga negara yang memiliki keturunan asing. Serta tidak memutus hubungan warga negara dengan negara lain, meningkatkan nasionalisme, dan masih banyak lagi.

    Selain itu, ius sanguinis berkebalikan dengan ius soli. Di mana kewarganegaraan seseorang ditentukan berdasar pada tempat kelahirannya. Jadi, jika suatu negara menganut asas ini, maka hubungan dengan negara asalnya akan terputus. 

    Selain Indonesia, adapun negara-negara yang menganut asas ius sanguinis adalah sebagai berikut:

    • Brunei Darussalam
    • India
    • Jepang
    • Korea Selatan
    • Belanda
    • Jerman
    • Filipina
    • Finlandia
    • China
    • Belgia
    • Inggris

    Asas Kewarganegaraan yang Bersifat Umum

    Setelah keluarnya UU Kewarganegaraan, asas kewarganegaraan yang bersifat umum diberlakukan. Asas tersebut termasuk 2 sebelumnya, yaitu asas ius sanguinis dan ius soli. Kemudian, ditambah asas kewarganegaraan tunggal, ganda, dan multi. Berikut penjelasannya: 

    1. Kewarganegaraan Ganda (Bipatride)

    Kewarganegaraan ganda dapat terjadi apabila seorang anak lahir dari orang tua yang kewarganegaraannya menganut ius sanguinis dan lahir di negara yang menganut ius soli. Kedua negara tersebut akan mengakui kewarganegaraan anak tersebut dan menganggapnya sebagai warga 2 negara. 

    Agar dapat mengatasi permasalahan ini, perlu adanya persetujuan internasional. Tujuannya untuk menyamakan peraturan mengenai kewarganegaraan, seperti yang telah dilakukan Indonesia dengan China melalui Menteri Luar Negeri. 

    Dalam persetujuan tersebut menghasilkan kesepakatan yang tertulis dalam Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1958 Pasal 7. Di mana menyatakan warga negara Indonesia yang menikah dengan warga negara asing dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia dengan syarat meninggalkan kewarganegaraan aslinya. 

    2. Tanpa Kewarganegaraan (Apatride)

    Ini dapat terjadi apabila seorang anak lahir dari orang tua yang kewarganegaraannya menganut asas ius soli dan lahir di negara yang menganut asas ius sanguinis. Anak tersebut tidak menjadi warga negara asal orang tuanya, sekaligus tidak menjadi warga negara dia lahir. 

    3. Multipatride 

    Multipatride dapat terjadi apabila seseorang tinggal di perbatasan antar 2 negara, sehingga memiliki 2 kewarganegaraan. Selain itu, multipatride dapat terjadi apabila seseorang dengan kewarganegaraan X menikah dengan seseorang dengan kewarganegaraan Y, kemudian melahirkan anak di negara Z.

    Asas Penentuan Status Kewarganegaraan

    Selain menganut asas ius sanguinis, negara Indonesia memiliki ketentuan tersendiri mengenai bagaimana menentukan status kewarganegaraan. Berikut 2 tata aturannya:

    • Asas Stelsel Aktif

    Asas ini bisa dilakukan seseorang agar menjadi warga negara dengan melakukan suatu tindakan hukum. Caranya dengan mengajukan permohonan sebagaimana syarat dan prosedur yang berlaku. Asas ini juga bisa Anda sebut dengan naturalisasi biasa. 

    • Asas Stelsel Pasif

    Asas kedua, yaitu asas stelsel pasif. Lewat asas ini, seseorang dapat memperoleh status kewarganegaraan tanpa melakukan suatu tindakan hukum. Jadi, bisa Anda sebut sebagai naturalisasi istimewa. 

    Dengan adanya 2 asas di atas, setiap warga negara memiliki 2 opsi hak. Meliputi memilih suatu kewarganegaraan dalam stelsel aktif dan menolak kewarganegaraan dalam stelsel pasif, atau biasa disebut repudiasi.

    Sebagai contoh hak repudiasi, Anita telah tinggal di Australia selama 15 tahun. Kemudian, ia mendapatkan tawaran untuk menjadi warga negara Australia dengan mengumpulkan syarat administrasi tertentu. Namun, dirinya enggan dengan menggunakan hak repudiasi. 

