Author: Reskia Ekasari

  • Kumpulan Doa Ulang Tahun Bahasa Arab dan Artinya

    Kumpulan Doa Ulang Tahun Bahasa Arab dan Artinya

    Ulang tahun adalah salah satu momen yang berkesan bagi setiap manusia. Untuk merayakannya, kita sebaiknya membaca doa ketika ulang tahun. Apalagi ada banyak doa ulang tahun bahasa Arab yang bisa kita amalkan.

    Ketika membaca doa, sesungguhnya kita sudah bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah SWT berikan. Syukur terhadap keberkahan berupa umur dan juga nikmat berupa kesehatan untuk bisa merayakan ulang tahun. 

    Doa Ulang Tahun Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya 

    Sebagai referensi, inilah berbagai doa ulang tahun bahasa Arab yang bisa kita panjatkan ketika hari lahir tiba:

    1. Doa Memohon Kemuliaan 

    Pertama ada doa kemuliaan. Jika ingin mendapatkan kemuliaan ketika hari lahir tiba, inilah doa yang bisa kita panjatkan: 

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

    Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a’yuni waj’alnaa lilmuttaqiina imaama.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, Anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan anak cucu kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

    Baca juga: Arti Fii Amanillah dan Cara Menjawab Ucapannya

    2. Doa Memohon Kesejahteraan dan Keselamatan 

    Doa ulang tahun berikut ini dapat kita panjatkan untuk memohon limpahan kesejahteraan dan keselamatan dari Allah SWT. Selain itu, di dalam doa ini terdapat permohonan agar mendapatkan berkah rezeki dan kesempatan bertaubat sebelum meninggal. 

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ

    Allaahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qoblal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti.

    Artinya: “Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati.”

    3. Doa Memohon Keberkahan dan Panjang Umur

    Doa Memohon Keberkahan dan Panjang Umur 

    Jika kita ingin mendapatkan keberkahan dan umur panjang yang bermanfaat, maka bisa memanjatkan doa ulang tahun yang satu ini. Di dalam doa ini juga terkandung permohonan agar bisa senantiasa dekat dengan kebaikan dan jauh dari kejahatan.

    اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالۤاخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Allahumma thawwil’umurona washah ajsadana wanawir qulubana watsabit imanana wa ahsan u’malana wawasi’ arzaqona wa ilalkhoiri qarabna wa’anisy syahri ab’idna waqdhi khawaijana fid daini wad dunnya wal akhirat innaka ‘ala kuli syai’in qadir.

    Artinya: “Ya Allah panjangkanlah umur kami, sehatkanlah badan kami, terangilah hati kami, kuatkanlah hati kami, baikkanlah amal kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami dengan kebaikan dan jauhkanlah kami dengan kejahatan. Kabulkanlah semua kebutuhan kami dalam agama di dunia maupun di akhirat. Sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.”

    4. Doa Meminta Banyak Harta dan Anak 

    Selain beberapa doa ulang tahun sebelumnya, ada juga doa yang dapat kita panjatkan saat ingin mendapatkan banyak harta dan banyak anak. Doa ini berasal dari hadist riwayat Imam Al Bukhari. 

    Saat itu Nabi Muhammad SAW pernah mendatangi Ummu Sulaim yang memiliki anak bernama Anas. Ummu Sulaim berujar bahwa anaknya yaitu Anas bersedia dan siap menjadi pelayan Nabi Muhammad SAW. 

    Setelah itu, Nabi mendoakan Anas untuk urusan akhirat dan juga dunianya. Ada dua doa yang Nabi panjatkan ketika itu. Inilah kedua doa tersebut: 

    اللَّهُمَّ ارْزُقْهُ مَالًا، وَوَلَدًا، وَبَارِكْ لَهُ

    Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah rizki padanya berupa harta dan anak serta berkahilah dia dengan nikmat tersebut.” (HR. Bukhari no. 1982 dan Muslim no. 660)

    اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

    Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480)

    Di dalam tersebut, bisa kita ketahui bahwa boleh untuk meminta pada Allah SWT akan berkah yang banyak dalam bentuk harta dan anak. Terdapat anjuran pula untuk mendoakan hal dunia yang lain, tetapi harus disertai keberkahan. 

    Dalam hal ini, maksud berkah adalah kebaikan yang bertambah dan tetap terus ada manfaatnya. Anak dan harta yang banyak bisa memberikan faedah apabila kita bisa memanfaatkan di jalan yang baik. 

    Hal ini sejalan seperti yang dikatakan Ibnu Hajar rahimahullah, “Hadist tersebut menunjukkan bolehnya berdoa meminta banyak anak dan harta kepada Allah SWT. Dan hal ini sama sekali tidak menafikan kebaikan akhirat (ukhrowi).” (Fathul Bari, 4/229).

    Baca juga: Kumpulan Doa Pelunas Hutang dan Amalan Pembuka Pintu Rezeki

    5. Doa Meminta Umur Panjang 

    Doa ulang tahun agar mendapatkan umur yang panjang pun bisa kita ikuti dari Nabi Sulaiman AS. Inilah lafal dan arti dari doa tersebut: 

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi.” (QS. Shad: 35).

    Di dalam doa Nabi Sulaiman AS ini, bisa kita lihat bahwa tidak hanya meminta anugerah kerjaan saja. Akan tetapi, beliau juga memohon ampunan terlebih dahulu kepada Allah SWT. 

    Jika Nabi Sulaiman saja memohon ampunan atau maghfirah dari Allah SWT, hendaknya kita sebagai manusia yang penuh kekurangan pun juga melakukannya. Hal ini juga sangat terkait kepada permintaan terhadap umur yang panjang. 

    Ada dalil yang menyatakan bahwa kita boleh meminta panjang umur kepada Allah SWT. Asalkan, umur tersebut harus dapat kita manfaatkan untuk kebaikan dan hal-hal yang ada di jalan Allah SWT. 

    Hadist tersebut berasal dari Abdurrahman bin Abi Bakroh. Dari ayahnya Abu Bakroh, suatu hari ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah. 

    يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ » قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ»

    Artinya: “Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun baik amalnya.” “Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?”, tanya laki-laki tadi. Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun jelek amalnya.” (HR. Tirmidzi no. 2330). 

    Dari hadist ini, bisa kita ketahui bahwa sebaik-baiknya umur adalah yang diisi dengan segala hal dan amalan yang baik. Jika umur penuh dengan kemaksiatan, sesungguhnya umur itu sangat sia-sia dan tidak berfaedah. 

    Cara Menyikapi Ulang Tahun yang Baik Menurut Islam 

    Sesungguhnya sebaik-baiknya ulang tahun adalah yang diisi dengan ibadah dan bentuk syukur kepada Allah SWT. Tidak baik jika ulang tahun justru menjadi tradisi atau kebiasaan yang tidak memiliki faedah dan manfaat di dalamnya. 

    Inilah beberapa cara menyikapi ulang tahun dalam Islam yang bisa kita lakukan:

    1. Ajang Memperbanyak Rasa Syukur dan Sedekah 

    Ketika ulang tahun, hendaknya kita bersyukur sebanyak mungkin kepada Allah SWT atas segala nikmat yang sudah didapat. Masih diberikan nikmat untuk menikmati pertambahan usia dan mensyukuri segala hal yang sudah Allah SWT berikan. 

    Kemudian, alangkah lebih baik jika uang yang kita miliki digunakan untuk bersedekah saja daripada untuk bersenang-senang. Berikanlah sedikit rezeki yang kita miliki kepada orang lain yang kekurangan dan membutuhkan. 

    Seperti contohnya dengan memberikan sejumlah uang, makanan, atau lain sebagainya. Ingat, sesungguhnya kita tidak akan pernah kekurangan dengan memberi kepada orang yang membutuhkan. 

    2. Mohon Ampunan Allah SWT 

    Ulang tahun juga menjadi salah satu momen yang pas untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Sadarilah bahwa umur dan segala kenikmatan yang bisa kita rasakan saat ini sesungguhnya berasal dari Allah SWT. 

    Sebagai manusia, kita memiliki banyak kekurangan dan bisa lalai melakukan dosa atau maksiat. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita banyak memohon ampunan kepada Allah SWT. 

    3. Ingat Kematian 

    Ketika ulang tahun tiba, sesungguhnya ini adalah pengingat bahwa kita semakin dekat dengan kematian. Pada hakikatnya, setiap yang bernyawa pasti akan meninggal juga. Oleh karena itu, persiapkan dengan baik bekal kematian tersebut.

    Karena sesungguhnya ketika telah mati, tidak akan ada seorangpun yang dapat menolong kita semua kecuali amalan yang selama hidup telah kita lakukan. Perbaiki shalat, mengaji, dan berbagai ibadah lainnya. 

    Dengan bekal yang cukup, kita bisa menjadi muslim yang meninggal dengan baik dan bisa masuk surga. Disitulah segala kenikmatan yang kekal dan abadi bisa kita rasakan.

    4. Introspeksi Diri 

    Ketika ulang tahun, kita sebaiknya juga melakukan introspeksi diri karena umur yang kita miliki semakin berkurang. Cobalah untuk bercermin ke diri sendiri mengenai segala perbuatan yang sudah kita lakukan selama hidup.

    Introspeksi dan buat tekad yang kuat untuk memperbaiki apa saja yang masih kurang agar menjadi manusia yang lebih baik. Tidak hanya bermanfaat kepada sesama, tetapi juga semakin baik dari segi ibadah kepada Allah SWT. 

    5. Tingkatkan Keimanan 

    Terakhir, ulang tahun pun bisa menjadi ajang meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Perbaiki ibadah dengan lebih baik agar keimanan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. 

    Ingat, sesungguhnya kehidupan yang baik adalah hidup yang penuh dengan kebaikan dan amal shaleh. Dengan begitu, kita akan menjadi hamba yang penuh berkah dan mendapatkan cinta dari Sang Pencipta. 

    Itulah kumpulan doa ulang tahun bahasa Arab sekaligus artinya yang bisa menjadi referensi. Pada dasarnya, ulang tahun adalah momen yang sebaiknya kita sikapi dengan baik dan tidak berlebihan. 

    Ingatlah bahwa seluruh nikmat, usia, dan berkah yang selama ini telah kita peroleh berasal dari Allah SWT. Sudah sewajarnya bahwa kita pun bisa bersyukur terhadap berbagai kenikmatan tersebut.

  • Doa Kejatuhan Cicak, dan Pandangan Hukumnya dalam Islam

    Doa Kejatuhan Cicak, dan Pandangan Hukumnya dalam Islam

    Konon kejatuhan cicak merupakan pertanda akan terkena sial. Maka dari itu, banyak yang ingin tahu tentang doa kejatuhan cicak. Sehingga, saat tidak sengaja kejatuhan cicak kita bisa langsung memanjatkan doa yang tepat. 

    Namun, apakah pertanda tersebut benar?

    Bagaimana hukumnya kejatuhan cicak menurut Islam? Mari cari tahu bersama.

    Doa Kejatuhan Cicak

    Sudah tidak asing bagi orang Indonesia tentang pertanda sial saat tertimpa cicak jatuh. Cicak memang dianggap sebagai hewan pembawa sial. Sehingga banyak yang menganjurkan untuk menghindari. 

    Bahkan ada yang bilang untuk membunuhnya jika sampai kejatuhan. Selain itu, untuk menjauhkan kesialan banyak yang membaca doa kejatuhan cicak.

