Category: Food & Beverage Product

  • Inilah Perbedaan Shallow Frying dengan Deep Frying

    Inilah Perbedaan Shallow Frying dengan Deep Frying

    Shallow frying adalah salah satu teknik memasak yang cukup familiar di kalangan umum. Dalam tulisan sebelumnya, kita sudah mengenal apa itu boiling dan 17 teknik merebus yang perlu diketahui.

    Khususnya buat kamu yang ingin berkarir di hotel divisi kitchen departement, dan shallow frying. 

    Nah, kali ini kita akan bahas lebih details mengenai Shallow Frying dan Deep Frying beserta contoh masakannya.

    Shallow Frying

    Shallow Frying adalah
    Contoh penerapan Shallow Frying adalah memasak steak

    Shallow frying adalah teknik memasak yang pada umumnya memiliki arti menggoreng dengan minyak yang lebih sedikit.

    Makanan yang dimasak tidak “tenggelam” dalam minyak, tetapi ukuran tinggi minyaknya kurang lebih cuman sepertiga dari tinggi makanan. 

    Sebab itu, umumnya makanan yang dimasak memakai sistem ini cenderung cepat masak atau tidak begitu tebal. Misalkan saja menggoreng ikan.

    Supaya semua bagiannya masak sempurna, kita dapat membolak-balikkan ikan dengan hati-hati. Umumnya, minyak yang dipakai untuk shallow frying adalah minyak yang cuma dipakai satu kali saja.

    Baca juga: Moist Heat Cooking – Pengertian, dan Jenis Teknik yang Sering Digunakan

    Teknik Memasak Shallow Frying mempunyai beberapa kelemahan dan kelebihan.

    Keuntungan yang bisa didapat diantaranya:

    • Mengolah secara cepat,
    • Tidak kehilangan zat nutrisi yang larut di air,
    • Warna makanan yang diolah masih bagus. 

    Beberapa kekurangan dari shallow frying:

    • Hanya cocok untuk tipe masakan yang memakai potongan daging kecil-kecil yang mahal harganya.
    • Makanan susah dikunyah karena hanya diolah dalam kurun waktu sebentar,
    • Sepanjang proses mengolah, perlu dilakukan pengecekan terus menerus, agar tidak gosong. 

    Pemanasan lemak penting dalam sistem shallow frying, karena jika lemak belum panas, makanan yang dimasak dengan langkah ini kurang bagus dan lemak akan teresap oleh makanan.

    Jika lemak terlampau panas, ini dapat mengakibatkan asap dan sisi luar masakan jadi terbakar gosong. 

    Shallow frying adalah sistem yang bagus untuk produk makanan yang cepat masak, memiliki ukuran kecil dan memakan waktu memasak yang cepat.

    Misalnya:

    Membuat steak, menggoreng fillet daging, ikan, ayam, ikan utuh yang memiliki ukuran kecil atau sedang, sosis, sayur dan omelettes telur.

    Contoh Masakan Shallow Frying

    Berikut adalah beberapa contoh masakan yang menggunakan teknik Shallow Frying adalah sebagai berikut:

    1. Patties Burger

    Contoh paling mudah yang bisa kamu temui saat ini adalah Patties.

    Daging giling yang sudah dicampur dengan berbagai bumbu ini menjadi syarat wajib sebuah burger. Dan teknik memasak patties adalah menggunakan shallow frying.

    Di wajan datar, dan sedikit minyak untuk membuatnya matang.

    2. Crispy Chicken Wing

    Bagian ayam yang ini memang lumayan banyak penggemarnya.

    Tidak hanya dada dan paha, ada juga sayap ayam yang umumnya dibalur dengan tepung dan dimasak dengan memakai teknik shallow frying.

    Masak ayam crispy ini dapat dicoba sendiri dirumah. Cukup gampang mendapat kualitas super yang tidak mengecewakan, yang diperlukan hanya beberapa bahan yang pas dan tambahan saos yang nikmat.

    3. Pecak Terong

    Apa kamu sudah bosan membuat terong balado atau terong goreng? Jika iya, kamu dapat coba kreativitas baru seperti resep Pecak Terong.

    Sayur terong yang diolah dengan digeprek dan dibumbu santan ini selanjutnya diproses dengan memakai teknik shallow frying, tidak kalah sedap dengan olahan terong yang lain. 

    4. Telur Dadar Isi

    Telur dadar sebagai satu diantara olahan terkenal untuk dikonsumsi bagi warga indonesia. Rasanya yang nikmat dan akrab, ditambah lagi harga bahan ekonomis.

    Masakan ini dapat di kreativitaskan dengan bermacam bahan tambahan. 

    Diantaranya adalah telur dadar dengan sayur bayam dan yang lain. Memiliki bentuk yang memikat membuat makanan ini bisa diberikan kepada anak kecil.

    Baca Juga: Tugas Chef dan Mitos yang Keliru Soal Chef

    Deep Frying

    Deep Frying

    Kebalikan dengan shallow frying, deep frying memakai banyak minyak saat menggoreng. Sesuai namanya, makanan yang dimasak tenggelam lebih dalam pada minyak.