    Hak repudiasi Anita dapat berlaku apabila ia memiliki paspor yang masih aktif dan menyatakan bahwa Anita adalah warga negara Indonesia. 

    Cara Memperoleh Kewarganegaraan Indonesia

    Paspor
    Paspor | Samber Gambar: Kompas.com

    Setelah mengetahui apa itu asas ius sanguinis, lantas bagaimana cara memperoleh kewarganegaraan di Indonesia? Negara Indonesia telah mengatur cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia sesuai dengan asas stelsel aktif dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 Pasal 9. Nah, berikut adalah syarat-syaratnya:

    • Telah berusia 18 tahun atau telah menikah.
    • Saat mengajukan permohonan kewarganegaraan, sudah tinggal di Indonesia paling singkat selama 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun jika tidak berturut-turut.
    • Dapat menggunakan bahasa Indonesia.
    • Mengakui dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila dan UUD Tahun 1945.
    • Tidak pernah melakukan tindakan pidana atau penjara dalam kurun waktu 1 tahun atau lebih.
    • Dan lain sebagainya.

    Setelah memenuhi syarat-syarat di atas, proses pengajuan kewarganegaraan akan melalui hal-hal berikut ini:

    • Berkas permohonan kewarganegaraan dapat ditujukan kepada Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia (RI). Bisa melalui Kantor Wilayah domisili pemohon. 
    • Setelah berkas masuk dan diproses, selanjutnya akan Kantor Wilayah akan menyelenggarakan sidang pengkajian dan verifikasi data pengajuan. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan apakah data yang diberikan telah benar. 
    • Jika data sudah valid, Kantor Wilayah mengusulkan kepada Menteri Hukum dan HAM RI.
    • Apabila pemrosesan telah selesai, surat keputusan Presiden RI akan keluar melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM domisili pemohon. Selanjutnya, pemohon dapat melakukan pengambilan sumpah. 

    Pentingnya Kewarganegaraan 

    Ilustrasi Warga Negara
    Ilustrasi Warga Negara | Samber Gambar: unsplash

    Tidak hanya memahami asas ius sanguinis dan berbagai ketentuan lainnya. Anda juga harus memahami alasannya di balik pentingnya kewarganegaraan. Pada dasarnya, memiliki kewarganegaraan adalah bentuk dari hak asasi manusia. Nah, berikut merupakan alasan mengapa kewarganegaraan itu penting: 

    1. Mendapatkan Hak Perlindungan Diplomatik di Luar Negeri

    Manfaat status kewarganegaraan pertama adalah akan mendapatkan perlindungan dari negara saat Anda tinggal di luar negeri. Perlindungan tersebut dilakukan negara melalui perwakilan duta besar pada negara-negara lain. 

    2. Kembali ke Negara Asal

    Anda bisa tetap pulang ke negara asal. Misalnya, Anda memiliki kewarganegaraan Indonesia. Kemudian, Anda tinggal bertahun-tahun di negara lain. Umumnya, suatu negara tidak akan menolak warga negaranya untuk bisa kembali ke negaranya sendiri. 

    3. Mendapatkan Perlindungan Hukum 

    Suatu negara pasti memiliki hak umum untuk menolak ekstradisi yang ingin dilakukan oleh negara lain. Ekstradisi merupakan proses di mana seseorang ditahan di negara lain. Proses ini nantinya akan dilimpahkan kepada negara asal untuk disidang sesuai dengan perjanjian yang berlaku. 

    Baca Juga : Asas-Asas Pemilu di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya

    Sudah Tahu Apa itu Asas Ius Sanguinis? 

    Nah, itu tadi merupakan pembahasan singkat mengenai asas ius sanguinis hingga berbagai pengaturan kewarganegaraan lainnya. Ius sanguinis sangat berperan untuk melestarikan dan mempertahankan keturunan bangsa. Intinya, setiap negara pasti memiliki ketentuan berbeda-beda mengenai status kewarganegaraan. 

    Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentu Anda harus menaati setiap peraturan yang ada. Menaati peraturan yang berlaku juga akan membuat Anda memiliki hak dan kewajiban penuh sebagai warga negara. Semoga bermanfaat!