    Mengutip dari tulisan Luthfi Yanshya dalam buku “Doa-doa Rasulullah Sehari-hari dan Sepanjang Masa”, berikut bacaan doa kejatuhan cicak:

    اَللَّهُمَّ لاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ.

    Allohumma laa thoiro illaa thoituka walaa khoiro illa khoiruka, walaa ilaaha ghoiruka.

    Artinya: “Ya Allah! Tidak ada kesialan kecuali kesialan yang Engkau tentukan. Dan tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu. Serta tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.” (HR Ahmad dan Ibnu Sunni).

    Doa tersebut merupakan doa untuk memohon supaya dijauhkan dari kesialan. Bukan hanya karena kejatuhan cicak, doa tersebut dapat kita baca saat merasakan firasat buruk.

    Baca juga: Bacaan Doa Kehilangan Barang: Arab Latin dan Artinya Allah Ganti Lebih Baik!

    Pandangan Tanda Kesialan dalam Islam

    Kejatuhan cicak sebagai pertanda kesialan merupakan mitos yang terkenal di antara masyarakat Indonesia. Sementara, dalam ajaran Islam tidak terdapat mitos. Pasalnya, mitos termasuk larangan yang awalnya merupakan budaya masyarakat jahiliyah.

    Memang benar bahwa terdapat anjuran untuk membunuh cicak dalam Islam. Hal tersebut dikarenakan cicak merupakan hewan fasik yang berpotensi membawa dampak buruk bagi manusia.

    Meski demikian, tidak sepatutnya umat muslim mempercayai mitos kejatuhan cicak.

    Dalam ajaran Islam, percaya pada mitos termasuk perbuatan tathayyur, yang berarti menganggap suatu hal sebagai pembawa kesialan tanpa adanya dalil maupun bukti ilmiah.

    Tathayyur dapat muncul karena menyaksikan tanda-tanda tertentu, baik dari penglihatan, ucapan, maupun perbuatan.

    Para ulama menegaskan bahwa tathayyur termasuk tindakan yang dilarang dalam Islam. Bahkan, disebutkan bahwa perbuatan tersebut termasuk suatu bentuk kesyirikan.

    Hal ini berlandaskan pada hadits dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda:

    اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.

    Artinya: 

    “Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, dan setiap orang pasti pernah terlintas dalam hatinya sesuatu dari hal ini. Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakal kepada-Nya.” (Hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi).

    Selain itu, larangan mengenai thiyarah (beranggapan sial) juga disebutkan dalam hadits lain. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لاَ عَدْوَى ، وَلاَ طِيَرَةَ ، وَلاَ هَامَةَ ، وَلاَ صَفَرَ

    Artinya: 

    “Tidak dibenarkan menganggap penyakit menular dengan sendirinya (tanpa ketentuan Allah), tidak dibenarkan beranggapan sial, tidak dibenarkan pula beranggapan nasib malang karena tempat, juga tidak dibenarkan beranggapan sial di bulan Shafar.” 

    (HR. Bukhari no. 5757 dan Muslim no. 2220).

    Memiliki perasaan buruk atau firasat merupakan hal yang manusiawi dan terjadi dengan sendirinya. Firasat bukan termasuk hal yang dilarang dalam Islam.

    Namun, alangkah baiknya untuk segera membuang kekhawatiran akibat perasaan tersebut alih-alih mempercayainya.

    Baca juga: 8 Doa agar Jualan Laris Bahasa Arab, Latin dan Artinya

    Cara Menghindari Kesialan

    Daripada khawatir mengenai pertanda dan mitos, umat muslim sebaiknya mengingatkan kembali bahwa sesungguhnya nasib baik maupun buruk datangnya dari Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah.

    فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

    Artinya: 

    “Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: ‘Itu adalah karena (usaha) kami’. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. 

    Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al A’raf: 131).

    Maka, untuk menjauhkan kesialan caranya bukan dengan mempercayai pertanda pembawa sial dan mitos. Dalam ajaran Islam cara untuk menjauhkan kesialan yaitu:

    1. Tawakal

    Tawakal merupakan cara paling ampuh bagi umat muslim untuk menghilangkan kepercayaan dari anggapan sial. Pasalnya, dengan bertawakal kita akan lebih banyak mengingat Allah SWT, sehingga kita juga hanya bergantung pada Allah.

    Meningkatkan tawakal juga dianjurkan oleh Syaikh Sholeh Al Fauzan. Dalam I’anatul Mustafid, Beliau berkata:

    “Penyembuh dari beranggapan sial adalah dengan bertawakal pada Allah. Kemudian meninggalkan anggapan sial dan tidak memiliki keraguan lagi dalam hati.”

    Kita dapat mengingat kembali firman Allah SWT.

    وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

    Artinya: 

    “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3).

    2. Mengucapkan Doa

    Ketika mengalami perasaan tidak enak ataupun mendapatkan firasat buruk, segeralah buang jauh-jauh pikiran yang mengarah pada anggapan sial.

    Ingatlah bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Mitos dan perkataan orang mengenai kesialan bukan hal yang bisa dipercaya.

    Allah SWT telah berfirman:

    قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

    Artinya: 

    “Katakanlah: ‘tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui hal ghaib kecuali Allah.’ dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS An-Naml 65)

    Oleh karena itu, kita sebaiknya mengucap doa untuk mengingat Allah SWT dan memohon perlindungan-Nya.

    Melansir dari Rumaysho, berikut doa yang dapat kita baca saat mendapatkan hal yang tidak mengenakkan.

    اللَّهُمَّ لاَ يَأْتِى بِالْحَسَنَاتِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

    Allahumma laa ya’ti bilhasanaati illa anta. Wa yadfa’us sayyi-ati illa anta. Wa laa hawla wa laa quwwata illa billah

    Artinya: 

    “Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali engkau. Tidak ada yang dapat menolak bahaya kecuali engkau. Tidak ada daya dan upaya melainkan denganmu.”

    3. Menghindari Perbuatan Buruk

    Segala hal buruk, baik itu berupa musibah seperti bencana, hingga hal-hal kecil seperti kesialan kejatuhan cicak terjadi atas kehendak Allah SWT.

    Namun, ada kalanya saat kesialan atau kemalangan menimpa sebagai azab dari-Nya. Sebagaimana telah dikisahkan dalam Surat Yasin mengenai bencana yang terjadi pada penduduk negeri yang mendustakan utusan Allah.

     قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ ۚ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

    Artinya: 

    “Utusan-utusan itu berkata: ‘Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas’”.

    Selain itu, hal yang sama juga disampaikan dalam firman Allah berikut:

    وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

    Artinya: 

    “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” 

    (QS. Al A’raf: 96).

    Maka hal yang dapat kita lakukan supaya dijauhkan dari kesialan adalah meningkatkan iman dan takwa, serta menjauhi perbuatan buruk.

    Demikianlah doa kejatuhan cicak dan pandangan mengenai hukumnya dalam Islam. Semoga menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

  • Doa Minum Air Zam Zam Latin Arab dan Artinya

    Doa Minum Air Zam Zam Latin Arab dan Artinya

    Umat muslim dianjurkan membaca doa minum air zam zam supaya mendapatkan keberkahan. Simak penjelasan lengkap tentang doanya dalam bahasa latin, arab beserta artinya di artikel ini.

    Masa kepulangan jemaah haji seperti sekarang ini biasanya diwarnai dengan pembagian buah tangan berupa kurma dan air zam zam. Air yang terkenal sebagai air paling suci ini memiliki banyak keistimewaan.

    Bahkan sudah banyak penelitian yang membuktikan manfaat dari air zam zam seperti menurunkan kolesterol, mengurangi kadar asam urat, mengandung banyak mineral baik untuk tubuh hingga sebagai anti-tumor.

    Nah, jika kita ingin meminum air zam-zam, maka perlu untuk menerapkan adab dan sunnah seperti membaca doa. Dengan membaca doa bisa membawa lebih banyak kebaikan saat kita meminumnya.

    Doa Minum Air Zam Zam

    Dalam bahasa Arab, zam zam memiliki arti melimpah ruah. Sumur air zam zam yang terletak pada kawasan Masjidil Haram sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

    Menurut riwayat, penemuan sumber air zam zam pertama kali terjadi saat Siti Hajar berlari bolak balik antara dua bukit, yaitu Shafa dan Marwah.

    Kala itu Siti Hajar sedang kebingungan mencarikan air untuk putranya, Nabi Ismail yang kehausan sementara posisi mereka berada di tengah padang pasing.

    Kemudian, Siti Hajar berlari di antara dua bukit atas petunjuk dari malaikat Jibril untuk mencari sumber air. Saat itulah, air zam zam ditemukan.

    Baca juga: Doa Bercermin Arab, Latin, dan Adab Saat Bercermin

    Menariknya, air zam zam tidak pernah kering atau habis. Sehingga umat muslim mempercayai zam zam sebagai mukjizat dari Allah SWT.

    Penelitian telah membuktikan bahwa air zam zam mengandung berbagai jenis mineral alami kaya manfaat. Kandungan tersebut membuat air paling murni ini berkhasiat menyembuhkan penyakit.

    Hal tersebut juga berlandaskan hadits berikut:

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah menyatakan:

    مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

    Bahasa latin: Màu Zamzama Lima Syuriba Lah

    Artinya, “Air zam-zam berkhasiat sebagaimana tujuan peminumnya” (HR. Ibnu Majah 3053 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwa Al Ghalil no 1123)

    Dari hadits tersebut, terpapar jelas bahwa tujuan orang yang minum zam zam berkaitan erat dengan khasiatnya. Dengan kata lain, niat dan doa ketika minum air zam zam sangat penting jika kita ingin memperoleh manfaat.

    Berikut bacaan doa minum air zam zam latin arab dan artinya:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَامٍ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Adapun bacaan latinnya yaitu:

    Allahumma inni as’aluka ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wasyifaa-an min kulli daa-in, wa saqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin.

    Artinya:

    “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari tiap penyakit dengan rahmatMu. Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

    Sebagai informasi, doa minum air zam zam tersebut bukan berasal dari perkataan Rasulullah, melainkan doa yang Ibnu Abbas ucapkan saat meminum air zam zam. Meski begitu, doa ini banyak digunakan oleh ulama dan kalangan sahabat.

    Melansir dari halaman Muslim, terdapat dua hal utama yang perlu kita perhatikan saat minum air zam-zam, yaitu niatan yang baik dan berdoa kepada Allah setelah minum.

    Adab Minum Air Zam Zam

    Adab Minum Air Zam Zam

    Setelah mengetahui doa minum air zam zam dan artinya, alangkah baiknya apabila kita mempraktekkan adab yang tepat.

    Adapun adab yang perlu kita perhatikan saat minum air zam zam yaitu sebagai berikut:

    1. Menghadap ke Arah Kiblat

    Pertama, posisi tubuh sebaiknya menghadap ke arah kiblat, seperti saat sedang shalat.

    2. Meminum Sesuai Cara Nabi

    Nabi Muhammad SAW menggunakan cara minum dalam tiga nafas, kemudian melepas mulut dari gelas, lakukan sebanyak 3 kali.

    Menurut sabda Nabi, “cara tersebut lebih memuaskan, lebih bermanfaat untuk mengobati haus, lebih nikmat dan lebih mudah dicerna” (HR. Muslim 2028).