    Maksudnya, supaya struktur makanan yang dimasak matang secara rata. 

    Makanan yang dimasak memakai sistem ini umumnya berbalut tepung hingga perlu minyak yang lumayan banyak untuk hasilkan struktur yang krispi di luar tetapi masih moist dalam. Misalnya saja ayam tepung atau French fries.

    Teknik memasak deep frying merupakan langkah mengolah makanan dengan memendamnya dalam minyak panas (baiknya bersuhu 176-190 derajat Celsius). Saat direndam makanan akan matang dengan cepat.

    Artinya,  saat makanan dicelup ke minyak mendidih, susunan luar makanan mengeras dan membuat susunan yang menghalangi minyak masuk di semua sisi pada makanan.

    Sementara itu, temperatur panas yang tinggi membuat semua air pada bagian pada makanan menguap dan membuat makanan masak dari dalam.

    Ada dua hal yang perlu dijauhi saat memproses makanan dengan teknik mengolah deep-frying.

    • Pertama, temperatur minyak jangan terlampau rendah. Ini akan membuat minyak menyerap ke bagian dalam makanan hingga membuatnya berminyak.
    • Kedua ,temperatur minyak jangan terlampau tinggi karena akan membuat makanan jadi terlalu kering dan minyak beroksidasi.

    Contoh Masakan Deep Frying

    Ayam Goreng Tepung

    Daging ayam yang mempunyai struktur halus, banyak dicintai oleh beberapa orang.

    Apalagi dengan Baluran tepung, hingga jadilah ayam goreng tepung yang banyak dicintai oleh sejuta umat. Makanan ini sebagai salah satu diantara contoh dari teknik Deep frying

    Ikan Goreng

    Hampir serupa dengan tipe daging-dagingan yang lain.

    Ikan diolah dengan dimasak memakai minyak yang banyak, biasa disebut deep frying. Ikan goreng seperti nila, lele, mas dan yang lain begitu nikmat untuk dimakan.

    Itulah sedikit ulasan mengenai teknik menggoreng yang ada. Shallow frying adalah teknik menggoreng dengan sedikit minyak. Supaya citarasa hasil masakan dengan teknik penggorengan ini tidak berubah.

  • A La Carte: Pengertian, Contoh Menu,  Karakteristik, dan Kelebihannya

    A La Carte: Pengertian, Contoh Menu, Karakteristik, dan Kelebihannya

    A la carte adalah istilah sistem penyajian hidangan restoran berbintang dan hotel kelas atas terapkan.

    Mungkin beberapa dari kamu pernah melihat istilah ini pada restoran-restoran cepat saji pasti bertanya-tanya, kenapa restoran cepat saji juga memiliki menu a la carte? Sebenarnya, apa sih arti dari istilah tersebut?

    Berikut penjelasannya:

    Yuk simak penjelasan berikut ini supaya kamu lebih paham dengan istilah a la carte.

    Apa itu A La Carte?

    Ala carte adalah sebuah ungkapan dari Bahasa Perancis yang berarti “according to the card” dalam Bahasa Inggris atau “sesuai dengan kartu” dalam Bahasa Indonesia.

    Maksud dari kata tersebut mengacu kepada menu makanan yang tersedia di restoran. Semua menu tersebut mencakup:

    Pengunjung restoran dengan bebas bisa memilih jenis makanan apa yang mereka inginkan dari menu yang ada di sebuah restoran sesuai dengan selera makanan mereka dan membayar menu yang mereka pilih

    Istilah ini merupakan revolusi dari sistem restoran yang terjadi pada abad ke-19.

    Pada saat itu, setiap restoran hanya akan menawarkan sistem  table d’hôte yang berarti pengunjung hanya dapat menikmati makanan yang sudah mereka tetapkan sebelumnya.

    Menu inilah yang kemudian mereka sajikan untuk semua pengunjung yang hendak mengambil bagian. Tanpa ada pilihan lain selain hidangan yang sudah ada dihadapan pengunjung.

    Menilai dari sistem hidangan table d’hôte sangat tidak efisien dan membuat banyak banyak makanan sisa yang terbuang.

    Akhirnya muncullah sistem a la carte yang menyediakan beragam jenis makanan yang dapat pengunjung pesan sesuai dengan selera makan mereka.

    Menu A La Carte

    Menu A’la Carte: Adalah suatu susunan menu, di mana setiap makanan yang dicantumkan pada daftar makanan tersebut disertai dengan harga tersendiri.