  • Hak Warga Masyarakat: Pengertian, Macam, dan Contohnya

    Hak Warga Masyarakat: Pengertian, Macam, dan Contohnya

    Setiap masyarakat yang bertempat tinggal di Indonesia memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Nah, hak warga masyarakat adalah salah satu konsep dasar yang menjadi pilar utama dalam berfungsinya sebuah masyarakat yang adil, demokratis, dan berperadaban.

    Ketentuan tersebut sudah tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Lantas, apa saja hak warga masyarakat dan aturannya di Indonesia?

    Pengertian Hak Warga Masyarakat

    Hak Asasi Manusia yang biasa disingkat HAM merupakan nilai kebebasan fundamental yang telah melekat pada tiap individu manusia tanpa adanya diskriminasi atas ras, agama, sosial, dan latar belakang lainnya.

    Senada dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang menyatakan bahwa hak asasi manusia merupakan perlindungan secara internasional yang dilakukan oleh PBB. Termasuk dalam hak mengungkapkan pendapat, hak kemerdekaan, dan hak untuk memiliki.

    Berdasarkan penjelasan di atas, hak warga masyarakat dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang diperoleh atau dimiliki oleh seorang anggota negara, termasuk dalam bentuk kekuasaan atau kewenangan.

    Meskipun demikian, ada beberapa pernyataan dari para ahli terkait hak warga masyarakat, di antaranya adalah:

    • Muladi: HAM merupakan hak dasar atau alamiah yang ada di dalam diri manusia sejak lahir ke dunia. Tanpa HAM, manusia tidak bisa mengembangkan bakatnya dan memenuhi kebutuhannya sehari-hari. 
    • Leah Levin: HAM merupakan hak yang sudah melekat pada manusia. Jika tidak ada HAM, mustahil manusia bisa hidup.
    • Manfred Nowak: Hak warga masyarakat merupakan hak khusus untuk warga negara serta aturan-aturan tertentu yang tidak boleh tersentuh oleh orang asing.
    • Notonegoro: Hak merupakan suatu kuasa yang istimewa untuk menerima atau melakukan sesuatu sebagaimana mestinya. Tentunya, kuasa istimewa tersebut tidak bisa dilakukan oleh orang lain.

    Pada dasarnya, hak-hak sebagai warga negara memang sepenuhnya diberikan kepada warganya. Baik itu tentang hak kekuasaan, hak layak hidup, maupun kewenangan atas apa pun.

    Selain memperoleh HAM, warga negara juga memiliki tuntutan dalam melaksanakan kewajibannya. Sebagaimana aturan negara pada umumnya, jika seorang warga tidak memenuhi kewajibannya, maka haknya juga akan dicabut.

    10 Macam-Macam Hak Warga Masyarakat

    Sebagai warga yang taat pada aturan hukum, ada beberapa macam hak yang bisa dimiliki oleh seorang warga negara. Mulai dari hak dalam lingkungan masyarakat, pendidikan, keluarga, dan hukum. Berikut ini penjelasannya:

    1. Hak Mendapatkan Penghidupan dan Tempat Tinggal yang Layak

    Pemerintah telah memberikan beberapa bantuan atau subsidi untuk warganya agar tetap bisa hidup di rumah yang layak. Kondisi tersebut sesuai dengan aturan dalam pemenuhan hak yang tertuang pada UUD 1945 pasal 27 ayat 2.

    2. Hak dalam Beragama dan Beribadah

    Dalam aturan negara, tidak ada larangan untuk warganya dalam memeluk agama apa pun. Begitu pula sebagai warga, selama agama yang dianut sesuai dengan prinsip Ketuhanan yang Maha Esa dan tidak menyinggung agama lainnya, Anda boleh mengikutinya.

    Aturan tersebut telah tertuang dalam UUD 1945 pasal 28E ayat 1. Bunyinya adalah: “Setiap warga Indonesia bebas memilih atau memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing”.

    3. Hak untuk Membentuk Keluarga

    Bentuk hak warga masyarakat yang ketiga adalah hak membentuk keluarga. Sebagai seorang warga negara, Anda berhak memperoleh kasih sayang dari keluarga karena itu merupakan hal yang mutlak untuk Anda dapatkan. Tanpa kasih sayang orang tua, seorang anak tidak dapat tumbuh dan hidup dengan baik.

