Tag: Hotel

  • 50+ Perlengkapan Haji dan Umroh yang Tidak Boleh Anda Lupakan!

    50+ Perlengkapan Haji dan Umroh yang Tidak Boleh Anda Lupakan!

    Butuh rekomendasi Perlengkapan Haji dan Umroh? Simak uraian lengkapnya di bawah ini – Melaksanakan ibadah Haji dan Umroh ke tanah suci tidak hanya sekedar membutuhkankan kesiapan mental, jasmani, dan ilmu pengetahuan saja.

    Akan tetapi juga membutuhkan perlengkapan-perlengkapan khusus yang dapat menunjang kelancaran ibadah Haji dan Umroh selama di tanah suci.

    Untuk Anda yang akan melaksanakan Ibadah Haji dan Umroh pastinya Anda telah mulai mempersiapkan perlengkapan dan kebutuhan apa saja yang perlu disiapkan selama menunaikan Ibadah Haji dan Umroh di tanah suci.

    Usahakan semua perlengkapan dan kebutuhan yang akan dibawa sudah siap 2 atau 3 pekan sebelum keberangkatan ke tanah suci. Hal ini bertujuan agar tidak ada barang yang ketinggalan atau bahkan bahkan belum membelinya.

    Selain perlengkapan Haji dan Umroh, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan sepeti mata uang riyal. Uang riyal ini sangat dibutuhkan sekali ketika Anda berada di tanah suci. Sebaiknya Anda menukarkan uang riyal sebelum puasa, harga harganya jauh lebih murah 15% dari harga normalnya.

    Sesuai dengan pengalaman kami, cobalah untuk menghindari menukar mata uang riyal ini di Embarkasi Haji. Sebab harga penukaran yang ditawarkan biasanya jauh lebih mahal. 

    Perlengkapan Ibadah Haji dan Umroh untuk Wanita

    Berikut ini kami memberikan beberapa list untuk Jamaah Umroh khususnya untuk kaum wanita. 

    Perlengkapan Pakaian

    1. Baju Ihram, Anda harus mempersiapkan baju ihram paling tidak sebanyak 2 set.

    2. Baju atas non ihram, Siapkan kurang lebih 3 buah. Usahakan bajunya yang panjang dan tidak ketat.

    3. Celana panjang, Siapkan kurang lebih 3 buah. Agar tidak mudah kotor, pilihlah celana dengan warna yang gelap dan mudah untuk digulung. Usahakan kainnya tidak tembus pandang.

    4. Jaket, Siapkan 1 buah. Hal ini untuk mengantisipasi udara dan cuaca yang dingin ketika di malam hari.

    5. Kerudung panjang, Siapkan 2 buah.

    6. Kaos kaki, Siapkan 3 pasang.

    7. Pakaian dalam, Siapkan 6 stel.

    8. Disposible panties, Siapkan 2 pack. Digunakan untuk meminimalkan pakaian dalam yang kotor selama dalam perjalanan.

    9. Pantyliners, Siapkan kurang lebih 2 pack.

    10. Tutup kepala ala ninja, Siapkan 1 buah saja. Hal ini untuk mengantisipasi udara dan cuaca yang dingin ketika di tanah suci.

    11. Nosk filter hidung.

    12. Peepis kantong urine khusus untuk Jamaah Haji dan Umroh

    Perlengkapan Alas Kaki

    1. Sepatu Kets Tidak Bertali, Jumlahnya di kondisikan aja,

    2. Sandal Gunung, Jumlahnya di kondisikan aja.

    3. Sandal jepit, Jumlahnya di kondisikan aja.

    Perlengkapan Tidur

    1. Pakaian tidur 2-3 stel. Usahakan bukan yang berbentuk daster. Tujuannya agar tidak mudah tersingkap ketika Anda sedang tidur. Apalagi jika dalam satu tenda terdapat jamaah laki-lakinya.

    2. Kain panjang 2 lembar, kain ini berguna untuk selimut dan alas tidur.

    3. Sarung bantal 2 lembar.

    Peralatan Ibadah

    1. Sajadah tipis, Siapkan 2 buah.

    2. Atasan mukena, Siapkan 2 buah.

    Perawatan Tubuh dan Wajah

    1. Pelembab wajah

    2. Pelembab tubuh, ini sangat membantu sekali untuk mengatasi suhu yang sangat panas.

    3. Tabir Surya.

    4. Pelmembab bibir, sangat membantu agar bibir Anda tidak pecah-pecah.

    5. Bedak.

    6. Face Pray, sangat berguna untuk menyegarkan kulit wajah Anda selama menunaikan ibadah Haji dan Umroh.

    7. Sikat gigi ukuran travel.

    8. Sabun mandi, usahakan sabun yang mengandung pelembab.

    9. Pasta gigi.

    10. Tidak boleh membawa alat make up.

    Nah itulah beberapa list yang dapat kita berikan kepada Anda. List diatas sifatnya masih general. Jadi bagi Anda yang memiliki kebutuhan khusus silahkan membawa perlengkapan yang sekiranya sangat dibutuhkan seperti obat-obatan. Semoga list diatas dapat bermanfaat untuk Anda 🙂

    Perlengkapan Haji dan Umroh Pria

    Berikut ini adalah list perlengkapan untuk Jamaah Umroh khususnya untuk pria.

    Perlengkapan Tidur

    1. Kain ihram, pakaian ihram yang harus disediakan untuk jamaah laki-laki minimal 2 stel kain ihram.

    2. Ikat pinggang ihrom.

    3. Sandal, penggunaan sandal ketika melaksanakan ibadah Haji dan Umroh tidak boleh menutupi mata kaki.

    4. Kaos putih, Sediakan sesuai kebutuhan saja.

    5. Gunting kecil untuk tahalul.

    6. Gunting kuku, penggunaan gunting kuku sebaiknya sebelum menggunakan kain ihram.

    7. Minyak wangi, begitu pula dengan pemakaian minyak wangi harus digunakan sebelum menggunakan kain ihram.

    8. Kain sarung, Anda bisa menyiapkan kurang lebih 2 buah sarung.

    9. Al-Qur’an kecil dan buku do’a. Perlengkapan ini sangat wajib untuk dibawa bagi Anda yang masih kesulitan untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umroh.

    10. Kaca mata hitam, ini sangat berguna sekali karena di tanah suci suhu sangat panas sekali.

    11. Sajadah kecil dan tipis, membawa sajadah yang berukuran kecil dan tipis bertujuan agar mudah untuk di lipat dan dibawa kemana-mana sehingga lebih praktis. Biasanya sajadah ini digunakan pada saat perjalanan dari Miqot ke Mekkah dan sholat sehari-hari di Masjidil Haram.

    12. Kantong sandal dari plastik. Hal ini sangat membantu Anda untuk menyimpan sandal atau peralatan Anda yang lainnya ketika hendak melaksanakan sholat di Masjidil Haram.