    Karakteristik A La Carte

    1. Menu ini memiliki beragam varian daripada menu table d’hôte yang memiliki banyak tempat untuk menyiapkan makanan daripada menu a la carte.
    2. Menawarkan berbagai macam pilihan makanan dan minuman berdasarkan jenis dan kategori.
    3. Setiap item di menu memiliki narasi kecil di bawah menu makanannya untuk menjelaskan jenis hidangan tersebut.
    4. Koki akan memasak hidangan setelah menerima pesanan makanan dari pramusaji. Sehingga makanan ini dapat tersaji dengan baik dan masih hangat.
    5. Setiap makanan memiliki waktu persiapan yang berbeda-beda.
    6. Harga makanan jauh lebih mahal daripada table d’hôte menu dan membutuhkan banyak tempat dan peralatan dapur yang lebih banyak.
    7. Biasanya, makanan ini menawarkan hidangan musiman yang bervariasi dan mahal.
    8. Semua makanan pembuka, hidangan, salad, dan makanan penutup dapat pelanggan pesan secara terpisah
    9. Hidangan yang kerap menggunakan sistem ini hampir ada di semua jenis usaha makanan dan minuman. Kecuali saat perjamuan, katering penerbangan, katering institusi, dan katering pertemuan lainnya.

    Karena memiliki banyak pilihan makanan dan minuman, terkadang manajemen restoran tidak dapat mengetahui peningkatan pemesanan dari setiap makanan.

    Hal ini membuat industri restoran sulit untuk mengontrol persediaan bahan baku dan memastikan sisa makanan yang terbuat jauh lebih sedikit daripada menu table d’hôte.

    Berikut adalah gaya-gaya menu makanan yang harus kamu ketahui:

    Gaya Menu A La Carte dan Semi A La Carte

    1. Breakfast Menu 

    Hampir semua menu sarapan pagi berasal dari kedua segmen a la carte dan semu a la carte.

    Contoh menu a la carte pada menu sarapan pagi menawarkan jus, buah, sereal, telur, daging, pancake, French toast, waffle, roti, hidangan pendamping, dan minuman. Sedangkan untuk segmen semi biasanya menawarkan varian kombinasi dari makanan.

    Biasanya, menu sarapan memiliki karakteristik seperti berikut ini:

    • Meskipun menu sarapan di tawarkan di banyak restoran kelas atas dan hotel besar, biasanya harga menu sarapan ini lebih mahal. Meskipun begitu, menu sarapan ini menawarkan makanan dengan harga yang wajar.
    • Beberapa hidangan sarapan pagi akan dipersiapkan setelah pemesanan sudah dilakukan.
    • Menu sarapan pagi biasanya memiliki koki yang handal untuk menyediakan makanan secara cepat.
    • Pelayanan gaya Amerika biasanya memiliki pelayan untuk menerima pesanan dan menyajikannya ke meja tamu.

    Contoh Menu A La Carte Breakfast Menu:

    • Jus,
    • Buah,
    • Sereal,
    • Omelette,
    • Waffle.
    1. Luncheon Menu
    A La Carte Adalah

    Tidak seperti menu sarapan pagi, menu makan siang biasanya menawarkan hidangan a la carte dan semi a la carte.

    Dalam seksi makan siang ini, menu hidangan yang biasanya mereka tawarkan adalah hidangan pembuka, salad, sandwich, makanan pembuka, makanan penutup, dan minuman.

    Sedangkan untuk menu hidangan semi adalah makanan pembuka dengan salad, sayur-sayuran, kentang, atau nasi. Berikut adalah karakteristik yang bisa kamu temukan dalam menu makanan siang:

    • Menu makan siang biasanya menawarkan hidangan spesial.
    • Porsi hidangan menu makan siang lebih sedikit.
    • Harga yang tercantum pada menu makan siang lebih bervariasi tergantung dari jenis makanan, sistem operasi hotel atau restoran, dan lokasi hotel atau restoran.
    • Membutuhkan peralatan dapur yang proper karena biasanya menu makan siang ini memiliki banyak metode memasak yang berbeda-beda. Seperti roti, panggang, goreng, dan lain-lainnya.

    Contoh Menu A La Carte Lunch Menu:

    • Sandwich,
    • Pasta,
    • Sup,
    • Salad.
    1. Dinner Menu

    Menu makan malam menyediakan hidangan a la carte dan semi a la carte. Biasanya, menu makan malam menyediakan hidangan pembuka lebih banyak daripada menu makan siang. Negara-negara yang kerap mengikuti sistem ini adalah Amerika, Peranci, dan Rusia.

    Contoh Menu A La Carte Dinner Menu:

    • Steak,
    • Short Ribs,
    • Lasagne,
    • Crab Cakes.
    1. Menu California

    Biasanya, menu ini hanya dapat kamu temukan di restoran-restoran California yang hanya menyediakan hidangan masakan berdasarkan waktu, entah itu makan pagi, makan siang, atau makan malam.

    1. Menu Etnik

    Selanjutnya ada menu etnik yang menawarkan hidangan semi a la carte atau a la carte.

    Menu ini menyediakan hidangan yang berasal dari makanan tradisional dari daerah atau negara tertentu. Rentang harga yang mereka tawarkan cenderung lebih mahal.

    Kelebihan dan Kekurangan A La Carte

    Kekurangan

    1. Pelayanan Lambat

    Sistem ini sangat kurang cocok untuk restoran yang memiliki pengunjung yang ramai. Semakin banyak pelanggan yang memesan menu a la carte, semakin lamban pelayanan restoran untuk memenuhi pesanan para pelanggannya.