    Begitu pula dengan kebutuhan sandang, pangan, dan papan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang harus memberikan kebutuhan untuk hidup. Selain itu, dalam keluarga juga harus bisa memberikan pendidikan yang baik, karena ilmu pertama seorang anak berasal dari kedua orang tuanya.

    4. Hak Atas Kewarganegaraan

    UUD 1945 pasal 26 ayat 1 dan 2 telah menjelaskan terkait siapa yang menjadi warga negara Indonesia. Singkatnya, aturan tersebut berisikan ketentuan menjadi seorang warga negara Indonesia dan penduduk Indonesia.

    Warga negara Indonesia adalah orang-orang yang asli dari bangsa Indonesia dan orang yang telah disahkan secara undang-undang. Sedangkan penduduk Indonesia adalah orang-orang yang berdomisili di wilayah Indonesia. Dengan demikian, warga negara Indonesia tidak bisa semena-mena untuk mencabut kewarganegaraannya.

    5. Kesamaan Kedudukan dalam Hukum dan Kenegaraan

    Sesuai dengan prinsip kedaulatan rakyat, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan pemerintahan. Hal ini telah tertuang dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 1. Berdasarkan undang-undang tersebut, warga negara harus menjunjung hukum dan pemerintahan sehingga tidak ada diskriminasi antar warga.

    6. Hak Mendapatkan Pendidikan

    Hak warga masyarakat dalam lingkungan pendidikan bisa meliputi hak memperoleh ilmu pengetahuan, berteman dan bersosialisasi, perlindungan, dan mendapatkan perlakuan yang sama.

    Meskipun demikian, jajaran pemerintahan dan negara juga memiliki kewajiban dalam mencerdaskan anak bangsa. Oleh karena itu, pemerintah memberikan bantuan biaya pendidikan sebagai fasilitas dalam pemenuhan hak-haknya.

    7. Kemerdekaan Berserikat dan Berkumpul

    Macam-macam hak selanjutnya adalah kebebasan dalam berkumpul, berserikat, serta mengungkapkan pendapat. Tentunya, aturan tersebut telah ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 27.

    Sebenarnya, kebebasan berpendapat ini bertujuan agar pemerintah dapat mewujudkan demokrasi dalam lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara. Selain itu, masyarakat juga berhak untuk menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintah.

    8. Kesejahteraan Sosial

    Selanjutnya, pasal 34 menjelaskan tentang aturan dalam pemenuhan kesejahteraan sosial. Sebagai warga masyarakat, Anda juga memiliki hak untuk mendapatkan jaminan sosial, jaminan kesehatan, dan fasilitas umum yang layak.

    9. Perekonomian Nasional

    Pasal 33 dalam UUD 1945 menjelaskan terkait perekonomian sosial. Sebagai warga negara, Anda berhak mendapatkan jaminan perekonomian serta kemakmuran.

    10. Kebudayaan Nasional Indonesia

    Macam-macam hak warga masyarakat yang terakhir adalah terkait atas jaminan hak untuk pengembangan budaya Indonesia. Sebagai warga negara, Anda berhak melindungi dan menjaga segala sesuatu terkait dengan kebudayaan Indonesia serta menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pergaulan.

    Pada intinya, hak-hak di atas adalah bagian integral dari masyarakat yang beradab dan berperadaban. Mereka tidak hanya memberikan perlindungan individu, tetapi juga membantu membentuk tatanan sosial yang lebih baik dan pemerintahan yang lebih responsif.

    Contoh Pelanggaran Hak Warga Masyarakat

    Setelah mengetahui berbagai macam hak sebagai warga negara, Anda juga perlu tahu beberapa contoh nyata dari penerapan serta pelanggaran HAM. Berikut ini di antaranya:

    1. Proses Penegakan Hukum Belum Optimal

    Proses Penegakan Hukum Belum Optimal
    Proses Penegakan Hukum Belum Optimal | Sumber gambar: theconversation.com

    Kasus pelanggaran HAM yang pertama adalah masih kurangnya penegakan hukum dalam beberapa kasus. Contohnya adalah perbedaan perlakuan antara oknum dan aparat yang melanggar hukum.

