Tag: Front Office

  • Resepsionis Adalah? Pengertian, Fungsi,  Dan Tugasnya

    Resepsionis Adalah? Pengertian, Fungsi, Dan Tugasnya

    Kehadirannya sudah tidak asing lagi yaitu seorang penerima tamu, seorang receptionist biasanya banyak dijumpai di hotel, cafe atau restoran dan juga kantor perusahaan. Resepsionis adalah orang yang bertugas untuk menyambut tamu di pintu depan atau lobby ketika tamu masuk.

    Mereka juga harus menjaga kesan yang baik, selalu tersenyum, dan ramah terhadap tamu yang berkunjung.

    Dengan hati-hati menanyakan keperluan para pengunjung, membantu setiap kebutuhan yang dicari serta berikut beberapa hal berkaitan dengan resepsionis sebagai berikut.

    Apa itu Resepsionis?

    Banyak yang berpendapat bahwa pekerjaan sebagai resepsionis adalah menyambut tamu saja, sebenarnya selain itu peran resepsionis sangatlah penting.

    Bekerja menjadi seorang resepsionis tidak semudah yang dibayangkan, pekerjaannya tidak hanya itu dan sangat krusial.

    Resepsionis diambil dari bahasa Inggris yang berarti receptionist.

    Yang artinya penerima tamu atau resepsionis.

    Biasanya seorang penerima tamu ditempatkan di lobi, meja kantor bagian depan dan ruang ruang tunggu sebuah gedung. Dalam beberapa bidang pekerjaan, posisi ini lebih dikenal dengan sebutan front desk agent.

    Resepsionis Hotel

    Di hotel pengertian resepsionis ialah salah satu section yang bertempat di Front Office department.

    Tugasnya yaitu menangani tamu atau pengunjung yang check in, check out, pindah kamar dan membantu dalam menyampaikan informasi fasilitas hotel.

    Seorang resepsionis harus bersikap ramah karena  berinteraksi langsung dengan pengunjung, jika seorang receptionist ramah, menyapa pengunjung dan melayani tamu dengan baik maka para pengunjung akan merasa nyaman.

    Sebagaimana kita tahu, industri hospitality memang identik dengan pelayanan dan keramah tamahan.

    Tugas Resepsionis di Berbagai Instansi

    Ada beberapa tugas seorang resepsionis yang harus diperhatikan.

    Meski secara awam, tugas utama bagian front office menyampaikan informasi serta menjawab panggilan yang masuk untuk kemudian diarahkan ke panggilan yang tepat.

    Namun ada beberapa tugas dan wewenang seorang resepsionis yang wajib dietahui :

    • Memberikan informasi kepada pengunjung, mencatat semua data para tamu yang keluar maupun yang akan masuk.
    • Menerima panggilan yang masuk kemudian menghubungkan kepada pihak yang dituju.
    • Menghubungkan telepon kepada nomor yang dituju atas permintan beberapa pihak.
    • Mendata dan melaporkan semua kegiatan secara periodik.
    • Menerima dan menyambut tamu dengan sikap yang baik, ramah dan profesional dalam bertugas.
    • Mencatat setiap nomor panggilan yang masuk dan keluar dalam log book.

    Fungsi dan Tujuan Resepsionis

    Receptionis adalah

    Sebagai salah satu jembatan antara manajemen perusahaan dan juga para tamu, maka seorang resepsionis harus memberikan informasi yang sesuai dan tempat mengenai perusahaan tersebut.

    Pentingnya keberadaan seorang resepsionis tidak lepas dari peran pentingnya di dunia kerja. Ada beberapa fungsi dan tujuan seorang resepsionis sebagai berikut:

    1. Menjadi Diploma

    Receptionist diibaratkan sebagai diplomat dalam sebuah kantor dimana dapat menuntut bernegosiasi dengan tamu.

    Sebagai seorang resepsionis harus mengetahui serta paham terhadap prosedur dalam menerima dan menyampaikan pesan.

    Pesan tersebut dapat disampaikan melalui tulisan maupun lisan dengan cara yang baik dan mudah dipahami serta dengan bahasa yang baik dan sikap sopan.

    Seorang resepsionis juga harus paham terhadap tamu, karena tamu tentu memiliki tujuan yang berbeda-beda.

    Tugas dan fungsi selanjutnya dari resepsionis adalah memberikan keputusan dan juga tindakan seperti seorang diploma dengan mengikuti prosedur hotel atau kantor.

    2. Sebagai Sumber Informasi

    Seorang tamu akan menuju front office desk sebelum masuk dan sering menanyakan beberapa informasi pada seorang petugas penerima tamu.

    Contohnya menanyakan keberadaan seseorang, fasilitas, nomor kamar, reservasi, dan masih banyak lagi.

    Oleh karena itu receptionist harus menjadi seseorang yang dapat menjadi sumber informasi yang valid, dengan begitu tamu akan merasa senang.

    Sehingga akan tercipta  hubungan yang baik diantara para pengunjung dan pihak hotel atau perusahaan.

    3. Record Keeper

    Tugas dan fungsi selanjutnya dari resepsionis adalah sebagai record keeper, ada beberapa tamu yang datang untuk menitipkan pesan kepada seseorang.

    Seorang penerima tamu juga harus paham terhadap prosedur dalam menerima dan menyampaikan pesan kepada pihak terkait.

    Agar sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP resepsionis juga harus mampu berbahasa dengan baik melalui lisan maupun tulisan.

    Sehingga untuk mencapai hal tersebut diperlukan pantauan langsung dari kepala manager.

    4. Sebagai Sales

    Seorang resepsionis juga bertugas menjadi sales, dimana setiap ada tamu yang datang resepsionis akan merekomendasikan jasa serta meyakinkan customer yang hari itu berkunjung.

    Ada banyak hal yang dapat dijual di hotel contohnya saja kamar hotel, jasa penginapan dan produk lain di hotel.

    Biasanya di hotel dikenal dengan teknik Up Selling.

    Syarat Menjadi Resepsionis

    Semakin banyak yang berminat menjadi seorang resepsionis atau bekerja di penginapan.

    Itu karena gaji seorang receptionist cukup beragam dan lumayan mulai dari 2jt sampai 5jt.

    Bagi kamu yang berminat untuk menjadi seorang penerima tamu, berikut syarat-syaratnya :

    1. Keterampilan Pribadi

    Keterampilan yang pertama yaitu keterampilan pribadi, dimana keterampilan yang satu  ini dimaksudkan setiap resepsionis mampu mengatur pekerjaan dan menangani tamu serta mengurus setiap tamu yang datang.

    2. Keterampilan Teknis

    Keterampilan teknis resepsionis bisa dikatakan senagai kemampuan dalam menggunakan alat-alat pendukung.

    Seperti kemampuan dalam menggunakan komputer dan mengolah data.

    Kemampuan ini tidak semuanya berkaitan dengan komputer, ada beberapa alat pendukung lainya yang harus dikuasi.

    Selain itu dapat menggunakan telepon dan menghubungkan kepada pihak yang bersangkutan. Serta mengetahui ilmu tentang struktur organisasi dan juga denah dari perusahaan.

    3. Komunikatif

    Kemampuan komunikasi merupakan modal bagi seorang resepsionis karena bekerja dan bertemu langsung dengan tamu. Selain itu resepsionis adalah tempat mencari informasi dan informasi harus dapat tersampaikan kepada tamu dengan baik dan mudah dimengerti.

    Pengetahuan yang Harus Dimiliki Resepsionis

    Tentu untuk mengambil pekerjaan harus mempunyai bekal ilmu, pengetahuan yang dimiliki seorang resepsionis meliputi hal-hal berikut ini.

    1. Pengetahuan Khusus

    Resepsionis bekerja dengan ketelitian dan menjadi hal yang sangat penting karena berhubungan dengan mengurusi tamu.

    Aspek-aspek yang harus diperhatikan ketika melayani tamu bukan hanya menguasai bahasa yang santun saja tetapi bisa mengakses berbagai platform.

    2. Pengetahuan Umum

    Menjadi seorang resepsionis harus menguasai kemampuan umum, terutama dalam menerima tamu dari berbagai budaya dan suku bahkan perbedaan negara.

    Sehingga sangat perlu mempelajari kultur dari budaya-budaya di luaran.

    Bila sudah menguasai hal tersebut maka bisa menjadi senjata ampuh bekerja menjadi seorang resepsionis, terutama bisa berbahasa asing maka dapat menunjang karir yang lebih baik.

    3. Perilaku dan Kepribadian

    Menjaga agar meja dan alat-alat tersusun dengan rapi sehingga enak untuk dipandang, tamu akan merasa pelayan yang diberikan oleh resepsionis baik, bersih serta rapi menjadi bentuk ketaatan aturan seorang resepsionis dalam dunia kerja.

    Menjadi seorang resepsionis harus mempunyai kepribadian yang gigih, cerdas, baik, sopan serta sedang menolong sesama.

    Perilaku yang baik akan membuat jalanya kerja juga semakin baik, apabila perilaku kurang baik maka kerja juga akan kurang maksimal.

    Menjadi seorang resepsionis adalah dambaan beberapa orang, selain gajinya yang lumayan menjadi seorang resepsionis juga dapat menambah ilmu yang baru.

    Apapun pekerjaanya jika dilakukan secara sungguh-sungguh akan memperoleh hasil yang baik.