    Alhasil, restoran kamu akan mendapatkan keluhan dan komplain dari pengunjung, tentunya hal ini dapat merusak reputasi restoran.

    1. Tim Profesional

    Karena menyediakan makanan dalam banyak jenis, sistem ini memaksa para staf untuk bekerja lebih cepat.

    Mulai dari melayani pemesanan, mengantarkan hidangan, proses memasak, dan lain-lain. Tentunya, pelayanan seperti ini hanya bisa dilakukan oleh tim pramusaji dan koki yang berpengalaman saja.

    Kelebihan

    1. Melayani Pelanggan Dengan Baik

    Salah satu keunggulan atau kelebihan dari sistem ini adalah menawarkan pelayanan yang baik untuk para pelanggan, mulai dari pelanggan datang, memesan makanan, hingga meninggalkan restoran.

    Pelanggan dapat merasakan pelayanan yang istimewa mulai dari saat memilih tempat duduk, memilih hidangan, mengantar makanan, dan pramusaji profesional yang dapat memberikan jawaban dan rekomendasi hidangan terbaik dari semua pertanyaan pelanggan.

    Pelayanan inilah yang membuat pelanggan merasa istimewa. Tentunya, sistem pelayanan ini tidak mungkin mereka dapatkan saat mengunjungi restoran cepat saji atau restoran all you can eat.

    1. Mendapatkan Kesetiaan Pelanggan

    Memiliki pelanggan loyal merupakan sebuah penghargaan bagi setiap industri bisnis. Bagi restoran, salah satu cara untuk mendapatkan hati dari seorang pelanggan adalah cara memperlakukan mereka dengan baik.

    Tentunya, sistem ini merupakan cara dan trik terbaik untuk mendapatkan hati pelanggan dan menciptakan rasa istimewa dan kepuasan pelanggan dari pelayanan restoran.

    Standarisasi Pengaturan Meja

    Hampir semua jenis restoran dan hotel memiliki menu satuan seperti sistem ini, mulai dari tempat kasual hingga tempat makan mewah dengan taplak meja putih yang mewah.

    Selain menu, mereka juga memperhatikan pengaturan meja hidangan supaya tampilan eksterior restoran terlihat lebih mewah.

    Sebenarnya, pengaturan meja ini bertujuan supaya pelayan atau pramusaji dapat mengatur tempat hidangan setiap tamu menjadi lebih teratur dan tertata saat menghidangkan makanan.

    Namun, standar pengaturan meja ini menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap restoran kelas atas.

    Sistem pengaturan meja ini berlaku di setiap jenis usaha restoran dan hotel.

    Selain itu, dengan menerapkan sistem ini, pengunjung dapat menilai pelayanan bisnis restoran jauh lebih baik, sehingga mereka percaya dengan kualitas hidangan dan pelayanan restoran yang akan mereka terima setimpal dengan harga yang mereka bayar.

    Berikut adalah cara membuat pengaturan meja:

    • Letakkan piring utama pada bagian tengah meja dalam posisi terbuka,
    • Letakkan pisau dan garpu di sekitar piring utama,
    • Tempatkan piring pendamping sekitar 5 hingga 6 inci pada sebelah kiri piring utama, dan letakkan pisau pendamping pada bagian atas kanan dan menghadap ke kiri,
    • Posisikan serbet makan di tengah piring utama,
    • Posisikan gelas sekitar 2-3 inci di samping kanan dan beri jarak sekitar 2-3 inci dari ujung garpu.
    Contoh Pengaturan Meja A La Carte

    Contoh Menu A La Carte

    Untuk meningkatkan kualitas pelayanan restoran, setidaknya restoran memiliki sebuah buku menu yang menampilkan hidangan makanan yang tersedia berdasarkan jenis makanan dan kategorinya.

    Berikut adalah contoh buku menu sebagai referensi supaya kamu mengetahui apa saja yang harus ada dalam buku menu.

    Selain menu hidangan yang lengkap, tentunya kamu harus memiliki tampilan buku menu yang menawan dan rapi, sehingga pelanggan dapat membacanya dengan baik.

    1. Contoh Menu A La Carte Indonesian food

    Di Indonesia sendiri sudah banyak yang menerapkan konsep penyajian menu dengan konsep A la carte. Berikut ini adalah salah satunya.

    Contoh Menu A la Carte indonesia
    Contoh menu Ala Carte

    2. Contoh Menu A La Carte Luar Negeri

    Lebih dai 65% restoran di Eropa menerapkan konsep menu A La Carte. Berikut ini adalah salah satu contohnya.

    Contoh Menu A La Carte
    Contoh menu a la carte luar negeri

    Digital Menu

    Cara modern untuk mendigitalkan menu a la carte adalah menggunakan kode QR. Hal yang harus kamu miliki sebelum membuat menu digital ini adalah menu makanan, dokumen menu makanan dalam format PDF atau situs website.

    Kode QR ini menjadi salah satu fitur yang sangat penting ada pada setiap bisnis usaha makanan.