    2. Kemiskinan dan Pengangguran yang Tinggi

    Kemiskinan dan Pengangguran yang Tinggi
    Kemiskinan dan Pengangguran yang Tinggi | Sumber gambar: Infotangerang.id

    Seperti pemaparan sebelumnya, hak warga masyarakat adalah memiliki penghidupan yang layak sebagaimana dengan mendapatkan pekerjaan yang baik. Namun, pada kenyataannya angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi.

    3. Tindakan Kekerasan

    Tragedi Kekerasan Trisakti 1998
    Tragedi Kekerasan Trisakti 1998 | Sumber gambar: cncbcindonesia.com

    Kasus ketiga dalam pelanggaran hak adalah banyaknya kasus tindakan kekerasan. Contohnya adalah pembunuhan, pemerkosaan, penculikan, dan kekerasan rumah tangga. Selain itu, juga terdapat tindakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama, misalnya perampokan dan penyerangan di tempat ibadah.

    Baca Juga : Sikap Rela Berkorban: Ciri, Cara Menerapkan, dan Contohnya

    Yuk, Upayakan Penegakan Hak Warga Masyarakat!

    Hakikatnya, perlindungan hak warga masyarakat bertujuan untuk melindungi harkat maupun martabat manusia. Meskipun masih sering terjadi pelanggaran, pemerintah negara Indonesia memberlakukan beberapa upaya dalam penegakan yang berguna untuk melindungi negara.

    Setiap negara memiliki caranya tersendiri dalam penanganannya yang disesuaikan dengan ideologi, budaya, dan nilai khas lainnya. Dengan kata lain, negara Indonesia juga memiliki undang-undang dan Pancasila yang memuat aturan-aturan mengenai hak asasi.

    Dalam mengatasi berbagai pelanggaran, negara Indonesia membentuk instrumen lembaga hukum, peradilan HAM, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Lembaga tersebut berfungsi dalam penelitian, mediasi, pemantauan, dan penyuluhan hak asasi.Harapannya, beberapa lembaga tersebut dapat membantu dalam mengatasi dan menanggulangi permasalahan hak warga masyarakat sendiri. Terus jaga dan junjung tinggi hak-hak sesama warga negara Indonesia!

  • Fungsi serta Tujuan Penyusunan APBN bagi Bangsa dan Negara

    Fungsi serta Tujuan Penyusunan APBN bagi Bangsa dan Negara

    APBN secara singkat merupakan daftar penerimaan dan pengeluaran Negara selama satu tahun yang diatur oleh undang-undang. Fungsinya yaitu sebagai pedoman perekonomian Negara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Lalu apa itu APBN dan tujuan penyusunan APBN bagi bangsa dan Negara? Simak di sini!

    Apa Itu APBN?

    Sebelum membahas apa saja tujuan penyusunan APBN bagi bangsa dan Negara, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu APBN. APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara merupakan daftar rinci yang mencakup penerimaan dan pengeluaran Negara dalam periode satu tahun. 

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ini diatur oleh undang-undang dan berperan sebagai panduan dalam menjalankan perekonomian serta pedoman untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    Mulai dari tahun 2000, pada Era Reformasi, perancangan APBN digunakan sebagai pedoman untuk periode satu tahun, yaitu mulai dari 1 Januari hingga 31 Desember di tahun yang sama. 

    Kemudian pada masa Orde Baru (Orba), perancangan APBN berlaku untuk periode satu tahun, yaitu mulai dari 1 April hingga 31 Maret tahun berikutnya. Sebagai contoh, mulai dari 1 April 1990 hingga 31 Maret 1991.

    Fungsi APBN

    Sebelum membahas lebih lanjut tentang tujuan penyusunan APBN bagi bangsa dan Negara, berikut ini adalah beberapa fungsi dari APBN yang bisa Anda pelajari:

    1. Fungsi Alokasi

    Alokasi keuangan
    Alokasi keuangan | Sumber: Freepik.com

    Fungsi alokasi merujuk pada peran dalam menyediakan barang publik (public good provision). Berdasarkan fungsi tersebut, pemerintah harus menggunakan dana anggaran tersebut untuk proyek pembangunan. 

    Pemerintah memiliki kemampuan untuk mengalokasikan pendapatan yang mereka terima sesuai dengan tujuan atau sasaran tertentu. Sebagai contoh, menetapkan seberapa besar anggaran yang akan dialokasikan untuk pembayaran gaji pegawai, pembelian barang, dan proyek-proyek tertentu.