    3. Membaca Basmalah

    Muslim dianjurkan untuk membaca basmalah setiap kali hendak melakukan sesuatu. Hal ini juga sebaiknya kita terapkan saat minum air zam zam. Caranya ialah dengan mengucap Bismillah setiap kali minum.

    4. Mengucap Hamdalah

    Sebagaimana anjuran membaca basmalah saat memulai, umat muslim sebaiknya mengucap hamdalah setelah selesai.

    Maka saat minum air zam-zam, kita sebaiknya mengucapkan Alhamdulillah pada setiap kali menghela nafas.

    5. Menggunakan Tangan Kanan

    Salah satu ajaran Islam yaitu membiasakan menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum. Jadi, jangan sampai lupa untuk minum air zam zam dengan tangan kanan.

    Perlu kita ingat bahwa menggunakan tangan kiri untuk makan dan minum seperti meniru kebiasaan setan.

    Baca juga: 8 Arti Mimpi Hamil dalam Islam, Sebuah Pertanda Baik?

    6. Minum Hingga Kenyang

    Terdapat anjuran bagi umat muslim untuk memperbanyak minum air zam-zam. Anjuran ini berlandaskan pada sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, yang berbunyi:

    Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya tanda yang membedakan antara kita dan orang orang munafik adalah mereka tidak pernah meminum air zam zam hingga kenyang.”

    7. Membaca Doa Setelah Selesai Minum

    Para ulama mempercayai bahwa doa yang mustajab yaitu doa yang kita panjatkan setelah selesai minum air zam zam.

    Hal tersebut berlandaskan dari hadits shahih yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bin ‘Abdul Muthollib dalam riwayat Bukhari,

    سقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏من زمزم وهو قائم

    “Aku pernah memberikan minum air zam-zam pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau meminumnya sambil berdiri.”

    Kita bisa membaca doa minum air zam-zam yang diucapkan oleh Ibnu Abbas maupun doa minum air zam zam lain sebagaimana para ulama panjatkan.

    Manfaat Air Zam Zam

    Sebagai air paling murni, zam zam aman untuk kita konsumsi secara langsung. Selain sumbernya tidak pernah kering, air zam zam juga merupakan air yang berbarokah.

    Hal ini sesuai dengan hadits shahih riwayat Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad menyebutkan:

    إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ، إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

    “Sesungguhnya air zam-zam itu berbarakah, dan sebaik-baik makanan”

    Sementara ada pula hadits shahih lain yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah menggunakan air zam zam untuk mengobati penyakit.

    Berikut bunyi hadist tersebut:

    حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ

    Artinya: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa air zam-zam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian Beliau menyembuhkan dengan air zam-zam.” (HR Al Baihaqy).

    Terlebih lagi, Rasulullah juga bersabda:

    “Air zam-zam tergantung orang yang meminumnya.”

    Kemajuan ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa air zam zam tidak mengandung kuman dan bakteri sama sekali. Selain itu, air zam zam mengandung mineral bermanfaat dalam konsentrasi tinggi.

    Di antara manfaat air zam-zam yakni untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit, membantu regenerasi kulit, mengampuni dosa-dosa, dan mewujudkan hal yang kita niatkan.

    Setelah mengetahui manfaatnya, sayang sekali jika kita melewatkan baca doa minum air zam zam.

    Itulah doa minum air zam zam serta adab yang perlu kita terapkan saat meminumnya. Semoga dengan mengucap doa dan menerapkan adab yang tepat, kita bisa memperoleh keberkahan Allah SWT.

  • Orang yang Banyak Bicara Menurut Islam, Apa Artinya?

    Orang yang Banyak Bicara Menurut Islam, Apa Artinya?

    Banyak bicara adalah salah satu hal yang memang sangat tidak dianjurkan di dalam Islam. Ada beberapa penilaian bagi orang yang banyak bicara menurut Islam. Mulai dari dilarang oleh Rasulullah hingga sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT. 

    Di antara berbagai adab berbicara yang memang dituntunkan oleh Rasulullah yakni berbicaralah seperlunya dan tidak berlebihan. Kita hanya diperintahkan berbicara yang baik-baik saja. 

    Rasulullah SAW melarang kita untuk banyak bicara apalagi mengenai hal yang tidak ada kaitannya dengan dzikir kepada Allah. Memenuhinya merupakan tanda atau ciri dari bagusnya keislaman yang kita miliki. 

    Kemampuan menahan bicara terlalu banyak akan menahan diri kita untuk bicara seperlunya saja. Kita akan berbicara secara baik dan lebih memilih untuk diam, jika ada dorongan saat akan berkata yang kurang baik. 

    Orang yang Banyak Bicara Menurut Islam, Dilarang!

    Kita harus memahami bahwa terlalu banyak bicara adalah perihal yang dilarang dalam Islam. Hal ini didasarkan pada sejumlah dalil yakni: 

    1. Hadits dari Al Mughirah

    عَنْ الْمُغِيرَةِ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ وَأْدِ الْبَنَاتِ وَعُقُوقِ الْأُمَّهَاتِ وَعَنْ مَنْعٍ وَهَاتِ وَعَنْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةِ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ

    Artinya: 

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengubur anak perempuan hidup-hidup, durhaka kepada ibu, tidak memberi tapi mau menerima, banyak bicara, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta”.(HR Ad-Darimi). 

    Melalui hadits ini, ada poin yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW melarang untuk ikut menguburkan anak yang salah satunya memiliki perilaku banyak bicara. Dengan kata lain, banyak bicara memang memiliki konotasi buruk di dalam hadits ini. 

    Kita harus memahami bahwa perilaku banyak berbicara, sangat tidak dianjurkan dan bahkan dilarang oleh agama Islam.

    Baca juga: Doa Khatam Quran 30 Juz: Arab, Latin dan Artinya!

    2. Hadits dari Ibnu Umar

     عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي

    Artinya: 

    Dari Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah kalian banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah, karena banyak bicara tanpa berdzikir kepada Allah membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.”  (HR Tirmidzi). 

    Orang yang banyak berbicara menurut Islam jika dilihat dari hadits di atas, merupakan salah satu penyebab dari kerasnya hati seseorang. 

    Dan bagaimana orang yang keras hati? Melalui hadits ini pula, kita bisa dengan jelas memahami bahwa orang yang paling jauh dari Allah adalah mereka yang hatinya keras. 

    Jadi, banyak berbicara akan membuat kita menjadi sosok manusia dalam kategori yang paling jauh dengan Allah SWT. Jika tidak ingin ini terjadi, maka bicaralah seperlunya saja dan yang baik-baik. 

    3. Hadits dari Abu Hurairah

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلَاثًا يَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَأَنْ تَنَاصَحُوا مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ أَمْرَكُمْ وَيَسْخَطُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ

    Artinya: 

    Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah meridlai kalian karena tiga perkara dan membenci dari kalian tiga perkara. Meridhai kalian jika: kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, kalian berpegang teguh terhadap tali agama Allah secara bersama-sama, dan saling menasehati terhadap orang yang Allah beri perwalian urusan kalian. Membenci kalian jika; Banyak bicara, menyia-nyiakan harta, dan banyak bertanya.”  (HR Malik).

    Dalam hadits ini kita bisa belajar banyak hal. Pertama yakni beberapa perkara yang akan membuat kita diridhai oleh Allah SWT. Lalu kedua, kita bisa belajar tentang apa saja perkara yang membuat kita dibenci oleh Allah. 

    Nah, pada poin kedua kita menemukan apa saja perkara yang dibenci oleh Allah SWT. Dan ya, salah satunya adalah banyak bicara. Melalu hadits ini, kita bisa merenungi penilaian orang yang banyak bicara menurut Islam. 

    Maka dari itu, kita patut mengikutinya dengan tidak banyak bicara, tidak menyia-nyiakan harta, dan terlalu banyak bertanya. Semoga kita bisa menghindari ketiga hal ini agar tidak dibenci oleh Allah SWT. 

    Banyak Bicara Diperbolehkan Asal…

    Kita memiliki sedikit kelonggaran untuk banyak berbicara. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu kita pahami tentang diperbolehkannya banyak bicara. 

    Kita hanya diizinkan untuk melakukan pembicaraan jika hanya menjadi bagian dari dzikir kepada Allah SWT saja. Misalnya, berbicara mengenai kebenaran agama Islam dan amar ma’ruf nahi mungkar sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasul. 

    Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda: 

    “Semoga Allah memberikan keindahan kepada seseorang yang mendengar sesuatu dari kami, lalu ia menyampaikannya sebagaimana ia dengar. Betapa banyak orang yang menyampaikan lebih paham dari yang mendengar,” (HR Abu Daud dari Anas bin Malik).

    Rasulullah SAW pun bersabda: “Barangsiapa yang mengajarkan suatu ilmu, maka baginya pahala orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun” (HR Ibnu Majah, dari Sahal bin Mu’adz bin Anas). 

    “Orang yang menunjukkan kebaikan seperti orang yang mengerjakannya” (HR Al Bazzar, dishahihkan Ibnu Hibban).

    Akibat Banyak Bicara

    Perilaku terlalu banyak bicara akan membuat kita mendapatkan akibat yang harus kita tanggung kelak. Paling tepat, kita bisa membaca perkataan dari Umar bin Khaththab tentang hal ini: 

    “Barangsiapa yang banyak bicaranya, banyak kesalahannya. Barangsiapa yang banyak kesalahannya, akan banyak dosanya. Dan barangsiapa yang banyak dosanya,maka neraka adalah tempat yang pantas baginya.”

    Orang yang banyak bicara menurut Islam merupakan orang yang dibenci oleh Allah karena memiliki hati yang keras. Selain itu, juga menjadi sebab bagi kita masuk neraka kelak. Semoga kita bisa menahan diri agar tidak terlalu banyak bicara hal kurang baik.

  • 10 Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia, Yuk Simak

    10 Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia, Yuk Simak

    Sejarah Islam di Indonesia tidak terjadi selama satu malam tapi sangatlah panjang. Islam masuk pertama kali ke tanah air pada abad ke-13. Dalam kurun waktu tersebut, banyak tokoh pembaharuan Islam di Indonesia yang berperan.

    Setiap tokoh memberikan pembaharuan yang berbeda dan melekat di Indonesia.

    Tidak sekedar mengajarkan syariat Islam, para tokoh juga berperan penting dalam kemajuan pendidikan, budaya, politik, kesehatan, dan masalah sosial.

    Apa itu Gerakan Pembaharuan Islam?

    Gerakan pembaharuan Islam adalah ajaran Islam yang tidak bergerak secara statis melainkan dinamis mengikuti zaman. Akan tetapi, ajaran agama yang diberikan tetap berpedoman pada as-Sunnah dan Al-Qur’an.

    Latar belakang utama munculnya pembaharuan Islam tidak lain karena krisis atau kemunduran yang terjadi di berbagai bidang pada abad ke-18 M. Kemunduran yang terjadi mulai dari bidang ekonomi, budaya, politik, ilmiah, hingga sosial.

    Krisis yang terjadi membutuhkan penanganan yang tepat hingga kemudian munculah era pembaharuan Islam yang kemudian melahirkan banyak tokoh pembaharuan.

    Menariknya, tokoh pembaharuan Islam tersebar luas di berbagai negara mulai dari Mesir, Turki, India-Pakistan, hingga Indonesia.