    Selain karena mudah di akses melalui ponsel pintar, restoran dapat meminimalisir penyebaran virus antar pengunjung dan karyawan restoran.

    Kamu hanya perlu membuat kode QR melalui aplikasi online yang tersedia dan kemudian print kode QR, masukkan ke dalam frame foto untuk terlihat lebih cantik, dan letakkan di tengah-tengah meja hidangan dan sekitar restoran.

    Selain berguna untuk menampilkan menu makanan, kode QR juga dapat kamu gunakan sebagai salah satu metode pembayaran dengan mudah.

    Scan Kode QR Menu A La Carte

    Namun, sebaik-baiknya teknologi, pelayanan adalah hal penting yang dicari oleh seorang pelanggan. Ada beberapa orang yang disamping menikmati menu makanan, mereka ingin merasa dilayani dengan baik.

    Meski teknologi digital telah jauh berkembang, namun pelayanan para waiter dan waitress tidaklah terganti.

    Sudah Paham dengan Apa itu ALa Carte?

    Itulah maksud dari istilah a la carte yang harus kamu ketahui. Hotel berbintang dan restoran kelas atas memang menggunakan sistem ini untuk dapat melayani pelanggan mereka dengan lebih.

    Sedangkan untuk restoran cepat saji, istilah ini hanya mereka gunakan dalam pilihan menu saja, tidak dengan pelayanan istimewa yang bisa kamu temukan dan rasakan saat mengunjungi restoran kelas mahal.

  • Mengenal Apa itu Appetizer? Jenis dan Contoh Makanannya

    Mengenal Apa itu Appetizer? Jenis dan Contoh Makanannya

    Appetizer adalah makanan ringan atau pembuka yang biasanya disajikan sebelum makanan utama dihidangkan ke meja.

    Appetizer sebagai sajian pembuka saat sebelum sajian utama (main course) yang dihidangkan dengan maksud membangkitkan selera makan atau nafsu makan.

    Hidangan pembuka ini juga banyak jenisnya lho, agar lebih kaya pengetahuan mari simak apa yang dimaksud dengan Appetizer di artikel berikut ini.

    Apa Itu Appetizer?

    Appetizer, dalam istilah bahasa Indonesia berarti ‘hidangan pembuka’. Sedangkan istilah Perancis mengatakan Hors d’oeuvre (starter).

    Beberapa referensi juga mengatakan bahwa Appetizer adalah sebagai penghantar untuk menikmati sajian khusus.

    Yang ditujukan sebagai sajian pembuka untuk memunculkan nafsu makan. Oleh karena itu jumlahnya kecil dengan rasa asam, asin atau pedas.

    Pada praktiknya, tidak semua restoran menerapkan konsep pemberian hidangan pembuka. Hanya restoran yang berlabel fine dining dan Gourmet saja yang pasti menyediakan appetizer.

    Appetizer sebaiknya mempunyai rasa yang sedap (tastefull), ringan (ligth), menyegarkan (umumnya terasa cukup asam untuk menstimulasi selera makan).

    Appetizer juga memiliki ukuran yang kecil dan dihidangkan dengan tampilan menarik.

    Appetizer adalah jenis makanan yang bisa berbentuk sajian panas (canape, fritters, soup) atau dingin (Salad, Chilled Fruit Cocktail, Shrimp Cocktail), dan kadang-kadang terasa pedas.

    Terkait dengan perannya sebagai pembangkit selera, karena itu penampilan yang menarik benar-benar dibutuhkan ketika menyajikan appetizer.

    Karena appetizer adalah makanan pembuka tentu ini akan mempengaruhi kesan-kesan pada hidangan selanjutnya.

    Oleh sebab itu untuk mewujudkan kesan yang menarik diperlukan kerapian, kecermatan dan fantasi pembuatnya. Dengan kata lain penyajian appetizer adalah sangat wajib dihidangkan dengan performa yang sempurna.

    Jenis-jenis Apetizer

    Walaupun sebagai makanan pembuka, appetizer juga di klasifikan dalam beberapa hal mulai dari bahan yang digunakan hingga suhu dalam penyajiannya. Berikut penjelasannya

    Berdasarkan bahan yang digunakan

    • Sur Asiette Complate, yakni appetizer yang memakai kelebihan bahan atau bahan-bahan dengan harga yang cukup terjangkau.
    • Hors D’ Oeuvre Royale, yakni appetizer yang memakai bahan pada harga mahal dan dalam penyajian tanpa sauce.
    • Hors D’ Oeuvre Varies, yakni appetizer yang memakai bahan kombinasi diantara bahan pada harga mahal dan murah.