  • Bolehkah Menerima Tamu di Kamar Hotel? Simak di sini Jawabannya

    Bolehkah Menerima Tamu di Kamar Hotel? Simak di sini Jawabannya

    Berkunjung ke suatu tempat yang jauh dari rumah untuk bekerja atau sekedar berlibur tentu lebih nyaman jika menginap, karena badan perlu istirahat setelah bepergian jauh. Namun bolehkah menerima tamu di kamar hotel?

    Aturan tiap hotel memang berbeda-beda, ada yang dengan mudah menerima tamu di kamar hotel.

    Namun, ada beberapa hotel yang tidak memperbolehkan para penginap untuk membawa tamu dari luar.

    Kesalahan Ketika Menginap di Hotel

    Menginap di hotel menjadi pilihan yang terbaik bagi kebanyakan orang ketika bepergian jauh.

    Tapi sejauh ini, nyatanya masih banyak yang melakukan beberapa kesalahan dengan mengabaikan aturan tentang penerimaan tamu di kamar hotel.

    Setiap hotel memiliki aturannya sendiri, seperti izin menerima tamu di kamar hotel. Berikut ini, beberapa hal yang menjadi kesalahan para pengunjung hotel:

    1. Lupa Menanyakan Jenis Kamar

    Merencanakan sebuah perjalanan memanglah penting, termasuk dengan pemilihan kamar saat menginap di hotel.

    Karena ada sebagian orang yang sulit tidur ketika bepergian yang membuatnya akan banyak menghabiskan waktu di luar kamar.

    Orang dengan tipe seperti itu dapat memilih kamar yang posisinya berada di pojokan atau kamar yang dekat dengan jalur keluar seperti tangga, lift atau elevator agar tidak mengganggu pengunjung lain.

    Pemilihan kamar juga menentukan boleh atau tidaknya menerima tamu di kamar hotel.

    Baca juga: Perbedaan Oyo dan RedDoorz yang Wajib diketahui sebelum Booking Hotel

    2. Lupa Menanyakan Biaya Penginapan

    Pentingnya menanyakan biaya penginapan karena bisa saja ada beberapa tambahan biaya yang tak terduga.

    Sehingga ketika sudah ditanyakan detailnya bisa menyimpan uang pembayarannya.

    Sebelum, sesudah menginap pastikan untuk mengecek dan mendata apa saja yang memerlukan biaya usahaan juga mempertimbangan pemberian uang tip kepada para pekerja hotel untuk menghindari krisis di akhir.

    3. Lupa Menjadwal Check-In Lebih Awal

    Menerima tamu di Kamar Hotel

    Ada beberapa hotel atau penginapan yang mempunyai jadawal cukup ketat untuk check-in maupun check-out.

    Jika terjadi keterlambatan check-out saja bisa jadi barang bawaan sudah dikeluarkan dari kamar hotel.

    Jadi kenali hotel tempat menginap dan buatlah pengingat agar tidak lupa atau terjadi keterlambatan dalam melakukan check-in dan check-out.

    4. Tidak Memberikan Informasi dengan Benar Saat Check-In

    Saat check in lebih baik cantumkan beberapa informasi yang penting seperti nomor handphone, email dan bisa juga kartu nama. Hal tersebut membuat para petugas hotel mudah menghubungi dan mengkonfirmasi waktu kedatangan.

    5. Lupa Mengecek Barang Sebelum Keluar Kamar

    Sebelum keluar kamar hotel pastikan barang yang dibawa lengkap, beberapa barang yang penting seperti dompet, kunci dan handphone jangan sampai tertinggal.

    Terutama ketika check-out perhatikan semua barang yang dibawa agar tidak ada yang terlewatkan.

    6. Lupa Menanyakan Fasilitas Tambahan

    Fasilitas tambahan di kamar penting untuk ditanyakan terutama bagi para pengunjung berkebutuhan khusus.

    Tanyakan pada petugas dengan sopan mengenai fasilitas pada kamar seperti ukuran, tipe dan fasilitas lain, jika ingin pindah maka katakan pada petugas dengan jelas dan baik.

    Baca juga: 6 Jenis Kasur Hotel yang Sering digunakan, Jangan Sampai Salah

    7. Menunggu di Antrian Check Out

    Selama pandemi memang banyak hotel dan penginapan yang tutup, namun kebijakan membuat hotel mulai beroperasi lagi namun harus menerapkan protokol kesehatan seperti jangan berkerumun dan menghindari antrian dengan jarak berdekatan.

    Sebaiknya sambil menunggu antrian berkurang melakukan kegiatan lain seperti mengecek kembali jumah biaya yang harus dibayarkan atau total pembayaran, agar waktu yang dihabiskan tidak sia-sia.

    Berikut diatas merupakan beberapa hal yang harus diingat ketika akan menginap di hotel, mengenai pertanyaan bolehkah menerima tamu di kamar hotel ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh pihak pengelola sehingga tergantung dengan hotel yang dituju.

    Cara Bertamu di Hotel yang Diizinkan Sesuai Prosedur

    Terkadang ada orang-orang yang akan bertemu dengan seseorang baik itu keluarga, teman sekolah atau teman kerja di hotel yang sedang digunakan.

    Tapi bolehkah menerima tamu di kamar hotel? Mengenai hal tersebut lebih baik tanyakan pada resepsionis saat itu.

    Jika kamu ingin membawa dan menerima tamu dari luar maka sebaiknya lapor dulu terhadap petugas hotel.

    Tamu harus lapor kepada resepsionis bila akan bertemu di kamar dengan pengunjung yang menginap di hotel tersebut.

    Setelah itu resepsionis akan mengabari pihak yang dimaksud dengan menelpon pemilik kamar, kemudian jika benar akan ada tamu yang berkunjung maka petugas akan memberikan akses bagi tamu untuk menemui penginap yang dimaksud.

    Jika sudah diperbolehkan maka resepsionis akan meminta pihak yang bersangkutan atau pemilik kamar untuk menjemput tamu di area lobby.

    Hal tersebut dilakukan untuk menghindari perbuatan yang tidak diinginkan dan melanggar aturan. Jika sekedar bertemu dengan teman atau rekan kerja pastikan memberikan data yang benar agar tidak dicurigai oleh pihak pengelola hotel.

    Memilih untuk menginap di hotel saat perjalanan jauh merupakan pilihan yang baik untuk mengistirahatkan tubuh setelah melakukan perjalanan jauh. Mengenai bolehkah menerima tamu di kamar hotel biasanya boleh asal dengan tujuan yang jelas.

  • Begini Cara Menginap di Hotel bagi Pemula, Mudah dan Lengkap!

    Begini Cara Menginap di Hotel bagi Pemula, Mudah dan Lengkap!

    Beberapa orang ada yang bertanya tentang cara menginap di hotel bagi pemula. Sebenarnya tidak sulit. Asalkan kamu membawa berkas untuk memenuhi persyaratan administrasi yang ada, maka kamu dapat menginap di hotel tujuanmu.

    Tren staycation yang kian meningkat membuat banyak orang berbondong-bondong untuk menginap di hotel.

    Namun untuk yang baru pertama kali menginap, mungkin akan sedikit bingung dengan prosedur atau kebijakannya.

    Nah, khusus untuk para pemula, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menginap di Hotel

    Kebijakan di suatu hotel mungkin berbeda dengan hotel lainnya. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dan cari tahu sebelum menginap, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Cari tahu lokasi hotel

    Ketika menentukan hotel yang ingin kamu datangi, cari tahu lokasi hotel tersebut. Apakah dekat dengan fasilitas umum?

    Apakah mudah diakses? Apakah jauh dari pusat kota?

    Kamu bisa mendapatkan jawaban atas pertanyan tersebut di internet.

    Lokasi merupakan salah satu faktor yang bisa menentukan kenyamanan kamu selama menginap.

    Tentu tidak asyik kalau sarana transportasi jauh dari hotel, padahal kamu sangat memerlukan transportasi untuk ke tempat lainnya.

    2. Sistem reservasi

    Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan orang untuk melakukan reservasi secara online.Dengan begitu, kamu tidak perlu capek-capek datang ke hotel hanya untuk reservasi kamar.

    Usahakan reservasi 2 hari sebelumnya agar tidak kehabisan kamar.

    Kamu bisa mencari tahu tipe kamar yang disediakan oleh hotel. Semakin mahal harga yang dipatok satu tipe kamar, maka fasilitasnya akan lebih lengkap.

    3. Aturan waktu check-in dan check-out

    Sebagian hotel menerima check-in pada pukul 14:00 dan check-out pukul 12:00. Akan tetapi, waktu tersebut belum tentu berlaku pada hotel tujuanmu, jadi kamu harus rajin-rajin mencari informasi.

    Ada juga beberapa hotel yang menyediakan early check-in (check-in lebih awal) dan late check-out (check-out lebih malam atau sore dari aturan seharusnya).

    4. Tipe kunci hotel

    Kalau kamu belum pernah menginap di hotel sebelumnya, kamu harus tahu tipe kunci yang sering digunakan di hotel.

    Ada beberapa tipe yang biasa dipakai, mulai dari kunci rumah standar dan kunci kartu.