    13. Masker nosk, masker ini terbilang sesuai dengan syariat agama Islam. Penggunaannya cukup dilubang hidung saja tanpa harus menutup hidup dan bagian wajah yang lainnya. Sehingga bisa Anda gunakan ketika melaksanakan Haji dan Umroh.

    14. Cream pelembab kulit, usahakan tidak mengandung minyak wangi. Cream ini sangat membantu Anda untuk menjaga kulit Anda dari teriknya sinar matahari di tanah suci.

    15. Peepis kantong urine khusus untuk Jamaah Haji dan Umroh. Banyaknya jamaah Haji maupun Umroh sering kali membuat antrian di toilet umum. Ketika Anda kencing dengan menggunakan Peepis kantong urine maka air kencing Anda akan berubah menjadi jel dalam beberapa waktu kedepan. Hal ini bertujuan agar baunya tidak menyebar. Dan jangan lupa setelah menggunakan ini harus dibuang di tempat sampah agar lebih ramah kepada lingkungan.

    Perlengkapan Doa dan Guide

    Jika buku do’a yang diberikan oleh Departement Agama itu ribet, maka ringkaslah doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw ketika di dalam manasik hajinya. Selain buku doa, ada beberapa perlengkapan yang harus Anda bawa, diantaranya.

    • Al-Qur’an,
    • Map Masjidil Haram atau peta Kota Mekkah dan Madinah,
    • Audio Haji Umroh, dapat membantu Anda untuk menghafalkan doa-doa ketika melaksanakan ibadah Haji dan Umroh.
    • Kiblat kompas.

    Perlengkapan Kesehatan

    Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit tertentu, maka sebaiknya Anda wajib untuk membawa obat-obatan atau suplemen kesehatan yang dapat membantu menjaga kesehatan Anda selama melaksanakan ibadah Haji dan Umroh.

    Kenapa harus membawa obat sendiri ? Karena biasanya obat-obatan yang disediakan oleh petugas tidak cukup atau bahkan tidak ada sama sekali. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka sebaiknya Anda membawa obat sendiri dari rumah dengan syarat secukupnya saja.

    Untuk suplemen yang biasa digunakan jamaah Haji dan Umroh ketika melaksanakan ibadah di tanah suci adalah susu. Produk ini dipercaya dan sangat diandalkan sebagai suplemen kesehatan untuk Jamaah Haji dan Umroh.

    Kandungan yang dimiliki SUSU HAJI SEHAT yang paling dominan adalah kolostrum dari sapi terbaik New Zealand. Sudah banyak Jamaah Haji dan Umroh yang merasakan khasiat dan manfaatnya.

    Sangat disayangkan sekali jika Anda sakit ketika melaksanakan ibadah Haji dan Umroh. Tentunya Anda tidak menginginkan hal itu terjadi kan ? Maka saran dari kami suplemen SUSU HAJI SEHAT ini sangat cocok sekali untuk para Jamaah Haji dan Umroh.

    Perlengkapan Mandi

    Berikut ini adalah list mengenai perlengkapan mandi dan kosmetik yang sebaiknya dibawa ketika melaksanakan Ibadah Haji dan Umroh.

    • Sabun cair,
    • Sikat gigi dan odol,
    • Shampoo,
    • Handuk,
    • Sabun muka,
    • Alat cukur,
    • Lotion,
    • Glysolid, sebaiknya tidak yang mengandung pewangi

    Perlu kami ingatkan, ketika Anda sedang berihram Anda tidak diperbolehkan memakai minyak wangi dan sejenisnya. Karena hal tersebut merupakan salah satu larangan dalam berihram.

    Perlengkapan Pendukung

    Selain perlengkapan yang wajib untuk dibawa, ada beberapa perlengkapan yang fungsinya sangat membantu sekali saat Anda melaksanakan ibadah Haji dan Umroh. Berikut ini adalah listnya.

    • Bantal tiup, hal ini untuk memudahkan Anda untuk tidur dan tidak terlalu memakan tempat.
    • Payung lipat, cuaca dan suhu yang sangat panas membuat tubuh dehidrasi. Oleh karena itu membawa payung sangat penting dalam melaksanakan Ibadah Haji dan Umroh.
    • Kaos kaki wudhu,
    • Sarung tangan,
    • Kantong untuk batu,
    • Ransel kecil.

    Perlengkapan Mencuci

    Perlengkapan mencuci juga sangat penting dalam pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh. Berikut ini beberapa list yang kami buat mengenai perlengkapan mencuci.

    • Jepitan jemuran,
    • Gantungan baju,
    • Deterjen,
    • Setrika,
    • Ember.

    Sebenarnya sih enggak perlu bawa perlengkapan seperti ini. Karena terlalu merepotkan. Akan tetapi untuk harga perlengkapan untuk mencuci disana lebih mahal ketimbang bawa sendiri dari Indonesia.

    Kemudian untuk ember bisa beli disana. Dan sebaiknya bawalah pakaian yang sekiranya tidak perlu di gosok sehingga tidak perlu membawa setrika.

    Perlengkapan Listrik, Komunikasi, dan Internet

    Perlengkapan yang berkaitan dengan listrik khususnya untuk komunikasi seperti telpon genggam sangat dibutuhkan ketika Anda melaksanakan ibadah Haji dan Umroh. Hal ini bertujuan untuk menghubungi sanak saudara Anda yang ada di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa list perlengkapan yang setidaknya harus kamu bawa ketika melaksanakan ibadah Haji dan Umroh.

    • HP dengan nomor Saudi Arabia, seperti Saudi Mobily, Zain, atau STC.
    • Kamera untuk dokumentasi.
    • Charger HP dan kamera.
    • Universal converter plug (colokan listrik)

    Perlengkapan Dokumen

    Berikut ini adalah list perlengkapan dokumen yang harus dibawa ketika melaksanakan ibadah Haji dan Umroh.

    • Paspor,
    • Uang rupiah,
    • Uang riyal,
    • Dokumen Haji seperti (SPMA, Buku kesehatan, bukti setor BPIH)

    Untuk berkas yang penting seperti ini, sebaiknya Anda jangan meletakkannya di koper atau bagasi. Anda cukup meletakkannya di tas tenteng yang biasa Anda gunakan. Karena sewaktu-waktu sangat dibutuhkan. Karena ini memang dokumen penting, jadi jaga sebaik mungkin jangan sampai hilang.

    Nah itulah beberapa list mengenai perlengkapan haji dan umroh untuk wanita maupun pria yang harus dibawa. List tersebut sifatnya masih general, jadi kalau ada barang-barang atau perlengkapan yang sebenarnya harus dibawa, silahkan saja dibawa.

    Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk mempersiapkan perlengkapan Haji dan Umroh. Semoga ibadah Haji dan Umroh Anda lancar 🙂

  • Begini Cara Menghitung Service Charge Hotel, Resort, dan Villa

    Begini Cara Menghitung Service Charge Hotel, Resort, dan Villa

    Service Charge – Salah satu yang menjadi daya tarik orang-orang ingin berkarir dihotel adalah karena konon kabarnya kerja di hotel itu sebulan gajian dua kali.

    Iya dua kali,yang mana gaji yang pertama memang benar-benar gaji pokok beserta tunjangan kalau ada serta yang kedua adalah gajian dari service charge atau uang service.

    Upah tambahan yang didapat dari uang service yang dibayar tamu terlepas dari kamar yang dia bayar atau outlet lain.

    Kabarnya juga uang service ini bisa melebihi gaji pokok rata-rata lho.

    Masa iya?

    Mari kita bahas selengkapnya di artikel berikut ini!

    Apa Itu Service Charge?

    Sebelum kita bedah lebih dalam, ada baiknya kita pisahkan dulu pengertian antara service dan juga charge.

    Service adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh karyawan dari sebuah perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap client yang mereka miliki.

    Nah karena kita membahas seputaran hotel atau industri hospitality, jadi service yang dimaksud disini adalah bagaimana pihak hotel memberikan pelayanan terbaik lewat staff mereka kepada tamu-tamu yang datang.

    Mulai dari mereka check in, selama mereka menginap (Occupancy), hingga mereka mereka checkout. 

    Karena hotel merupakan industri yang bergerak dalam bidang jasa khususnya pelayanan, Maka service yang bagus merupakan salah satu indikator baik buruknya sebuah hotel.

    Tidak terbatas pada hotel saja, tetapi juga mencakup industri sejenis. Seperti Villa, Resort, dan Motel.

    Selanjutnya, pengertian charge adalah biaya yang harus dikeluarkan seseorang untuk sebuah barang atau jasa.

    Jadi service charge adalah biaya tambahan yang harus dibayar oleh seseorang atas pelayanan yang telah diberikan oleh sebuah perusahaan dalam hal ini hotel atau restaurant.

    Baca juga: Tips Up Selling di Hotel Buat Anak FO

    Cara Menghitung Service Charge

    Sebagian besar transaksi bisnis dalam suatu hotel akan dikenai servis charge dan pajak.

    Nilai service charge adalah 10% dari biaya produk/layanan, serta nilai pajak adalah 11% dari biaya produk/layanan ditambahkan servis charge.

    Oleh karena itu bila kamu menginap di hotel atau makan di restaurant hotel tidak hanya biaya produk/layanan saja yang harus kamu bayar, ada juga biaya servis charge dan pajak.

    Nah, pajak sama seperti yang kita pahami bersama akan dipisah dan dibayar ke pemerintah, sedangkan uang service akan dibayarkan ke pegawai. Untuk lebih paham yuk kita coba itung-itungan dibawah !

    Contoh Soal

    Agus menginap di hotel A dan harga kamar adalah 1.000.000 permalam dan dia hanya menginap semalam saja.

    Harga tersebut belum termasuk tax & service charge. Berapa total pembayaran yang harus dibayarkan si Agus?

    • Harga kamar = 1.000.000
    • Service Charge (tergantung kebijakan hotel) = 1.000.000 x 10 %= 100.000
    • Pajak (harga kamar + Service charge hotel) = (1.000.000 + 100.000) x 10 % = 110.000

    Dari soal di atas kita sudah tahu berapa nominal service charge dan pajak yang harus ditambahkan ke harga kamar.

    Jadi total pembayaran yang harus di lakukan si Agus adalah:

    • harga kamar + service charge + pajak = 1.000.000 + 100.000 + 110.000 = 1.210.000

    Skema Pembagian Service Charge

    Aturan tentang service charge termasuk mekanisme pembagiannya di atur dalam  Permenaker (Ketentuan Menteri Ketenagakerjaan) Nomor 7 Tahun 2016. Kurang lebih isi dari aturan tersebut tentang skema nya seperti ini : 

    • 3% (tiga persen) untuk pergantian atas terjadinya resiko kehilangan atau kerusakan barang-barang hotel (loss and breakage)
    • 2% (dua %) untuk pemberdayaan kenaikan kualitas sumber daya manusia/ kekaryawanan. Ini bisa dipakai untuk beberapa kegiatan pegawai seperti olahraga, acara kebersama-samaan ( HR )
    • 95% (sembilan puluh lima %) untuk dibagi ke Karyawan/Pekerja.

    Contoh Soal

    Misalnya di sebuah hotel selama bulan Mei terkumpul uang service 100.000.000 dengan total jumlah karyawan 40 orang. Berapa masing-masing staff akan mendapat service charge?

    • Total Service Charge = 100.000.000
    • Loss & Breakage + HR = 100.000.000 – (100.000.000* 5%)

    = 100.000.000 – 5.000.000

    = 95.000.000

    Jadi total uang yang akan dibagikan ke staff sebanyak 95.000.000. Dengan total staff ada 40 orang, berapa yang akan diterima masing-masing staff ? Anggap saja pembagiannya prorata tanpa membedakan atas jabatan atau posisi mereka.

    • 95.000.000 : 40 = 2.375.000

    Masing-masing staff akan mendapat service charge 2.375.000. Lumayan ya? 

    Bagaimana Jika Pengusaha Tidak Memberi Service Charge?

    Dalam aturan Permenaker No 7 Tahun 2016 disebutkan, pemberian uang service untuk karyawan itu adalah wajib khususnya untuk industri yang bergerak dibidang jasa atau pelayanan.

    Pasal 18 menyebutkan denda administratif akan dikenakan jika pengusaha tidak tunduk atau patuh tentang aturan ini. Masih ada yang belum dapat service charge?

    Baca Juga : Tipe – Tipe Akomodasi Penginapan yang Wajib Kamu Ketahui!

  • Sejarah Industri Perhotelan Dunia & Indonesia

    Sejarah Industri Perhotelan Dunia & Indonesia

    Sejarah Industri Perhotelan – Bagi seorang traveller, memilih hotel untuk tempat tinggal sementara sangat penting untuk diperhitungkan.

    Mengapa? Karena hotel erat kaitannya dengan budget yang anda miliki, jadi jika salah perhitungan saja, liburan anda bisa berakhir dengan buruk.

    Tulisan sebelumnya sudah membahas tipe dan klasifikasi hotel. Umumnya hotel dibagi menjadi 5 berdasarakan fasilitas dan harga yang ditawarkan.

    Ada istilah hotel berbintang satu, bintang dua, hingga bintang lima. Tentu saja semakin banyak bintangnya akan semakin mahal tarifnya namun berbanding lurus dengan fasilitas yang lengkap dan tempat yang relatif lebih nyaman.