    Bukti dari perkembangan atau era pembaharuan Islam di tanah air bisa kita temukan dari berdirinya Sarekat Islam, Muhammadiyah, serta NU.

    Selain itu, pembaharuan Islam juga semakin maju berkat berdirinya pusat pendidikan Islami. Jumlahnya bukan hanya satu saja tapi banyak dan tersebar luas di seluruh Indonesia.

    Ketahui 10 Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia

    Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah muslim terbanyak di Indonesia. Tidak mengherankan jika pada akhirnya jumlah tokoh pembaharuan Islam di tanah air cukup banyak.

    Mau tahu latar belakang dan pengaruh sepuluh tokoh pembaharuan Islam di Indonesia? Simak selengkapnya berikut ini:

    1. KH. Ahmad Dahlan

    1. KH. Ahmad Dahlan

    KH. Ahmad Dahlan dikenal sebagai pendiri organisasi Islam Muhammadiyah yang berdiri di Yogyakarta sejak 18 November 1912. Muhammadiyah bergerak dalam berbagai bidang mulai dari pendidikan, kesehatan, politik, dan kemasyarakatan.

    Sejak pertama kali hadir dan berkembang, Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi yang melakukan pembaharuan Islam.

    KH. Ahmad Dahlan lahir dari keluarga yang taat beragama. Beliau memperoleh didikan agama dan bahasa Arab secara langsung di pondok pesantren.

    Di usianya yang menginjak 15 tahun, KH. Ahmad Dahlan menetap di Mekah sehingga pemikirannya tentang pembaharuan Islam mulai bermunculan.

    KH. Ahmad Dahlan berpikir untuk melakukan pembaharuan Islam di Yogyakarta, yang mana masih sangat kental dengan formalisme dan sinkretisme.

    Baca juga: Bacaan Bilal Tarawih untuk 8, 11, dan 23 Rakaat dengan Latin dan Artinya

    2. KH. Hasyim Asy’ari

    2. KH. Hasyim Asy’ari

    Tokoh pembaharuan Islam di Indonesia berikutnya adalah KH. Hasyim Asy’ari. KH. Hasyim Asy’ari hadir sebagai pendiri NU salah satu organisasi Islam yang juga sangat populer di tanah air.

    NU hadir untuk mempertahankan tradisi keislaman yang sudah menjadi identitas lama di tanah air. Tradisi yang dimaksud di antaranya adalah ziarah kubur, mazhab fiqih, tasawuf, tarekat, dan sebagainya.

    KH. Hasyim Asy’ari dilahirkan di Jombang, Jatim. Beliau merupakan keturunan langsung dari Sunan Ampel Denta salah satu Wali Songo di Indonesia. Di usia mudanya, KH. Hasyim Asy’ari memperoleh pendidikan langsung dari orangtuanya.

    Namun, menginjak usia 20 tahun beliau berangkat untuk mengenyam pendidikan di Mekah. Sepulangnya ke Indonesia, KH. Hasyim Asy’ari mendirikan ponpes Tebuireng.

    Selain dikenal sebagai tokoh pendidikan, KH. Hasyim Asy’ari juga merupakan penulis yang sangat mahir. Berbagai kitab berhasil ditulisnya termasuk kitab tentang tauhid, hadis, fiqih, tasawuf, akhlak, tafsir, dan juga sejarah Islam.

    3. Syekh Ahmad Surkati

    3. Syekh Ahmad Surkati

    Syekh Ahmad Surkati merupakan salah satu tokoh pembaharuan Islam di Indonesia yang dikenal karena berhasil mendirikan organisasi Islam yakni Al-Irsyad.

    Misi utama Al-Irsyad adalah membantu penyebaran Islam di tanah air yang sesuai dengan ketentuan hadits serta Al-Qur’an. Peran paling besar yang bisa kita rasakan dari Al-Irsyad adalah berdirinya sekolah modern Islami di Indonesia.

    Syekh Ahmad Surkati lahir tahun 1875 di Pulau Arqu, Dunggulah, Sudan. Di Jawa, Syekh Ahmad Surkati sangat dihormati dan menjadi ulama yang sangat besar.

    Beliau merupakan guru besar bagi KH. Mas Mansur, KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahid Hasyim. Semasa hidupnya, beliau banyak mengikuti perdebatan isu keislaman yang membuatnya semakin dikenal oleh publik.

    4. Ahmad Hassan

    4. Ahmad Hassan

    Sebagai umat muslim, kita mungkin mengenal nama ini dengan baik sebagai tokoh Persis. Persis merupakan organisasi Islam yang lahir dan berkembang di Bandung.

    Latar belakang lahirnya Persis tidak lain untuk pembaharuan Islam yang disesuaikan dengan ketentuan hadis dan Al-Qur’an. Persis tidak hanya aktif dalam bidang keislaman tapi juga aktif di bidang pendidikan, budaya, politik, sosial, dan lainnya.

    Sebelum kemerdekaan RI, Persis menjadi salah satu organisasi yang cukup kritis terhadap pemerintahan kolonial Belanda.

    Ahmad Hasan lahir atau dilahirkan dengan nama Hasan Abdullah Baqir, lahir di keluarga dengan ilmu agama yang kental. Sebelum melanjutkan pendidikan ke Mekah, Ahmad Hasan menerima pendidikan langsung dari sang Ayah.

    Ayahnya merupakan ulama besar Baghdad yang hijrah dan menetap di Cirebon. Selama berada di Mekah, Ahmad Hasan banyak belajar tentang ilmu agama bersama para ulama besar.

    Di Indonesia, Ahmad Hasan bergabung dengan Persis pada tahun 1921. Beliau berperan sangat besar terhadap pembaharuan Islam karena tulisannya tentang isu keislaman yang diterbitkan di majalah Persis.

    5. Syekh Abdul Karim Amrullah

    5. Syekh Abdul Karim Amrullah

    Syekh Abdul Karim Amrullah yang juga lebih dikenal dengan julukan Haji Rasul merupakan ulama yang sangat terkenal di Indonesia. Beliau dikenal sebagai pendiri Sumatera Thawalib.

    Apa itu Sumatra Thawalib? Sumatera Thawalib adalah sekolah Islam modern pertama yang bisa kita temukan di tanah air.

    Syekh Abdul Karim Amrullah lahir dari keluarga muslim yang taat. Di tahun 1894, beliau sengaja dikirimkan oleh ayahnya untuk melanjutkan studi ke Mekah.

    Tahun 1925, Syekh Abdul Karim Amrullah kembali ke Indonesia kemudian mendirikan Muhammadiyah cabang Minangkabau. 

    Nama Syekh Abdul Karim Amrullah semakin besar karena Hamka, putranya yang dikenal sebagai ulama besar Indonesia.

    6. Ahmad Maryani Ismail

    6. Ahmad Maryani Ismail

    Ahmad Maryani Ismail merupakan salah satu ulama karismatik asal Banten yang pernah sangat berpengaruh di zamannya. Ahmad Maryani Ismail sangat menentang kolonialisme dan komunis di tanah air.

    Ahmad Maryani Ismail yang disebut juga sebagai Ahmar atau Ustad Maryani lahir dari keluarga terpandang dan taat beragama.

    Usai menikah dan pindah ke Serang, Ahmad Maryani Ismail mendirikan Kampung Persis. Kampung Persis mengamalkan as Sunnah shahih berikut juga Al-Qur’an.

    7. Buya Hamka

    7. Buya Hamka

    Tokoh pembaharuan Islam di Indonesia berikutnya yang sangat populer adalah Buya Hamka. Beliau merupakan ahli agama, sastrawan, filsuf Indonesia.

    Buya Hamka merupakan nama pena dari Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo. Buya Hamka merupakan ketua MUI pertama di tanah air yang juga ikut berpartisipasi di organisasi Muhammadiyah.

    Sejarah Buya Hamka sebagai tokoh pembaharuan Islam tanah air sangatlah panjang. Beliau bahkan pernah di penjara karena dituduh melakukan gerakan subversif.

    Seiring dengan kebebasannya pada tahun 1966, Hamka memilih untuk memusatkan perhatian dan waktunya untuk berdakwah di Masjid Agung Al-Azhar. Beliau juga banyak berceramah di TVRI maupun RRI.

    8. Abdul Wahab Rokan

    8. Abdul Wahab Rokan

    Abdul Wahab Rokan merupakan ulama, seorang sufi, ahli fikih, dan juga Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang sangat populer di Sumatera Timur. beliau lahir di Riau pada September 1811.

    Syekh Abdul Wahab memperoleh pendidikan agama yang sangat baik, beliau belajar langsung dari ayahnya kemudian pada guru besar seperti Tuanku Muhammad Shaleh Tambusai serta Syeikh Muhammad Yusuf.

    Syekh Abdul Wahab bertolak ke Mekah tahun 1863 untuk menunaikan ibadah haji sekaligus menambah pengetahuan agamanya. Beliau menghabiskan waktu beberapa tahun belajar dengan para ulama termasyhur dari Mekah.

    Pulang dari Mekah, Syekh Abdul Wahab membangun perkampungan yang kemudian dinamakan sebagai Kampung Masjid. Tidak puas dengan perkampungan ini, beliau kemudian mendirikan Kampung Babussalam.

    9. Abdullah Gymnastiar

    9. Abdullah Gymnastiar

    Abdullah Gymnastiar atau yang lebih populer dengan nama Aa Gym merupakan seorang penulis buku, pendakwah, penyanyi, pengusaha, sekaligus pendiri Ponpes Daarut Tauhiid.

    Aa Gym mulai dikenal di Indonesia sejak berdakwah pada tahun 2000 di TV Nasional. Uniknya, pembahasan utama yang seringkali Aa Gym sampaikan saat berdakwah adalah tentang keluarga dan ibu rumah tangga.

    Kemudian, kondisi tersebut pula yang membuat Aa Gym terkena kontroversi ketika ketahuan telah berpoligami.

    Dibalik kontroversinya, Aa Gym memiliki latar belakang pendidikan yang sangat bagus. Beliau juga telah berhasil mempublikasikan banyak buku termasuk di dalamnya adalah Syarah Al-Hikam, Hidup adalah Surga, dan sebagainya.

    10. Kyai Haji Abdullah Syafi’i

    10. Kyai Haji Abdullah Syafi’i

    Kyai Haji Abdullah Syafi’i merupakan pendiri pertama dari Perguruan as-Syafi’iyah yang berlokasi di Jakarta. Latar belakangnya dalam organisasi sangat beragam termasuk menjadi Ketua I MUI

    KH. Abdullah Syafi’i merupakan anak yang lahir dari keluarga muslim dengan latar belakang pendidikan keislaman. Selain mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, beliau juga belajar langsung dari para ulama.

    KH. Abdullah Syafi’i atau Kiai Dulloh mendirikan Madrasah Diniyah pertama kali di usia yang ke-17 tahun. Berawal dari madrasah tersebut, kemudian Kiai Dulloh berhasil mengembangkan Islam dari bidang pendidikan.

    Islam mungkin agama mayoritas di tanah air tapi bukan berarti tidak pernah mengalami kemunduran pada masa-masa tertentu. Karena kondisi yang kurang menguntungkan, para tokoh mengambil sikap dengan melakukan pembaharuan.

    Siapa yang tahu jika gerakan pembaharuan hadir sudah sangat lama, tepatnya pada abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19 Masehi. Gerakan pembaharuan tersebut mengalami pertumbuhan dari abad ke abad.