    Kunci rumah standar memiliki cara kerja yang sama dengan kunci rumah. Sementara kunci kartu sedikit berbeda. Pada kartu tersebut tertanam sensor yang tersambung pada sensor kunci kamar.

    Kamu tinggal menempelkan kunci kartu pada tempat yang disediakan. Selain membuka dan mengunci pintu kamar, kunci kartu dapat digunakan untuk menyalakan lampu.

    5. Fasilitas yang ada

    Fasilitas hotel biasanya tertera pada situs resmi atau sosial media dari hotel tujuan.

    Ada beragam fasilitas yang dapat kamu temui di hotel, mulai dari pusat kebugaran (gym), kolam renang, Wi-Fi, area rekreasi, sarapan gratis, televisi, AC dan masih banyak lagi.

    6. Cek kembali barang bawaan

    Saat hendak check-out dari hotel, pastikan kamu mengecek kembali barang bawaan.

    Tujuannya untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal atau lupa dibawa, sebab tidak semua karyawan hotel mau bertanggung jawab atas hal kehilangan barang yang bukan disebabkan mereka.

    Tata Cara Menginap di Hotel bagi Pemula

    Cara Menginap di Hotel bagi Pemula

    Setelah mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan tadi, sepertinya kamu sudah siap mengetahui tata cara menginap di hotel.

    Tanpa basa basi lagi, ikuti langkah-langkah berikut:

    1. Cara booking hotel online

    Booking atau reservasi kini dapat dengan mudah menggunakan aplikasi booking hotel yang bisa diakses dari smartphone. Kamu terlebih dulu mengunduh salah satu aplikasi penyedia reservasi hotel di bawah ini:

    • Trivago
    • Pegipegi
    • Booking.com
    • Trivago
    • TripAdvisor
    • Agoda
    • Traveloka

    2. Cara check-in ke hotel

    Kalau sudah booking kamar, kamu akan dikerahkan pada tahap selanjutnya, yaitu mendatangi hotel tujuan pada waktu yang telah kamu rencanakan.

    Hampiri meja resepsionis dengan ramah dan senyuman hangat.

    Lalu lakukan konfirmasi atas booking yang sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Nantinya staf hotel akan mencocokkan data pada aplikasi dengan data yang kamu bawa. Kalau cocok, kamu akan digiring oleh satu staf hotel menuju kamarmu.

    Kamu akan diberikan kunci jika sudah memenuhi syarat administrasi.

    3. Cara membuka pintu hotel dengan kunci kartu

    Tata cara menginap di hotel bagi pemula selanjutnya adalah memahami cara membuka pintu dengan kartu kunci.

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, hotel memiliki jenis kunci bentuk kartu. Yaitu kartu yang ditanami dengan chip, mifare, atau magnetic tape.

    Kamu tinggal menempelkan atau memasukkan kartu pada tempat kartu yang disediakan.

    4. Cara check-out dari hotel

    Jangan terburu-buru saat ingin check-out, yang ada kamu akan meninggalkan barang bawaan tanpa sengaja.

    Jangan mencoba-coba membawa pulang barang milik hotel, seperti handuk, selimut, atau benda lainnya.

    Setelah berkemas, berikan kunci kepada resepsionis. Kalau kunci hilang, kamu akan dikenakan denda atau sanksi. Jadi jaga baik-baik kunci yang diberikan sampai check-out.

    Kemudian resepsionis akan membuat struk tagihan selama kamu menginap, mulai dari tagihan kamar, makanan dan lain-lain. Lalu lakukan pembayaran.

    Kalau sudah di tahap membayar tagihan, itu artinya kamu sudah memahami tata cara menginap di hotel bagi pemula.

    Sekali lagi, jangan pernah membawa barang milik hotel, kecuali barang tertentu (misalnya perlengkapan mandi). Cukup mudah caranya, kan?

  • Sales Counter Adalah: Pengertian, Tugas, dan Gajinya [Lengkap]

    Sales Counter Adalah: Pengertian, Tugas, dan Gajinya [Lengkap]

    Sales Counter adalah salah satu profesi yang saat ini sedang diminati oleh banyak orang. Setiap perusahaan produksi, biasanya akan memiliki posisi pekerjaan ini untuk menjual produk di setiap konter secara lebih luas.

    Biasanya, seorang sales counter akan mempromosikan maupun menjual berbagai produk yang telah tersedia di konter sebuah toko, perusahaan, maupun dealer tertentu.

    Dengan adanya sales counter seperti ini, penjualan produk dari perusahaan diharapkan dapat terus mengalami peningkatan yang menguntungkan.

    Apa itu Sales Counter?

    Dalam hal ini, keuntungan tidak hanya dirasakan oleh seseorang yang mengambil pekerjaan itu saja, tapi profesi ini juga dapat memberikan keuntungan yang maksimal kepada perusahaannya sendiri.

    Sebab, tugas utama dari sales counter adalah memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen.

    Sementara itu, untuk pengertian dari profesi sales counter itu sendiri sebenarnya adalah sebuah profesi yang mengharuskan seseorang untuk menjual produk maupun melayani konsumen sebaik mungkin.

    Yang dimaksud konsumen disini adalah semua pembeli yang datang ke konter penjualan produk.

    Misal, dalam dunia hospitality atau perhotelan biasanya petugas front office juga punya peran sebagai sales counter. Karena ia bertanggung jawab pada terjadinya konversi pengunjung menjadi pelanggan.

    Sebagai sales counter, maka front office wajib membuat tamu yang datang ke sebuah hotel lanjut untuk memesan kamar yang ada di hotel tersebut.

    Perlu diketahui, yang demikian disebut dengan teknik up-selling di dunia perhotelan.

    Seorang sales counter tidaknya mementingkan penjualan saja, namun kepuasan konsumen adalah yang paling utama.

    Dengan memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen, hal ini dapat membuat citra perusahaan semakin terlihat baik, serta dapat membuat banyak konsumen merasa tertarik untuk membeli produk yang dipajang di konter tersebut.

    Maka dari itu, sebagai sales counter seseorang harus memiliki sifat yang ramah dan rendah hati.

    Dengan adanya sales counter yang ramah dan rendah hati, maka konsumen akan lebih mudah untuk merasa puas, dan dapat meningkatkan peluang untuk konsumen tersebut kembali membeli produk itu.

    Baca juga: Mengenal Apa Sales Motoris? Tugas, Tanggung Jawab, dan Kisaran Gajinya

    Tugas Sales Counter

    Tugas Sales Counter adalah

    Setiap profesi pasti akan memiliki tugas yang berbeda satu sama lain.

    Maka dari itu, ketika melamar pekerjaan, baik pihak perusahaan maupun pelamar wajib menyesuaikan posisi pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pelamar pekerjaan tersebut.

    Hal ini juga berlaku pada profesi sales counter. Profesi ini memiliki tugasnya tersendiri, yang akan sangat berkaitan dengan penjualan produk tertentu di sebuah konter.

    Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak beberapa daftar tugas sales counter berikut ini:

    Baca juga: 17 Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

    1. Menjual Produk

    Sesuai dengan namanya, salah satu tugas utama dari profesi sales counter adalah menjual produk-produk tertentu yang ada di konter yang telah disediakan oleh pihak perusahaan produksi. Biasanya, ada misi tertentu yang harus dipenuhi oleh seorang sales counter.

    Misal seperti setiap hari seorang sales counter harus bisa menjual produk dalam jumlah yang telah ditentukan oleh perusahaan. Namun, hal ini tidak akan berlaku di setiap perusahaan, karena setiap perusahaan pasti akan memiliki kebijakan yang berbeda-beda di dalamnya.

    2. Menawarkan dan Memberi Informasi Lengkap terkait Produk yang Dijual

    tugas Sales Counter

    Untuk meningkatkan angka penjualan produk, ada baiknya jika sales counter cermat dalam mencari cara untuk menawarkan produk yang sedang dijual tersebut.

    Penawaran ini wajib dilakukan dengan cara yang tepat, dan yang pasti harus bisa memikat hati para konsumen.

    Selain itu, dengan memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen pun juga bisa dianggap sebagai penawaran menarik yang dapat memikat hati para konsumen.

    Salah satu cara dalam memberikan pelayanan terbaik adalah dengan memberikan informasi lengkap terkait produk yang sedang dijual.

    Dalam hal ini, seorang sales counter dapat memberikan semua informasi secara rinci tentang produk tersebut, sehingga konsumen dapat menilai apakah produk tersebut dapat memenuhi kebutuhannya atau tidak.

    3. Melaporkan Aktivitas Penjualan kepada Atasan

    Aktivitas penjualan wajib dipantau secara tepat. Dalam hal ini, tidak boleh ada kesalahpahaman antara pihak sales counter maupun pihak atasan, sehingga disarankan bagi para sales counter untuk selalu melaporkan semua hasil dari aktivitas penjualan kepada atasan secara rutin.

    Laporan ini biasanya juga dapat berupa sebuah dokumen yang menampilkan semua kegiatan penjualan yang sudah terjadi.

    Di dalam dokumen ini nantinya akan terdapat semua data dari mulai jenis produk yang terjual, jumlah produk yang terjual, hingga nilai jual yang berhasil didapatkan.

    Semua data ini harus sesuai, sehingga tidak terjadi miss communication antara satu pihak dengan pihak lainnya.