    Baca juga: Tipe – tipe akomodasi Hotel yang Wajib Kamu Ketahui

    Selain sebagai tempat penginapan, ternyata hotel juga ada yang menyediakan tempat untuk pertemuan atau meeting.

    Bahkan ada beberapa yang menyewakan gedung hotel untuk acara pernikahan dan wisuda.

    Beberapa fasilitas hotel umumnya adalah pelayanan konsumsi (makan dan minum), barang bawaan , laundry baju, dan perabotan dapur yang di kelola secara komersial.

    Balik lagi ke awal, kita tahunya hotel itu di klasifikasikan dengan rating 1-5, kita juga tahu selain hotel ternyata ada tipe akomodasi lain juga seperti villa, resort, hostel dan lain-lain.

    Tapi, kita nggak tau sebenarnya hotel itu pertama kali muncul dimana?

    Sejarahnya bagaimana?

    Oke, tulisan kali ini kita coba cari tahu bagaimana sebenarnya kemunculan hotel itu pertama kali, khususnya di Indonesia.

    Check this out !

    Sejarah Hotel di Dunia dan Indonesia

    Sejarah keberadaan hotel sangat berkaitan dengan perkembangan peradaban manusia. Kebutuhan akomodasi sudah ada sejak manusia mulai bermigrasi, berpindah tempat ke tempat lainnya.

    Ketika itu manusia melakukan perjalanan jauh menggunakan alat transportasi menggunakan bantuan hewan seperti kuda dan unta bahkan hanya berjalan kaki saja.

    Dikarenakan masih banyaknya wilayah pedesaan, maka orang yang singgah di suatu tempat tidak dikenakan biaya. Namun seiring bertambahnya waktu, mulai banyak orang yang menyewakan kamar untuk di singgahi sementara.

    Sejarah Perhotelan Internasional

    Sejarah Industri Perhotelan Indonesia

    Sejarah industri perhotelan dimulai pada awal abad 15, Beberapa negara Eropa seperti Perancis dan Inggris mulai mewajibkan untuk mendaftarkan rumah penginapannya secara resmi.

    Kemudian pada awal abad 17, tepatnya pada tahun 1760 daratan Eropa dan Amerika mulai dibangun konstruksi bangunan hotel yang sangat megah.

    Pada tahun inilah awal mulai industri perhotelan di Eropa mulai berkembang.

    Pada awal abad ke 18 di bangunlah hotel dengan nama Le Grand Hôtel du louvre Paris dan operasikan pada tahun 1855 dan 1887. Hotel ini merupakan salah satu hotel yang berada di Eropa dan dibangun khusus untuk para elite traveller dari seluruh dunia.

    Abad ke 19 adalah masa keemasan perkembangan industri perhotelan pada jaman itu. Banyak sekali hotel mewah yang dibangun dan beberapa arsitek yang sangat terkenal seperti Marchisio dan Prost merancang bangunan hotel yang sangat indah di Eropa.

    Pada abad 20 seperti sekarang ini sudah jelas dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Semua kegiatan perhotelan tidak akan bisa lepas dari internet.

    Sejarah Perhotelan Nasional

    Awal mula berkembangnya industri perhotelan di tanah air mulai sejak masa penjajahan belanda. Pada saat itu memang pariwisata di Indonesia mulai di kenal.

    Sejarah Industri Perhotelan
    Hotel Indonesia tahun 1962

    Hotel bintang 5 pertama yang ada di Indonesia yang sampai saat ini masih berdiri yaitu Hotel Indonesia. Pada tanggal 5 agustus 1962, Hotel Indonesia diresmikan oleh Soekarno saat menyambut Asian Games IV di tahun 1962.

    Dirancang oleh pasangan arsitek dari Amerika Serikat bernama Abel Sorensen dan Wendy, istrinya.

    Pada akhir Februari 2009, Hotel Indonesia rebranding menjadi Hotel Indonesia Kempinski dan pengelolaannya dibawah jaringan Kempinski.

    Setahun setelahnya yaitu pada tahun 1963, Hotel Bali Beach di bangun karena nama Bali semakin terkenal di dunia Internasional. Hotel ini merupakan hotel tertinggi di Bali sampai saat ini.

    Selain itu beberapa hotel peninggalan sejarah jaman penjajahan Belanda juga banyak ditemukan di Indonesia dan masih beroperasi sampai sekarang di antaranya :

    1. Hotel Sriwijaya – Jakarta yang awal berdiri pada tahun 1863 dengan nama Hotel Cavadino
    2. Hotel Majapahit – Surabaya : Dibangun pada tahun 1910 oleh orang berkebangsaan Armenia bernama Lucas Martien Sarkies yang sampai sekarang masih beroperasi dengan nama Majapahit Mandarin Hotel
    3. Hotel Inna Dibya Puri – Semarang : awalnya bernama Du Pavilion di tahun 1874
    4. Hotel Garuda – Yogyakarta : Dibuat pada tahun 1908 dengan nama Grand Hotel De Djokdja
    5. Hotel Ambarukmo : Hotel ini sangat eratkaitannya dengan Sultan Hamengku Buwono V yang membangun Pesanggrahan Ambarrukmo. Di tahun 1895-1897, Sultan Hamengku Buwono VII merenovasi bangunan ini. Berikutnya pada tahun 1966 seiring dengan berdirinya Hotel Indonesia dan Bali beach, berdiri pula Hotel Ambarukmo
    6. Inna Bali Heritage – Bali : Dibangun pada jaman kolonial 1927 dan menjadi hotel pertama di Bali yang melayani wisatawan waktu itu.

    Setelah membaca artikel di atas, kita jadi tahu sejarah industri perhotelan dan ternyata hotel-hotel yang sekarang cukup familiar dan mungkin salah satunya anda pernah tempati ternyata umurnya hampir ratusan tahun.

    Tentunya untuk anda yang ingin mendapatkan experience dan atmosphere yang berbeda nanti bisa coba untuk menginap di salah satu hotel tersebut. Salam Hotelier….

    Referensi : Sejarah Hotel – Martono Tikjanto

  • Begini Cara Handle Komplain di Hotel-Part 2

    Begini Cara Handle Komplain di Hotel-Part 2

    Kembali mengingatkan bahwa complaint merupakan sebuah ekspektasi yang berbeda dengan realita.

    Jadi sebagai gantinya, wajib memberikan ganti rugi untuk menutup ekspektasi tersebut.

    Baca juga: Cara Handle Complaint di Hotel Part 1

    Nah, untuk memformulasikan ganti rugi ini, kita perlu melakukan investigasi 3-Know dan dituntaskan dengan membuat BATNA:

    Know the guest

    Apa yang dimaksud dengan know the guest? Maksudnya adalah mengetahui background dari tamu agar dalam mengambil keputusan harus berdasarkan hasil analisa. Apa sajakah dari tamu yang perlu diketahui?