    2. Fungsi Distribusi

    Distribusi
    Distribusi | Sumber: Freepik.com

    Fungsi distribusi pendapatan adalah peran APBN dalam upaya memperbaiki penyaluran pendapatan dengan mengalirkan kembali penerimaan pemerintah kepada masyarakat. Pemerintah memiliki kemampuan untuk menyebarkan pendapatan yang mereka terima secara adil dan merata. 

    Tujuan dari fungsi penyaluran ini adalah untuk meningkatkan kesetaraan dalam pemerataan pendapatan di masyarakat. Dengan demikian, kelompok yang kurang mampu atau berada dalam kondisi ekonomi rendah bisa mendapatkan bantuan, seperti melalui kebijakan subsidi BBM dan gas LPG.

    3. Fungsi Stabilisasi

    Stabilitas
    Stabilitas | Sumber: Freepik.com

    Fungsi APBN ini bergantung pada kondisi ekonomi saat ini. Sumber anggaran memiliki fungsi untuk menjaga dan mencapai keseimbangan dasar dalam perekonomian. Pemerintah memiliki kemampuan untuk menstabilkan perekonomian agar terhindar dari dampak yang tidak diinginkan.

    Sebagai contoh, dalam situasi inflasi (yaitu kenaikan harga barang dan jasa), pemerintah dapat mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan perekonomian dengan menaikkan tarif pajak. Tindakan ini akan mengurangi jumlah uang yang beredar sehingga harga-harga dapat kembali menurun.

    4. Fungsi Otoritas

    Otoritas
    Otoritas | Sumber: Freepik.com

    Fungsi otoritas maksudnya adalah sebagai dasar bagi pelaksanaan pendapatan dan belanja Negara dalam tahun berjalan.

    5. Fungsi Perencanaan

    Perencanaan
    Perencanaan | Sumber: Freepik.com

    Maksudnya adalah sebagai pedoman bagi manajemen pemerintah dalam merencanakan kegiatan yang akan dilakukan dalam tahun berjalan.

    6. Fungsi Pengawasan

    Pengawasan
    Pengawasan | Sumber: Freepik.com

    Fungsi pengawasan di sini berarti sebagai panduan bagi pemerintah dalam menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan telah sesuai dengan rencana yang dibuat.

    7. Fungsi Pengorganisasian

    Pengorganisasian
    Pengorganisasian | Sumber: Freepik.com

    Fungsi pengorganisasian bertindak sebagai pedoman untuk menyeimbangkan berbagai komponen anggaran sehingga semua kepentingan dapat terakomodasi dengan baik.

    Tujuan Penyusunan APBN bagi Bangsa dan Negara

    Setelah memahami pengertian dan fungsi APBN, Anda pasti sudah bisa mengetahui tujuan dari penyusunan APBN. Tujuan utama dari penyusunan APBN adalah sebagai tanggung jawab terhadap kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

    Selain itu, ada beberapa tujuan lain dalam penyusunan APBN, seperti mengatur pengeluaran, pendapatan, investasi, dan isu-isu ketenagakerjaan. Mengumpulkan pendapatan Negara dan memenuhi kebutuhan pemerintahan untuk mewujudkan perekonomian yang demokratis juga merupakan salah satu tujuan APBN.

    Kehadiran APBN juga membantu pemerintah dalam merencanakan pengeluaran selama satu tahun dan menganalisis rencana pendapatan selama tahun tersebut. Berikut adalah beberapa tujuan lain dari penyusunan APBN:

    • Mendorong pertumbuhan ekonomi Negara.
    • Menjadi panduan untuk pengeluaran dan pendapatan Negara demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan tugas kenegaraan.
    • Meningkatkan koordinasi antar berbagai sektor pemerintahan.
    • Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada legislatif atau DPR dan masyarakat.
    • Meningkatkan produksi dan peluang kerja untuk memenuhi kesejahteraan rakyat.
    • Mendukung pemerintah dalam mencapai tujuan fiskal dan mengendalikan inflasi.
    • Memastikan efisiensi dan keadilan dalam penyediaan barang dan jasa publik dengan prioritas yang lebih baik.
    • Membantu pemerintah memprioritaskan belanja sesuai kebutuhan.
    • Mengurangi pengeluaran Negara dan meningkatkan pendapatan.
    • Menjaga stabilitas moneter Negara dengan mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat.
    • Mendukung pengembangan industri dalam negeri.
    • Membantu menciptakan lapangan kerja melalui pembangunan dan investasi di Negara tersebut.