    4. Mempertahankan dan Menjaga Hubungan dengan Konsumen

    Hubungan antara sales counter dengan konsumen bisa dibilang cukup erat. Sebab, konsumen akan melihat pelayanan yang diberikan oleh sales counter ketika mengunjungi sebuah konter tertentu.

    Dengan melihat pelayanannya ini, konsumen dapat menilai kualitas dari perusahaan tersebut.

    Dengan demikian, seorang sales counter wajib mempertahankan serta menjaga hubungannya dengan konsumen, supaya konsumen dapat kembali lagi untuk membeli produk yang ditawarkan lainnya.

    Tentu saja tugas yang satu ini akan membawa keuntungan yang maksimal terhadap perusahaan.

    5. Mencari dan Mempersiapkan Prospek Baru

    Tugas lain dari seorang sales counter ialah mencari dan mempersiapkan prospek baru para konsumen.

    Meskipun jika dilihat secara kasat mata tugas ini tergolong mudah, akan tetapi kenyataannya tugas ini cukup sulit untuk dilakukan.

    Dengan melihat tugas ini, bisa disimpulkan bahwa semua tugas yang harus menjadi tanggung jawab dari seorang sales counter akan selalu berkaitan dengan konsumennya.

    Maka dari itu, di awal kami mengatakan tugas utama dari sales counter adalah memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen.

    6. Mengubah Pengunjung Menjadi Pembeli

    Sales Counter adalah

    Dari semua poin utama di atas, tugas yang paling vital bagi seorang Sales Counter adalah mengubah pengunjung yang datang menjadi pembeli dan bahkan menjadi pelanggan.

    Dalam beberapa lowongan yang ada, perusahaan menghendaki kandidat yang dapat melakukan hal ini.

    Contoh: Ketika kamu adalah seorang sales counter di sebuah Dealer Mobil, maka tingkat performance yang diharapkan perusahaan adalah jumlah pengunjung dealer dibanding dengan closing rate (penjualan).

    Kualifikasi Sales Counter

    Berminat menjadi seorang sales counter? Ada beberapa kualifikasi tertentu yang biasanya ditetapkan oleh perusahaan ketika mencari seorang sales counter. Salah satunya adalah sales counter Honda, yang banyak sekali membuka lowongan.

    Jika kamu tertarik untuk melamar menjadi sales counter Honda, pastikan kamu memenuhi kualifikasi berikut ini:

    Kualifikasi Sales Counter Dealer Honda:

    • Maksimal usia 30 tahun, penampilan rapi dan sopan
    • Diutamakan memiliki pengalaman sebagai sales (bidang otomotif merupakan nilai plus)
    • Terbuka untuk yg memiliki pengalaman sbg Sales Counter mobil
    • Mampu bekerja dengan target dan tekanan
    • Komunikatif, energik, memiliki relasi yang luas
    • Memiliki selling skill, tough, dan disiplin

    Gaji Sales Counter

    Bagi kamu yang penasaran dengan berapa Gaji sales counter, tentu semua tergantung dari kebijakan perusahaan.

    Dilansir dari Jobstreet, umumnya gaji sales counter adalah di kisaran Rp 2.000.000 sampai Rp 5.000.000 per bulannya.

    Hal tersebut adalah gaji bersih yang didapat setiap bulan.

    Disamping itu, ada beberapa tunjungan yang akan di berikan perusahaan. Berikut ini adalah beberapa tunjungan yang akan didapatkan seorang sales counter.

    Tunjangan Wajib:

    Tunjangan kesehatan berupa BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Tunjangan ini adalah wajib diberikan, dan merupakan amanat undang-undang tenaga kerja.

    Bagi kamu yang sedang dalam proses melamar kerja di sebuah perusahaan, kedua tunjangan ini adalah hak yang wajib kamu dapatkan.

    Tunjangan Lain:

    Insentif penjualan – Ini adalah keuntungan yang tidak dimiliki oleh pekerjaan lainnya di manapun. Kamu akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang kamu lakukan.

    Jadi, kalau penjualanmu mencapai target, maka bisa dipastikan kamu bisa mendapatkan gaji lebih banyak.

    Perbedaan Sales Counter dengan Sales Executive

    Meski memiliki nama yang terlihat mirip, pada dasarnya profesi sales counter dan sales executive adalah jenis profesi yang berbeda.

    Perbedaannya dapat dilihat dari segi pengertiannya, maupun dari segi tugas atau tanggung jawabnya.

    Untuk bisa membedakan kedua jenis profesi ini secara lebih mudah, kamu bisa memperhatikan pengertian dan tugas dari profesi sales executive berikut ini:

    1. Sales Executive Adalah

    Sales executive adalah sebuah profesi dalam tim penjualan yang membantu perusahaan dalam penjualan produk yang memenuhi target pasar.

    Cukup berbeda dengan sales counter, untuk sales executive sendiri memiliki tugas yang lebih rumit.

    Jadi, bisa dipastikan meskipun memiliki pengertian yang hampir sama, tetapi posisi sales executive akan lebih tinggi dibanding sales counter, karena sales executive dapat menjadi ujung tombak bagi sebuah perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang maksimal.

    2. Tugas Sales Executive

    Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, perbedaan antara sales counter dengan sales executive akan terletak pada pengertiannya dan juga tugasnya. Dengan demikian, tugas dari profesi ini pun juga akan berbeda.

    Berikut adalah beberapa tugas dari profesi sales executive yang perlu kamu ketahui:

    • Memberi informasi lengkap tentang produk yang sedang dijual kepada para konsumen
    • Memenuhi target penjualan
    • Menghasilkan prospek penjualan yang baik
    • Memelihara basis data consumer relationship management
    • Melakukan presentasi untuk proses penjualan
    • Menjaga hubungan yang baik dengan konsumen
    • Mempersiapkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan penjualan
    • Menghadiri pameran dagang
    • Meninjau kinerja penjualan dengan baik

    Penutup

    Dapat dipastikan bahwa profesi sales counter adalah sebuah profesi yang menarik untuk dibahas, karena profesi ini punya peran yang vital bagi sebuah bisnis.

    Entah itu bisnis barang maupun jasa dan pelayanan seperti hotel yang mengusung industri hospitality.

    Dengan memahami penjelasan di atas, kami yakin kamu bisa lebih mengenal tentang profesi ini.

  • Manajemen Perhotelan dan Pembagian Divisinya

    Manajemen Perhotelan dan Pembagian Divisinya

    Manajemen Perhotelan adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana sebuah hotel itu bisa menjalankan bisnisnya dengan baik.

    Mulai dari perencanaan, organisasi, dan strategi-strategi didalamnya termasuk pembagian departemen kerja.

    Departemen di hotel bisa dibilang cukup banyak dan disusun menjadi sebuah struktut organisasi.

    Hotel struktur organisasi adalah sebuah sistem mengenai alur kepemimpinan dan menunjukkan adanya tanggung jawab dalam sebuah unit kerja.

    Kemudian dalam struktur organisasi setiap orang dikelompokan dan memiliki tugas masing-masing untuk mencapai goal yang sudah ditetapkan perusahaan dan pengelompokan inilah yang disebut divisi atau department.

    Tidak terkecuali bisnis perhotelan, beberapa divisi atau department harus diisi oleh orang-orang yang punya hard skill dan soft skill.

    Hal ini dibutuhkan guna menunjang pekerjaan mereka untuk mencapai target revenue yang sudah di buat dalam budget tahunan.

    Manajemen perhotelan dan pembagian divisinya

    Managemen Perhotelan dan pembagian divisinya

    1. Administrasi & General

    Nah yang pertama itu ada department A & G. Bagian ini biasanya ada General Manager (GM) , Executive Assistance Manager (EAM) dan General Secretary.

    Secara general tugas utama dari seorang General Manager adalah untuk mengontrol dan memastikan semua department sudah menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan dan disepakati bersama.

    Karena General Manager merupakan orang pertama di hotel, setiap keputusan yang di ambil akan berdampak besar untuk performance dari hotel itu sendiri. Jadi untuk menjadi seorang GM selain leadership, analytical thinking skill juga sangat wajib di miliki.

    Dibantu dengan Executive Assistance Manager, kegiatan operasional sehari-hari di hotel akan di laporkan secara harian oleh para manager lewat EAM.

    Karena selain mengambil alih tugas GM ketika lagi tidak di hotel EAM juga menjadi penghubung antara Manager dengan General Manager.

    Untuk melengkapi formasi departement ini, dibutuhkan seorang General Secretary untuk membantu urusan surat menyurat, manajemen file, notulen rapat dan hal – hal administrative lainnya yang berkaitan dengan hotel.

    2. Room Division

    Berikutnya kita ketemu dengan team yang biasanya menyambut tamu pas baru sampai di hotel dan bertanggung jawab atas kebersihan kamar dan hotel area.

    Yes, ada Room Division Departement. Nah room division ini terdiri dari front office team dan juga housekeeping, tapi beberapa hotel memasukan engineering juga ke team room division.

    Baca juga: Sejarah Industri Perhotelan Indonesia

    A. Front Office Team

    Front office team adalah orang – orang yang bertugas di lini depan hotel untuk memberikan kesan pertama yang baik untuk setiap tamu yang akan menginap.

    Karena reputasi hotel tentunya sangat berpengaruh dari first impression yang di dapat ketika proses check in.