    Tokoh pembaharuan Islam di Indonesia pun mengalami kemajuan karena teknologi yang semakin berkembang. Setiap tokoh hadir dengan pemikiran yang positif untuk memperluas ajaran Islam di Nusantara.

  • Daging Biawak Halal atau Haram? Ini Pendapat Ulama

    Daging Biawak Halal atau Haram? Ini Pendapat Ulama

    Daging biawak merupakan salah satu jenis daging hewan yang tidak lazim untuk dikonsumsi. Alhasil, banyak warga muslim Indonesia yang mempertanyakan apakah daging biawak halal atau haram. 

    Perkara halal dan haramnya daging hewan yang kita konsumsi adalah salah satu hal yang menjadi perhatian bagi umat muslim. Tak sedikit dari umat muslim di Indonesia yang menghindari daging biawak jika masih ragu dengan status kehalalan dagingnya.

    Agar tidak menimbulkan keraguan di kalangan umat muslim, berikut akan kami bahas perihal status kehalalan dari daging biawak. Mari simak artikel berikut untuk mengetahui pembahasannya secara lengkap.

    Mengenal Biawak dan Jenis-jenisnya

    Untuk mengetahui apakah daging biawak halal atau haram, tentu kita harus mengenal asal-usul dari biawak itu sendiri. Dengan begitu, kita bisa mengklasifikasikannya ke dalam golongan hewan yang boleh dikonsumsi atau tidak dalam pandangan Islam.

    Biawak sendiri merupakan binatang yang masuk ke dalam kelompok kadal (kelas reptilia) berukuran menengah dan besar. Persebarannya meliputi wilayah-wilayah beriklim tropis dan juga panas seperti Afrika, Asia, hingga Australia.

    Di Indonesia, setidaknya ada 3 jenis biawak yang kita kenal. Ketiga jenis biawak tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Varanus Komodoensis

    Biawak Varanus Komodoensis, yang lebih dikenal dengan nama komodo, adalah salah satu kadal raksasa paling terkenal di dunia. Biawak ini adalah spesies endemik yang hanya ditemukan di beberapa pulau di Indonesia, terutama di Pulau Komodo.

    Komodo adalah hewan karnivora yang besar, dengan panjang tubuh bisa mencapai lebih dari 3 meter dan berat bisa mencapai 70 kilogram atau lebih. Mereka dikenal karena ukuran dan kekuatannya yang luar biasa.

    Salah satu ciri khas yang paling mencolok dari biawak komodo adalah kemampuannya sebagai predator puncak di ekosistemnya. Mereka memangsa berbagai jenis hewan, termasuk rusa, babi hutan, kambing liar, dan hewan-hewan kecil lainnya. 

    Metode berburu komodo adalah dengan menyergap mangsa mereka, menggigitnya dengan gigi-gigi bergerigi tajam yang penuh dengan bakteri beracun, dan kemudian mengikuti mangsa mereka yang terluka seiring waktu karena infeksi. 

    Baca juga: Dalil Keringanan Puasa untuk Ibu Hamil, Perhatikan Moms!

    2. Varanus Salvator

    Biawak Varanus Salvator dikenal juga sebagai biawak air merupakan salah satu spesies biawak yang cukup besar dan tersebar luas di wilayah Asia Tenggara. Makanannya meliputi hewan-hewan di dekat sumber air seperti ikan, katak, kepiting, hingga tikus.

    Varanus Salvator memiliki penampilan khas seperti tubuh yang panjang dan ramping, serta ciri khas berupa pola warna mencolok, termasuk garis-garis dan bercak-bercak kuning atau oranye di tubuh dan ekornya.

    Biawak air adalah hewan semi aquatic yang sering ditemukan di sepanjang sungai, rawa-rawa, dan danau. Biawak jenis ini sangat terampil dalam berenang dan sering memanfaatkan air sebagai tempat berlindung dan mencari makanan. 

    Biawak jenis ini adalah predator tangguh dengan gigi-gigi tajam serta kuku-kuku yang kuat untuk menangkap mangsa mereka.

    3. Varanus Panoptes

    Biawak Varanus panoptes atau dikenal sebagai biawak semak adalah spesies biawak yang berasal dari Australia. Biawak jenis ini termasuk dalam kelompok semi-arboreal. Artinya, hewan ini sering ditemukan di pohon dan juga semak-semak. 

    Biawak semak termasuk karnivora yang memakan berbagai jenis mangsa seperti burung, telur, mamalia kecil, dan serangga. Mereka terkenal karena kecepatan dan ketangkasannya dalam berburu. 

    Selain itu, spesies ini memiliki penglihatan tajam yang membantu mereka mendeteksi mangsa di sekitarnya. Sejauh ini, pengetahuan tentang mereka masih terbatas dibandingkan dengan beberapa spesies biawak lainnya. 

    Upaya untuk memahami ekologi dan perilaku mereka masih terus dilakukan, dan perlindungan terhadap habitat alaminya di Australia adalah kunci untuk pelestarian spesies ini dan keanekaragaman hayati yang ada di sana.

    Klasifikasi Makanan Halal dan Haram dalam Islam

    Untuk menentukan apakah daging biawak halal atau haram, tentu kita harus merujuk pada perintah dan larangan Allah SWT serta hadits. Adapun perintah tentang halal dan haramnya sesuatu juga dijelaskan dalam QS. Al-A’raf Ayat 157:

    … وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ …

    wa yuḥillu lahumuṭ-ṭayyibāti wa yuḥarrimu ‘alaihimul-khabā`iṡa

    Artinya:

    “Dia (Allah) yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka.”

    Allah juga menyebutkan beberapa hewan yang haram dimakan dalam QS. al-Baqarah Ayat 173 yang berbunyi:

    إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيْرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Innamā ḥarrama ‘alaikumul-maitata wad-dama wa laḥmal-khinzīri wa mā uhilla bihī ligairillāh, fa maniḍṭurra gaira bāgiw wa lā ‘ādin fa lā iṡma ‘alaīh, innallāha gafụrur raḥīm

    Artinya:

    “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih dengan nama selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Rasulullah SAW juga menyebutkan:

    “Setiap yang bertaring dari binatang buas, maka memakannya adalah haram.” – HR. Muslim No. 1933.

    Khusus hadits di atas, terdapat pengecualian untuk hewan-hewan yang berkuku seperti ayam, merpati, atau rusa. Meski berkuku, hewan-hewan tersebut tetap halal dimakan karena tidak menggunakan kukunya untuk menyerang. 

    Beberapa ayat Al-Qur’an dan juga hadits di atas menunjukkan beberapa kriteria binatang yang halal dan haram dikonsumsi. Dari sana, kita bisa menilai apakah daging biawak halal atau haram.

    Meski begitu, beberapa ayat dan hadits di atas belum spesifik merujuk pada satu jenis biawak sehingga diperlukan rujukan lain untuk menentukan status kehalalannya.

    Jadi, Daging Biawak Halal atau haram?

    Ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa daging biawak adalah halal dimakan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

    Dari Khalid bin Walid (diriwayatkan): Sesungguhnya ia masuk bersama Rasulullah SAW ke rumah Maimunah, lalu disajikan daging dhlab panggang. Rasulullah menjulurkan tangannya (untuk mengambilnya). Berkatalah sebagian wanita (yang ada di rumah), Beritahukanlah kepada Rasulullah apa yang dimakannya. Mereka lantas berkata, wahai Rasulullah, itu adalah daging dhlab. Rasul menarik kembali tangannya. Aku berkata, wahai Rasulullah, apakah binatang ini haram? Beliau menjawab, tidak, tetapi binatang ini tidak ada di tanah kaumku sehingga aku merasa jijik padanya. Khalid berkata: Aku pun mencuilnya dan memakannya sementara Rasulullah SAW memperhatikanku – HR. Bukhari no. 5537.

    Meski begitu, dalam  banyak pembahasan kitab fiqih, “dhlab” sering diartikan sebagai biawak. Padahal, hewan dhlab yang dimaksud dalam hadits bukanlah biawak yang sering kita temukan di dekat sungai atau rawa-rawa.

    Akan tetapi, hewan tersebut lebih tepat diartikan sebagai “kadal gurun” atau masuk ke dalam genus reptilia dari ordo kadal. Hewan ini banyak terdapat di daerah gurun, terutama di negara-negara Arab.

    Secara bentuk, hewan ini memang mirip dengan biawak, tokek, atau bunglon. Namun, ukurannya lebih kecil daripada biawak yang kita kenal.

    Jadi, daging biawak halal atau haram? Dari tiga jenis biawak yang sudah kita bahas sebelumnya dan merujuk pada ayat serta hadits di atas, para ulama mengambil kesimpulan bahwa beberapa biawak haram hukumnya untuk dimakan.

    Adapun biawak yang diharamkan adalah pada jenis komodo (varanus komodoensis) dan juga biawak air (varanus salvator). Hal ini seperti penggalan QS. Al-A’raf ayat 157, di mana Allah SWT menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk.

    Kita tahu jika komodo termasuk hewan buas dan berbahaya, termasuk racun yang ada pada air liurnya. Begitu juga dengan biawak air.

    Sedangkan biawak jenis varanus panoptes masih diragukan karena penelitian tentangnya masih terbatas. Pada kondisi tersebut, ulama menyarankan untuk menghindarinya demi kehati-hatian.

    Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa daging biawak, terutama untuk jenis komodo dan biawak air adalah haram karena keduanya termasuk binatang buas dan berbahaya. Sementara untuk jenis varanus panoptes belum diketahui.

    Jadi, tidak perlu merasa bingung lagi apakah daging biawak halal atau haram. Ulama yang menghalalkan biawak umumnya menganggap bahwa dhlab adalah sama dengan biawak yang kita kenal. Wallaahu aa’lamu bissawaab.

  • Doa Ketika Mimpi Buruk Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Doa Ketika Mimpi Buruk Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    Ketika sedang tidur, ada kalanya seseorang bermimpi. Bermimpi banyak hal, baik itu kejadian menyenangkan ataupun menyedihkan. Mimpi menyedihkan yang tergolong buruk perlu kita cari solusinya, salah satunya dengan membaca doa ketika mimpi buruk.

    Sebagai seorang muslim, meminta perlindungan kepada Allah merupakan hal yang wajib.

    Apalagi mimpi buruk biasanya berasal dari godaan setan yang membuat kita akan semakin gelisah atau tidak tenang.

    Doa Ketika Mimpi Buruk

    Mimpi buruk yang membawa dampak negatif tentu harus segera kita atasi. Mimpi buruk bisa menyebabkan kondisi seseorang menjadi cemas, tekanan mendalam dan bahkan rasa ketakutan.

    Untuk itu, jika kita mengalami mimpi buruk bisa langsung meminta perlindungan kepada Allah melalui doa mimpi buruk. Inilah beberapa doa yang bisa kita panjatkan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah:

    1. Doa Pertama

    Riwayat doa pertama ini dari Ibnu Sunni. Bacaan doa ini menjadi anjuran ketika kita mengalami mimpi buruk, berikut doa ketika mimpi buruk dan artinya tersebut:

    هُوَ اللهُ ، اَللهُ رَبِّيْ لَا شَرِيْكَ لَهُ. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

    Latinnya, “Huwallahu, allahu rabbi, la syarika lahu. A’udzu bikalimatillahit tammati min ghadhabihi wa min syarri ibadihi wamin hamazatis syayatini wa an yahdhuruni.”