    1. Length of stay (LOS)

    Kita perlu mengetahui berapa lama tamu menginap. Apabila tamu menginap seminggu dan dia meminta kompensasi late check-out, tentu kita akan berikan karena tamu sendiri sudah berkontribusi banyak untuk kita.

    2. Current spending

    Sama dengan LOS, apabila tamu sudah spend 100 juta di Hotel kita, masa iya kita tidak memberikan keringanan late check-out? Kontribusi ini juga perlu dicek dalam 3-Know.

    3. Source of booking

    Travel agent memegang peranan penting. Memang mungkin tamu yang menuntut kompensasi stay nya Cuma 2 malam dan tidak spend apapun.

    Tapi apabila dia merupakan tamu dari Travel agent yang berkontri besar pada Hotel kita, mau tidak mau kita harus memberikan pada tamu demi hubungan baik dengan Travel agent.

    4. Personal affiliation

    Ketahui juga apabila mungkin tamu ini merupakan kerabat dari GM atau owner. Kalau kita sembarang ngomong, bisa disepak. Hihihi.

    5. History and Demand

    Selain itu juga perlu mengetahui selama stay apa saja yang pernah terjadi pada tamu tersebut. Apakah pernah ada keluhan sebelumnya?

    Atau ini keluhan pertama?

    Lalu apa sajakah yang tamu minta?

    Informasi ini perlu didapatkan saat melakukan complaint handling.

    Dengan mengetahui tamu meminta kompensasi apa dan apa saja yang pernah dialami tamu, kita bisa lebih mudah dalam mengambil sebuah keputusan.

    6. Know the problem

    complaint handle

    Setelah know the guest, kita perlu menganalisa lebih lanjut mengenai titik masalah. Sebenarnya apa sih yang terjadi sampai tamu memberikan keluhan.

    Apakah ini kelalaian staff, kurangnya maintenance, atau bagaimana?

    Proses ini perlu diperhatikan dengan seksama. Bahkan bila perlu, kita harus melakukan 360 check, atau mengecek secara keseluruhan departemen yang bersentuhan dengan masalah tersebut.

    Tujuannya agar mendapatkan informasi yang jelas sehingga ketika berbicara dengan tamu sudah siap dengan akar masalah.

    7. Know the impact

    Bagian 3-Know yang terakhir ini adalah bagian yang paling penting. Mengetahui profit dan loss apabila kita memberikan permintaan tamu.

    Profit dan loss ini bukan hanya melulu tentang finansial, tapi juga tentang citra dari Hotel. Sederhananya, apabila tamu mengancam akan menulis Trip Advisor hanya karena tidak diberikan late check out, tentu ini adalah hal yang sangat bodoh.

    Sehingga impact ini betul perlu diperhatikan.

    Jangan sampai memberikan candlelight dinner gratis hanya untuk masalah tidak bisa early check-in.

    8. BATNA

    Setelah 3-Know, maka kita bisa memformulasikan BATNA (Best Alternative To a Negotiated Agreement).

    Dari situ kita bisa listing apa saja yang bisa kita lakukan sebagai opsi ke tamu.

    Sebagai contoh, apabila tamu meminta full refund one night dan setelah melakukan analisa 3-Know, demand ini memang harus diberikan, kita formulasi nya jangan langsung full refund, tapi seperti contoh di bawah:

    1. Opsi #1: Additional complimentary night
    2. Opsi #2: Half refund
    3. Opsi #3: Full refund

    Dengan demikian, setidaknya kita bisa tidak terlalu rugi dalam memberikan kompensasi.

    Pencegahan Komplain

    Ribet ya handle dan resolve complaint? Banget!

    Makanya banyak manajer lebih memilih melakukan complaint prevention untuk memastikan complaint tidak berulang atau tidak akan terjadi.

    Banyak system yang dilakukan oleh tamu, tapi yang paling mendasar adalah system LOG.

    Yang dimaksud dengan system LOG adalah pencatatan semua complaint yang ada selama setahun penuh, sehingga bisa dilihat dan di analisa permasalahannya apa saja sih.

    Dengan demikian dapat memformulasikan sebuah kegiatan untuk mencegah complaint yang sama terjadi.

    Sebagai contoh, dari LOG ternyata diketahui bahwa:

    1. Di bulan Januari ada 10 complaint tentang rasa makanan
    2. Di bulan Januari ada 7 complaint tentang AC di kamar 123

    Dari catatan di atas, kita bisa melakukan dua bentuk prevention:

    1. Memberikan training pada kitchen karena ada permasalahan makanan muncul sampai 10 kali,
    2. Mengganti AC kamar 123 dengan yang baru karena sudah complain sampai 7 kali.

    Hal ini terkesan sederhana, tapi sebenarnya tidak banyak Hotel yang menggunakan LOG ini loh. Mereka beranggapan sudah sama sama tau jadi tidak dicatat. Akibatnya? Komplain lagi komplain lagi.

    By : Eka Putra Jayantara

  • Pengertian dan Cara Menghitung RevPar

    Pengertian dan Cara Menghitung RevPar

    Cara Menghitung Revpar – Selain occupancy dan ARR, salah satu indikator yang di gunakan untuk melihat sebuah hotel performance adalah Revpar.

    Bahkan banyak para ahli perhotelan mengatakan bahwa revpar lebih penting daripada average room rate.

    Karena dengan formula revpar ini kita bisa mengetahui berapa sebenarnya semua harga kamar termasuk yang tidak terjual sekalipun.

    Pengertian RevPar

    Revpar adalah kepanjangan dari revenue per available room.

    Mengacu pada definisinya, pendapatan dari semua kamar yang ada.

    Terlepas dari terjual atau tidaknya kamar tersebut, tetap di perhitungkan menghasilkan revenue. Kenapa?

    Kan tidak terisi?

    Walaupun kamar tidak berhasil terjual, tapi tetap ada biaya yang dikeluarkan untuk perawatan kamar tersebut.

    Dalam bisnis, termasuk perhotelan segala yang memerlukan cost itu harus menghasilkan revenue.

    Jadi inilah kenapa kamar-kamar yang tidak terjual juga diperhitungkan untuk menghasilkan revenue.

    Revpar ini juga biasanya digunakan untuk menghitung kapan balik modalnya sebuah hotel dari awal proses sampai hotel tersebut beroperasi.

    Cara Menghitung Revpar

    Revpar bisa dihitung dengan menggunakan 2 rumus, simak selengkapnya di bawah ini:

    • Mengalikan ARR dengan Occupany

    Revpar = ARR x Occ

    • Membagi Total Room Revenue dengan Total Kamar Tersedia

    Revpar = Total Room Revenue / Total Kamar Tersedia

    Contoh Soal Menghitung Revpar

    Soal 1.