    FO Team sendiri dibagi lagi menjadi beberapa bagian seperti Bellboy, Reception, Bell Driver, Guest Relation Officer (GRO), Call centre, dan Night Audit.

    B. Housekeeping Team

    Soal kebersihan kamar dan hotel, serahkan saja kepada team housekeeping. Tugas dari utama dari team ini adalah menjaga kebersihan, kerapian, serta kenyamanan mulai dari kamar dan seluruh area hotel.

    Selain itu juga menyediakan sarana penunjang lainnya yang di perlukan oleh tamu selama berada di hotel.

    Sama seperti FO, Housekeeping team juga di bagi lagi menjadi beberapa bagian seperti Room Attendant, Public Area, Linen, Florist, dan Gardener.

    3. Human Resources ( HR )

    Tugas utama sebagai Human Resources atau HRD adalah untuk mengelola sumber daya manusia yang ada di hotel. Mulai dari tugas perencanaan, rekrutmen, pengembangan berupa pelatihan dan kinerja.

    Peran HRD sangat penting dalam menyaring karyawan masuk ke hotel, karena salah merekrut orang dampaknya akan mempengaruhi kinerja departement yang bersangkutan.

    Itulah biasanya kebanyakan HR berasal dari lulusan psikologi yang sudah paham tentang karakter dan kepribadian seseorang. Biasanya HR Team beranggotakan HR, Training , dan Security.

    4. Food & Beverage ( FB )

    Selain kamar, penghasilan dari sebuah hotel juga berasal dari restaurant. Untuk itulah memaksimalkan revenue dari restaurant itu sendiri menjadi hal wajib yang diperhatikan oleh team FB.

    Team ini akan di bagi lagi menjadi 2 bagian yaitu:

    Untuk selengkapnya silahkan baca pada artikel yang sudah link di atas.

    5. Sales & Marketing

    Sales & Marketing adalah divisi yang akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dari sebuah perusahaan.

    Karena lewat cara mereka jualan lah tamu-tamu akan masuk ke hotel kita.

    Memasarkan hotel sehingga di kenal banyak orang dan membuat mereka datang untuk menginap itu nggak gampang.

    Ditambah lagi dengan target bulanan yang harus dicapai nominalnya tidak kecil.

    Jadi jangan heran kalau team sales & marketing ini jarang di office dan sering ke luar kota bahkan ke luar negeri. Itu bagian dari jualan kok 🙂

    6. Accounting & IT

    Tugas accounting department adalah untuk mencatat seluruh transaksi keuangan yang terjadi, kemudian membuat laporan keuangan mulai dari pemasukan dan pengeluaran suatu perusahaan.

    Selain itu, accounting harus bisa menekan biaya dengan skala prioritas untuk tetap menjaga cashflow perusahaan.

    Dalam formasi accounting ada team IT juga yang bertugas untuk memastikan semua yang berkaitan dengan sistem dan informasi di hotel berjalan dengan baik untuk lancarnya kegiatan operasional.

    Itulah secara general penjelasan tentang manajemen perhotelan. Untuk lebih details akan dibahas masing-masing di tulisan berikutnya.

  • Concierge Adalah: Pengertian, Tugas dengan Struktur Organisasinya di Hotel

    Concierge Adalah: Pengertian, Tugas dengan Struktur Organisasinya di Hotel

    Concierge adalah salah satu divisi dalam sebuah hotel/resort  yang berperanan penting untuk melayani para tamu yang tiba sekaligus sebagai pusat informasi sepanjang para tamu tinggal atau bermalam di hotel tersebut.

    Disamping itu Concierge adalah sebagai brand ambassador hotel yang bakal memberi first impression untuk tamu hotel dari awal check in.

    Oleh karenanya seorang yang bertugas sebagai concierge dari seksi ini dituntut untuk dapat tampil cekatan, jeli dan mempunyai keahlian dalam memberikan servis tamu yang bagus.

    Apa itu Concierge?

    Concierge adalah bagian dari ranah Front Office department. Concierge bekerja melayani tamu atau konsumen sepanjang mereka tinggal di hotel, memastikan semua keperluan tiap tamu tercukupi hingga mereka akan memberi penilaian yang bagus ke hotel.

    Jika merujuk pada istilah bahasa inggris, yang maksud dengan Concierge adalah staff hotel yang memiliki kemampuan multi bahasa yang menangani barang bawaan, membuat reservasi, dan mengatur perjalanan.

    Namun, Concierge sendiri tidak terbatas pada hotel, ada juga tempat lain yang menggunakan layanan concierge:

    • Concierge service untuk rumah mewah
    • Concierge untuk dokter

    Pekerjaan yang dibebankan ke Concierge tidak hanya terbatas pada servis hotel, tetapi mereka harus juga memahami dan mempunyai pengetahuan yang luas berkenaan hotel dan local area di luar hotel.

    Dengan demikian, bila ada tamu yang mempunyai pertanyaan, cari saran, dan lainnya, Concierge dapat menolong mereka dengan memberi informasi yang jelas.

    Adapun istilah concierge sendiri berawal dari bahasa Perancis yang memiliki arti “Keeper of the Keys”, seorang penjaga atau pemelihara.

    Sehingga pada zaman dahulu seorang concierge adalah bertanggungjawab untuk menyimpan dan memberi kunci kastil pada tamu yang bermalam.

    Tugas Concierge dan Struktur Organisasinya

    Secara umum berikut struktur organisasi dari concierge team secara umum :

    struktur-organisasi-concierge

    1. Chief Concierge

    Tanggung jawab Chief Concierge adalah sebagai pimpinan dari Section Concierge yang mempunyai pekerjaan dan tanggung jawab sebagai berikut:

    • Mengatur, mengarahkan, dan memantau performa beberapa Bellboy.
    • Sebagai leader dari beberapa petugas info dalam menyambut tamu.
    • Mengurusi barang bawaan tamu dan mengantarkan tamu.
    • Memberi informasi yang benar ke tamu dan pengunjung tentang sarana dan produk hotel.
    • Mengarahkan dan mengawasi bawahan dalam memberi servis ke tamu
    • Memerintah Bell Captain untuk membagikan semua surat, dan facsimile yang masuk
    • Pastikan jika semua pesan untuk tamu bisa dikirimkan secepatnya
    • Memantau proses penitipan barang dan sistem penyimpanan
    • Dengan rutin mendatangi parapet department FO
    • Mengontrol agenda kerja staff hingga tidak bentrokan dengan program training yang diselenggarakan hotel

    2. Bell Captain

    Bell Captain sebagai bawahan langsung dari Chief Concierge. Pekerjaan Bell Captain ialah memantau dan mengkoordinir pekerjaan setiap hari Bellboy dan Doorman sesuai standard servis hotel bersangkutan. antara lain:

    • Mengkoordinir beberapa bawahannya dalam menjemput kedatangan dan mengatur barang bawaan hingga sampai ke kamar secara cepat, tepat dan penuh keramahan
    • Mengkoordinir bawahannya selalu untuk tawarkan pertolongan untuk tamu
    • Mempersiapkan daftar kerja bawahannya
    • Memeriksa ruangan penyimpanan barang dengan teratur dan periodik
    • Mengelola dan menyelesaikan beberapa barang yang tidak bertuan
    • Memeriksa kereta barang serta papan informasi
    • Mengecek log book dengan teratur sebagai fasilitas komunikasi dan menindaklanjuti serta mencatat permasalahan yang tidak bisa dituntaskan
    • Memastikan keadaan bell captain konter dalam keadan bersih, rapi dan semua staff sudah memakai seragam kerja

    3. Airport Representative

    • Mempersiapkan daftar tamu dan jam kehadirannya di bandara(expected time of arrival)
    • Mempersiapkan kendaraan yang sesuai jumlah tamu dan bagasi yang dibutuhkan.
    • Mempersiapkan kendaraan alternative bila tidak ada kendaraan hotel yang siap.
    • Mempersiapkan papan penyambutan sesuai nama tamu
    • Menghubungi hotel bila sudah siap ke arah hotel atau tamu belum berhasil ditemui di bandara.
    • Mengantarkan tamu dari hotel ke bandara

    4. Doorman / Doorgirl

    • Menyampaikan salam ke tamu baik yang tiba atau yang pergi guna memberi kesan baik.
    • Membuka dan menutup pintu kendaraan tamu saat tiba ke hotel.
    • Membantu memposisikan barang bawaan tamu ke mobil
    • Memberi penjelasan ke tamu atau pengunjung mengenai info dari hotel berkenaan moment dan sarana yang berada di hotel.
    • Bekerja bersama dengan bellboy untuk mengurusi kehadiran tamu dan keberangkatan tamu
    • Mengusahakan atau memanggilkan taksi untuk tamu yang membutuhkan bantuan

    5. Bellboy/ Porter

    Bellboy sebagai bawahan langsung dari Bell Captain yang bekerja menangani barang bawaan tamu di saat check-in, check-out, atau berpindah kamar.

    Memberi bantuan kepada tamu sebisa mungkin agar tamu yang dilayani merasa rileks dan nyaman. 