    Artinya: “Dialah Allah, Allah Tuhanku. Tidak sekutu bagi-Nya. Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan para hamba-Nya dan godaan setan. Aku pun berlindung kepada-Nya dari kepungan setan itu.”

    2. Doa Kedua

    Doa ketika mimpi buruk selanjutnya yaitu riwayat oleh Ibnu Sunni. Inilah doa yang bisa kita ucapkan dengan keyakinan atas pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

    أَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَان وَسَيِّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ

    Doa ketika mimpi buruk latin, “Allahumma inni a’udzubika min ‘amalis syaithoni wa sayyiatil ahlam.”

    Artinya, “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi.”

    Anjuran dan Sunnah Rasulullah Ketika Mimpi Buruk

    Sebagai seorang muslim, tentu Rasulullah SAW menjadi panutan manusia di muka bumi. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang Rasulullah SAW ajarkan ketika seseorang mengalami mimpi buruk :

    1. Meludah Kekiri 3 Kali

    Ada banyak hadits yang menerangkan secara jelas akan hal tersebut. Sebagaimana jika seseorang bermimpi buruk, sebaiknya meludah ke kiri sebanyak 3 kali. Salah satunya dari Imam Nawawi yang menjelaskan dalam kitab Al-Adzkar halaman 92.

    Pada kitab tersebut menjelaskan bisa dengan meniup tanpa mengeluarkan ludah.

    “Mimpi yang baik bersumber dari Allah. Dan mimpi buruk datangnya dari setan. Maka barangsiapa bermimpi yang dibenci (mimpi buruk), hendaklah ia meludah ke kiri sebanyak tiga kali dan mohon perlindungan kepada Allah dari setan. Maka sesungguhnya mimpi itu tidak akan membahayakan.” (Muttafaq Alaih).

    Selain itu, juga ada hadits riwayat Muslim yang menjelaskan sebagai berikut :

    “Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaknya ia meludah kekiri tiga kali, berlindunglah kepada Allah dari gangguan setan tiga kali…..”

    Baca juga: Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Manfaat, dan Keutamaannya

    2. Meminta Perlindungan dan Pertolongan Kepada Allah SWT

    Selanjutnya, Rasulullah mengajarkan seorang muslim jika mengalami mimpi buruk hendaknya minta perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, caranya dengan membaca doa ta’awudz sebanyak tiga kali.

    “A’udzu billahi minasy syaithanir rajim.”

    Yang artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    3. Menjalankan Sholat

    Selain membaca ta’awudz meminta perlindungan dan pertolongan kepada Allah melalui ucapan sebagai doa ketika mimpi buruk. Kita harus mengerjakan sholat untuk menghindari perasaan tidak tenang.

    Ketika shalat, kita bisa memperbanyak bacaan istighfar. Sebelum itu, tentu kita harus mengambil air wudhu terlebih dahulu untuk menjaga diri dari gangguan setan. Barulah tunaikan sholat dengan hati yang tenang dan khusuk.

    “Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah. Kemudian, sholatlah….” (HR. Muslim)

    4. Mengubah Posisi Tidur

    Selanjutnya mengubah posisi tidur setelah bacaan doa ketika mimpi buruk kita baca. Mengubah posisi tidur dari posisi semula, tentu hal ini bisa dilakukan ketika ingin melanjutkan tidur.

    Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika kalian mengalami mimpi yang dibenci (mimpi buruk) hendaklah meludah ke sebelah kiri tiga kali dan memohon perlindungan dari Allah dari godaan setan tiga kali, kemudian mengubah posisi tidurnya dari posisi semula.” (HR. Muslim)

    5. Tidak Perlu Cerita kepada Orang Lain

    Jika kita bermimpi buruk sebaiknya kita tidak menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain. Alasannya mungkin saja bisa membuat orang lain khawatir dan takut akan mimpi itu juga. Lebih baik kita langsung memanjatkan doa ketika mimpi buruk sesuai sunnah saja.

    “Siapa yang bermimpi yang tidak disukainya, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya dan dari kejahatan setan, dan hendaklah meludah tiga kali dan jangan menceritakannya kepada seorang pun, niscaya mimpi itu tidak membahayakan.” (HR. Al-Bukhari)

    6. Tidak Boleh Menafsirkan Mimpi Secara Negatif

    Etika baiknya kita tidak boleh berprasangka sendiri atas mimpi tersebut. Sehingga, tidak boleh menafsirkan mimpi baik menafsirkan sendiri ataupun meminta bantu orang lain.

    Akhirnya langkah terbaik dengan kita mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan dan perlindungan dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Mendekatkan diri kepada Allah merupakan solusi jalan terbaik untuk setiap masalah.

    “Mimpi itu berada di kaki burung (mengambang) selama tidak di ta’birkan atau ditafsirkan, jika dita’birkan bisa jadi mimpi itu akan terjadi.” (HR. Ibnu Majah: shahih)

    Itulah bacaan doa ketika mimpi buruk dan beberapa sunnah yang Rasulullah SAW kerjakan ketika bermimpi buruk. Mulai dari meludah ke kiri sebanyak tiga kali, selanjutnya membaca ta’awudz, melanjutkan sholat.

  • Doa Bercermin Arab, Latin, dan Adab Saat Bercermin

    Doa Bercermin Arab, Latin, dan Adab Saat Bercermin

    Islam mengajarkan keutamaan menjaga akhlak yang baik dalam setiap tindakan. Salah satu contohnya dapat kita lihat dalam doa bercermin.

    Bagi muslim, bercermin bukan sekedar cara mengecek penampilan. Melainkan juga menjadi pengingat untuk mengenali diri dan bersyukur pada Allah SWT.

    Mari simak lebih lanjut mengenai doa ketika bercermin dan adab yang tepat.

    Doa Ketika Bercermin

    Bercermin termasuk dalam rutinitas sehari-hari yang biasa dilakukan sebelum beraktivitas. Cermin membantu untuk memperhatikan penampilan dengan pantulan diri yang terefleksi.

    Pantulan tersebut menunjukkan bagaimana Allah SWT telah menciptakan paras tampan, cantik, dan tubuh yang bagus.

    Semua karunia fisik tersebut hendaknya disertai dengan keindahan batin, yang berupa akhlak yang baik.

    Dengan demikian, kamu tidak hanya tampan atau cantik di luar, namun juga memancarkan kebaikan sehingga akan makin banyak orang yang menyayangimu.

    Dalam Islam, terdapat beberapa doa bercermin dan berpakaian yang bisa kamu amalkan.

    Berikut doa bercermin dalam bahasa Arab yang umum digunakan:

    اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي

    Sedangkan doa bercermin dalam bahasa latin yaitu:

    Allahumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqi.

    Artinya: “Ya Allah, sebagaimana Engkau baguskan tubuhku, maka baguskanlah akhlakku.”

    Doa tersebut berasal dari hadist shahih riwayat Ibnu Hibban, Al Baihaqi, dan Abu Ya’la.

    Baca juga: 8 Arti Mimpi Hamil dalam Islam, Sebuah Pertanda Baik?

    Dengan membaca doa tersebut, diharapkan umat muslim mengingat untuk bersyukur atas karunia Allah. Selain itu, dalam doa itu juga meminta supaya memiliki akhlak yang baik.

    Selain mengamalkan doa bercermin, akan lebih baik lagi jika kamu juga membaca doa berpakaian. Berikut bacaan doa saat berpakaian:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

    Berikut bacaan doa dalam tulisan latin:

    Alhamdulillahilladzi kasaaniy hadzats tsauba wa rozaqonihi min ghoiri hawlin minniy wa laa quwwatin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku.” (HR. Abu Daud no. 4023. Hasan)

    Seperti doa saat bercermin, doa saat berpakaian juga menjadi pengingat bagi umat muslim untuk bersyukur kepada Allah SWT. Namun, ternyata doa tersebut juga memiliki keutamaan lain.

    Melansir dari Rumaysho, membaca doa berpakaian memiliki keutamaan ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih. Artinya, akan diampuni dosa yang telah lalu.

    Bacaan doa ketika bercermin

    Keutamaan Doa Bercermin

    Sebagaimana setiap doa, membaca doa ketika bercermin juga membawa berbagai keutamaan, meliputi:

    1. Meningkatkan Rasa Syukur

    Membaca doa ketika bercermin dapat meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmatnya. Pasalnya, penampilan dan keindahan fisik yang terlihat saat bercermin merupakan pemberian Allah.

    Dengan mengingat rasa syukur, kamu juga dapat terhindar dari perasaan sombong karena memiliki fisik yang cantik.

    2. Menjunjung Keindahan

    Dalam hadis disebutkan bahwa Allah mencintai keindahan. Maka, dengan membaca doa saat bercermin, umat muslim mengingat bahwa keindahan rupa yang dimiliki merupakan karunia pemberian Allah SWT.

    Sudah sewajarnya umat muslim menjaga keindahan tersebut dengan tampil rapi dan bersih.

    3. Menjauhkan Keburukan dan Mendatangkan Kebaikan

    Berdoa ketika bercermin akan menjauhkan keburukan. Sebagaimana berhias, saat bercermin kamu dapat memperbaiki penampilan sehingga lebih rapi.

    Selain itu, membaca doa juga akan mendatangkan pahala dan kebaikan. Saat membaca doa kamu juga memohon untuk diberikan akhlak yang baik. Dengan kebaikan akhlak, kamu juga akan mendapatkan lebih banyak kebaikan lain.

    Adab Saat Bercermin

    Biasanya, bercermin dilakukan untuk menata penampilan sebelum memulai kegiatan. Dalam Islam, hukum bercermin adalah mubah. Sehingga siapa saja, baik pria maupun wanita boleh bercermin.

    Meskipun tidak ada larangan, kamu perlu memperhatikan adab saat mematut diri di depan cermin.

    Mari pelajari apa saja adab bercermin yang sesuai dengan sunnah nabi:

    1. Niat yang Baik

    Pertama-tama, pastikan kamu memiliki niat yang baik saat bercermin. Maksudnya yaitu niat yang murni untuk menyenangkan Allah SWT.

    Bercermin sebagai rangkaian berhias atau berdandan hendaknya bertujuan untuk merawat diri agar tampil bersih dan rapi selama menjalani aktivitas.

    2. Membaca Doa

    Adab berikutnya yang perlu kamu terapkan yaitu membaca doa saat bercermin. Islam menganjurkan umatnya untuk berdoa sebelum dan selama melakukan setiap aktivitas.

    Doa bercermin untuk wanita maupun pria sama. Kamu bisa menghafalkan bacaan doa dan membacanya setiap kali hendak bercermin sesuai tuntunan sunnah.

    Dengan membaca doa tersebut, umat muslim akan mengingat untuk mensyukuri nikmat Allah, termasuk wajah dan fisik.

    3. Tidak Berlebihan

    Adab bercermin selanjutnya ialah menghindari melakukan dengan berlebihan. Seperti halnya saat berhias, bercermin sebaiknya kamu lakukan dengan sewajarnya saja.

    Hindari berhias dan bercermin berkali-kali. Selain itu, sebaiknya kamu juga tidak berlama-lama saat bercermin.

    Pasalnya, bercermin terlalu lama bisa menimbulkan perasaan tidak puas pada penampilan. Penyebabnya tidak lain adalah sifat manusia yang cenderung merasa kurang. Misalnya, merasa hidung kurang mancung atau mata kurang besar.