    Dengan total kamar tersedia 100 kamar, kemarin hotel A mencapai occupancy 80% dengan Average Room Rate 1.000.000 . Berapa Revpar dari hotel tersebut?

    Dari soal kita tahu bahwa :

    • Kamar tersedia 100
    • Occupancy 80% berarti ada 80 kamar terjual
    • Average room rate 1.000.000
    • Total Room Revenue berarti : 80 x 1.000.000 = 80.000.000

    Ingat, Revpar bisa dihitung dengan 2 cara yaitu:

    • Mengalikan ARR dengan Occupancy 

    Berarti : 1.000.000 X 80 % = 800.000

    • Membagi Total Revenue dengan Total Kamar

    Berarti : 80.000.000 / 100 = 800.000

    Soal 2.

    Hotel B mempunyai 250 kamar tersedia, dan kemarin terisi cuma 100 kamar.

    Karena pandemi harga pun diturunkan yang biasanya ARR 2jutaan, kemarin average room rate cuma 950.000.

    Jadi berapa Revpar hotel B kemarin?

    Dari ilustrasi soal kita bisa lihat bahwa:

    • Kamar tersedia 250
    • Ocupancy : 100/250 x 100 % = 40 %
    • Average Room Rate 950.000
    • Total Room Revenue : 100 x 950.000 =95.000.000

    Berarti Revpar nya bisa di hitung:

    • Revpar = ARR x Occupancy

    = 950.000 x 40 % 

    = 380.000

    Cara kedua:

    • Revpar = Total Room Revenue / Total Kamar

    = 95.000.000 / 250

    = 380.00

    Itu dia sekilas pengertian dan cara menghitung Revpar. Gampang bukan? Revpar ini penting kamu ketahui kalau nantinya kamu berkarir di hotel sebagai GM, Sales & Marketing dan juga accounting. Salam Hotelier..

    Baca Juga: Cara Menghitung Occupancy dan ARR

  • Pengertian Motel dan Perbedaannya dengan Hotel

    Pengertian Motel dan Perbedaannya dengan Hotel

    Ketika menonton sebuah film barat, tentu kita pernah melihat bangunan dengan tulisan Motel. Namun penasarankah kamu dengan apa itu Motel? Apa motel adalah sebuah hotel?

    Untuk itu ada baiknya kita telaah sedikit lebih dalam, mengenai pengertian masing-masing dan berikut dengan perbedaannya.

    Supaya kemudian hari tidak bingung dan salah persepsi lagi.

    Apa itu hotel?

    Untuk lebih mudah, mari kita kutip pengertian Hotel menurut wikipedia berikut ini.

    Hotel berasal dari kata hostel, konon diambil dari bahasa Prancis kuno. Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir abad ke-17. Maknanya kira-kira, “tempat penampungan buat pendatang” atau bisa juga “bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum”. Jadi, pada mulanya hotel memang diciptakan untuk meladeni masyarakat.

    Wikipedia

    Nah dari sana dapat kita simpulkan hotel adalah sebuah bangunan yang sengaja dibuat untuk seorang pendatang atau saat ini lebih dikenal dengan wisatawan.

    Selain itu, seiring perkembangnnya, hotel memiliki fasilitas dan layanan hospitality yang di klasidikasikan berdasarkan kelas dan jenisnya.

    Ada banyak departemen hotel yang bekerja dalam sebuah hotel. Dan depatemen inilah yang menjadi perbedaan Hotel dan Motel.

    • Food and beverage service
    • Room attendant ( House keeping ) service
    • Concierge
    • Laundry or dry cleaning service
    • Use of furniture or fixtures
    • Bell and Door attendant service
    • Conference and Banqueting
    • Business centre dan lainnya.

    Struktur organisasi dan manajemen hotel biasanya lebih kompleks dibanding dengan motel.

    Apa itu Motel?

    Istilah motel adalah singkatan dari Motor hoTel. Ini adalah fasilitas penginapan yang terutama melayani tamu yang datang dengan mobil.

    Motel awalnya sering menyediakan tempat parkir di dekat kamar tamu, tetapi itu telah berubah dalam beberapa tahun terakhir karena pemilik motel dan pemilik waralaba menjadi lebih sadar akan keamanan tamu.

    Motel mungkin terletak di lokasi mana pun, tetapi biasanya ditemukan di daerah pinggiran kota atau pinggir jalan.

    Mereka menjadi sangat sukses di tahun 1950-an dan 1960-an dengan pengembangan sistem jalan raya antar negara bagian di AS.

    Banyak motel adalah bangunan bertingkat dua atau rendah yang terletak di dekat jalan raya utama. Area kolam dengan semak belukar, pohon, dan taman bermain anak-anak dll.

    Jadi bisa dikatakan Motel ini mirip dengan rest area untuk para pengendara mobil. Karena lokasinya yang berada di pinggir jalan raya.

  • Mengenal Posisi Butler di Hotel, Ketahui Apa Saja Tugasnya

    Mengenal Posisi Butler di Hotel, Ketahui Apa Saja Tugasnya

    Butler adalah salah satu pekerjaan di hotel atau resort yang cukup berperan penting dalam hal kepuasan tamu lho.

    Pernah mendengar posisi butler?

    Atau mungkin kamu ketika menginap di sebuah hotel atau resort mewah dilayani khusus oleh seorang staff, mulai dari kebersihan kamar hingga membantu segala keperluan kamu selama menginap disana.

    Iya, merekalah yang disebut butler. Lalu apa bedanya dengan posisi-posisi lain di hotel?

    Pengertian Butler

    Butler adalah merupakan tipe pelayanan individu ( personal service) yang diberikan kepada tamu hotel.

    Biasanya meliputi tugas 3 department dalam didalamnya yaitu front office, housekeeping dan food & beverage.

    Pada umumnya butler hanya ada di resort mewah. Namun di hotel juga ada fasilitas ini, kamar dengan kategori eksklusif akan mendapat pelayanan khusus butler. 

    Kenapa butler dikatakan sebagai gabungan dari 3 departement?

    Karena butler inilah yang memang bertugas dari welcoming tamu sampai memberikan service harian ke tamu.

    Contoh:

    Beberapa contoh posisi butler dan tugasnya.

    Front Office

    • Welcoming tamu
    • Mengantarkan tamu ke kamar

    Food & Beverage

    • Menyiapkan breakfast, lunch serta dinner
    • Menyediakan wine
    • Mengatur ketersediaan minibar

    Housekeeping

    • Memastikan kebersihan kamar tamu
    • Mengecek amenities

    Jadi bisa dikatakan butler ini seperti halnya seorang personal asisten untuk tamu yang menginap di resort/hotel tersebut.

    Untuk mendapatkan pelayanan dari butler, kamu mesti menjadi salah satu tamu VIP di sebuah resort maupun hotel berbintang.