    • Membawa barang bawaan tamu secara cepat dan efesien di saat check-in, check-out atau berpindah kamar
    • Menyimpan bawang bawaan tamu jika harapkan penitipan barang yang dibawa di bell konter
    • Menyambut kehadiran tamu yang akan check-in dan mengantarkannya ke Reception untuk register
    • Memasukkan koran yang dibutuhkan ke ruang tamu
    • Menempatkan sign board di lobby hotel untuk acara aktivitas hari ini
    • Mengirimi surat atau pesan yang mendesak ke kamar-kamar tamu
    • Menjelaskan produk dan fasilitis yang dimiliki hotel di saat mengantarkan tamu ke arah kamar

    Contoh prosedur check in

    • Menyampaikan salam
    • Bertanya apakah tamu membawa barang peralatan
    • Bila iya, keluarkan barang bawaan tamu dengan berhati-hati
    • Bawa barang tamu ke arah konter resepsionis
    • Menandai barang bawaan tamu dengan identitas yang pasti (nomor tamu dan ruang tamu)
    • Mempersilakan tamu ke arah kamar dan mengikutnya sembari membawa barang
    • Setelah tiba, mengetok pintu kamar dan buka kamar, menghidupkan lampu dan mempersilakan tamu untuk masuk
    • Menempatkan beberapa barang dalam kamar
    • Menerangkan semua sarana kamar ke tamu
    • Menyimpan kartu tamu dan kunci kamar di tempatnya
    • Pamit, menyampaikan salam dan menyampaikan selamat istirahat
    • Tinggalkan kamar sambil tutup pintu

    Contoh prosedur saat membawa barang tamu ketika check out

    • Bell captain isi departure slip
    • Bell captain memberi departure slip ke petugas bellboy
    • Bellboy tiba ke ruang tamu untuk mengambil barang bawaan
    • Mengetok pintu kamar dan mengatakan identitas serta menyampaikan salam
    • Bertanya tamu prihal kelengkapan barang bawaan dan mengecek jika ada kerusakan atau kehilangan barang
    • Saat sebelum meninggalkan kamar gantungkan departure slip di atas door knob
    • Membawa barang ke arah bellboy konter
    • Memberikan kunci kamar ke tamu untuk dibawa ke sisi front office cashier dan lakukan penuntasan administrasi.
    • Minta tamu untuk memeriksa barang bawaan saat sebelum diantar ke kendaraan
    • Menyampaikan salam

    Itulah penjelasan singkat tentang apa itu concierge dan bagian – bagian di dalamnya. Sekali lagi, concierge adalah tim yang bertugas untuk memberikan first impression yang baik untuk setiap tamu yang datang karena ini akan mempengaruhi mood mereka selama stay di hotel tersebut.

    Baca juga : Begini Cara Handle Komplain Tamu di Hotel

  • 45 Status Kamar Hotel yang Paling Banyak Digunakan Lengkap dengan Keterangannya

    45 Status Kamar Hotel yang Paling Banyak Digunakan Lengkap dengan Keterangannya

    Status Kamar Hotel -Banyak orang bilang, kerja di hotel itu enak ya? Pakai jas, dasi, handle orang-orang penting dan dapat komisi berupa service charge yang tinggi.

    Memang mindset seperti itu masih melekat di pikiran masyarakat umum. Padahal ketika terjun langsung di dunia perhotelan, tidak seindah bayangan tersebut. 

    Sama halnya bekerja di industri lain, ada banyak hal yang harus kita pelajari dan pahami sebelum terjun ke lapangan.

    Mulai dari sistem, budaya kerja,dan khususnya di hotel yang paling penting untuk kita tahu di awal adalah kode status kamar yang ada di hotel.

    Ini sangat penting karena status kamar ini akan berkaitan dengan tindakan apa yang akan di lakukan terhadap kamar tersebut.

    Kode Status Kamar Hotel

    Status kamar hotel adalah tanda yang dibuat oleh room attendant untuk menggambarkan keadaan kamar hotel yang sedang terjadi saat itu.

    dan digunakan untuk memudahkan team operasional untuk mengidentifikasi tindakan apa yang harus diterapkan untuk kamar tersebut.

    Status kamar ini akan muncul di property management system (PMS) dan bisa dilihat oleh semua team di hotel tersebut.

    Berikut ini adalah beberapa status kamar yang umum kita temui ketika kita bertugas di hotel. Untuk kamu yang baru mempelajari tentang perhotelan, bisa catat ini ya:

    Status Kamar Hotel:

    1. VC = Vacant Clean

    Kamar dalam keadaan kosong dan sudah bersih

    2. VD = Vacant Dirty

    Kamar dalam keadaan kosong tapi masih dalam keadaan kotor

    3. Status kamar VR = Vacant Ready

    Kamar sudah bersih dan siap untuk di jual

    4. OC = Occupied Clean

    Kamar sudah terisi tamu dan sudah dibersihkan oleh room attendantd

    5. OD = Occupied Dirty

    Kamar sudah terisi tamu tapi team room attendant belum membersihkannya

    6. DND = Do Not Disturb / DD = Don’t Disturb

    Tamu dalam kamar tersebut tidak ingin di ganggu. Kode status hotel ini ada juga yang menggunakannya DD saja.

    Baca Juga: Prosedur Penangan Kamar DND

    7. OOS = Out of Service

    Kamar dalam perbaikan

    8. OOO = Out of Order

    Kamar dalam perbaikan dan biasanya berlangsung lama. Kerusakan mungkin terjadi cukup serius untuk kamar ini dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dalam kondisi OO biasanya akan mengurangi availability

    9. EA = Expected Arrival

    List nama-nama tamu yang akan check in dan sudah berisi nomor kamar

    10. ED = Expected Departure

    List nama-nama tamu yang akan check out di hari tersebut.

    Wajib save: 1000 Istilah Perhotelan dan Pariwisata Paling Lengkap [Kamus]

    11. C/I = Check in

    Tamu yang sudah tiba di hotel dan melengkapi semua administrasi sebelum masuk kamar

    12. C/O = Check Out

    Tamu yang sudah melunasi semua pembayaran dan sudah meninggalkan hotel

    13. DU = Day Use

    Istilah untuk tamu yang check in di satu kamar tapi akan check out di hari itu juga sebelum night audit di jalankan

    14. SO = Sleep out

    Tamu yang sudah memesan kamar tapi tidak tidur di kamar tersebut (tamu tidak tidur di hotel).

    15. COMP = Compliment

    Tamu yang stay tapi tidak dikenakan biaya kamar (Free). Ini biasanya tamu-tamu dari media untuk kebutuhan marketing, tamu dari owner hotel atau keluarga owner.

    16. WIG = Walk in guest

    Kamar yang ditempati oleh tamu yang langsung datang ke hotel dan booking di hari itu juga. Dengan kata lain tanpa melakukan reservasi di awal.

    17. VIP = Very Important Person

    Artinya dalam kamar ini di isi oleh seseorang yang cukup penting atau fublic figure. Contohnya Pejabat, Artis, dan lain-lain.

    Dibutuhkan pelayanan yang special juga untuk handle tamu yang ada di kamar dengan sign VIP.

    18. HU = House Use

    Istilah ini digunakan ketika status kamar yang ditempati oleh staf atau pegawai hotel. Bisa juga berarti : kode/status kamar hotel yang ditempati oleh general manager hotel.

    19. Stay Over

    Tamu telah memutuskan untuk tidak jadi Check out, dan akan stay paling tidak satu malam.

    20. Cleaning in Progress

    Room Attendant sedang dalam proses pembersihan kamar.

    21. SO = Sleep Out

    Status kamar hotel selanjutnya adalah Sleep Out. Artinya tamu hotel yang sudah memesan kamar dan menyelesaikan administrasi namun tidak tidur di kamarnya.

    22. OQ = On Queue

    Tamu telah tiba di hotel, tetapi kamar yang disediakan belum siap. Dalam kasus seperti itu, kamar ditempatkan pada status Antrian agar staf tata graha memprioritaskan kamar tersebut terlebih dahulu.

    23. Skip = Skipper

    Tamu telah meninggalkan hotel tanpa membuat pengaturan untuk melunasi akunnya.

    24. LO = Lock Out

    Kamar telah dikunci sehingga tamu tidak dapat masuk kembali sampai dia dibersihkan oleh petugas hotel.

    25. DNCO = Did not Check Out

    Tamu membuat pengaturan untuk melunasi tagihannya (dan dengan demikian bukan termasuk skipper), tetapi ia justru telah pergi tanpa memberi tahu Front Office.

    26. DO = Due Out

    Kamar diharapkan menjadi kosong setelah tamu berikut check-out.

    27. LCo = Late Checkout

    Tamu telah meminta dan diizinkan untuk check-out lebih lambat dari waktu keluar normal/standar hotel.

    28. EC = Early Checkin

    Tamu telah meminta untuk Check-in Awal dan diizinkan untuk check-in lebih awal dari waktu check-in normal/standar hotel.

    29. V/C or O/V = Status Unclear

    (Baik ruangan kosong dan bersih atau dihuni atau kosong) perlu diverifikasi oleh staf Housekeeping.

    30. VCI = Vacant, Cleaned and Inspected

    Kamar Kosong, Dibersihkan dan Diperiksa oleh Housekeeping Supervisor.

    31. H/L = Heavy Luggage

    Tamu membawa barang bawaan yang lebih berat dari kondisi normal.

    32. L/L = Light Luggage

    Tamu dengan bawang bawaan yang sangat ringan.

    33. N/L = No Luggage

    Tamu datang dengan tanpa membawa barang bawaan.