    Nah, perasaan yang demikian dapat membuat kita kurang bersyukur pada nikmat Allah SWT.

    4. Menghindari Tabarruj

    Tabarruj artinya perbuatan atau penampilan yang memancing perhatian orang lain. Ajaran Islam mengharamkan tabarruj karena dapat mengganggu ketertiban sosial dan memicu godaan menyesatkan, bahkan dapat mengundang kejahatan.

    Maka dari itu, umat muslim perlu memperhatikan batas-batas kesopanan saat berdandan. Salah satu contohnya ialah menggunakan riasan yang sederhana dan tidak berlebihan.

    Selain itu, muslim dianjurkan untuk menjaga aurat. Maka, kamu sebaiknya menghindari mengenakan pakaian yang mengekspos bagian tubuh. Contohnya, celana ketat.

    5. Tetap Rendah Hati

    Sikap rendah hati termasuk dalam adab bercermin yang penting untuk umat muslim terapkan. Artinya, kamu sebaiknya tidak terlalu bangga hingga menjadi sombong karena memiliki wajah yang tampan atau cantik.

    Ingatlah bahwa wajah tersebut merupakan nikmat pemberian Allah SWT. Kamu harus bersyukur telah mendapatkan nikmat tersebut sambil tetap rendah hati. Apalagi, Allah membenci orang yang bersifat sombong.

    6. Menggunakan Produk Halal

    Mengingat bercermin biasanya termasuk dalam rangkaian berdandan, kamu juga sebaiknya mencermati produk yang digunakan.

    Baik berupa produk perawatan maupun kosmetik, pastikan bahwa produk tersebut tidak mengandung bahan haram. Contoh bahan haram yang sering terkandung dalam produk perawatan dan kosmetik yaitu alkohol dan bahan hewani.

    Kamu bisa mengecek bahan-bahan produk pada kemasan. Atau bisa juga memilih produk yang telah mendapatkan sertifikasi halal.

    7. Menjaga Kebersihan

    Islam menganjurkan tindakan untuk menjaga kebersihan. Maka saat bercermin, tidak hanya kebersihan tubuh setelah berdandan yang perlu kamu perhatikan. Namun juga kebersihan lingkungan sekitar.

    Jangan sampai kamu sibuk mempercantik penampilan, tapi membiarkan ruangan tempat berdandan kotor dan berantakan.

    Setelah selesai berdandan dan memastikan penampilanmu rapi, sebaiknya bersihkan dan rapikan kembali ruangan sekitar kamu.

    Itulah doa bercermin dan adab yang perlu kamu terapkan saat bercermin. Meskipun termasuk amalan sederhana, membiasakan membaca doa saat bercermin dapat mendatangkan kebaikan.

  • Ketentuan dan Cara Menghitung Zakat Emas, Perak, Perhiasan, dan Harta

    Ketentuan dan Cara Menghitung Zakat Emas, Perak, Perhiasan, dan Harta

    Mungkin masih banyak yang belum paham cara menghitung zakat emas dan perak yang benar. Padahal, zakat perhiasan ini juga bersifat wajib bagi orang yang mampu dari segi finansial atau keuangan.

    Perhitungan zakat emas dan perak dalam perhiasan tentunya berbeda dengan zakat fitrah di bulan Ramadhan. Zakat emas dan perak memiliki dalilnya sendiri. Lalu, seperti apa aturan dan cara menghitungnya?

    Bagi muslim yang ingin menunaikan zakat emas dan perak, simak penjelasan berikut yang terdiri dari pengertian, aturan, syarat dan cara menghitungnya!

    Apa itu Zakat Emas dan Perak?

    Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib umat muslim tunaikan. Bayar zakat adalah memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan karena hak mereka ada di dalam harta kita miliki.

    Salah satu zakat yang bersifat wajib ditunaikan bagi orang sudah mampu dari segi ekonomi dan telah memenuhi syarat wajib zakat adalah zakat emas dan perak.

    Tidak hanya zakat fitrah saja yang memiliki dalil dalam Al-quran, tetapi zakat emas dan perak perhiasan juga memiliki dalil yang menjadi sumber anjuran, yaitu:

    Allah SWT berfirman yang artinya:

    “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS At-Taubah: 34-35).

    Zakat emas dan perak adalah termasuk bagian zakat mal, zakat ini wajib ditunaikan karena memiliki potensi berkembang sebagaimana hewan ternak.

    Kewajiban membayar zakat emas dan perak apabila mencapai batas minimum wajib zakat (nisab) dan haul (satu tahun hijriah) sesuai ketentuan berlaku.

    Sementara zakat emas dan perak tidak wajib pemiliknya keluarkan jika berupa perhiasan halal, seperti anting, kalung, dan gelang yang wanita pakai.

    Sementara emas dan perak yang digunakan secara haram, seperti laki-laki memakai emas atau perhiasan yang melampaui batas kewajaran, maka wajib zakat. Lalu, seperti apa aturan dan nisab zakat emas dan perak?

    Baca juga: Batas Waktu Sholat Isya sampai Jam berapa? Ini Dalilnya

    Aturan Zakat Emas dan Perak

    Sebelum membahas tentang cara menghitung zakat emas dan perak perhiasan, ketahui dahulu aturan membayar zakat sesuai ketentuan yang berlaku.

    Menurut Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), zakat emas dan perak maupun logam mulia adalah zakat yang dikenakan ketika sudah mencapai nisab dan haul.

    Selain itu, kewajiban untuk zakat perhiasan emas dan perak juga berdasarkan dari hadits riwayat Abu Daud. Adapun arti hadits tersebut berbunyi:

    “Jika kamu memiliki perak 200 dirham dan sudah mencapai haul (satu tahun), maka wajib zakat 5 dirham. Dan untuk emas, kamu tidak wajib menzakati kecuali sudah mencapai 20 dinar, maka wajib zakat setengah dinar. Lalu setiap kelebihannya wajib zakat sesuai persentasenya.” (HR Abu Daud).

    Sementara kewajiban membayar zakat emas dan peran berdasarkan hadits riwayat Muslim adalah sebagai berikut:

    “Tidak ada seorang pun memiliki emas dan perak yang dia tidak berikan zakatnya, melainkan pada hari kiamat menjadikan harta itu beberapa keping api neraka dan setrika pada punggung dan jidatnya.” (HR Muslim).

    Jadi, sudah jelas aturan dari kewajiban seseorang mengeluarkan zakat emas dan perak sesuai hadist. Lantas, bagaimana nisab zakat emas dan perak?

    Pada dasarnya, besaran dari nisab zakat emas adalah 85 gram. Sedangkan, nisab zakat perak adalah 595 gram. Jadi, jika memiliki emas atau perak dengan jumlah melebihi nisab, maka wajib bayar zakatnya.

    Syarat Wajib Zakat Emas dan Perak

    Jika kita memiliki emas atau perak perhiasan yang ingin zakat, maka harta tersebut harus memenuhi syarat wajib zakat. Jika belum memenuhi syarat, maka belum bisa zakat. Berikut syarat wajibnya adalah:

    1. Milik Sendiri: Kepemilikan perhiasan emas atau perak itu adalah atas nama sendiri, secara sah milik sendiri, bukan pinjaman atau milik orang lain.
    2. Mencapai Haul: Perhiasan emas atau perak yang kita miliki sudah tersimpan selama satu tahun berjalan atau melebihi satu tahun.
    3. Mencapai Nisab: Perhiasan emas atau perak sudah ada di dalam batas yang berlaku sebagai kategori harta yang wajib bayar zakatnya.

    Itulah persyaratan wajib untuk mengeluarkan zakat emas atau perak yang penting kita ketahui. Perhiasan itu harus milik sendiri, telah sampai haulnya, dan telah mencapai nisabnya yang ada dalam ketentuan.

    Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak

    Jika melihat hadis riwayat Abu Daud yang sudah disebutkan di atas, bahwa zakat emas dan perak wajib kita bayarkan ketika sudah mencapai nisab dan haul.

    Dari hadist tersebut pun dapat kita pahami, bahwa pengeluaran zakatnya adalah 2,5% dari emas dan perak. Hal ini karena 5 dirham adalah 2,5% dari 200 dirham, serta setengah dinar adalah 2,5% dari 20 dinar.

    Setelah mengetahui besaran persentase zakat emas dan perak yang harus kita bayarkan, selanjutnya ketahui cara menghitung zakat emas dan perak, yaitu:

    Cara perhitungan zakat emas:

    1. Jika emas yang kita miliki, tidak kita pakai dan kita pakai hanya setahun sekali, rumusnya:

    Zakat emas = emas yang kita miliki x harga emas x 2,5%

    1. Jika emas yang kita miliki ada yang kita pakai, rumusnya:

    Zakat emas = (emas yang kita miliki – emas kota pakai) x harga emas x 2,5%

    Cara perhitungan zakat perak:

    1. Jika perak yang kita miliki, tidak kita pakai atau kita pakai hanya setahun sekali, rumusnya:

    Zakat perak = perak yang kita miliki x harga perak x 2,5%

    1. Jika perak yang kita miliki ada yang kita pakai, rumusnya:

    Zakat perak = (perak yang kita miliki – perak yang kita pakai) x harga perak x 2,5%

    Sebenarnya ada rumus yang seringkali digunakan untuk hitung zakat emas dan perak yang lebih mudah, yaitu kita tinggal kali dengan jumlah emas atau perak yang kita miliki dengan 2,5%.

    Secara umum, rumus zakat dan perak adalah:

    Zakat = jumlah emas atau perak (gram) x 2,4%

    Dengan menggunakan rumus ini, cara menghitung zakat emas dan perak menjadi sangat mudah. Kita bisa memakai rumus ini ketika ingin bayar zakat atas perhiasan yang kita miliki sebagai kewajiban zakat.

    Contoh Menghitung Zakat Emas

    Jika ingin lebih memahami tentang rumus menghitung zakat dari emas dan perak, maka bisa pelajari dan pahami contoh berikut. Berapa jumlah yang harus kita keluarkan untuk membayar zakat emas dan perak?

    Contoh 1

    Ketika kita memiliki perak murni seberat 700 gram dan sudah tersimpan selama satu tahun, maka wajib bayar zakat karena sudah melebihi nisab perak (595 gram). Berapa zakat yang harus kita bayarkan?

    Zakat yang harus kita keluarkan = 2,5% x 700 gram = 17,5 gram

    Jika harus membayar dalam bentuk uang, maka perhitungannya adalah 17,5 gram x Rp 8.000 / gram perak = Rp 140.000

    Contoh 2

    Jika kita memiliki emas seberat 100 gram dan tersimpan selama satu tahun lebih, maka emas ini wajib kita zakatkan karena telah memenuhi nisab emas (85 gram). Berapa zakat yang harus kita bayarkan?

    Misal harga emas saat ini Rp 800.000 per gram, maka 100 gram emas adalah Rp 80.000.000. cara perhitungan zakatnya sebagai berikut:

    Jadi, zakat emas harus kita bayar adalah 2,5% x Rp 80.000.000 = Rp 2.000.000

    Dari kedua contoh di atas, kita bisa pahami bahwa bayar zakat emas dan perak wajib hukumnya ketika sudah mencapai nisab dan haul. Selain itu, wajib zakat juga termasuk kriteria orang mampu secara finansial.