    Sejarah Butler

    Di Inggris, butler awal mulanya merupakan profesi tingkatan menengah dari lingkungan asisten rumah tangga di rumah- rumah yang besar.

    Pada abad 17 serta 18, butler umumnya terdiri dari beberapa pria. Mereka umumnya staf senior rumah tangga di rumah yang sangat megah.

    Tidak cuma mengurusi kebutuhan rumah tangga, terdapat kalanya meraka pula mengurusi urusan keuangan keluarga sang owner rumah.

    Para butler ini umumnya menggunakan baju seragam spesial, berbeda dari pekerja rumah tangga junior.

    Butler lebih cenderung mengenakan setelan bisnis lengkap, ataupun terkadang lebih nampak kasual di acara- acara spesial.

    Mulai di awal tahun 1920an ataupun sehabis Perang Dunia I, pekerjaan di zona pekerja rumah tangga hadapi penyusutan tajam secara totalitas di negara-negara Eropa Barat, serta pula di Amerika Serikat.

    Walaupun begitu, masih terdapat sekitar 30.000 butler yang dipekerjakan di masa Perang Dunia II.

    Sedikitnya seratus butler masih dipekerjakan sampai pertengahan 1980an. 

    Tugas Butler

    Secara umum tugas seorang butler adalah sebagai berikut :

    Pre-Arrival (Sebelum Kedatangan) :

    • Me – review guest history tamu yang sudah melakukan booking melalui Property Management System dan atau berdasarkan historical data yang sudah tercatat di hotel, dilanjutkan dengan menghubungi  langsung si tamu untuk mendapatkan semua info mengenai detail kedatangannya.
    • Koordinasi dengan department lain untuk berbagi  informasi mengenai profile tamu.
    • Memastikan  pre arrival (sebelum kedatangan tamu) mengenai kesiapan kamar dan persiapan welcoming VIP sesuai Standar Operation Procedure dan juga mempersiapkan apabila ada permintaan khusus dari tamu.
    • Berkoordinasi dengan semua departement  yang bertanggung jawab terhadap transportasi untuk bisa memberikan penjemputan, penanganan barang, dan penyambutan di bandara dengan pelayanan yang maksimal
    • Mempersiapkan welcoming amenities yang mungkin harus disiapkan dan disesuaikan  dengan profile dan permintaan tamu.

    Proses Check in 

    • Memberikan sambutan  hangat ketika mereka datang
    • Bekerjasama dengan FO untuk memastikan proses check in bisa berjalan dengan cepat dan lancar dari  proses “registration card’ sampai dengan “payment process”. 
    • Bekerjasama dengan Bell Service / Concierge untuk memastikan bahwa Luggage tamu ditangani dengan baik.

    Selama Tamu Tinggal (In House)

    • Selalu berusaha memaksimalkan service untuk memberikan efek “wow” kepada tamu.
    • Berusaha memenuhi semua keinginan tamu dan menghindari hal – hal yang mengganggu atau tidak disukai oleh tamu.
    • Tetap menginformasikan kepada tamu perihal acara atau hiburan terbaru yang ada di hotel dan lingkungan sekitar hotel / kota.
    • Meminta feedback dan input dari tamu demi perbaikan dan peningkatan pelayanan, bertindak sebagai jembatan penghubung antara tamu dan management apabila ada complain dari tamu.
    • Melakukan pembersihan kamar dan penggantian amenities, towel, linen, buah, dan bunga.
    •  Melakukan proses  “Turn Down Service”.
    • Bertanggung jawab terhadap event atau kegiatan perayaan acara spesial untuk tamu, seperti; ulang tahun, ulang tahun pernikahan, hari ibu, dll. Bekerjasama dengan semua department lain agar pelaksanaan perayaan tersebut memberikan kesan yang baik pada tamu
    •  Melakukan pemesanan tiket pesawat untuk tamu.
    • Update guest history.
    • Melayani sarapan, makan siang dan makan malam
    • Jika diperlukan, bekerjasama dengan department lain untuk pelaksanaan pesta atau acara di luar kamar, misal; beach side party, pool side party, dll.
    • Membuat list dan melakukan seleksi terhadap panggilan telepon dari luar apabila tamu adalah selebritis atau public figure.
    • Menangani dan memperbaiki jika ada kerusakan – kerusakan kecil alat – alat elektronik yang merupakan fasilitas dalam kamar, misal; laptop, multimedia, sound system, home theater, dll.
    • Melakukan kontrol dan memeriksa kelengkapan mini bar beserta expired date nya.

    Proses Check Out

    • Butler akan menyiapkan bill dan bekerjasama dengan Front Office dalam proses pembayaran (payment) agar proses check out bisa berlangsung dengan cepat dan praktis. Seorang Butler melakukan proses reservasi kembali apabila tamu sudah mempunyai rencana menginap dikemudian hari
    • Mempersilahkan dan menyarankan tamu untuk mengisi guest comment.
    • Mempersiapkan cinderamata hotel bekerjasama dengan sales, public relation, ataupun guest relation officer (jika ada)
    • Mengatur pelaksanaan bell service, valet, dan concierge.
    • Mengucapkan selamat jalan  dan farewell kepada tamu.
    •  Mengupdate guest history. 

    Baca Juga: Tour Guide, Pengertian dan Perkiraan Gajinya

  • Apa Itu Escargot di Tiktok yang Lagi Viral? Ini Jawabannya

    Apa Itu Escargot di Tiktok yang Lagi Viral? Ini Jawabannya

    Beberapa hari ini dunia Tiktok sedang tidak baik baik saja. Jika sebelumnya sudah membahas tentang incognito hotel, maka kali ini beda cerita.

    Pasalnya, seorang tiktokers yang juga seorang hotelier ini membagikan pengalamannya saat melayani tamu hotel.

    Seorang tamu hotel meminta Escargot untuk sebagai pelengkap dirinya menginap di hotel tersebut.

    Lantas, banyak netizen yang tak mengetahui dan bertanya-tanya apa itu Escargot?

    Escargot Adalah

    Jika mengacu pada kamus, dan sumber referensi yang ada, maka escargot adalah sebuah hidangan atau masakan yang bahan utamanya adalah bekicot yang berasal dari Perancis.

    Jadi, jika yang direquest oleh si tamu adalah Escargot dalam artian sebenarnya maka jawabannya ada dua.

    1. Hotel terebut menyediakan hidangan tersebut
    2. Hotel tersebut kebetulan tidak menjual menu escargot.

    Kabar buruknya, buka kedua hal tersebut yang dimaksud.

    Karena, Tiktokers tersebut menyebutkan bahwa Tamu yang request escargot punya konotasi bandel. Maka kemungkinan kata ini tidak masuk escargot dalam istilah hotel.