    Berdasarkan suhu penyajiannya

    • Cold Appetizer (Sajian Pembuka Dingin) : Makanan yang dihidangkan bermacam salad, shrim, coktail atau cold, canape (sandwich kecil yang dihidangkan dingin). Contoh Masakan : Canape, Pate, Aspic Jelly
    • Hot appetizer (sajian pembuka panas) : Makanan yang dihidangkan bermacam tipe soup, muffin, fritter. Contoh masakan: Galantine, Ballotines, Croquette, Risoles, Quiche Lorraine

    Karakterisitik Menu Appetizer

    • Disajikan diawal
    • Memiliki varian yang banyak. Diantaranya sup, dengan bahan rumput laut, tulang ikan hiu,jamur, sampai sea food.Mempunyai warna yang unik yaitu sedikit menyala misalnya kuning atau merah terang
    • Cita-rasa yang diperlihatkan unik,hangat,halus,dan masih beri kesegaran
    • Wewangian harum menyeruak menusuk hidung
    • Dihidangkan dalam jatah kecil, oleh sebab itu kerap disebut finger food.
    • Memakai bumbu yang unik yakni bumbu-bumbu yang menstimulasi pengeluaran asam lambung hingga meningkatkan rasa lapar.

    Contoh Makanan Appetizer / Contoh Appetizer

    Berikut adalah beberapa contoh makanan appetizer hot dan cold beserta cara penyajiannya :

    Salad

    Salad adalah salah satu appetizer

    Salad adalah suatu makanan yang merupakan kombinasi dari sayur hijau fresh, buah, daging, unggas, dan ikan yang dihidangkan bersama dressing.

    Porsi salad 40 gram-50 gr, sedangkan untuk porsi salad vegetarian 80 gram-125 gr.

    Komposisi Salad

    • Underliner (alas) : sebagai sisi dasar dari salad biasanya bahan yang dipakai adalah sayur hijau dengan tujuan supaya salad terlihat lebih fresh. 
    • Bodi (Isi) : sebagai bagian khusus dalam salad, penamaan salad umumnya diambil dari sisi penting ini. 
    • Dressing Salad : sebagai saus untuk melengkapi salad,dalam  appetizer saus disebut dengan dressing. Dressing ialah sisi yang akan menentukan cita-rasa salad. Banyak hal yang penting jadi perhatian saat memberikan dressing pada salad,
    • Garnish : umumnya diambil dari bagian isi, tapi juga bisa memakai bahan makanan lain. Prinsip garnish sebaiknya selain bisa dikonsumsi juga  mempunyai rasa yang sesuai bodi.

    Suhu salad saat disajikan

    • Cold salad: disajikan dengan temperatur 10°C – 15°C
    • Hot salad : disajikan dengan temperatur 50°C – 60°C

    Canape

    Canape dapat dijadikan sebagai Appetizer

    Merupakan sajian pembuka yang terbagi dalam berbagai macam bahan makanan nabati, hewani, buah, dan kacang-kacangan.

    Berbagi macam topping biasanya ditempatkan pada potongan roti bakar atau biskuit sebagai bahan dasar canape.

    Struktur Canape

    • Dasar Canape : dibuat dari roti yang dipanggang/dimasak yang berupa persegi panjang, bundar, segitiga, yang diolesi mentega.
    • Spread (olesan) : adalah bahan makanan yang lembek/kental yang dioleskan pada permukaan roti/biskuit yang berfungsi sebagai perekat, menambahkan rasa dan nilai nutrisi. Spread harus lunak, gampang dibalurkan dan tidak berair.
    • Topping : bahan makanan yang ditempatkan di atas roti/biskuit yang sudah diberi olesan. Beberapa macam topping antara lain; keju slice, telur rebus, ikan, udang, daging, sayur, buah, dan kacang. Topping bisa dipakai hanya satu jenis saja/sebagai kombinasi dari beberapa bahan. Secara umum topping yang dipakai menentukan nama canape, misalkan: cheese canape, shrimp canape
    • Garnish : Peranan garnish ada dua hal, menambahkan performa makanan dan sekaligus menambahkan nilai gizi. Kriteria garnish dalam canape adalah simpel, bisa dikonsumsi dan memiliki rasa yang sesuai isi.

    Baca Juga: Boiling Teknik dan 16 Tehnik Memasak Lainnya

    Persyaratan-Syarat Pengerjaan Canpe

    • Beberapa bahan yang dipakai dalam keadaan baik dan fresh
    • Roti dipotong lebih dulu selanjutnya dipanggang
    • Biskuit yang dipakai memiliki rasa renyah, memiliki bentuk kecil-kecil ada gabungan warna.

    Aspic Jelly

    Aspic jelly sebagai Appetizer

    Sebagai sajian pembuka yang dibuat dari stok yang dijernihkan dengan kombinasi daging, putih telur.

    Dengan stok dingin ditambahkan larutan gelatin, selanjutnya simmering sepanjang 2 jam, stranning, lalu dinginkan. Peranan aspic jelly sebagai sajian pembuka dingin, pelapis hidangan pembuka supaya lebih menarik.

    Susunan Aspic Jelly

    • Bahan dasar : yang dipakai ialah stok yang dijernihkan.
    • Bahan isi : yang dipakai ialah makanan hewani dan sayur.
    • Garnish : Berperan untuk tingkatkan performa dan bisa memperkaya nama-nama aspic.