    34. DL = Double Lock

    Tamu telah meletakkan kunci ganda di kamar.

    35. CL = Chain Lock

    Tamu memasang kunci rantai di kamar hotel.

    36. NCI = Newly Checked In

    Kamar sudah di periksa dalam waktu 1-2 jam terakhir.

    37. NS = No Show

    Tamu yang melakukan reservasi kamar tetapi tidak melakukan registrasi atau Check-in.

    38. SR = Service Refused

    Istilah ini digunakan jika room attendant hendak membersihkan kamar, namun tamu menolak untuk dibersihkan kamarnya.

    39. V = Vacant

    Istilah ini menunjukkan status kamar sedang dalam keadaan kosong

    40. MUR = Make-Up Room

    Melakukan pekerjaan pembersihan kamar tamu setelah tamu chek-out maka dibersihkan kembali agar tamu yang baru datang untuk menginap lagi bisa beristirahat dengan tenang, nyaman dan aman.

    41. PMR = Please Make up Room

    Artinya, tamu meminta kamarnya dibersihkan

    42. ONL = Occupeid no Luggage

    Istilah atau status kamar hotel yang satu ini artinya seorang tamu yang masih teregister pada suatu kamar tanpa suatu barang apapun di dalamnya.

    43. OOO = Out of Order

    Beberapa kamar hotel masih dalam proses maintenance yang menyebabkan berkurangnya Room Availabilty.

    44. DL = Double Lock

    Tamu hotel meminta tambahan pengaman dobel, agar lebih aman.

    45. O = Occupied

    Status kamar hotel yang menunjukkan kamar ditempati oleh tamu yang sah dan telah teregister.

    Itulah beberapa jenis sitilah dan kode status kamar hotel atau hotel room status yang secara umum sering digunakan dalam sebuah hotel.

    Tentunya dengan tau istilah-istilah tersebut pihak housekeeping dan juga front office akan lebih gampang untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan efektif.

  • 19 Tips Up Selling di Hotel Untuk Front Office Section

    19 Tips Up Selling di Hotel Untuk Front Office Section

    Up selling adalah salah satu strategi penjualan yang biasa digunakan untuk meningkatkan pendapatan dengan menawarkan produk yang lebih mahal dari produk yang ingin dibeli konsumen.

    Tidak terkecuali di hotel, up selling biasanya di dijalankan ketika kepada tamu baru tiba di hotel untuk check-in dengan menawarkan kamar yang lebih mahal atau aktivitas-aktivitas lain yang berpeluang di beli oleh tamu.

    Biasanya ada program insentif untuk reservasi dan tim resepsionis yang ditawarkan oleh manajemen hotel membantu memotivasi staf agar program up selling ini berjalan baik.

    Baca juga: Room Service Hotel: Pengertian, Fungsi dan Manfaatnya

    Pengertian Up selling

    Up Selling kerap dikatakan sebagai salah satu seninya menjual.

    Teknik up selling adalah strategi yang secara pengertian bisa dideskripsikan sebagai teknik menjual untuk membujuk pelanggan supaya mereka ingin mengeluarkan uang semakin banyak.

    Supaya pelanggan membeli produk dengan type sama pada harga yang lebih mahal. Atau produk dengan tambahan keunggulan lain seperti tambahan bonus atau garansi kualitas/ detail lebih bagus.

    Pada teknik penjualan up selling, kita tidak dituntut untuk mengenal customer untuk mengetahui keperluannya.

    Tetapi pada teknik up selling, kita dituntut untuk kuasai keunggulan satu produk supaya bisa menawarkannya ke customer.

    Misalkan saja bila seorang customer telah memesan sebuah kamar deluxe, maka kita dapat menawarkan untuk meng-upgrade ke kamar suite misalnya.

    Sudah pasti kita harus menerangkan manfaat-manfaat yang didapat customer bila melakukan up-grade kamar tersebut.

    Pada contoh ini, kita sedang menggerakkan customer untuk membelanjakan semakin banyak uang atas produk yang mereka beli.

    Baca juga: Begini cara Menghitung Service Charge Hotel, Resort, dan Villa

    Contoh SOP Up Selling di Hotel

    Konsep Up selling adalah cara yang dilaksanakan dengan tujuan memberi keuntungan pada tamu, pegawai dan management, hingga bisa memotivasi karyawan sebagai ujung tombak dalam program up selling ini.

    Disamping itu program training perlu dilaksanakan, hingga karyawan benar-benar memahami dan sanggup melaksanakan standar operating procedure untuk lakukan up-sell.

    Situasi ini akan membantu menghindari protes dari tamu yang di prospek, dan waktu yang dipakai jadi lebih efektif. Berikut contoh SOP up selling yang bisa dijadikan referensi :

    1. Selalu sapa setiap tamu dengan senyum di suara dan wajah Anda.
    2. Selalu Jalin dan jaga kontak mata dengan tamu.
    3. Ajukan pertanyaan terbuka untuk memahami kebutuhan dan persyaratan tamu, dan berikan saran tepat waktu serta tawarkan alternatif dengan upsell.
    4. Pahami profil tamu dari detail reservasi dan identifikasi tamu yang kemungkinan besar akan menempati kamar dengan kategori lebih tinggi.
    5. Pemesanan yang dilakukan melalui perusahaan atau tarif yang dinegosiasikan atau oleh tim sales kemungkinan besar tidak akan mengambil kamar dengan kategori yang lebih tinggi dan karena tagihan mereka biasanya dibayar oleh perusahaan mereka.
    6. Tamu yang sedang berbulan madu, perjalanan liburan keluarga, long stay, agen perjalanan online (OTA), pemesanan langsung, datang langsung, dll. Kemungkinan besar akan memilih penawaran upsell. Hal ini karena dalam kebanyakan kasus tamu yang datang untuk menginap di hotel tidak mengetahui perbedaan kamar yang ditawarkan oleh hotel.
    7. Bersikaplah menyenangkan dan seperti bisnis, karena Anda menjual diri sendiri sebanyak Anda menjual fasilitas dan layanan hotel.
    8. Cari tahu nama tamu segera dan gunakan setidaknya tiga kali selama percakapan.
    9. Gunakan selalu gelar yang sesuai seperti Mr, Miss, Bapak, Ibu saat menyapa tamu dan jangan pernah memanggil tamu dengan nama depannya, selalu gunakan nama belakang dengan gelar yang sesuai.
    10. Berusaha mengidentifikasi kebutuhan tamu karena kebutuhan ini mungkin belum teridentifikasi selama proses reservasi.
    11. Sesuaikan kebutuhan tamu dengan perabotan kamar atau fasilitas atau pemandangan (pemandangan laut, pemandangan kolam renang, pemandangan gunung) dll.
    12. Jika tamu menginap beberapa malam maka dia akan tertarik dengan kamar yang lebih besar atau luas.
    13. Jika tamu sedang berbulan madu, tawarkan kamar dengan pemandangan seperti menghadap laut, menghadap kolam renang, kamar menghadap gunung, dll.
    14. Jika tamu memiliki reservasi dengan kategori lebih rendah, sebutkan perbedaan utama dan fitur tambahan yang didapatnya jika dibandingkan dengan kamar kategori lebih tinggi.
    15. Informasikan tentang biaya tambahan atau perbedaan tarif dengan pernyataan yang menggembirakan seperti dengan perbedaan jumlah X Anda bisa mendapatkan kamar dengan pemandangan laut.
    16. Upsell kamar dengan menunjukkan fitur dan manfaatnya terlebih dahulu, lalu sebutkan perbedaan harganya.
    17. Jika ada dua tipe kamar berbeda yang tersedia, sebutkan keunggulan dari kedua kamar tersebut sehingga tamu dapat memilih yang terbaik yang sesuai dengan kebutuhannya
    18. Untuk walk-in selalu berikan detail kategori yang lebih rendah dan kategori yang lebih tinggi untuk menghindari resiko kehilangan pendapatan saat mencoba up sell ke tamu.
    19. Selalu berterima kasih kepada tamu setelah upsell yang sukses.

    Program up selling adalah program yang sangat memungkinkan dijalankan, karena mayoritas tamu belum mengetahui dan mengenali produk hotel, sehingga kerap kali mereka memesan kamar atau produk hotel yang lain yang standard, yang tidak sesuai keperluan dan keinginan mereka.

    Kesempatan inilah yang perlu digunakan management untuk meningkatkan penghasilan hotel. Gampang kan? Yuk di praktekan !

    Baca Juga: Housekeeping dan Tugasnya di Hotel

  • Ciri-ciri Hotel yang Aman dari Razia! dan Jenis Razia Hotel

    Ciri-ciri Hotel yang Aman dari Razia! dan Jenis Razia Hotel

    Hotel kerap dikaitkan sebagai tempat yang memiliki stigma negatif di masyarakat. Pasalnya, hotel sering digunakan sebagai tempat yang mengarah pada tindakan asusila. Maka dari itu, kamu harus selektif dalam memilih hotel, perhatikan ciri-ciri hotel yang aman dari razia.

    Razia sendiri bertujuan untuk memberikan rasa jera pada pelaku dan meningkatkan kenyamanan penginap lainnya.

    Biasanya sasaran razia petugas satpol PP adalah hotel melati atau losmen yang berada di kampung atau perumahan. Kalau kamu tidak ingin terkena razia, simak pembahasan berikut.