    Analisis kami, kemungkinan yang diminta tamu sebenarnya adalah “escort” bukanlah escargot.

    Escort adalah sebuah kalimat bahasa Inggris yang artinya menemani. Dan dalam dunia malam seringkali ditemui perempuan yang bekerja sebagai Lady Escort.

    Jadi, jika si tamu yang punya konotasi “bandel” request dengan pihak hotel untuk di berikan escort, maka sudah pasti jawabnya tidak ada. Karena termasuk Tindakan prostitusi illegal.

    Kira-kira begitu jawaban mengenai apa itu Escargot yang ternyata plesetan. Oke sampai di sini, sudah paham? Kalau merasa terbantu, jangan lupa share dan comment ya.

  • Apa itu Hospitality? Pengertian lengkap dan Pekerjaannya

    Apa itu Hospitality? Pengertian lengkap dan Pekerjaannya

    Apa itu hospitality? Sekilas ketika kita mendengar hospitality, yang terbesit adalah sebuah rumah sakit. Tapi faktanya, hospitality bukanlah sebuah rumah sakit. Meski kata ini sama-sama diambil dari bahasa Inggris.

    Bagi mereka yang sudah berkecimpung di dunia perhotelan, tentu istilah ini tidaklah asing sama sekali. Ya tidak dapat disalahkan juga, karena memang kurangnya informasi mengenai industri hospitality ini.

    Lantas apa yang dimaksud dengan hospitality?

    Hospitality adalah sebuah sikap, atau sebuah pelakukan yang diberikan oleh orang lain. Atau sederhananya adalah hubungan antara tamu dan tuan rumah, yang mana perlakukan dan peramah tamahan adalah dasarnya.

    Apakah hospitality hanya sebatas itu? tentu tidak.

    Mari kita simak pengertian lengkap mengenai apa itu hospitality beserta contohnya di bawah ini.

    Pengertian Hospitality

    Apabila kita membuka kamus bahasa Inggris, maka Hospitality artinya “keramahan”

    Berdasarkan kamus Merriam Webster, yang dimaksud dengan hospitality memiliki 2 makna. Yaitu:

    1. Hospitable: Perlakuan, Penyambutan, dan Perilaku.
    2. Kegiatan atau bisnis yang berfokus pada layanan kepada tamu. Seperti di Hotel, Restauran, Bar dan sejenisnya.

    Jadi hospitality ini sebenarnya umum diucapkan oleh para english speaker. Khususnya para native speaker.

    Baca juga: Suwamana Wahyu Putra: Lulusan SMA Yang Kini Menjadi Chief Operating Officer

    Dengan menyambut tamu yang datang kerumah dengan ramah dan penuh penghormatan saja, hal ini sudah dikategorikan sebagai hospitality.

    Hebatnya lagi, saat ini seperti yang kita tahu, hospitality sudah menjadi sebuah industri dan bisnis yang menjanjikan.

    Salah satuny adalah bisnis perhotelan.

    Apabila kamu pergi ke hotel, pasti kamu akan merasakan pelayanan yang menyenangkan. Mulai dari disambut dengan senyum ketika masuk ke lobby, hingga saat hendak makan di hotel.

    Mesti begitu, tidak hanya hotel saja yang masuk dalam kategori hospitality.

    Beberapa Contoh industri hospitality diantaranya adalah sebagai berikut:

    • Restauran
    • Event
    • Travel & Tourism
    • Bar

    Dari berbagai macam kategori tersebut, masih terdiri lagi dari banyak profesi yang mendukungnya.

    Beberapa profesi yang sering masuk kedalam industri hospitality:

    Prospek Pekerjaan di Industri Hospitality

    Peluang dan prospek kerja di Industri hospitality sangat menjanjikan, karena bisnis di Industri ini bersifat long last atau bertahan hingga waktu yang lama.

    Fakta yang cukup mendukung argumen tersebut adalah, peningkatan jumlah wisatawan asing di Indonesia yang mencapai 5-10% setiap tahunnya.

    Dan kerennya lagi, Industri travel dan tourism menyumbang pendapatan negara terbanyak no 3. Yaitu sebesar 9,3%. Lebih besar dibanding dengan bidang pendidikan, otomotif dan financial service.

    Selain punya potensi yang cukup stabil dan sustain.

    Pekerjaan di bidang ini punya daya tarik sendiri.

    Misalnya kamu yang bekerja di sebuah hotel bintang 5. Tentu kamu bekerja di tempat yang sangat indah, menyenangkan, dan indah.

    Sedangkan untuk yang bekerja dibidang travel dan tourism, dapat berkeliling negeri sebagai tour guide.

    Dan kenikmatan bekerja di industri hospitality yang paling utama adalah, kamu dapat membagikan kebahagiaan dan membuat hari orang lain berarti melalui pelayanan yang kamu berikan.

    FAQ

    Apa Saja Pekerjaan Hospitality?

    Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas, beberapa pekerjaan ini adalah pekerjaan yang vital posisinya di dalam Industri ini.
    1. Waiter dan Waitress
    Biasanya ada di bisnis restauran. Karena mereka percaya pelayanan dapat menyempurnakan acara makan.
    2. Resepsionis
    Resepsionis biasanya identik dengan hotel, namun saat ini resepsionis sudah dipakai di banyak industri.
    3. Housekeeping
    Meski kelihatannya mudah, tugas housekeeper sangaatlah vital. Yaitu menjaga kenyamanan tamu atapun customer selama stay di hotel.
    4. Food and Beverage
    Food and Beverage dalam sebuah hotel adalah sebuah divisi sendiri. Mereka bertugas untuk mengatur makan dan hidangan para tamu. Terdiri dari cheff hingga waiter dan waitress.

    Apakah Restoran Termasuk Hospitality?

    Ya, restoran adalah salah satu bisnis hospitality yang paling mudah ditemui saat ini. Meski tidak semua restoran menerapkan prinsip hospitality dalam praktiknya

    Apa itu Hospitality Industry?

    Secara sederhana, hospitality industry adalah bisnis yang menonjolkan pelayanan sebagai ikon bisnisnya. Contohnya adalah hotel, restauran dan bar.

    Pelayanan yang diberikan oleh waiter dan waitress diharapkan memberikan kesan yang baik dimata customer.

    Mengapa hotel adalah bagian dari hospitality industry?

    Hotel menjadi bagian dari hospitality industry karena apa yang dijual oleh hotel adalah jasa. Kepuasan pelanggan dalam menggunakan jasa penginapan seperti hotel adalah faktor penting bagi seorang pelanggan untuk melakukan repeat order.

    Apakah Bank Termasuk Hospitality?

    Jika dijawab secara singkat maka jawabnya tidak. Karena Bank adalah salah satu Industri keuangan. Namun dalam pelayanannya kepada nasabah, dasar-dasar hospitality wajib diterapkan.