    Pate

    Pate sebagai adalah salah satu Appetizer

    Pate merupakan menu pembuka dingin yang terbuat dari daging ayam, sapi, ikan, hati yang dicincang halus dan diberi bumbu kemudian dicetak sepeti adonan pie.

    Susunan Pate :

    • Bahan khusus : seperti daging ayam, sapi, ikan, hati yang di gabung dengan sayur supaya lebih menarik dan mempunyai varian warna.
    • Bahan pembungkus : berperan untuk membalut bahan khusus, tetapi ada pula yang dicetak.

    Persyaratan-Syarat Pengerjaan Pate

    • Bahan dasar harus dicincang halus.
    • Struktur lembut dan padat
    • Diproses dengan teknik dipanggang
    • Diakhiri dengan aspic jelly
    • Disajikan dengan dingin dengan bentuk utuh/dipotong-potong

    Baca Juga: Pengertian Buffet dan Jenis-Jenis Buffet

    Penutup

    Itulah uraian singkat namun lengkap mengenai apa itu Appetizer, berikut dengan contohnya. Semoga dapat menjawab pertanyaan dan menambah wawasan kamu.

  • Apa itu Dessert? Pengertian, Jenis dan Contohnya

    Apa itu Dessert? Pengertian, Jenis dan Contohnya

    Dessert adalah beberapa jenis makanan ringan yang disajikan paling akhir setelah sajian utama. Sering juga kita menyebutnya dengan istilah makanan pencuci mulut.

    Karena memang secara fungsi, dessert ini bisa menyegarkan setelah menikmati menu utama atau main course yang kadang-kadang memiliki aroma atau rasa yang pekat bahkan amis.

    Makanya sangat penting dessert itu harus fresh dan manis.

    Lalu, kapan sebenarnya kita mulai mengenal dessert ini? Mari kita bahas lebih dalam.

    Pengertian dan Sejarah Dessert

    Seperti yang kita ketahui bersama dessert adalah makanan penutup dan biasanya sering disajikan dalam bentuk eskrim, puding, atau soup manis.

    Awalnya, hidangan dessert hanyalah buah-buahan namun seiring berkembangnya waktu, dessert dimodifikasi dalam berbagai bentuk sajian.

    Kata dessert berasal dari bahasa Perancis yang artinya membersihkan meja. Pada tahun 1600 istilah dessert pertama kali digunakan dan ada dalam buku pedoman pendidikan kesehatan karya Wiliam Vaughan.

    Di awal abad pertengahan, orang-orang Eropa mengolah gula untuk disajikan sebagai makanan penutup.

    Karena tingginya permintaan, gula kemudian menjadi sangat mahal dan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang elit saja dalam acara perjamuan atau pesta tertentu.

    Singkat cerita, akibat adanya revolusi industri di Amerika dan Eropa dessert diproduksi secara besar-besaran , diproses, diawetkan, dan kemudian dikemas.

    Berikutnya di tahun 2013, seorang ahli bernama Michael Krondl menjelaskan bahwa dessert dihidangkan setelah meja bersih dari hidangan lainnya.

    Jenis-Jenis Dessert dan Contohnya

    Jenis Jenis Dessert

    Pada umunya, ada 3 jenis dessert berdasarkan suhu saat penyajiannya.

    Apa saja? Yuk simak selengkapnya di bawah ini:

    Hot Dessert

    Sesuai namanya hot dessert adalah dessert yang disajikan biasanya dalam suhu 40 – 50 derajat celsius.

    Contohnya:

    • Souffle, adalah makanan manis dan lembut serta dibuat dari dari kuning telur dan putih telur kocok serta bahan-bahan lain yang dibuat dengan cara di panggang
    • Crepes,adalah snack tipis yang terbuat dari gandum dan crepes merupakan makanan yang sangat digemari di wilayah Eropa dan tempat lainnya. Bahan utamanya adalah terigu, telur, mentega, dan susu.
    • Frittres, merupakan  adonan cair yang dibuat dengan bahan dasar tepung terigu, susu, dan telur. Umumnya,  adonan ini digunakan sebagai bahan celupan dari buah-buah yang digoreng.

    Cold Dessert

    Dessert jenis ini dihidangkan dalam keadaan dingin. Lebih fresh dan menyegarkan.

    Contohnya:

    • Custard merupakan jenis dessert dengan bahan dasar susu dan telur yang dikentalkan diatas api. Sebagai dessert, custard dilapisi dengan tambahan susu atau krim, kuning telur, gula dan aroma
    • Jellies adalah cold dessert yang terstruktur kaku dan kenyal, berbahan dasar gelatin yang terbuat dari agar-agar.
    • Fruit Salad, dalam beberapa daerah sering juga dikategorikan sebagai dessert.