    Baca Juga: Menginap di Hotel Tanpa Surat Nikah, Bisakah? Yuk Ketahui

    Mengapa Ada Razia Hotel?

    Mengingat sebab dan akibat, maka sebuah razia dilakukan ketika ada penyebabnya. Beberapa penyebab umum dilakukannya razia adalah sebagai berikut:

    • Operasi rutin PEKAT (Penyakit Masyarakat) – Biasanya dilakukan secara periodik dan rutin oleh para petugas Kepolisian maupun Satpol PP.
    • Ketika menyambut hari-hari besar keagamaan.
    • Razia penyalahgunaan narkotika.

    Namun, tidak terbatas pada alasan umum. Ada juga beberapa alasan khusus dilakukannya razia disebuah hotel, diantaranya:

    • Adanya laporan masyarakat – Ketika masyarakat ada yang merasa terganggu oleh aktivitas di dalam hotel tersebut, tentu tidak akan tinggal diam.

    Hotel seperti Apa yang Rerkena Razia?

    Ciri-ciri Hotel yang Aman dari Razia! dan Jenis Razia Hotel

    Ada yang bertanya apakah hotel berbintang tiga ke atas aman dari razia?

    Jawabannya tentu tidak.

    Hotel bintang lima sekali pun tidak menjamin kamu untuk terhindar dari razia. Sebelumnya, mari pahami dulu alasan yang membuat hotel terkena razia.

    Razia hotel biasanya berawal dari laporan tamu hotel lain atau masyarakat di sekitar hotel. Hotel yang berada di pelosok akan lebih sering dirazia. Alasannya, orang desa cenderung lebih suka mengurus hidup orang lain, atau istilahnya kepo.

    Sementara orang kota cenderung individualis, sehingga laporan atas aktivitas asusila di hotel kota lebih sedikit, sebab orang kota terlalu sibuk mengurusi hidupnya sendiri.

    Selain itu, hotel mewah yang berada di kota kerap membangun relasi dengan pihak-pihak lain yang membuatnya jarang dirazia.

    Jadi, carilah hotel yang jelas, tidak berada di perkampungan, dan agar lebih terjamin, memiliki bintang di atas 3.

    Baca juga: 10 Rekomendasi Hotel Bintang 3 di Jakarta, Murah dan Aman

    Ciri-ciri Hotel yang Aman dari Razia

    Langkah pertama dalam menemukan hotel yang aman dari razia adalah mencari tahu seluk beluk dan review dari hotel terlebih dulu.

    Kenali ciri-ciri hotel yang aman dari razia pada penjelasan di bawah ini:

    1. Memiliki Logo Syariah

    Ya meskipun hotel berlogo Syariah lebih dipandang positif oleh semua orang, namun dalam beberapa kejadian, Hotel Syariah tetap menjadi target razia.

    Contoh saja di Aceh, peraturan syariat lebih ketat, shingga lebih sering dilakukan razia hotel-hotel melati. Jika ingin istirahatmu tenang, memilih hotel syariah adalah pilihan tepat.

    2. Hotel Berbintang 3 – 5

    Hotel dengan bintang 3 – 5 adalah hotel terbaik yang bisa kamu coba. Privasi dan kenyamanan pengunjung adalah prioritas mereka.

    Semua karyawan hotel adalah orang-orang yang paham akan Industri hospitality. Mulai dari front office hingga Steward, semuanya menjaga privasi para pelanggan. Untuk razia yang dilakukan pada hotel berbintang, biasanya untuk menjaring penyalahgunaan obat.

    3. Berada di Tengah kota

    Hotel yang berada jauh dari pemukiman, biasanya relatif lebih tenang dan nyaman. Karena tidak ada masyarakat yang terganggu dengan kegiatan yang ada di Hotel.

    Sehingga, jarang dari mereka yang bertindak mengusik hotel di perkotaan.

    4. Pelajari komentar pengguna hotel di internet

    Sebelum melakukan booking hotel, kamu harus membaca ulasan yang ditinggalkan oleh para penginap sebelumnya. Mereka akan mengungkapkan kepuasan atau kekecewaan mereka terhadap pelayanan dan fasilitas yang terdapat pada hotel tersebut.

    Jika ada komentar penginap yang menyebutkan bahwa pernah terjadi aktivitas asusila pada hotel tersebut, sebaiknya hindari hotel tersebut.

    5. Menentukan hotel yang diinginkan

    Pada dasarnya, hotel terbagi menjadi dua, yaitu hotel resor (resort hotel) dan hotel kota (city hotel).

    Hotel resort lebih cocok jika kamu menginap bersama keluarga, sementara hotel kota akan lebih sesuai jika kamu sedang bepergian di kawasan perkotaan.

    Perhatikan juga aspek jarak dan akses hotel. Agar akses ke hotel mudah, pilih hotel yang terletak di lokasi strategis dan tidak jauh dari fasilitas umum, seperti pusat perbelanjaan, sarana transportasi, restoran, tempat hiburan dan fasilitas umum lainnya.

    5. Mengulik berita terkini terkait hotel

    Sumber informasi terkait hotel bisa didapatkan dari situs berita. Tidak jarang situs berita membahas razia hotel. Pantau berita terkini dari hotel yang kamu tuju.

    Jika terdapat pemberitaan yang berbau negatif terhadap hotel tersebut, tandanya kamu harus mencari hotel lain.

    Ciri-ciri hotel yang aman dari razia adalah hotel yang tidak memiliki pemberitaan buruk dan memiliki citra positif di masyarakat.

    6. Bertanya kepada staf hotel tentang aktivitas razia

    Saat sampai di hotel tujuan, kamu bisa bertanya pada staf hotel. Tanyakan aktivitas razia di hotel tersebut.

    Namun jangan harap kamu bisa mendapatkan informasi aktual, sebab pihak hotel akan merahasiakan jadwal razia ke tamu yang menginap.

    Tetapi, tidak jarang pihak hotel dikejutkan dengan razia dadakan yang dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak hotel. Razia dadakan biasanya dilakukan untuk menangkap bandar narkoba. Tujuannya agar informasi jadwal razia tidak beredar kemana-mana.

    7. Membawa dokumen identitas diri

    Identitas diri (KTP) merupakan berkas yang wajib dibawa saat hendak menginap ke hotel. Peraturan ini tertuang pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana Pasal 516.

    Sanksi tidak hanya diberikan ke penginap, melainkan juga ke pihak hotel jika tidak memiliki daftar identitas tamu.

    Pemeriksaan terhadap identitas tamu juga tercantum pada PM.106/PW.006/MPEK tahun 2011 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Hotel. Identitas tamu yang harus ada meliputi nama lengkap, pekerjaan, tempat tinggal, dan lainnya.

    8. Mengenakan pakaian yang sopan

    Baik wanita atau laki-laki, gunakanlah pakaian yang sopan dan sewajarnya. Pakaian yang minim akan membuat kamu dinilai negatif oleh para staf dan tamu hotel lainnya.

    Tentu hal itu tidak diinginkan oleh sebagian orang.

    Jadi, kenakan pakaian yang nyaman dan sopan saat berkeliaran di lingkungan hotel.

    9. Tidak membawa dan mengonsumsi minuman keras dan narkoba

    Petugas razia tidak hanya mengamankan penginap yang melakukan tindakan asusila, tetapi juga mengamankan barang bawaan yang melanggar aturan. Petugas razia akan menggeledah isi tas untuk menemukan barang mencurigakan, seperti narkoba, minuman keras atau barang curian.

    Kalau ketahuan, kamu bisa dikenakan sanksi seperti hukum pidana. Agar tidak dikira akan melakukan tindakan asusila, hampiri meja resepsionis dengan tenang dan percaya diri.

    Bawa berkas identitas diri seperti KTP dan buku nikah. Lalu, lakukan registrasi seperti biasa.

    Sebelum terbawa nyaman dengan kamar hotel, jangan lupa cek spycam yang mungkin ada.

    FAQ / Tanya Jawab Seputar Razia Hotel

    Apakah hotel Oyo aman dari razia?

    Seperti yang dijelaskan di atas, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kapan dan alasan dilakukannya razia hotel. Jadi kamu tidak perlu khawatir menggunakan Oyo untuk menginap di sebuah hotel.

    Apakah Reddoorz aman dari razia?

    Secara singkat, maka jawabannya adalah sama dengan bisnis hotel model apapun. Tidak ada satupun hotel yang luput dari razia, namun jika kamu tidak ingin terganggu oleh razia hotel, ada baiknya mengikuti tips di atas.

    Apakah Apartement aman dari razia?

    Dari semua tipe penginapan yang sejenis dengan hotel, razia apartement jarang sekali dilakukan. Hal ini dikarenakan mayoritas penghuni apartement adalah pemilik resmi.

    Jam berapa razia hotel dilakukan?

    Dari berbagai sumber, jam-jam dilakukannya razia hotel, penginapan, dan sejenisnya tidak ada yang diketahui. Semua dilakukan secara mendadak guna efektivitas razia itu sendiri.

    Itulah uraian singkat mengenai ciri-ciri hotel yang aman dari razia. Sejatinya tidak ada satupun tempat yang luput dari razia. Selama kita berbuat yang benar maka semua hal yang buruk akan terhindar.