    Prinsip Penyusunan APBN

    Tujuan penyusunan APBN bagi bangsa dan Negara tentu tak bisa lepas dari prinsip pembuatannya. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN tersusun dari prinsip-prinsip tertentu. Berikut ini adalah prinsip-prinsip penyusunan APBN:

    1. Prinsip Keseimbangan Anggaran

    Prinsip ini menekankan bahwa pendapatan harus seimbang dengan pengeluaran, dan jika terdapat defisit anggaran. Pemerintah tidak boleh mengatasi defisit tersebut dengan mencetak uang baru, melainkan dengan mengambil pinjaman dari luar negeri.

    2. Prinsip Kedinamisan Anggaran

    Prinsip kedinamisan anggaran meliputi dua aspek yaitu:

    • Kedinamisan Anggaran Absolut, mengacu pada peningkatan tabungan pemerintah dari tahun ke tahun, sehingga pemerintah dapat lebih mengandalkan sumber daya dalam negeri untuk mendukung pembangunan.
    • Kedinamisan Anggaran Relatif, mengacu pada mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri seiring berjalannya waktu.

    3. Prinsip Fungsional Anggaran

    Prinsip ini menekankan bahwa pinjaman luar negeri hanya berfungsi untuk mendanai pengeluaran yang berkaitan dengan pembangunan, bukan untuk mendanai pengeluaran rutin. Semakin dinamis anggaran dalam hal relatif, semakin meningkat fungsionalitas penggunaan pinjaman luar negeri.

    Baca Juga : Peraturan Daerah (Perda): Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

    Proses Penyusunan APBN

    Setelah mengetahui apa tujuan penyusunan APBN bagi bangsa dan Negara, berikut adalah ulasan tentang mekanisme penyusunan APBN. Penyusunan APBN terdiri dari beberapa tahap atau proses tertentu. Berikut ini adalah ilustrasi alur mekanisme penyusunan APBN:

    Ilustrasi Mekanisme Penyusunan APBN
    Ilustrasi Mekanisme Penyusunan APBN | Sumber: ardra.biz
    • Tahap perencanaan dan penyusunan Rencana APBN (RAPBN) oleh pemerintah. Pemerintah menyusun rencana APBN dalam bentuk nota keuangan melalui rapat dengan departemen dan lembaga teknis terkait.
    • Tahap pengajuan Rencana APBN oleh pemerintah kepada DPR. Pemerintah mengajukan RAPBN kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan.
    • Tahap pembahasan RAPBN oleh DPR selama sidang. DPR membahas RAPBN dalam sidang dan rapat khusus.
    • Tahap persetujuan RAPBN oleh DPR untuk menjadi APBN melalui Undang-Undang. Jika DPR menyetujui RAPBN, maka RAPBN tersebut menjadi APBN melalui proses undang-undang. Namun, jika DPR tidak menyetujui RAPBN tersebut, maka pemerintah akan menggunakan APBN tahun sebelumnya.
    • Tahap pelaksanaan APBN atas keputusan presiden. Pelaksanaan APBN berjalan atas Keputusan Presiden mengenai pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
    • Tahap pengawasan pelaksanaan APBN oleh instansi yang berwenang, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan. Instansi yang memiliki kewenangan, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan APBN.
    • Tahap pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. Pelaksanaan APBN diikuti dengan tahap pertanggungjawaban, di mana pemerintah harus mempertanggungjawabkan penggunaan dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Jadi, Apa Tujuan Penyusunan APBN bagi Bangsa dan Negara?

    Berdasarkan ulasan tersebut, tujuan penyusunan APBN bagi bangsa dan Negara diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan, pemborosan, dan penyelewengan yang dapat merugikan Negara. 

    Selain itu, dengan penyusunan APBN yang sesuai dengan aturan, diharapkan dapat meningkatkan peluang kerja, perkembangan ekonomi, dan kesejahteraan bangsa. Jadi sudah paham apa saja tujuan penyusunan APBN?