    Demikian penjelasan tentang cara menghitung zakat emas dan perak sesuai dengan ketentuan. Terpenting sebelum membayar zakat ketahui rumus perhitungan yang benar dan syarat wajibnya telah terpenuhi.

  • Apa itu Islam Syiah? Sejarah dan Pandangan Para Ulama

    Apa itu Islam Syiah? Sejarah dan Pandangan Para Ulama

    Islam Syiah adalah salah satu aliran agama dalam Islam. Mereka yang menganut aliran ini meyakini bahwa hanya keturunan Nabi Muhammad yang pantas menjadi khalifah. Dalam hal ini, yaitu Ali bin Abu Thalib.

    Banyak ulama berpendapat bahwa aliran Syiah dianggap sudah melenceng dari ajaran Islam. Namun, tidak semuanya dianggap sesat karena masih ada sebagian dari penganutnya yang juga mengimani Al-Quran.

    Berikut penjelasan lengkap tentang aliran Syiah yang perlu kita ketahui hanya untuk pengetahuan semata. Langsung saja simak informasinya di bawah ini!

    Apa itu Islam Syiah?

    Syiah menurut etimologi bahasa arab memiliki arti pembela dan pengikut seorang. Sementara menurut terminologi syariat, Syiah artinya mereka yang menyatakan Ali bin Abi Thalib yang berhak menjadi khalifah kaum muslimin.

    Secara garis besar, Islam Syiah adalah aliran dalam agama Islam bagi mereka yang setia menjadi pendukung dan pengikut Ali bin Abi Thalib dan ahlul bait.

    Mereka Memandang bahwa penerus pimpinan Islam adalah Ali bin Abi Thalib yang ditunjuk oleh Nabi Muhammad. Umumnya, mereka tidak mengakui kepemimpinan Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan.

    Meski demikian, tidak semua Syiah mengidentifikasikan mereka sebagai Rafidhah. Rafidhah adalah golongan yang paling sesat dari mereka dan dianggap sebagai kelompok minoritas yang memiliki pandangan ekstrim.

    Secara umum, kemunculan Syiah dipicu karena ada perbedaan pandangan di kalangan para sahabat dengan keluarga Nabi. Perbedaan pandangan ini berkaitan dengan pengganti Nabi Muhammad setelah wafat.

    Baca juga: Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

    Sejarah Munculnya Syiah

    Secara konteks sejarah, konflik Syiah selalu berada di dimensi waktu yang berbeda dengan segala persoalan. Bahkan, kapan waktu kemunculannya pun mengalami pertentangan yang tentunya bisa menjadi pelajaran.

    Islam Syiah adalah kelompok muslim yang mempercayai hanya keturunan Nabi Muhammad yang harus menjadi pemimpin umat setelah Nabi wafat. Berikut ada beberapa pandangan sejarah terkait kemunculan Syiah:

    1. Perselisihan Mengenai Pemimpin

    Kemunculan Syiah terjadi karena adanya perselisihan mengenai pemimpin umat Muslim setelah Nabi Muhammad wafat. Hal ini terjadi karena Nabi tidak menunjuk siapa yang menggantikannya untuk memimpin nantinya.

    Ada berbagai nama yang diusulkan berasal dari sahabat Nabi, salah satunya adalah Ali bin Abi Thalib. Mereka menganggap bahwa hanya dari keturunan Rasulullah SAW yang berhak menjadi khalifah untuk memimpin umat.

    Seperti kita ketahui, Ali bin Abi Thalib adalah sahabat Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Ali juga merupakan menantu Nabi dan orang yang jihadnya besar.

    Tidak hanya itu, Ali juga merupakan pemimpin ahlul bait pada masa hidup Nabi Muhammad SAW. Namun, pada akhirnya Ali bin Abi Thalib yang turut membaiat Abu Bakar untuk menjadi pemimpin umat muslim kala itu.

    Kemunculan Islam Syiah adalah menjadi permulaan mereka yang disebut sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib. Kelompok ini muncul di antara para sahabat Nabi dan meyakini Ali adalah yang berhak menjadi khalifah.

    2. Munculnya Golongan Syiah

    Menurut sejumlah pendapat, Syiah mulai muncul setelah adanya pembunuhan terhadap khalifah Utsman bin Affan. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, masa awal kekhalifahan Utsman, umat muslim bersatu.

    Pada akhir kekhalifahan Utsman bin Affan terjadi peristiwa yang membuat umat perpecahan. Kemudian muncul kelompok pembuat fitnah dan perbuatan dzalim, bahkan tak segan membunuh khalifah Utsman bin Affan.

    Pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib pun muncul golongan Syiah yang terbagi menjadi tiga golongan. Namun, mereka mampu menyembunyikan pemahamannya kepada Ali dan pengikutnya. Berikut tiga golongannya:

    1. Golongan yang menganggap Ali bin Abi Thalib sebagai Tuhan. Namun, ketika Ali mengetahui golongan ini kemudian membakar mereka dan membuat parit di depan pintu Masjid Bani Kandah untuk membakarnya.

    Sebagaimana riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas radhiallahu anha mengatakan:

    “Suatu ketika Ali memerangi dan membakar orang-orang zindiq (Syiah yang menuhankan Ali). Andai aku yang melakukannya, aku tidak akan membakar mereka karena Nabi pernah melarang penyiksaan sebagaimana siksaan Allah. Akan tetapi, aku pasti akan memenggal batang leher mereka karena Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah ia.”

    1. Golongan Sabbah (pencela). Ali telah mendengar tentang Abu Sauda atau Abdullah bin Saba’ bahwa ia pernah mencela Abu Bakar dan Umar bin Khatab sahabat Nabi Muhammad SAW.

    Kemudian, Ali bin Abi Thalib pun mencarinya. Ada yang mengatakan bahwa Ali mencarinya untuk membunuhnya, tetapi ia melarikan diri.

    1. Golongan Mufadhdhilah, yaitu golongan yang telah ada dalam riwayat secara mutawatir dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda:

    “Sebaik-baiknya umat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar dan Umar.”

    Riwayat ini dibawakan Imam Bukhari dalam kitab shahih dari Muhammad bin Hanafiyyah bertanya kepada ayahnya. Siapakah manusia terbaik setelah Rasulullah. Ia menjawab Abu Bakar. Kemudian siapa? Jawabnya, Umar.

    3. Kelompok Sempalan Islam

    Menurut data sejarah lain mengatakan bahwa Syiah sebenarnya adalah kelompok sempalan Islam buatan orang Yahudi, yaitu bernama Abdullah bin Saba”.

    Abdullah bin Saba’ adalah seorang pendeta Yahudi berasal dari Yaman yang berpura-pura masuk Islam. Ia dianggap sengaja membentuk kelompok baru dalam Islam untuk memecah belah dan merusak Islam dari dalam.

    Abdullah bin Saba’ menggalang masa, kemudian ia menyatakan bahwa pemimpin setelah Nabi Muhammad seharusnya Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, Abu Bakar, Umar, dan Utsman telah mengambil kedudukan tersebut.

    Keyakinan itu terus berkembang hingga muncul golongan yang menuhankan Ali bin Abi Thalib. Ali kemudian mengetahui hal itu, lalu membuang dan membakar mereka yang tidak bertaubat dan sebagian melarikan diri.

    Jika melihat dari data sejarah, Syiah adalah kelompok yang memegang paham agama pada Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Cikal bakal kemunculannya sudah sejak awal kepemimpinan Islam setelah Nabi wafat.

    Syiah Menurut Pandangan Ulama

    Menurut pandangan ulama, sebagian kelompok Syiah ada yang mengingkari mushaf Al-Quran. Konon, mereka memiliki mushaf sendiri yang isinya berbeda. Kelompok seperti ini jelas sebagai bentuk kekafiran mereka.

    Bahkan, sebagian dari kelompok Syiah ekstrim ada yang tidak mengakui kenabian Muhammad SAW. Mereka juga mengingkari kepemimpinan Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Syiah seperti ini jelaslah kekafirannya.

    Namun, ada lebih banyak juga di antara mereka yang beriman kepada Al-Quran dan lebih banyak yang tetap mengakui adanya kenabian Muhammad SAW.

    Lalu, apakah benar Syiah Itsna Asyariyah lebih berbahaya dari Yahudi? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan Syaikh Faishal Maulawi, wakil ketua Majelis Kajian dan Fatwa Erip berikut ini:

    Jumhur ulama di masa lalu dan masa kini sepakat bahwa Syiah Itsna Asyariyah adalah termasuk orang Islam dan ahlul qiblah. Sebab, mereka berikrar Tidak Ada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah.

    Meski ada sebagian ulama memandang kelompok ini kafir. Hal ini karena sebagian lafadz dari kitab mereka ditafsirkan telah keluar dari aqidah yang benar.

    Namun, para ulama lain menjawab bahwa tidak bisa menuduh kafir hanya karena tafsiran tulisan mereka. Sebab, menjatuhkan vonis kafir kepada mereka tidak bisa karena hanya berdasarkan penafsiran semata.

    Penganut Syiah Itsna Asy’ariyah juga menunaikan ibadah ke baitullah. Jika mereka divonis sebagai kafir, maka seharusnya mereka tidak boleh masuk ke tanah haram apabila memang mereka bukan termasuk Islam.

    Selain itu, Syeikh juga membantah anggapan bahwa kelompok ini termasuk paham yang lebih berbahaya dari Yahudi. Sebab, keberbahayaan Yahudi sangat jelas dari sisi aqidah, manhaj, idealisme dan sistem hidupnya.

    Masuknya Syiah ke Indonesia

    Islam Syiah adalah aliran agama yang diikuti oleh minoritas umat Islam di dunia. Apasun mayoritas kelompok ini berada di negara Iran, Irak, Lebanon, Azerbaijan, dan Bahrain. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

    Sementara Indonesia mayoritas termasuk golongan Islam Sunni. Namun, ada juga kelompok yang menganut Islam Syiah yang masuk melalui tahapan berikut ini:

    • Tahap pertama, Syiah masuk Indonesia bersama dengan masuknya Islam di Nusantara, tepatnya di Aceh. Mazhab Syiah berada di Kesultanan Peureulak pada abad ke-8 M. Dari sini, Syiah berkembang di Indonesia.
    • Tahap kedua, Syiah masuk ke Indonesia setelah terjadi revolusi Islam Iran pada tahun 1979. Saat itu pimpinan Ayatullah Ruhollah Khomeini berhasil menggulingkan Raja Diraja Shah Mohammad Reza Pahlevi. Kemudian ia membangun Iran menjadi Republik Islam.
    • Tahap ketiga, Syiah masuk Indonesia melalui intelektual Islam Indonesia yang belajar di Iran. Setelah mazhab Syiah semakin dikenal, mulai banyak yang ikut termasuk kalangan intelektual Indonesia.
    • Tahap keempat, Syiah masuk Indonesia melalui pendirian organisasi Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dan ormas Ahlul Bait Indonesia (ABI). Keduanya aktif sosialisasi ajaran mazhab Syiah di Indonesia.

    Itulah tahapan masuknya Syiah ke Indonesia yang perlu kita ketahui, tentunya untuk menambah wawasan dan pengetahuan awal munculnya Syiah di Indonesia.

    Demikian penjelasan Islam Syiah adalah aliran yang meyakini hanya keturunan Nabi Muhammad SAW yang menjadi khalifah. Syiah kemudian berkembang menjadi banyak aliran dan golongan karena perbedaan paham.