    Frozen Dessert

    Merupakan jenis dessert yang disajikan dalam keadaan beku dan punya macam-macam variasi. Contohnya :

    • Es Krim, frozen dessert ini sangat familiar sekali di masyarakat. Rasanya yang manis, tekstur yang lembut sangat pas disajikan untuk pencuci mulut
    • Sherbet, sering juga disebut es Italia. Sherbet terbuat dari air, gula dan buah-buahan segar, yang dibuat tanpa susu maupun krim. Sherbet terkenal karena rasa buah yang dihasilkan lebih terasa di lidah daripada es krim. Sherbet juga bisa mengandung alkohol, yang menurunkan titik bekunya sehingga teksturnya lebih lembut
    • Smoothie, merupakan minuman dengan bahan dasar buah-buahan yang dicampur dengan susu atau yoghurt serta tambahan lainnya yang diblender hingga lembut.

    Bahan Dasar Membuat Desssert

    Untuk membuat sebuah dessert, terlepas dari jenisnya ini adalah beberapa bahan utama yang biasanya diperlukan seperti :

    Gula

    Gula merupakan bahan wajib yang harus ada dalam pembuatan dessert. Baik itu gula pasir, gula kastor atau brown sugar.

    Selain itu juga digunakan madu, karamel, sirup atau golden sirup (terbuat dari gula pasir yang dimasak hingga berwarna kuning keemasan)

    Susu dan Krim

    Keberadaan susu dan krim berfungsi sebagai cairan dalam pembuatan dessert, yang nantinya akan memberikan rasa gurih yang istimewa dan tekstur yang lembut.

    Susu yang digunakan pada umumnya susu sapi cair atau bisa juga olahannya seperti yoghurt, buttermilk atau keju. 

    Sementara untuk krim, bisa gunakan krim encer (light krim) yang memiliki kandungan lemak antara 18 hingga 25 %.

    Krim kental, dengan lemak 36 hingga 48% dan krim kocok (whipped cream) dengan kandungan lemak didalamnya 30 hingga 35 %

    Agar-agar dan gelatin

    Agar-agar dan gelatin merupakan bahan dasar untuk membuat puding. Memang keduanya sekilas secara sepintas dan bentuknya sama-sama putih, tapi padahal berbeda.

    Agar-agar dibuat dari rumput laut yang direbus dan dikeringkan, sementara gelatin dari tulang muda dan kulit hewan yang direbus sehingga menghasilkan cairan yang bening, kental dan padat.

    Terdapat 2 jenis gelatin yaitu gelatin bubuk dan lembaran. Gelatin bubuk harus dilarutkan dalam air hangat kemudian ditim sampai bening, sementara gelatin lembaran cukup direndam dalam air dingin sampai melunak.

    Pemakaian gelatin harus benar-benar diperhatikan dengan baik karena akan mempengaruhi tekstur dessert.

    Cokelat

    Pada umumnya, untuk hidangan penutup bisa berupa cokelat masak dan cokelat bubuk. Terdapat 3 jenis coklat masak yaitu,yaitu cokelat masak pekat (dark cooking chocolate), cokelat masak susu (milk cooking chocolate), dan cokelat masak putih (white cooking chocolate).

    Buah-buahan

    Untuk buah-buahan, mulai dari yang segar, kering, atau kalengan bisa digunakan dalam pembuatan dessert.

    Kehadiran buah-buahan akan menjadikan rasa, tekstur, dan penampilan dessert menjadi istimewa dan berbeda. 

    Gunakan buah segar yang ‘matang pohon’  dan sedang musim agar gampang mencarinya.

    Bisa menggunakan buah lokal, seperti pisang, jeruk, apel, mangga. Atau bisa juga, buah impor yang mulai banyak dijual di pasar, seperti peach, aprikot, blueberry, kiwi, atau plum. 

    Buah kering yang biasanya digunakan adalah kismis/sultana, yang terbuat dari anggur yang dikeringkan.

    Sebagian besar  buah tersedia dalam bentuk kalengan, mulai jeruk mandarin, pear, peach, nanas, aprikot, sampai campuran buah-buahan (mixed fruit).

    Contoh Dessert Khas Indonesia

    Tidak kalah dengan di luar negeri, di Indonesia sendiri juga memiliki dessert dengan ciri khas yang Indonesia banget. Apa saja?

    Klepon

    Dessert adalah

    Klepon merupakan dessert khas Nusantara yang sangat familiar dan mungkin sering kita konsumsi.

    Dibuat dari tepung beras, pandan serta isian gula merah. Bentuknya yang bulat kecil dan berwarna hijau serta diselimuti parutan kelapa, memberikan cita rasa gurih di lidah.

    Es Campur

    Siapa yang tidak kenal dengan minuman yang menyegarkan ini? Apalagi diminum siang-siang saat cuaca gerah, sangat menyegarkan bukan?

    Sesuai dengan namanya, es campur diisi dengan berbagai campuran bahan seperti blewah, alpukat, nangka, kolang-kaling, mutiara, agar-agar, tapai singkong, cincau hitam, dan tidak ketinggalan serutan es batu di bagian atas. 

    Untuk menambah rasa manis, tidak jarang penjualnya menambahkan sirup yang berfungsi sebagai topping. 

    Baca Juga: Appetizer, Pengertian, Jenis dan Contoh Makanannya